[EXOFFI FREELANCE] MY POSSESSIVE HUSBAND (Chapter 11A)

EXO - MPH

MY POSSESSIVE HUSBAND [Chapter 11A]

 

Author : IFAngel (Wattpad: ifangel04) || (Instagram: @ifangel_04)

Length : Chapter || Genre : Romance, Family, Drama || Rating : T – Teen

Cast : Oh Sehun, Park Hyunji, Park Hyunhee, Kim Jongin a.ka Kai.

Additional cast : Park Chanyeol as Hyunhee and Hyunji’s old brother || Kim Minseok a.k.a Xiumin as Sehun’s assistant || Kim Junmyeon a.k.a Suho as Kai’s old brother  || Do Kyungsoo a.k.a Dyo as Kai’s assistant || Etc.

Summary: Dengan semua trauma yang dialami olehnya terkait kekasihnya dimasa lalu, membuatnya menjadi pria yang posesif. Namun sekali lagi hal buruk menimpanya dan dia tak dapat menerima hal tersebut. Kira-kira bagaimana dia menjalani hidupnya jika kehilangan kekasihnya lagi?

#1 || #2 || #3 || #4 || #5 || #6 || #7 || #8 || #9 || #10

 

Note: FF ini juga aku post di wattpad –ku. Link, klik disini.

Disclaimer: FF ini merupakan hasil dari pemikiran aku sendiri. Apabila ada kesamaan dalam alur, tokoh maupun latar itu merupakan unsur ketidaksengajaan. Maaf, atas adanya kesalahan maupun kekurangan dalam penulisan.

This story is mine and my work.

Please, don’t copy without permission! Don’t plagiarize!

Setiap kritik & saran yang membangun sangat aku tunggu, butuhkan dan hargai guna membantu perbaikan aku dalam penulisan. Gomawo~

 

-ooOoo-Happy Reading-ooOoo-

Di pagi hari bel rumah keluarga Park sudah berbunyi, entah siapa tamu itu. Dan dia telah membuat keributan seisi rumah, karena penghuni rumah tersebut masihlah tertidur. Hingga Nyonya Park terpaksa bangun karena sepertinya tak ada anggota keluarga lain yang berniat bangun untuk membukakan pintu bagi tamu tersebut.

Annyeonghaseyo Eomeoni,” sapa seorang pria ketika Nyonya Park membukakan pintu, lalu pria itu membungkuk.

“Eoh … Sehun –ah, rupanya kau yang datang,” ucap Nyonya Park. “Ayo masuk.”

Mereka duduk di sofa yang ada di ruang tamu.

“Ada apa kau datang sepagi ini? Ada keperluan mendesakkah?” tanya Nyonya Park.

“Akh … tidak Eomeoni, tidak seperti itu. Maaf telah mengganggu di pagi hari, aku hanya ingin bertemu Hyunji,” jawab Sehun sedikit kikuk.

“Anak itu bahkan masih tidur saat ini, dia itu kalau hari libur bisa tidur seharian,” jelas Nyonya Park.

“Apa Hyunji selalu begadang?” tanya Sehun dengan nada khawatir.

“Tidak juga, dia itu memiliki gangguan tidur. Jadi untuk dapat tidur nyenyak itu sulit,” jawab Nyonya Park.

Sehun ber –ah ria mendengar hal baru mengenai kebiasaan kekasihnya itu, ternyata banyak yang tidak dia tahu. “Kalau begitu, aku akan menunggu Hyunji hingga bangun saja,” ucap Sehun.

“Itu terserah padamu.” Nyonya Park beranjak dari duduknya. “Sehun –ah, kau datang sepagi ini apa sudah sarapan?”

“Belum Eomeoni,” jawab Sehun sungkan.

“Kau suka makan apa? Biar Eomeoni buatkan untukmu.”

“Tidak, terima kasih. Tidak usah repot-repot,” tolak Sehun sopan.

“Katakan saja, toh Eomeni juga akan memasak untuk sarapan yang lainnya.”

“Apapun tak masalah, aku bukan orang yang suka pilih-pilih makanan,” jawab Sehun.

