[EXOFFI FREELANCE] Veni Vidi Vici (Chapter 4)

art1

Title : Veni Vidi Vici

Author : chocolate crush

Length : chapter 4

Genre : Fantasi, comedy & romance

Rating : PG 15

Main cast : Amanda Lee – Oh Sehun – Park Yeong Jae

Additional cast : find by your self

Summary : Amanda lee. Gadis keturunan korea-indonesia yang tergila-gila pada grup idol dunia EXO. Kedekatannya dengan grup tersebut membawanya pada sebuah rahasia terbesar dari grup tersebut.

Disclaimer : FF ini murni buatan aku. cerita ini udah lama banget muter-muter dikepala aku dan baru bisa terlampiaskan(?) sekarang. Enjoy my story~~~

***

Tidakkah debaran jantung ini salah sasaran? – Amanda.

***

Amanda menatap lapar kearah makanan yang tersedia diatas meja didepannya. Kyungsoo menyiapkan begitu banyak makanan ditambah dengan makanan dari ibunya.

“Makan yang banyak. Arraseo?!” ujar kyungoo.

“Ne.”

Amanda memulai memakan satu persatu makanan itu. Dan berkali-kali juga dia merasa takjub dengan kelezatan masakan seorang kyungsoo.

“Wahh!! Ini enak sekali oppa!!” ucap amanda dengan mata yang berbinar.

Kyungsoo tersenyum mendengar ucapan amanda. “Gomawo.”

Mereka kembali menikmati makan malam mereka.

***

“Amanda? Kau adalah EXO-L, iyakan?” tanya baekhyun.

Amanda mengangguk cepat. “Ne!”

“Siapa diantara kami yang kau sukai?” tanya baekhyun.

Amanda melirik kearah kai yang kini juga sedang menatapnya. “Kai oppa.” Cicit amanda.

“Sudah ku duga! Kau begitu terpesona dengan kai. Aku sudah curiga dari awal.” Ujar chanyeol.

Amanda hanya menundukkan wajahnya malu. Ia tak berani menatap kai. Entah kenapa dia merasa seperti baru saja menyatakan cinta kepada gebetannya sendiri.

“Wae? Kenapa kau menyukai kai?” tanya xiumin.

“Karna dia sexy?” sambung chen.

“Aku menyukainya saat pertama kali melihatnya disebuah majalah saat kalian debut.” Jujur amanda.

Ya, dia memang menyukai kai dari awal dia melihat wajah pria itu disebuah majalah yang ia beli. Saat itu dia belum tau banyak tentang EXO.

“Seberapa besar kau menyukai kai?” tanya chen lagi.

“Emm… sangat? Kurasa begitu. Hehehe” ujar amanda.

Kai mengelus puncak kepala amanda sambil tersneyum hangat kepada gadis itu.

Gomawo sudah menyukaiku.”

Amanda merasa tubuhnya menegang seketika. Wajahnya memanas. Yang dilakukan kai sangat berdampak besar pada tubuhnya. Termasuk otaknya yang mendadak berhenti bekerja.

“Majja! Majja! Dia benar-benar menyukai kai! Lihat saja wajahnya sudah seperti kepiting rebus saat ini.” ledek chen.

Amanda sontak menutup wajahnya malu.

Dasar! Kenapa kau sangat mudah terpesona?!

“Ya! berhentilah menggodanya!” ujar suho.

Amanda mengangkat kepalanya dengan wajah masih memerah malu.

“Sehun? Ku dengar acara variety show mu berjalan lancar.” Ujar suho.

Sehun mengangguk. “Ya begitulah. Reaksinya bagus. Syukurlah.”

“Aku melihat beberapa artikel yang membahas tentang kemistri mu dengan kim sejeong. Bahkan ada yang menjodoh-jodohkan kalian.” Sambung baekhyun.

“Ya! kenapa kau berkata seperti itu?! kau lupa amanda—” bisik chanyeol sambil melirik ke amanda.

“Amanda kau tenang saja tidak ada apapun anatara sehun dan sejeong.” Ujar chanyeol berusaha membuat penjelasan kepada amanda.

