[EXOFFI FREELANCE] Love You More (Chapter 5)

Poster Love You More Chapter 5.jpg

[5] Love You More

Love, Friends and Ambition

Tittle        = Love You More (Love, Friends and Ambition)

Author        = Park Shin

Main Cast    = Kim Arin, Byun Baekhyun, Oh Jiho, Kim Taehyung BTS

Cast        = EXO’S members, Yoon Ara, Moon Sojin, Other’s Idol

Genre        = School Life, Friendship, Romance

Length        = Chaptered (16 Eps)

Rating        = General

Disclaimer    = Well, mari kita menjadi pembaca yang baik ^^

[5]

Api yang berbahaya. Api cemburu

Arin merasakan bahunya ditepuk seseorang. Ia menoleh dan mendapati Myungsoo yang tiba-tiba menyuruhnya keluar dari kelas.

“Aku mendapatkan angle yang bagus kan?” Tanyanya pada Arin yang tengah menggeser slide hanphone Myungsoo.

Arin mengangguk dengan antusias “Kim Myungsoo. Kau memang fotografer yang handal”

Merasa dipuji ia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, ini pertama kalinya ada seseorang yang memuji hasil jepretannya.

“Kau suka?” Tanya Myungsoo pada Arin

“Eo, itu bagus sekali. Darimana kau mendapatkannya?”

“Tadi pagi, aku tidak sengaja melihat kalian berdua di loker. Dan kau lihat foto ini..” Myungsoo menunjuk ke salah satu foto dimana Arin sedang membuatkan dasi untuk Baekhyun di lehernya.

“… Baekhyun menatapmu dengan penuh cinta”

Arin menyikutnya “Keumanhae. Itu menggelikan”

“Baekhyun benar-benar menyukaimu” Arin menatap Myungsoo dengan senyum terpatri di wajahnya.

“Benarkah?”

“Aku juga pernah melihat seorang gadis dengan tatapan seperti ini, dan itu artinya aku sangat menyukai gadis tersebut”

“Siapa dia? Jung Krystal?” Sepertinya Arin berhasil menebak karena kini Myungsoo nampak muram.

“Yap. Tapi ya sudahlah.. masih banyak gadis yang lebih cantik dari dia.” Ucap Myungsoo menyemangati diri-sendiri.

“Semangat ya. Aku yakin kau akan menemukan gadis yang juga menyukaimu”

“Aku harap gadis itu sebaik dirimu. Baekhyun sangat beruntung bisa memilikimu”

“Eyyyyy…”

“Kau itu gadis yang diincar banyak laki-laki disini, apa kau tidak menyadarinya?”

Arin menyipitkan matanya merasa tidak suka dengan obrolan ini.

“Kim Taehyung, Woohyun, RapMonster, Lee Sungjong, Lee Jongsuk Sunbae, Suho Sunbae, Kim Doojun, Wooshin, Nam Joohyuk, Kim Jisoo, Park Jimin, Lee Kwangsoo dan masih banyak lagi. Dan aku tidak pernah menyangka Baekhyun yang berhasil mendapatkan hatimu”

Arin tersenyum “Berapa harga foto-foto itu?” Tanya Arin mengalihkan topik.

“Karena ini sangat banyak, dan kau menyukai semuanya. Catatan Fisika dan Matematika serta double cheese burger. Kurasa itu cukup. Call?”

“Nomu nomu call” Mereka berdua tersenyum lalu kembali ke kelas untuk jam pelajaran berikutnya.

***

Moon Sojin dan Yoon Ara melesat lebih dulu ke kantin setelah Arin menolak mengikuti mereka. Dia sedang tidak napsu makan. Ia memilih membuka catatan Kimianya dan hanyut dalam rumus karbon yang baru saja diajarkan.

TUK

Arin terkejut dengan sebuh roti dan sekotak susu strawberry yang diletakan di mejanya. Ia mendongak dan melihat lelaki bernama Kim Taehyung menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Kau ini, belajar terus. Kau bisa membakar otakmu nanti. Makanlah” Taehyung mengacak-acak rambut Arin dan pergi meninggalkan Arin.

Arin merapikan rambutnya dan tersenyum tipis dengan perlakuan Taehyung.

Tanpa Arin sadari ada sepasang mata yang mengamati mereka berdua dari depan pintu kelas.

***

Lelaki itu menatap awan mendung diatasnya. Ia membuka ponselnya sembari menggeser layar dan melihat beberapa foto di galerinya.

Foto dirinya dengan gadis bernama Oh Jiho.

