[EXOFFI FREELANCE] Our Story (Chapter 8)

ourstory

Our Story [Chapter 8]

aliensss

Genre : au, drama, romance, friendship, sad/hurt, school life

Length : Chaptered

Rate : T

Cast:

Park Chanyeol (exo) ǁ Oh Sehun (exo) ǁ Kim Sae Jin (oc) ǁ Kim Ah Ra (oc)

etc

Summary

Chapter 8

Confession

Disclaimer : ide cerita dan alur asli milik saya. Cast milik Tuhan YME dan semua yang berhak atas mereka. Terinspirasi dari berbagai sumber (cerpen, novel, ff, film, dan lagu). Dibuat untuk hiburan semata. Cerita yang masih banyak kekurangan, kesalahan ejaan, alur yang aneh, penokohan yang kurang maksimal dsb, jadi harap maklum.

Juga di post di sharlomereficul.wordpress.com

Our Story [Chapter 00] ǁ Our Story [Chapter 1] ǁ Our Story [Chapter 2] ǁ Our Story [Chapter 3] ǁOur Story [Chapter 4] ǁOur Story [Chapter 5] ǁ Our Story [Chapter 6]  Our Story (Chapter 7)

♣ ♥ ♣

“Sehun…” panggil Sae Jin guna menghentikan adu argumen Sehun dan Chanyeol

Adu mulut antara Sehun dan Chanyeol pun terhenti. Kedua pria itu terlihat saling kesal, dan itu tidak baik. Mereka pria dan bukan tidak mungkin adu mulut itu akan berubah jadi adu tinju. Oh, sungguh sesuatu yang menurut Sae Jin tak penting.

“aku butuh penjelasan, Sae Jin” tuntut Chanyeol. Tak Sae Jin sangka Chanyeol akan bertanya seperti barusan. “kenapa dia harus mendorongku seperti barusan, Sae Jin ?”

“maafkan Sehun. Dia hanya berniat menolongku” dengan wajah menyesal Sae Jin meminta maaf pada Chanyeol. Ia sadar perbuatan Sehun barusan sudah membuat Chanyeol marah.

“kenapa dia harus menolongmu?”Chanyeol benar-benar butuh penjelasan dari Sae Jin sekarang.

Chanyeol marah karena Sehun bersikap seolah ia adalah pelindung Sae Jin, ia tak suka. Ia juga sedih karena Sae Jin terkesan membela Sehun disini. Dan yang paling penting, ia cemburu. Setiap hari di sekolah ia terus melihat pria bernama Sehun ini selalu bersama Sae Jin. Bicara pada gadisnya, tertawa ada gadisnya dan menatap gadisnya setiap hari. Sangat berbeda jauh dengan sikap Sae Jin padanya. Sae Jin selalu gugup saat bicara dengannya, gadis itu juga selalu menghindari darinya.

“kurasa aku hanya bisa menjelaskan sampai disini” Sae Jin lalu memberi isyarat pada Sehun untuk pergi darisana. Tapi niat itu harus Sae Jin urungkan karena Chanyeol tiba-tiba saja menarik lengannya dan membuatnya berhenti melangkah, juga ingin berhenti bernafas

“bisakah kau berhenti bersikap seperti ini padaku?” kata Chanyeol

“kumohon, lepaskan aku. Aku dan Sehun harus pulang” Sae Jin memohon dan mata gadis itu memerah. Ia takut. Bukan hanya karena saat ini tangannya di pegang Chanyeol, tapi juga karena saat ini Chanyeol terlihat marah. Chanyeol marah padanya, dan ia hampir menangis karena itu

Sehun yang melihat itu maju, menarik tangan Sae Jin dari Chanyeol dan memposisikan gadis itu dibelakang tubuhnya. “kenapa kau seperti ini? Penjelasan soal apa yang kau tuntut dari Sae Jin?”

“aku butuh dia menjelaskan siapa kau untuknya. Kenapa dia terus saja menghindariku, dan apa setidak boleh itu aku mendekatinya?” Chanyeol benar-benar tak bisa menahan diri. Mana ada orang yang tahan diabaikan oleh orang yang ia sukai

“kau tahu? itu semua terdengar sangat konyol” Sehun tersenyum mengejek pada Chanyeol

“konyol untukmu ! bukan untuk-ku” balas Chanyeol tak mau kalah

Sae Jin benar-benar tak suka situasi seperti ini. Ia sangat serba salah sekarang. Maka Sae Jin memilih pergi. Gadis itu berlari dari halte dan dari pertengkaran Sehun dan Chanyeol. Untuk kali ini biar ia jadi pengecut dan lari dari masalah.

