[EXOFFI FREELANCE] Forecast the Series (Chapter 4)

forecast ff cover

Tittle             : Forecast the Series

Author         : Moully Jung

Length         : Chaptered- Ficlet

Genre         : fantasy, Persahabatan,

Rating         : T

Main Cast         : All Exo member, ot12

Summary     : sebuah ramalan tentang kehancuran bumi membuat Suho harus terlibat dalam sebuah misi besar untuk menyelamatkan bumi atau nyawanya yang akan jadi penggantinya.

Disclaimer         : cerita ini sudah pernah dipublikasikan di

 https://www.wattpad.com/user/Moulidia

Forecast the Series

Chapter 4 Para Mahluk Malam

Hari ini, kalender sudah memasuki bulan maret, itu artinya musim semi telah tiba, yang artinya tidak ada lagi salju dan hawa dingin yang menusuk tulang mereka ketika keluar rumah tapi justru di ganti dengan pemandangan bunga bunga yang mulai tumbuh bermekaran dan pohon-pohon yang mulai memperlihatkan tunasnya.

Sementara itu, di sebuah rumah yang cukup minimalis, lima orang penghuninya masih asik menjelajahi alam mimpi mereka masing-masing, belum ada yang menunjukan tanda-tanda akan terbangun. Terutama Baekhyun, penghuni baru rumah tersebut yang masih asik memeluk boneka anjingnya, yang berukuran hampir setengah tinggi tubuhnya. Rabut merahnya berantakan hampir terlihat seperti tumpukan jerami, Baekhyun harus bersukur warna rambutnya merah bukan pirang atau coklat terang, klo tidak orang lain akan mengira itu bener benar jerami,

Berbeda dengan Kris yang tertidur dengan rapi di kamar lainya, badanya yang cukup tinggi terbaring dengan damainya, persis seperti mayat tidak bergerak sedikitpun bahkan baju tidurnya tidak terlihat kusut, orang pasti mengira dia benar benar sudah mati jika melihat Kris tertidur, aneh memang ada manusia yang bisa tidur tampa bergerak sedikitpun, well tapi dia memang bukan manusia. Jangan lupa Kris adalah siluman naga dan naga dapat tidak bergerak sapai bertahun tahun jika sedang tertidur atau jika dia mengingnkanya.

Masih di kamar yang sama, Suho yang tertidur di ranjang yang bersebrangan dengan ranjang Kris mulai terganggu dengan cahaya matahari yang masuk memalui jendela kaca di sampingnya. Matanya mulai mengerjab dan detik berikutnya dia sudah terduduk memandang matahari yang mulai naik, siap menghangatkan setiap hal yang ada dalam jangkauanya.

“matahari yang indah” Suho tersenyum “ahh hangatnya, ini yang paling aku sukai dari musim semi, selain bunga dan pohon yang mulai tumbuh aku paling suka perasaan hangat seperti ini, tidak panas seperti musim panas tapi hangat dan nyaman, mungkin ini akan jadi hari yang indah untuk berlibur” Suho masih terus bermonolog sampai gulungan kertas using yang ada di meja samping tempat tidurnya memancarkan cahaya, seketika sebuah gambaran tentang pemilik simbol lain berputar dalam penglihatanya. Setelah itu dia tersenyum dan kembali memandang matahari “ sepertinya anak-anak akan suka berlibur ke Itali”.

***

Kali ini mereka berlima sedang ada di ruang tengah, meskipun mereka sibuk dengan urusanya masing-masing. ruang tengah rumah mereka terbilang cukup sederhana, hanya sofa putih di tengah ruangan yang berderet membentuk leter U, di depanya diletakan lemari berukuran sepinggang berwana senada dengan TV LED 40 Inch. Di sudut-sudut ruangan terdapat rak-rak tinggi dngan koleksi buku yang cukup lengkap, ada  juga deretan DVD film yang di urutkan berdasarkan tahun dan album-album music yang juga di urutkan berdasarkan tahun, bahkan ada juga yang masih dalam versi piringan hitam.

Sulit di pungkiri, hal itu menarik perhatian Baekhyun, lihat saja dia sekarang, sudah sejak satu jam yang lalu dimengapsen koleksi buku dan DVD yang ada di rak-rak tersebut. dia masih sulit untuk mempercaya, bagimana bisa rumah ini memiliki koleksi yang lebih lengkap dari perpustakaan, bahkan buku-buku langkah yang tidak di temukan di perpustakaan karena sudah terlalu lama atau cetakanya yang terbatas bisa dia temukan di sini.

Di bagian sebelah barat sofa, Xiumin masih sibuk mencoret coret dokumen di tanganya, sementara beberapa dokumen yang sudah selesai dia letakan di samping tubuhnya. Sementara itu Sehun dan Kris sedang bermain tidak jauh dari Xiumin, merek bertaruh apakah anginya Sehun bisa memadamkan api milik Kris, Kris sudah bersikeras tidak mungkin tapi Sehun masih tetap denga logikanya, bahwa api akan mati jika tertiup angin, well benar juga sih.

