[EXOFFI FREELANCE] Our Story (Chapter 6)

Our Story [Chapter 6]

aliensss

Genre : au, drama, romance, friendship, sad/hurt, school life

Length : Chaptered

Rate : T

Cast:

Park Chanyeol (exo) ǁ Oh Sehun (exo) ǁ Kim Sae Jin (oc) ǁ Kim Ah Ra (oc)

etc

Summary

Chapter 6

Closer II

Disclaimer : ide cerita dan alur asli milik saya. Cast milik Tuhan YME dan semua yang berhak atas mereka. Terinspirasi dari berbagai sumber (cerpen, novel, ff, film, dan lagu). Dibuat untuk hiburan semata. Cerita yang masih banyak kekurangan, kesalahan ejaan, alur yang aneh, penokohan yang kurang maksimal dsb, jadi harap maklum.

Jangan lupa tinggalkan jejak ya…

Baca cerita lainnya di sharlomereficul.wordpress.com

♣ ♥ ♣

“Sehun !” teriak Ah Ra saat melihat Sehun berjalan menuju sekolah. Dengan cepat Ah Ra turun dari mobilnya dan memutuskan untuk berjalan bersama dengan Sehun menuju sekolah. Tak terlalu jauh, pikir gadis itu

“untuk Sae Jin?” tanya Sehun sambil menatap pada sebatang coklat yang Ah Ra pegang

“benar” angguk Ah Ra dengan senang. Hari ini ia membawakan Sae Jin coklat

“dia menyuruhmu membelikanya?” tanya Sehun

“tentu saja tidak. Aku memang ingin memberikan ini padanya” jawab Ah Ra sambil tersenyum pada batang coklatnya yang ia pegang

“kurasa dia tak akan suka” komentar Sehun sembari melirik pada pita warna merah jambu yang ada di ujung atas coklat yang Ah Ra bawa

“benarkah? Kenapa?” tanya Ah Ra sambil menghentikan langkah. Ia berniat memberikan coklat itu sebagai hadiah. Lalu apa jadinya jika Sae Jin tidak suka? apa yang salah dari coklatnya?

“dia benci pita-pita cantik seperti itu dan benci warna merah jambu” Sehun lalu melepaskan pita tadi dari coklatnya. Setelah melakukan itu, Sehun terdiam sebentar. Kapan dia tahu dan mengingat semua hal yang Sae Jin suka dan tidak suka? Aneh. Tak mau ambil pusing, Sehun memilih mengajak Ah Ra kembali berjalan.

“apa dia akan suka jika seperti ini?” tanya Ah Ra sekedar memastikan

“kurasa” jawab Sehun. Pemuda itu kemudian menatap Ah Ra sebentar dan memutuskan untuk bertanya. “kalau kau? Hal-hal seperti apa yang kau sukai?” tanyanya

“aku? aku suka semua hal yang Sae Jin tidak suka. Kau tahu ‘kan ka_”

“membicarakan orang lain itu dosa. Kalian mau jadi penghuni neraka?”

“astaga !”

“astaga !”

Sehun dan Ah Ra sama-sama terkejut. Saat mereka berbalik untuk tahu sumber suara barusan, Sae Jin berdiri disana. Tanpa mereka tahu, sedari tadi Sae Jin sudah berjalan persis dibelakang Sehun dan Ah Ra dan mendengar semua percakapan mereka

“yaa ! tidak bisakah kau tidak membuat kami terkejut” protes Sehun

“tidak bisakah kalian berhenti membicarakan Sae Jin?” balas Sae Jin

Setelahnya mereka bertiga pun berjalan lagi menuju gerbang sekolah. Tapi lagi-lagi langkah mereka terhenti saat seseorang memanggil nama Sae Jin. Saat mereka berbalik, Chanyeol dengan senyuman 1000 wattnya adalah yang pertama mereka lihat. Tak butuh waktu lama, Chanyeol sudah memposisikan dirinya disamping Sae Jin. Oke, ini tidak baik sama sekali, untuk Sae Jin. Terakhir kali Sae Jin bersama Chanyeol itu saat ia menangis, dalam pelukan sang pria.

