[EXOFFI FREELANCE] (IM)PERFECT: Eigth Page

(IM)PERFECT VER. 3

I M P E R F E C T

By Damchuu

Oh Sehun x Park Hyojin

| School-life, Fluff, Hurt  | Series / PG-15 |

DISCLAIMER:

This story and characters are fictitious. Certain long-standing institutions, agencies, and public offices are mentioned, but the characters involved are wholly imaginary. |

 

Previous: [First Page] [Second Page] [Third Page] [Fourth Page] [Fifth Page] [Sixth Page] [Seventh Page]

 

Look from every side she is perfect. Perfect daughter for her parents, perfect student for her teacher. Also. Perfect demon for her nightmare.

-oooOooo-

Gadis yang kini mengenakan jeans hitam berpadu dengan sweater cokelat itu sibuk memandangi seonggok laki-laki yang tengah sibuk bermain bola di tengah lapangan sana. Kepalanya bertopang dagu. Masih tidak habis pikir kenapa Sehun membawanya kemari hanya untuk melihatnya bermain basket. Padahal Hyojin yakin jika kemarin Sehun mengajaknya berkencan—atau apapun itu—untuk menguatkan bukti seolah mereka benar-benar berpacaran.

“Hyojin-ah!” Gadis yang dipanggil itu tidak perlu repot-repot menengok karena pria itu sudah menjadi objek kebosanannya sedari tadi, “Lihat ini!”

Masih dengan senyuman lebarnya, Sehun memasukkan bola basket ke dalam ring. Kemudian dengan percaya diri berkata, “Keren kan?”

990cb6e5-d759-4c44-8665-288e83031703

Hyojin yang melihat hal itu lantas berdecih tidak terima. Ayolah, laki-laki itu hanya memasukkan bola ke dalam ring. That’s all. Bahkan ia tidak melihat satupun trik yang perlu dipuji di sana, “Seperti itu kau bilang keren? Kalau begitu saja aku juga bisa.”

Gadis yang sedari tadi lebih memilih berdiam diri di zona nyamannya itu mulai berjalan ke arah lapangan, merebut bola dari Sehun, kemudian memantul-mantulkan dengan tanah bersiap untuk menembak.

Sehun melipat tangannya di dada, “Mau bertaruh denganku? Kuberi 10 ribu won jika kau berhasil memasukkan bolanya.”

“Berisik.” Hyojin memutar bola matanya malas, “Bagaimana kalau 1 lawan 1? Yang kalah harus traktir makan selama sebulan?”

“Selesaikan dulu taruhan pertamamu, nona.”

Fine.

Setelah bidikannya dirasa cukup akurat, Hyojin menembakkan bolanya. Senyuman yang tadinya mengukir wajahnya sontak hilang ketika bola itu gagal masuk ke dalam ring.

Sial! Jelas-jelas ia sudah memperhitungkan jika bola itu akan masuk jika melemparkannya dengan sudut 52°. Atau ia seharusnya menguranginya hingga 47°? Tidak-tidak, dengan jarak sekitar 1,5 m akan mustahil bola itu akan menyentuh ring.

“See?”

“Siapa bilang aku sudah mulai, aku hanya pemanasan tadi.” Hyojin memungut kembali bola basketnya, “Lagipula kau akan terkejut jika aku bisa langsung memasukkannya, jadi aku sengaja tidak mengenainya,”

“Ya ya ya, terserahmu sajalah.”

“How about second bet? 1 vs 1?” ucapnya kembali menantang.

Dan lagi-lagi Sehun menanggapinya dengan sebuah tawa, “Apa kau sadar sekarang ini sedang menantang seorang ketua tim basket?”

“Selama itu statusmu bukan guru tidak masalah. Aku tidak akan mendapat nilai C hanya karena bertanding denganmu.”

Sehun hanya menanggapi dengan decakan kemudian dengan gesit mencuri bola dari Hyojin dan memasukkannya ke dalam ring.

“Satu-kosong.”

“Ya! Itu tidak adil. Aku bahkan belum siap.”

Namun Sehun masih tetap tidak mendengarkan dan berkata, “Try to steal this ball from me.” Bahkan tanpa disuruh pun Hyojin akan dengan senang hati melakukannya.

