[EXOFFI FREELANCE] Love You More (Chapter 3)

[3] Love You More

Love, Friends and Ambition

Tittle                      = Love You More (Love, Friends and Ambition)

Author                  = Park Shin

Main Cast            = Kim Arin, Byun Baekhyun, Oh Jiho

Cast                       = EXO’S members, Yoon Ara, Moon Sojin, Other’s Idol

Genre                   = School Life, Friendship, Romance

Length                  = Chaptered (16 Eps)

Rating                   = General

Disclaimer           = Well, mari kita menjadi pembaca yang baik ^^

 

[3]

Jatuh cinta. Seperti apa rasanya?

 

 

“Jiho-ssi, Annyeong”

Jiho menoleh dan mendapati Kim Arin sedang berjongkok didepan loker miliknya. Ia mengambil buku paket dan menaruh jaketnya.

“Arin-ssi. Aku mau lokerku kembali”

Arin yang tengah mengunci lokernya langsung berhenti dan menatap Jiho. “Eh”

“Aku mau lokerku yang dulu”

“Eoh, baiklah.” Arin sedikit bingung dengan nada bicara Jiho yang terkesan sangat ‘dingin’

“Apa lututmu sudah baik-baik saja?”

Jiho mengangguk. Ia mengambil beberapa buku paket, baju olahraga dan mantelnya lalu Arin juga demikian. Ia ikut mengosongkan lokernya.

“Aku senang lututmu sudah sembuh” Ucap Arin ketika mereka bedua membereskan lokernya masing-masing.

Jiho hanya diam.

Kim Arin merasa Jiho menjadi jutek dengannya. Apa dia melakukan kesalahan sehingga Jiho marah dengannya? Ia merasa tak pernah melakukan apa-apa.

“Kau.. menyukai Baekhyun?” Arin yang tengah melamun terkejut dengan Jiho yang tiba-tiba menghadapkan dirinya kehadapan Arin.

“Wae?” Tanya Arin tanpa menaruh curiga sedikitpun

“Hanya saja, kau tidak cukup ‘dekat’ dengannya kan? Apa kalian saling kenal?”

Arin terdiam lalu menatap Jiho meminta penjelasan

“Apa kau pura-pura menerimanya?”

“Oh Jiho-ssi.”

“Wae? Aku benarkan?”

Arin menghela nafas “Apapun alasannya. Kau tidak perlu tahu itu Oh Jiho-ssi. Itu urusanku dengan Baekhyun.”

Jiho tersenyum miring lalu mendekat dan berbisik diteinga Arin “Kau..tidak akan percaya jika tahu yang sebenarnya Arin-ssi”

“Mwo?”

Jiho menepuk pundak Arin lembut. “Terkadang, realita benar-benar menyebalkan, kan?”

“KIM ARIN” Mereka berdua menoleh kesumber suara. Dilihatnya Moon Sojin dan Yoon Ara mendekat kearah mereka.

“Sampai Jumpa Kim Arin-ssi” Jiho tersenyum lalu meninggalkan Arin dalam kebingungan.

“Ayo ke kantin” Ucap Ara sambil menggandeng Arin

“Eoh, baiklah..”

“Menu hari ini..”

***

Arin PoV

Hari ini aku tidak betemu Baekhyun. Yang menyebalkan adalah sampai sekarang, aku tidak punya nomor ponsel Baekhyun.

Terbesit keinginan untuk memintanya, tapi…..  aku urungkan kembali.

‘Apa pacaran seperti ini ya?’

‘Kenapa rindu sangat menyebalkan’

Tunggu, aku bilang aku rindu Baekhyun?

Heol kenapa pipiku memanas.

Aku menyentuh bunga terompet yang kini kuletakan didalam vas berisi air. Aku tahu nantinya akan layu tapi bunga ini tidak akan pernah kubuang.

Aku tertawa mengingat Baekhyun datang membawa bunga ini. Sungguh saat itu pertama kalinya aku bertatapan dan berhadapan dengan lelaki itu. Kami tidak pernah saling menyapa walau sudah setahun lebih ada di SMA yang sama. Tapi entah kenapa,

Saat Baekhyun membawa bunga ini, aku merasa waktu disekitarku berhenti. Langkah Baekhyun seirama dengan degub jantungku yang suaranya terdengar disekitarku. Ketika ia selangkah lebih dekat denganku, aku melihat bunga-bunga dan gelembung-gelembung berbentuk hati bertebaran di sekitarku dan Baekhyun, dan ketika dia berucap

‘Saranghaeyo..’

