[EXOFFI FREELANCE] New Life (Chapter 3)

New Life

Evina93 @2018

Chapter / PG 16

Au, drama, friendship, action, comedy.

Do Kyungsoo (Exo), Oc.

Chapter 3

 

Pip Pip Pip Pip

Gadis itu menekan beberapa digit angka, tak lama kemudian pintu berhasil terbuka.

“Ingat angka tadi, jika kau tak ingin terkunci diluar” ujarnya setelah masuk kedalam apartemennya dan mengganti alas kaki dengan sandal rumahan.

“Kau pikir aku seperti dirimu huh?! Yak! Bantu aku! Memangnya aku ini pelayanmu” pemuda di belakangnya bersungut-sungut, ia membawa dua koper besar, satu di tangan kanan dan satu di tangan kiri jangan lupakan satu ransel besar yang masih setia menggantung di punggungnya.

“CK, merepotkan, kau kan bisa membawanya satu – satu” gadis itu kembali walau dengan gerutuan ia tetap mengambil salah satu dari tangan sang pria lebih muda.

“Jika bukan kakakku sudah ku hajar ia, aish!” umpat sang pria muda dengan kepalan tangan dan mengayunkannya, ia melampiaskannya pada udara hampa.

“Do Kyungsoo aku mendengarmu~” ujar wanita yang lebih tua darinya itu, pemuda itu Kyungsoo melebarkan kedua bola matanya. Pasalnya sang kakak sudah berada di ruang tengah ketika ia mengumpat. “Sial, ada yang membicarakannya saja baru telinganya peka” ia menghampiri sang kakak dengan menyeret kopernya.

“Dimana kamarku?” tanya Kyungsoo setelah ia berada di ruang tengah.

Joohyun menunjuk salah satu pintu tanpa bicara. Air lebih penting untuknya saat ini. Bahkan ia berhasil menegak habis isi air dari dalam satu botol besar tanpa sisa satu tetespun.

Kyungsoo melihat arah yang Joohyun maksud, ia segera mendekati pintu itu tanpa ada kecurigaan sama sekali.

Kyungsoo menggenggam pegangan pintu itu, tanpa melihat di belakangnya Joohyun memperhatikan dan berhitung tanpa suara, dan . .

Kriett

Bugh bagh bugh

“Aw aw” Bugh bugh “Aw aw ya aww” rintih sang pemuda dengan kedua tangan melindungi kepalanya, membuatnya terduduk di lantai. Beberapa kardus menimbun tubuhnya.

Joohyun tertawa di belakang sana tanpa ada niatan menolong sang adik.

“YAK!” Deep voice dangan nada tinggi terdengar di seluruh penjuru ruangan, Joohyun melebarkan matanya, ia segera berlari menuju kamarnya tepat di sebelah adiknya.

Blam.

Pintu itu tertutup dengan keras.

“Do Joohyun akan ku hajar kau!!!” Teriak Kyungsoo dengan tatapan membara.

“Maafkan aku Sooie, aku belum sempat membereskannya, jadi kau bereskan saja sendiri ya?” Ujar Joohyun dari dalam kamarnya.

“Yak!” Kyungsoo menggedor pintu kamarnya tanpa henti.

Oh sepertinya para tetangga tidak akan bisa hidup dengan tenang setelah ini.

****

Kyungsoo keluar kamarnya dengan tergesa, ia sedikit terlambat bangun di hari pertamanya. Salahkan Joohyun yang membuatnya bekerja ekstra memindahkan kardus-kardus itu semalaman.

“Kak, bus apa yang harus ku naiki untuk sampai ke sekolah?” tanyanya setelah menemukan Joohyun yang berada di counter dapur dengan sepotog roti ditangannya. Joohyun mengalihkan atensinya, ia mengerenyit “Sejak kapan kau memakai kacamata?”.

Tanpa berniat untuk menjawab ia lebih memilih merapihkan seragamnya “Jawab aku!”.

Joohyun memutar bola matanya “Bus No 8 , kau tak ingin aku antar?” tawar Joohyun.

“Terlalu lama menunggumu, aku berangkat!” setelah memakai sepatunya ia melesat keluar.

“Ya, kau tidak sarapan?!” namun sang adaik sudah jauh meninggalkannya. Joohyun mengedikan bahunya dan berjalan menuju laptopnya dan tumpukan buku di meja dengan segelas susu di tangannya dan sepotong roti di mulutnya.

