[EXOFF FREELANCE] Secret Admire (Chapter 1)

145138380-256-k677968.jpg

Title    : Secret Admire

Author    : JullieKim

Genre    : Romance, Friendship, Comedy

Length    : Chaptered

Rating    : PG 17

Main Cast    : Jennie Kim

Support Cast     : All member Blackpink, Irene Red Velvet, All member EXO, G-Dragon. Cast dapat bertambah sesuai jalan cerita.

Summary    :

    “Ketika aku mencintai seseorang, aku akan mencintai nya dengan sepenuh hati dan saat aku berada di titik paling bahagia dalam hidupku dia menghancurkan segalanya. Sejak saat itu, aku mematikan rasa, menutup mata, hati, dan telinga.” -Jennie Kim

    “Ketika aku menutup mataku, aku melihat mata itu dan hatiku merasa sakit. Aku sungguh sangat bodoh membiarkanmu terluka karena Bajingan itu, jika saja aku bukan seorang pengecut, jika saja aku…” -Secret Admire

Disclaimer        : Cerita di buat oleh author dan juga di share di wattpad @jullie_kim

Author Note        : Don’t be a plagiator, sorry for typo and thanks to reading my fiction. Please comment and follow @jullie_kim account wattpad.

            Happy Reading. Khamsahamnida… ^_^

Chapter 1

Deras disertai angin kencang yang mengguyur kota Seoul sejak tadi membuat Jennie terjebak di perpustakaan kota. Gadis itu bukannya sedang sibuk dengan tumpukan-tumpukan buku, Dia tidak terlalu tertarik berkencan dengan buku. Jennie saat ini sedang asik dengan dunia mimpi sejak satu jam yang lalu.

Cuaca hari ini benar-benar mendukung untuk tidur. Mimpi nya terusik saat ia merasakan ponsel nya terus bergetar, masih setengah sadar Jennie mengecek ponselnya dan nama sang kakak terpampang di layar.

“Yeob…”

“Yhaaa kauu ada dimana? kenapa kau belum pulang juga?apa kau pergi lagi ke club??” belum selesai Jennie berbicara namja di seberang sana sudah menanyai nya bertubi-tubi.

“Oppa adikmu ini belum selesai bicara..pertama aku lupa tidak membawa payung, kedua dompetku hilang, ketiga aku terjebak hujan, ke empat maaf jika aku mengecewakanmu dengan tidak berada di club saat ini dan malah terjebak di perpustakaan kota, dan terakhir tidak bisakah Oppa menjemputku?” terang Jennie panjang lebar.

Terdengar helaan nafas dari seberang sana.

“Arraseo, tunggu di sana” tanpa menunggu jawaban Jennie namja itu mematikan panggilannya.

Jennie mengela nafas panjang, netra nya menjelajahi ruangan. Perpustakaan kota mulai sepi, Jennie melirik arlojinya sebentar kemudian kembali terlelap. Baru saja ia akan kembali menjelajahi alam mimpi, Jennie merasakan sensasi dingin di pipinya. Sontak ia membuka mata dan seorang namja tepat berdiri di hadapannya dengan seringai lebar, membuat Jennie mengerucutkan bibirnya.

“Yhaa kenapa kau menggangguku Bacon?” ketus Jennie.

“Ckckck, tempat ini untuk belajar nona..bukan untuk tidur siang. Jika kau ingin tidur, tidur saja di rumah” Omel Baekhyun.

“Aku punya alasan terjebak disini, jadi lebih baik kau diam saja. Anggap saja aku ini tidak ada, jadi urus urusanmu sendiri”

“Isshh, mana bisa aku mengacuhkan gadis cantik di hadapanku ini. Daripada kau tidur disini lebih baik aku antar kau pulang. Kajja!”

“Shirreo, Suho Oppa akan menjemputku jadi kau bisa pergi sekarang.”

“Hujan di luar lumayan deras Jen, lagipula tempat ini akan segera tutup. Lebih baik hubungi Jumyeon Hyung dan katakan aku yang akan mengantarmu pulang.”

