[EXOFANFICTION] OBSESSION – BEGINNING (A) [PART 1]

obsession cover 2.jpg

OBSESSION – BEGINNING (A)

Story & Art by DTH9707 (Twitter: @xdth9707 IG: DTH9707)

CAST

You can find at the story

GENRE

Dark Romance, Drama

LENGTH

Chapter

Rating

18

This is story pure of my mind. So, please comment for your appreciate. And, typo at everywhere. You can find the same story at my wordpress (Blackangel1004.wordpress.com) and my wattpadd (@DTH9707)

♣♣♣

Seorang pria sedang memungut pakaian miliknya yang berserakan di atas lantai, di salah satu kamar mewah milik hotel bintang lima. Ia mengancing satu – persatu kancing kemeja miliknya. Rahang wajah yang tegas, mata yang tajam dan bibirnya yang seksi menghiasi wajah tampan pria itu. Oh, satu lagi yang hampir terlupakan. Kulit putih pucatnya itu. Satu kata yang bisa menggambarkan pria itu. Sempurna. Bahkan wajah angkuhnya menambah pesona pria itu.

Ia menulis nominal angka di sebuah cek kosong dengan nilai yang fantastis. Kemudian, ia lemparkan kertas itu ke arah gadis yang sedang menahan sakit di atas ranjang yang sudah tak berbentuk lagi.

“Ambillah! Dan ingat,” ucap pria itu.

“Jangan sampai kau melapor pada siapapun. Kalau sampai kau melakukannya. Kau tahu sendiri akibatnya!”

Tanpa merasa bersalah sekalipun. Pria itu pergi meninggalkan gadis yang sedang menutupi tubuhnya dengan selimut. Tampilannya sangat memprihatinkan. Gadis itu menyesali apa yang sudah terjadi pada dirinya. Seharusnya ia tak mudah tergiur dengan bayaran yang tinggi serta wajah tampan bak pangeran di cerita dongeng, jika perbuatan pria itu seperti Iblis.

“Dasar iblis!” ucap gadis itu.

Sang mentari mulai terbit di ufuk timur. Mungkin penduduk Seoul sudah memulai kegiatannya hari ini. Termasuk dengan seorang gadis berambut cokelat panjang itu, ia mengikat rambutnya membentuk kuncir kuda. Ia siap memulai harinya. Gadis itu segera menaikki sepeda miliknya. Ia harus mengantar koran dan susu ke setiap pelanggannya pagi ini. Setelah mengambil koran dan susu dari agen koran. Satu – persatu, gadis itu mulai mendatangi setiap rumah. Menaruh koran dan sebotol susu segar di setiap rumah. Tak ada kata lelah yang nampak di wajah cantik gadis itu.

Hidup sendiri di tengah – tengah kerasnya kota Seoul semenjak 4 tahun yang lalu, membuat dirinya sadar, ia tak bisa bergantung pada siapapun. Kedua orangtuanya yang meninggal akibat kecelakaan, meninggalkan dirinya sendiri. Untung saja semasa hidup kedua orangtuanya, orangtuanya menyimpan sejumlah uang untuk biaya pendidikannya sampai ia bisa menyelesaikan kuliahnya nanti. Tetapi, gadis itu tak bisa begitu saja mengandalkan harta peninggalan kedua orangtuanya. Ia harus menghematnya dan bertahan hidup. Salah satunya ia harus bekerja. Kejadian yang telah merenggut kedua orangtuanya, mungkin adalah kejadian terburuk yang membuatnya dirinya jatuh kedalam titik yang terdalam. Ia tak memiliki saudara atau kerabat lainnya. Sekarang yang ia punya hanya dirinya.

Seusai bekerja sebagai pengantar koran, gadis itu melanjutkan tugasnya sebagai seorang mahasiswa semester ketiga di Universitas Kyung Hee. Ia beruntung bisa mendapatkan bantuan beasiswa. Sesampainya ia di kampus, ia memarkirkan sepeda miliknya di tempat khusus sepeda yang memang disediakan oleh kampusnya. Lalu, ia mulai berjalan menuju gedung dimana dia akan belajar.