Dan aku mendengar suara Baekhyun berada dikamarku.

‘Sepertinya malam ini aku ditemani suara Baekhyun’ batinku.

Aku melihat kembali surat yang kusimpan dilaciku. Menahan tawa disetiap kalimat yang tertulis indah disana.Yeah,

Apa aku jatuh cinta pada Baekhyun?

Apa begini rasanya… jatuh cinta?

 

***

Seperti biasa Arin menyapa semua yang ia temui hari ini. Tidak lain Oh Jiho yang terlihat sedang berada di loker lamanya. Arin menghampirinya walaupun ia merasa atmosfer diantara mereka tidaklah baik.

“Selamat pagi, Oh Jiho-ssi”

Jiho mendongak. “Pagi”

“Kau mengosongkan lokermu? Apa kau akan pergi?” Jiho menutup keras pintu lokernya, membuat Arin sedikit terkejut.

“Iya” Ucapnya lurus menatap depan, lalu menoleh kepada Arin “Kenapa?”

“Aku tidak tahu apa aku pernah menyakitimu atau membuatmu tidak nyaman.” Ungkap Arin tanpa menghilangkan senyumnya “Jika memang aku melakukannya. Aku minta maaf, yang jelas aku benar-benar tidak sengaja melakukannya”

Ada jeda diantara mereka sampai Arin menghela nafas panjang dan memasang senyum yang mencetak lesung dipipinya “Kau akan kembali kan? Kalau begitu, Sampai jumpa.  Oh Jiho-ssi”

Arin melewati Jiho. Namun baru beberapa langkah Jiho menahannya.

“Kau..” Arin berhenti tatkala Jiho bersuara, lalu ia menoleh kebelakang “.. jangan baik padaku, Kim Arin-ssi. Kau pasti akan menyesal”

Arin tersenyum “Apapun itu, aku tidak akan pernah menyesal untuk baik kepada siapapun.”

Arin kembali berjalan sembari menyapa orang-orang yang melewatinya. Meninggalkan Oh Jiho yang termenung menatap kepergian gadis itu.

***

Arin memilih untuk membunuh jam kosong pertama di Perpustakaan. Yoon Ara dan Moon Sojin pasti sudah melesat ke kantin. Bagi Arin, disinilah kehidupan keduanya. Arin suka bau buku yeaah walaupun buku usang akan membuatnya bersin-bersin, namun ini yang disukai.

Arin tidak akan duduk di meja yang disediakan disini. Arin memilih untuk duduk dilantai diantara lorong-lorong lemari. Disana ia bisa lebih konsentrasi dan tenang.

Setelah memilih lorong favoritnya (yang menurutnya jarang dilewati murid-murid) Arin duduk dengan membawa 3 buku tebal disampingnya. Headset putih sudah menempel di telinganya. Lagu favorit dari boyband kesukaannya –EXO, berputar seirama dengan mata Arin membaca buku Logaritma dihadapannya.

“Kim Arin-ssi?”

Arin memang sedang mendengarkan lagu, namun ia masih bisa mendengar sekitar. Bahkan suara seorang namja yang berada disampingnya. Arin mendongak dan melepas salah satu headset ditelinga kirinya.

“Apa yang kau lakukan disini?” Tanyanya.

Arin menaikan alisnya, setahunya namja ini atlet tapi siapa yaa, yeah Arin tidak bisa mengenal semua orang disini.

“Aku Do Kyungsoo. Teman Baekhyun”

Mendengar nama itu, Arin langsung berdiri.

“Eoh, ya.. ehm yang aku sedang belajar” Ungkapnya sedikit canggung.

“Aku bersyukur bertemu denganmu disini.” Kyungsoo menatap sekeliling sambil menggaruk-garuk kepalanya “Kau sering ke perpustakaan kan?” Tanyanya pada Arin dan Arin mengangguk.

“Bisakah kau membantuku mencari Buku Logaritma? Aku bertanya pada teman-temanku tapi yeah mereka tidak bisa diandalkan.” Ucap Kyungsoo sambil diselingi tawa.

