[EXOFFI FREELANCE] (IM)PERFECT: Fifth Page

(IM)PERFECT VER. 3.jpg

Damchuu Presents

| ( I M ) P E R F E C T |

| Oh Sehun x Park Hyojin |

| School-life, Fluff, Hurt  |

| Series / PG-15 |

| DISCLAIMER: This story and characters are fictitious. Certain long-standing institutions, agencies, and public offices are mentioned, but the characters involved are wholly imaginary. |

Previous: [First Page] [Second Page] [Third Page] [Fourth Page]

Look from every side she is perfect. Perfect daughter for her parents, perfect student for her teacher. Also. Perfect demon for her nightmare.

oOo

“Yaampun, harus kukatakan berapa kali kalau bukan aku yang mengganti bajumu? Tanya saja pada Bibi Jung kalau tidak percaya.”

Sehun mengacak surainya frustasi. Mati-matian ia berusaha meyakinkan Hyojin jika tadi itu ia hanya sedang bercanda. Namun sang gadis malah bertahan dalam mode diamnya dengan tatapan menghunus pada Sehun.

“Cepat habiskan buburnya, nanti dingin.” Titah Sehun melihat Hyojin hanya mengaduk bubur di depannya tanpa minat.

“Aku mau pulang.” Ucap Hyojin pada akhirnya yang langsung mendapat gelengan dari Sehun.

“Habiskan dulu buburnya, atau mau kusuapi?”

Hyojin lantas berdecih, “So cheesy, sudah kubilang gombalanmu itu tidak akan mempan padaku.”

Namun Sehun tetap nekat merebut sendok yang dipegang Hyojin, kemudian menyuapkan sesendok penuh bubur kepada Hyojin, “Tinggal makan saja susah sekali.”

Tapi bukan Hyojin namanya kalau tidak keras kepala. Ia menaruh sendoknya setelah suapan ketiga, “Pahit,” adunya.

“Tentu saja pahit, mana ada orang sakit lidahnya jadi manis?” Sehun hampir saja menyumpah jika saja ia tidak ingat jika gadis di depannya ini sedang sakit.

“Terserah, pokoknya aku tidak mau makan.”

“Makan atau kukurung kau di sini semalaman?”

“Kau senang sekali mengancam,” cibir Hyojin sembari menyuapkan sesendok bubur ke mulutnya dengan terpaksa.

“Begitu kan lebih baik.” Sehun tersenyum penuh kemenangan. Melihat Hyojin mulai menurut, ia lantas beranjak untuk mengambil obat Hyoin di bawah.

Tapi sudah kubilang kan kalau Hyojin itu keras kepala minta ampun? Setelah Sehun mengilang dari balik pintu Hyojin menghentikan akting makannya. Ia lantas turun dari kasur, meregangkan tubuhnya yang kaku karena terlalu lama berbaring. Diliriknya jam dinding. Pukul 4. Jadi ia pingsan selama 2 jam? Selama itukah?

Hyojin mengamati sekeliling kamar Sehun yang tertata rapi. Melihat banyak sekali poster Michael Jordan yang tertempel di dinding bisa menunjukkan seberapa besar kecintaannya pada olahraga basket itu. Di atas meja belajarnya juga terdapat sebingkai fotonya dengan seorang lelaki di tepi pantai—kakaknya mungkin?

Hyojin tidak terlalu memusingkan hal itu. Atensinya lebih tertarik pada sebuah gitar yang terletak di sudut ruangan. Dari sekian banyak benda, ia lebih tertarik mengamati benda yang tampaknya sudah usang itu. Ditatapnya gitar itu lama, sebelum akhirnya memetik salah satu senarnya. Sumbang. Apa mungkin Sehun jarang memainkannya jadi lupa mencocokkan nadanya?

“Kenapa buburnya tidak dihabiskan?” Lengkingan itu terdengar dari ujung pintu. Ugh, Hyojin rasanya ingin sekali memasangkan plester pada mulut Sehun. Belum satu hari disini ia sudah dihadapkan pada sebuah kenyataan bahwa sang kapten basket sekolahnya ternyata tidak jauh berbeda dari ibu-ibu rempong yang mulutnya tidak bisa diam—bahkan ia baru tahu jika Sehun bisa mengeluarkan nada yang lebih tinggi daripada suara bass sehari-harinya itu. Bagaimana bisa laki-laki ini mendapat predikat ice prince dari gadis-gadis di sekolahnya?