Setelah Sae Jin kabur, Sehun dan Chanyeol kembali saling menatap tak suka. Chanyeol lalu bersiap untuk mengejar Sae Jin, tapi Sehun menahannya.

Sehun ingin memukul Chanyeol. Pria itu membuat Sae Jin lari dan merasa tak nyaman. Ia pun menanyakan alasan mengapa Chanyeol harus sampai seperti ini. Ini semua hanya hal sepele, tak seharusnya Chanyeol berlebihan begini

Chanyeol tersenyum kecil dan menatap Sehun penuh arti. Tak mungkin Sehun tak tahu apa alasannya hingga bersikap begini, “kau tahu alasanku”

Sehun terkejut. Jawaban singkat Chanyeol barusan sudah cukup dan sudah berhasil membuatnya mengerti. Jadi asumsinya kemarin benar? Chanyeol menyukai Sae Jin? Tapi kenapa? Kenapa bisa Chanyeol suka pada gadis itu? dan mengapa pula ia harus sampai seterkejut ini?

“kau menyukai Sae Jin?” Sehun bertanya untuk lebih memastikan

“aku menyukai Sae Jin” aku Chanyeol sembari melihat gelang Sae Jin yang baru saja ia pungut lagi. Sehun menjatuhkan benda itu tadi
“sangat. Kuharap kau tak punya masalah dengan itu. Karena mulai besok, aku tak akan membiarkannya menghindariku lagi” Chanyeol berucap dengan keyakinan penuh. Pria itu sudah membulatkan tekadnya. Ia akan tak akan setengah-setengah lagi mengejar Sae Jin.

Chanyeol lalu mengamati ekspresi yang Sehun buat. Ia merasa ada yang salah dengan raut wajah yang Sehun tunjukkan sekarang. Bukankah Sehun dan Sae Jin hanya berteman? Lantas kenapa Sehun terlihat sangat terkejut dan sangat tidak suka atas pengakuannya barusan? Benar, Chanyeol mengerti. Sehun pastilah tidak menganggap Sae Jin hanya sebagai temannya. Tak ingin penasaran sendiri, ia pun menanyakan hal itu. “kau terlihat tak suka, kau keberatan aku menyukai Sae Jin?”

Chanyeol mengambil kesimpulan dan membenarkan firasatnya, saat Sehun tak bisa menjawab pertanyaannya “Sae Jin, aku mencintainya. Kuharap aku tak harus bersaing denganmu”  Ia pun pergi setelah membuat Sehun mendengar perkataannya

Setelah Chanyeol pergi, Sehun masih diam ditempatnya. Sehun sedang mencerna baik-baik ucapan Chanyeol beberapa waktu lalu. Benarkah Chanyeol menyukai Sae Jin? Kenapa bisa? Lalu kenapa Sehun merasa tak suka akan fakta itu? lalu apa maksud kata bersaing yang Chanyeol katakan tadi? ini membingungkan. Bukankah Sehun menyukai Ah Ra?

“kurasa aku hanya khawatir dia akan menyusahkan Sae Jin” angguk Sehun beberapa menit kemudian. Hanya itu asumsi yang bisa ia percayai perihal rasa tak senangnya sekarang. Mungkin ia hanya khawatir karena Sae Jin itu punya sikap yang berbeda dari orang yang pernah ia kenal. Mungkin saja..

~

Keesokan paginya Chanyeol yang datang lebih pagi dari biasanya, memilih berdiri di anak tangga pertama menuju lantai dua. Ia memutuskan menunggu Sae Jin disana. Ia harus menjernihkan kesalahpahaman diantara mereka dan sebisa mungkin membuat gadis itu mengerti maksudnya yang sebenarnya

Sepuluh menit berlalu, Chanyeol melihat Ah Ra datang. Seperti biasa Ah Ra menyapa Chanyeol dengan ramah. Dan seperti biasa pula, Chanyeol membalas sapaan gadis itu dengan sama ramahnya. Setelah berbincang sebentar Ah Ra pun meninggalkan Chanyeol dan menuju kelasnya

Sehun melihat Ah Ra yang datang langsung menanyakan hal yang membuatnya penasaran sedari tadi,  “Chanyeol masih berdiri di tangga?”

“darimana kau tahu Chanyeol oppa di tangga?” tanya Ah Ra bingung

“aku ‘kan juga lewat sana tadi, Ah Ra” jelas Sehun dan Ah Ra mengangguk, “dia masih disana?” tanya pria itu lagi

“dia bilang dia menunggu seseorang. Tapi siapa yang Chanyeol oppa tunggu?” Ah Ra memasang wajah bingungnya

Wajah bingung Ah Ra sekarang juga tampak diwajah Sehun. Sehun tahu pasti siapa yang Chanyeol tunggu. Pria itu pasti menunggu Sae Jin. Chanyeol tak main-main dengan ucapannya, pikir Sehun.

