[EXOFFI FREELANCE] PIECES OF YOURS – Chapter 3

POY

FORBIDDEN LOVE

.

.

Sub-title : ‘Feelings’ | Starring by GG’s Kim Taeyeon – Exo-k’s Byun Baekhyun – Original Cast’s Park Seung Woo [main cast] & Byun Hyun Jung (OC) [other cast] | Genre : Romance, Friendship, Sad, Family, Angst | Length : Chaptered [C.3 – 4100+ words] | Rating : PG-15 / Teen

DISCLAIMER

All the cast doesn’t belong to me. I just owned the story. No one can copy-paste this fiction, don’t claim this as yours. And i don’t i have any permission to gave many characters to all of casts that’s not their real characters, this is just for develope the storyline. And to developed my skill. If there’s some similarities  it was really an accident.

***

Rn Presents

Fiction series :

Forbidden Love – Feelings [3]

Sometimes Love was a painful things.

***

“Love is exist. We met because of the destiny. I want to be with you forever. Be your everything, even bigger than be your soulmate.”

-Byun Baekhyun-

***

Preview Chapter 2

Taeyeon memperhatikan rentetan nada yang tertulis di dua lembar kertas dihadapannya. Jemarinya mulai ia gerakkan mengikuti teks. Ia biarkan jari-jarinya menari diatas tuts piano.

Disampingnya, Baekhyun hanya melihat Taeyeon, memperhatikan gadis itu memainkan lagu buatannya. Tanpa sengaja senyuman muncul di wajahnya. Ia senang melihat gadis itu disampingnya. Perlahan ia mulai meletakkan tangannya ke atas tuts piano, dan dengan cepat ia menekan tuts piano berusaha menyesuaikan nada yang Taeyeon tekan. Menghasilkan harmonisasi yang begitu indah. Taeyeon meliriknya sambil tersenyum manis.

Keduanya masih bermain, hingga tanpa sengaja Taeyeon salah menekan nada, kedua tangan mereka bertemu. Entah apa yang menjadi faktor kesalahan Taeyeon. Yang jelas, sepertinya ia gugup berada disamping Baekhyun.

Keduanya bertatapan kala tangan keduanya saling menyentuh. Entah apa yang mereka rasakan. Tangan Baekhyun juga secara tiba-tiba memegang tangan Taeyeon yang pada awalnya hanya bertumpuk. Semenit kemudian, Taeyeon sontak tersadar dan cepat-cepat melepaskan tautan tangan mereka.

“Maafkan aku.”

Aku tak tau apa yang aku rasakan saat ini.

CHAPTER III

Aku tak tau aku merasa seakan suatu hal hinggap di benakku.

Aku tak mengerti perasaan macam apa ini. Aku benar-benar tak mengerti.

Taeyeon POV

Aku memperhatikan tanganku yang saat ini masih dipegang oleh Baekhyun sunbae-nim. Aku tak mengerti, apa maksud dari tindakannya. Aku sama sekali tak mengerti.

Aku buru-buru melepas pegangan ini. Lalu sedikit bergeser, menyisakan jarak diantara aku dan dia.

Aku hanya tidak bisa mengontrol perasaanku saat ini.

“Mianhae.” ucapku canggung.

“Mmm.. Tak apa.” ucapnya.

Aku segera bangkit dari tempat duduk hendak keluar dari ruangan musik, namun aku merasakan bahwa Baekhyun sunbae-nim menahanku dengan memegang lenganku saat ini.

“Wae?” ucapku setelah berbalik melihatnya.

“Duduklah kembali.”

“Shirreo.”

“Kau tak ingin melakukannya?”

“Ani.”

“Ikuti saja, aishh.” ucapnya sambil menghela nafas.

“Ne..ne.. Waeyo?”

“Tatap aku. Lakukan saja. Tak usah berkomentar.”

Aku bingung dengan orang ini.

Aku hanya duduk dan berbalik menatapnya.

“Kau tak melihatnya?”

“Mmm.. M-mwo? Aku tak mengerti sama sekali.” ucapku.

“Apakah aku menyukaimu?” ucapnya pelan.

“Apa yang sunbae katakan saat ini? Aku sama sekali tak mengerti. Apa tujuanmu, menanyakan hal ini padaku? Aku bahkan tak mengerti, arah pembicaraanmu. Kau ingin mengerjai ku, eoh?” ucapku sambil menghela nafas panjang.

“Aku serius akan ini.” ucapnya, aku hanya menatapnya dengan beribu pertanyaan di benakku.

“Ahh, sudahlah. Aku sama sekali tak mengerti.” ucapku lalu bangkit dan berdiri meninggalkannya.

Aku terus berjalan, hingga pintu ruangan kini berada tepat dihadapanku. Aku segera memutar kenop pintu namun entah apa yang menyuruhku, aku memalingkan sedikit kepalaku kebelakang. Jelas aku melihat ia menundukkan kepalanya, mengalasnya dengan lengannya, diatas deretan tuts piano.