Arin terkikik “Kau mau mencari buku logaritma. Kau berada ditempat yang benar. Disampingmu rak Matematika dan untuk kelas 11 ada di bagian atas, kau harus naik tangga itu untuk mengambilnya.”

Kyungsoo membulatkan mata sambil ber ‘oh-oh’ ria.

“Apa ini pertama kalinya kau kemari Kyungsoo-ssi?”

“Ya begitulah” Kyungsoo tersenyum kaku.

“Kau bisa memakai ini” Arin menyerahkan buku yang tadi ia gunakan untuk belajar.

Kyungsoo menerimanya. Sampul depannya tercetak besar ‘Belajar Cepat Kiat Logaritma’

“Buku ini sangat membantu untuk mengerjakan soal-soal Logaritma.” Jelas Arin.

Kyungsoo secara refleks duduk dilantai seperti yang dilakukan Arin tadi. Ia membuka lembaran-lembaran disana dan memasang ekspresi

‘Aku bisa gila karena rumus ini’

“Matematika itu menyebalkan” Arin menoleh mendengar keluhan Kyungsoo. Sekarang mereka berdua duduk bersampingan dan dibatasi tumpukan Buku yang dibawa Arin tadi.

“Kelasmu belum ulangan logaritma?” Kyungsoo menoleh lalu menggelengkan kepalanya.

“Ahn Saem mengancam kelas kami jika lagi-lagi mendapat nilai dibawah 5” Ungkap Kyungsoo sambil membuka lembaran-lembaran yang hanya ia baca sekilas “Karena itu aku langsung kemari”

Arin mengambil bolpoin disaku almamaternya “Aku akan memberitahumu. Kau harus memahami yang ini, ini , ini dan ini laluaplikasikan dalam rumus yang ini serta hafalkan rumus dikotak merah ini” Arin memberitahu sambil memberi lingkaran kecil sebagai tanda untuk Kyungsoo belajar.

“Kebanyakan rumus dan pemahaman ini yang keluar. Kalau kau paham kau akan bisa mengerjakannya. Aku yakin” Ungkap Arin. “Kelasku sudah kemarin jadi aku tahu” Lanjutnya yang membuat bibir Kyungsoo tersenyum.

“Kim Arin-ssi, kau benar-benar baik seperti kata orang ya” Kyungsooo mengucapkan hal tersebut sambil memberi 2 jempolnya pada Arin. “Terimakasih banyak Pacar Baekhyun. Aku janji akan memberikan foto Baekhyun jika aku berhasil mendapat nilai bagus. Call?”

Arin mengerucutkan bibirnya lalu tersenyum nakal. “Dengan senang hati”

Dan percakapan mereka berlanjut kerumus logaritma. Kyungsoo benar-benar mendengarkan Arin dengan seksama. Ia sudah bertekad untuk bisa mendapat nilai bagus di ulangan ini, dengan demikian ia bisa masuk ke PTN yang diinginkan. Yeah Kyungsoo bertekad demikian.

***

Baekhyun berjalan santai keluar kelas. Baginya rumus logaritma yang baru saja ia hafal semalam menguap begitu saja dan tak ada satupun yang bisa ia kerjakan hari ini. Yeah si peringkat ekor memang akan demikian seterusnya.

Sesampainya di kantin. Baekhyun dan keempat temannya duduk di meja faforit mereka.

“Aku yakin nilaiku akan sama seperti ulangan ulangan sebelumnya” Sehun memulai percakapan sambil memakan bulat bulat daging asap di nampannya.

“Aku sangat yakin dengan jawabanku, yeah setidaknya nilai 7 bisa kudapat” Kai mengucapkannya dengan sangat santai, membuat yang lain menatapnya curiga “…mungkin” Lanjutnya

“Datang, kerjakan, lupakan” Jitakan mulus didapat Chanyeol dikepalanya.

“Kalau begitu terus bagaimana kau akan lulus” Ujar Sehun yang memang duduk disampingnya.

“Ya Baek, kau terlihat murung. Apa karena Jiho per-Hmpptt” Sehun membungkam mulut Chanyeol. Dilihatnya Baekhyun yang duduk disebrangnya sedang mendelik pada Chanyeol

“Kau ini” Kai menyodok Chanyeol. “Jangan keras-keras”

Chanyeol hanya nyengir “Mian”

“Aku hanya tidak bisa mengerjakan soalnya yeah ditambah perginya dia” Ucap Baekhyun sedikit lirih namun bisa didengar keempat namja itu.