Jennie mengerucutkan bibirnya kesal, kenapa namja ini selalu saja mengusik ketenangannya. Dengan wajah yang di tekuk Jennie mendial kontak kakaknya.

“Yeobseo?”

“Oppa, kau ada dimana?”

“Ohh Oppa masih di jalan Jenn..mian sepertinya kau akan menunggu lama. Tunggulah di cafe yang tak jauh dari sana. Kau bisa meminjam payung dari petugas di sana kan?”

“Gwechana Oppa, aku akan pulang dengan si Bacon temanmu jadi Oppa lebih baik menungguku di rumah saja.”

“Baekhyun?”

“Ne oppa”

“Berikan ponselmu padanya, oppa ingin bicara padanya.”

Tanpa mengatakan apapun Jennie memberikan ponsel nya pada Baekhyun.

“Yeobseo?”

“Baek-ah, apa kau yang akan mengantarkannya pulang?”

“Ne hyung, kau tidak usah khawatir aku akan langsung mengantarnya pulang”

“Arraseo, jalanan cukup licin jadi berhati-hatilah.”

“Ne hyung”

Baekhyun mengembalikan ponsel pada Jennie. Yeoja itu menerimanya dan melihat kalau panggilan sudah terputus. Tanpa bertanya pada namja di depannya Jennie meraih tas nya dan mengikuti Baekhyun keluar. Baekhyun memayungi Jennie sampai ke mobilnya, namja itu membukakan kursi penumpang untuk Jennie. Setelah itu, Baekhyun berlari kecil memutari mobilnya dan duduk di kursi mengemudi, mengambil handuk kecil di kursi belakang dan memberikannya pada Jennie. Jennie menerimanya dalam diam dan hanya memandang lurus ke depan.

Hujan sudah mulai reda saat mobil milik Baekhyun sudah terjebak di jalanan kota Seoul yang macet di jam seperti ini. Suasana di dalam mobil sangat sunyi, Jennie tengah asyik memandangi gedung-gedung pencakar langit lewat jendela mobil, sementara Baekhyun memandang lurus ke depan meski sesekali melirik kearah Jennie.

Seketika tawa Baekhyun menyebur keluar. Ia melirik Jennie yang memasang wajah bingung dengan tingkahnya. Tangan nya refleks mengacak surai hitam gadis itu.

“Yhaa apa ka sudah gila?”

“Hahaha…ani”

“Lalu kenapa kau tertawa?”

“Apa lehermu baik-baik saja? Sejak tadi kau sibuk melihat kearah luar, apa kau tidak takut lehermu patah dengan posisi seperti itu?”

“Urus saja urusanmu sendiri, lagipula ini leherku jadi bebas mau ku apakan” ketus Jennie.

“Hahaha…melihatmu seperti tadi, kau seperti seorang gadis yang sedang marah pada kekasihnya dan disini sepertinya aku yang memerankan peran menjadi kekasihmu”

PLTAK!

“Yhaa kenapa kau memukul kepala kekasihmu? “

“Kau sudah gila Bacon”

“Sayang, berhentilah memanggilku Bacon. Tidak bisakah kau memanggilku ‘Oppa’ seperti kau memanggil Jumyeon Hyung ahh atau kau bisa memanggilku Sayang…Baek-ahh…Baekki Oppa?”

“Heoll Anii… pertama kau terlalu kekanakan untuk ku panggil ‘Oppa’ dan juga kau terlalu cerewet, bagaimana kalau aku memanggilmu ‘Ajhumma Byun’ itu lebih pantas kan kedua kauu itu bukan tipeku?” ledek Jennie.

“Ckckck…bagaimana bias percaya pada cinta pada pandangan pertama dan malah jatuh cinta padamu..benar-benar jatuh pada pesonamu” gumam Baekhyun pelan.

“Mwo??”