“Aku tidak marah kok! Sungguh. Kalian tenang saja.” Jawab amanda enteng.

“Kau… tidak kesal kalau kami bersama dengan wanita? Maksudku didrama atau apapun?” tanya chnayeol lagi.

Amanda mengangguk. “Ne! gwenchana. Aku tidak akan marah-marah dan mendadak membenci kalian atau menyerang si wanita yang dekat dengan kalian.”

“Aku memaklumi itu semua. kalian berpasangan dalam sebuah drama itu merupakan bentuk professional kerja. Dan soal kekasih… itu hak kalian.” Sambung amanda.

“Jadi… saat aku dan krystal? Kau… tidak membenciku?” tanya kai hati-hati.

Pertanyaan itu agak pribadi. Ya kalian pasti tau soal hubungan kai dan krystal yang pernah menjadi sepasang kekasih.

Berapa banyak yang terkejut dan sedih, kesal, kecewa dan marah. Itu wajar…

“Aku hanya terkejut saja, oppa. Maksudku… ya kalian pasangan yang sudah dijodoh-jodohkan sejak kau menjadi model di album F(x).”

“Sejujurnya aku sudah curiga kalau kau memang mempunyai hubungan spesial dengannya. Saat di MAMA kau terlihat senang begitu melihat wajah krystal eonni muncul dilayar. Dan yang paling mengejutkan juga saat kau, krystal eonni dan taemin oppa berada disatu pemotretan yang sama. Jadi aku tidak terlalu terkejut.”

Kedelapan pria itu terlihat terdiam. Mereka menatap amanda dengan pandangan yang entahlah… sulit dijelaskan.

“Seandainya mereka semua sepertimu. Kami tidak akan terlalu khawatir kalau-kalau kelak kami memiliki seorang kekasih.” Ujar chen.

Majja! Selama ini aku selalu merasa khawatir bahkan saat aku bermain drama. Aku takut mereka akan kecewa dan meninggalkanku.” Sambung chanyeol.

Oppa-deul? Aku yakin kami tidak seperti itu. Kami tidak akan meninggalkan kalian. Jangan khawatir.” Ujar amanda.

“Bagaimana bisa kau setenang itu? aku yakin kau pasti pernah merasa kesal atau bahkan membenci kami.” Ujar suho.

Amanda tersenyum. “Ya kau benar. Aku merasakan kemarahan itu. terutama saat kai oppa dan krystal eonni berpacaran.”

“Tapi… kebahagian kalian lebih penting bagiku, dan Exo-L. kalian bahagia maka kami akan lebih bahagia. Kalian bersedih kami akan selalu mencoba menghapus kesedihan kalian.”

“Bagiku, tidak bisa melihat kalian dipanggung lagi adalah hal yang paling menyedihkan. Saat kai oppa mengalami cedera yang menyebabkan dia tak bisa menari bahkan kalian comeback tanpanya. Disaat menari sudah menjadi sebagian dari hidup seorang kai. Saat itu aku sangat sedih. Melihat kai oppa hanya duduk dikursi dan memperhatikan kalian menari membuatku menangis.”

“Jadi. Aku akan mendukung apapun keputusan kalian. Apapun itu, memiliki kekasih, beradegan mesra dengan wanita manapun, bahkan ketika kalian menikah. Maka aku akan tetap menjadi fans kalian yang selalu mendukung kalian.”

Mwoya… kau membuatku ingin menangis!” keluh xiumin.

“Ya! bagaimana bisa kau memiliki pemikiran sedewasa itu, hmm?” sambung kyungsoo.

“Entahlah.. aku juga tidak tau, hehehe” amanda menggaruk belakang lehernya.

“Setelah mendengar semua ucapanmu. Aku jadi semakin menyukaimu, kau tau?” ujar kai.

Wajah amanda kembali memerah. Pria sexy disampingnya ini benar-benar ingin memperpendek umurnya.

Mereka kembali melanjutkan perbincangan mereka. lebih tepatnya tentang kehidupan para EXO-L yang banyak perjuangan. Dan juga dana.

