[Ficlet] Rich by ShanShoo

suho

ShanShoo‘s present

EXO’s Suho x RV’s Irene

School-life, fluff, friendship // ficlet // teenager

Note : Cerita ini nonbaku 🙂

—oOo—

Prev : Poor

WordPress : ShanShoo || Wattpad : @Ikhsaniaty

—oOo—

 

Jadi anak pemilik SMA A itu nggak mudah. Suho malah ngerasa risi sama pandangan setiap siswa di sekolah serta perhatian yang mereka tunjukkan. Seakan-akan Suho itu orang spesial yang kudu disegani, kalau nggak mereka bakalan kena hukuman. Macam hidup di kerajaan zaman dulu aja.

Suho sebenernya nggak seneng sama perlakuan itu. Dia pengin diperlakukan biasa aja, sama kayak siswa lain. Contohnya kelima sohibnya yang menganggap dia seperti teman biasa. Ngejitakin kepalanya Suho aja mereka kagak takut―ya ngejitaknya juga kudu pake alasan, lah. Nggak asal jitak.

Pas keenam cowok hits sekolah itu ngumpul di basecamp-nya, Suho malah kelihatan banyak ngelamun sambil mainin kaleng minumannya. Yang lainnya asyik-asyik aja ngobrol, bercanda, ketawa sampe mulutnya nganga lebar. Dan tatkala Baekhyun menyadari Suho yang nggak ikut ngobrol, dia nanya, “Kenapa woy? Ngelamun aja lo.”

Suho mendengkus. “Gua nggak ngerti sama isi pikirannya Irene,” katanya to the point.

“Hah? Irene?” Sehun ikut nyahut. “Bae Irene anak kelas 11 IPA yang cantik itu, bukan?”

“Iya.”

“Kenapa, Bos?” Chanyeol rangkul bahunya Suho. “Doi nolak lo? Udah deh, cari cewek lain aja…”

“Bukan itu, yeol.” Suho makin badmood. “Jadi, tadi gua nolongin dia yang kena bully Sooyoung sama gengnya, tapi Irene kayak nggak mau gua tolongin. Dia natap gua seolah gua ini adalah musuhnya yang sebenernya. Aneh nggak, sih?”

“Cieeee diabaikan cieee…”

“Diem, lu!” Jongin noyor kepalanya Sehun yang makin mengompori suasana.

“Ya mungkin aja cewek itu takut kena masalah kalo berhubungan atau dekat-dekat sama lo,” celetuk Dio yang lagi mainin game online di hapenya.

“Bisa jadi,” sahut Baekhyun sambil ngangguk-ngangguk sok misterius. “Atau mungkin, Irene emang nggak suka sama lo.”

“Yang itu lebih nusuk.” Chanyeol ketawa puas. “Kasihan banget sih lo, Ho.”

“Bacot.” Suho berdecak. “Gua samperin lagi aja kali ya, si Irene?”

“Seterah lo aja.” Jongin mengedikkan bahunya singkat. “Mudah-mudahan sekarang Irene nerima lo.”

“Jongin udah balik lagi ajalah jadi anak SD. Ngomong terserah aja, seterah,” celetuk Dio lagi. Pedessss bener.

“Nerima dalam rangka apa dulu nih, Bos? Emangnya lu mau nembak tuh cewek? Jangan lupa pj-nya kalo gitu,” kata Chanyeol setelah tawanya berhenti.

“Restoran bintang lima, kuy!” Baekhyun antusias, Dio jadi nggak tahan buat noyor kepala cowok itu.

Suho nggak banyak omong lagi. Dia langsung pergi ke kelasnya Irene dan kedatangannya itu disambut jerit nggak percaya dari para penghuni kelas, terkecuali Irene, tentunya.

Suho nyamperin bangkunya Irene. Cewek itu lagi duduk sendirian, temen sebangkunya pergi nggak tahu ke mana.

“Hai, Rene!” sapa Suho, senyumnya manis banget. Cewek-cewek jejeritan nggak jelas karena senyumannya, tapi lagi-lagi, Irene nggak ngasih respons apa-apa. “Dih, jutek amat!” Suho duduk gitu aja di samping Irene. “Jawab kek, sapaan gue.”

“Ngapain kamu di sini?” Irene ngerasa keganggu karena kehadiran Suho.

“Nyamperin lo, lah. Makanya gua duduk di sini,” sahut Suho santai. Pokoknya, setiap Suho ngomong, para cewek langsung semacam kena electric shock gitu, kayak judul lagu.

“Mau apa?”

“Pengin ngobrol sama lo. Boleh nggak?”

Irene diem. Matanya memicing. “Nggak,” jawabnya, datar.

“Jangan jutek dong, Rene. Gua ke sini kan, emang beneran pengin ngobrol sama lo. Sekalian mau ngecek keadaan lo…”

“Nggak usah bahas itu lagi.” Irene kini fokus ke buku di atas mejanya. “Mendingan kamu pergi aja. Aku nggak mau ngobrolin apa-apa sama kamu.”

“Hmm… oke.” Suho ngangguk patuh. Irene kaget. gimana bisa cowok terpandang dan nomor satu ini bisa nurut sama permintaannya semudah itu???

Suho ketawa lihat ekspresi kagetnya Irene. “Kok kaget? Atau jangan-jangan… lo sebenernya mau gua di sini dan…”

“Pergi.” Irene kembali buang muka.

“Iya, iya, tapi nanti lo pulang bareng gue, ya?”

“Hah???” Itu respons para penggemarnya Suho.

“Apaan, sih?” Irene pasang muka nggak nyantai. “Kenal juga nggak.”

“Oh, jadi lo mau kenalan?”

“Ih, kamu itu…”

“Lo bicara sambil pake ‘aku-kamu’ tuh berasa kita lagi pacaran, tahu nggak?”

Irene mingkem. Jantungnya langsung berdebar kenceng banget. Irene jadi takut Suho denger detakannya.

“Oke, kalau lo nggak mau pulang bareng gua, temenin gua makan aja, ya?”

Irene makin mingkem. Niatnya buat nolak ajakan Suho, hilang dalam sekejap.

“Suho…” bisik Irene, gemes. “Kamu jangan aneh-aneh, ah! Plis. Aku nggak kenal…”

“Iya makanya nanti kita kenalan lebih jauh aja, pas lo nemenin gue makan, sepulang sekolah.” Suho ngedipin sebelah matanya ke Irene.

Tanpa bicara apa-apa lagi, Suho bangkit berdiri lalu bilang, “Bel pulang nanti gue nyamperin lo ke sini, dan lo nggak boleh ke mana-mana. Atau…” Suho tersenyum menggoda, “Gue bakalan nggangguin lo terus. Setiap hari.”

Suho pergi, tapi Irene ngerasa senyumannya Suho masih ketinggalan di sini, dalam pikirannya.

———-

Kisahnya cukup sampe di sini aja ya, Guys! Alur selanjutnya silakan dibayangkan di benak masing-masing aja :”D

Terima kasih sudah membaca ^^

Jangan lupa mampir ke ceritaku yang berjudul Attaboy di Wattpad-ku juga, klik @Ikhsaniaty! X)

 

Salam sayang,

ShanShoo♥

One thought on “[Ficlet] Rich by ShanShoo”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s