Aku tak mengerti semua ini. Apa yang ia katakan? Aku bahkan tak mengerti semua itu. Aku tak tau apa yang merasukinya.

***

Taeyeon duduk di kursi taman. Menatap rerumputan hijau disana. Tak berkedip sedikitpun, seakan tengah memikirkan sesuatu. Dan itu memang benar, suatu hal terus mengusiknya.

Apakah aku menyukaimu?

Apakah aku menyukaimu?

Apakah aku menyukaimu?

Kata-kata itu terus berputar di otaknya.

“Arrrrggghhh!! Aku seperti akan gila karena ini!” rutuk Taeyeon sambil menghela nafasnya beberapa kali. Ia tak peduli beberapa pasang mata yang kini menatapnya dengan wajah kebingungan.

“Ya! Taeyeon-ssi! Bisakah kau pelankan suaramu? Kami jadi tidak fokus bermain karena kau!” Ucap seorang senior Taeyeon yang tengah bermain basket bersama teman-temannya.

“Wae? Wae? Jangan larang aku. Ini tempat umum. Masih ingin berkomentar?” ucap Taeyeon kesal.

Jelas setelah itu, para senior tadi nampak berbisik-bisik satu sama lain. Tak lama kemudian, mereka berjalan pelan ke arah Taeyeon dengan Raut wajah seakan menantang Taeyeon.

“Aishh, kau ini hanya junior. Kau tak malu, eoh?! Apa perlu kami beri kau pelajaran?” ucap senior pertama sambil tertawa licik.

“Arrrgghhh apa-apaan kalian ini. Kalian kira aku takut?” jawab Taeyeon lantang.

“Bahkan kau sekasar ini.”

“Haha.. Neo ippeuda.” ucap salah satu senior yang lain.

“Sini kau. Akan aku tunjukkan pelajaran untukmu.” ucap senior pertama sambil menarik tangan Taeyeon untuk bangkit, dan itu berhasil membuat Taeyeon bangkit, yang karena ditarik kuat membuatnya jatuh tepat menabrak senior pertama, yang langsung disambut dengan rangkulan dari senior pertama.

“Dia memang cantik. Ikut aku.” ucap senior pertama lagi sambil berjalan, dengan terus merangkul pundak Taeyeon. Taeyeon terus mencoba untuk lepas, namun sayang saja, kekuatannya tak sebanding dengan seniornya.

Tanpa sadar sepasang mata memperhatikan kejadian tersebut. Dengan gerak cepat pemilik mata itu berlari ke arah mereka. Dan dalam satu gerakan cepat ia melayangkan tendangannya ke arah senior yang merangkul Taeyeon. Membuat senior tersebut tersungkur ke atas tanah.

“Apa yang kalian lakukan, hah?! Jangan pernah sentuh dia.” ucap Baekhyun lantang setelah berhasil menjatuhkan orang yang merangkul Taeyeon tadi.

“Baekhyun-ssi? Kau ingin mencari masalah, hah?!!!” teriak senior yang terjatuh setelah bangkit.

“JANGAN PERNAH SENTUH DIA!”

“Kenapa? Memangnya kau siapa, eoh?”

“Aku namjachingu-nya! Kenapa?!” ucap Baekhyun kemudian ia berbalik ke arah Taeyeon melihat yeoja itu. Dengan jelas ia melihat bahwa yeoja itu seakan bertanya-tanya mengapa Baekhyun sampai mengatakan hal itu.

Melihat Taeyeon, tanpa sadar tinju-an kuat dari kepalan senior tadi berhasil melayang ke arah Baekhyun, tepat di sudut bibir Baekhyun. Sontak Baekhyun berbalik, lalu memegang sudut bibirnya yang mengeluarkan darah. Perlahan ia berjalan ke arah senior tadi.

“Apa yang kau lakukan?” ucap Baekhyun datar.

“Kenapa? Kau tak suka?” jawab senior tadi, teman senior tadi hanya berdiri dibelakang memperhatikan pertarungan keduanya.

“YA AKU TIDAK SUKA!” teriak Baekhyun yang langsung melayangkan tinju-nya ke arah orang dihadapannya.

“Haha.. Ternyata kau membalasku. Ku fikir kau hanya seorang pengecut.” ucap senior tadi sambil memegang sudut matanya.

“Lebih baik kau pergi sekarang. Aku tidak mau berurusan denganmu.” ucap Baekhyun tenang.

“KAU FIKIR SEMUDAH ITU?!” teriak senior tadi lalu kembali memukul Baekhyun.

Tak hitung-hitung, Baekhyun kembali membalas. Yang kemudian menimbulkan perkelahian hebat. Mengakibatkan banyak orang yang kemudian berkumpul menyaksikan keduanya. Baekhyun terus membalas, terus memukul lawannya. Yang pada saat yang sama juga menyisakan luka perih di beberapa bagian wajahnya.

Tak berlangsung lama, beberapa staf universitas tiba-tiba datang di tempat kejadian. Menghentikan perkelahian keduanya.

