[EXOFFI FREELANCE] My Possessive Husband (Chapter 14 – B)

EXO - MPH

MY POSSESSIVE HUSBAND [Chapter 14 – B]

Author    : IFAngel (Wattpad: ifangel04) || (Instagram: @ifangel_04)

Length : Chapter || Genre : Romance, Family, Drama and Marriage life || Rating : PG – 15

Cast : Oh Sehun, Park Hyunji, Park Hyunhee, Kim Jongin a.k.a Kai.

Additional cast : Park Chanyeol as Hyunhee and Hyunji’s old brother || Kim Minseok a.k.a Xiumin as Sehun’s assistant || Kim Junmyeon a.k.a Suho as Kai’s old brother  || Do Kyungsoo a.k.a Dyo as Kai’s assistant || Han Raerim as Chanyeol’s Wife || Byun Baekhyun || Zhang Yixing || Etc.

Summary: Dengan semua trauma yang dialami olehnya terkait kekasihnya dimasa lalu, membuatnya menjadi pria yang posesif. Namun sekali lagi hal buruk menimpanya dan dia tak dapat menerima hal tersebut. Kira-kira bagaimana dia menjalani hidupnya jika kehilangan kekasihnya lagi?

#1 || #2 || #3 || #4 || #5 || #6 || #7 || #8 || #9 || #10 || #11A || #11B || #12 || #13 || #14A

Note: FF ini juga aku post di wattpad –ku. Link, klik disini.

Disclaimer: FF ini merupakan hasil dari pemikiran aku sendiri. Apabila ada kesamaan dalam alur, tokoh maupun latar itu merupakan unsur ketidaksengajaan. Maaf, atas adanya kesalahan maupun kekurangan dalam penulisan.

This story is mine and my work.

Don’t copy without permission! Don’t plagiarize!

Setiap kritik & saran yang membangun sangat aku tunggu, butuhkan dan hargai guna membantu perbaikan aku dalam penulisan. Gomawo~

Warning!!

Jomblo jangan baper – kalau ga kuat skip aja. Aku gak tanggung urusan bila muncul gejala-gejala, seperti ‘mupeng’ dan imajinasi berlebih yang terkesan ‘liar’. Dimohon kebijakan dan kesadaran sendiri dari pembaca. Terimakasih. 😛

-ooOoo-Happy Reading-ooOoo-

Saat Hyunhee berhasil mendaratkan tubuhnya dengan nyaman di ranjang, dia beralih pada ponselnya yang selama ini dia non –aktifkan. Saat ponselnya kembali menyala, dia mendapatkan banyak sekali notifikasi yang masuk. Dan salah satu nama yang tercantum pada notifikasi  menjadi atensinya, Jongin oppa ❤ .

Seketika cairan bening menetes dari sudut matanya, dia menangis dalam senyap sembari memegang erat ponselnya dalam dekapan dada.

Cukup lama dia menangis, hingga dia mulai berhenti dan menghapus jejak air matanya lalu berdehem beberapa kali untuk melonggarkan tenggorokannya.

Hyunhee kembali beralih pada ponselnya, dan memainkan jarinya pada layar ponsel untuk mengetikkan beberapa kata, lalu mengirim sebuah pesan.

Dengan setia dia menunggu balasan pesannya, dan saat itu tiba, dia dengan cepat meraih ponselnya untuk memeriksa pesan yang masuk.

Hyunhee segera beranjak dari ranjangnya dan menyambat tas selempang juga mantelnya, di malam yang dingin ini dia keluar dari rumahnya. Sepertinya dia benar-benar berniat untuk sakit dan membatalkan acara pernikahannya besok. Beruntungnya, anggota keluarganya tak ada yang tahu jika dia meninggalkan rumah.

˗˗˗˗ ˗˗˗ ˗˗˗˗

Hyunhee turun dari taksi di depan sebuah rumah yang tampak mewah, dia menghela nafasnya dalam. Pikirannya seolah berputar pada masa jauh kebelakang, dimana dia sering bertandang ke rumah tersebut. Dan saat ini dia kembali mengunjungi rumah itu, tapi ini mungkin menjadi kunjungannya yang terakhir. Belum lagi, kedatangannya saat ini yang diam-diam.

Sebelum masuk, Hyunhee kembali mengirimkan pesan pada salah seorang penghuni rumah tersebut. Jika kalian tanya kenapa repot-repot, dan bukannya tinggal memencet bel saja? Tidak, bukan itu. Sekali lagi ku beritahu, Hyunhee datang secara diam-diam. Belum lagi, ini terlalu malam untuk seseorang bertamu.

Selang beberapa waktu, seorang pria membukakan pintu dan mempersilakannya masuk.

Hyunhee dapat melihat, jika kondisi rumah itu masih sama seperti sejak kali terakhirnya berkunjung. Hyunhee duduk di salah satu sofa, sementara pria yang tadi membukakannya pintu masih berdiri di sampingnya.

“Kau mau minum apa, Hyunhee –ya?” tanya pria itu.

“Tidak perlu repot-repot Junmyeon oppa, aku hanya sebentar,” jawab Hyunhee.

Ya, saat ini Hyunhee mendatangi rumah dari kekasihnya Kim Jongin dan sekarang dia sedang bicara dengan Hyung dari kekasihnya itu.

