[EXOFFI FREELANCE] Our Story (Chapter 9)

ourstory

Our Story [Chapter 9]

aliensss

Genre : au, drama, romance, friendship, hurt/comfort, school life

Length : Chaptered

Rate : PG-17

Cast:

Park Chanyeol (exo) ǁ Oh Sehun (exo) ǁ Kim Sae Jin (oc) ǁ Kim Ah Ra (oc)

etc

Summary

Chapter 9

Butterflies come alive…

Disclaimer : ide cerita dan alur asli milik saya. Cast milik Tuhan YME dan semua yang berhak atas mereka. Terinspirasi dari berbagai sumber (cerpen, novel, ff, film, dan lagu). Dibuat untuk hiburan semata. Cerita yang masih banyak kekurangan, kesalahan ejaan, alur yang aneh, penokohan yang kurang maksimal dsb, jadi harap maklum.

Find me on wordpress (sharlomereficul.wordpress.com)

or

wattpad (@alien_sss)

Our Story [Chapter 00] ǁ Our Story [Chapter 1] ǁ Our Story [Chapter 2] ǁ Our Story [Chapter 3] ǁOur Story [Chapter 4] ǁOur Story [Chapter 5] ǁ Our Story [Chapter 6]  Our Story (Chapter 7) Our Story (Chapter 8)

♣ ♥ ♣

Sae Jin masuk kedalam kelas sambil terus menunduk. Gadis itu merasa wajahnya hampir terbakar. Oh, beberapa menit yang lalu ia serasa sedang bermimpi. Chanyeol bicara banyak padanya, ia berjalan dibelakang pria itu dan oh… Sae Jin merasa benar-benar gila. Ia tergila-gila pada Chanyeol.

Saat sudah duduk dibangkunya, Sehun langsung menatap padanya dengan alis menukik.

“kau darimana?” tanya pria itu pada Sae Jin

“kenapa akhir-akhir ini banyak orang jadi aneh?” tanya Sae Jin pada Ah Ra. Gadis itu mengabaikan pertanyaan Sehun yang menurutnya benar-benar tak perlu dijawab

“Sae Jin, kau masih melihat Chanyeol oppa di bawah?” pertanyaan Ah Ra berhasil membuat Sae Jin menghentikan gerakan tangannya. Gadis itu batal membuka buku dan menatap focus pada Ah Ra

“Chanyeol?” ulang Sae Jin. Untuk sejenak tadi, saat ia bersama Chanyeol,  Sae Jin lupa pada wajah malu-malu Ah Ra juga boneka yang temannya itu dapat dari Chanyeol. Sae Jin lupa bahwa mungkin saja Ah Ra benar-benar menaruh rasa pada Chanyeol. Dan bodohnya Sae Jin, ia tak memikirkan kemungkina bahwa bisa saja Chanyeol itu menyukai Ah Ra.

“iya. Chanyeol oppa dibawah. Katanya ia ingin menunggu seseorang. Dia masih dibawah?” jelas Ah Ra penuh minat
“Sae Jin, kau tahu? Sehun bilang Chanyeol oppa sudah punya seseorang yang ia sukai” kata Ah Ra lagi. Bagi Ah Ra berita ini adalah bahan pembicaraan paling menyenangkan. Selama ini Chanyeol si kakak kelas itu jauh dari berita soal gadis.

“dia sudah di kelasnya” jawab Sae Jin

“kau bicara dengannya?’ itu pertanyaan dari Sehun. Ia yakin Sae Jin pasti sudah bicara dengan Chanyeol. Entah Sehun sok tahu atau bukan, sebentar tadi ia melihat sinar aneh itu lagi di mata Sae Jin

“iya” angguk Sae Jin santai

“karena itu wajahmu sedikit aneh?” tanya Sehun lagi. Tanpa Sehun sadari, ia kesal akan jawaban Sae Jin barusan. Ia kesal dan merasa penasaran setengah mati soal apa yang Sae Jin bicarakan dengan Chanyeol. Apa Sae Jin bicara pada Chanyeol sama seperti gadis itu bicara padanya? Ia sedikit terusik dengan fakta bahwa Chanyeol adalah pria lain yang bicara pada Sae Jin.

“kenapa wajahku?”

“oh, tidak ada. Kurasa aku hanya salah lihat” Sehun berucap sembari melangkah pergi dari kelas. Ia mendadak tak berselera mengikuti pelajaran.