“Kalau kau Kyungsoo, kau pasti bisa mengerjakannya ya? Aku tadi lihat punyamu jawabannya penuh. Ck, kau mengarang ya?” Sehun mengancamnya dengan kedua sumpit yang ia arahkan ke Kyungsoo.

“Kau tidak akan percaya” Semuanya langsung menghentikan makannya dan merasa pensaran kearah Kyungsoo.

“Aku bisa mengerjakan semuanya.” Terlihat semua mata mendelik kearah Kyungsoo. “..karena Kim Arin”

UHUK

Baekhyun yang barusan menelan kuah kari langsung tersedak dan Kyungsoo dengan sigap mendorong air putih dan Kai yang menepuk punggung Baekhyun pelan.

“Kenapa kau sampai tersedak sih?” Celetuk Kyungsoo.

“bagaimana bisa?” Tanya Baekhyun curiga.

“Kemarin aku bertemu dengannya diperpustakaan, aku minta tolong dicarikan buku paket Logaritma, tapi dia baik sekali, dia memberiku buku yang sangat mudah dihafal, dia bahkan mengajariku sampai aku paham sekali, lebih paham daripada yang diajarkan Ahn Saem dan yeah aku jadi tahu kenapa Woohyun suka sekali ke bertemu Arin diperpustakaan, Ji Eun yang pinjam catatannya dan Kwangsoo yang sering chat-chatan dengan Arin untuk bertanya tugas. Heol, dia memang sangat baik” Mereka yang mendengarkan ucapan Kyungsoo mengangguk-angguk seolah-olah Kyungsoo bercerita tentang Kim Arin yang sering dibicarakan.

“Kau sangat beruntung memilikinya, yeah.. walaupun tidak sengaja” Kyungsoo menahan tawa disambut dengan ketiga temannya yang kembali melanjutkan makan.

“Yeah dia memang gadis yang baik dan seseorang disini tidak sengaja memilikinya” Timpal Kai yang membuat Baekhyun menelan tahunya dengan sangat cepat.

Kalau saja mereka tahu, Baekhyun sudah naik darah saat Kyungsoo menceritakan Arin dengan mata yang berbinar dan gestur yang antusias. Yeah Baekhyun hanya merasa…tidak suka.

***

Pelajaran sudah selesai, semua murid berkemas-kemas untuk segera mengakhiri peperangan otak hari ini. Begitu juga dengan Kyungsoo.

“Hey, aku mau mengembalikan ini ke perpustakaan dulu. Kalian duluan saja, nanti aku menyusul”

“Sekarang Kyungsoo jadi anak perpustakaan ya” Goda Chanyeol.

Baekhyun yang entah dari mana menghampiri Kyungsoo “Berikan buku itu.”

Keempat namja itu membulatkan matanya

“Aku juga mau ke perpus, mencari buku Kimia” Ucap Baekhyun yang membuat yang lain bingung.

“Kau mau belajar kimia? Tapi besok tidak ada pelajarannya” Kai menimpali

“Besok ulangannya kan Bahasa Inggris.” Tambah Sehun yang membuat Baekhyun merasa tertohok.

“Maksudku aku mau cari kamus.” Baekhyun menarik paksa buku ditangan Kyungsoo. Lalu keluar begitu saja dari kelas.

“Apa hanya aku yang merasakan atmosfer aneh disini?” Ungkap Kai dengan intonasi yang dibuat puitis.

Dan ketiganya menggangguk setuju dengan ucapan Kai.

***

“Yuri Noona, dimana aku harus mengembalikan buku ini?” Wanita bernama Yuri yang menjabat sebagai petugas perpus itu menunjuk ke arah dibelakang Baekhyun.

“Haksaeng, kau hanya lurus ke arah utara dan di lemari bertuliskan 2611 kau belok kiri, disana rak buku matematika”

“Ah begitu ya, terimakasih”

Baekhyun berjalan mengikuti sesuai yang ditunjukan oleh Yuri. Sesampainya disana ia seperti anak yang hilang arah.