“Baiklah. Jadi bagaimana kabarmu dan yang lainnya? Apa semua baik-baik saja?” tanya Junmyeon. Hyunhee tampak menghela nafas. “Apa tidak?” selidiknya.

“Aku tak tau harus cerita dari mana, Oppa,” ucap Hyunhee terdengar frustrasi. Dia menangkupkan tangannya di wajah.

“Pelan-pelan saja, eoh.” Junmyeon menepuk pundak Hyunhee untuk membuatnya tenang.

Dan Hyunhee perlahan mulai menceritakan kemelut masalah yang menimpa keluarga dan dirinya. Mulai dari Hyunji yang menghilang, dia berpura-pura jadi Hyunji, hingga saat ini dia terlibat pernikahan dengan pria yang merupakan kekasih saudaranya.

Junmyeon tampak terkejut mendengar penuturan Hyunhee. “Kenapa kau tak cerita pada Oppa sebelumnya?” ucapnya menyayangkan hal itu. “Lalu, apa Jongin tahu?” tanyanya lagi.

Hyunhee menggeleng samar. “Bagaimana aku bisa mengatakan hal ini padanya? Untuk bicara dengannya saja aku tak sanggup,” ucapnya lirih.

“Hyunhee –ya, bicaralah dengan Jongin. Ini belum terlambat,” saran Junmyeon.

“Aku tak ingin menyakitinya,” jawab Hyunhee mulai terisak.

“Dia akan jauh lebih sakit saat tau jika kau sudah bersama dengan orang lain.”

“Karena itu aku mendatangi Oppa saat ini, untuk meminta merahasiakannya dari Jongin oppa,” mohon Hyunhee.

“Ini tidak benar, Hyunhee –ya. Cepat atau lambat, Jongin pasti akan tau. Belum lagi, dia mungkin akan segera kembali,” sanggah Junmyeon.

Oppa bisa menahannya lebih lama,” desak Hyunhee.

“Aku sudah berjanji padanya, jika dia dapat meningkatkan penjualan di cabang London maka aku akan memulangkannya,” jelas Junmyeon.

“Junmyeon oppa, kumohon. Tolong tahan kepulangan Jongin oppa, setidaknya sampai masalah ini selesai,” pinta Hyunhee dengan sangat.

“Kau juga tau, jika dia sangat ingin pulang. Dan salah satu keinginannya adalah untuk bertemu juga bersama denganmu.”

“Lantas kenapa hingga saat ini Oppa masih menahannya disana? Jika saja sebelum dia pergi, Oppa mengijinkan kami menikah lebih dahulu, maka hal ini tidak akan terjadi.” Kali ini Hyunhee menyalahkan Junmyeon.

“Hyunhee –ya, tenanglah dan dengarkan dulu penjelasan Oppa,” pinta Junmyeon karena Hyunhee sudah mulai histeris. “Itu semua Oppa lakukan demi kebaikan kalian. Apa kau ingat? Saat itu kalian sedang sama-sama membangun karier masing-masing, karena itu tidak mungkin pernikahan di lakukan. Kalian mungkin saja menjalani masa pernikahan yang sulit akibat terpisah jarak. Bukankah sekarang saja, kau sudah merasa sulit meskipun masih berstatus sebagai sepasang kekasih?” jelas Junmyeon.

“Eoh … ayolah Oppa, banyak pasangan suami istri yang terpisah jarak. Salah satunya Chanyeol Oppa dan Raerim eonnie, dan mereka baik-baik saja,” sanggah Hyunhee.

“Kau tidak pernah tau apa yang sebenarnya mereka rasakan Hyunhee –ya,” balas Junmyeon. “Jika kau ingin tau, bisa kau tanya sendiri pada Oppa –mu.”

Hyunhee tertunduk lemas.

Junmyeon beranjak dari duduknya, dia menepuk pelan pundak Hyunhee. “Sudah, sekarang kau pulang dan istirahatlah, ini sudah malam.”

Hyunhee mendongakan kepalanya. “Oppa, tidak bisakah aku tinggal disini beberapa hari?” tanya Hyunhee. Sepertinya gadis itu tengah mencari cara lain untuk membatalkan pernikahannya esok.

Junmyeon menghembuskan nafasnya. “Tidak, kau harus pulang. Bisa-bisa nanti keluargamu khawatir, itu akan semakin memperburuk keadaan. Ayo bangun, Oppa akan mengantarkanmu pulang,” ucap Junmyeon seraya menarik kedua lengan Hyunhee agar gadis itu beranjak dari duduknya.

Maafkan Oppa, Hyunhee –ya. Sebenarnya Oppa sangat menyayangkan kau berpisah seperti ini dengan Jongin, tapi jika aku membantumu, maka itu akan banyak menyakiti banyak pihak dan itu diluar hak –ku untuk ikut campur,’ ucap Junmyeon dalam benaknya.

Hyunhee tak tahu harus bagaimana lagi untuk menghindari pernikahannya esok, dengan tatapan kosong dia memandang langit-langit kamarnya ditengah dirinya yang berbaring di ranjang. Sebelum akhirnya dia terlelap, Hyunhee selalu mengulangi mantra ‘semoga hari esok tidak datang’. Namun sebanyak apapun dia mengucapkannya, hal tersebut sama sekali memberikan pengaruh.

