EXOFFI FREELANCE] (IM)PERFECT: Sixth Page

| Damchuu Presents |

[ I M P E R F E C T ]

| Oh Sehun x Park Hyojin |

| School-life, Fluff, Hurt  |

| Series / PG-15 |

| DISCLAIMER: This story and characters are fictitious. Certain long-standing institutions, agencies, and public offices are mentioned, but the characters involved are wholly imaginary. |

 

Previous: [First Page] [Second Page] [Third Page] [Fourth Page] [Fifth Page]

Look from every side she is perfect. Perfect daughter for her parents, perfect student for her teacher. Also. Perfect demon for her nightmare.

 

-oooOooo-

 

“Waktumu tinggal tiga hari, dude.”

“Waktu apa?”

“Terus saja berlagak tidak tahu.”

“Ngomong-ngomong fotomu di kamar waktu itu sepertinya bagus kalau dipajang di mading.”

“SEHUN, PERHATIKAN BOLANYA!”

Bolehkan Sehun mengumpat saat ini? Ini sudah kesekian kalinya ia kehilangan bolanya hanya karena perkataan Chanyeol tadi pagi. Bahkan Coach Lee sudah menatapnya horor sejak 15 menit yang lalu. Rasa-rasanya Sehun ingin membolos saja hari ini. Apalagi objek kekesalannya sekarang sedang berdiri di depannya, mencoba mencuri bola dari rekan satu timnya.

Timnya hanya memerlukan satu poin lagi untuk bisa menang. Sekarang ia hanya perlu memastikan Baekhyun bisa memasukkan bolanya ke dalam ring tanpa gangguan—dan sepertinya Sehun bisa melihat jika caplang di depannya ini adalah gangguan utama timnya. Entah dorongan dari mana, Sehun dengan sengaja menabrak bahu Chanyeol hingga jatuh di lapangan. Bersamaan dengan itu Baekhyun berhasil memasukkan bolanya ke dalam ring.

“Maaf, aku tidak sengaja,” bohongnya sembari mengulurkan tangannya untuk membantu Chanyeol berdiri. Padahal di dalam hatinya ia sedang berteriak, rasakan!

Chanyeol menyambut uluran tangan Sehun dengan ekspresi yang seolah berkata, tidak apa-apa.

“Istirahat 10 menit!” teriak Coach Lee dari seberang lapangan, “Sehun, kau kemari!”

Oh, matilah dia!

oOo

“Konsentrasimu benar-benar pecah.” Komentar Baekhyun ketika Sehun sampai di pinggir lapangan dengan wajah kusutnya.

“Biarkan saja, orang kasmaran memang biasanya seperti itu,” tandas Joonmyeon yang langsung dibalas dengan lirikan tajam oleh Sehun, “apa? Memang kenyataannya begitu,”

“Woahh, dengan siapa?”

Joonmyeon baru saja akan menjawab saat Sehun menatapnya dengan mata elangnya, “Tanyakan sendiri,”

“Lalu beritamu gay itu bagaimana?” sambar Yiying yang langsung mendapat anggukan setuju dari teman-temannya.

“Jangan-jangan, kau dengan Chanyeol?” Suara melengking Baekhyun kembali terdengar. Kedua jari telunjuknya saling beradu membentuk isyarat.

“Aku kenapa?” sahut Chanyeol yang baru kembali dari memunguti bola yang tadi digunakan.

“Harus kukatakan berapa kali kalau bukan gay?” Sehun mengacak surainya frustasi, “Apalagi dengan si caplang ini.”

“Memangnya siapa yang mau denganmu? Aku masih sangat normal untuk menolakmu mentah-mentah.” Chanyeol menyahut tidak terima.

Kyungsoo yang sedari tadi mendengarkan membuka suara, “Sebaiknya lupakan saja acara cinta-cintaanmu itu, dua minggu lagi kau ada pertandingan. Jika kau masih bermain urakan seperti tadi tidak menutup kemungkinan kau akan dimasukkan ke bangku cadangan oleh Coach Lee.” Kyungsoo melirik Yuta dan Taeyong yang masih berlatih di lapangan, “Dua pemain barumu itu juga bermain cukup apik, kau sebaiknya hati-hati.”