Byun Baekhyun tersenyum setelah menzoom wajah Jiho dari layar ponselnya. Namun memberengut kemudian karena ia merasa kesal.

“Kau baik-baik saja kan, Oh Jiho?”

Ia menatap ponselnya lagi. Lalu membantingnya pelan ke sisi meja lainnya

Baekhyun PoV

Aish kenapa gadis itu diam saja rambutnya diacak seperti itu?

Ada apa dengan senyum itu?

Dia seperti anak anjing

Setelah diberi roti dan susu dia…

Ah ada apa denganku? Kenapa aku merasa marah begini?

Aku menatap dasi yang ada ditanganku. Tadinya aku akan mengembalikannya pada gadis itu. Tapi melihat pemandangan tadi aku merasa..

Cemburu?

Eyyy yang benar saja. Untuk apa aku cemburu. Aku kan tidak menyukainya?

Benarkan?

Aku menatap dasi itu dan mengelus tulisan disana

‘KIM ARIN’

Gadis ini memang cantik, manis dan aku akui aku sangat  suka ketika lesung pipinya tercetak saat dia sedang tersenyum, banyak murid laki-laki yang selalu mengatakan aku beruntung memilikinya, yeah sejujurnya aku memang menyukai gadis itu

Tunggu

Maksudku aku menyukai sikap gadis itu. Dia baik, ramah dan tentunya semua orang suka kan dengan anak seperti itu.

Yeah, gadis bermarga Kim ini memang baik dan lelaki brengsek ini membohonginya.

‘Owhh… aku merasa berdosa sekarang’

‘Apa aku harus mengakhirinya saja?’

Aku menatap ponsel ku ragu sampai akhirnya..

***

Arin berjalan menaiki tangga sambil terus tersenyum. Ia tak percaya bahwa Baekhyun menyuruhnya untuk ke atap.

Sesampainya disana, Arin melangkahkan kakinya ke meja kesukaan Baekhyun dan mendapati laki-laki itu sedang duduk dimeja sambil menyandarkan kepalanya di dinding.

“Hai Baekhyun-ssi”

Lelaki itu menoleh “Eoh, kau sudah datang. Kemarilah”

Arin sempat ragu ketika melihat Baekhyun menyuruhnya untuk duduk disampingnya. Namun Arin akhirnya memilih untuk duduk disebelah Baekhyun dan tanpa sadar lengan mereka bersentuhan.

Arin merasakan debaran jantungnya kembali nakal. Ia melirik pada Baekhyun karena takut tak nyaman dengan jarak mereka yang terlampau dekat, namun lelaki itu biasa saja. Arin akhirnya memilih mengatur nafas untuk menetralkan dirinya.

“Telingamu… baik-baik saja?” Arin memperhatikan telinga Baekhyun yang masih utuh.

Lelaki itu langsung memegang telinganya “Ah sakit sih tapi sekarang sudah baik-baik saja kok”

Arin tersenyum “Syukurlah, Oh ya.. Ada apa Baekhyun-ssi?”

Baekhyun tersenyum tipis. “Ada yang ingin kukatakan padamu?” ucapnya sambil sedikit menunduk.

Arin mengerutkan dahi, merasa aneh dengan atmosfer di sekitar mereka. “Apa ?”

“Sebenarnya…” Baekhyun menatap Kim Arin yang menunjukan ekspresi penasaran.

Baekhyun bungkam dan sedikit berat mengungkapkannya tapi

“…. apa kau benar-benar menyukaiku?”

Mereka berdua terpaku dan hanyut dalam tatapan yang tak bisa dijelaskan. Byun Baekhyun menyadari kebodohannya yang sudah berlipat ganda. Kenapa dia menanyakan ini? Kenapa dirinya sendiri malah mempersulit keadaan? Dan sekali lagi Baekhyun tidak ingin mendengar jawaban gadis itu.

“Kyungsoo memberitahumu ya?” Arin melipat kedua tangannya didada. “Baiklah..” Arin menatap Baekhyun lebih intens lagi “Kumohon jangan tertawa saat mendengarnya Baekhyun.”

“Saranghae..” Arin tersenyum tipis “Saranghaeyo Byun Baekhyun”

Baekhyun PoV

“Saranghae..” Arin tersenyum tipis “Saranghaeyo Byun Baekhyun”

DEG

DEG

DEG

Aku bisa mati.

Kenapa jantungku berdebar seperti ini?

Astaga. Matilah aku.

Kenapa gadis ini mengungkapkan kata-kata yang membuat..

Hatiku goyah.

