[EXOFFI FREELANCE] Just Right

[EXOFFI FREELANCE] Just Right - Ficlet.png

Just Right

by gwenn

Ficlet/ AU; Angst; Drama; Hurt/ PG 15

Kim Suho; Park Chaesa; Park Chanyeol

Summary:

Apakah mencintai seseorang dengan amat sangat termasuk kedalam bentuk gangguan kejiwaan?

Disclaimer:

Fanfic ini murni buatan gwenn 100%, tanpa bantuan pemikiran orang lain sekalipun. Tolong hargai karya penulis dengan tidak menjiplaknya. Cerita ini sudah gwenn publish di wattpad milik gwenn, http://wattpad.com/gwennicy

So, let’s begin…

Suho tak pernah sebahagia ini dalam hidupnya. Satu tahun terakhir, hidupnya terasa sempurna didampingi seorang gadis cantik yang sangat dicintainya. Gadis yang sebenarnya telah lama dikenalnya dan dicintainya dalam diam.

Namun tetap saja, dikala bahagianya, ada saja orang yang tidak suka terhadap kehidupan Suho. Orang lain bilang Suho tidak waras. Tidak waras apanya, Suho bahagia dengan tawanya setiap hari karena gadisnya selalu ada menemani.

Park Chaesa, nama gadis bersurai hitam yang selalu menatap suho lembut dan tersenyum menampilkan lesung pipit di pipinya.

“Chaesa, bangunlah. Sudah pagi”  Suho berbisik ditelinga Chaesa yang masih terlelap dalam tidurnya.

“Ayo sarapan, aku sudah menyiapkannya”

CUP.

Setiap pagi, Suho tidak pernah melupakan untuk mencium pipi mulus gadis tersebut. Suho sangat mencintai Chaesa, begitupula Chaesa dan semua orang juga tau akan hal itu.

“Sayang, kemarilah. Aku sudah membuat sup hangat kesukaanmu. Habiskan semua ya, setelah ini kita akan berkemas untuk pergi ke pantai”  oceh Suho dengan riang.

    KRINGGGGGG

    Itu bunyi telepon rumah milik Suho. Iya, memang terasa kuno. Ketika era modern yang seharusnya Suho menggunakan ponsel pintar, laki – laki itu justru memilih bertahan dengan telepon rumahnya yang antik tersebut.

    Sebenarnya Suho mempunyai ponsel, tadinya. Iya, sebelum orang – orang mulai mengatakan dia tidak waras. Suho tidak mau hidupnya terganggu dengan komentar orang, lalu akhirnya dia membuang ponselnya. Toh, Chaesa juga selalu ada bersamanya, jadi mereka tidak butuh ponsel untuk saling berhubungan.

    “Sayang, sebentar ya. Aku akan mengangkat telepon dulu”  Suho pamit kepada Chaesa lalu bergegas menuju asal deringan tadi.

    ‘Suho?’  panggil sebuah suara diseberang sana. Itu suara Chanyeol, kakak Chaesa.

    ‘Ini aku’

    ‘Apa kau ada waktu hari ini?’

    ‘Entahlah. Kemarin aku sudah berjanji pada Chaesa untuk pergi ke laut. Kau tahu sendiri bagaimana adikmu itu menyukai laut’

    Suho tersenyum tatkala mengucapkan kalimat tersebut kepada Chanyeol.

    ‘Apa kau sangat mencintai adikku?’

    ‘Kau tau persis bagaimana perjuanganku dulu’

    ‘Yaa, memang. Kau selalu menggantikan posisiku sebagai kakak untuknya ketika aku tidak ada disampingnya. Aku berterimakasih akan hal itu

‘Kau tidak perlu berterimakasih. Aku senang melakoninya, karena pada akhirnya kami bisa berkencan’

‘Hhh’  Chanyeol menghela napas diseberang sana.

’Aku tidak tau lagi bagaimana harus menyikapimu’

‘Apa maksudmu?’

‘Kau pria tampan dan juga mapan. Tidakkah kau ingin berkencan dengan gadis lain?’

    ‘Apa kau menyuruhku untuk berselingkuh dari adikmu sendiri?’

    ‘Itu bukan selingkuh. Kau hanya memulai sebuah cerita baru’

    ‘Tidak. Aku hanya mencintai Chaesa. Dulu, kini dan entah sampai kapanpun itu, aku hanya bisa mencintainya’

    ‘Suho, jangan menyakiti hatimu dengan kepura-puraanmu’

    ‘Aku yang paling tau diriku. Karena bagiku, bersama Chaesa adalah yang terbaik’

    ‘Suho, tapi Chaesa…..’

