[EXOFFI FREELANCE] Universe in His Eyes (Chapter 15)

universe-in-his-eyes-poster1

Title                 : UNIVERSE IN HIS EYES – Chapter 15

Author             : Arifia Pahlawan (Wattpad: @arifiart)

Length             : Chaptered

Genre              : AU, Friendship, Romance, School-life.

Rating              : PG 17

Main cast        :

Oh Serin (OC)

D.O (EXO)

Baekhyun (EXO)

Chanyeol (EXO)

Additional cast:

Yeri (Red Velvet) as Kim Yeri

Wendy (Red Velvet)

Summary         : Serin bertemu dengannya lagi, pemilik mata tajam yang selalu membayangi pikirannya selama bertahun-tahun. Ia selalu ingin menghindar dari ingatan akan lelaki itu, namun semesta justru membuat Serin semakin terjebak dengannya.

Disclaimer       : This story was come from author’s imagination. All cast are belong to God, parents, and agencies. OC and the whole story were come from author’s mind. Don’t plagiarize and repost this story without any permission. Also don’t forget to leave comment after reading and your like is really appreciate me. Thank you so much and happy reading! ❤

Previously:

Chapter 1Chapter 2Chapter 3Chapter 4Chapter 5Chapter 6Chapter 7Chapter 8Chapter 9Chapter 10Chapter 11Chapter 12Chapter 13Chapter 14

“Dan satu lagi, aku bukannya bermaksud untuk mengadu domba kau dan Serin eonni, aku hanya memberitahukan fakta. Kuharap kau mengerti maksudku.”

CHAPTER 15(The Gap)

Serin dan Chanyeol saling suka? Apa maksudnya ini?

“Kau ini sebenarnya ingin bicara apa sih?!” Kyungsoo tanpa sadar telah menaikkan volume suaranya. Gadis bernama Kim Yeri ini entah kenapa tiba-tiba saja mulai bicara hal aneh, terlebih lagi mengenai Serin, dan kenapa juga gadis itu tiba-tiba harus sengaja  membicarakannya di depan Kyungsoo?

Yeri mulai merasakan tatapan tidak enak dari Kyungsoo. Ya, lelaki itu kini mulai mengintimidasinya dengan tatapan nanar yang selalu Serin dapatkan dulu. Matanya sungguh menyeramkan, terutama karena Yeri baru saja mengatakan hal-hal diluar perkiraannya–lebih tepatnya–hal-hal yang tidak disukainya. Ia sungguh tidak suka jika ada orang yang membicarakan hal-hal jelek tentang gadisnya.

Tanpa sengaja Yeri menaikkan sudut bibirnya. Reaksi yang diberikan Kyungsoo barusan sungguh membuatnya puas. Lelaki ini pasti sedang panik karena ia baru saja mendengar hal yang sungguh mengejutkan. Terutama saat mengetahui Chanyeol, sahabat dekat Serin yang ternyata juga sedang menyukai gadisnya.“Kupikir sunbae harus mengenal seseorang dengan sangat baik sebelum berniat mengencaninya.” ujar Yeri sambil membalas tatapan nanar Kyungsoo seolah ia tidak takut sama sekali dengan sorot mata itu.

“Jadi intinya kau mau bilang apa?!” Kyungsoo tidak merespon perkataan Yeri karena jujur saja ia sudah mulai lelah dengan omongan-omongan tidak masuk akal yang terlontar dari mulut gadis itu. Apakah orang yang baru saja bertemu dan berkenalan normalnya sudah bicara yang macam-macam seperti dirinya? Tidak, kan?

Tanpa melepas punggungnya yang menempel di kursi, Yeri meraih minumannya dan segera menghabiskannya dengan sekali teguk, lalu tersenyum misterius sambil memegang gelas minuman pink-nya tersebut. “Sunbae, lebih baik kau urus saja wanitamu, sejujurnya aku tidak suka jika ia terus dekat-dekat dengan Chanyeol oppa.”

Jadi intinya Yeri tidak suka Serin berkawan dengan Chanyeol?