“HENTIKAN! APA YANG KALIAN LAKUKAN?” ucap seorang dosen keras. Yang mengakibatkan keduanya berhenti lalu perlahan berbalik ke arah sumber suara.

“Benar-benar memalukan. Apa kalian tidak punya etika? Apa kalian tidak bisa menjaga sikap kalian?”

“Kalian, ikut saya ke kantor.” ucap seorang staf bagian kedisiplinan.

Baekhyun dan senior tadi kemudian berjalan mengikuti staf tadi.

—————–

“Bisakah kalian jelaskan, apa yang sebenarnya terjadi?”

Keduanya hanya diam.

“Apakah kalian tidak mendengarkan saya?”

Keduanya tetap diam.

“Apakah sulit mengeluarkan sepatah kata?”

“Dia mencoba mem-bully seorang junior.” ucap Baekhyun datar, yang diikuti dengan senior tadi yang berbalik melihatnya.

“Benarkah itu?”

“Ya. Itu benar, oleh karena itu aku memukulinya.”

“Bisakah kau jelaskan ini?” tanya staf tadi kepada senior disamping Baekhyun.

“Ya, aku memang melakukannya. Puas?” jawabnya.

“Baekhyun-ssi kau bisa keluar sekarang. Lain kali jangan mengambil jalan seperti tadi. Ke klinik sekarang untuk mengobati luka-lukamu.”

“Ne. Khamsahamnida.” ucap Baekhyun lalu membungkuk.

—————-

Health Clinic Seoul University

Baekhyun berjalan pelan sambil memegangi luka-luka yang membekas di wajahnya. Langkah pelan, ia tak bisa lagi melangkah dengan baik, akibat tungkai kakinya yang sempat ditendang oleh senior tadi, menyisakan luka memar yang dibalut oleh celananya. kakinya

Jelas setelah itu ia mendengar seseorang berteriak. Seakan berteriak ke arahnya.

“Baekhyun sunbae-nim! Chakkaman!”

“Nuguya?” ucap Baekhyun lalu melihat ke arah sekitar. Jelas ia melihat Taeyeon sedang berlari ke arahnya dengan raut wajah penuh kekhawatiran.

Ia berlari dan langsung memeluk Baekhyun begitu tiba dihadapan namja itu.

“gomawo. Kau tak apa-apa?” ucap Taeyeon sedikit terisak karena tangisan yang ia bendung sejak tadi, karena khawatir akan Baekhyun.

Baekhyun sedikit merasa sakit akibat Taeyeon memeluknya erat. Namun ia samarkan suaranya. Ia tak tau, ia merasa nyaman saat ini, seakan Taeyeon bagai penyembuhnya.

“Ne. Aku tak apa-apa. Jangan khawatir.” ucap Baekhyun.

Taeyeon melepaskan pelukannya. Lalu menuntun Baekhyun berjalan kembali hingga tiba ke klinik.

“Seharusnya sunbae tidak perlu melakukan ini. Sekarang, lihatlah.” ucap Taeyeon.

Baekhyun tersenyum, “Tidak apa-apa. Jangan khawatir. Lagipula aku tidak dihukum. Luka ini akan sembuh dalam beberapa hari.

Setibanya didepan klinik, keduanya segera masuk. Taeyeon memperhatikan keadaan sekitar, benar-benar kosong, tak ada seorangpun didalam.

“Sepertinya tidak ada orang.” ucap Taeyeon.

“Kufikir juga begitu.” jawab Baekhyun.

“Kalau begitu, sunbae duduk saja dulu. Aku yang akan mengobati luka-lukamu.”

“Aishh, memangnya kau tau?”

“Tentu saja.” kata Taeyeon lalu mengambil beberepa obat-obatan di meja.

Taeyeon langsung duduk dihadapan Baekhyun kala ia sudah menemukan apa-apa saja yang ia perlukan. Taeyeon kemudian, mengambil kapas dan memberikan sedikit air disana untuk membersihkan luka Baekhyun terlebih dahulu. Ia terus melanjutkan pekerjaannya.

“Arggh..” rintih Baekhyun kesakitan.

“Maafkan aku. Makanya jangan melakukan hal semacam tadi lagi, setelah ini.” ucap Taeyeon.

“Aku hanya ingin melindungimu.” ucap Baekhyun.

Keduanya kembali diam, Baekhyun hanya melihat Taeyeon. Melihat kearah matanya, seakan mencari apakah dirinya berada disana.

“Sudah selesai.” ucap Taeyeon.

“Gomawo.” ucap Baekhyun sambil tersenyum.

“Ne cheonmaneyo.” jawab Taeyeon ikut tersenyum.

“Oppa istirahat saja dulu. Aku ingin membereskan semua ini dulu.” kata Taeyeon sambil memasukkan perlengkapan yang ia gunakan tadi ke dalam sebuah kotak.

“Biar aku bantu.”

“Tidak usah.” kata Taeyeon lagi.

“Tak apa.”