‘Aku tersesat di antara rak-rak ini, tapi kenapa aku kemari sih?’ Terdapat perang batin didalam hati Baekhyun.

Baekhyun memutuskan untuk menaruhnya sembarangan tapi seorang sunbae wanita galak disebelahnya menyuruhnya menaruhnya di tempat yang sesuai. Dan Baekhyun hanya bisa nyengir.

‘Tck, apa aku kemari karena gadis itu?’ Tanyanya pada diri sendiri tapi akhirnya Baekhyun menggeleng kuat. ‘Aku mau cari kamus.. yaa kamus..’

“Aku pulang saja” Baekhyun berbalik namun tidak sengaja menabrak gadis yang berada tepat dibelakangnya.

“Aw..” Baekhyun melihat gadis itu terjongkok didepannya dengansegera ia mengulurkan tangannya dan..

“Eh.. Baekhyun-ssi?”

‘Kim Arin?’ Daebak baru saja Baekhyun memikirkannya, gadis itu ada didepannya.

“Gweenchanayo?” Gadis itu menerima uluran tangan Baekhyun “Mianhaeyo” ucap Baekhyun tanpa melepas genggaman mereka.

“Ah ya.. aku juga minta maaf, ehmm tanganku.. Baek”

Baekhyun langsung melepasnya begitu saja. “Ah mian”

“Kau sedang apa disini?”

Baekhyun menggaruk kepalanya yang tidak gatal “Aku mau mengembalikan ini, tapi tidak tahu tempatnya” Ucapnya sambil sedikit tersenyum, mengurangi kegugupannya.

“Kau sudah benar kok, disana letaknya.” Tunjuk gadis itu keatas. Dan itu ‘tinggi’

“Tapi kau bisa meletakannya disini, nanti petugas yang akan mengembalikannya.”

“Eoh, baiklah. Terimakasih Arin-ssi”

Arin tersenyum. “Bagaimana ulanganmu?”

Yeah buruk. Ucap Baekhyun tapi didalam hati

“Ya begitulah.”

Ada beberapa jeda diam diantara mereka. Entah karena canggung atau memang tidak ada yang mau memulai mereka hanya berdiri saling berhadapan.

“Ah.. aku mau mencari kamus bahasa inggris. Di mana aku bisa mencarinya?” Baekhyunlah yang akhirnya memecah keheningan.

“Kamus? Untuk apa?” Arin bertanya membuat Baekhyun gelagapan, ia sendiri tidak tahu kenapa berkata demikian.

“Aku ulangan Bahasa Inggris besok”

Arin tertawa kecil, membuat Baekhyun menatapnya bingung. “Kau tidak perlu kamus. Kau hanya belajar saja dari Bab 3”

Baekhyun menaikan alisnya “Tadi aku sudah ulangan” Jelas Arin

Baekhyun hanya mengangguk angguk seperti orang bodoh. Ya dia memang bodoh sih

“Kau mau belajar?”

Baekhyun hanya mengangguk tidak jelas. Dia baru ingat buku cetak Bahasa Inggrisnya yang mana, ataukah yang sudah Baekhyun corat coret dengan gambar kartun itu yaa, aish

“Aku punya catatan bab itu” Arin mengambil buku tulis ditumpukan buku paket yang ia bawa “Igeo. Kau bisa membacanya. Banyak yang keluar dari situ”

Baekhyun menerima buku merah itu. “Tapi.. aku tidak mengerti” Keluhnya lirih namun bisa didengar Arin.

“Aku akan membantumu. Duduklah” Arin menyuruh Baekhyun duduk dilantai seperti yang biasa ia lakukan.

Arin menjelaskan sedikit demi sedikit pada Baekhyun dan hanya dijawab anggukan dari Baekhyun. Lama kelamaan tanpa Arin sadari Baekhyun yang tadinya menjaga jarak duduknya, kini mulai mengimpit kearah Arin dan lengan mereka bersentuhan. Arin yang masih sibuk menjelaskan kepada Baekhyun mungkin tidak menyadarinya. Namun Baekhyun menatap Arin dengan ekspresi yang tidak bisa dibaca.

“Kau mengerti?” Arin mendongkak dan mendapati wajah Baekhyun yang hanya beberapa centi diwajahnya. Semburat merah langsung menghiasi kedua pipi Arin.