“Kau bisa bermain gitar?” Hyojin menghiraukan perkataan Sehun barusan.

“Kau bercanda?”

“Lalu gitarmu?” Sehun mengalihkan atensinya pada gitar di pangkuan Hyojin.

“Itu milik kakakku.”

Hyojin mengernyitkan dahinya mendengar nada suara Sehun yang sedikit berubah. Tapi siapa peduli?

“Minum dulu obatnya.” Sehun memberikan sebuah pil berserta air putih kepada Hyojin. Ia mengaku kalah kali ini. Hatinya terlanjur dongkol menasehati Hyojin yang keras kepala minta ampun. Bahkan jika ia berkata sampai mulutnya berbusa pun gadis itu sepertinya tetap tidak akan mendengarkan.

Sehun beranjak membereskan mangkuk bubur Hyojin. Lihat, bahkan gadis itu tidak makan sampai setengah mangkuk. Pantas saja tubuhnya seperti tulang berjalan. Belum selesai membereskan kekacauan kamarnya, Sehun merasa tubuhnya tiba-tiba tertarik kebelakang. Dilihatnya Hyojin tengah bersembunyi di balik punggungnya.

bbc5a8d6-a230-4598-bf40-9910edecf693.gif

“Hyaaa! Jauhkan makhluk berbulu itu dariku!” Hyojin memekik setiap kali anjing itu berusaha mendekatinya. Setiap kali itu juga Hyojin terus menggunakan Sehun sebagai tameng.

“Jangan berlebihan, itu hanya Vivi.” Sehun berusaha melepaskan genggaman Hyojin pada tangannya, namun gagal.

“Aku tidak peduli dia Vivapolo atau apapun itu, pokoknya jauhkan dia dariku!” Nada Hyojin kembali meninggi dikala anjing putih itu kembali mendekati kakinya. Sedangkan Sehun hanya tertawa melihat tingkah sang gadis yang berusaha menghindari Vivi sembari terus menarik tangannya, “Jangan tertawa!”

“Kau lucu.”

“Dan kau sangat aneh.” Hyojin melepaskan genggamannya ketika melihat Vivi berlari menjauh.

“Terima kasih.”

“Itu bukan pujian tahu!”

Sehun mengendikkan bahunya, “Aku tidak bilang itu pujian.”

“Terserah!” Hyojin baru saja akan kembali merebahkan dirinya di kasur jika saja lengannya tidak di tahan oleh Sehun. Lagi-lagi laki-laki itu menangkupkan tangannya pada kening Hyojin.

“Kukira demammu sudah sembuh karena tingkahmu yang tidak bisa diam itu, masih panas ternyata.”

Hyojin yang merasa pipinya memanas buru-buru mengalihkan wajahnya. Tidak! Ia tidak bisa jatuh pada laki-laki psyco sepertinya! “Terserahku mau bersikap seperti apa.” Gadis itu lalu menghela nafas, “Antarkan aku pulang.”

“Kau masih sakit.” Balas Sehun enteng.

“Bilang saja kau mau mengambil kesempatan.” Oh ayolah, ia tahu semua trik murahan para lelaki untuk memikat para gadis. Sayangnya ia tidak akan terperangkap dalam semua trik picisan itu, “Pokoknya aku mau pulang!” Rengeknya

Sehun kembali mengumpat dalam hati mendengar ucapan Hyojin. Bagaimana semua niat baiknya selalu dianggap negatif oleh gadis itu?

oOo

Pada akhirnya Sehun mengantarkan Hyojin pulang setelah perdebatan panjangnya dengan gadis itu. Sebenarnya bukan apa-apa Sehun tidak mau mengantarkan Hyojin pulang, gadis itu masih sakit. Ia takut jika mengantar Hyojin pulang malah akan memperparah demamnya. Apalagi angin berhembus dengan dinginnya sampai rasa-rasanya menusuk tulang. Ia bukannya mau memanfaatkan keadaan—walaupun Sehun memang sempat berpikir seperti itu—mengalah pada orang sakit itu dapat pahala, begitu pikir Sehun.

“Kau tidak merasa berhutang padaku?” Sehun membuka percakapan di mobil.

“Untuk apa?”

I already help you three times.

“Dan kau minta balasannya?” Hyojin mencibir.

“Hanya mengingatkan, agar kau merasa berhutang budi.”