“Aku akan mengurusinya dengan SANGAT baik, jadi kau tidak perlu repot-repot ikut mencampuri urusanku.” sengaja Kyungsoo beri tekanan pada kata ‘sangat’ ketika ia menjawab kalimat gadis itu.

Yeri tersenyum. Setelah meletakkan gelas minumannya yang kosong, ia langsung bangun dari duduknya. “Ngomong-ngomong aku harus kembali ke perusahaan sekarang, aku masih harus latihan. Maaf telah menyita waktumu, sunbae.” ujar Yeri kemudian mengulurkan tangannya. Kyungsoo ikut berdiri dan terpaksa menyambut tangan itu.

“Dan satu lagi, aku bukannya bermaksud untuk mengadu domba kau dan Serin eonni, aku hanya memberitahukan fakta. Kuharap kau mengerti maksudku.”

Tidak Kim Yeri, sayangnya Kyungsoo tidak mengerti apa maksudmu.Kemudian Yeri berlalu begitu saja tanpa sempat mendengar kalimat dari Kyungsoo. Lelaki itu hanya memerhatikan Yeri pergi dari sana. Otaknya sudah dihujani berbagai pikiran dan asumsi yang telah muncul di kepalanya. Jujur saja, pernyataan Yeri barusan sebenarnya telah mengikis kepercayaannya pada Serin. Ia tahu Serin sangat dekat dengan dua laki-laki selain dirinya, ia tahu Baekhyun dan Chanyeol merupakan sahabat baiknya, dan ia juga tahu bahwa mereka lebih punya hak untuk dekat-dekat dengan Serin karena gadis itu sudah mengenal keduanya jauh lebih dulu sebelum dirinya. Namun ia tidak pernah menyangka jika di antara mereka ada yang sedang menyimpan perasaan.

Ia tahu Chanyeol adalah pria menyebalkan, tapi ia tak pernah tahu kalau pria itu memiliki perasaan lebih untuk Serin. Ia sungguh tidak sadar bahwa seseorang baru saja telah berhasil mengikis rasa kepercayaan pada gadisnya sendiri.

***

Serin berlari dengan tergesa-gesa. Ia mengumpulkan seluruh kekuatannya untuk berlari secepat mungkin untuk sampai ke sekolah. Sialnya, hari ini ia kesiangan. Tak hanya dirinya, semua orang di rumah juga bangun kesiangan, tak terkecuali ayah, ibu, dan adiknya juga telah mengalami pagi yang sibuk. Belum sampai di sekolah saja, peluh sudah terlanjur membasahi seluruh keningnya, terlebih lagi ini adalah musim panas, sungguh hari yang sempurna untuk berkeringat di tengah suhu yang memekik.

“Hah… hah…”

Ia sudah tak kuat berlari, kakinya sudah mulai terasa lemas. Ah, sungguh kali ini ia sudah tidak kuat jika terus menggunakan kekuatan maksimalnya sampai di gerbang sekolah. Serin sudah ingin berhenti, namun tanpa diduga dari belakang mendadak muncul Chanyeol yang juga sedang berlari dengan tergesa-gesa.

Swuuung!

Park Chanyeol berlari sangat cepat dan berlalu begitu saja tanpa sempat menyadari gadis yang ia lewati barusan adalah Serin yang sedang bernasib sama dengannya.

“Eh? Dia terlambat juga?” gumam Serin pelan di tengah nafasnya yang tersengal-sengal.Namun, Chanyeol tidak dapat mendengar ucapannya.

Yah, Park Chanyeol!!!” panggil Serin dengan keras, berharap lelaki itu akan berhenti dan menunggunya.

Karena tidak melihat Chanyeol tidak bereaksi dengan panggilan Serin, akhirnya ia terpaksa kembali melangkahkan kakinya dengan kuat untuk menyusul temannya itu. Walau bagaimanapun ia berusaha kuat untuk mengejar lelaki itu, tetap saja Serin tidak bisa mengalahkan kecepatan kaki Chanyeol yang panjang, sudah pasti langkahnya akan jauh lebih cepat dari Serin.