Tiga puluh menit kemudian, keduanya terbaring di lapangan setelah satu set pertandingan yang cukup melelahkan. Terlihat peluh membasahi tubuh mereka. Tebak siapa yang menang?

Tentu saja Sehun!

Hyojin bahkan hampir mengumpat melihat bagaimana laki-laki itu begitu ambisius saat melempar bola. Sehun bahkan tidak memberinya kesempatan untuk menyerang. Setiap gadis itu berhasil merebut bola, Sehun pasti akan dengan gesit merebutnya kembali dan langsung memasukkannya ke dalam ring.

“Stamina tubuhmu jelek,” ucapnya masih dengan nafas yang tidak beraturan.

“Aku benci olahraga.” Gadis itu mengabaikan sarkasme dari Sehun.

“Aku tahu, orang pendek memang biasanya begitu.”

Hyojin mendelik tidak terima, “Bisakah kau berhenti mengejekku? Apa tidak cukup kau mengalahkanku dengan 16-0, sekarang kau mengejekku juga?” gadis itu mengerucutkan bibirnya, “Lagipula, kenapa kita harus bermain basket, sih? Kau membuat moodku semakin buruk.”

“Ingin saja,” ucapnya tanpa dosa, “Kakiku terkilir, karena itu semua orang melarangku main basket.”

Hyojin yang mendengar itu sontak bangun. Kedua bola matanya melotot seolah akan mengeluarkan isinya. Ia memandangi kaki Sehun yang memang diperban namun tertutup oleh celana jeans.

“Bodoh! Tahu begitu kenapa masih nekat main basket?” Nadanya meninggi namun tersirat kekhawatiran di sana.

Sehun terkekeh melihat ekspresi khawatir bercampur terkejut Hyojin, “Kau sangat lucu kalau sedang marah-marah begini. Bagaimana kalau mulutmu itu kucium saja agar tidak banyak protes?” Salah satu tangannya terulur untuk mengacak-ngacak surai sang gadis, namun langsung ditepis.

“Aku serius. Bagaimana kakimu?”

“Aku juga serius. Apa perlu kucium saat ini juga?”

“Oh Sehun!”

Laki-laki yang dipanggil itu berdiri kemudian mengulurkan salah satu tangannya untuk membantu Hyojin berdiri. Sang gadis tentu saja menerimanya dengan senang hati, “Ayo pergi, lapangan ini akan dipakai sebentar lagi.”

“Kemana?”

oOo

Sehun masih ingat dengan jelas saat gadis disampingnya ini meneriaki nama ‘gulali’ dengan nada khas anak kecil yang minta dibelikan permen. Bahkan kedua matanya membulat hanya karena melihat gelembung-gelembung sabun yang sedang ditiup oleh salah seorang pedagang. Very adorable, sampai-sampai membuatnya tanpa sadar mengembangkan senyum kebapakannya

“Ini pertama kalinya kau pergi keluar rumah ya?”

Hyojin yang masih asyik dengan gulalinya itu tampak menimang-nimang sebelum akhirnya mengangguk, “Terakhir aku jalan-jalan seperti ini saat umurku 6 tahun.”

Hei, gadis ini tidak sedang bercanda kan? Lalu apa saja yang dilakukannya selama 10 tahun terakhir? Belajar begitu?

“Kau mau?” Hyojin menyodorkan gulalinya pada Sehun yang masih terbengong, “Ini manis.”

“Tentu saja manis, mana ada gulali pahit?” Sehun mencicipi gulali itu. Benar saja, sengatan rasa manis langsung memenuhi lidahnya.

“Tapi terakhir kali aku makan tidak semanis ini.” Hyojin masih mencoba mengelak. Diambil kembali gulalinya dari tangan Sehun, kemudian mulai memakannya lagi.

“Tentu saja, kau memakannya denganku. Bagaimana tidak manis?” Sehun kembali menggigit gulali itu tanpa izin tepat saat Hyojin juga akan memakannya. Tak ayal hal itu membuat gadis di hadapannya terkesiap dengan tindakannya yang tiba-tiba itu, untungnya Hyojin bisa cepat mengendalikan diri dengan mundur terlebih dulu.