“Iya-iya.” Sehun mengangguk sembari menandaskan minumannya. Hei, dia kaptennya disini. Bagaimana mungkin dia dimasukkan tim cadangan, konyol sekali.

“Ahh, aku lapar.” Baekhyun mengusap perutnya, “Kudengar ada warung tteokbokki baru di depan sekolah.” Sebuah senyuman jahil tercetak di bibirnya.

“Beli sendiri,” ujar Joonmyeon cepat membuat suara terkikik terdengar samar disana. Bukan rahasia lagi jika Ketua Osis sekolahnya ini merupakan anak konglomerat yang harta kekayannya tidak akan habis walau digunakan tujuh turunan. Karena itu teman-temannya sering memanfaatkan ketua OSIS-nya ini. Lagipula laki-laki itu juga tidak keberatan menghambur-hamburkan uangnya—mubazir katanya.

Baekhyun mengerucutkan bibirnya, “Dasar pelit!”

“KEMBALI KE LAPANGAN SEMUANYA!”

Joonmyeon baru saja akan menimpali ucapan Baekhyun, jika saja suara Coach Lee tidak menggema di lapangan. Dengan tergesa mereka kembali ke tengah lapangan. Berbaris dengan rapi disana sebelum akhirnya kembali memulai latihan.

“Chanyeol, curi bolanya!”

“Sehun, berhenti melakukan pivot di sana!”

SHOOOTT!”

“ARRGHH!”

Teriakan Sehun itu memecah ketegangan. Semuanya menoleh, mendapati Sehun terduduk di lapangan dengan memegangi kakinya. Kau tahu apa yang terjadi? Sehun mencoba melakukan slam dunk tadi. Dan itu berhasil, bolanya masuk ke dalam ring. Hanya saja ia melakukan pendaratan dengan cara yang salah sehingga menyebabkan kaki kanannya sepertinya terlilir.

“Kau tidak apa-apa?” Coach Lee menghampiri Sehun dengan wajah khawatir. Begitu juga dengan anggota yang lain. Ia meraih kaki Sehun, memijatnya pelan sehingga membuat pemiliknya mengaduh kesakitan, “Kakimu terkilir.”

“Tidak apa, aku masih bisa menahannya.” Sehun mencoba berdiri dengan sedikit kepayahan. Namun rasa sakit itu tidak bisa berhenti menusuk kakinya.

“Dasar, kau itu ketuanya. Masa melakukan slam dunk saja masih salah.” Coach Lee menghela nafasnya, “Joonmyeon, antarkan dia ke klinik sekolah.”

“Tidak perlu. Kakiku sudah sembuh.”

“Jangan membantah!” Nada Coach Lee meninggi, “Dua minggu lagi kau ada pertandingan. Tidak usah bertingkah sok kuat.”

Sehun menurut. Benar. Dua minggu lagi ia ada pertandingan dan ia ketuanya. Tidak lucu kalau ia dimasukkan ke bangku cadangan hanya karena kakinya terkilir.

Joonmyeon kemudian memapah Sehun sampai ke depan pintu klinik sekolah. Sayangnya ketika mereka sampai di sana pintunya sudah tertutup rapat, “Sepertinya sudah tutup,” gumam Joonmyeon. Ia mencoba membuka pintunya namun gagal karena dikunci, “Sebaiknya kita ke rumah sakit saja.”

“Tidak usah, kakiku sudah baikan,” sanggah Sehun cepat. Ia benar-benar benci rumah sakit.

“Tidak ada bantahan. Aku akan menelpon Kyungsoo.” Joonmyeon mengeluarkan ponselnya.

“Halo?”