Beruntung, lelaki bermarga Park itu sudah tiba duluan di depan gerbang yang sudah terkunci dan berdiri terengah-engah sambil menunggu Serin tiba. Kini keduanya sudah bersimbah peluh akibat olahraga dadakan pagi-pagi.

Yahh… hhh–kita… thak akan bisa masuk lewat sini, hhh… satpam yang hhhh–sedang berjaga… hhhh–pasti akan melaporkan kita pada guru…” kata Chanyeol dengan kalimat yang terpotong-potong karena telah kehabisan nafas.“Lalu kita bagaimana?” tanya Serin panik.

“Kita lewat pintu rahasia yang biasa aku lewati.”

“Pintu rahasia?”

Pintu rahasia yang dimaksud Chanyeol adalah sebuah tembok belakang sekolah yang tidak terlalu tinggi. Ya, itu benar-benar hanyalah sebuah tembok, tidak ada pintu yang sesungguhnya disana. Tembok ini biasa dilewati Chanyeol setiap ia terlambat masuk sekolah. Karena tubuhnya yang tinggi, tentu saja itu bukanlah hal yang sulit baginya untuk lompat melewati tembok tersebut.

Namun tidak dengan Serin, hanya melihatnya saja, ketinggian tembok itu sudah pasti lebih tinggi dari kepalanya. Bagaimana ia bisa melewatinya?

Chanyeol segera berjongkok. “Yah, cepat naik!”

“Hah?”

“Cepat naik!” seru Chanyeol menyuruh Serin untuk segera naik ke bahunya.

Tanpa berpikir panjang Serin langsung membuka sepatunya dan segera naik ke bahu Chanyeol. Lelaki itu mengerang dengan kuat untuk berdiri di tengah beban tubuh Serin yang sedang melingkar di lehernya.

“Terus ini aku harus bagaimana?” Serin masih bingung bagaimana harus melewatinya karena tembok itu masih cukup tinggi baginya.

Yak–injak saja bahuku.”

Serin pun berusaha berdiri di bahu Chanyeol sambil memegang rambut Chanyeol dengan kuat.

“Y–yah! Aak–aaaak!” Chanyeol menjerit karena Serin kerap menarik rambutnya sebagai pegangan demi menjaga keseimbangannya. “Heh, idiot! Pegangannya ke tembok!” bentak Chanyeol kesal. Akhirnya Serin bisa naik ke tembok, Chanyeol pun  dengan mudah menyusul dengan hanya melompat dan segera ikut naik ke tembok yang sama dan sedetik kemudian langsung mendaratkan tubunya di atas tanah.

“Eh, anu.. Cha–Chanyeol-ah…” panggil Serin pelan.

Chanyeol menoleh kembali dan mendapatkan Serin masih terduduk di atas tembok tersebut. “Hish… menyusahkan saja.” ia segera mengulurkan kedua tangannya dan mengangguk memberi isyarat pada Serin untuk segera lompat.

BRUK!

Tangkapan Chanyeol meleset. Tadinya ia berpikir Serin akan melompat dengan mulus setelah dipegangi dengan erat, namun ternyata gadis itu malah mendaratkan diri di atas tubuhnya.

“Huk!” pekik Chanyeol karena merasa sesak akibat beban tubuh Serin yang mendarat dengan tiba-tiba di atas tubuhnya. Dengan cepat Serin langsung bangun dan membersihkan roknya sambil tertawa lucu melihat wajah kesal Chanyeol yang masih berada dalam posisi terlentang akibat terjatuh tadi. Karena merasa bersalah akhirnya Serin mengulurkan tangannya untuk membantu Chanyeol agar segera bangun.

“Ugh!” bukannya berterima kasih, Chanyeol malah menjitak kepala Serin setelah mendapatkan bantuan darinya. Chanyeol langsung berlari setelah mendaratkan kepalannya di ubun-ubun Serin, berencana meninggalkannya saja sebelum tertangkap guru atau anggota kedisiplinan yang sedang patroli di area sekolah. Benar saja, bahkan sebelum Chanyeol sempat melangkah lagi, ia sudah tertangkap basah oleh sosok Kyungsoo dari jarak tiga meter di depannya.

Sial.