[D – Day]

Bias matahari menyapa paginya dengan paksa, membuat Hyunhee segera terjaga dari tidur singkatnya. Samar-samar tapi pasti, kini Hyunhee dapat melihat sebuah gaun putih tergantung tepat di sisi sebelah ranjangnya. Dia menghela nafasnya dalam. Dan berita buruknya lagi, dia dalam keadaan sehat bugar.

Hyunhee kembali menarik selimutnya hendak berlindung di dalamnya, namun suara dering keras dari ponselnya membuat dia mengurungkan niat untuk kembali tidur.

“Nyonya Oh,” ucapnya ketika membaca kata yang tertera pada layar ponselnya.

Ingin rasanya Hyunhee segera mematikan kembali ponselnya, tapi lagi-lagi dia urungkan niatnya itu.

Ne, yeoboseyo Eomeoni,” jawab Hyunhee.

Akh … syukurlah kau mengangkatnya. Eomeoni hanya ingin membangunkanmu,” ucap Nyonya Oh bicara sangat lembut. “Kau bersiaplah dan segera datang. Jangan lupa dandan yang cantik. Kalau begitu Eomeoni tutup, ya.”

Hyunhee melepaskan begitu saja ponselnya hingga jatuh di ranjang. Dan untuk ke sekian kalinya dia menghela nafas. Hari beratnya akan dimulai, pikirnya.

Setelah beberapa belas menit berlalu sejak Nyonya Oh meneleponnya, Hyunhee belum juga beranjak dari ranjangnya. Hingga seorang pria jangkung dengan setelan jas muncul dari balik pintu kamarnya, Chanyeol oppa.

Cukup lama kakak-beradik itu saling bertukar tatap dalam diam, hingga Chanyeol mulai bersuara. “Segera bersiap, kami menunggumu di bawah,” ucap Chanyeol singkat.

Oppa, bawa aku pergi,” ucap Hyunhee memohon.

Chanyeol mengabaikan Hyunhee, selanjutnya dia hilang di balik pintu. Namun diluar kamar Hyunhee, pria itu tengah menyalahkan dirinya sendiri.

_____________

♦––○ IFA ○––♦

_____________

Sebuah pintu di buka, menampakan seorang gadis dengan balutan gaun putih. Gadis itu berjalan melewati pintu tadi bersama seorang pria paruh baya yang kini menggandeng tangannya disalah satu sikunya. Mereka melangkah pelan berjalan di atas karpet berwarna merah, beberapa pasang mata ikut menyaksikan mereka, termasuk seorang pria yang berdiri di ujung karpet merah dengan Tuxedo.

Mereka berhenti ketika sampai pada pria ber –tuxedo itu dan disambut dengan senyum olehnya. Selanjutnya, sang pria paruh baya tadi menyulurkan tangannya bersamaan dengan tangan gadis tadi.

“Tolong jaga putriku, Sehun –ah,” ucap pria paruh baya itu.

Tangan pria ber –tuxedo yang tak lain adalah Sehun, dia menyambut uluran tangan dari Tuan Park dan selanjutnya meraih tangan gadis yang berdiri di sampingnya. “Ya, tentu saja Abeoji,” jawab Sehun mantap.

Singkat cerita, acara pemberkatan baru saja selesai beberapa saat lalu. Kini Sehun dengan gadis yang berdiri di sampingnya telah menjadi pasangan suami istri, meskipun hanya secara adat dan tidak dicatat secara resmi di departemen pencatatan negara. Itu adalah permintaan gadis itu, sudah dikatakan jika gadis itu masih memiliki keraguan terhadap pria yang kini berstatus suaminya. Dan itu juga mempermudah baginya saat akan membatalkan pernikahan dengan pria itu, suatu hari nanti.

Ramai riuh dari sorakan tamu undangan yang terus meneriakan agar kedua pasangan pengantin itu untuk saling berciuman. Itu memang momen yang biasa terjadi dan itulah yang terjadi saat ini.

Dengan salah satu tangannya Sehun manarik pinggang gadis di hadapannya, sementara tangan yang lain memegang tengkuk gadis itu. Perlahan tapi pasti, jarak mereka semakin terpangkas. Sehun tampak memiringkan wajahnya, sebelum akhirnya mendaratkan ciumannya di bibir milik gadis yang saat ini menjadi istrinya. Dan tampaknya Sehun menikmati itu, cukup lama dia manautkan bibir mereka hingga sepertinya dia merasa bosan dan mulai bertingkah lebih karena tak kunjung mendapat sambutan dari gadis tersebut. Maka Sehun mulai menyesap bibir gadis itu, hingga selanjutnya dia mulai merasakan sakit di bagian pinggangnya, tapi Sehun tak memperdulikan itu. Sepertinya rasa manis yang dia rasakan dibibir telah mengalahkan rasa nyeri di pinggangnya akibat ulah tangan seseorang yang sangat dia ketahui milik siapa itu. Seakan tak mau kalah, Sehun membalas rasa sakit di pinggangnya dengan mengigit bibir milik orang tersebut dan terbukalah akses langsung bagi Sehun untuk menjelajah lebih dalam. Baru setelah dia merasakan pinggangnya terpelintir, Sehun melepaskan tautannya.