~

Bel pulang sekolah segera membuat Chanyeol membereskan semua buku-bukunya. Pria itu bahkan berlari kecil agar bisa sampai tepat waktu di depan kelas Sae Jin. Chanyeol benar-benar tak ingin membuang waktu. Chanyeol tiba persis disaat Sae Jin dan Ah Ra keluar dari kelas itu.

“kau mau pulang?” tanya Chanyeol pada Sae Jin

Sae Jin yang mendengar pertanyaan barusan hanya menatap bingung pada Chanyeol. Sae Jin terkejut dan bingung. Benarkah Chanyeol sedang bertanya padanya? Kenapa? Untuk apa?

“aku bertanya padamu Sae Jin. Kau mau langsung pulang?” seakan mengerti kebingungan gadis didepannya, Chanyeol sama sekali tak keberatan mengulang pertanyaan

“iya, kenapa?” tanya Sae Jin seadanya

“aku ingin mengantarmu” tanpa aba-aba Chanyeol memegang pergelengan tangan Sae Jin dan menggiring gadis itu berjalan

“hey…lepaskan aku. Apa yang kau lakukan?” Sae Jin dengan cepat menarik tangannya dari Chanyeol. Kapan Chanyeol akan paham? Sae Jin tak suka bersentuhan seperti itu

“aku akan mengantarmu pulang” Chanyeol kembali hendak menarik tangan Sae Jin, tapi gadis itu malah memundurkan langkahnya dan menatap tak suka pada Chanyeol

“terima kasih, tapi aku bisa pulang sendiri. Ah Ra, maafkan aku. Aku duluan” selesai berpamitan pada Ah Ra, Sae Jin lantas berlari. Oh, ia sungguh tak suka diperlakukan demikian

Melihat Chanyeol yang mematung dengan wajah kecewa, Ah Ra lantas mendekat dan berdiri di sebelah Chanyeol

oppa, maaf jika aku ikut campur. Jangan lakukan itu pada Sae Jin. Dia tak suka” kata Ah Ra dengan hati-hati. Ah Ra sudah bisa mencerna apa yang terjadi disini. Tak mungkin Chanyeol mau mengantar pulang seseorang tanpa alasan. Belum lagi kejadian tadi pagi, serta perkataan Sehun tentang Chanyeol yang sudah menyukai seseorang. Orang itu, Sae Jin. Ah Ra bisa mengerti dengan cepat

“aku hanya ingin mengantarnya pulang” ucap Chanyeol dengan kecewa

“maksudku, jangan memegang tangannya seperti itu”

~

Sehun tiba dirumah pukul tujuh malam. Ia menemukan ayahnya sedang duduk di sofa ruang tamu. Seperti biasa, ayahnya itu menyapanya dengan pertanyaan-pertanyaan khas orang tua. Sudah makan? Bagaimana sekolah? Ada yang kau butuhkan? Dan sebagainya.

“aku baik-baik saja. Selama ini, aku juga bisa mengurus diriku sendiri” jawab Sehun sambil masih membelakangi ayahnya. Bagaimanapun Sehun merasa asing dengan semua perhatian ayahnya ini. Dulu tak seperti ini. Sehun mengurusi dirinya sendirian dan tak ada satu orang pun yang bertanya padanya. Wajar jika ia merasa risih

“baiklah. Sekarang pergilah mandi” ucap sang ayah. Ayah Sehun juga mengerti. Tak mungkin ia dapat merubah sikap Sehun dalam waktu sebentar. Ia sadar, ia sudah banyak melewatkan waktu bersama putranya itu.

Sehun sudah hendak menaiki tangga saat indera pendengarannya menangkap sesuatu yang menarik. Suara itu berasal dari televisi yang menyala. Sehun berbalik, menatap layar televisi itu dan menajamkan telinganya.

Di tv itu sedang ditayangkan sebuah drama yang menceritakan salah satu pemerannya yang terkena sindrom takut sentuhan, Haphephobia. Diceritakan bahwasanya pemeran itu punya trauma dimasa lalu yang menyebabkan ia tak bisa dan sangat takut disentuh dan tak bisa menyentuh orang lain. Sae Jin. Otak Sehun hanya bisa memikirkan Sae Jin sekarang. Temannya itu juga tak bisa disentuh dan tak mau menyentuh.