Di belakang, Serin masih saja sibuk menepuk-nepuk seragamnya yang terkena pasir tempat ia terjatuh tadi hingga tak sadar menabrak Chanyeol yang sedang berdiri terpaku di sana……dan mendapatkan Kyungsoo sedang melihat tepat di hadapannya.

“Eh? Kyungsoo-ya…”

***

Untuk pertama kalinya Serin mendapat hukuman langsung dari sang ketua kedisiplinan sekolah. Ya, si ketua Do Kyungsoo, yang tak lain tak bukan adalah pacarnya sendiri. Kini mereka bertiga berada di ruang kedisiplinan bersama siswa bermasalah lainnya. Kyungsoo terus memerhatikan Serin dari depan barisan tanpa mengatakan sepatah katapun. Serin melirik, kemudian tertunduk lagi setelah melihat air muka Kyungsoo yang sedang tidak terlihat menyenangkan. Tapi sebenarnya Serin ingin senyum-senyum sendiri. Oke, ini bukan waktu yang tepat baginya untuk merasa senang karena dihukum oleh pacarnya sendiri.

Dilihatnya kaki kecil Kyungsoo sedang melangkah mendekat ke arahnya. Serin otomatis langsung mengangkat kepalanya, melihat Kyungsoo sudah berdiri di depan Chanyeol sambil membawa tongkat pel dan memberikannya dengan gestur yang agak kasar. Ia yakin sekali Kyungsoo dan Chanyeol sedang bertukar tatapan yang sama sekali tak terlihat ramah. Muka judes Chanyeol dan tatapan nanar Kyungsoo, sungguh sebuah kombinasi terburuk yang sama sekali tidak ingin Serin lihat sepanjang hidupnya.

Chanyeol tidak bersuara sepatah katapun setelah diperlakukan seperti itu pada Kyungsoo karena ia tahu posisinya sedang salah saat ini. Bagaimanapun juga, Kyungsoo masih memiliki status di atas dirinya dalam situasi seperti ini. Kemudian Kyungsoo menargetkan orang di sebelah Chanyeol yang tidak lain adalah Serin. Serin tersenyum tipis, namun Kyungsoo tidak membalasnya. Wajahnya serius sekali sampai Serin akhirnya tertunduk lagi. Ya, memang seharusnya kau tidak tersenyum dalam situasi seperti ini, Oh Serin.

“Kalian terlambat bersama-sama.” ujar Kyungsoo pelan.

“Ah, itu… aku kesiangan.” Serin semakin menciut. Jadi begini penampilan Kyungsoo kalau sedang menghukum murid-murid yang bermasalah.

“Masuk sembunyi-sembunyi berdua seperti pasangan di film-film.” lanjut Kyungsoo dengan nada yang lebih pelan seperti sedang berbisik sendiri.

Tapi Serin mendengarnya. Ia langsung melihat Kyungsoo saat itu juga. Air mukanya sama sekali tidak bersahabat, ia seperti bukan pacarnya yang ia kenal selama ini. Apakah Kyungsoo baru saja cemburu?

Serin masih saja memandangi lelaki itu, Kyungsoo pun ikut membalas tatapannya dengan mata tajam yang ia punya. Serin hendak mengatakan sesuatu atas reaksinya dengan kalimat pelan Kyungsoo tadi, ia menarik nafas tapi kemudian dia jadi enggan mengatakannya. Ia pikir ia sedang tidak punya hak untuk bicara apapun saat ini.

***

Tenggorokan Kyungsoo terasa sakit, sepertinya ia sudah terlalu banyak berlatih. Mungkin juga karena ia terlalu lelah. Ia merasa sangat sibuk hari ini, menghukum siswa bermasalah, mencatat laporan kedisiplinan pada guru, tugas-tugas sekolah, ditambah kali ini ia masih harus berlatih di agensi. Padahal direktur pernah bilang bahwa ia boleh hanya masuk sekolah seminggu sekali dengan status trainee atas izin perusahaan, tapi Kyungsoo menolak. Ia tidak ingin statusnya sebagai trainee diketahui pihak sekolah, terutama teman-temannya, terlebih lagi ia masih menjabat sebagai ketua kedisiplinan, tentu ia masih harus bertanggung jawab dengan tugas-tugasnya.