Baekhyun kemudian membantu Taeyeon, kemudian berjalan membantu Taeyeon membawa beberapa obat-obatan didalam kotak ke atas meja. Lalu merapikannya di atas sana. Begitu semuanya selesai, keduanya pun keluar menuju ke kelas mereka.

“Baekhyun sunbae? Aku duluan, ne? Tak apa sunbae jalan sendiri? Apakah perlu bantuanku?” Tanya Taeyeon.

“Tak apa.” ucap Baekhyun.

“Jika begitu, aku duluan. Gomapta.” ucap Taeyeon tersenyum lalu menepuk pundak Baekhyun pelan.

“Ne.” ucap Baekhyun lalu berjalan ke kelas nya.

Baekhyun segera kembali ke kelasnya. Jelas senyuman terukir indah di wajahnya mengingat berbagai kejadian beberapa menit yang lalu. Semuanya seakan begitu indah baginya.

Dan mulai sejak itulah, ia menjadi semakin bingung akan perasaan aneh yang menghinggapi dirinya.

—————–

Dia duduk, terus memperhatikan apa saja yang dijelaskan dosen dihadapannya. Matanya hanya terfokus kesana. Tanpa sedikitpun menghiraukan suara-suara yang terus mengusik pendengarannya.Namun tatapan kosong, terlihat jelas disana. Matanya boleh saja mengarah ke papan tulis, namun fikirannya tengah mengembara melintasi berbagai kejadian yang kini membuatnya hatinya seakan tak tenang.

Wae? Kau tau aku sedang sakit?

Pasti kau tak mengetahuinya.

Apakah masih ada harapan? Karena aku dapat melihat semuanya.

Semuanya seakan kian jelas seiring berjalannya waktu.

“Seungwoo-ya! Bisa kau kerjakan soal ini?” ucap dosennya.

Ia tak bergeming.

“Seungwoo-ya!” ucap dosen itu lagi.

Tetap sama.

“Ya! Seungwoo!”

Ia tersadar. Lalu dengan wajah kebingungan ia menjawab.

“Ne?”

“Jangan melamun di kelas saya.” ucap dosen itu datar.

“Iya, jeonseonghamnida.” ucap Seungwoo.

“Bisa kau kerjakan soal ini?”

“Tentu.”

Seungwoo berjalan ke depan kelas hendak mengerjakan soal. Namun langkah seseorang yang tengah berlari, yang kini suaranya kian terdengar keras.

“Jeonseonghamnida.” ucap Taeyeon ketika tiba didepan pintu kelas, ia benar-benar kelelahan.

“30 menit. Kemana saja kau?” ucap dosen tadi.

“Aku dari klinik.” jawab Taeyeon.

“Klinik? Untuk apa?”

“Seorang senior telah menolong saya karena seorang senior lainnya ingin melakukan pembully-an terhadap saya. Karena dia sudah menolong saya, saya membantunya untuk mengobati luka-lukanya.” ucap Taeyeon sedikit khawatir.

“Siapa senior itu?”

“Baekhyun sunbae-nim.”

DEG.

Ia terdiam sesaat, lalu perlahan melangkah kembali.

“Ya! Seungwoo-ya kenapa kau kembali?”

“Aku tak bisa mengerjakannya.”

“Aigoo, kau benar-benar membuang waktu.”

Seungwoo tak merespon.

“Seonsaengnim? Apakah aku boleh masuk?” tanya Taeyeon.

“Silahkan.”

Taeyeon berjalan ke tempat duduknya tepat disamping Seungwoo. Ia duduk disana, lalu berbalik melihat sahabatnya itu. Dilihat jelas olehnya, sahabatnya itu tampak memikirkan sesuatu, dan raut wajah yang sulit diartikan.

“Seungwoo-ya? Gwaenchana?” tanya Taeyeon.

“Gwaenchana.” jawab Seungwoo datar tanpa sedikitpun berbalik.

“Mm.. Ne.” jawab Taeyeon.

—————–

Baekhyun berjalan melintasi koridor, tiba-tiba saja seseorang merangkul pundaknya dari samping. Baekhyun berbalik, dan mendapati sahabatnya tengah kegirangan, terus tersenyum.

“Baekhyun-ssi, kau sudah tau? Prom night akan diadakan! Wow! Kau tau artinya itu?” tanya Kai, sahabat Baekhyun.

“Biasa saja.” jawab Baekhyun datar.

“Aisshh, gwaenchana? Biasanya kau senang dengan acara ini. Kenapa kau jadi seperti ini, eoh?”

“Aku tak punya pasangan. Simple saja.”

“Aaa mwo? Kau berkata seperti itu? Seorang playboy seperti mu, kenapa tiba-tiba seperti ini? Banyak yang ingin menjadi pasanganmu, kau tak perlu memikirkan itu, kau tinggal memilih. Ingin yang berambut panjang, pendek? Cerdas? Aktif?” ucap Kai panjang lebar.

“Aku tidak tertarik. Tapi, satu orang.”

“Maksudmu?”

“Aku punya satu orang. Tapi aku tak yakin dia akan pergi denganku.”