Tuhan tolong bantu aku, tunjukan aku bahwa ini salah. Kumohon

Gadis itu sekarang tengah merona. Ia menatap kedepan sambil menyembunyikan rona wajahnya. Dan aku merasa dia sangat..

“Yeppuda”

DAMN! Kenapa aku mengucapkannya.

“Ye?” gadis itu menoleh padaku dengan mata yang membulat

“Ah..” Tolong.. siapapun aku ingin sekali menenggelamkan diriku. Aku baru saja ketahuan mengaguminya. Tolong. Jebal.

Arin PoV

“Yeppuda”

Eh, apa yang Baekhyun katakan?

Yeppuda?

“ye?”

“Ah..”

Astaga wajahku pasti sangat merah sekarang. Ya ampun Baekhyun bisa saja sih membuatku tersipu begini.

Author PoV

Baekhyun merutuki kebodohannya berjuta-juta kali. Kali ini mereka berdua larutdalam diam setelah saling mengungkapkan hal yang membuat keduanya tersipu. Baik Arin maupun Baekhyun sama sama diam.

“Tadi aku ke kelasmu” Ucap Baekhyun memecah keheningan

Arin mulai berani melihat Baekhyun lagi.

“Aku mau mengembalikan dasi ini. Terima Kasih banyak” Baekhyun menyodorkan dasi itu pada Arin dan Arin menerimanya.

“Siapa laki-laki itu?”

Arin menyipitkan matanya. “Yang mana?”

“Yang memberimu roti dan susu, lalu…”

“Ah Kim Taehyung” Arin mengucapkannya dengan antusias membuat Baekhyun sedikit … sebal?

“Apa kalian dekat?”

“Kami teman sejak satu SMP, dan dua tahun ini kami satu kelas”

“Ah begitu..”

Arin menatap dasinya dengan tatapan lembut “Dia bilang, dia menyukaiku..” Ucapnya lalu melihat ekspresi Baekhyun yang kini mengerutkan dahi.

“Jinjja?” Arin tersenyum melihat wajah Baekhyun yang nampak panik “Sejak kapan?”

“Sejak SMP”

“Sampai sekarang?” Arin mengangguk dan Baekhyun merasa tidak nyaman.

“Lalu.. apa kau juga menyukainya?” Tanya Baekhyun yang terkesan mengintrogasi.

Arin mendengus. “Apa harus kuulangi siapa yang aku sukai ?”

Dan Baekhyun melunak.

“Taehyung bilang laki-laki sangat mudah mengatakan kata cinta. Apa itu benar Baekhyun-ssi?”

Baekhyun mencibir “Tidak semua laki-laki. Aku saja sangat sulit mengatakan hal itu” Jawab Baekhyun melesu. Terutama mengungkapkan pada Oh Jiho.

“Ah karena itu..” Arin menggantungkan kalimatnya dan membuat Baekhyun penasaran.

“Karena apa?”

Arin tersenyum tipis “Karena itu.. kau tidak pernah mengatakannya lagi setelah kejadian di loker”

Baekhyun nyengir, yeah setidaknya itu alasan yang cukup logis kenapa dia tidak mengucapkan kata cinta pada Arin setelah kejadian tersebut.

“Tapi tidak masalah bagiku. Aku yakin, kau akan menunjukan perasaanmu dengan cara lain” Arin menatap kedepan sambil memejamkan matanya “Anginnya segar sekali…” Ucapnya sambil tersenyum

Baekhyun menatap Arin dengan tatapan nanar.

‘Maafkan aku Kim Arin’

***

“SAENGIL CHUKKAE DO KYUNGSOO”

PREET PREETT PRETTT

Kyungsoo yang baru saja masuk kekelas dikejutkan dengan teman sekelasnya yang sudah menggunakan topi ulang tahun dan confetti yang kini menghujani dirinya. Tak ketinggalan Kai dan Sehun yang membawa roti ulang tahun. Chanyeol yang siaga dengan handcameranya dan Baekhyun yang menjadi penggembira.

Untungnya pagi ini kelas 11G mendapat pelajaran kosong dan itu dimanfaatkan untuk merayakan ulang tahun Kyungsoo yang ke-18.

Berbagai ucapan selamat diterima oleh Kyungsoo dari teman-temannya. Ia sendiri sedikit tidak percaya dan terharu tentunya. Tidak menyangka akan mendapat kejutan semeriah ini. Ia memeluk keempat sahabat baiknya. Lalu setelah itu, Kyungsoo dengan rata membagi rotinya supaya bisa cukup untuk satu kelas.