Sehun meringis sembari menatap wajah gadis tersebut, sebuah tatapan garang di terimanya. “Maaf, bibirmu sangat manis, rasanya aku seperti mengemut permen,” ucap Sehun seakan tak merasa bersalah sedikitpun, setelahnya dia menyuguhkan senyuman pada gadis itu. Namun dia diabaikan lantaran gadis itu langsung buang muka padanya.

°

°

°

Gadis berbalut gaun putih yang tak lain adalah sang pengantin wanita, dia mendudukan dirinya di bantalan empuk sofa setelah sederet panjang kegiatan yang dia lakukan hari ini, yang terakhir adalah dia melakukan sesi foto pernikahan mulai dari dengan pasangannya, keluarga dan tamu undangan. Meskipun tamu yang datang hanya sedikit, yaitu keluarga kedua belah pihak pasangan pengantin dan beberapa rekan juga sahabat, tapi setidaknya itu cukup menguras tenaganya.

Park Hyunhee, oh tidak … karena namanya saat ini telah menyandang marga –Oh dari suaminya yang bernama Oh Sehun. Tapi biarpun begitu, tak ada yang memanggilnya dengan nama itu. Oh Hyunji atau Hyunji, orang-orang memanggilnya seperti itu. Ya, sama seperti Sehun yang salah mengiranya, begitu juga dengan yang lain. Dan dia masih belum terbiasa mendengarnya, jadi saat ada seseorang yang memanggilnya, maka tentu saja dia tak segera menoleh. Butuh percobaan beberapa kali atau sebuah tepukan untuk membuat gadis itu menanggapi panggilan itu. Orang-orang mungkin saja mengiranya sedang melamun atau kerasukan setan budek, tapi sekali lagi bukan karena hal tersebut –karena itu memang bukan namanya.

Seperti yang terjadi saat ini, suara seorang pria sedang memanggilnya. Dan dia tak segera tanggap atau menoleh, gadis itu hanya bertopang dagu pada bantalan sofa. Saat sebuah tepukan lembut mendarat di bahunya, seakan tak siap –tubuhnya melompat.

“Lagi. Kau melamun lagi, Hyunji –ya,” ucap pria tersebut yang tak lain Sehun. “Kau ini kenapa?” tanyanya sembari memberikan segelas minum pada gadis dihadapannya.

Hyunhee menggeleng. “Hanya lelah,” jawabnya singkat dan meminum air yang diberikan oleh Sehun hingga tandas.

Sehun menerima gelas kosong itu. “Sepertinya benar. Mau kuambilkan minum lagi, atau makan?” tawar Sehun.

“Tidak usah.”

Sehun menaruh gelas tadi di meja kecil yang ada di sampingnya, lalu kembali menatap gadis itu. Dalam benaknya, dia sebenarnya sudah mengetahui alasan dibalik ekspresi tidak bersemangat dari gadis yang kini telah menjadi istrinya, tentu saja karena dirinya –gadis itu terpaksa menikahinya. Tapi Sehun tak memperdulikannya dan menepis hal tersebut, lebih dari apapun saat ini dirinya sangat bahagia karena telah miliki gadis itu. Artinya dia yang harus dia lakukan setelah itu hanya tinggal membuat gadis itu kembali mencintainya.

“Kenapa keluargamu sedikit sekali yang datang?” tanya Sehun yang sebenarnya menyimpan rasa penasarannya itu sejak lama, tepatnya bahkan sebelum acara dimulai.

Hyunhee diam sejenak, berpikir dia harus menjawab apa. Yang datang memang hanya keluarga intinya saja, karena bisa panjang urusannya jika keluarga besarnya tahu. “Karena pernikahannya mendadak, mereka jadi tidak bisa datang,” jawab Hyunhee dan sepertinya alasan itu cukup masuk akal untuk diterima. “Ditambah ini bukan hari libur dan keluargaku banyak yang tinggal diluar Seoul,” sambungnya.

Sehun mangguk setuju, selanjutnya dia menghela nafas pasrah.

Meskipun acara pernikahannya terbilang seadanya dan tamu yang datang hanya sedikit, itu tetap saja melelahkan bagi kedua pengantin baru itu. Setelah semua tamu undangan pergi dan menyisakan dua keluarga inti, barulah mereka pamit untuk pulang pada keluarga masing-masing. Dan kerena kini Hyunhee sudah menjadi istri dari seorang Oh Sehun, maka dia ikut pulang bersamanya –ke apartemen milik Sehun.

“Kau ingin kugendong?” tanya Sehun pada gadis yang kini menjadi istrinya lantaran melihat jika istrinya itu tampak tak nyaman dengan gaun panjang dan highheels yang dia kenakan.

“Tidak,” tolak Hyunhee cepat.

Tapi seakan tuli, Sehun mengabaikan penolakan yang baru saja gadis itu ucapkan dan langsung menggendongnya ala bridal style. Dan Sehun semakin bertambah tuli disaat gadis itu bahkan sudah meronta-ronta minta diturunkan.

“Hyunji –ya, tenanglah … nanti kita bisa jatuh,” ucap Sehun karena dia sedang berjalan menuruni tangga dan itu tak mudah karena dia juga sedang menggendong gadis itu. “Aku hanya ingin membantumu, karena kau terlihat kesusahan dengan gaun panjang dan highheels itu.”

“Kan aku bilang tidak usah, aku masih bisa jalan sendiri,” balas Hyunhee masih dengan meronta-ronta.