Tetapi ternyata itu tidak semudah yang Sehun pikirkan, karena buktinya cukup sulit memadamkan api Kris, padahal Kris hanya menyalakan api kecil di telapk tanganya, tapi itu masih cukup sulit untuk Sehun, bahkan beberapa kali api itu membesar ke arahnya, untuk itu Xiumin membat dinding es di antara dirinya dan mereka berdua sehingga kegiatan apapun yang di lalukan kedua adiknya itu tidak akan menggangu pekerjaanya. Yaa selama mereka belum membakar rumah ini tentunya.

Xiumin tersenyum senang saat tiba-tiba api di tangan Kris terkena air yang entah datang dari mana. “kau lihat, menggunakan air lebih mudah untuk memadamkan api, benarkan Suho hyung” kata Xiumin menoleh pada Suho yang berjalan ke arah mereka. “ Apa yang kalian lakukan di sini, kalian tidak tau, cuaca cukup cerah hari ini, mengapa tidak menikmatinya di luar” kata Suho yang mulai dudukan diri di samping Xiumin, di susul bakyun yang rupanya telah selesai dari pekerjaan mengamati bukunya.

“ini hari minggu hyung, lagian aku tidak tau apa yang akan aku lakukan di luar” kata Sehun polos

“koleksimu jauh lebih menarik di bandingkan cuaca di luar sana hyung, darimana kau bisa mendapatkanya, itu luar biasa” kata Baekhyun yang masih terkagum-kagum dengan koleksi buku di rumah itu.

“well itu sebenarnya bukan hanya koleksi ku Baekhyun, lebih tepatnya itu milik kita ber empat, karena Kris, Sehun dan Xiumin juga penyumbang terbanyak koleksi di belakang sana”

“bagaimana kalian mendapatkanya, I mean, bahkan ada beberapa buku yang di cetak ratusan tahun yang lalu, bagaimana kalain bisa memilikinya ?”

“tentu saja kita membelinya, saat itu tentunya” jawab Xiumin singkat

“membeli ?, ratusan tahun yang lalau ? berapa sebenarnya umur kalian”

“hanya beberapa ratus tahun saja Hyung, heheh” jawab Sehun sebari mengaruk garuk kepalanya yang tidak gatal. Baekhyun yang mendengar jawaban itu hanya bisa memasang wajah terkejut, dia baru benar benar percaya bahwa yang tinggal bersamanya sama sekali bukan manusia.

“ayolah itu tidak penting untuk di bahas sekarang, ada hal yang lebih penting yang ingin aku bicarakan” kata Suho membuat semua mahluk di situ memandang ke arahnya  “aku punya teman di Itali, dia tinggal di sebuah desa kecil yang masih alami, bagaiman jika kita berlibur ke rumahnya, musim semi di sana pasti lebih menarik, kalian juga pasti jenuh denga kegiatan kalian, sekali kali kita merasakan suasana pedesaan, bagimana menurut kalina ?”

Seketika ruangan senyap, mereka ber empat memasng ekpresi berfikir setelah persekian detik berikutnya memandang satu sama lain, dan kemudian tersenyum karah Suho, dan itu di artikan setuju oleh Suho.

***

Setelah perjalanan Panjang menggunakana pesawat, mobil dan beberapa kendaraan lainya, akhirnya mereka sampai di sebuah desa kecil di Italia, orang-orang di sini sungguh masih sederhana sekali, saat mereka mulai memasuki desa, mereka dapat melihat para laki-laki yang menggali tanah untuk menanam sayur saruran, ada juga yang sudah mulai memberinya pupuk. Ada juga yang sedang memberi makan ternaknya seperti ayam, sapi, kuda dahkan babi. Beberapa wanita terlihat sedang memerah susu dan membawanya ke penampungan. Suho benar, udara di sini masih sangat asri, dan sejuk. Mereka semua membayangkan liburan yang indah di sini.

Akhirnya mereka sampai di tempat mereka akan menginap, rumah teman Suho, rumahnya cukup sederhana, hanya rumah kayu dengan empat kamar tidur, beberapa furniture tua tersebar di seluruh rumah yang memberikan kesan antik pada rumah ini, rumah yang cocok untuk di jadikan penginapan di sebuah pedesaan yang asri seperti ini. Pemilik rumah ini hanya tinggal sendirian di rumahya, dia sengaja membuat 3 kamar tambahan karena sering ada tamu yang berkunjung dan menginap di rumahnya, ya seperti mereka ini contohnya, dan karena kelelahan akibat perjalanan yang Panjang, mereka memutuskan tidur lebih awal setelah makan malam.