“Kyungsoo-yah saengil chukkae, ini untukmu”

“Ini dariku juga”

“Buka punyaku dulu ya Kyungsoo yang warnanya pink”

“Ah punyaku dulu..”

“Tidak tidak punyaku dulu itu yang hitam”

“Kyungsoo punyaku dulu saja”

“Sudah-sudah. Hey Kyungsoo lebih baik buka punyaku dulu. Itu sangat penting”

“Memang apa isinya?”

“Celana dalam”

Oke Byun Baekhyunlah yang membuat gadis-gadis yang mengerumuni meja Kyungsoo menjadi diam. Mereka merasa aneh karena Baekhyun dengan vulgarnya mengatakan hal tersebut. Setelah Kyungsoo mengatakan akan menerima semua hadiahnya, gadis-gadis itu memilih untuk bubar. Tinggalah mereka berlima yang kini ikut menumpukan kadonya di tumpukan bersama kado dari para gadis itu.

“Ini dariku. Ini lebih penting dari celana dalam” Sangkal Sehun sambil melirik ke arah Baekhyun.

“Memang apa isinya?” Tanya Chanyeol

“Kaos dalam berwarna hitam, limited edition dar-“

“Ah cukup-cukup. Dasar pamer” Potong Baekhyun dan mendapat juluran lidah dari Sehun.

“Aku membelinya dengan uang tabunganku, kuharap kau menyukainya Kyung, walau tidak mahal” Ucap Baekhyun melesu mengingat yeah dia miskin sekarang.

“Gweenchana. Aku tetap suka kok”

“Dan ini dariku.” Chanyeol meletakan kado tipis berukuran persegi “Ini sangat penting dan lebih penting daripada dalaman”

Mereka berempat saling pandang dan saling menebak “Coba Kyung bukalah” Perintah Kai

“Jangan!!!” Cegah Chanyeol “Ini majalah dewasa edisi baru. Kalau ketahuan Yoon Saem. Matilah kau Kyungsoo”

Chanyeol mendapat jitakan dari semua sisi kepalanya oleh Baekhyun, Sehun, Kai serta Kyungsoo.

“Dasar gila” Desis Kyungsoo dan dibalas cengiran Chanyeol yang sedikit merasakan nyeri karena jitakan yang ia dapat.

“Kau sudah cukup umur untuk melihatnya kok” Goda Chanyeol pada Kyungsoo dan Kyungsoo hanya menggelengkan kepalanya.

“Oke kalau ini dariku. Jangan dilihat dari ukurannya. Ini lebih mahal dari punya mereka” Ucap Kai sambil meletakan kotak kecil yang ia bungkus kertas koran.

“Eh wadahnya jelek sekali” Ejek Chanyeol.

“Tidak modal. Jangan-jangan ada puisinya” Sehun membuat ketiganya tertawa dan merasakan geli jika memang benar ada gombalan didalamnya.

“Oh…” Kyungsoo memekik dan tidak menyangka dengan hadiah yang diberi Kai, “Jam tangan..”

“Kau suka?” Tanya Kai dan Kyungsoo mengangguk

“Eo, bagaimana kau tahu kalau aku ingin jam tangan? Aku juga suka warnanya”

Kai memasang gestur berfikir “Itu ide Kim Arin. Kita belanja bersama tempo hari”

Oke pernyataan Kai barusan mendapat lototan mata dari Baekhyun dan Kyungsoo minus Sehun yang diam-diam penasaran dengan kado dari para gadis dan Chanyeol yang terpesona dengan jam tangan hadiah dari Kai.

“Syukurlah kalau kau menyukainya” Ungkap Kai lega

“Kau mengenal Kim Arin?” Tukas Baekhyun dengan ekspresi tidak suka

“Wae? Kau tidak percaya kan?” Kai malah menyulut amarah Baekhyun. “Ey.. tapi kau tenang saja. Kami juga tidak sengaja bertemu kok”

“Bagaimana bisa?” Kini Kyungsoo ikut bertanya karena memang penasaran.

“Seperti dirimu Kyung, dia  membantuku jadi yeah.. kita langsung akrab dan berteman.” Ucap Kai dengan tenang namun tidak membuat Baekhyun lega.

“HEY HEY ADA APA INI? KENAPA BERANTAKAN SEKALI KELASNYA?”

“Ish kok ada Han Saem…”

“Kau bilang kosong?”

“Aku tidak tahu”

“Mejanya kosong tadi..”