“Ibumu pasti senang, dia tak akan kerepotan untuk masak. Eomeoni kalau mau masak itu suka bingung, karena masing-masing anggota memiliki selera sendiri.”

“Kalau Hyunji, memang makan apa yang disukai dan tidak dia sukai?” tanya Sehun.

Nyonya Park tersenyap sejenak, dia tampak bingung untuk menjawab. “Itu kau tanya saja langsung padanya,” jawab Nyonya Park.

Karena tidak tahu harus berbuat apa, akhirnya Sehun memilih ikut Nyonya Park ke dapur dan membantunya memasak. Padahal dirinya tak pernah membantu Ibunya sendiri ketika memasak.

Eomma~ masak apa? Baegopayo.” Suara seorang gadis memecah kekeningan di dapur.

“Kau sudah bangun? Selamat pagi, Hyunji –ya.”

Gadis itu tersentak mendengar suara yang tak asing baginya, lantas dia menoleh. Matanya terbelalak ketika melihat sosok tersebut. ‘Oh Sehun! Sedang apa dia pagi-pagi disini?’ gumamnya.

“Eoh … Sehun –ah! Rupanya kau yang berisik pagi-pagi,” ucap Chanyeol yang baru saja datang.

“Selamat pagi, Chanyeol hyung,” sapa Sehun.

Ne … Ne … kau simpan saja dulu ucapan selamat paginya, ada perlu apa kemari sepagi ini?” tanya Chanyeol.

“Untuk bertemu Hyunji,” jawab Sehun sekenanya.

Seketika Chanyeol langsung melempar tatapan pada orang yang di maksud, Hyunhee. “Jadi kau yang menyuruhnya datang sepagi ini?” tanya Chanyeol seakan menghakimi Hyunhee.

“Tidak, aku tidak tahu menahu,” jawab Hyunhee cepat.

“Iya Hyung, ini inisiatif –ku sendiri,” jawab Sehun.

“Baiklah, kalau kau bilang begitu,” sahut Chanyeol.

 

Sehun mematikan mesin mobilnya setelah dia berhasil parkir, sementara seorang gadis yang duduk di sebelahnya masih menatap tak percaya kalau pria itu membawanya ketempat tersebut.

“Jadi ini yang kau maksud kejutan?” tanya gadis itu.

“Ya,” jawab Sehun dengan senyumannya. “Ayo kita turun,” ucap Sehun lalu melepaskan sabuk pengamannya.

Sehun membawa gadis itu ke sebuah taman hiburan, berharap semoga mereka dapat menghabiskan waktu senang bersama dan dapat melupakan kecanggungan yang sebelumnya terjadi.

“Bagaimana menurutmu?” tanya Sehun.

“Apa?” gadis itu malah bertanya kembali.

Sehun kehabisan kata-kata, ekspresi layaknya orang bingung muncul dari raut wajahnya. “Sudahlah, lupakan.” Sehun meraih salah satu tangan gadis itu dan menggenggamnya. “Mari kita bersenang-senang. Kira-kira kita naik wahana apa dulu, ya?” Sehun berucap pada dirinya sendiri.

Gadis itu hanya menatap Sehun dalam diamnya, sejujurnya dia juga bingung akan melakukan apa dengan pria itu saat ini. Padahal dia sangat suka jika datang ke taman hiburan, hanya saja dia tak menyangka akan datang dengan seorang pria yang merupakan kekasih dari saudara kembarnya.

Hyunhee hanya mengikuti langkah kaki Sehun, lantaran pria itu masih menggenggam tangannya.

“Bagaimana kalau kita naik komidi putar?” sebuah pertanyaan dari Sehun membuyarkan lamunan Hyunhee.

“Terserah, aku ikut saja,” jawab Hyunhee tak bersemangat.

Sehun mengkerutkan keningnya, dia menyadari suasana hati dari gadis di sebelahnya itu. “Apa datang ke sini bukan pilihan yang tepat? Kau tampak tak bersemangat, Hyunji –ya.”

“Maaf, pikiranku sedikit teralihkan tadi,” jawab Hyunhee berdalih.