“Diam, atau aku akan menciumu,” ucap Sehun cepat.

Seketika Hyunhee langsung membeku dan membuang wajahnya, sementara itu Sehun tampak menyunggingkan senyum puasnya.

Tak tanggung-tanggung, Sehun menggendong gadis itu bahkan sampai menduduknya di mobil dan kembali menggendongnya hingga tiba di apartemen miliknya –lebih tepatnya hingga mendarat sempurna di ranjangnya. Dan itu berhasil membuat Hyunhee memberikan tatapan ngeri padanya.

Melihat itu, bukannya Sehun merasa bersalah tapi malah memandang gemas pada gadis yang sedang duduk di ranjangnya itu. Dan sepertinya Sehun baru saja mendapatkan ide jahil untuk mengerjain istrinya itu, dapat dilihat kini salah satu sudut bibirnya tertarik keatas.

Sembari terus terseyum, Sehun mendekati istrinya dan naik keranjang. Hyunhee refleks mundur hingga dia sudah tak dapat berkutik karena terpojok, tapi Sehun masih saja memangkas jarak diantara mereka. Kini deru nafas mereka –pun dapat saling terdengar. Sehun mendekatkan wajahnya kearah tengkuk gadis itu dan mulai membuka mulutnya.

“Mau mandi?” tanya Sehun dengan suara desahannya.

Bulu roma Hyunhee seakan berdiri, pupil matanya tampak melebar. Mungkin Sehun juga dapat mendengar, jika dia baru saja menelan salivanya –dengan susah payah.

“Mau kau, atau aku duluan?” tanya Sehun lagi, kali ini nada suaranya normal.

Seakan tersadar, Hyunhee langsung mendorong tubuh Sehun menjauh darinya dan melesat menuruni ranjang. “Aku saja duluan,” jawabnya cepat tanpa ragu.

Sehun tertawa kecil.

___ ___ ___

Setelah Hyunhee masuk ke dalam kamar mandi, saat pintunya dia tutup, tubuhnya merosot begitu saja. Dia duduk berjongkok di balik pintu dengan wajah tertangkup diantara dua lututnya dan tangannya melingkar erat dua kakinya yang menekuk.

Dalam kesenyapan dan dinginnya ruangan itu, dia menangis. Belum lagi kondisinya saat ini, dia memakai gaun tanpa lengan yang mengekspos bahunya. Sebenarnya dia telah menahan rasa sesak itu sedari tadi, bahkan saat dia membuka matanya hari ini.

Emosi dan pikirannya campur aduk, lantaran menikahi seorang pria yang tidak dicintainya. Di samping itu, pria yang dia nikahi adalah kekasih dari saudara kembarnya. Dan belum lagi, dirinya juga memiliki kekasih, meskipun saat ini tidak bersama dengannya. Itu membuatnya merasa menjadi gadis yang buruk.

Cukup lama Hyunhee dengan posisi seperti itu, hingga suara ketukan pintu dari luar mengusiknya.

“Hyunji –ya, kau baik-baik saja?” tanya Sehun.

Hyunhee mendehem beberapa kali untuk melonggarkan tenggorokannya. “Ya,” jawabnya singkat. Setelah itu dia segera bangun dan mulai membersihkan dirinya.

Sekitar lima belas menit setelah dia selesai menangis, Hyunhee keluar dari kamar mandi dengan baju piyama dan rambut yang tergulung handuk.

Sehun segera mengalihkan fokusnya dari ponsel yang sebelumnya dia mainkan, pandangannya menatap kecewa ketika melihat gadis itu keluar dan telah berbusana lengkap. ‘Kenapa ini tidak seperti di film yang –ku lihat?’ batin Sehun. Mungkin maksudnya, saat pasangan suami istri baru dan sang suami membukakan gaun pengantin yang sulit untuk dibuka oleh istrinya. Bukankan itu akan jadi momen romantis terbaik untuk saling lebih mengakrabkan diri bagi suami istri?

“Kau tidak mandi?” tanya Hyunhee dan membuyarkan lamunan ‘liar’ Sehun.

Sehun menerjap. “Hah? Akh … iya,” jawabnya lambat.

Mungkin sekitar lima menit setelah Sehun masuk ke kamar mandi, kini dia telah keluar dengan air yang bercucur dari ujung rambutnya hingga bawah. Dan dengan kondisinya saat ini yang terlihat ‘sexy’ menurut pendapat banyak orang jika melihatnya, karena Sehun half naked dan memperlihatkan dada bidang terlebih lagi perut kotak-kotaknya.

Tapi tidak dengan gadis yang saat ini sedang duduk diranjang dan melihatnya dengan tatapan ‘sulit diartikan’ –ngeri mungkin. Hyunhee memang begitu, dia tidak bisa melihat orang lain ataupun dirinya sendiri memperlihatkan lekuk tubuh. Karena itu Hyunhee segera membaringkan tubuhnya dan menarik selimut hingga menutupi seluruh tubuhnya. “Apa dia tak tau malu?” celetuk Hyunhee.

“Siapa yang tak tau malu?” tanya seseorang yang suara terdengar seperti Sehun, tapi itu memang benar suara Sehun –dia yang bertanya.

