[EXOFFI FREELANCE] 8 Seconds (Ficlet)

8 Seconds.

©2018, Noctur.Na

Ficlet | Romance | T | EXO’s Kim Junmyeon & Oh Sehun | Red Velvet’s Bae Joohyun

Disclaimer :

It’s completely my  imagination. I don’t own anyone in this story.

———————————————————–

Summary :

Dari seluruh tatapan yang harus Joohyun terima, yang Joohyun pedulikan hanya tatapan Junmyeon.

———————————————————–

 

Terima kasih untuk langit abu-abu yang sudah repot-repot menumpahkan hujan sore ini. Berkatnya, Joohyun harus menunda rencana nonton filmnya dengan Sehun.

Demi apapun, Joohyun bilang terima kasih. Ia tidak perlu susah payah pasang wajah manis di depan pria itu, atau menggandeng tangannya sambil peluk sekeranjang popcorn lapis karamel, atau menggenggam erat tangannya sepanjang film berlangsung-oh hei, Joohyun bukan sedang nonton film horor. Kalau bisa, Joohyun ingin semua hal bodoh itu berakhir untuk selamanya.

Ia tidak pernah menginginkannya. Barang sedetikpun.

Joohyun tidak mungkin lupa bagaimana awalnya. Memori itu ia simpan rapi dalam laci meja nakasnya, sengaja disembunyikan di dalam kotak. Intinya, ia tidak ingin terus menerus mengingat memori itu, dan bukan berarti ia harus kehilangannya.

Terima kasih untuk langit abu-abu yang sudah repot-repot menumpahkan hujan sore ini. Berkatnya, tangan Joohyun gatal untuk membuka memori itu lagi. Yang artinya, ia harus larut kembali dalam luka lama untuk semalaman ini.

Diambil tahun lalu, di hari kelulusan SMA-nya.

Saat itu cerah, foto Joohyun yang memeluk buket bunga terlihat sempurna di pelukan Ayah dan Ibunya. Berkat laki-laki yang harus ditatapnya saat itu, garis senyum di bibir Joohyun bisa terlihat sesempurna itu. Padahal awalnya Joohyun khawatir, degup jantungnya yang menggila akan menghancurkan senyum alaminya.

Joohyun tidak pernah bisa lama-lama menatap Junmyeon-meskipun ada lensa kamera di antara mereka. Ya, Kim Junmyeon. Bukan laki-laki yang berjanji nonton film dengan Joohyun sore ini.

Joohyun ingat, detik berikutnya setelah mengambil foto itu, Ayah dan Ibunya harus pergi -Bibi Song tiba-tiba menelepon, Joohyun tidak diberi tahu alasannya kenapa. Satu senyuman canggung dari Junmyeon sebelum kedua orang tua Joohyun pergi, dan setelahnya, tinggalah mereka berdua dengan atmosfer yang juga tidak kalah absurd-nya. Kerjaan Junmyeon hanya terus kibas-kibas foto Joohyun.

“Boleh kulihat?”

Untung Joohyun buka suara. Kalau tidak, entah sampai kapan tangan Junmyeon kibas-kibas begitu. Junmyeon menyerahkan fotonya sambil berdoa supaya Joohyun puas dengan hasil jepretannya.

“Sempurna. Terima kasih! Oh-Mau kufoto juga tidak?

Dengan seluruh keberanian yang Joohyun miliki, ia menawarkan diri. Dan respon Junmyeon terlambat 8 detik. 8 detik yang Joohyun sesali selamanya.

 

“Junmyeon-ah! Boleh fotokan Aku dan Joohyun?”

 

Joohyun lebih dulu dirangkul Sehun yang sudah siap pose dengan Joohyun. Dan satu yang Joohyun benci dari Junmyeon, Junmyeon tidak pernah menolak apapun permintaan Sehun. Dengan senang hati Junmyeon ambil langkah mundur untuk mendapatkan angle yang sempurna.