“kalian mau ke sekolah ‘kan? Ayo..” ajak pria itu. Chanyeol lagi-lagi memilih turun dari mobil saat melihat Sae Jin tadi. Sepertinya Chanyeol tak ingin membuang waktu lagi.

“duluan saja” Sae Jin sama sekali tidak sadar. Ia terlalu gugup untuk menyaring ucapan yang akan mulutnya keluarkan. Ia ingat kejadian itu. Saat Chanyeol memeluknya. Oh, Sae Jin merasa seluruh bumi sedang menatap padanya dan siap menghujatnya. Gadis mana yang sembarangan menangis di pelukan seorang pria?

“lagi-lagi kau menyuruhku pergi” kata Chanyeol kecewa. Kemarin gadis itu menangis didepannya, sekarang Sae Jin malah menghindarinya. Chanyeol kecewa juga bingung

“bukan, bukan begitu maksudku. Eum..ak_aku hanya tak ingin berjalan denganmu” ups ! Sae Jin kembali mengucapkan kalimat tanpa filter. Dengan malu gadis itu menunduk dan berharap bisa segera menghilang dari sana. Sudah pasti Chanyeol akan membencinya setelah ini.

“kau membenciku, Sae Jin? kau tak suka padaku?” entah kenapa Chanyeol tak bisa lagi menahan dirinya. Bukannya ia tak paham soal watak Sae Jin yang kurang bisa bergaul dengan baik. Ia hanya perlu memastikan bahwa gadis itu tak membencinya atau merasa tak nyaman atas hadirnya dirinya
“kau selalu menghindariku, benar kan?”

“nde” Sae Jin berucap sambil menatap Chanyeol. Tapi setelah itu, ia kembali merutuki dirinya sendiri. Ada apa dengannya hari ini?

“kau baik Sae Jin?” didepannya, Sehun sedang mengamati keanehan yang Sae Jin tunjukkan. Pada Sehun yang terkenal berandal saja Sae Jin bisa bicara dengan baik dan terkesan menantang. Tapi kenapa gadis itu tergagap bahkan terkesan takluk pada Chanyeol? Sehun yakin ada sesuatu disini

“diam kau, Oh Sehun !”

“kenapa kau menghindariku Sae Jin? kau tak suka padaku?”

“aku tidak menghindarimu. A_”

“kau izin ke toilet saat dia datang ke kelas kita untuk memberi arahan. Kau terkesan gugup saat bicara dengannya tadi. Ah, aku ingat ! Kau juga belari saat tak sengaja melihatnya di koridor kelas. Kau benar, Chanyeol. Dia menghindarimu” Sehun menambah buruk situasi untuk Sae Jin dengan segala pengamatan tak pentingnya itu

“hey, tidak seperti itu. Sehun, Sae Jin mana mungkin menghindari Chanyeol oppa. Untuk apa? benar ‘kan Sae Jin?” Ah Ra tanpa sadar sudah membuat  Sae Jin semakin terpojok

Sae Jin menunduk. Ini saat dimana otaknya sama sekali tidak bekerja. Ia tak bisa memikirkan cara apa yang tepat, yang sekiranya bisa membebaskan dirinya dari situasi bodoh ini. Sae Jin tak mungkin terus terang berkata bahwa ia merasa terintimidasi akan eksistensi Chanyeol yang selalu berhasil membuat jantungnya melompat kegirangan. Jujur? Kali ini biar Sae Jin memilih tak jujur. Satu menit berlalu dan bola dikepala Sae Jin tak kunjung menyala. Maka jalan satu-satunya adalah menghadapinya

“benar, aku menghindarimu” kata Sae Jin sambil menatap yakin Chanyeol

“kenapa?”