Hyunhee tersentak dan segera menyibakan selimutnya, namun saat itu juga dia melihat Sehun ada di hadapannya. Belum lagi, Sehun masih belum mengenakan bajunya meskipun dia sudah mengenakan celananya. Dan sekali lagi, Hyunhee itu sangat dan tidak bisa melihat tubuh polos. Jadi Hyunhee langsung saja menjatuhkan selimut ke tubuh Sehun.

“Segera pakai bajumu!” titah Hyunhee.

Sehun berdecak.

Setelah berpakaian lengkap, Sehun kembali menaik ke ranjang dan mendekati gadis itu.

“Hyunji –ya,” panggil Sehun sembari mencolek bahu gadis itu, lantaran gadis itu membelakanginya.

Hyunhee menoleh. “Kenapa?” tanya terdengar malas.

Sehun menatap gadis itu lekat, membuat Hyunhee bingung sekaligus tak nyaman.

[TBC]

Kira-kira apa yang hendak Sehun utarakan atau lakukan setelah memanggil Hyunhee sembari menatapnya seperti itu?

Dan bagaimana mereka melewati malam pertamanya?

°

Hai … Hai … kalian, readers ketjeh –ku ❤  😀 gimana perasaan kalian setelah tau akhirnya Sehun jadi nikah sama Hyunhee? Berbesar hati menerimananya – ikhlas – pasrah atau tidak terima dan ngedumel – baper.

Maafkan daku yang tak dapat memenuhi harapan kalian yang mungkin menginginkan mereka balik ke pasangan masing-masing. Mungkin untuk saat ini mereka berpisah, dan kedepannya –entahlah. ^^ Tapi biarpun begitu, kedepannya aku akan berusaha menyajikan cerita yang berkesan baik dan tentunya kejutan-kejutan untuk kalian. Semoga kalian sabar menantikan setiap chapter –nya sampai cerita ini selesai. Dan aku sangat berterima kasih untuk itu, bahkan hingga saat ini dan seterusnya untuk kalian yang telah meluangkan waktu membaca FF ini.

Satu lagi berita duka dari aku untuk kalian.. o_O

Maaf~ Chapter selanjutnya aku PASSWORD. 😦

Kenapa? Itu sedikit … Emmmm …  –privasi? Dan aku akan memberikan satu kejutan – rahasia pada chapter itu. Jadi jangan sampai melewatkan ceritanya, agar kalian juga paham alurnya.

Bagaimana cara dapat password?

  1. Dari aku langsung – dengan tinggalkan alamat ID/Email kalian di kolom komentar Chapter ini.

*Minta password ke aku bisa dilakukan mulai dari >> saat ini  s/d Chapter yg di Proteksi di publish di page. Artinya cuman seminggu ini saja.

(Lewat dari hari itu, kalian bisa minta password lewat Admin EXOFFI.)

**Dan aku juga gak akan membeban kalian untuk komentar di chapter sebelumnya, untuk yang minta password ke aku. Karena aku tau itu merepotkan. Kalian cukup cantumkan ID Email.

***Keuntungan kalian minta password ke aku, kalian bisa langsung membaca FF saat di publish.

  1. Admin EXOFFI – dengan klik Got Password pada menu dan ikuti rules nya.

>> bisa dilakukan setelah FF yang di password Publish.

Simpel bukan? Itu semua aku kembalikan kepada kalian, kalau kalian mau tau ceritanya – minta password.  ^^

Namun tetap perhatikan tata krama, karena aku dan Admin EXOFFI juga punya kesibukan. Harap bersabar jika belum dibalas. Dan mungkin juga ada kesalahan koneksi jadi pesan kalian tidak sampai, dan tidak terterima oleh aku atau sebaliknya. –Kalian bisa informasikan kembali atau kirim ulang.

Dan sedikit catatan, biarpun FF ini keliatannya biasa, tapi sebenarnya terdapat potongan puzzle yang hilang dan perlu dilengkapi. Jadi buat kalian yang gak mau bingung dengan ceritanya, baca keseluruhan cerita termasuk yang di password. 🙂

*Tidak ada keuntungan apapun yg aku ambil secara materil, hanya kepuasan kalian sebagai bayaran aku. #apalahini     wkwkkwkwk..

Oke, sekian bacot panjang aku. –Terima kasih.

See you next chapter

#XOXO

63 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] My Possessive Husband (Chapter 14 – B)”

  1. Ceritanya bikin baper.. sehun jadi nikahin hyunhee ko aku yg nyesek yh. Gimana klo jongin tau. Dia pasti bakal marah Besar. Klo aku jd hyunhee aku ngga bakal mau nurutin maunya ny.oh buat nikah sama sehun. Kasian hyunji nanti klo balik kan..next yh kereen 😊

    Oh iya chingu klo berkenan berbagi password kirim ke anjanikim97@gmail.com / yulian_anjani1@gmail.com takutnya ada salah satu yg eror jd pake cadangan 😃😀 makasih

    1. Hoho … sukses ya aku buat kalian baper … Tapi aku juga ikutan baper plus greget sendiri pas ngetiknya .. *Senjata makan tuan >o<
      Bakal marah kayak apa ya Jongin?
      Hyunhee gak mau sih dia nikah sama sehun, tp kondisinya BAGAI MAKAN BUAH SIMALAKAMA ..
      Nah hayoo … Hyunji pun blm jelas gimana dia nantinya. Masih adakah perasaan yg tersisa untuk Sehun?
      *Password untuk chapter 15 sudah aku kirim ya~
      Tolong di cek, apa sudah sampai /belum & kabari aku ya ^^