“Nugu?”

“Kim Taeyeon.” ucap Baekhyun singkat.

“M-mwo? Kau benar-benar suka dengannya?”

“Kufikir seperti itu.”

“Wow! Daebak! Seorang Byun Baekhyun berhasil diubah oleh seorang mahasiswi baru.” ucap Kai sambil tertawa.

“Aish, kau terlalu berlebihan.”

“Kau ajak bicara dan ajak dia. Cepat lakukan, sebelum yang lain menawarkan diri. Ppalli!” ucap Kai lalu mendorong Baekhyun pergi mencari Taeyeon.

“Aishh, sepertinya dia tidak mau!” ucap Baekhyun kesal.

“Kau harus mencobanya. Pergi! Fighting!” ucap Kai.

—————–

To : Kim Taeyeon

(At 04.00 KST)

Aku ingin menanyakan sesuatu.

Send!

Baekhyun mengirim pesan singkat itu pada Taeyeon. Berharap orang yang ia kirimi dapat meresponnya. Beberapa menit berlalu, Baekhyun tetap menunggu.

1hour later

Hingga 1 jam berlalu, Taeyeon belum juga membalas pesan yang ia kirim. Beberapa kali ia terus mengecek ponselnya, dengan harapan ada notifikasi pesan masuk disana. Namun hasilnya nihil.

Berbagai asumsi mulai berkeliaran mengelilingi otaknya. Apakah Taeyeon menghindarinya? Apakah Taeyeon kesal padanya? Hingga satu bunyi terdengar dari ponselnya, membuatnya terkesiap lalu segera meraih benda persegi panjang itu. Dan begitu melihatnya. Amarahnya memuncak. Dirinya seakan ingin melempar ponselnya ke mana saja. Bukan ini yang ia tunggu saat ini.

Pesan dari Kai, sahabatnya, masuk.

“Aish, jinjja!” Baekhyun seakan stress hanya karena 1 pesan yang sejak tadi tak masuk.

Ponselnya kembali berbunyi, ia mengabaikannya. Karena ia tau bahwa itu pasti dari Kai. Ia kenal betul namja itu, jika pesannya tak direspon dengan cepat. Maka ia tak akan berhenti mengirim pesan yang sama.

Baekhyun segera berjalan ke arah ranjangnya. Lalu berbaring disana, untuk melepas segala kelelahan yang kini seakan menjalar ke seluruh tubuhnya. Dan beberapa menit kemudian, ia sudah masuk kedalam alam mimpinya.

A Few Hours Later

Baekhyun terbangun dari tidurnya. Samar-samar penglihatannya melihat seisi kamarnya. Yang sekarang, Gelap?!

“Gelap? Ponselku, dimana dia? Arrghh!” gerutu Baekhyun.

Dengan kurangnya penerangan ia berusaha mencari ponselnya. Dan beruntung cahaya ponsel itu menguntungkannya. Dan dengan mudah ia dapat mencari saklar lampu kamarnya. Segera ia mengambil ponselnya yang tergeletak diatas meja belajarnya. Lalu dengan cepat berjalan mencari saklar lampu. Begitu mendapatkannya segera ia menyalakan lampu kamarnya. Dan semuanya menjadi terang dalam seketika. Ponselnya masih dalam genggamannya, ia melirik ke arah ponselnya. Arah penglihatannya berhenti ketika disana masuk 3 pesan. Cepat ia membuka kotak pesan ponselnya.

“Pesan dari Taeyeon.” ucap Baekhyun santai lalu melempar ponselnya ke atas ranjangnya. Lalu ia berbalik hendak mengambil handuk. Namun ia teringat akan sesuatu.

“Taeyeon?!” ucap Baekhyun nampak gembira.

Ia segera membuka pesan itu. Tepat tertulis disana, bahwa Taeyeon membalas pesannya pukul….

“MWO?! Jangan bilang pesan yang aku abaikan sore tadi adalah dari dia? Naega baboya!” ucap Baekhyun sambil memukul kepalanya sendiri.

From : Kim Taeyeon

(At 05.00 p.m. KST)

Tentang apa?

Baekhyun mengeluh akan sikapnya sore tadi. Ia membaca pesan kedua, Taeyeon juga mengirim pesan padanya. Menanyakan hal yang sama. Baekhyun segera menelpon Taeyeon.

“Yoboseyo?” ucap Baekhyun agak gugup.

“…”

“Apakah kau ingin menjadi pasanganku untuk prom night nanti?”

“…”

“Baiklah. Kau tak perlu langsung menjawabnya. Bahkan tanpa memikirkannya aku tau kau sudah punya seseorang yang akan jadi pasanganmu.”

“…”

“Ne. Annyeong!” ucap Baekhyun tanpa memperdulikan ucapan-ucapan formal, karena ia menanggap bahwa dirinya telah akrab dengan Taeyeon.

Sambungan terputus.

—————–

ON THE OTHER SIDE

“Ottokhae?” keluh Taeyeon sambil berjalan-jalan di kamarnya.

