[EXOFFI FREELANCE] Secret Admire (Chapter 3)

a cover n prolog

Title    : Secret Admire

Author    : JullieKim

Genre    : Romance, Friendship, Comedy

Length    : Chaptered

Rating    : PG 17

Main Cast    : Jennie Kim

Support Cast         : All member Blackpink, Irene Red Velvet, All member EXO, G-Dragon. Cast dapat bertambah sesuai jalan cerita.

Summary    :

    “Ketika aku mencintai seseorang, aku akan mencintai nya dengan sepenuh hati dan saat aku berada di titik paling bahagia dalam hidupku dia menghancurkan segalanya. Sejak saat itu, aku mematikan rasa, menutup mata, hati, dan telinga.” -Jennie Kim

    “Ketika aku menutup mataku, aku melihat mata itu dan hatiku merasa sakit. Aku sungguh sangat bodoh membiarkanmu terluka karena Bajingan itu, jika saja aku bukan seorang pengecut, jika saja aku…” -Secret Admire

Disclaimer        : Cerita di buat oleh author dan juga di share di wattpad @jullie_kim

Author Note        : Don’t be a plagiator, sorry for typo and thanks to reading my fiction. Please comment and follow @jullie_kim account wattpad.

            Happy Reading. Khamsahamnida… ^_^

Chapter 3

Tok tok tok

“Jenn, apa kau sudah bangun?’ suara Suho terdengar dari balik pintu kamar Jennie.

“Ne Oppa, sebentar lagi aku turun”

“Baiklah, cepat turun Eomma dan Appa sudah menunggu di bawah”

    Jennie termenung mendengar ucapan kakaknya, kapan orangtua mereka kembali ke Seoul. Ini bahkan belum satu minggu mereka pergi untuk urusan bisnis.

    Jennie meraih tas dan ponselnya yang tergeletak di atas tempat tidur, dan bergegas keluar dari kamarnya. Setelah menuruni tangga ke tiga, Jennie teringat akan pesan singkat yang ia terima tadi malam dari sebuah nomor tak dikenal.

From : +8210446XXXX

Hai Jennie, bagaimana kabarmu?

Maafkan aku yang pengecut ini menghilang tanpa kabar dan kembali begitu saja. Aku selama ini masih menjagamu meski dari jauh. Tolong jangan takut padaku, aku tidak bermaksud jahat padamu.

Selamat malam, mimpi yang indah…

~Secret admire

    Jennie setengah melamun saat menuruni tangga dan duduk di meja makan dengan tatapan kosong karena memikirkan pesan yang ia terima semalam. Seseorang yang mengaku sebagai ‘secret admire’ nya itu kembali. Jennie bahkan tidak menyahut sapaan pagi dari orangtua dan kakaknya, Ia bahkan tidak sadar sudah mengoleskan banyak selai pada roti yang ada di tangannya.

“Sayang, selaimu…” tegur Ny. Kim.

“…”

    Suho yang berada di sebelah Jennie menyambar roti yang sudah penuh dengan selai coklat. Jennie tersadar dan menoleh kearah kakaknya.

“Yhaaa Oppa kenapa mengambil rotiku?’ Tanya Jennie

“Apa kau tidak sadar? Kau hampir menuangkan seluruh isi toplesnya ke rotimu”  Jennie melihat isi toples yang Suho maksud dan terkejut.

“Eoohhh?”

“Apa ada sesuatu yang menganggumu sayang?” ucap Ny. Kim.

“Atau kau butuh sesuatu?” Tn. Kim menimpali

“Aa..aniyoo Eomma, Appa kurasa aku hanya melamun saja tadi. Maaf.” seulas senyum tipis menghiasi bibir Jennie.

“Kau yakin? Atau ada yang mengganggumu?” selidik Suho.

“Tidak, tidak ada Oppa… Ah benar, kapan Eomma dan Appa pulang?”

“Kami tiba di rumah hampir menjelang pagi sayang, dan maaf hari ini kami harus pergi lagi” raut wajah Ny. Kim terlihat sendu.

“Kami akan ke Busan hari ini, ada sedikit masalah disana”

“…”

“Setelah urusan ini selesai, ayo kita pergi berlibur” Ajak Ny. Kim

“Ahh..Appa setuju, nah kalian mau berlibur kemana?”