“aku punya alasan. Yang harus kau tahu, alasanku bukan karena aku membencimu atau tidak menyukaimu. Kurasa itu cukup” tak ada nada ragu dalam ucapan Sae Jin barusan. Jelas dan berani

“darimana aku bisa yakin kau tidak membenciku?” oh, kali ini Chanyeol yang tak menggunakan otaknya. Apa pentingya bertanya begitu. Lihat, dahi Sae Jin berkerut bingung karena pertanyaan barusan

“apa itu penting untukmu? Sae Jin membencimu atau tidak, apa sepenting itu untukmu?” kali ini yang bebicara adalah Sehun. Ia penasaran soal ini.

Chanyeol menatap Sehun sedikit lama dan menertawai dirinya sendiri. Apa yang baru saja ia lakukan? apa Chanyeol ingin mengakui perasaannya pada Sae Jin? apa dia ingin terus terang tentang rasa kecewanya saat Sae Jin selalu mencoba menghindar darinya? Chanyeol baru saja menertawai dirinya sendiri

“kurasa kita terlalu serius” Chanyeol berucap sembari sedikit menunduk dan tersenyum. Pemuda itu tersenyum, dihadapan Sae Jin

“dia melakukannya lagi. Kuharap aku ditelan bumi” seketika itu pula Sae Jin melarikan diri dari sana. Gadis itu berlari menuju gerbang sekolah. Ia bisa gila jika berlama-lama melihat Chanyeol tersenyum

~

Sehari itu, Sehun tak melepaskan tatapannya dari Sae Jin. Tentu saja. Bagi Sehun yang selalu melihat wajah datar Sae Jin, kilatan aneh dimata gadis itu tadi cukup membuatnya penasaran. Belum lagi cara Sae Jin bicara pada Chanyeol. Biasanya gadis itu akan bicara dengan nada ketus, terkesan jahat, juga tak bersahabat. Tapi pada Chanyeol? meski tetap menyebalkan, tapi ada yang berbeda

“kenapa kau lari, Sae Jin?” tanya Sehun saat mereka berdua di halte bus. Hari ini mereka pulang bersama dengan bus, sementara Ah Ra sudah pulang lebih dulu dengan mobilnya

“…” Sae Jin menoleh pada Sehun. “aku punya alasan, Sehun” kata gadis itu santai. Lihat, dia bisa sangat tenang jika bicara bukan pada Chanyeol.

“kenapa? dia mengganggumu?” tanya Sehun lagi

“mengganggu? Mungkin iya, tapi aku yang membuat diriku terganggu”

“Sae Jin, otakku tak besar. Jadi bisakah kau menjelaskan dengan mudah?” kesal Sehun

“oh, beruntungnya aku punya teman yang otaknya kecil” Sae Jin lantas menertawai Sehun. Tapi setelah itu, Sae Jin bertanya dengan wajah serius. “jika kau jadi Chanyeol, apa yang akan kau pikirkan karena sikapku?” mungkin bertanya pada Sehun bisa membuat Sae Jin tahu apa yang harus ia lakukan selanjutnya

“aku tak akan mempermasalahkannya. Memangnya kenapa jika kau benar-benar mengabaikanku? Toh, aku tak bergantung hidup padamu” jawab Sehun jujur

“jadi begitu” angguk Sae Jin. Oh, dia kecewa mendengar pendapat Sehun barusan. Kenapa, Sae Jin?

“itu jika kau bukan siapa-siapa untuk-ku. Lain halnya jika aku menganggapmu bukanlah orang asing” sambung Sehun dan berhasil membuat Sae Jin menatap bingung pada temannya itu

“Sehun…” panggil Sae Jin sambil menusuk-nusuk lengan Sehun dengan telunjuk jarinya, “aku tak mengerti” katanya sambil menggeleng

“otakmu ternyata kecil” ejek Sehun sambil tersenyum. Mata pria itu lalu tertuju pada telunjuk Sae Jin yang masih menepuk pelan lengannya
“kalau ingin menyentuh, sentuh saja. Aku bebas dari penyakit, Sae Jin” kata Sehun lagi. Sehun sendiri juga sebenarnya penasaran kenapa Sae Jin tak suka disentuh dan juga menyentuh orang lain