Sampai sekarang, Kyungsoo sama sekali tidak memberitahu kepada siapapun tentang kegiatannya sebagai trainee di sebuah perusahaan hiburan besar. Satu-satunya orang yang tahu hanyalah Kim Yeri. Ia masih bisa sedikit lega karena gadis itu sampai saat ini belum mengatakan apa-apa kepada Chanyeol, atau Serin, atau teman-teman lainnya di sekolah. Sepertinya ia juga sama-sama ingin melewati hari-hari yang tenang sebagai pelajar.

Kyungsoo mengambil sebotol air lagi dari dalam loker, entah ini sudah berapa botol yang ia habiskan untuk meredakan rasa sakit yang terus menjalar dari tenggorokannya. Mungkin akibat terlalu banyak latihan menyanyi sehingga tenggorokannya sampai sakit. Ia khawatir jika sampai kehilangan suaranya besok.Tidak bisa begini, nanti akan kentara sekali jika ketahuan suaranya hilang. Terutama Serin, dia pasti akan terus bertanya apa yang telah dilakukannya sampai terlalu letih seperti itu.

Oppa belum pulang?” tanya sebuah suara ringan yang muncul dari balik pintu.

’Oppa’?” Kyungsoo menyeringai saat mendengarnya. Benar, itu adalah Kim Yeri yang barusan memanggilnya dengan sebutan ‘oppa’.

Yeri tertawa. “Masa aku harus memanggilmu ‘sunbae’? Ini kan bukan di sekolah, lagi pula di perusahaan ini akulah seniormu.” katanya dengan nada sedikit angkuh.

Kyungsoo diam saja. Mendengar celoteh gadis itu sama sekali tidak terasa menyenangkan.

Eonni kau sedang apa, sih? Sini masuk.” teriak Yeri pada seseorang di luar. Setelah mendengar suara Yeri, seorang gadis ikut masuk ke dalam. Wajahnya agak campuran, mungkin dia salah satu trainee yang berasal dari negara lain. Gadis itu tersenyum malu-malu pada mereka. “Ini Wendy, salah satu calon anggota grup kami.” ujar Yeri mengenalkan gadis berwajah campuran itu pada Kyungsoo.

Keduanya saling membungkuk untuk menyapa satu sama lain. Yeri cerita kalau Wendy adalah trainee yang berasal dari Kanada, ia juga merupakan kandidat kuat untuk lolos sebagai grup baru yang akan didebutkan SM karena ia merupakan salah satu vokalis terbaik di antara para trainee. Kyungsoo mengangguk saja mendengarnya. Walau Yeri sedikit menyebalkan, tapi terkadang ia baik kepadanya, bahkan sampai mau mengenalkan temannya sendiri.

Asal kau tahu saja, sejak masuk ke perusahaan ini Kyungsoo selalu berlatih sendirian. Ia masuk ke kelas vokal sendiri, kelas menari, bahkan ke kelas akting pun ia selalu sendirian. Kyungsoo memang bukan tipe yang pandai bergaul dengan orang baru, terlebih lagi dengan wajah judes dan tatapannya yang tajam itu justru malah membuat trainee lain semakin menghindar darinya. Ia sulit berinteraksi dengan orang asing jika tidak didekati duluan.

Yeri bilang padanya kalau ia belakangan ini suka memerhatikan Kyungsoo rajin pergi latihan vokal sendiri, oleh karena itu ia sengaja membawa Wendy dan mengenalkannya pada Kyungsoo.

“Kalian bisa latihan bersama nanti, lagipula eonni sudah menjadi trainee selama bertahun-tahun sebelum kau masuk ke sini. Ia akan membantumu.” kata Yeri menjelaskan tujuannya.

“Ah, kau tidak perlu sampai begitu, aku baik-baik saja kok.” Kyungsoo merasa tidak enak karena gadis ini ternyata ada niatan baik untuk membantunya dengan meminta temannya sendiri untuk membimbing Kyungsoo.

“Tidak usah sungkan kenapa, sih.” jawab Yeri tak sengaja menepuk lengan Kyungsoo.