Sehun berdiri menghadap Hyunhee, lalu dia sedikit membungkuk untuk melihat langsung ke arah manik mata gadis itu. Dia menangkupkan tangannya di kepala Hyunhee. “Apa yang tengah kau pikirkan, eoh? Kuharap bukan pria lain yang kau pikirkan tadi.”

Seketika, tepat setelah Sehun bilang ‘pria lain’, sebuah nama muncul dalam benak Hyunhee, Jongin oppa. Dan hatinya terasa sakit.

“Tidak,” jawab Hyunhee singkat. Dia tersenyum pada Sehun, tapi kita tahu jika itu bukanlah sebuah senyuman yang mengekspresikan rasa senang atau semacamnya. “Ayo kita naik komidi putarnya,” ajak Hyunhee.

Senyum Sehun kembali terbit, dia menggenggam tangan Hyunhee lagi dan melangkah bersama menuju komidi putar.

___ ___ ___

Sehun masih terus mengajak untuk menaiki wahana lainnya. Sementara itu, Hyunhee tampak sudah lelah. Di tambah hari sudah beranjak siang dan rasa lapar mulai menderanya. Lantas Hyunhee berhenti, membuat Sehun yang sedari tadi terus berjalan sembari menggandeng tangannya jadi ikut berhenti.

“Kenapa?” tanya Sehun.

“Tidakkan kau merasa lelah atau lapar? Ini sudah hampir lewat jam makan siang,” ujar Hyunhee.

Sehun kembali menampilkan senyumnya lalu menggeleng pelan. “Tidak jika bersamamu,” jawab Sehun.

Hyunhee memutar bola mata malas. “Setidaknya kau pikirkan kondisimu, kau itu baru keluar dari rumah sakit. Kita makan dulu,” ucapnya bicara dengan nada cukup tinggi.

Namun hal tersebut sama sekali tidak mengintimidasi Sehun, dia malah terkekeh. Bagi Sehun, omel gadis itu barusan malah terdengar sangat menyenangkan. “Baiklah.”

“Apa aku tampak seperti candaan bagimu?” sentak Hyunhee.

Sehun menghentikan kekehannya. “Tidak sama sekali,” jawabnya terdengar lembut. “Aku hanya senang mendengar ucapanmu barusan, itu seperti kau sangat memperhatikan kondisiku.”

Hyunhee menerjapkan matanya, menatap tak percaya ke arah Sehun. Dalam benaknya dia berpikir ‘apakah kepala Sehun terbentur lagi?’. Karena sepanjang hari ini, dia terus mendengar bualan Sehun yang terkesan sedang merayunya. Dan saat ini dia merasa menyesal, lantaran telah peduli pada pria itu tanpa sadar. Yang pada akhirnya menyebabkan pria itu besar kepala dan terus-terusan menggodanya.

“Tolong jangan salah paham, aku bilang begitu karena tak mau repot dan disalahkan jika kau tiba-tiba jatuh sakit setelah hari ini,” dalih Hyunhee.

Ne Chagi –ya,” ucap Sehun penuh penekanan. Baru saja Hyuhee hendak melayangkan protesnya, namun Sehun sudah merangkul tubuhnya dan kembali berjalan. “Sudah, ayo kita makan.”

̥

Saat ini Hyunhee sedang duduk di dalam sebuah restoran sembari nunggu Sehun yang tengah memesan makanan, dan beberapa saat kemudian Sehun kembali dengan nampan berisi sejumlah makanan juga minuman. Sehun menyerahkan sepiring salad dan sebotol air mineral ke hadapan gadis itu, sementara untuk dirinya ada sebuah Hamburger ukuran besar dan kentang goreng serta minuman bersoda.

Hyunhee menatap kearah piringnya sejenak, sebelum akhirnya dia melirik kearah piring milik Sehun. “Kenapa aku makan ini, sementara kau makan itu?” Hyunhee melayangkan protesnya.

“Kau itu harus menjaga makananmu agar memiliki bentuk tubuh ideal, bukankah kau selalu bilang begitu?” ucap Sehun.