Hati Sehun terasa berdenyut nyeri. Trauma.  Apa Sae Jin juga demikian? Apa Sae Jin pernah mengalami sebuah kejadian yang membuatnya trauma? Jadi tebakannya benar? Selama ini Sae Jin memang menyembunyikan sesuatu.

Sehun baru ingin duduk disebelah ayahnya dan menyaksikan drama tadi lebih lama lagi. Tapi yang terjadi adalah drama itu berakhir, alias bersambung.

“kenapa harus sekarang?” omel Sehun tanpa sadar
“apa besok drama ini akan tayang lagi, ayah?” tanpa sadar juga, Sehun bertanya pada ayahnya

Meski terdiam sebentar, sang ayah akhirnya menjawab, “iya. Ini drama berseri. Mungkin sebentar lagi akan berakhir”

“besok aku harus menontonnya. Aku harus melihat bagaimana mereka menyembuhkan si untouchable itu” kata Sehun penuh tekad. Didalam kepalanya hanya ada satu tujuannya sekarang. Ia terlalu malas membaca buku psikologi atau artikel semacam itu. Lebih asyik mempelajari cara menyembuhkan Sae Jin dari tontonan barusan.

“kau tertarik?” pertanyaan dari ayahnya menyadarkan Sehun. Untuk sebentar tadi ia lupa bahwa hubungannya tidaklah sedekat itu dengan sang ayah. Ia bahkan sudah duduk disebelah ayahnya itu dan bicara tanpa canggung pada pria itu.

“aku butuh informasi dari drama itu. Temanku ada yang seperti pria tadi. Tak mau disentuh dan tak mau menyentuh orang lain” kata Sehun sambil berdiri dan membelakangi ayahnya. Tak lama, Sehun pergi darisana.

Selesai membersihkan diri dan makan, Sehun dengan cepat menyambar ponselnya. Ia tak bisa menahan diri bahkan hingga besok. Ia menghubungi Sae Jin dan mengajak gadis itu bertemu di taman dekat rumahnya. Tempat biasa mereka berjalan-jalan setia sabtu malam.

Meski sempat mengomel diawal, akhirnya Sae Jin berhasil Sehun bujuk untuk datang. Dan disinilah mereka sekarang. Duduk disebuah bangku taman

“yaah, urusan sepenting apa ini hingga kau menyuruhku keluar larut malam?”suara protes Sae Jin lebih dulu sampai daripada dirinya. Gadis itu lantas duduk disebelah Sehun, dengan jarak aman.

Sehun tersenyum, lalu menyodorkan sebatang coklat sebagai sogokkan agar Sae Jin tak terus mengomel. Agaknya itu berhasil, karena lihat saja. Sae Jin dengan cepat menghilangkan wajah kesalnya.

“ada yang ingin aku tanyakan, Sae Jin” Sehun mulai bicara dengan hati-hati. Ia tak ingin Sae Jin merasa tak nyaman atas rasa ingin tahunya ini. “apa kau punya trauma akan suatu hal?”

“hmm?” Sae Jin hanya bisa mengerutkan dahi bingung

“kau pernah mengalami kejadian buruk? Mungkin saat kau kecil, kau diculik dan disekap. Atau bahkan pernah hampir dibunuh. Atau kau pernah mengalami kecelakaan hebat, hingga kau menjadi sangat takut dan sangat tak nyaman dengan menyentuh ataupun disentuh?”

“hey..kau ini bicara soal apa Sehun? Tidak. Aku tidak pernah mengalami semua itu. Kau kira aku ini aktris atau tokoh utama sebuah drama?” kata Sae Jin sembari tertawa

“kau tidak berbohong padaku? Dengarkan aku..” Sehun sudah hampir memegang tangan Sae Jin. Biasanya orang-orang melakukan itu untuk menenangkan atau meyakinkan seseorang ‘kan? Tapi Sehun mengurungkan niatnya. Ia tak bisa. Sae Jin tak menyukai itu
“lihat? Aku kesulitan jika kau seperti ini. Aku bahkan tak bisa memegang tanganmu hanya untuk sekedar bisa meyakinkanmu” kata Sehun frustasi

“astaga ! kenapa kau ingin memegang tanganku? Sehun, kau lupa aku ini temanmu? Kau mau memperlakukanku sama seperti gadis-gadis yang sering kau goda itu?”