“Tapi tidak berarti pelajaran kosong bodoh. Dasar Kwangsoo bodoh”

***

“Kyungsoo” Arin melambaikan tangannya dari balik lemari buku. Kyungsoo yang baru saja masuk ke perpus langsung menghampiri Kim Arin.

“Saengil Chukkae” Ucap gadis itu yang membuat Kyungsoo tersipu. “Eoh.. kau potong rambut?”

Kyungsoo mengelus rambutnya yang sudah tipis “Karena Yoon Saem, aku dipaksa memangkasnya”

“Ini lebih baik kok” Dan Kyungsoo tersenyum lagi. “Terima kasih” ucap Kyungsoo kemudian.

“Oh ya, igeo..” Arin menyodorkan paper bag hitam pada Kyungsoo dan lelaki itu menerimanya dengan antusias.

“Hadiah? Untukku?”

“Tentu.”

“Terimakasih. Boleh kubuka?” Arin mengangguk.

“Ah… ini untukku ternyata?” Kyungsoo mengambil syal hitam yang menurutnya bagus. Seperti foto yang dikirimkan Arin untuknya.

“Kau suka?”

Lalu Kyungsoo melilitkannya di leher.

“Hey.. pakailah saat musim dingin”

“Ehm… aku sangat menyukainya. Aku memang membutuhkannya untuk pertandingan nanti”

“Pertandingan apa?”

“Ehm.. sebentar lagi kami akan bertanding di Winter Olympic”

“Ah.. benarkah..”

“Bersenang-senanglah dengan Baekhyun, karena kalau kami sudah latihan. Pelatih tidak pernah mengijinkan untuk bersenang-senang”

“Terimakasih syalnya” Lanjut Kyungsoo

Arin tersenyum lagi “Sama-sama.”

Kyungsoo melipat kembali syalnya dan memasukannya kedalam paper bag. “Kau sudah menemui Baekhyun hari ini?”

Arin tersenyum kecut.

Kyungsoo tersenyum “Dia selalu diatap kalau istirahat”

“Kalau akau kesana apa aku mengganggunya?”

“Kurasa tidak. Seperti yang kukatakan tadi. Habiskan waktu kalian untuk bersama sebelum latihan datang” Kyungsoo terkekeh lalu pamit pada Arin.

“Terima Kasih Syalnya. Sampai Jumpa”

“Ehm..”

***

Kim Arin melangkahkan kakinya ke atap sekolah. Begitu pintu terbuka, semilir angin langsung menyapanya. Gesekan sepatu dari langkah Arin membuat seorang namja yang tengah menyenderkan punggungnya di tralis tua itu membuka mata.

“Kau disini..” Ucap lelaki itu

“Kau sedang apa Baekhyun-ssi?” Kim Arin berjalan mendekati Baekhyun.

“Hanya… menikmati angin”

“Kau sendiri?” Baekhyun bertanya dan entah kenapa Arin malah tersenyum lembut padanya. Sekali lagi Baekhyun terpana dengan senyuman itu.

“Apalagi.. tentu saja untuk menemuimu.”

Dan Baekhyun termenung.

Arin mengikuti Baekhyun dengan berdiri sambil menyenderkan punggung ke tralis tua lalu merasakan hembusan angin dibelakang yang membuat tengkuk Kim Arin merinding. Dia selalu mengikat rambutnya sehingga angin langsung menerpa kulit Kim Arin.

“Arin-ssi…” Baekhyun membuka suara setelah mereka terdiam beberapa lama.

“Ehm..”

“Kau mengenal Kai?”

Arin tersenyum “Kami baru berteman tempo hari. Sebelumnya aku hanya tahu kalau dia sering ke kelasku dulu untuk menemui Krystal..”

“Ah.. itu mantan Kai”

Arin mengangguk

“Kalau dengan Kyungsoo? Apa kau sering menemuinya?” Baekhyun bertanya sedari tadi namun hanya menatap lurus kedepan tanpa melihat Arin.

“Kami sering bertemu secara tidak sengaja atau memang direncana. Dan juga banyak yang kami ceritakan, yaa begitulah..”

“Tentang apa?” Arin menoleh ke arah Baekhyun yang masih menunduk.

“Tentangmu.”

Baekhyun melebarkan matanya, namun tidak melihat gadis itu

“Aku sangat ingin tahu tentang dirimu. Tapi…” Arin menunduk “.. aku malu untuk menanyakannya padamu”

“Kenapa?”

“Hanya saja…” Arin mendongak “..aku takut kau tidak nyaman, karena sepertinya kau tidak begitu padaku.