****

Halte tujuan utamanya saat ini, entah seberapa cepat ia berlari sekarang. Ini hari pertama di sekolah barunya, ia tidak boleh terlambat. Jika di sekolahnya yang lama ia sudah tak peduli dengan waktu tapi untuk sekarang tak bisa. Ia sudah berjanji untuk berubah. Mungkin sekitar 100 meter dari tempatnya ini ia bisa melihat halte bus, “ itu dia!” pekiknya. Tanpa membuang waktu ia menambah kecepatan larinya, jalan yang menurun lebih mempermudahnya melesat. Namun naas, ketika sudah berada di kecepatan penuhnnya tak di sangka seorang kakek dan gerobaknnya keluar dari jalanan kecil di turunan itu.

“Ya ya kakek!” teriaknya, karena sudah sulit untuknnya berhenti di saat ini.

Sang kakek melebarkan matanya terkejut tanpa bisa bergerak, kurang dari 5 meter lagi seorang pemuda bisa menabraknya.

Berpikir dengan cepat, Kyungsoo memutuskan untuk menambah kecepatannya, ketika ia sudah dekat dengan gerobak sang kakek, ia melompat. Bagaikan adegan di film action, tubuhnya berputar di udara melewati gerobak. Sedangkan sang kakek dibuat terkejut dan mulutnya mengaga, ia seperti melihat film action secara langsung.

Disisi lain seorang pemuda tinggi berkacamata menyaksikan kejadian itu tanpa berkedip.

“Daebak!” ujarnya.

Sedangkan seorang gadis di belakang pemuda itu tak tau apa yang terjadi, ia melihat tali sepatunya terlepas, tidak ingin dirinya malu karena bisa saja ia terjatuh oleh tali sepatunya ia menunduk, meletakan Longboardnya dan mengikat tali sepatu, ketika ia akan mengikat sepatu satunya kakinya tak sengaja menendang Longboarnya. Membuat benda itu meluncur bebas,  “Astaga, Longboardku!”.

Sialnya Longboard itu mengarah pada Kyungsoo. Kyungsoo yang semula tersenyum karena apa yang dipikirkannya berhasil seketika terbelalak. Aspal yang harusnya ia pijak berganti menjadi sebuah Longboard.

Ia meluncur dengan Longboard itu, tanpa bisa mengendalikannya.

“Ya! Pencuri kembalikan Longboard milikku!” teriak gadis itu.

Kyungsoo belum bisa mengendalikan situasi, ia bahakan menyenggol seseorang yang baru saja keluar dari sebuah minimarket, membuat minuman yang dipegang pria itu tumpah mengenai bajunya. Tak sampai disitu, karena mencoba mencari keseimbangan tangan Kyungsoo bergerak bebas. Tanpa sengaja ia menarik sesuatu, ketika ia melihat apa yang ada di tangannya ia segera membuangnya. Itu seperti rambut.

Kyungsoo bedoa dalam hati agar ia bisa selamat, seketika ia terbayang adegan dimana ia sedang diajari skateboard oleh Jongdae.

Flashback

Kyungsoo sedang mencari keseimbangan di atas skateboard, namun ia selalu saja terjatuh. Jongdae yang melihatnya tertawa terbahak, Kyungsoo menyerah. Ia melemparkan pelindung tangannya dan helem yang dipakenya.

“Aku menyerah!” ujarnya.

“Haha, seharusnya kau yang mengendalikan benda itu bukan benda itu yang mengendalikanmu”.

End of flasback

Kyungsoo berusaha mencari keseimbangan tubuhnya, kaki tempat ia berpijak di papan itu ia geser sesuai dengan posisi nyamannya. Dan benar saja itu berhasil. Kyungsoo tersenyum senang. Ia menghentikan laju papan miliknya ketika sudah berada di halte.

“Sial!” umpatnya.

Bus yang seharusnya ia naiki sudah pergi meninggalkannya. Ia melihat Loangboard dibawahnya. Tanpa berpikir dua kali ia melajukan papan miliknya kejalanan. Tidak peduli dengan suara klakson dan makian, tujuan utamanya adalah bus di depan.

Ketika jarak semakin dekat ia melepaskan dasi di lehernya dan melemparkannya.

“Gotcha!” ujarnya ketika dasi miliknya tersangkut di slah satu besi belakang bus.

Ia menggenggam dasi itu dengan erat dan melaju dengan loangboardnya.

***

“Kim Jongin cepat bangun! Kau harus melihat seusuatu yang menarik di belakang sana” ujar pria berkulit putih pada teman di sampingnya.

“Aku mengantuk Sehun” pria dengan nama Jongin itu tak berniat membuka matanya, ia lebih memilih memejamkan mata dan membuat posisi duduknya senyaman mungkin.