***

Setelah selesai makan. Amanda mengajukan diri untuk mencuci seluruh piring kotor.

Dan kini amanda tengah berada didapur dan mencuci piring tersebut satu persatu.

“Perlu bantuan?” suara seseorang disamping amanda, membuatnya terkejut dan segera menoleh ke pria yang berdiri disampingnya.

“Aniyo, oppa. Aku bisa sendiri.” tolak amanda halus.

“Kau yakin?”

Amanda mengangguk. “Ne. Sehun oppa kau bisa beristirahat. Setelah ini aku akan pulang.” Ujar amanda.

Sehun akhirnya menuruti perintah amanda dan berjalan keluar dari dapur. Tapi dia tidak masuk kekamarnya melainkan berdiri dipintu sambil memandangi amanda dari belakang.

Tiba-tiba sebuah ide jahil muncul dikepala member termuda itu.

Sehun meniup angin dari mulutnya, membuat rambut amanda berterbangan terkena angin.

Mwoya! Kenapa tiba-tiba berangin?” gumam amanda.

Amanda menoleh kejendela disampingnya dan jendela tersebut tertutup rapat.

Melihat itu sehun semakin gencar menjahili gadis itu. rambut amanda yang tergerai membuat rambutnya menutupi wajahnya saat sehun kembali meniupkan angin kearahnya.

Amanda berusaha beberapa kali menyingkirkan rambutnya kesamping, tapi percuma rambutnya kembali menutupi wajahnya.

“Aishh.” Amanda melepaskan sarung tangan karet yang dikenakannya dan membantingnya kesal.

Dia mengumpulkan rambutnya menjadi satu untuk mengikatnya, namun pitanya mendadak hilang entah kemana.

“Oh? Kemana perginya? Sepertinya tadi aku membawanya.”

Amanda mencari disekitarnya tak menemukan karet gelang atau apapun yang bisa digunakannya untuk mengikat rambutnya.

“Astaga! Bagaimana aku menyelesaikan semua ini, kalau kau terus menutupi wajahku.” Geram amanda pada rambutnya sendiri.

Sehun mengulum senyumnya susah payah. Melihat amanda kerepotan seperti itu entah kenapa terlihat begitu lucu dimatanya.

Sehun berjalan mendekat kearah amanda.

“Sepertinya kau butuh bantuan sekarang?”

Amanda mendongak dan melihat sehun yang berdiri didepannya dengan kedua tangan terlipat didadanya.

Amanda mengangguk lemah. “Ne…”

“Jadi apa yang bisa ku bantu sekarang?” tawar sehun.

Amanda tampak menimang-nimang apakah ia harus meminta tolong pada pria itu atau tidak.

“Jadi begini… bisakah kau memegangi rambutku sebentar oppa. Rambutku selalu jatuh dan menutupi wajahku jadi aku tak bisa mencuci piring ini. tapi kalau kau mau? Kalau tidak juga tak apa. aku—” ucapan amanda terhenti begitu sehun maju mendekat kearahnya dan langsung memegang tangan amanda yang masih memegang rambutnya. Jadi sehun seakan tengah menggenggam tangan amanda.

“Seperti ini?” tanya sehun.

Amanda masih membatu ditempatnya. Jarak sehun begitu dekat dengannya. Belum lagi sehun sengaja sedikit menundukkan wajahnya agar sejajar dengan wajah amanda.

“Amanda?”

“N..Ne? Oh ne.”

Amanda melepaskan tangannya dan dengan cepat membalik badannya kembali kepada washtafel dan kembali melanjutkan cucian piringnya.

Sedangkan sehun berdiri dibelakangnya dengan tangan kanan yang memegang kuciran amanda.

Jika dilihat dari belakang mereka seakan terlihat tengah berpelukan mesra, melihat jarak sehun yang cukup rapat dengan amanda.

Amanda hanya bisa merutuki dirinya didalam hati. Amanda berusaha menyelesaikan pekerjaan nya dengan cepat agar ia bisa terlepas dari keadaan menyiksa ini.