Hyunhee diam, dia berpikir sejenak. Dia lupa kalau saat ini dirinya telah berpura-pura menjadi kembarannya yang berprofesi sebagai model dan menjaga bentuk tubuh ideal adalah sudah keharusan. Tapi tunggu sebentar, bukankah terakhir kali Hyunji itu sudah berhenti menjadi model. “Aku tidak harus melakukannya lagi, bukankah aku sudah berhenti menjadi model?”

Sehun menatap gadis di hadapannya, seakan mencari sesuatu. “Jadi kau serius, saat bilang akan berhenti dari modeling?”

Hyunhee terlihat ragu “Emm … ya.”

Sehun yang semula duduk dengan tegak, kini dia tampak merosot dengan bersandar pada kursi. “Kenapa?”

Hyunhee kembali diam saat Sehun mengajukkan pertanyaan lagi. “Hanya ingin mencoba hal baru,” jawab Hyunhee sekenanya.

“Baiklah … jika itu maumu. Aku tidak akan memaksa atau menghalangimu, karena aku tak ingin terlibat pertengkaran lagi denganmu,” jawab Sehun seakan pasrah.

Hyunhee menghembuskan nafasnya lega, tak disangka Sehun menerima alasannya begitu saja. Tapi biar bagaimanapun Hyunhee sangat bersyukur, dia tak perlu menjalani hal yang bukan dirinya atau membatasi makannya lantaran menjadi model.

Sehun hendak menyuapkan roti isi itu kedalam mulutnya, sebelum akhirnya sebuah tangan menahannya. Matanya menatap kearah pemilik tangan tersebut.

“Kau tidak boleh makan ini, ingat kau baru saja keluar dari rumah sakit. Kau harus menjaga makananmu,” ucap Hyunhee. Dia mengambil Hamburger ditangan Sehun dan menaruhnya kembali di piring, lalu dia menggeser piring dengan hamburger itu dan menggantinya dengan piring berisi salad. “Ini kurang baik untuk kesehatan.”

Sehun menatap piring dihadapannya saat ini yang telah berganti, dan berkata. “Baiklah,” dengan tersenyum. “Terima kasih,” sambungnya.

“Untuk apa?” tanya Hyunhee bingung.

“Telah menjadi kekasih yang baik untukku. Dan mulai sekarang, aku juga akan menjadi kekasih yang baik untukmu. Ku harap setelah ini tak ada lagi pertengkaran di antara kita,” ucap Sehun terdengar tulus.

“Ku mohon jangan salah paham, aku baik padamu hanya karena rasa kemanusiaan,” ujar Hyunhee berkata jujur.

“Benarkah? Ini bukan seperti kau sedang menunjukkan rasa cintamu dengan memberi perhatian juga menjagaku saat ini?” Lagi, Sehun kembali menggoda gadis di hadapannya.

“Makan, makananmu.” Hyunhee berucap dengan dinginnya, dia tak ingin meladeni ocehan Sehun lagi.

Beberapa saat lalu mereka telah menyelesaikan makannya, dan saat ini Hyunhee sedang duduk sendiri sembari menunggu Sehun yang sedang ke toilet. Melalui kaca restoran yang transparan, dia melihat keluar. Dilihatnya ada beberapa orang anak yang tengah berkumpul mengerubingi orang yang berpakaian dengan kostum badut, Hyunhee berdiri dari duduknya dan berjalan menghampiri mereka lantaran dia tertarik, sisi anak kecilnya tiba-tiba muncul.

Hyunhee memperhatikan dari dekat interaksi sang badut dengan anak-anak itu, tampak sebuah senyum terukir di sudut bibirnya. Namun perhatiannya teralihkan oleh ponsel yang bergetar dalam genggamannya. Sehun meneleponnya.

“Tunggu, aku akan kembali,” jawab Hyunhee lalu berbalik dan berjalan menuju restoran.

“Kau itu habis dari mana? Aku mencarimu,” ucap Sehun saat gadis itu sudah ada dihadapannya.

“Di luar ada badut lucu, aku tadi disana untuk melihatnya,” jawab Hyunhee dengan binar dimatanya. “Ayo kita kesana dan berfoto dengannya,” ajak Hyunhee.