Kembali pada pertanyaan Ah Ra tadi,  apakah tidak apa-apa jika ia memberitahu soal Chanyeol yang menyukai Sae Jin, pada Ah Ra? Benarkah Ah Ra tak menaruh rasa pada Chanyeol? Sehun jelas-jelas melihat rona merah malu-malu di wajah Ah Ra kemarin.

“kau benar-benar tak suka pada Chanyeol?” Sehun memberanikan dirinya bertanya. Ia harus tahu perasaan Ah Ra

“maksudmu?” balas Ah Ra bingung. Sedikit jengah, karena sejak kemarin baik Sae Jin maupun Sehun selalu menanyakan hal yang sama padanya.

“kau menyukai Chanyeol? Menyukainya sebagai seorang pria. Bukan senior, bukan juga teman. Pria. Perasaan seperti itu”

Ah Ra mendengus kesal. Apa Sae Jin dan Sehun pikir ia adalah tipe gadis yang gampang menyukai seseorang. Chanyeol si kakak kelas itu memang manis. Entah itu wajahnya, atau sikapnya. Dia memang manis. Tapi bukan berarti Ah Ra bisa langsung menyukainya sebegitu cepat. Dengan kesal ia menggeleng dan menjelaskan pada Sehun. Ia bilang bahwa ia hanya menganggap Chanyeol itu manis. Tidak lebih. Ia tidak menyukai Chanyeol, setidaknya sekarang

“kurasa aku harus memberitahumu soal ini. Chanyeol sudah menyukai seseorang. Jadi jika kau punya niat untuk lebih dari perasaanmu sekarang, kusarankan jangan kau teruskan”

Sehun tahu apa yang ia katakan kejam. Tapi itu lebih baik daripada sesuatu yang nantinya jauh lebih rumit. Ia tak mau melihat Sae Jin dan Ah Ra bertengkar hanya karena seorang pria. Meskipun Sehun belum yakin akan perasaan Sae Jin pada Chanyeol, tetap saja ada yang berbeda dari cara gadis itu menatap Chanyeol. Belum lagi nada tak terbantahkan Chanyeol saat membuat pengakuan kemarin. Belum lagi perasaannya yang ia sendiri tak tahu pastinya bagaimana. Oh, ini semua bisa jadi sangat rumit nantinya.

“aku mengerti Sehun. Kau sudah mengatakan itu dua kali” Ah Ra mendengarkan dan mengingat ucapan Sehun barusan dengan baik. “kau tahu siapa yang Chanyeol sukai itu?” tanya Ah Ra lagi

“aku tahu, tapi tak akan kuberitahu padamu” Sehun memilih berpura-pura mengeluarkan buku dari tasnya.

Kembali ke tempat Chanyeol tadi. Disana sudah ada Sae Jin. Chanyeol berhasil membuat gadis itu berhenti naik dan bicara sebentar dengannya. Pembicaraan mereka tak berbeda dari yang kemarin. Tentang Chanyeol yang butuh penjelasan Sae Jin.

“aku sudah menjelaskannya padamu. Semuanya yang bisa kujelaskan” tutur Sae Jin sembari menunduk

“aku ingin mendengar yang tak bisa kau jelaskan. Juga_” Chanyeol menggantung kalimatnya. Pria itu memperhatikan wajah tak nyaman Sae Jin dan ia sedih akan itu
“aku ingin dekat denganmu Sae Jin. Jangan menghindariku karena aku tak punya niat untuk melukaimu. Aku hanya ingin lebih dekat denganmu” Chanyeol berucap dengan nada tulus yang berhasil membuat Sae Jin mendongak karena terkejut sekaligus tersentuh

Sae Jin mengangkat kepalanya dan akhirnya menatap wajah sedikit frustasi dari Chanyeol. Oh, pukul kepala Sae Jin ! ia ingin tersenyum karena kalimat Chanyeol barusan. Dan habis sudah. Sae Jin tak bisa menahan diri. Gadis itu menarik sedikit sudut bibirnya dan setelahnya menunduk malu.

Oh, aku menangis tiba-tiba didepannya dan sekarang aku tersenyum bak orang gila

Chanyeol melihat itu. Ia melihat senyuman kecil Sae Jin barusan dan ajaibnya semua rasa sedih, kecewa juga frustasinya tadi menguap entah kemana. Ia jadi ingin ikut tersenyum

“Sae Jin, kau tersenyum?” tanya Chanyeol bodoh

“maafkan aku. Tapi wajahmu barusan lucu” Sae Jin berucap sambil membalikkan tubuhnya. Gadis itu membelakangi Chanyeol dan menatap langit-langit. Ia malu setengah mati

“aku sudah hampir gila karena frustasi dan kau bilang wajahku seperti ini lucu?” tanya Chanyeol tak habis pikir.