Plak

“YAK!” teriak Jongin memegang kepalanya. Sehun memukulnya tadi.

“Lihat ke belakang dan kau tak akan menyesal” ujar sehun menunjuk jendela belakang. Posisi mereka saat ini sangat menguntungkan karena mereka duduk di bangku belakang.

Jongin melebarkan kedua matanya. “Apa dia gila?!” tanya Jongin ketika ia melihat seorang peria berkacamata menaiki longboard di belakang bus yang dinaikinya. Seoalah ia sedang berselancar di laut lepas.

“Sudahku bilang bukan ini menarik” senyum sehun.

***

Ketika bus di depannya berhenti di tempat tujuan ia segera menghentikan Longboardnya. Tanpa peduli dengan kegaduhan para penumpang bus yang turun dan naik, ia lebih memilih mengambil kembali dasinya menaruhnya di leher dan merapihkan seragamnya. Ia mengambil papandi bawahnya.

“Astaga, rodanya sampai aus. Baiklah akan ku ganti nanti sebagai ucapan maaf dan terima kasih” ia menenteng longboard di salah satu tangannya dan bertanya pada penjaga dimana ruang kepala sekolah.

Tak jauh di belakangnya sehun dan Jongin baru saja turun dari bus. “Kau lihat tadi bukan?” tanya Sehun. “Ya, aku melihat. Dan sepertinya ia siswa disini, jika aku tak salah melihat seragam miliknya” mereka masih berjalan dari gerbang menuju kelasnya.

“Benarkah? Jika benar ini akan menarik” ujar Sehun.

Dibelakang kedua pria berbeda warna kulit itu seorang wanita terus saja mengumpat “Awas saja jika aku bertemu denganmu pencuri! Yak! Tak taukah kau seberapa lama aku menabung untuk benda itu!!”.

Tak lama kemudian seorang pria dengan wajah imut memasuki pekarangan sekolah. “Hai Byun ada apa dengan seragammu?” tanya pria lain pada pria berwajah imut dengan nama Byun itu.

“Sial, menjauhlah dariku jika kau tak ingin terkena imbas, aku sedang kesal sekarang” umpat pria Byun itu, astaga wajah tak sesuai dengan umpatan yang keluar dari bibir tipisnya.

Penjaga akan menutup gerbang, hanya tinggal sedikit lagi dan “Pak tunggu!” seorang pria tinggi berkacamata berlari dengan terengah.

“Park Chanyeol, kau lagi kau lagi” ujar sang penjaga. Sedangkan pria tinggi bermarga Park itu hanya menampilkan senyum 5 jarinya.

“Kau terlambat bangun lagi?” tanya sang penjaga.

“Tidak, tadi aku melihat . .” ujarannya antusias namun harus di potong dengan panggilan . .

“PARK CHANYEOL CEPAT MASUK ATAU KU HUKUM KAU!” Guru Choi.

Chanyeol segera berlari “Nde!”.

****

“Nah Kyungsoo, semoga kau betah di sekolah ini, guru Kim akan mengantarkan dirimu” ujar kepala sekolah.

“Baiklah, terima kasih atas bantuannya” Kyungsoo menunduk hormat dan berpamitan, kemudian ia mengambil kembali Longboardnya dan mengikuti guru Kim.

11-C

Itulah yang tertulis di papan diatas pintu.

Guru kim melihat ke arah Kyungsoo. “Ini kelasmu, kau tunggu disini sebentar” Kyungsoo mengangguk, sedangkan guru Kim mengetuk pintu dan masuk kedalam.

Kyungsoo memainkan kakinya, tak lama suara guru Kim memanggil dirinya. Tanpa ragu ia membenarkan letak kacamatanya dan masuk kedalam.

“Halo semua, aku Do Kyungsooo slam kenal” ia kembali menegakkkan tubuhnya setelah membungkuk memberi salam.

Jongin terkejut di tempatnya, sehun di sampingnya tampak antusias sama halnnya dengan pria tinggi dibelakang sana.

“Daebak!” ujar keduanya.

“Yak! Pencuri!” itu suara slah satu siswi penguni kelas ini yang menunjuk Longboard ditangan Kyungsoo.

Pria bermarga Byun yang semula tertidur dibangkunnya membuka mata dan meneggakkan tubuhnya karena tidurnya terganggu.

“Kenapa ribut sekali sih, YAK KAU!” teriak Bakehyun menunjuk Kyungsoo begitu pula guru Min.

 

TBC

 

 

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s