“Kau akan pergi kemana, Shin Ri Chan?” suara seorang pria menghentikan langkahnya. Ia tak ingin membalikan badannya ke arah pria itu. Dengan langkah yang sedikit ragu, ia memutuskan untuk melanjutkan langkahnya kembali. Lebih tepatnya, setengah berlari. Ia takut menghadapi pria itu.

Oh ayolah, seorang pria akan mudah menyusul langkah seorang wanita dengan cepat. Pria berkulit tan itu menarik lengan Ri Chan ke dalam pelukan pria itu. Ri Chan yang terkesiap dengan gerakan cepat dari pria itu, tidak mampu untuk menghindar. Ia hanya bisa menahan kedua tangannya di dada pria itu agar semakin tidak menyentuh tubuhnya.

Ri chan mencoba melepaskan pelukan dari pria itu dengan meronta. Namun, tetap saja tenaga wanita tak bisa mengalahkan tenaga pria. Sia-sia saja. Pria itu pun tersenyum remeh.

“Lepaskan aku, Kai!” ucap Ri Chan dengan sengit.

“Aku tak akan melepaskanmu, sayang. Sampai kapanpun itu!” Ri Chan jengah dengan perlakuan pria itu. Ditambah lagi saat ini pria itu tertawa. Tertawa seperti iblis, bagi gadis itu. Membuat bulu kuduknya merinding.

‘Dasar pria gila!’ ucap gadis itu dalam hati.

“Apa urusanmu denganku? Hubungan kita sudah berakhir!” perkataan dari gadis itu menyulut emosi Kai. Pria itu menatap tajam gadis yang sedang ia peluk.

Ri Chan meruntukki kebodohannya yang telah membuat iblis di dalam ‘mantan’ kekasihnya itu. Ketakutan yang mulai menjalar dalam dihatinya, hanya karena tatapan intimidasi seorang Kai. Gadis itu mulai merasakan akan ada sesuatu yang buruk akan terjadi pada dirinya. Ri Chan telah mengenal Kai sejak lama. Dan gadis itu tahu tipikal pria itu yang bisa berbuat nekat walaupun dia sedang berada di depan publik.

“Sudah berakhir?” tanya Kai. Pria itu meraih dagu gadis itu, menarik hingga mendekati wajah gadis itu padanya. Ia mulai menyingkirkan helaian – helaian rambut milik Ri Chan yang menutupi wajah cantik gadisnya itu.

“Kita tak akan pernah berakhir. Kau tak punya hak untuk mengakhiri hubungan ini. Kau tahu itu, sayang!” Kai tersenyum lembut tapi memuakkan bagi Ri Chan. Senyum mengerikan dan ia benci senyuman itu. Bahkan, Kai tidak malu untuk mencium bibir Ri Chan sekilas. Tentunya membuat mereka menjadi tontonan segar di pagi hari oleh para mahasiswa Kyung Hee yang melewati mereka. Mata gadis cantik itu melotot seakanbisa keluar dari rongga matanya.

“Kau tak akan bisa lari dariku, walaupun kau seringkali mencobanya. Aku akan selalu mencarimu dan menangkapmu,” Kai mendekatkan wajahnya ke telinga gadis itu. “Karena kau milikku. Hanya milikku!” Kai mengecup pipi kanan Ri Chan dengan lembut dan menjauhkan wajahnya. Ri Chan hanya bisa terdiam dan menatap pria itu tak suka.

“Aku sedang berbaik hati denganmu, hari ini. Aku tak akan memberikanmu hukuman atas apa yang sudah kau perbuat kemarin,” ucap Kai membuat hati gadis itu merasakan kelegaan.

“Belajarlah dengan baik, sayang!” tambah Kai lagi.

Lalu pria itu melepaskan pelukannya. Ri Chan pun langsung pergi tanpa mengeluarkan satu kata apapun, meninggalkan Kai seorang diri. Gadis itu sudah cukup muak atau mungkin terlalu muak dengan Kai, SEMUANYA.