“Ngomong-ngomong—” Hyojin menjeda kalimatnya sejenak untuk menelan semua gulali yang ada di mulutnya, “—apa yang kau pertaruhkan dengan Chanyeol hingga membuat rencana sekonyol ini?”

“Harga diriku.” Sehun menjawab tanpa minat.

“Katakan lebih jelas!”

“Kau percaya aku gay?”

“Tentu saja!”

Detik selanjutnya sebuah jitakan sukses mendarat di dahi Hyojin. Gadis itu mengaduh sembari mengusap-usap dahinya yang terasa panas.

“Itu yang kupertaruhkan.” Sehun mengambil gulali Hyojin, kemudian menghabiskannya hingga tanpa sisa. Namun bukannya marah, gadis itu malah menatap Sehun dengan mata bulatnya.

“Jadi kau bukan gay?” tanyanya kembali seakan belum percaya dengan fakta yang barusan didengarnya.

“Tentu saja bukan, bodoh!”

-oooOooo-

 

Pendek ya??

Aku ga pinter buat yg sweet, maapkeun kalo ga ngefeel :v

Kita seneng-seneng dulu lah ya sebelum masuk ke konflik, nanti biar tinggal nangis-nangisnya (eh?). As you know, konfliknya dari awal emang agak berat. Ini bukan cuma sekedar taruhan-pura-pura pacaran-ada orang ketiga-musuhan-pacaran lagi (apaan banget ini dah :v) konfliknya lebih besar dari itu.

Parahnya ini udah sampe part 8 belum masuk konflik sama sekali. Dan kayaknya cerita ini udah mulai ngebosenin (T.T). Sebenernya aku udah banyak kasih clue kecil-kecilan di setiap part tapi gaada yg merhatiin deh kayaknya :v

Btw, aku taruh banyak gif di part ini, gak ganggu kan? ‘-‘

Regards,
Damchuu

7 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] (IM)PERFECT: Eigth Page”

  1. Ah gk apa pendek juga,, ini kok aku jadi dag dig dug liat konfliknya yg kyanya bkln besar waduh waduhh…

    Aku gk nyadar tentang clue hehe, tpi kadang nemu kalimat2 mencurigakan… pasti nanti nyadarnya pas udah dipaparin di part2 selanjutnya /yaiyalah/*autodijitakkakkei

    Ngefeel kok ini gk ngebosenin, beneran
    deh 😥 ttng gif juga gk masalah, kan biar jelas gambarannya… Pokoknya fighting!!

    1. Konfliknya emang gak besar-besar amat sih, tapi sebenernya gampang ditebak kalo nyimak bener clue-nya. Aku malah sempet takut alurnya gampang ditebak, tapi dari yg kubaca sejauh ini gaada yg nyadar (atau udah pada nyadar? ‘-‘)

      Gif-nya sebenernya aku udah nyiapin banyak, ada 4, tapi sayangnya cuma bisa masukin 1 😂😂

      Btw, makasih masih ngikutin cerita gaje ini 😭😂

  2. Akh … kata siapa cerita ini gak sweet atau kurang masuk feel -nya? Aku suka banget & tanpa sadar aku senyum-senyum sendiri >//<
    Hahaha … mungkin aku salah satu orang yg tidak menyadari konflik yg akan datang, bahkan dgn clue yg disisipkan pd cerita 😀 aku terlalu menikmati cerita ini dgn santai ..
    Dan sekarang, aku mulai menebak-nebak, kira-kira bakal muncul konflik apa.
    Soal gif, itu sempat mengalihkan fokus sebenarnya 😀
    Aduh, panjang banget kayaknya ini ocehan..
    Oke, keep writing and fighting Chingu -ya .. ❤

    1. Makasih~ aku takut banget klo garing soalnya keseringan buat Hyojin-Sehun yg berantem daripada manis-manisan :v

      Aku sebenernya agak bingung, clue-nya udah gamblang banget tapi kok gaada yg sadar 😂

      Soal gif itu sebenernya ada 4, tapi cuma bisa masukin 1 jadi abaikan aja XD

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s