    1. Tidak benar-benar menyetujui sih keluarga Park itu, tapi mau gimana lagi -nyawa seseorang taruhannya.
      Hyunji masih ada urusan diluar, makanya blm dpt scene 😀
      *Password untuk chapter 15 sudah aku kirim ya~
      Tolong di cek, apa sudah sampai /belum & kabari aku ya ^^

    1. Ya~ memang kasihan Hyunhee, perasaannya jadi korban..
      Soal malam pertama, itu pasti akan terlewati. Terlepas apapun yg akan terjadi malam itu.. >//<
      Emmm … sebenernya agak berat ya, aku pas ambil keputusan untuk password chapter.. karena aku ingin kalian semua (readers) bisa menikmati ceritaku secara keseluruhan..
      Aku sudah cukup senang bisa melihat FF ini masuk #1 most visited ditiap aku update.. 🙂 yg artinya FF ini di terima dgn baik -menurutku. ^^
      Oke, aku jadi curhat 😀
      *Password untuk chapter 15 sudah aku kirim ya~
      Tolong di cek, apa sudah sampai /belum & kabari aku ya ^^

    1. Kamu gak sebel sama aku kan? Heheh.. *o*
      Gak papa ya, biar greget gitu -kita pantau aja si Sehun ..
      *Password untuk chapter 15 sudah aku kirim ya~
      Tolong di cek, apa sudah sampai /belum & kabari aku ya ^^

    1. Karena Jongin jadinya di tinggal Hyunhee?
      Semoga kedepannya, ada kejelasan untuk hubungan mereka ya~
      *Password untuk chapter 15 sudah aku kirim ya~
      Tolong di cek, apa sudah sampai /belum & kabari aku ya ^^

    1. Pasangan malang mereka itu… T^T
      Oke, ikuti terus ya kelanjutan ceritanya ..
      *Password untuk chapter 15 sudah aku kirim ya~
      Tolong di cek, apa sudah sampai /belum & kabari aku ya ^^

  2. Jujur sih aku kurang nerima pernikahan mereka, kasian aja gitu sama Hyunhee 😦
    Yang aku suka dari cerita ini, alurnya emang gk biasa, bener kayak potongan puzzle yg harus dilengkapi dan itu semakin seru dan pastinya membuat readers merasa penasaran. Aku tunggu kelanjutan kisah mereka, semangaaatt!! 🙂
    kikiumul.m@gmail.com ditunggu ya, passwordnya 😀

    1. Doakan saja, semoga suatu saat Hyunhee bisa bahagia bersama orang2 terkasihnya 🙂
      Ahhh … terima kasih atas sanjunganmu >//< rasanya aku ingin terbang melayang ..
      *Password untuk chapter 15 sudah aku kirim ya~
      Tolong di cek, apa sudah sampai /belum & kabari aku ya ^^

  3. *tabok-jangan-tabok-jangan*
    Pengen marah pada siapa?*nyanyik*
    Hyunji ya dlm brpa chap k depan km ga muncul jgn harap dpt wrisan dr kluarga park!!😂😂
    Sehuna bknny noona plih ksih cman it yg ad dranjangmu bkan pnyamu..pnya kamjong itu…jgn d apa apain yaaa..

    Sudah ckup skian komenku…
    Sudikah dirimu berbagi password padakuuuuu???jikalau engkau sudi maka berikan padaakuuuu tajuria02@gmail.com

    Bubaayyyyyy cintaahhhh fighting!!!💪💪💪❤️😂😂😂😂

    1. Lepaskanlah … amarahmu … tentang dia … Pelan-pelan .. saja #duet_feat_persegi 😀
      Diitungin aja ya di Chapter keberapa Hyunji bakal muncul, warisannya nanti di kurangin.. >o//<
      *Password untuk chapter 15 sudah aku kirim ya~
      Tolong di cek, apa sudah sampai /belum & kabari aku ya ^^
      Love U – Saranghae – Aishiteru – wo ai ni ❤

    1. Hmmm~ sepertinya memang Hyunji sebagai salah satu solusi buat Hyunhee biar cepat selesai masalahnya..
      Oke sip~ di tunggu ya 😉
      *Password untuk chapter 15 sudah aku kirim ya~
      Tolong di cek, apa sudah sampai /belum & kabari aku ya ^^

    1. Bapernya jangan kelamaan ya~ 🙂
      Oke sip, kamu juga tunggu aku ya.. wkwkwk.. 😀
      *Password untuk chapter 15 sudah aku kirim ya~
      Tolong di cek, apa sudah sampai /belum & kabari aku ya ^^

  4. hai…lagi..
    Yes ! akhirnya !!
    kak IFAngel, sampaikan ucpan selamat dariku buat Sehun… terus minta dia untuk ningkatin kadar posesifnya (udah husband sekarang)
    dan, lagi2 dirimu menyadarkanku akan satu hal. Sehun itu pria dan dia bisa terjebak di adegan kissing yg ada pahit2nya…
    semoga komen unfaedah ini tak mengganggumu
    semangat nulisnya, semangat negetiknya… 🙂 🙂
    Good Job !!!