Baekhyun menaikan alisnya dan mencoba menatap Arin yang masih menatap lurus kedepan.

“Kau tidak sepenasaran diriku kan?” Arin menatap Baekhyun dan mereka kembali melakukan kontak mata “… Kau tidak penasaran denganku kan?”

Baekhyun diam. Baekhyun tidak bisa berfikir. Namun Baekhyun mengakui bahwa memang dia tidak pernah mencari tahu tentang Kim Arin. Dia hanya mengikuti arus karena memang ini hanya sandiwara dan tidak membuat Baekhyun ingin lebih dalam mengenalnya. Baekhyun baru sadar bahwa Kim Arin bertindak diluar dugaannya dan Baekhyun merasa semakin menyesal.

Gadis ini berusaha untuk mencintainya tapi dirinya berusaha untuk segera mengakhirinya.

“Maafkan aku, pasti aku membuatmu tidak nyaman kan?” Arin mencoba mencairkan suasana yang sangat canggung tadi.

“Ehm, baiklah sepertinya jam istirahat hampir selesai. Aku pergi ya”

GREPP

Baekhyun menahan lengan kirinya dan gadis itu sepertinya terkejut.

“Arin-ssi..” Baekhyun menatap Arin dengan tatapan yang melembut. “… semisal.. nantinya.. aku menyakiti perasaanmu, apa yang akan kau lakukan?”

Arin menatap Baekhyun bingung “Menyakiti.. seperti apa?”

Baekhyun menjilat bibirnya yang terasa kering “Hanya misal, seperti membuatmu menangis mungkin..”

Arin tersenyum “Aku yakin pasti ada alasan kau menyakitiku. Dan yeah aku pasti juga mempunyai alasan untuk memaafkanmu.” Ucapnya dan genggaman Baekhyun sedikit melonggar. Merasakan hal tersebut, Arin pamit pada Baekhyun dan kembali ke kelasnya.

***

Di klub Basket yang dijadikan markas, mereka berlima tengah menyantap pizza dan makanan junk food lainnya. Hari ini mereka merayakan ulang tahun Kyungsoo di markas dan memutuskan untuk tidur semalaman disana.

“Aku sudah tidak sabar untuk Winter Olympic” Sehun berucap demikian sambil mengambil satu pizza lagi namun ditahan Chanyeol.

“Ini bagianku, Hun” Chanyeol merebut pizza tersebut membuat Sehun bersungut sebal.

“Aku juga tidak sabar. Sudah lama sekali aku tidak memegang bola basket” Ujar Kai sambil menyatukan kedua jemarinya dan menekuknya hingga berbunyi ‘krek..krek’

“Kurasa mempertahankan juara lebih sulit daripada meraihnya. 3 tahun berturut-turut SMA kita yang juara dan aku harap kita bisa mempertahankannya” Kyungsoo memasukan kentang gorengnya lalu mendapat anggukan semua

“Kapan mulai latihannya?” Tanya Baekhyun

“Mollaseoyo..”

Akhirnya mereka semua memilih untuk menonton film di laptop Kai. Ups jangan salah sangka ini film apa, ini hanya film untuk tugas essay bahasa inggris. Sehun mengambil beberapa bantal dan diberikan kepada keempat temannya. Chanyeol membuka snack ringan sedangkan Kai membuka minuman bersoda.

Kyungsoo mengambil syal di paper bag yang ia bawa lalu dililitkan kelehernya karena memang angin malam terasa sangat dingin.

“Uh enak sekali Kyung, kau bawa syal” Ucap Sehun yang menarik ujung syal, mencoba memakaikan di lehernya tapi ditarik Kyungsoo lagi.

“Ini hadiah.” Kyungsoo melirik kearah Baekhyun “… dari Kim Arin”

Baekhyun mendengus dan membuat keempat temannya menggodanya.

“Ey syalnya lembut sekali. Pasti hangat ya Kyung” Ujar Kai

“Warnanya bagus, Dia pintar sekali memilih” Tambah Chanyeol yang membuat Baekhyun meliriknya tajam

“Seseorang pasti merasa cemburu sekarang” Timpal Sehun yang kali ini sukses membuat Baekhyun bergerak.

JTAK JTAK JTAK

Dahi mereka bertiga minus Kyungsoo terkena lemparan keripik kentang dari Baekhyun.

“Diamlah, kita harus menyelesaikan tugas ini besok” Baekhyun bersungut sebal pada teman-temannya dan kembali memfokuskan diri didepan laptop.