“Ahh aniyoo, lupakan saja kekasihmu ini sedang bicara sendiri”

Jennie menghadap ke arah Baekhyun lalu membuat gerakan dengan jari telunjuknya dan mengucapkan kata ‘GILA’ tanpa suara. Baekhyun melirik sekilas dan tertawa melihat tingkah Jennie. Jennie tak habis pikir bagaimana bisa kakaknya punya teman seperti ini.

Jennie POV

Bagaimana bisa Suho Oppa memiliki teman-teman yang aneh seperti mereka, ahh benar hanya aku yang mengatakan mereka aneh, sementara para yeoja lain akan berteriak histeris jika melihat mereka. Tapi itu tidak mempan bagiku, yang benar saja kelakuan mereka benar-benar menyebalkan.

Mereka sering mengaku-ngaku jika aku adalah kekasih mereka, itu yang mengakibatkan banyak yeoja yang memandang sinis padaku. Tapi sekali lagi ‘AKU TIDAK PEDULI’ ini adalah hidupku dan aku yang akan menentukan jalanku sendiri.

Aku tidak percaya lagi pada sesuatu yang mengatas namakan ‘C I N T A’, semenjak pria brengsek itu menghianatiku.

Mencampakanku begitu saja dan pergi dengan wanita yang sudah ku anggap sebagai seorang kakak. Ya benar mereka berselingkuh dan aku baru mengetahuinya saat wanita penghianat itu mengatakan kalau ia tengah mengandung benih cintanya bersama kekasihku. Duniaku hancur seketika mendengar pengakuan Hyuna Eonnie, seseorang yang sangat aku percaya.

Dan tanpa rasa bersalah mereka memintaku untuk tidak mengganggu hubungan mereka. Mereka menyudutkanku seolah-olah akulah yang bersalah karena menjadi penghalang hubungan mereka. Aku tidak bisa berkata apapun dan hanya melangkah dengan tatapan kosong meninggalkan mereka. Itu adalah terakhir kali aku melihat mereka, dan itu menjadi hari terakhir Jennie Kim si gadis menyenangkan yang selalu ramah pada setiap orang.

Hari itu Jennie Kim yang baru pun lahir, seorang gadis dingin, playgirl, urakan, dan sering menjadi langganan ruang konseling. Tapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa padaku, meski aku sangat urakan nilai-nilaiku stabil bahkan aku termasuk peringkat tiga besar di sekolah.

Jennie POV end

“Heiii sayang, apa yang kau lamunkan?” ucap Baekhyun sambil melambaikan tangan nya di depan wajah Jennie.

“Mwo??”

“Kita sudah sampai sejak tadi, tapi kau malah asyik dengan lamunanmu. Oppa tidak masalah jika kau ingin terus berduaan seperti ini disini, lagipula Opp…”

Braakk!

“Yhhaaa, aku belum selesai bicara nonaaaa…”

Jennie tidak mempedulikan teriakan Baekhyun dan bergegas masuk ke dalam rumah. Baekhyun sendiri tidak tinggal diam, ia segera menyusul Jennie ke dalam rumah. Baru memasuki rumah Baekhyun di sambut dengan suara teriakan Suho.

“Yhhaaa Jennie, Oppa belum selesai bicaraaa…”

Braaakkkk!!!

“Hyung, kurasa kau harus memanggil tukang untuk memperbaiki pintu kamar Jennie.

Bagaimana bisa seorang gadis punya kebiasaan membanting pintu seperti itu..”

“Hahaha, begitulah adikku Baek.”

“Ck, apa yang lain belum sampai Hyung?”

“Hmm, aku rasa sebentar lagi. Pesanlah sesuatu dulu untuk kita nanti, aku pergi dulu sebentar ada yang harus ku urus”

“Arraseo”

To be continued…

 

4 tanggapan untuk “[EXOFF FREELANCE] Secret Admire (Chapter 1)”

  1. Asikk.ketemu baekhyun nih..disini ceria abis ya si baekhyun..wkwk..,jenni kayaknya cewek susah ditaklukkan nih…,yang jadi pengagum rahasia siapakah? Apa baekhyun..? ..lanjut thor..

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s