“Halo? Kyung, kliniknya tutup. Sepertinya aku harus membawa Sehun ke rumah sakit. Tolong katakan pada Coach Lee.”

“Rumah sakit? Baikla—tunggu! Setelah latihan kau kan ada rapat OSIS!”

“Tenang saja. Aku tetap akan datang.”

“Awas saja kalau kau sampai terlam—piiip.” Joonmyeon menutup panggilannya sebelum Kyungsoo sempat menyelesaikan kalimatnya. Ia malas terus-terusan mendengar omelan sang sekertaris.

“Sudah?” Tanya Sehun.

Joomyeon mengangguk, “Kita pakai mobilku saja.”

Sehun hanya mengangguk kemudian mengekori Joonmyeon menuju parkiran. Laki-laki itu terus menutup mulutnya rapat-rapat bahkan sampai keduanya berada di mobil. Manik matanya tidak bisa berhenti melirik ke arah Joonmyeon. Merasa risih terus dipandangi, Joonmyeon lalu membuka suara.

“Apa? Penasaran darimana aku tahu?”

“Tidak,” ucap Sehun yang dibalas tawa oleh Joonmyeon.

“Gengsimu itu terlalu tinggi, turunkan sedikit.” Joonmyeon menghentikan tawanya, “Kuberi tahu ya, besok Senin beritamu dengan gadis bernama Park Hyojin itu pasti sudah marak di sekolah.”

“Woahh, aku tidak percaya mulutmu selicin ini.”

“Bukan aku! Salahkan biang gosip sekolahmu.”

Sehun mendengus. Jung Soojung benar-benar tidak bisa diandalkan disaat seperti ini.

oOo

Sehun mengernyit tidak mengerti pada dokter di hadapannya. Terhitung sudah 5 menit sejak ia dipanggil masuk ke ruangan namun dokter cantik itu seakan engan membalik kursinya untuk berhadapan dengannya. Sehun tahu dirinya tampan sampai-sampai membuat orang lain silau saat menatap wajahnya, tapi tidak perlu sampai seperti ini juga kan?

“Nama: Oh Sehun.”

Dokter itu berbicara. Tapi kenapa suaranya terdengar tidak asing?

“Keluhan: Nyeri di pergelangan kaki.”

“Solusi: Keluar dari tim basket kemudian masuk wajib militer.” Dalam hitungan ketiga dokter itu membalik kursinya dengan sebuah senyuman mengembang, “Bagaimana, bagus kan?”

Entah rasanya jantungnya seperti turun sampai ke dasar. Sehun sudah membayangkan seorang psikopat akan muncul dari balik kursi itu dengan pisaunya. Atau paling tidak seorang dokter wanita yang sangat cantik dan seksi. Tapi yang didapatinya? Seekor burung gagak yang kehilangan paruhnya.

“Kenapa rumah sakit sebesar ini mempekerjakan dokter gadungan sepertimu?”

Wanita dengan nametag Oh Yoora itu tampak mengendikkan bahunya tidak peduli, “Paling tidak dokter yang kau sebut gadungan ini punya lisensi dari Universitas Harvard.” Ia lalu beranjak menuju ranjang pemeriksaan. Tangannya menepuk ranjang itu pelan sebagai isyarat agar Sehun segera berbaring disana.

“Apa?”

Ketidakpekaan Sehun mau tidak mau harus membuat Yoora menahan kejengkelannya, “Kau mau diperiksa tidak?”

Sehun baru mengerti menunjukkan cengiran tidak berdosanya. Dengan sedikit kesusahan ia menuju ranjang itu. Kemudian dengan telaten, Yoora mulai memerika kaki Sehun.

“Kakimu terkilir,” gumam Yoora sembari terus menekan titik-titik rasa sakit pada kaki Sehun, “dan sepertinya cukup parah. Sebaiknya kau jangan bermain basket dulu selama seminggu ini.”

“Tidak bisa! Timku ada pertandingan dua minggu lagi.”