    1. Ya~ aku bakal sampaikan salammu pada Sehun.. Dan apa perlu juga salam kechup manjha dari ku? 😀 Hahhaha.. #iyuh
      Yoi .. udah jadi suami dia sekarang.. siap-siap aja geleng-geleng kepala ..
      wkwkwk.. apa aku ini sllu menyadarkanmu ttg hal-hal vulgar? 😀 mulai dari dada bidang CY & skrg kissing pahit Sehun o_O
      Dirimu juga semangat Chingu -ya ❤
      *Btw aku kirim email untuk password ke kamu itu, kemana ya?

  5. What the?? protect?? 😦
    itu hyunhee cepat kasih tau ke jongin atau junmyeon yang kasih tau? nah, itu sehun mau ngapain coba?? atau jangan jangan…… rada* nyesek senang gitu aku bacanya. next ya min
    min ini email aku nurulwulan462@gmail.com

    1. Hmmm~ bakal di kasih tau gak ya nanti ke Jongin?
      Hayoo … Sehun mau ngapain? Jangan-jangan, apa coba? Jangan mikir kejauhan ya~ 😀
      Perasaan nyesek-seneng itu, kayak gmana ya? o_O
      *Password untuk chapter 15 sudah aku kirim ya~
      Tolong di cek, apa sudah sampai /belum & kabari aku ya ^^

  6. Hyunhee kok bisa sesabar itu yaa. Kalo dari sudut pandang ini pasti mikirnya sehun egois maksa nikah sama hyunhee (walaupun dikiranya hyunji), tapi semoga di next chapter diceritain dari sudut pandangnya sehun biar nggak salah paham. Sumpah kasihan hyunhee

    1. Hyunhee gak sesabar itu, buktinya dia udh beberapa kali kasih cap tangannya di pipi Sehun.. Dia cuma lelah berdebat.. Dan emosinya dia salurin lewat air mata.. T_T
      Terima kasih sarannya, semoga di chapter kedepannya dpt aku paparkan dr sudut pandang Sehun. 🙂
      *Password untuk chapter 15 sudah aku kirim ya~
      Tolong di cek, apa sudah sampai /belum & kabari aku ya ^^

    1. Seperti yg Suho bilang, Jongin bakal balik kalau tanggung jawabnya dgn perusahaan disana sudah tercapai..
      Hmmm~ kyk nya Sehun perlu di tabok Jongin dulu biar sadar #eh o_O
      *Password untuk chapter 15 sudah aku kirim ya~
      Tolong di cek, apa sudah sampai /belum & kabari aku ya ^^

  7. Kasian banget si hyunhee hrus ngorbanin prasaanx ..gmn nnti reaksi si jongin..miris banget kisah cinta mereka ..
    Kirain pas mreka nikah di hyunji mau dateng eehh ternyata nggak ada jg nongol..
    D tunggu thor chap slanjutnya ..
    Fightingg !!!
    Ngomong2 ini email aku Kiky5323@gmail.com

    1. Gak ada pilihan lain untuk Hyunhee, kalau dia mundur buat nikah sama Sehun – taruhannya nyawa dari itu orang.. O_O
      Aku membayangkan Jongin bakal sakit banget, makanya itu Hyunhee milih untuk gak cerita ke Jongin 😦
      Sabar ya kalian, yg nunggu Hyunji..
      *Password untuk chapter 15 sudah aku kirim ya~
      Tolong di cek, apa sudah sampai /belum & kabari aku ya ^^

    1. Huhuhu … sekali lagi aku hanya bisa bilang sabar untuk kamu yg menunggu Hyunji T_T
      *Password untuk chapter 15 sudah aku kirim ya~
      Tolong di cek, apa sudah sampai /belum & kabari aku ya ^^

  8. Asli..kezelll..g tau siapa yang mesti disalahkan dalam hal ini.nyonya oh?sehun?hyunji?chanyeol? Yang penting bukan my baekhyun..hehe..,asikk..chapter selanjutnya mesti sedia cemilan nih..thor..aq daftar email ahh… ninihandayani2@gmail.com

    1. Sepertinya emosimu semakin bertambah besar ya, Chingu ~
      Tahan-tahan, oke ^^
      Aku gak larang kamu mau marah sama siapa 😀 kita tunggu saja – karena waktu yg akan menjawab #jiah
      *Password untuk chapter 15 sudah aku kirim ya~
      Tolong di cek, apa sudah sampai /belum & kabari aku ya ^^

    1. Kamu sedihnya jgn berlarut-larut ya~ 🙂
      Suho bukannya gak mau bantuin, tp itu memang diluar kendali dia -karena itu urusan keluarga Park dan Oh ..
      Dan belum lagi, soal pribadi Sehun ..
      Doakan saja yg terbaik untuk mereka ..
      *Password untuk chapter 15 sudah aku kirim ya~
      Tolong di cek, apa sudah sampai atau belum & kabari aku ya ^^

    1. Huhu .. Maafkan aku yang telah memotekan hatimu, chingu -ya >_<
      Semoga di chapter selanjut, lukamu dapat pulih ❤
      *Ohya … Password untuk chapter 15 sudah aku kirim ya~
      Tolong di cek, apa sudah sampai atau belum & kabari aku ya ^^

Tinggalkan Balasan ke Yehet Exol Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s