“bukan begitu, aku hanya_” Sehun diam. Ia tak tahu bagaimana caranya menjelaskan. Sehun kesulitan menjelaskan bahwa ia seperti ini karena ia peduli. Ia ingin membantu Sae Jin, jika memang gadis itu punya ketakutan semacam yang ia curigai. Ia juga siap melindungi Sae Jin. Apapun.

“aku tahu, Sehun” kata Sae Jin sambil tertawa. Ia paham maksud Sehun sejak awal. Ia tahu apa tujuan Sehun. Ia juga bisa menangkap dengan baik rasa khawatir yang sejak tadi Sehun tunjukkan. Sae Jin sebenarnya cukup terkejut karena semua pertanyaan Sehun tadi mengindikasikan bahwasanya selama ini pria itu mengamatinya.
“jadi ini rasanya punya teman?” tanya Sae Jin sambil tersenyum. Oh, Sae Jin senang. Gadis itu merasa bersyukur karena merasa Sehun ternyata memikirkannya.

Sehun bergidik ngeri. Terang saja. Selama ini Sae Jin sangat jarang tersenyum. Tapi apa tadi? Gadis itu tertawa dan bahkan tersenyum sangat manis padanya. Sehun pantas takut sekarang

“dengarkan aku..” Sae Jin menolehkan tubuhnya hingga menghadap pada Sehun. Menatap temannya itu sebentar, masih dengan senyuman anehnya, lalu berucap, “ aku tak punya trauma seperti itu. Aku tidak punya penyakit yang kau maksudkan itu. Aku hanya merasa tak nyaman. Sungguh. Kau boleh mengataiku aneh, tapi itu benar. Aku tak suka saat disentuh oleh orang asing, aku juga tak suka tempat ramai dan sesak akan banyaknya manusia. Juga, aku tak nyaman bersisian dengan orang lain dengan jarak dekat” Sae Jin melirik jarak yang ia buat dengan Sehun. Sae Jin juga sedikit merasa bersalah. Jadi selama ini ia membuat teman-temannya itu merasa terasing

“kau bukannya punya penyakit khusus seperti itu?” tanya Sehun memastikan

Sae Jin menggeleng, “sudah kubilang, aku bukan tokoh utama dalam drama atau novel. Lagipula dari mana kau menyimpulkan semua ini?” sekarang Sae Jin terlihat sangat penasaran. Tak mungkin Sehun membaca buku soal psikologi ‘kan? Buku pelajarannya saja tak pernah pria itu baca

“aku melihatnya didrama tv” jawab Sehun jujur

“heol…kau pria dan menonton drama tv? Tidak…kau menggelikan Sehun” komentar Sae Jin sambil menggeleng tak percaya

“kau mengataiku saat aku melakukannya untukmu? Tak tahu terima kasih..” cibir Sehun. Ia lega. Penjelasan Sae Jin tadi cukup untuknya.

Beberapa menit kemudian suasana taman itu hening. Sae Jin dan Sehun sama-sama diam.

“Sehun..” panggilan dari Sae Jin memecah keheningan disana. Dengan atensi penuh Sehun menoleh pada Sae Jin
“bukakan coklatku” kata gadis itu sembari menyodorkan coklatnya pada Sehun

“Tuhan..” umpat Sehun sambil mengambil coklat itu dari Sae Jin. Ia kira Sae Jin akan mengatakan sesuatu yang lebih penting daripada soal membukakan coklat. Bolehkah aku memukul seorang gadis, batinnya. Selesai membukanya, Sehun memberikan coklat itu pada Sae Jin lagi

“terima kasih…” kata Sae Jin sembari menatap coklatnya
“terima kasih, Oh Sehun. Terima kasih..”

Awalnya itu hanya ucapan terima kasih biasa di telinga Sehun. Tapi tidak untuk ucapan terima kasih selanjutnya. Sehun sudah gila karena merasa tertegun akan ucapan terima kasih barusan

Dan Sehun sepenuhnya terkejut saat Sae Jin kembali berucap, sembari tersenyum dan menatap padanya. Sehun gila. Atmosfer disana mendadak menjadi aneh. Sehun merasakan perasaan yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. Jadi ini rasanya menerima ucapan terima kasih yang tulus? Jadi ini rasanya berguna bagi orang lain?