Dalam beberapa detik mereka saling menatap lalu tak berapa lama Arinlah yang lebih dulu mengakhir kontak mata itu.

“Ada lagi yang ingin kau tanyakan Baekhyun-ssi?”

Baekhyun mengedipkan matanya berkali-kali.

“Ehm ada.” Tanya Baekhyun masih menatap Arin yang kini gadis itu memilih menatap bukunya yang dipegang Baekhyun.

“Yang mana?” Arin menatap Baekhyun sebentar lalu kembali menunduk karena tak sanggup menatap Baekhyun yang terus saja menatap kearahnya.

Baekhyun terdiam namun selanjutnya ia menutup bukunya. Menatap Kim Arin kini menjadi kebiasaanya. Masuk kedalam dimensi pupil coklat kehitaman dibalut bulu mata lentik dalam bentuk mata yang hazel. Sempurna, untuk mata idaman semua wanita korea. Dan yeah Baekhyun tidak memungkiri bahwa ia sudah …. terperangkap.

“Kenapa kau menerimaku Arin-ssi?”

Jika ini drama seperti yang biasa Ibu Baekhyun tonton, discene ini akan muncul soundtrack dimana kedua insan saling menatap diiringi lagu melow.

Arin tersenyum. Kini ia berani menatap Baekhyun walau tidak seintens Baekhyun.

“Kau mau tahu?” Ucapnya dengan nada yang sedikit ‘menggoda’?

“Akan kujawab kalau kau berhasil mendapat nilai 90 diujian Bahasa Inggris”

HAH?!!!

OKE TOLONG KONDISIKAN WAJAH BAEKHYUN SEKARANG. KARENA DIA MEMBULATKAN MULUTNYA YANG CUKUP BESAR UNTUK SEKAWANAN LALAT MASUK KESANA

“Semangat Baekhyun-ssi” Arin berdiri sambil tertawa kecil. Yeah jika Baekhyun sudah menemukan kebiasaannya menatap mata Arin, bagi Arin menggoda Baekhyun menjadi kebiasaan barunya.

 

“Itu Baekhyun kan?”

“Dia kenapa diam seperti itu?”

“Mulutnya terbuka, apa dia sedang sendawa?”

“Dia gila”

“Dia sedang berdoa mungkin”

“Jangan-jangan dia kesurupan hantu perpustakaan”

“Tidak. Dia sedang bersemedi lihatlah dia diam tak bergerak sama sekali”

“Semedi apa yang membuka mulutnya seperti itu?”

“Kalian ini bodoh atau bagaimana sih?”

“Memangnya kau tau apa yang dilakukannya?”

 “Dia sedang mannequinn Challenge”

 

***

Bagi Baekhyun ini pertama kalinya ia datang ke perpustakaan dan akhirnya berakhir di meja belajar dengan buku merah dihadapannya. Mungkin seperti ini sangat jarang dilakukan oleh Baekhyun yang notabennya akan lebih memilih bermain games atau makan sepuasnya daripada harus belajar rumus Verb+ Ing dan tenses lain.

“Yeah… belajar Bahasa Inggris lebih menyenangkan lewat Games”

Oh Baekhyun hampir saja membuka jendela tab di smartphonenya ‘DOTA’

“Tapi 90 itu tinggi juga ya..”

Berakhir dengan smartphone yang dilempar ke kasur. Ia kembali membaca rumus yang baginya sangat menjengkelkan.

‘Tulisannya rapi sekali sih, dia benar-benar mengagumkan’

‘Warna-warni sekali catatannya’

‘Oh jadi begini..’

‘Ternyata mudah juga ya, aku menyesal tidak belajar selama ini’

‘Kenapa rumus yang dia tulis lebih mudah dihafal daripada yang dibuku ya’

Dan Baekhyun membunuh malam harinya dengan berbicara sendiri dengan buku catatan Kim Arin.

***

Arin menatap malas keberadaan Ayahnya di ruang tamu. Baginya hal yang sangat langka mendapati pria itu menunggu dirinya pulang sekolah.

Arin akan melangkah ke kamarnya yang berada diatas, namun sang Ayah mencegahnya.

“Kau ingin pergi ke luar negeri kan?”

“Nde?”

“Ayah akan mengurus kepindahanmu ke Amerika.”