“Terserah saja. Aku hanya memberimu salah satu pilihan dari dua kemungkinan. Tapi kalau kau masih mau memaksakan kakimu, aku tidak bisa menjamin akan jadi separah apa setelahnya.”

Sehun terdiam bimbang.

“Tapi kau datang ke sini sendirian? Dengan kaki seperti itu?”

“Mana mungkin. Aku kemari dengan temanku, tapi dia pulang duluan tadi.” Joonmyeon memang kembali ke sekolah untuk rapat. Telepon Kyungsoo yang masuk setiap 5 menit sekali membuat pria itu tidak berhenti mengomel. Aku masih sayang telingaku—begitu katanya sebelum akhirnya memutuskan kembali ke sekolah sebelum telepon Kyungsoo yang ke-13 masuk.

Yoora mengangguk mengerti, “Lalu bagaimana kabar pacarmu itu?”

“Pacar yang mana?”

“Yang kau bawa pulang ke rumahmu. Bagaimana kabarnya? Sudah baikan?”

“Dia bukan pacarku tahu!” masih proses—lanjutnya dalam hati. Sehun lalu mengendikkan bahunya tanda tidak tahu. Sudah dua hari ini mereka tidak berbicara. Bertemu pun tidak. Malah kabarnya Chanyeol menjadi seakin dekat dengan Hyojin akhir-akhir ini dan itu sukses membuat telinga Sehun panas.

“Kan sudah kubilang untuk mengawasinya!”

“Kalau keadaannya memang tidak memungkinkan mau bagaimana lagi?” Sehun membrengut, nada suaranya sedikit meninggi, “Kalau perihal lukanya aku memang tidak tahu pasti, tapi sepertinya keadaannya sudah jauh lebih baik.”

“…..”

“Dan pengawal-pengawal itu masih sering berkeliaran di sekitarnya. Bahkan kulihat jumlahnya bertambah.”

“Sudah kuduga pasti ada yang tidak beres.” Ketika hendak melontarkan pertanyaan lain ponselnya berdering menandaan sebuah panggilan baru saja masuk. Tanpa permisi Yoora mengangkat telponnya sembari berjalan ke sudut ruangan guna mencari tempat yang lebih tenang. Mereka bercakap kurang lebih selama 5 menit dan selama itu pula Sehun menatap sepupunya itu tanpa minat.

“Kenapa kau masih di sini?” tanya Yoora setelah selesai menelpon.

“Menurutmu bagaimana caranya aku pulang? Jalan kaki, begitu?”

Melihat kedua sudut bibir Sehun tertarik Yoora buru-buru menggelengkan kepalanya, “Tidak bisa, mobilku mahal. Pesan taksi sana!”

Sehun baru saja akan menyumpahi sepupunya ini jika saja suara dering ponsel kembali menginterupsi percakapan mereka. Kali ini giliran ponselnya yang berbunyi. Menampakkan sebaris pesan dari orang yang sangat ditunggunya beberapa hari terakhir.

To: Sehun

Kita perlu bertemu.

 

     -oooOooo-

 

Aku lagi males ngerevisi. Kalo misalnya ada typo dan sebagainya maklum yaa :V

Keep in touch with me:
Wattpad:
Keizester
Personal Blog:
seveneXsion

Regards,
Damchuu

17 tanggapan untuk “EXOFFI FREELANCE] (IM)PERFECT: Sixth Page”

  1. Waittttt…. Sehun sama Yoora gak ngerencanain sesuatu yg buruk buat Hyojin kan?? Kok mereka kayaknya berkomplot gitu???

  2. Sehun sih pake iseng nyenggol bahu chanyeol,jadinya kena karma sendiri kaki terkilir..wkwk..Berita sehun ama hyojin kayaknya bakal merubah image sehun yg disangka gay. Lanjut thor..

    1. Wkwkwk, itu di NCT life ya?? Pas mereka tanding masin basket kali nggak salah??

      Gapapa lahh, ekspektasi emang kadang nggak seindah realita 🤣🤣

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s