“aku sudah minta maaf. Kenapa kau selalu tak bisa mengerti apa maksudku?” Sae Jin berbalik dan kembali menatap Chanyeol
“aku tak benar-benar bermaksud menghindarimu. Aku hanya tak sanggup berlama-lama melihatmu. Barusan juga, aku ‘kan sudah minta maaf karena menertawaimu? Wajahmu saat kesal sangat lucu, percayalah” Sae Jin ingin segera ditelan bumi setelah sadar akan ucapannya barusan. Apa lagi sekarang?

“aku ingin mendengar kau menjelaskannya” Chanyeol berucap sambil tersenyum teduh
“aku ingin mengerti hanya setelah kau bicara sepanjang itu padaku. Aku ingin kau bersikap seperti barusan padaku, setiap hari. Aku menyukai semua itu, percayalah”

Sae Jin hanya bisa diam setelah mendengar semua kalimat itu. Sae Jin merasa ada jutaan kupu-kupu di perutnya dan ia senang akan itu. Apa tadi yang pria itu katakan? Menyukai apa katanya?

“aku harus naik sekarang” kata Sae Jin sambil berusaha menormalkan napasnya. Mendadak oksigen berkurang di tempat itu dan ia harus segera pergi dari hadapan Chanyeol sebelum ia benar-benar jadi gila.

“aku juga harus naik. Mau pergi bersama?” ajak Chanyeol penuh harap. Ia sangat berharap Sae Jin akan mengiyakan ajakannya. Ia berharap setelah semua penuturannya barusan, Sae Jin akan mencoba membuka jalan untuknya.

“baiklah” angguk Sae Jin dan ia mempersilahkan Chanyeol untuk jalan lebih dulu. Chanyeol beteriak senang dalam hati.

Sae Jin berjalan dibelakang Chanyeol sambil sesekali melirik punggung pria itu. Oh, Sae Jin sudah gila karena merasa sangat senang sekarang. Dalam hati dan kepalanya, Sae Jin berusaha mencari jawaban dan alasan akan rasa senangnya ini. Seingatnya ia tidak gila, jadi pasti ada alasan mengapa ia sangat senang berjalan dibelakang Chanyeol sekarang.

Sementara itu didepannya, Chanyeol berjalan dengan kepala tegak. Ia senang sekaligus bangga. Dibelakangnya saat ini ada gadis yang sangat ia sayangi. Meski baru sedikit, ia yakin sudah memenangkan kepercayaan Sae Jin. Gadis itu bicara panjang lebar padanya tadi

Mereka smapai didepan kelas Sae Jin, dengan berat hati Chanyeol pun menyuruh Sae Jin masuk, “masuklah”

“aku memang akan masuk, tak usah menyuruhku” kata Sae Jin. Akhirnya ia bisa menguasai dirinya sendiri.

“yaah, aku hanya mencoba bersikap manis padamu”

“aku tak suka pria sok manis” geleng Sae Jin sambil tersenyum. Ia tahu maksud Chanyeol dan ia hanya mencoba menjahili pria itu

“menyebalkan sekali..” Chanyeol membalas senyuman tadi. Oh, ia sekuat tenaga menahan diri untuk tak segera membawa Sae Jin dalam pelukannya. Jangan salahkan Chanyeol. Ia juga kadang tak mengerti akan dirinya sendiri. Ia selalu ingin melakukan hal-hal aneh jika berhadapan dengan Sae Jin. Sikap tak biasa, wajah gadis itu dan juga cara bicaranya yang terkesan galak membuatnya ingin memeluk, memegang tangan gadis itu bahkan..oh. Chanyeol harus menghentikan pikiran anehnya ini.

“aku masuk dulu” pamit Sae Jin

…..

To Be Continued ….

9 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Our Story (Chapter 8)”

  1. Saejin kelakuannya unik banget-banget ,sumpah … 😀 aku greget jadinya sama dia >o< but, I love it ❤
    Hmmm~ aku gak masalah dah, saejin sama siapa nantinya.. Sehun -pun gitu sih.. Aku jadi luluh dan ngerestuin dia dgn Saejin 😀 *siapa aku? lah..
    Keep writing and fighting!! 😉

  2. Maju terus chanyeol..pepet terus sae jin biar luluh hatinya..wkwk..,sehun mencurigakan nih..jangan2 ada udang di balik ramyum nih..wkwk..berani taruhan pasti sehun suka sae jin,dan ah ra suka chanyeol..,maju terus thor ceritanya..aq tunggu..semangat..

Tinggalkan Balasan ke Almeera Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s