Hyojin memutar bola matanya malas, “You called me a fox when yourself also a fox.” Ucapnya dengan suara sepelan mungkin. Munafik? Sangat!

“Aku dengar.” Sehun menyela.

“Memang sengaja!”

Kemudian hening. Tidak ada yang berniat membuka pembicaraan. Bagi kalian yang berpikir pulang bersama adalah hal yang romantis, itu salah besar! Percayalah, kau akan terjebak dalam kecanggungan tidak berujung jika tidak pintar membuat topik pembicaraan.

What if we make a new deal?

“Perjanjian baru apanya, kita bahkan tidak pernah membuat perjanjian sebelumnya.”

“Jangan menyela—” gerutu Sehun, “You want return the favor, right? So, be my fake girlfriend for a month.

No!” Hyojin menjawab tegas, “I’ll return your favor, but in other way.

There’s no other way.” Jawab Sehun cepat yang hanya dibalas dengan dengusan oleh Hyojin.

Hyojin yang melihat rumahnya sudah berada di ujung jalan buru-buru berkata, “Turunkan aku disini.” Titahnya.

“Rumahmu kan masih di depan sana.” Sehun memandang gadis di hadapannya tidak mengerti.

“Pokoknya turunkan aku disini.” melihat Sehun yang masih saja melongo tidak mengerti membuat Hyojin gemas untuk mencubit pinggang Sehun, “cepat!”

“Iya iya bawel.” Sehun segera menepikan mobilnya, membuat Hyojin tersenyum penuh kemenangan. Setelah mobil yang mereka tumpangi benar-benar berhenti, Hyojin bergegas mengambil tasnya, “Terimak—”

“Tunggu!”

Sehun menahan tangan Hyojin yang hendak membuka pintu mobil. Ia lalu menyodorkan sebuah kantong pada sang gadis, “Obat—” Sehun menggantungkan ucapannya ,—untuk punggungmu.” ucapnya dengan volume sekecil mungkin.

Hyojin membeku mendengar penuturan Sehun.

“Dokter bilang infeksinya cukup serius jadi kau harus rutin mengoleskan salepnya.”

Melihat Hyojin yang tak kunjung mearaih obatnya membuat Sehun menarik paksa tangan Hyojin untuk menerima obatnya, “Aku tidak akan bertanya kenapa.” Ucap Sehun cepat, “Sudah, sana cepat keluar.”  ia lalu mendorong tubuh ramping gadis itu, kemudian melajukan mobilnya dengan tergesa. Meninggalkan Hyojin yang masih diam membeku sembari memandangi kepergian mobil Sehun dengan pandangan terkejutnya.

Obat?

Punggungnya?

Jadi Sehun melihatnya???

Tidak!!

Sebenarnya sudah sejauh mana laki-laki itu tahu?

-oooOooo-

Well, I don’t really sure what I should say in here. But if you have problem understanding the plot or else, don’t hesitate to ask me XD

This story also publised on:

https://justdamchuu.wordpress.com/ (Personal blog) and https://www.wattpad.com/story/116878757-im-perfect-osh (Wattpad)

Regards,
Damchuu

22 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] (IM)PERFECT: Fifth Page”

  1. Keeeiii-yaaaaaaa
    Akyu baru muncull..mianhe mianhe hajimaaaa hahahahahaha
    Kan tdi sehun sudah blg ngintip sitik..cemana sih nona satu ini 😂😂😂
    Well..stelah bnyak wktu luang maraton baca dehh klo q ga komen tiap chap brarti ga sbar bca slanjutny n bkal komen d chap plg akhir apdet yesss keyy okeydokey 😂😂😂
    Fighting 💪💪

  2. Viviiiii! Baru juga kemaren liat dia ultah diucapin sama sang majikan wkwk.
    Aw aw aw, ihh pokoknya gemes sama mereka, gk tau kenapa ini. Senyum senyum sendiri aih, untung gk ada yg liat wkwk

    1. Kamu bilang ultahnya Vivi aku jadi keinget dia dipakein topi sama dikasih kue wkwkwk
      Btw, jangan senyum² sendiri, bahaya. Mending sini senyum sama aku (abaikan :v) 🤣🤣

  3. Pulang hyojin jangan dipukul lagi dong..kasian. sehun berniat baik kayaknya,dia sungguh2 tuh nolongin hyojin.chapter ini cuma sekitar hyojin ama sehun doang thor. Abang chanyeol kapan??

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s