“Apa yang Ayah lakukan eoh?”

Ia menoleh “Tentu saja mengikuti kemauanmu. Bukankah Ayah sangat baik?”

Arin mendengus, menatap Ayahnya dengan tatapan tak percaya “Sekarang kau mengusirku?”

“Ayah hanya tidak ingin kau terluka. Disana ada bibimu yang akan merawatmu”

Arin tertawa namun terdengar mengenaskan “Aku benar-benar tidak percaya kalau Ayah melakukan ini padaku.”

“Kau akan bahagia disana.”

“Ayah”

“Ayah akan menikah lagi”

Air mata Arin meluncur begitu saja. Arin mencoba untuk bersabar dengan semua ini. Namun entah mengapa Arin tak ingin Ayahnya dengan seenaknya merusak kebahagiaan Arin. Yeah, dia benar-benar hampir melupakan kenyataan bahwa ia sangat ingin pergi dari rumah. Namun sekarang, dia benar-benar ingin tinggal.

Disaat dirinya berusahan mencari alasan bertahan, kenapa Ayahnya dengan tega merusaknya.

***

“Sialan semalam aku ketiduran.” Sehun yang duduk diatas meja menguap lebar-lebar “Jadinya aku tidak belajar deh”

“Kau memang tidak pernah belajar Hun” Timpal Kai sambil ikutan menguap

“Aku bermain games dan tidak terasa ternyata sudah dini hari, menyebalkan bukan?” Chanyeol menekuk lengannya dan menjadikan bantal untuk kepalanya. Kini ia merasa sangat mengantuk.

“Aku hanya belajar sedikit, jadi tidak bisa membantu banyak untuk ulangan hari ini. Jangan mencontekku ya” Perintah Kyungsoo.

Diantara kelima namja itu, Byun Baekhyun tersenyum menang. Yeah dia merasa sangat yakin bahwa dia bisa mengerjakan ulangan hari ini walau tidak yakin ia akan mendapatkan nilai 90.

Tapi satu yang masih Baekhyun ragukan.

‘Kenapa dia sangat ingin tahu alasan Kim Arin? Sampai tengah malam ia mimisan menghafal 16 rumus tenses dan soal-soal inggris yang tidak bisa dia ucapkan itu?’

‘Kenapa?’

***

“Lee Sungyeol , kau mendapat nilai 90 untuk ulangan Bahasa Inggris” Ucap Michael Saem didepan kelas. Semuanya bertepuk tangan untuk Sungyeol yang kini berjalan dengan pose gilanya untuk merayakan kebahagiaannya.

“Thankyou Sir.” Sungyeol meraih kertas ujiannya dengan hati-hati seakan akan barang yang rapuh. Sekembalinya dia di mejanya ia menunjukan jempolnya ke Kim Arin “Terimakasih mau mencontekiku” Ucapnya tanpa suara dan dibalas anggukan Arin.

“Heol kenapa dia jadi pintar?”

“90? Ini luar biasa untuk Sungyeol”

“Dia bahkan tidak bisa membaca I LOVE YOU”

“Hei, apa dia pergi ke dukun?”

“Atau dia membawa contekan?”

“Dia pasti belajar keras”

“Aku yakin, dia pasti bertemu Goblin dijalan.”

 

“Silent please. Oke the next Kim Arin, perfect for you”

Tidaklah aneh bahwa Arin selalu mendapat nilai sempurna. Namun anak-anak tetap merasa takjub. Arin melangkah kedepan dengan wajah yang ia poles senyuman cantik hingga terlihat dua lesung pipinya.

“Thank You Sir.”

RapMonster yang duduk dibelakang Kim Arin langsung menepuk pundaknya, membuatnya menoleh

“Congrat, princess” Arin tersenyum menanggapinya “Ur well”

“Hey sudahlah, tidak ada harapan untukmu Monster.” Suga memberi nasehat pada RapMon untuk berhenti menyukai Kim Arin.

“I Know. I know”

“Arin, kau akan kemana sepulang sekolah ini?” Tanya Yoon Ara.

“Aku mau ke perpus”

“Arin kita memang luar biasa. Sudah cantik, sempurna, pintar, baik paket lengkap” Ucap Sojin memuji dan Arin hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Sayangnya dia sudah milik Baekhyun sekarang”

Ketiganya menoleh kearah Kim Taehyung. Namja yang baru saja pulang dari Olimpiade Matematika.