    ‘Sudahlah, aku sedang tidak ingin berdebat. Ada apa kau menelponku?’

    ‘Ini tentang dia’

    ‘Dia, sudah ditemukan’  ucap Chanyeol lirih.

    Hening beberapa saat, sebelum akhirnya Suho tersenyum miring.

    ‘Chanyeol, sudah dulu ya. Aku terlalu lama meninggalkan Chaesa, dia sedang sarapan’  pamit Suho kepada Chanyeol, seperti menghindari pernyataan Chanyeol tadi.

    Suho bergegas melangkahkan kakinya menghampiri Chaesa

“Itu tadi kakakmu. Seperti biasa, dia bercanda lagi agar aku berkencan dengan gadis lain. Yang benar saja, bagaimana aku bisa berpaling ketika gadis yang kukencani adalah gadis paling cantik dan menarik”  setelah mengucapkan itu, Suho mencium puncak kepala Chaesa.

    “Kau disini saja sebentar. Aku akan berkemas dan menyiapkan mobil, setelah itu kita akan langsung berangkat”

    Suho mengemasi beberapa perbekalan untuknya dan Chaesa. Lalu setelah itu Suho melangkah keluar rumah untuk menyiapkan mobilnya. Saat keluar gerbang, Suho mendapat tatapan iba dari para tetangganya. Suho tak mengerti mengapa mereka menatap seperti itu. Menurutnya, Suho bukanlah orang yang harus dikasihani. Baginya, mendengar ucapan buruk mereka tentang kejiwaan Suho yang mereka kata tidak waras, lebih baik daripada mendapat tatapan seperti ini.

    Suho kembali ke dalam rumah untuk mengajak Chaesa segera pergi.

    “Kau pasti sudah tidak sabar untuk pergi ke laut kan. Ayo sayang, semuanya sudah siap”

    Suho dengan penuh perhatian menggenggam tangan Chaesa dan menuntunnya keluar rumah. Belum sampai ke halaman rumahnya, lelaki bertubuh jangkung menghampirinya. Itu Chanyeol.

    “Ada apa Chanyeol? Aku kan sudah bilang tidak ada waktu luang. Aku akan pergi ke laut bersama Chaesa”

    “Suho sadarlah. Aku yakin masih ada kewarasan di otak jeniusmu itu”

    “Apa? Jadi kau mau mengatakan bahwa aku juga tidak waras? Aku hanya mencintai adikmu dengan sangat. Apa itu salah?”

    “Suho”

    “Pulanglah. Aku muak denganmu”

    “Dia sudah ditemukan”  Chanyeol mengatakan hal yang sama seperti saat di telepon tadi pagi.

    Hening. Tidak ada jawaban dari Suho.

    “Dalam tiga puluh menit jasadnya akan tiba dirumahku. Kuharap kau mau ikut untuk menyiapkan pemakamannya, sebagai penghormatan terakhir terhadap orang yang kau katakan sangat kau cintai itu”

    “Tidak. Chaesaku disini. Gadisku, kesayanganku, selalu disini menemaniku!!!”  teriak Suho emosi.

    “Iya jika yang kau maksud adalah mannequin yang mempunyai wajah dan tubuh persis seperti adikku!!! Kau sudah gila, Suho”

    Tidak ada jawaban dari Suho. Biar bagaimanapun, setidaknya masih ada akal sehat yang tersisa dalam otak jeniusnya. Suho sadar bahwa selama satu bulan terakhir, Chaesa yang selalu ada disampingnya hanya diam, tidak membalas semua perkataannya, tidak juga membalas semua perlakuan sayangnya.

    “Sadarlah. Chaesa telah pergi meninggalkan kita satu bulan yang lalu. Dia tenggelam, terbawa arus, kau tau persis kejadian itu. Dan sekarang, jasadnya telah ditemukan, kuharap kau sudi untuk datang”

    Setelah mengucapkan itu, Chanyeol pergi meninggalkan Suho yang mematung ditempatnya setelah kenyataan pahit kembali menghantamnya seperti satu bulan yang lalu. Tidak, Suho tidak bisa menerimanya, bagaimana mungkin kekasihnya pergi meninggalkannya?

FIN.

One thought on “[EXOFFI FREELANCE] Just Right”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s