Kai tersenyum memandang kepergian kekasihnya itu. “Kau akan tetap jadi milikku, Shin Ri Chan!” seringai muncul di wajah tampan pria itu.

Mood gadis itu sudah hancur dan ia yakin jika sampai nanti siang atau bahkan nanti malam, moodnya tidak akan membaik. Kai, pria brengsek yang pernah ia kenal. Mungkin paling brengsek. Satu keinginannya sekarang, yaitu dapat menjauh dari pria itu. Gadis itu terlalu lelah dengan semua yang terjadi padanya.

Ia tak akan menceritakannya. Tapi, kalian akan tahu sendiri sedikit demi sedikit dari cerita ini. Dan kalian akan tahu seberapa brengseknya pria itu. Gadis itu terlalu malu untuk menceritakannya, bahkan sahabatnya sendiri tak tahu kejadian sebenarnya. Ia terlalu takut, jika Chanyeol meninggalkan dirinya. Chanyeol, satu – satunya orang yang bisa ia jadikan tempat bersandar dan ia percayai.

Ri Chan mulai berjalan di koridor kampusnya. Ia menahan emosi. Ia ingin menangis rasanya, tapi ia mencoba menahannya.

“Yaaak!!”

Ri Chan terkesiap. Gadis itu membalikkan badannya dan melihat sesosok tubuh jangkung di hadapannya. Siapa lagi, kalau bukan Chanyeol? Gadis itu menghembuskan napasnya kasar.

“Dasar, kau menyebalkan!” Ri Chan memukul – mukul Chanyeol. Chanyeol berteriak kesakitan. “Aaw.. aaawww.. yaaa! Ri Chan, stop!”

Chanyeol dengan sigap menahan kedua tangan gadis itu. Chanyeol terkejut, “Kau kenapa?” tanya Chanyeol.

Ri Chan melepas kedua tangannya dari genggaman tangan milik pria jangkung itu. “Aku tidak apa – apa!” kata Ri Chan berbohong.

“Kau berbohong padaku, Ri Chan!”

“”Aku serius, Chanyeol!” ucap Ri Chan. “Bohong! Kai mendatangimu, kan. Aku melihatnya tadi.”

Ri Chan terdiam. Gadis itu tak bisa mengelak lagi dihadapan pria itu. “Apa yang sudah ia lakukan padamu, huh?”

“Sudah kukatakan, Chanyeol-ah. Aku tidak apa – apa. Kumohon, jangan makin membuat ini makin sulit. Bisakah?”

Chanyeol tak berani membalasnya kembali, ia terdiam. Tak berani karena ia tak mau menambah kesulitan pada sahabat, tepatnya, gadis yang ia cintai secara diam – diam. Perasaan ini sudah ia pendam selama dirinya mengenal Ri Chan.

“Ya sudah, jika itu maumu. Aku tak bisa memaksanya. Kau bisa membicarakannya denganku setelah kau sudah merasa tenang untuk menceritakannya. Aku akan selalu ada disampingmu, Chan-ah!”

Chanyeol mengelus puncak kepala Ri Chan dengan lembut dan memeluk gadis itu dalam dekapannya. Ia mengelus punggung Ri Chan berharap dapat menenangkannya. Chanyeol bahkan ikut merasakan sesak menjalar saat melihat penderitaan gadis itu. Andaikan saja, ia dapat membalas perlakuan yang diberikan kekasih Ri Chan. Kekasih yang Ri Chan sangat cintai, dulu.

“Terima kasih, Chanyeol!” Ri Chan mencoba tersenyum walaupun getir.

TO BE CONTINUED

 

4 tanggapan untuk “[EXOFANFICTION] OBSESSION – BEGINNING (A) [PART 1]”

  1. Widihhh..si kai jadi pria brengsek nih..menarik.., asikk ada chanyeol..tapi kasian chanyeol disini cuma sahabat yang memendam cintanya..lanjut thor

  2. Ku dukung #ChanRi couple💕 dengan segenap hatiku . Annyeong thor~ alur ceritanya!!waaa!..omona!.. tak bisa kuungkapkan dgn kata2!!ditunggu next chapternya😂jgn lama2 ya thor

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s