“Aku terkejut mendengarnya. Tapi kuucapkan selamat untukmu. Kim Arin” Ucapnya pergi sambil mengacak-acak rambut Arin.

“Hei, Taehyung. Berhentilah berharap pada Arin” Sojin memperingatkan dibalas juluran lidah dari Taehyung

“Anak itu masih saja mengganggumu. Berhati-hatilah Arin” Sojin membantu merapikan rambut Arin yang berantakan karena ulah lelaki itu.

“Apa dia masih menyukaimu? Hebat. Dia mengejarmu dari SMP” Ara menambahi membuat dirinya mendapat jitakan mulus dari Sojin.

“Aku mau keperpus, aku pergi ya”

“Ya hati-hati”

***

Seperti janjinya pada Kyungsoo, mereka berdua duduk ditempat biasa.  Kyungsoo memang mulai akrab dengan Arin sehingga tak aneh jika kini mereka terlihat bercanda dan bicara panjang lebar tanpa canggung sedikitpun.

“Aku sangat berterima kasih padamu”

“Eyy sudahlah, aku Cuma membantu sedikit”

Kyungsoo mengeluarkan selembar foto dari saku almetnya “Seperti yang kujanjikan. Igeo”

Arin menerimanya dan tersenyum simpul “Aigoo lucunya, apa ini benar benar Baekhyun?” (Foto kecil Baekhyun)

“Iya”

“Terima Kasih Kyungsoo.” Arin menyimpannya didalam saku almet “Darimana kau mendapatkannya?”

“Di rumah Baekhyun.”

“Kau sudah lama jadi teman Baekhyun?”

“Kami berlima berteman sejak SMP”

“Ah begitu… kalian memang terlihat sangat akrab satu sama lain”

“Yeah sampai-sampai peringkat kami pun sama. Di peringkat ekor”

Arin tertawa membuat Kyungsoo juga tertawa.

“Kyungsoo, bisakah kau menceritakan tentang Baekhyun?”

“Nde?”

“Kau kan temannya, kau pasti tahu banyak tentang dia.”

“Apa yang ingin kau tahu?”

“Semua… semuanya..”

Kyungsoo melirik nakal pada Arin. “Kau benar-benar terlihat sangat menyukainya sekarang?”

Arin mengerucutkan mulutnya “Aku hanya.. merasa kami belum tahu satu sama lain.”

Dalam hati Kyungsoo ingin sekali memberitahu yang sebenarnya. Gadis ini terlalu baik untuk dibohongi dan Kyungsoo tidak tega sebenarnya. Tapi, dia tidak berhak melakukannya.

“Apa kau..” Kyungsoo menatap Arin yang kini juga tengah menatapnya “…menyukai Baekhyun?”

“Aku…”

Dan Kyungsoo menunggu jawaban Arin

“…. akan memberitahumu kalau kau menceritakan semua tentang Baekhyun” Jawabnya sambil menahan tawa

“Eeeyyy itu tidak adil”

“Aku akan mentraktirmu nanti.”

Kyungsoo mulai tertarik dengan penawaran itu.

“Baiklah..”

Arin memposisikan duduk nyamannya dan bersiap mendengarkan Kyungsoo yang menceritakan semua tentang Baekhyun.

 

Ya.

Semua.

Kecuali

Fakta tentang surat cinta dan Oh Jiho tentunya.

 

 

TBC

 

 

 

Maaff semuanyaaa aku habis hiatus eh menghilangg mungkin ya huhuhuh. Apakah ada yang masih setia menunggu FF Ini huhu maafin menghilang hampir setahun.

 

Ada kabar baik nih? Ada yang mau tau? Hihihi

 

Ini FF sudah selesai 16 episode, Finally hehe karena memikirkan akan dilanjutkan atau tidak dan akhirnya ide ide segar mengalir setelah melihat foto baekhyun hehe. Ditunggu yaa yeorobun!

 

Terimakasih buat admin yang udah upload cerita ini. Semoga kalian tetap menantikannya. See you

  • With Love_Park Shin

One thought on “[EXOFFI FREELANCE] Love You More (Chapter 3)”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s