Tanpa menunggu persetujuan Sehun, Hyunhee langsung menarik tangan pria itu. Namun saat mereka tiba di tempat tersebut, sang badut sudah tidak ada. Sehun tampak menghembuskan nafasnya lega, sementara Hyunhee menelan kekecewaan. Tapi gadis itu cukup gigih untuk menyerah, Hyunhee bertanya pada salah seorang pengunjung.

Hyunhee kembali menghampiri Sehun setelah bertanya pada pengunjung tadi. “Ayo, katanya badut itu pergi ke arah taman air,” ucap Hyunhee lalu berjalan meninggalkan Sehun.

Mau tak mau Sehun mengikuti langkah kaki gadis itu, meskipun sebenarnya dia enggan. Setidaknya Sehun dapat membaca ekspresi senang yang terpancar dari wajah gadis itu saat ini, dan dia tak ingin merusaknya.

“Kau lama sekali jalannya, nanti badut itu keburu pergi ketempat lain lagi.” Kini Hyunhee mulai mengomel.

Sehun sedikit berlari kecil untuk dapat mengejar gadis itu.

“Akh … disana!” ucap Hyunhee sedikit berteriak sembari menunjuk badut yang sedang berdiri dekat kolam, dia mulai berlari dan Sehun jadi ikut berlari.

“Boleh aku berfoto?” tanya Hyunhee pada badut itu.

Dengan senang hati badut itu mengabulkan permintaannya. Hyunhee merogoh isi tasnya untuk mengambil ponsel. Kini dia sudah siap dengan kameranya, tangannya sedikit dia panjangkan agar dapat mengambil gambar yang luas. Tapi apa daya, tangannya itu pendek dan badut itu cukup tinggi, sehingga tidak dapat mengambil gambar full. Hyunhee mengedarkan pandangannya, mencari seseorang.

“Sehun oppa, kemari. Kenapa berdiri disitu?” ucap Hyunhee pada Sehun yang bersiri cukup jauh darinya.

Sehun berjalan dengan lambat menghampiri gadis itu, membuat Hyunhee sedikit dibuat jengkel olehnya. Maka Hyunhee kembali menarik Sehun. Selanjutnya dia menyerahkan ponsel pada Sehun. “Foto kami,” ucapnya terdengar memerintah. “Yang bagus,” lanjutnya.

Sehun memegang ponsel itu dan mulai berhitung lalu menyentuh layarnya untuk mengambil gambar. “Sudah,” ucap Sehun setelah mengambil sebuah gambar.

“Lagi,” titah Hyunhee. Sehun menurutinya.

Hingga saat ini, mungkin sudah lebih sepuluh jepretan gambar yang Sehun ambil lantaran gadis itu terus memintanya.

“Sudah cukup,” ucap Hyunhee sembari menghampiri Sehun. Dia mengmbil ponselnya kembali untuk menge –cek hasil fotonya. “Tidak buruk,” komentarnya setelah melihat hasil foto jepretan Sehun.

Sehun mendecih. ‘Apa hanya itu yang dia ucapkan setelah banyak usaha yang dirinya lakukan,’ gumam Sehun.

“Terima kasih banyak,” ucap Hyunhee dengan senyumannya.

Sehun menoleh, dan saat melihat senyuman gadis itu, seketika hatinya yang tadi mengeluh jadi luluh.

“Sekarang giliranmu,” ucap Hyunhee lalu mendorong Sehun.

“Ya?!” Sehun sedikit memekik lantaran permintaan tiba-tiba itu. “Tidak, tidak usah,” tolak Sehun disertai dengan gestur tangannya.

“Tidak adil jika hanya aku yang berfoto,” dalih Hyunhee.

“Aku tidak butuh keadilan dalam hal ini,” ucap Sehun terdengar panik.

Lagi-lagi Hyunhee perlu menarik Sehun.

Sehun sudah berdiri di samping badut itu, namun itu sedikit …

Hyunhee menurunkan ponselnya ketika dia sudah hendak bersiap memotret. “Yang benar saja, apa kau akan berfoto seperti itu?” komentar Hyunhee saat melihat Sehun yang berdiri cukup jauh dari badut itu.