WUUSHH

“Hei tutup saja jendelanya. Ini dingin” Keluh Sehun dan Kai yang berada di dekat Jendela lalu bangkit dan menutupnya.

“Eoh… itu Kim Arin. Apa yang dilakukannya malam malam begini?” Perkataan Kai barusan langsung membuat Kyungsoo, Sehun dan Chanyeol mendekat ke jendela sedangkan Baekhyun berada dibelakang dan mencoba melihat tapi tertutup tubuh tinggi mereka.

“Eh.. sedang apa dia?” Sehun menyipitkan matanya “Eh apa jangan jangan itu hantu?”

Kyungsoo menyikutnya “Jangan sembarangan.”

“Lalu apa yang dilakukann-..” Chanyeol menghentikan ucapannya lalu ia menunjuk kearah lain “Eh… dia bersama seorang namja..”

“MWO??” Ucapan Chanyeol barusan membuat Baekhyun langsung menyerobot Chanyeol, Sehun dan Kai begitu melihat siapa lelaki itu dia langsung mengambil mantelnya dan keluar dari tempat tersebut.

“Apa aku baru saja mencium bau api?” Kai mengatakannya dengan nada yang dibuat-buat.

“Api apa?” Chanyeol mencium sekitar, takut jika memang benar ada api bisa bisa kebakaran.

Kai tersenyum miring “Api cemburu”

“Ughhh bahaya sekali” Timpal Sehun yang dibalas kekehan mereka kecuali Chanyeol yang masih was-was jika memang ada api disekitar mereka.

***

Arin menjadi murid terakhir yang keluar dari perpustakaan. Sore tadi Arin memutuskan untuk membantu Yuri membereskan perpustakaan. Petugas lain sudah pulang dan memang hari ini giliran Yuri. Namun karena sedang hamil muda, Arin yang memang sudah mengenal Yuri akhirnya membantu yah walaupun pada akhirnya Arin harus pulang larut malam. Sesampainya didepan koridor, suami Yuri sudah menunggu di mobilnya dan Arin menolak untuk pulang bersama karena dia ada janji untuk menginap di rumah Sojin yang dekat dengan sekolah. Setelah mobil itu pergi, Kim Arin berjalan sendirian sampai akhirnya..

“BA”

“Akh…” Arin menengok kebelakang dan mendapati Taehyung yang tengah tertawa sambil memegang perut.

“Wajah kagetmu lucu sekali.”

“Ck, Yak.. aku sangat kaget Taehyung.”

Taehyung menyenggol lengan Arin “Mian-mian. Kau kenapa baru pulang?”

“Aku habis dari perpus” Taehyung memanyunkan bibir bawahnya. Sebenarnya dia sudah lihat di koridor tadi bersama Yuri.

“Kau tidak takut pulang sendirian seperti ini? Dimana pacarmu?” Taehyung melihat Arin yang kini berjalan menunduk.

“Aku sudah sering pulang malam dan aku tidak ingin merepotkan Baekhyun”

“Ck. Dia pasti tidak tahu kau pulang malam-malam begini.” Taehyung mengucapkannya dengan lirih namun masih terdengar oleh Arin.

“Kau sendiri kenapa masih disini?” Taehyung menoleh cepat kearah gadis itu.

“Aku ketiduran di kelas hehe. Dan aku melihatmu di perpus. Dan yeah… aku putuskan untuk menunggumu.”

Arin berhenti lalu melipat kedua tangannya di dada “Taehyung, kau tidak sedang mengharapkanku lagi kan?”

“Apa itu terlihat jelas?”

“Akhir-akhir ini. Ya”

Taehyung memasukan kedua tangannya kesaku celana lalu menatap mata Arin lamat-lamat. “Aku punya rencana untuk menembakmu sepulang dari Olimpiade. Tapi nyatanya aku terlambat”

Masih menatap Arin, Taehyung melanjutkan “… Jika kau bertanya aku masih mengharapkanmu, maka jawabanku. Ya aku masih berharap”

“Taehyu-“

“Tapi tenang saja, aku tidak akan membuat hubunganmu dengan lelaki itu terganggu. Yeah aku akan menunggu kok”

Arin mendengus “Kau mendoakan aku cepat putus ya”

Taehyung terkekeh “Tidak juga sih” Ada jeda sebentar, lalu Taehyung melanjutkan “Aku hanya ingin membuatmu sadar bahwa ketika dia menyakitimu.. aku ada disisimu.”

Senyum Arin memudar, ia merasakan ketulusan dan kehangatan di mata Taehyung.

“Karena itu, kalau dia menyakitimu. Berlarilah kearahku..”