Ponselnya berbunyi.

“Yoboseyo? Seungwoo-ya? Waeyo?”

“…”

“Baiklah. Akan kufikirkan.”

“…”

“Hanya saja….”

“…”

“Aniyo. Nanti aku akan memberitahumu. Akan kufikirkan terlebih dahulu.”

“…”

“Ok. Annyeong!”

Sambungan terputus.

Ia benar-benar bingung saat ini. Di satu sisi Baekhyun sunbae mengajaknya untuk menjadi pasangan namja itu di prom night, namun di sisi lain, sahabatnya juga mengajaknya. Ia tak tau harus memilih siapa. Karena berbagai alasan logis dan tak masuk akal yang memenuhi otaknya. Ia berjalan kesana kemari sambil terus memikirkan keputusannya. Sampai pada akhirnya sebuah adegan masa lalu kembali menjalari fikirannya, dimana Baekhyun sunbae menanyakan satu hal aneh padanya.

Apakah aku menyukaimu?

Apakah aku menyukaimu?

“Aishh, jinjja!” gerutu Taeyeon sambil sedikit mengacak rambutnya.

Setelah lama berfikir, akhirnya ia telah mengambil keputusan. Ya, dia tentu akan pergi bersama sahabatnya, Park Seung Woo.

Segera ia mengirim pesan pada Seungwoo dan Baekhyun sunbae.

To : Park Seung Woo

(08.00 p.m. KST)

Seungwoo-ya? Ne, aku akan pergi bersamamu 😀

Send!

To : Baekhyun Sunbae

(08.00 p.m. KST)

Baekhyun sunbae? Sepertinya aku tidak bisa pergi bersamamu. Maaf.

Send!

Akhirnya Taeyeon merasa lega. Prom night itu tinggal 3 hari lagi. Dan satu hal yang terus melekat dalam diri Taeyeon selama ini, bahwa ia akan mencari pakaian yang akan ia gunakan ke suatu acara atau apapub itu, meski acara tersebut masih lama. Dan pada akhirnya ia segera membuka lemari pakaiannya, lalu mencari-cari, memasang-masangkan beberapa pakaian yang cocok, semuanya ia keluarkan, membuat semuanya berantakan. Setelah mencari-cari, Taeyeon belum mendapatkan pakaian yang cocok, sehingga ia berniat untuk membeli dress baru untuknya pada saat prom night nanti.

—————–

Seoul,

March 16th 2015

Baekhyun menghampiri locker miliknya bersama Kai, memasukkan kunci kedalam lubang kunci lalu membukanya. Dan benar saja, banyak surat yang terjatuh ke lantai. Hal ini sudah menjadi suatu hal yang biasa baginya. Ia populer, banyak yeoja yang menyukainya, jadi tidak diherankan lagi, apabila setiap pagi akan seperti ini. Didalam sana juga terdapat 5 kotak makanan yang dibuat oleh penggemarnya.

Entahlah bagaimana cara mereka memasukkan kotak-kotak makanan itu kedalam sana. Yang jelas, Baekhyun pernah kehilangan kunci locker, dan mungkin saja seseorang menemukannya, lalu kemudian diduplikasi oleh para penggemarnya untuk memudahkan mereka memasukkan sesuatu untuk Baekhyun kedalam locker Baekhyun.

“Yehey! 5 kotak makanan, dan puluhan surat.” ucap Kai sambil mengambil surat-surat yang terjatuh lalu membaca tulisan yang tertulis di amplopnya.

“Hal biasa.” ucap Baekhyun singkat.

“Jadi, mau kau apakan semua ini?” tanya Kai.

“Entahlah. Bantu aku membawa kotak makanan itu ke kelas.”

“Untuk apa?”

“Aish, bawa saja.”

In the Class

“Chingu-deul, bagi kalian yang belum makan, makanlah.” ucap Baekhyun sambil meletakkan 5 kotak makanan tadi diatas meja, dan benar saja beberapa namja kemudian datang lalu mengambil kotak makanan itu. Beberapa yeoja hanya mendengus kesal melihat tingkah laku Baekhyun.

Baekhyun berjalan ke mejanya, lalu duduk tepat dibelakangnya. Baekhyun terduduk memikirkan sesuatu. Ya, dia memikirkan Taeyeon, yang menolak tawarannya. Ia tau, semua itu akan terjadi. Mana mungkin seorang Taeyeon akan pergi bersamanya. Baekhyun memperhatikan teman-temannya yang memakan kotak makanan yang diberikan oleh penggemarnya. Dan setelah itu sebuah ide muncul di otaknya. Benar-benar ide yang bagus.

Dan pada saat setelah itu, Baekhyun pun menjalani harinya seperti biasanya, dan benar-benar berharap waktu cepat berlalu.

—————–

At Clothes Shop

Taeyeon mencari-cari dress yang cocok untuknya. Diambil beberapa dress lalu masuk ke ruang ganti untuk mencobanya. Sialnya, ia tak membawa seorangpun untuk menilai pakaian yang ia pilih, sehingga ia hanya menilai dirinya sendiri dengan melihat pantulan dirinya di depan cermin.