“Lebih dekat sedikit,” titah Hyunhee. Sehun berjalan selangkah kearah badut itu. “Lagi, lebih dekat,” ucapnya lagi. Sehun menggelengkan kepalanya. Kali ini Hyunhee benar-benar dibuat geram hingga kehilangan kesabarannya. “Tuan badut, bisa tolong rangkul dia,” pinta Hyunhee.

Sehun tampak membelalakkan matanya, sementara itu sang badut mulai berjalan kearah Sehun sembari merentangkan tangannya. Sehun refleks mundur untuk menjauh, namun dia tak memperhatikan dimana langkah kakinya berpijak.

Byurrr!!!

 

Sehun terjatuh ke kolam. Hyunhee yang kaget melihat itu, dia langsung berlari.

“Sehun –ssi!” panggil Hyunhee dengan berteriak. “Sehun –ssi!”

Sehun merasa telinganya berdengung, sehingga lambat laun suara yang memanggilnya mulai tak terdengar.

‘Oh Sehun, hentikan mobilnya sekarang juga!’

 

‘Kalau tidak, aku akan turun. Tak peduli aku akan mati sekalipun.’

 

‘Baiklah … kalau itu maumu. Kita mati bersama saja kalau begitu.’

 

Braakkk!!!

Byuurrr!!!

 

Mobil menabrak pembatas jalan dan terjun ke laut bebas.

Sehun membuka matanya di dalam air. Seperti sebuah film baru saja di putar, namun perasaan itu terasa begitu nyata baginya.

Sehun merasa tubuhnya kaku, tak bisa bergerak bebas. Dia menoleh ke samping, ada seorang gadis yang berenang kearahnya. Lalu gadis itu melepaskan sabuk pengaman yang masih terpasang padanya dan menarik dirinya hingga keluar dari mobil.

 

Mereka berenang keatas, naik ke permukaan. Setelah itu pandangan Sehun gelap.

 

‘Sehun oppa, tolong sadarlah. Kumohon.’

 

Sehun membuka matanya, wajah seorang gadis dengan air mata adalah penglihatan pertamanya yang dia lihat.

 

‘Eoh … syukurlah kau sadar, Oppa. Kau tunggu disini, aku akan cari bantuan.’

 

‘Jangan pergi,’ ucap Sehun lirih.       

Lambat laun, jejak gadis itu hilang dari pandangannya dan mulai menjadi gelap.

“Sehun –ssi … Sehun –ssi … tolong sadarlah.”

Sehun kembali mendengar suara itu, matanya terbuka dan kini dia dapat melihat wajah seorang gadis yang sama dengan yang dia lihat sebelum, hanya saja dengan raut wajah cemas.

Mianhae,” ucap Sehun lirih.

[TBC]

 

Apakah setelah insiden jatuhnya Sehun, maka Sehun benar-benar kembali mendapatkan ingatannya?

Apakah setelah itu, Sehun sadar dengan sosok gadis yang ada dihadapannya saat ini bukanlah Hyunji?

 

°

Chapter ini kubuat jadi dua bagian (11A –– 11B), karena menurutku terlampau panjang. Aku takut kalian kenyang, karena kekenyangan itu gak baik. *apasih, gaje aku 😀 Untuk Chapter 11B itu tentunya masih sambungan dari part ini, yaitu waktu dan lokasinya masih di taman hiburan.

°

 

  • FYI Harap dibaca::

 

Aku sedikit mau menjelaskan disini, mengenai alur dari FF My Possessive Husband. Melihat adanya beberapa komentar sebelumnya dari kalian, yang tampak bingung atau merasa aneh dengan ceritanya, terutama dari penokohan. Inti cerita dan tokoh utama FF ini ada pada Sehun, jadi bisa dikatakan kalau cerita hanya (berputar) tentang Sehun.

Disebutkan juga di summary kalau Sehun memiliki trauma akibat kehilangan kekasihnya, terus dia jadi posesif. Ditambah sekali lagi Sehun kehilangan kekasihnya (Hyunji) dan dia tak dapat menerima hal tersebut. Disisi lain ada Hyunhee yg merupakan kembaran Hyunji, disinilah Hyunhee berperan sebagai tokoh yg menggantikan sosok Hyunji bagi Sehun. Akibat Sehun hilang ingatan juga, Hyunhee jadi harus berbohong.