“Dan aku tidak akan pernah membiarkan itu terjadi”

GREEPPP

“Baek..Baekhyun?” Arin terkejut karena Baekhyun menggenggam tangan kanannya lalu menghimpitnya kebelakang punggung Baekhyun.

Taehyung juga terkejut namun segera menutupinya dengan tersenyum “Ah… Byun Baekhyun. Kau disini juga?” Taehyung mengeluarkan tangannya dan menyodorkan tangan kirinya. Etika untuk berjabat tangan. “Senang bertemu denganmu”

“Tapi aku tidak senang bertemu denganmu” Baekhyun menatap tajam Taehyung seolah-olah menyampaikan sebuah titah ‘Berhenti mengganggu Arin’

Dan tangan Taehyung terkulai diudara. Dia tersenyum miring memaklumi sikap Baekhyun.

“Kajja…” Baekhyun menarik Arin tanpa melepas genggamannya dan melewati Taehyung yang mendengus sambil tersenyum. Senyum terpaksa.

Meninggalkan dirinya melihat kedua insan yang saling menggenggam dan menghilang ditikungan.

***

Kali ini Baekhyun sudah melepas genggamannya. Mereka memutuskan untuk berjalan kaki menuju perumahan sederhana di jalan dekat sekolah.

“Dia sering seperti itu?”Tanya Baekhyun sambil berjalan bersamaan. Baekhyun berada di sisi dekat jalan raya sedangkan gadis itu ada disebelah kanannya.

Arin mengangguk “Dia memang seperti itu”

Baekhyun mendengus “Kelewatan sekali”

Arin tersenyum.

Baekhyun berhenti lalu memblokir didepan Arin, Arin pun ikut berhenti

“Mulai besok….”  Baekhyun menghembuskan nafas “… pulanglah bersamaku” Baekhyun mengucapkannya dengan tulus membuat Kim Arin mengembangkan senyumnya.

Lalu otak Baekhyun yang melambat akhirnya tersadar juga dari kebodohannya ‘Apa-apaan ini? Kenapa aku menawarkan diri seperti ini. Aku benar-benar sudah gila’

Baekhyun menggaruk tengkuknya yang tak gatal sambil melihat sisi lain “Aku hanya…” Baekhyun memberi jeda pada perkataannya “… tidak ingin dicap brengsek karena membiarkanmu pulang malam-malam sendirian.”

Arin menatap Baekhyun lembut “Baiklah. Aku suka itu”

“Jangan terlalu sering pulang larut malam.”

Arin menghela nafas. Sejujurnya ia sangat berat jika harus menghilangkan rutinitasnya. Namun kali ini Baekhyun yang meminta dan dengan senang hati akhirnya Arin mengangguk dan membuat mereka berjalan beriringan kembali.

“Ah… itu rumah Sojin.” Tunjuk Arin pada rumah kayu sederhana diujung jalan. “Sudah sampai” Lanjutnya setelah sampai di depan rumah Moon Sojin.

“Terima Kasih sudah mengantarku Byun Baekhyun” Ucapnya tanpa melepas senyumnya.

“Pakailah baju hangat. Udara semakin dingin” Baekhyun mengucapkannya dengan datar namun Arin senang mendengarnya. ‘Byun Baekhyun mengkhawatirkannya’

Arin mengangguk mantap.

“Baiklah.. aku harus kembali ke markas” Sambil terkekeh dia menyuruh Arin untuk segera masuk kedalam. Setelah melihat gadis itu berada didepan pintu, Arin melambai

Dan Baekhyun ikut melambai

“Kenapa aku melambai?” Baekhyun memukul keras tangan kanannya yang melambai sembarangan.

‘Gila-gila…” Ucapnya pada tangannya sendiri.

“Kenapa aku mengajaknya pulang bersama sih?” Baekhyun menendang kerikil kecil didepannya lalu memutuskan untuk berjalan kembali ke sekolah.

Tunggu dulu,

Baekhyun berhenti melangkah lalu memegang jantungnya yang berdegub.

“Aku… eh jangan jangan aku…”

Baekhyun menggeleng kepalanya kuat-kuat.

“Ck… aku hanya kasian padanya. Oke sebatas itu.”

Yeah

Baekhyun tahu hanya sebatas itu tapi Baekhyun tidak tahu kalau dia sudah melewati batas tersebut.

Sudah.

Hanya saja Baekhyun tidak mau mengakuinya.

TBC

One thought on “[EXOFFI FREELANCE] Love You More (Chapter 5)”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s