Walaupun tangannya bergetar saat ini. siapa yang masih bisa santai saat berada dijarak sedekat ini dengan salah satu personel dari grup paling fenomenal dikorea hah??

Siapa??

Ia merasa sesak, ia kesulitan bernafas. Ditambah lagi detakan jantungnya yang memacu cepat.

Sial! Sial! Ini benar-benar membuatku gila!

***

“Amanda-ya? bagaimana dnegan rencana masa depanmu? Hmm?” tanya tuan lee.

“Aku… masih belum tau. Tapi aku tidak tertarik bekerja dikantor appa ataupun eomma.” Jawab amanda.

Tuan lee menangguk paham. “Begini saja. Kebetulan appa pernah membeli sebuah toko di daerah gangnam. Appa akan memberikannya padamu.” Ujar tuan lee.

“Ne? toko?”

“Iya. Apa kau pernah berpikir untuk memulai bisnis?” tanya tuan lee.

Amanda mengangguk. “Ne. aku pernah ingin membuka sebuah toko buku. Sepertinya aku bisa membukanya disana.” Ujar amanda.

“Baiklah! Appa akan meminjamkan dana untuk mu. Kau bisa membuka toko buku disana. Bagaimana? Kau suka?”

Amanda mengangguk antusias. “Ne! appa gomawo!!”

Amanda memeluk tuan lee dan mengecup singkat pipi ayahnya. Dia senang sangat! Akhirnya dia tak perlu menganggur lagi. Bagaimanapun dia butuh modal. Apalagi EXO akan segera comeback dan itu akan membutuhkan banyak dana. Mulai dari membeli album, fansign, acara music ditambah konser yang akan datang.

Dan jangan lupakan segala macam project dari para fansite-nim.

“Kau senang?” tanya nyonya kim.

sure! No reason for me not to be happy, right?”

***

Hari ini amanda resmi membuka toko buku miliknya. Toko kecil yang terlihat manis dnegan interior rancangan sang kakak.

“Akhirnya appa tidak membuang-buang uang dengan sia-sia.” Ujar jae hwan.

Amanda hanya memutar bola matanya.

“Sekarang toko ini jadi milik kamu. Kamu harus bertanggung jawab. Menggerti tal(putri)?!” ujar tuan lee.

“Ne appa! Don’t worry

“Baiklah appa dan eomma mau pergi ke kantor.” Setelah kepergian kedua orang tuanya dan juga sang kakak.

Amanda mulai dengan kesibukan barunya. Menyusun buku-buku dan menatanya rapi.

“Aku harus memberi kabar bahagia ini sama delia. Dia pasti seneng banget ngelihat gue gak berakhir jadi pengangguran disini.”

Amanda yang sedang menata buku-buku dikagetkan dengan suara pintu toko yang terbuka.

“Selamat datang.” sapa amanda ramah menyambut sosok pria tinggi yang menjadi pelanggan pertamanya hari ini.

“Ada yang bisa saya bantu?” tanya amanda ramah.

Pria itu hanya bergeming sambil menatap amanda lekat.

“Amanda?” seru pria itu.

“Ne… nugu..?” tanya amanda ragu.

Pria itu langsung memeluk tubuh amanda. Amanda yang dipeluk secara tiba-tiba hanya bisa terdiam dengan wajah kebingungan.

“Siapa pria gila ini? kenapa dia tiba-tiba memelukku?”

Long time no see!! Bagaimana kabarmu? Semenjak kau pindah ke Indonesia. Kau sama sekali tak pernah menghubungi ku lagi. Kau tau kalau kau sangat jahat.” Ujar pria itu panjang lebar.

Amanda mengedipkan matanya dua kali. Dia benar-benar tak mengenali sosok pria didepannya ini.

“Kau mengenalku?” tanya amanda.

Pria itu mengangguk cepat. “Tentu saja. Kita dulu bertetangga. Kau lupa?”

“Entahlah…. Aku tidak begitu ingat…” amanda menggaruk belekang kepalanya.

“Ah baiklah! Aku Park Yeong Jae.” Pria itu mengulurkan tangannya.

Amanda menyambut uluran tangan pria itu.