“Hmm…bagaimana dengan Pattaya?”

“Aku mau Jeju saja”

“Yhaa…kau yakin hanya ke Jeju?”

“Eoh, lagipula hanya berlibur sebentar kan? Eomma dan Appa juga pasti sibuk”

Jennie beranjak dari kursinya.

“Yhaaa…kau tidak jadi sarapan??”

    Jennie meninggalkan ruang makan begitu saja tanpa menggubris Suho, ia bahkan tidak repot-repot berpamitan pada orangtuanya.Tak lama terdengar deru mesin mobil yang dinyalakan, Suho beranjak dari duduknya untuk mengejar Jennie. Akan tetapi…

“Jumyeon-ah habiskan sarapanmu”

“Tapi Appa…”

“Biarkan saja, duduklah!”

“Ne Appa…”

“Eomma mengerti jika kau begitu menyayangi adikmu, tetapi kau terlalu mengekangnya itu tidak baik untuk Jennie”

“Aku hanya khawatir saja Eomma”

“Appa percaya adikmu tau batasannya, berilah adikmu kebebasan. Ini juga salah Appa yang terlalu sibuk, bahkan Appa melibatkan Eomma kalian juga.”

“Jumyeon-ah, kami sudah mengambil sebuah keputusan untukmu. Sebenarnya kami sudah membicarakan hal ini sejak lama”

“…”

“Eomma dan Appa ingin kau mulai belajar menjalankan perusahaan kita, kami akan menyerahkan perusahaan secara bertahap padamu. Dan Eomma pikir kau sudah bisa bekerja saat kita kembali dari liburan nanti, bagaimana menurutmu?”

“Baiklah aku bersedia, lagipula aku hanya tinggal menunggu acara kelulusan saja”

“Syukurlah kalau kau setuju”

“Appa benar-benar bangga padamu, kau bisa menyelesaikan kuliah mu dengan cepat”

“Oh ya, bagaimana dengan kuliah adikmu?”

“Jennie banyak memiliki teman Eomma, dan ia juga belajar dengan baik”

“Syukurlah…”

    Suho melanjutkan sarapannya yang sempat tertunda, roti yang seharusnya manis terasa pahit saat ia menelannya. Ia terpaksa berbohong pada kedua orangtuanya mengenai Jennie, ia tidak ingin orangtuanya merasa bersalah karena terlalu sibuk bekerja sehingga sering meninggalkan ia dan adiknya itu untuk urusan bisnis.

    Orangtuanya tidak tahu mengenai Jennie yang sering keluar masuk club malam bersama pria yang berbeda-beda, bahkan salah satu teman Suho pernah melihat Jennie bersama seorang pria ke sebuah apartemen dan adiknya itu baru pulang ke esokan harinya. Pikiran negative seringkali terlintas di benak Suho, tapi ia berusaha percaya pada adiknya selama ini. Ia akan berusaha mengembalikan kebahagiaan yang pernah hilang dari adiknya itu.

***

    Jennie memarkir mobilnya di depan rumah Jisoo, ia berusaha menghubungi sahabatnya itu tetapi ponsel milik Jisoo sedang sibuk. Ia keluar dari mobil dan berlari kecil ke rumah Jisoo. Saat tangannya terangkat untuk menekan bel, terdengar suara Jisoo di balik pintu pagar.

“Ck, ada apa kau meneleponku sepagi ini?”

Jennie mendengarkan dengan seksama.

“Hmm, aku tau harus apa berhentilah cerewet”

    Terdengar suara gerbang terbuka dan Jisoo terkejut melihat Jennie. Ia segera mematikan sambungan telepon dan tersenyum canggung ke arah Jennie.

“Ohh Jenn, kau…kau sudah sampai?”

“Hmm, siapa itu? Pacarmu?” tebak Jennie.

“Pacar?? Tentu bukan Jendeukii, lagipula sejak kapan aku punya pacar. Sudahlah ayo kita berangkat”

“Eoohh…kajja!”

.

.

.

.

To be continued…

2 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Secret Admire (Chapter 3)”

  1. Jisoo kaget gitu,takut ketahuan ya..kalo udah punya pacar..emmm mencurigakan., g salah sikap jennie agak ,Sedikit bebas, disakiti, kurang perhatian ortu.kasian jennie..semoga cepat ketemu cinta sejatinya lagi.

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s