“aku tidak mau. Jelaskan padaku” Sae Jin malah menjauhkan tangannya dari Sehun

“terkadang kau terlihat sangat aneh, Sae Jin. Kau sadar itu?” Sehun ingin mengungkapkan isi hatinya. “kau tak punya banyak teman, sementara semua orang berlomba untuk berteman denganmu. Kau tak suka bahkan hanya jika Ah Ra tak sengaja menyentuh tanganmu” Sehun sebenarnya tak pernah merencanakan akan bicara seperti ini pada Sae Jin, tapi ia ingin tahu,  “kau selalu bersikap seolah kami temanmu, tapi disaat yang sama kau juga terasa sangat jauh. Kau terasa sangat dekat, tapi dikelilingi banyak tembok”

“aku membuatmu bingung?” tanya Sae Jin sambil menatap Sehun

“hmm” angguk Sehun pasti. “dan yang paling aku tak mengerti, kau selalu seperti sedang menyembunyikan sesuatu” sambung Sehun lagi

“apa yang kita bicarakan, Sehun?” Sae Jin memilih membuang wajahnya. Ia tak pernah menyangka Sehun akan mengucapkan kalimat seperti tadi. Ia tak pernah menyangka Sehun memperhatiaknnya serinci itu, dan Sae Jin takut. Ia takut Sehun sedih akan sikapnya itu
“kenapa busnya lama sekali?” Sae Jin memilih mengubah topik

“kau melakukannya lagi” Sehun yang mengerti Sae Jin sedang mengalihkan pembicaraan menjadi semakin yakin. Sae Jin menyembunyikan sesuatu. “aku temanmu, Sae Jin” kata pria itu sambil berdiri mengikuti Sae Jin yang sudah lebih dulu berdiri

“aku tahu. Karena itu beri aku penjelasan tentang yang tadi” tuntut Sae Jin lagi. Gadis itu kembali menghadap pada Sehun

“menurutku, kau bukan orang asing untuk Chanyeol. Ia tampak kecewa saat kau mengaku bahwa kau menghindarinya” Sehun pria, ia bicara dari sudut pandang seorang pria

“kecewa? Kenapa?” Sae Jin merasa semakin bingung

“entahlah. Dia bukan temanmu_” Sehun sendiri sedang memikirkan alasan apa yang bisa membuat Chanyeol berhak merasa kecewa. “atau jangan-jangan dia…oh, tidak mungkin” Sehun lalu menggeleng cepat, tak yakin

“apa? dia mungkin apa? apa yang tak mungkin?” sikap Sehun semakin membuat Sae Jin penasaran

“tidak-tidak. Gadis sepertimu tidak bisa” kata Sehun pada dirinya sendiri. Ia sedang memikirkan kemungkinan bahwa Chanyeol menyukai Sae Jin. Tapi akal sehatnya tak berterima. Bagaimana mungkin ada orang yang bisa menyukai gadis macam Sae Jin, pikirnya

“yaah !” Sae Jin yang kesal lantas menginjak sepatu Sehun hingga pemuda itu meringis

“itu sakit Sae Jin. Kemari kau..” Sehun baru hendak menarik tangan Sae Jin untuk ia pelintir, tapi gadis itu sudah berteriak

“jangan menyentuhku !” kata gadis itu sambil menjauhkan tangannya dari Sehun

“kau menginjak sepatuku, dan aku harus membalasmu” kata Sehun yang agaknya lupa akan seragam anak SMA yang ia gunakan

“jangan menyentuhku” Sae Jin berdiri dan menjauh dari Sehun dengan wajah lumayan takut. Sae Jin tak suka ini

“gadis gila, orang-orang akan berpikir aku berbuat tidak-tidak padamu” Sehun melihat sekitar, takut-takut ada yang mengira dirinya penjahat. Ia terlihat seperti paman pencuri anak kecil saat ini

“biar saja ! jangan mendekat, jangan menyentuhku !”