“Jadi kau sudah mulai ingat denganku?” tanya pria itu lagi.

Amanda memiringkan kepalanya sedikit. Ia tampak mulai berpikir sambil mengingat tentang kenangannya selama dia tinggal dikorea beberapa tahun yang lalu.

Apa dia anak yang selalu mengikutiku saat sekolah dulu ya?

“Maaf sebelumnya… hokshi kau anak laki-laki yang dulu selalu mengikutiku saat disekolah itu?” tanya amanda ragu.

Pria itu tertawa “Ne. Akhirnya kau mengingat ku juga. Ku pikir aku benar-benar telah dilupakan.” Ujar pria itu.

Jinjja? Jadi kau benar anak laki-laki yang selalu dibully itu dan juga selalu memakai kaca mata dan juga sangat lugu. Wow…” amanda tak lagi melanjutkan kalimatnya karna ia sibuk melihat pria itu dari atas kepala sampai ujung kakinya.

Park Yeong Jae yang ia kenal dulu sangat jauh berbeda dengan yang berada dihadapannya saat ini. Pria didepannya ini terlihat tinggi, tampan dengan tubuh yang atletis.

Sangat membuat pangling.

“Apa aku membuatmu terpesona?” goda pria itu.

Amanda menggeleng. “Aku hanya…. Terkejut?”

“Hahaha. Baiklah.”

Dan mereka berdua melanjutkan obrolan masa kecil mereka. Hingga malam menjelang.

“Kau masih tinggal dirumah lama?” tanya yeong jae.

Amanda menggeleng. “KAmi sudah pindah kerumah baru. Karna rumah yang lama jaraknya terlalu jauh dengan kantor appa.” Jawab amanda.

“Kalau begitu biar aku antar gimana?” tawarnya.

“Tidak usah! Aku tidak mau merepotkanmu lagi hari ini. sudah cukup kau membantuku ditoko hari ini.” tolak amanda halus.

Gwaenchana! Lagi pula aku juga pasti nantinya bakal sering mampir kerumahmu.”

Wae?”

“Biar bisa dekat denganmu, mungkin…”

“Hahaha…. Ada-ada saja kau ini.”

***

Akhirnya amanda mengalah dan membiarkan yeong jae mengantarnya pulang. Toh tidak ada salahnya juga.

“Jadi ini rumahmu?” tanya yeong jae begitu merek atiba didepan rumah amanda.

“Oh!”

Oneul jinjja gomawo yeong jae-ya.” ujar amanda.

Dwesseo! Kau terlalu banyak berterima kasih padaku.”

“Kalau begitu aku pergi dulu.” Yeong jae masuk kembali kedalam mobilnya dan melajukan mobilnya menjauh dari rumah amanda.

Saat amanda hendak berjalan menuju rumahnya. Dia melihat sosok sehun dan baekhyun yang berjalan menuju kearah mereka.

“Amanda-ya!” panggil baekhyun.

Anyeonghasaeyo.” Sapa amanda ramah. Apapun itu jika sudah menyangkut EXO maka ia akan menjadi gadis paling anggun sedunia.

“Kalian dari mana?” tanya amanda lagi.

Baekhyun mengangkat kantong plastic ditangannya. “Dari memebeli ramyeon!”

“Siapa?” tanya sehun.

“Ne?”

“Siapa pria yang mengantarmu pulang?” ulang sehun.

“Oh dia temanku.” Jawab amanda.

“Teman? Kau sudah mendapat teman saja.” Ujar baekhyun.

“Ne! sebenarnya dia teman kecil ku dulu sewaktu dirumah lama. tadi dia menemuiku ditoko buku.” Jelas amanda.

“Toko buku?” tanya sehun.

“Aku baru saja membuka toko buku hari ini. dan sebenarnya akku mau mentraktir kalian makan. Tapi aku takut mengganggu jadwal kalian.” Ujar amanda.

Jinnja?! Besok malam kami free! Kita bisa mengadakannya dirumahmu. Bagaimana?” tawar baekhyun.

Yang langsung disetujui oleh amanda.

 

2 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Veni Vidi Vici (Chapter 4)”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s