***

Matahari pagi mulai memasuki kamar Sehun, membuat dia mau tidak mau terbangun dari mimpi indahnya, tapi kali ini dia tidak akan kesal karena kenyataan akan lebih indah dari mimpinya hari ini, jadi dengan semangat dia beranjak dari tempat tidurnya, menyadari Xiumin sudah tidak ada di tempat tidurnya, dia merasa sedikit kesal karena hyungnya meninggalkanya dan menikmati pemandangan indah di luar sana lebih dulu, tampa pikir Panjang dia berlari keluar kamar.

Sehun sudah siap, setelah mandi dan berpakaian sekarang dia siap untuk menjelajahi desa indah ini pikirnya, tapi ketika dia berjalan keluar rumah, ada yang aneh, tidak ada satupun di luar sana, tidak para petani, atau peternak yang sibuk dengan pekerjaanya, atau pun para wanita pemerah susu, tidak ada siapa pun, hanya hewan hewan yang mulai panik karena tidak ada yang memberi mereka makan.

“kemana perginya semua orang, kenapa tidak ada stupun orang di sini, uh desa ini jadi terlihat seperti desa berhantu”

Sehun terus melangkahkan kakinya menyusuri desa, tapi masih belu bisa menemukan satupun orang. Sampai matanya menagkap sosok Baekhyun dan Xiumin dan langsung berlari mengejarnya.

“apa yang terjadi mengapa desa ini sepi sekali” tanya Sehun pada kedua Hyungnya. Sebenarnya Sehun tidak tau berapa umur Baekhyun, tapi karena Baekhyun terlihat lebih tua dari dia_menurut Sehun_ jadi dia menganggap Baekhyun adalah hyungnya.

“aku sudah berkeliling desa tapi tidak ada satu orangpun” kata Baekhyun menambahkan

“entahlah aku tidak mengerti, atau mungkin ini sebuat tradisi?” jawab Xiumin seadanya.

Beberapa menit kemudia, langit di atas mereka menggelap bahkan matahari perlahan tertutup oleh bayangan hitam yang sedidkit demi sedikit mengikisnya. Keadaan ini persis seperti gerhana matahari tapi terlalu lama untuk di bilang gerhana matahari, hewan-hewan peliharaan di depan mereka tiba-tiba terjatuh tidak sadarkan diri, tidak mereka tidak mati hanya tertidur, entah sampai kapan.

Belum juga pulih dari kepanikanya, symbol symbol yang terukir di tubuh mereka tiba-tibak bercahanya, pertanda ada pemilik kekuatan lain yang baru muncul di deket mereka. Mata mereka terfokus pada seorang pria yang berdiri dengan gagahnya di atas genteng salah satu rumah warga yang juga memandang kearah mereka bertiga, tubuh pria tersebut tidak begitu tinggi, dengn rambut hitam dan mata merah menyala, di salah satu matanya terukir symbol sang pengendali matrial bumi yang juga ikut bersinar sama seperti milik mereka bertiga. Ekspesi pria itu datar tetapi tatapan matanya seolah siap menghancurkan manusia manapun yang menatapnya, atau bisa di katakana ‘mengerikan’.

Sementara itu di sisi lain desa, seorang pria jangkung dengan rambut hitam sedang menatap intens kearah Kris dan Suho dengan mata merah menyalanya. Terdapat symbol phoenix di punggung tangan kanan pria tersebut yang bersinar begitu juga symbol mili Kris dan Suho yang ikut bersinar pertanda ada pemilik kekuatan lain yang baru, muncul di hadapan mereka.

Tampa di duga Suho tersenyum kearah pria tersebut

“ ahh kalian sudah datang rupanya ”.

#berlanjut ke chapter berikutnya

Hai temen temen apa kabar, Forecast the Series update lagi. Ada yang nungguin ?, hehehhe

Akhir akhir ini aku lagi gregetan sama kuroshitsuji, karena mangganya lama banget updatenya. Padahal lagi seru serunya. Kalian ada yang suka kuroshitsuji juga ga. Komen ya….

Jadi Chapter 4 dan 5 ini sedikit terinsirasi dari salah satu cerita kuroshitsuji, tapi tenang jalan ceritanya ttp hasil pemikiranku. Aku Cuma ngikutin beberapa detail kecil dari cerita tersebut.

Owh ya maaf chapter 4 ini sedikit, karena di chapter 5 nya Panjang banget, ga pake banget sih. Panjang lah pokonya.

Aku update dua chapter tiap minggu, klo kalian udah baca chapter 4 ini. Silahkan baca juga chapter 5 nya.

Semoga kalian suka dengan cerita ini. Jangan lupa komen. Komen kalian sumber kekuatan ku untuk lanjutin cerita ini. Trimaksih

Moully Jung :*

3 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Forecast the Series (Chapter 4)”

  1. 2 manusia misterius nih yang bakal muncul to bergabung..,panjangan dikit kenapa ceritanya thor..hehe..semangat ya thor..

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s