“kau memang orang aneh, Sae Jin” gumam Sehun setelah beberapa saat terdiam

“nah..” selanjutnya Sehun menerima sepotong coklat dari Sae Jin

Sementara itu dikamarnya, Chanyeol sedang berbaring sembari menatap langit-langit ruangan itu. Perbincangannya dengan Ah Ra tadi sangat mengejutkannya. Dari Ah Ra Chanyeol tahu alasan sebenarnya kenapa tempo hari Sehun mendorongnya. Ia menunduk tepat didepan Sae Jin, hingga membuat gadis itu tak nyaman. Ia juga paham kenapa tadi Sae Jin memasang wajah tak suka saat ia memegangi tangannya.

Ia memaki dirinya sendiri. Kenapa ia tak bisa memahami semua itu? Bagaimana jika setelah ini Sae Jin menjauhinya? Sae Jin tak suka disentuh, dan ia malah memaksa memegang tangan gadis itu.
“ah..aku memang bodoh”

….

To be Continued  

a/n

haiiii…

gimana? Sejauh ini sudah bisa ditebak akan gimana jalannya cerita ini? sepertinya sudah, di Our Story yang No Sound juga udah jelas ya kan?

tapi meski udah gampang ditebak, semoga masih berselera bacanya. Dan jangan sungkan jika punya saran…

Iseng nih, sejauh ini our story kan udah sampe ke chapter 9, jadi pengen tanya sama kalian.

Tulisan seseorang itu kan sedikit banyak pasti bisa mencerminkan si penulisnya. Kemarin aku juga udah coba membuktikan itu dan menurut aku benar. isengnya orang itu sama kayak isengnya dia milih kata dalam cerita yang dia buat.  #iseng is good. Biar bumi rame !

Jadi, dari 9 chapter yang udah kalian baca, dari semua kata-kata standard yang aliensss pilih untuk nyusun ceritanya, bisakah kalian tebak sesuatu tentang si aliensss ini?

Misalnya, dari mana dia berasal? Sebenarnya dia itu asalnya dari Saturnus, tapi lagi kesasar di bumi, dan terdampar di salah satu wilayah di Indonesia.

Mungkin kek gitu atau sesuatu yang lain? adakah yang bisa ditebak? Usia? Golongan darah? suku? Tinggi badan?  Atau jangan-jangan tulisannya sama absurdnya sama yang nulis? Hehehe..

Selamat mencoba dan terima kasih…

7 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Our Story (Chapter 9)”

  1. Pokoknya suka Sehun sama saejin
    Thor yang jelas author-nim alien kesukaan ku dengan cara ketikan mu yg baku aku suka jadi bikin enak bacanya

  2. Aduh chanyeol..kenapa ngelakuin kesalahan lagi..jadi jauh lagi deh sae jin. Sehun kayaknya lebih paham sae jin,aq dukung sehun aja deh..wkwk .
    maksudnya tebak2 apa nih thor..tebakan qu asalnya dari pluto..karena pluto jauh dan dingin..kayak saejin..hehe..

  3. Entah kenapa aku suka cara Saejin berterimakasih ke Sehun (secara gak langsung) dgn minta bukain coklat. >//< *She looks cool.
    Tulisan mencerminkan penulisnya? Bagaimana itu bisa benar & terbukti, menurut kamu? *I am so curious
    Hmmm~ tebak soal kamu? Yg umum aja ya. Dari gaya bahasanya sih, umur sekitar 20 thn. *Iya gak? Hahahha 😀

    1. Makasih banyak udah komen. 🙂
      aku nyobanya tahun lalu. Jadi si A ini minta aku buat ngunjungin satu blog yg diklaim dia sbagai blog temannya. Tapi after baca satu cerita disana, aku langsung kyak ‘ini tulisan si A, ini gaya bhasanya dia’ dan betul, ternyata itu blognya dia. Dan biasanya *umumnya ya, secara nggak sadar kita pasti masukin hal2 yg jadi pengalaman, cara pandang, hal yg kita suka ke cerita yg kita buat. Dan tebakan dirimu atas usia aliensss yg hampir benar,*mampus ketahuan tua membuatku sadar tulisanku terlihat setua itu. Hehe
      oke, ini udah kebanyakan ngedumel. Sekali lagi thanks !

  4. YakyakyaakkdanSehunPunMulaiBeraksi JEBRET JEBRET JEBREEETT

    JEBRETT
    KARENA CHANYEOL TAK TAU

    Maaf thor gue gila *korban iklan xl jebret😂
    Bagus deh ff nya
    Ngikutin dari awal looh 😌
    Ditunggu next chapt yaa, semangat nulisnya thor😚

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s