Tanpa disadari 1 pasang mata terus memperhatikannya. Sambil sesekali mengumpat tentang suatu hal.

“Benar-benar. Ganti-ganti!”

“Kau tidak cocok memakai itu.”

“Baguslah kau juga tidak suka.”

“Tidak sesuai dengan umurmu.”

“Ganti.”

Kata-kata demi kata terus keluar dari mulut orang itu. Dan ia pun tampak mulai lelah melihat Taeyeon terus mencoba pakaian yang cocok. Dan pada saat setelah itu, ia benar-benar terpukau dengan penampilan Taeyeon, ia takkan mengatakan ‘ganti’ kali ini. Jelas pula ia lihat bahwa Taeyeon nampaknya menyukai pakaian itu. Beberapa detik setelah itu, Taeyeon nampak menerima telpon, lalu entah kenapa ia tiba-tiba meletakkan kembali pakaian itu lalu pergi sambil terus mengoceh.

“Arrrghh, disaat seperti ini, mengapa eomma harus menyuruhku pulang? Kuharap tak akan ada yang membeli dress tadi. Itu stok terakhir…” ucap Taeyeon sambil terus berjalan.

Orang itu pun berjalan melihat dress tersebut lalu tersenyum simpul dan memberikan dress tersebut kepada seorang petugas atau penjaga di toko baju itu untuk dibawanya ke meja kasir lalu memintanya untuk meletakkan pakaian tersebut dalam kotak dan membungkusnya layaknya sebuah hadiah.

“Aku akan memberikannya untukmu.” ucapnya.

Setelah mendapatkan apa yang ia inginkan, akhirnya ia beranjak pergi, senyumannya terus mengembang. Dia berharap pemberiannya tak akan sia-sia.

—————–

“Bisa kau bantu aku? Jebal.. Ini benar-benar penting. Kaulah yang ahli dalam hal ini.”

“…”

“Satu kali ini saja. Aku sangat membutuhkannya, duplikasinya.”

“…”

“Terima kasih.”

—————–

Seoul

March 18th 2015

Seungwoo berjalan santai melintasi koridor, dipegangnya sebuah kotak yang sejak tadi tak lepas dari genggamannya. Ia tersenyum sambil sesekali melihat kotak itu.

Kuharap kau mau memakainya nanti, aku tau kau menyukainya.

Seorang yeoja tertangkap oleh penglihatannya. Yeoja yang begitu ia kenal dibanding siapapun. Ia memanggilnya, yeoja itu berbalik, ia pun berjalan kesana.

“Cha.. Terima saja tak usaha banyak berkomentar.” ucap Seungwoo sambil menyodorkan kotak tadi pada Taeyeon.

“Apa ini?” tanya Taeyeon sambil memperhatikan kotak itu.

“Buka saja.”

Taeyeon segera membukanya karena rasa penasaran. Begitu melihatnya, ia benar-benar terkejut, benar-benar indah, dan sulit dipercaya.

“Kalung ini?” ucap Taeyeon kaget.

“Yup! Kau selalu menginginkan ini bukan? Ingat ketika waktu itu, kau terus memperhatikannya pada saat jalan denganku? 2 tahun yang lalu?” ucap seungwoo sambil tersenyum.

“Jeongmal gomawo..” ucap Taeyeon senang lalu memeluk Seungwoo.

Seungwoo kaget dengan tindakan Taeyeon meski ini sudah kesekian kalinya. Ia benar-benar senang melihat Taeyeon seperti ini.

“Pakailah ini pada saat prom night nanti. Kau akan kelihatan lebih cantik dengan itu. Sini, biar ku pakaikan, aku ingin melihatnya terlebih dahulu.” ucap Seungwoo lalu memakaikan kalung tersebut di leher Taeyeon.

Benar-benar cantik.

“Gomawo..” ucap Taeyeon lagi.

“Mmm.. Kau  ke kelas duluan, aku ingin mengambilkan buku-buku ku di loker.” ucap Taeyeon.

“Ok.” ucap Seungwoo lalu berjalan pergi.

Taeyeon segera berjalan ke arah loker miliknya, sambil memegang kunci loker miliknya. Dibukanya loker tersebut, dan untuk pertama kalinya ia mendapat hal seperti ini. Sebuah kotak berwarna pink berada didalam sana. Tertarik dengan itu, Taeyeon segera mengambilnya lalu membuka kotak tersebut.

Dan terkejut lah ia, sebuah dress tepat berada didalam sana. Ia mengambil dress tersebut, dan benar-benar diluar dugaannya, dress tersebut benar-benar ia inginkan, ingat ketika ia tak jadi membeli baju itu, karena mendadak pulang untuk suatu urusan. Ia berfikir keras, siapa yang memberikan ini padanya, sampai-sampai ia tau bahwa Taeyeon menginginkannya. Ia segera mengecek kotak tersebut, dan sebuah surat ia temukan, segera ia membukanya.