Nah, kalian merasa miris dan aneh disini kan? Mereka gak bersama pasangan masing-masing (Hyunhee – Jongin || Hyunji – Sehun).

Pertama, Hyunhee – Jongin. Itu karena hubungan mereka terhambat jarak (LDR), komunikasi paling cuman bisa dilakukan dgn telepon dan belum lagi perbedaan waktu. Dan dilihat dari posisi Hyunhee, gak mungkin dia bilang tentang hubungannya dgn Sehun. Coba bayangkan kalian ada di posisi Hyunhee. #jiah~ Kayaknya gak mungkin bilang, kalau kalian bilang ke doi kalau selingkuh buat bantu orang itu (read: Sehun) biar gak nekad bunuh diri. *Ini cuman perumpamaan. Dan karena itu momen Hyunhee – Jongin (sangat) sedikit, malah bisa dikatakan kalau Hyunhee itu ngehindar dari Jongin saat ini. Efek rasa bersalahnya juga ya.

Kedua, Hyunji – Sehun. Disini Hyunji ilang, Sehun ilang ingatan. Jadi keputuslah hubungan mereka (secara tidak sengaja).

_ _ _

Keluarga Park gak peduli dgn hilangnya Hyunji. Tolong jangan bilang begitu 😥 keluarga Park bukannya gak peduli, apalagi menganggap Hyunji seolah udah mati. Usaha buat nyari Hyunji tetap dilakukan, cuman gak aku jelaskan lebih detail aja. Heheh … Maaf, itu karena keterbatasan aku. Aku gak bisa menceritakan ttg investigasi hilangnya Hyunji *aku gak punya keahlian detektif* 😀 makanya Chanyeol nyewa detektif swasta, jadi biarlah mereka yg kerja dan kita tunggu hasilnya. Keterbatasan pencarian Hyunji, juga karena hilangnya ingatan Sehun, jadi minim informasi. Pasang iklan orang hilang itu juga gak bisa dilakukan, dan lagi-lagi karena hilangnya ingatan Sehun. Bisa menggila Sehun, kalo tau Hyunji ilang.

Dan terakhir, Keluarga Park kelihatan baik-baik aja atau gak menunjukkan kesedihan atas hilangnya Hyunji. Itu gak benar, mereka tetap merasa sedih. Dan kesedihan itu gak aku tunjukkan dalam cerita, karena yg ingin aku tunjukkan adalah suasana harmonis dan hangat di keluarga. Dimana antar keluarga itu saling menguatkan dan menghibur satu sama lain.

Di chapter sebelumnya, Hyunhee tenggelam di kolam renang. Itu salah satu bentuk kesedihan yg aku gambarkan. Bisa dibilang cukup ekstrim, biarpun gak sengaja jatuh ke kolam renang awalnya, tapi Hyunhee setelah itu membiarkan dirinya tenggelam. *dan Sehun mungkin saja bisa melakukan hal serupa kalau tau ttg Hyunji.

Buat yang nanyain Jongin dan Hyunji, tenang aja. Mereka suatu saat akan kembali kok. 😉

Gimana? Gimana? Udah jelaskah? Atau ada yg masih mengganjal. Tanyain aja, aku dengan senang hati menjelaskan kembali. Karena itulah salah satu gunanya kolom komentar, selain untuk interaksi diantara kita. #jiah >o<

Dan setiap permasalah//pertanyaan dalam FF ini, akan terjawab (alasannya) seiring berjalannya alur. Jadi tetap pantau kelanjutannya 😀

 

See you next chapter

#XOXO

 

35 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] MY POSSESSIVE HUSBAND (Chapter 11A)”

  1. Waah kenapa aku malah suka cuap²nya??
    Hyunhee pasti sama jongin. Aku puas.
    Aah bukankah keluarga park bener² hangat?? Aku selalu terharu dengan part keluarga yang satu ini.
    Eerh aku malah jengkel sama sehun eomma.