“Kau tak perlu menganggapku sebagai senior, anggap saja aku temanmu.” kata Wendy ramah. Kyungsoo mengangguk saja.

Setelah perkenalan singkat itu, Kyungsoo dan Wendy ternyata semakin akrab setiap harinya. Mereka hampir selalu menghabiskan waktu bersama dengan latihan vokal di perusahaan. Yeri yang melihat pemandangan itu tersenyum licik dari belakang, diam-diam ia sungguh berharap akan terjadi sesuatu di antara keduanya. Mereka sudah semakin dekat, dengan begitu akan semakin sedikit waktu yang dimiliki Kyungsoo untuk bertemu dengan Serin.

Tentu saja, apakah kau benar-benar berpikir Yeri sengaja mendekati Kyungsoo tanpa ada niatan tertentu?

***

Sudah hampir lewat dua bulan sejak Kyungsoo menjadi trainee di SMent. Liburan musim panas pun juga sudah hampir berakhir, dan sampai saat ini Kyungsoo masih sukses merahasiakan statusnya sebagai trainee dari orang-orang. Ia pun sudah semakin jarang bertemu dengan Serin, bahkan sempat menghubunginya pun tidak. Itu semua dikarenakan Kyungsoo sudah naik level di kelas vokal dan akting, sehingga ia memiliki kesulitan untuk melewatinya. Tantangan yang dihadapinya pun semakin sulit. Ia khawatir dirinya akan dikeluarkan dari perusahaan jika ia tidak mencapai target atau mendapat skor jelek saat penilaian akhir bulan. Awalnya ia memang tidak ada niatan untuk jadi artis, tapi ia hanya tidak ingin kerja keras yang telah dibayarnya selama ini hanya akan berbuah sia-sia. Jadi ia mencoba berusaha yang terbaik untuk ini.

Selain itu, Serin mulai merasa jenuh dalam hubungannya. Makin kesini, Kyungsoo seperti tidak memiliki ketertarikan lagi pada dirinya. Kyungsoo bilang padanya kalau selama liburan musim panas ia kembali ke rumah orangtuanya di Gyeonggi, bahkan saat ditanya kenapa tidak pernah menjawab telepon, Kyungsoo hanya bilang bahwa ia sedang kerja paruh waktu di sana. Pulang ke rumah tapi sambil kerja paruh waktu? Apakah itu masuk akal? Tapi Serin berpikir tidak ada gunanya juga jika harus memperdebatkan hal itu, terlebih lagi dengan Kyungsoo.

Ketika ditanya soal hubungannya oleh Baekhyun dan Chanyeol pun, Serin hanya menggeleng dan tidak ingin cerita apapun ke mereka. Yang mereka tahu hanyalah Serin yang sedang merasa jenuh karena sikap cuek Kyungsoo padanya. Selebihnya gadis itu tidak terlalu merasa yang gimana-gimana karena ia masih memiliki kedua sahabatnya yang terus menemaninya sepanjang liburan ini.

“Masih belum bisa menghubungi Kyungsoo?” tanya Baekhyun di sela-sela permainan. Saat ini mereka bertiga sedang ada di rumah Serin, bermain jenga dengan Sehun juga sampai adiknya itu bosan sendiri karena teman-teman kakaknya hanya memainkan itu sepanjang liburan musim panas ini.

Serin yang sedari tadi hanya melamun sambil memutar-mutar ponselnya akhirnya menyerah dengan melempar ponselnya ke sofa. “Tak tahulah!”

“Tenang saja kenapa, sih. Palingan juga sedang belajar di rumahnya.” ujar Chanyeol sambil masih berkonsentrasi dengan balok jenga yang sedang diambilnya.

“Mungkin saja dia tidak bilang kalau punya usaha keluarga di rumahnya, jadi ikut membantu.” kata Baekhyun berusaha mentransfer pikiran positif ke Serin.

“Tak mau tahulah pokoknya!” ujar Serin setengah kesal.