Dear Taeyeon,

Cha.. Otte? Apakah kau menyukainya? Kuharap kau dapat mengenakannya pada saat prom night nanti 🙂

Taeyeon tersenyum, lalu mencari-cari nama pemberi. Namun sama sekali tak ia temukan, sehingga pada akhirnya ia benar-benar penasaran.

Mungkinkah? Seungwoo?

Tidak.. Tidak.. Aku yakin bukan dia. Lalu siapa?

Taeyeon kembali kekelasnya. Setelah turut mengambil buku-bukunya terlebih dahulu.

—————–

Prom Night Party

A half hour before…

Taeyeon memperhatikan pantulan dirinya didepan cermin. Ia berdandan begitu natural kali ini. Rambutnya ia biarkan terurai, lalu dengan sebuah jepitan bunga imitasi ia pasang di rambutnya. Dengan dress putih selutut pemberian orang misterius, ia tampak benar-benar cantik. Sebuah purse pink pastel turut ia gunakan.

Beberapa menit kemudian, suara ponsel miliknya berdering kencang. Seungwoo menelponnya, ia segera berjalan ke arah jendela lalu melihat kebawah, Seungwoo tepat dibawah sana bersandar di mobil sambil tersenyum kearah Taeyeon dengan setelan jas berwarna hitam dengan kemeja putih didalamnya. Tatanan rambut yang ia ubah dari biasanya. Ia tampak beda dari biasanya, tampan. Taeyeon tersenyum melihatnya.

“Annyeong!” ucap Taeyeon sambil tersenyum.

“Yeppo.” ucap Seungwoo balas tersenyum.

“Gomawo.” ucap Taeyeon.

“Kau tampak berbeda dari biasanya. Good!” ucap Taeyeon lagi.

“Nado gomawo.”

“Kajja!” ucap Taeyeon lalu dengan segera Seungwoo membukakan pintu mobil untuk Taeyeon.

A half hour later…

“Prom night party begin!” ucap Kai gembira.

Baekhyun yang melihatnya hanya menampakkan ekspresi datar. Ia tak semangat kali ini.

“Ya! Gwaenchana?” ucap Kai sambil menepuk pundaj Baekhyun.

“Nan gwaenchana.” ucap Baekhyun malas.

“Taeyeon belum datang?”

“Sepertinya.”

“Aishh, kau benar-benar berbeda karena yeoja itu.”

“Biasa saja.”

“Kau benar-benar tak sadar…” Kai memalingkan pandangan, “Chakkaman! Lihat, lihat disana. Wow, dia memang cantik, pantas saja seorang Baekhyun jadi seperti ini.”

Baekhyun berbalik, dan matanya membulat seketika. Seorang yeoja tengah berjalan masuk sambil digandeng oleh seorang namja yang begitu ia kenal. Ia terpukau, benar-benar cantik malam ini. Yeoja itu tampak sempurna baginya. Ia tak bisa melepaskan pandangannya dari sosok itu.

TBC

A/N

Hello readers~ maaf baru bisa update ff ini lagi. Akhir-akhir ini tugas datang tiap hari, jadi gak ada waktu untuk nulis bahkan post fanfic-fanfic. Jadi, tolong di maafin, meskipun sepertinya alasan aku selalu kayak gitu. Gimana chapter 3 nya? Semoga kalian semua suka. Aku harap ada perubahan dari chapter ini, udah 2015 soalnya, harus Ada perubahan 😀

Sepertinya ff ini bakal panjang banget, dan aku gak jamin akan selesai dalam jangka waktu yang singkat. Jadi aku harap kalian tetap setia nungguin ff ini *emang ada?-_-*

Aku bakal liat respon para readers. Aku mau nanya nih, aku ada niat untuk kirim ff ini, jadi ff freelance di ATSIT, gimana menurut kalian? Aku pengen liat respon kalian dulu, sebelum kirim kesana, jadi aku bisa pertimbangin terlebih dahulu J

Ok, sampai sini dulu.. Enjoy!

Annyeong~~

-Rn-

2 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] PIECES OF YOURS – Chapter 3”

  1. Annyeong~~
    FYI, buat kalian yang baca chapter ini, maafin aku, mungkin kalian jadinya agak bingung:”) seperti yang aku bilang di chapter 1, ff ini udah di post di blog aku sampai chapter 10, selama itu ff ini udah mengalami perubahan judul, yang awalnya, seperti kalian lihat di chapter ini, judulnya ada FORBIDDEN LOVE, tapi lama kelamaan aku bener-bener merombak konsep cerita oleh sebab itulah judulnya berubah jadi PIECES OF YOURS:”) aku bener-bener lupa edit chapter ini, sampai-sampai author notes masih persis sama yang aku post di blog aku:”) mianhaee~~

    1. Dan baru sadar, di author notes, kelihatan jelas aku bilang 2015, udah lama banget ya:”)
      Mianhae membuat kalian bingung:”)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s