Joohyun tidak punya alasan untuk tersenyum saat ini. Pertama, tawaran yang ia ucapkan mati-matian barusan ditolak mentah-mentah. Kedua, Oh Sehun sedang memeluknya saat ini dan Junmyeon menatap mereka berdua sambil tersenyum.

 

“Oh maaf! Yang ini sedikit blur. Kuulang ya?

 

Joohyun ingin menenggelamkan saja wajahnya ke buket bunga. Kenapa harus se-lama ini sih?

Atmosfer menyebalkan-antara Junmyeon-Joohyun-Sehun-ini dimulai sejak semalam. Ada acara makan malam dengan teman-teman semalam-sebelum hari kelulusan. Sebuah makan malam yang gila.

Junmyeon datang, Sehun juga. Dan ini yang membuat Joohyun setengah gila.

 

Seperti orang bodoh, Sehun menyatakan cintanya untuk Joohyun di depan semua orang.

 

Ya, di depan semua orang. Dan dari seluruh tatapan yang harus Joohyun terima, yang Joohyun pedulikan hanya tatapan Junmyeon.

Sebuah tatapan bahagia, tersenyum, bahkan memberinya ucapan selamat yang meriah-padahal Joohyun belum jawab apa-apa soal pernyataan gila Sehun, tapi seakan semua orang tiba-tiba jadi sok tahu soal akhir ceritanya.

Dan poin paling menyakitkannya, Joohyun harus balas senyum Junmyeon.

 

Memangnya, kenapa Junmyeon harus sedih atau marah?  

Joohyun juga tidak punya alasan kenapa harus marah karena respon Junmyeon.

 

“Hey, ini foto kalian! Sudah selesai.”

Junmyeon mendekati mereka berdua- dan lagi -sambil kibas-kibas fotonya. Joohyun mana mau terima fotonya. Lagipula Sehun lebih gesit, detik berikutnya foto itu sudah berada di tangannya.

“Foto ini milikku!” Ucap Sehun sambil mengacak rambut Joohyun dan pergi meninggalkannya-tim basketnya sudah menunggunya untuk berfoto.

Lagi, Junmyeon terjebak di atmosfer aneh dengan Joohyun.

“Jangan sedih, fotonya ada satu lagi kok.”

Kalau boleh, Joohyun ingin menjitak kepala Junmyeon, satu kali saja.

Dari respon Joohyun yang sepenuhnya mengabaikan kalimat Junmyeon barusan, Junmyeon sudah bisa ambil konklusi kalau saat ini Joohyun berharap Junmyeon cepat-cepat enyah saja dari sana. Makanya, ia cepat-cepat memberikan foto itu kemudian pergi. Lari, menghilang.

Joohyun belum lihat fotonya sampai punggung Junmyeon benar-benar hilang. Dan artinya, Joohyun sudah terlambat untuk menanyakan maksud foto di tangannya. 8 detik lagi yang Joohyun sesali dalam hidupnya.

Foto itu, bukan foto Joohyun dan Sehun. Hanya Joohyun, sedikit menyembunyikan wajahnya di antara bunga mawar dari buket bunganya. Hanya Joohyun.

Sekali lagi Joohyun mencari Junmyeon, tapi ia benar-benar hilang. Joohyun hampir menyerah sampai ia membalikkan foto di tangannya.

 

 

“Jangan. Jangan bilang ‘ya’ pada Oh Sehun soal semalam. Kumohon.”

 

 

Dan Joohyun harap ia bisa putar waktu ke empat jam yang lalu. Tadi pagi, Joohyun sudah jawab pertanyaan Sehun semalam.

 

Fin.

————————————

7 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] 8 Seconds (Ficlet)”

  1. Astaga..baru baca,penasaran..ternyata bagus ceritanya…,gara2 8 detik..buyar semua deh..kelamaan sih junmyoem,pelajaran tuh..bahwa yang namanya urusan cinta jangan pernah nunda2..wkwk..

    1. Junmyeonnya kebanyakan mikir jadi ya gitu deh(/-/_)

      Sebenernya gaada rencana dibikin chapter sih wkwk, tapi Makasih yaa udah baca + ninggalin jejaak 🙂

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s