***

Akhir pekan adalah hari yang sempurna untuk berjalan-jalan di kota Seoul sendirian. Hari ini Baekhyun memutuskan untuk keliling-keliling di sekitar kawasan rumahnya yang berlokasi di Apgujeong. Ya, sebenarnya Baekhyun dan keluarganya baru saja pindah ke rumah yang lebih besar di daerah Apgujeong. Sedikit mengejutkan untuk Baekhyun karena kawasan perumahan di sini hampir semuanya adalah rumah-rumah bagus. Dalam hati pun ia sebenarnya bersyukur diberi kesempatan bisa tinggal di tempat seperti ini.

Karena memiliki kakak yang berusia agak jauh di atasnya, Baekhyun jadi tidak memiliki banyak waktu dihabiskan untuk bersama kakak laki-lakinya yang sudah bekerja itu, sedangkan dirinya masih sekolah dan terjebak dalam musim panas yang membosankan dan tak kunjung berakhir ini.

Kawasan rumah Baekhyun berdampingan persis dengan Cheongdam-dong, yang mana adalah kawasan penuh dengan orang-orang terkenal. Ia belum sempat berjalan-jalan ke daerah ini, jadi berhubung ia sedang nganggur dan tidak tahu harus melakukan apa, jadinya ia memutuskan untuk berjalan-jalan sendiri saja di sana. Siapa tahu bisa bertemu Rain, hihihi. Baekhyun tertawa sendiri dalam hatinya.

Baekhyun tak hentinya terkagum-kagum dengan bangunan dan trotoar di Cheongdam-dong yang dijaga rapih, semuanya terlihat mewah dan bersih di sini. Tentu saja, daerah Gangnam memang yang terbaik. Setelah itu ia mampir ke sebuah kedai kopi yang berdekatan dengan salah satu perusahaan hiburan terbesar di negara ini.

Sambil menunggu kopi pesanannya jadi, Baekhyun sibuk memainkan game di ponselnya. Sepasang laki-laki dan perempuan baru saja masuk ke dalam kafe yang dikunjungi Baekhyun, keduanya memakai topi dan masker di hari yang panas seperti ini. Apakah mereka selebriti? Baekhyun mencoba menajamkan penglihatannya ke dua orang itu namun dengan yakin ia berpendapat bahwa itu hanyalah sekumpulan anak-anak trainee, bukan selebriti yang sesungguhnya.

Benda kecil di atas meja Baekhyun bergetar, menandakan bahwa pesanannya sudah jadi. Baekhyun keluar dari mejanya dan segera ke kasir untuk mengambil pesanannya. Strawberry Frappe kesukaan Baekhyun dengan banyak potongan buah stroberi di dalamnya karena ia memintanya secara khusus. Baekhyun segera menyedot minuman itu dengan riang.

“Kyungsoo-ya, aku suka padamu.”

Baru saja Baekhyun hendak membuka pintu kafe namun tiba-tiba kepalanya berubah arah ke sumber suara. Kalimat itu berasal dari seorang gadis yang baru masuk tadi. Di hadapannya duduk seorang lelaki yang terlihat sebaya dengan gadis itu, wajahnya tidak terlihat begitu jelas karena tertutup topi dan masker, tapi entah kenapa Baekhyun merasa familiar dengan sosok itu.

Oh? Bukankah dia…

Baekhyun memutuskan untuk tetap keluar dari bangunan kafe itu, mengambil ponsel di sakunya dan menekan nomor yang ada di kontaknya.“Serin-ah, kurasa barusan aku melihat Kyungsoo.”

–To Be Continued–

2 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Universe in His Eyes (Chapter 15)”

  1. Nah loh..ketahuan..,bener kan..masuk agency,trus sibuk,trus terlibat cinta lokasi..trus bertengkar..trus..bubarrrr..siapa coba yang di untungkan???? Yeri? Chanyeol??atau baekhyun?? Kalo my baeky g lah..kan milik ku seorang..wkwk..,lanjut thor..seru nih..bakal ada yg baper abis..

    1. halo, sebelumnya makasih yaa udah ninggalin jejak di sini, tunggu kelanjutannya nanti abis lebaran yaaaaa, author mau liburan dulu wkwkwkwk yuhuuuu

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s