    1. Cuap-cuap? Hahah ..
      Mari kita tunggu, kapal akan berlabuh di dermaga mana.. 😂😂
      Uhhh.. aku pun mau punya keluarga macam mereka .. apalagi ada Chanyeol Oppa 🤣🤣
      Hohoh .. emang rada nyebelin sih emaknya Sehun .. tapi dia cuman ibu yg sayang dan takut kehilangan anak satu-satunya ..

  2. Annyeong evelibadi🤗i’m comeback!
    Lega akhirnya.. hyunji masih hidup!tapi.. tapi ehh.. setelah nolongi sehun hyunji pergi kemana dong?diculik?kabur?kemana dirimu hyunji .huhu

    1. Oh … hai~ sepertinya komenmu yg ini tertinggalku balas, ku tak cek komentar terbaru. o_o
      Syukur ya, Hyunji ternyata masih hidup, setidaknya ada harapan, jadi tinggal cari keberadaannya. Fighting for Park Family!!
      Hmmm~ mungkin salah satu tebakanmu bisa jadi benar.. ^^

  3. huaaaa akhirnya ..
    kelanjutannya gimana ?
    ketauan jongin kah ? /plak
    kepergok hyunji kah pas mesra ? *dilempar sendal
    adakah kesalah pahaman ?
    kenapa mama Oh kekeuh sekale –‘
    hehe maaf ngaririweuh thor

    1. Belum pasti ya, bagaimana hubungan Sehun dan Hyunhee ini bakal ketahuan sama Jongin dan Hyunji. Karena dua orang itu juga belum menampakan batang hidung nya ..
      Kesalah pahaman? Itu jelas.
      Ny. Oh cmn mau anaknya bahagia, itu sih yg melatar belakangi tindakannya ..

  4. Oke udh ada gambaran sekarang kalo Hyunji itu masih hidup 😀 Ternyata dia ygbantuin Sehun keluar pas kecelakaan. semoga aja cepet kembali ke posisinya masing2 🙂 Aku bakal tungguing kelanjutan ceritanya, alur ceritanya bikin penasaran. 😉

    1. Hyunji memang masih hidup kok 🙂 cuma ya, baru di chapter ini penjelasannya. Hihi..
      Iya, Hyunji yg nolongin Sehun. Hyunji itu cewek tangguh >o<
      Akh, itu karena Hyunji juga udah ngelepasin sabuk pengamannya duluan kan, pas dia banting stir sebelum mobilnya kecebur kelaut. Makanya Hyunji bisa lebih bergerak bebas, klo Sehun dia masih kelilit sabuk pengaman.
      Ya, semogakan saja ..
      Terima kasih sudah mau menunggu :-* Seneng rasanya..

  5. Hai..haiiii…, aq seneng dah dari kemaren nungguin nih,baru muncul…
    syukur deh kayaknya ada titik terang nih mengenai hyunji,menurut aq..bagus si hyunji hilang dulu,biar sehun bisa berubah sifatnya.trus..aq berspekulasi ngeliat disini hyunji masih hidup,cuma dia mungkin kecelakaan pas cari pertolongan to sehun,bisa juga hyunji menolong sehun,kemudian dia sengaja bersembunyi dari sehun.kemaren2 nebak hyunji tenggelam trus ilang kemana,sekarang agak sedikit ngerti nih..aq aja jadi detektifnya ya thor..tapi di bantu baekhyun..hahaha..

    1. Terima kasih sudah menunggu, jadi seneng & semangat karena ada yg nungguin.. Jiahahah … 😀
      Aku juga bersyukur, akhirnya sampai ketitik dimana satu persatu pertanyaan dlm FF ini mulai terjawab 🙂
      Hoho~ silakan tebak apa yg selanjutnya terjadi (bersama Baekhyun) xD

  6. Mkasih thor atas kejelasannya..jdi ngga enak udah ngasih komen pedes sbelumnya,,
    Nggak tau mau blang apa lgi pokoknya diriku slalu mnunggu chap selanjutnya..fighting!!

    1. Ah ya, sama-sama. Daku berterima kasih juga atas masukannya, karena kamu aku jadi tau kekurangan dalam FF nya & selanjutnya aku bisa perbaiki ^^
      Ya~ silakan tunggu kelanjutan ceritanya..
      Saranghae ❤

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s