“jika aku tak mau?” Sehun mendekat pada Sae Jin

“yaah ! jangan, Sehun” Sae Jin menggeleng dengan wajah memelas yang membuat Sehun ingin tertawa setengah mati

“Sae Jin, wajahmu itu. Akhirnya aku melihat wajah takutmu itu” ucap Sehun sambil tertawa

“kau tertawa? Kau bukan temanku” hardik Sae Jin kesal

“aku tak akan menyakitimu. Aku hanya ingin mematahkan tanganmu. Kemarilah…” Sehun tertawa lagi, sambil mendekat lagi pada Sae Jin

“kau menyebalkan !” Sae Jin melangkah maju dan mendaratkan kakinya di sepatu Sehun lagi

“yaah !” teriak Sehun tak terima. Ia ingin semakin mendekat dan berniat benar-benar memelintir tangan Sae Jin, tapi ia takut Sae Jin tak suka. Akhirnya ia hanya bisa menahan rasa kesalnya

Melihat kesalnya Sehun, Sae Jin malah tertawa puas. Gadis itu kembali menginjak sepatu Sehun hingga akhirnya bus mereka tiba.

~

Sementara itu ditempat lain, tepatnya di sebuah pusat perbelanjaan, Ah Ra dan Chanyeol tak sengaja bertemu di toko boneka. Melihat seniornya itu, Ah Ra tentu saja langsung menghampiri Chanyeol.

“Hai..Chanyeol oppa” sapa Ah Ra dengan ramah dan tak lupa gadis itu tersenyum sangat manis

“oh, Ah Ra” Chanyeol membalas sapaan Ah Ra dan balik tersenyum. Untuk sejenak pria itu mengalihkan fokusnya dari jejeran boneka di depannya, lalu mengamati pemandangan di belakang Ah Ra

“kau membeli boneka?” tanya Ah Ra sambil melihat boneka-boneka didepan Chanyeol

“hanya melihat-lihat. Kau sendiri?” Chanyeol bertanya pada Ah Ra sembari kembali melihat sekitar. Ia mencari seseorang tentu saja

“aku juga ingin membeli boneka” jawab Ah Ra

“bukan, maksudku kau datang sendiri?” Oh, pukul kepala Chanyeol ! haruskah dia menyuarakan pertanyaan dikepalanya?

“iya. Aku sendiri” angguk Ah Ra

“kemana temanmu yang menyebalkan itu?” Chanyeol kembali menghadap pada boneka didepannya setelah memastikan tak ada gadis menyebalkan itu disana

“temanku yang menyebalkan?” Ah Ra merasa bingung tentang siapa yang Chanyeol maksud. Seingatnya ia tak pernah mengatai temannya menyebalkan. Barulah pada detik ke sepuluh Ah Ra mengerti siapa yang Chanyeol maksud
“Sae Jin maksudmu?” tanya gadis itu sambil tersenyum dan ikut melihat-lihat boneka

“menyebalkan. Kita hanya bisa memikirkan satu orang saja ‘kan? Sae Jin” Chanyeol berkata sembari mengambil sebuah boneka kelinci. Pria itu tersenyum saat memegangi telinga boneka itu
“menyebalkan..” katanya sambil masih tersenyum. Tentu saja bukan boneka itu yang ia sebut menyebalkan. Juga bukan boneka itu yang membuatnya tersenyum seperti barusan. Tapi Sae Jin yang sedang berputar-putar dikepalanya. Chanyeol resmi mendapat vonis tak waras

“jangan salah paham pada Sae Jin. Ia memang sedikit berbeda. Tapi percayalah, ia tak pernah punya maksud buruk pada siapa pun” jelas Ah Ra. Ia tak ingin Chanyeol terus salah paham pada Sae Jin

Chanyeol masih diam. Pria itu masih sibuk dengan lamunannya tentang Sae Jin

“kau suka boneka itu?” pertanyaan Ah Ra menyadarkan Chanyeol

“entahlah..”

“boleh untuk-ku saja?” kata Ah Ra lagi. Menurutnya boneka yang Chanyeol pegang itu sangat lucu dan ia ingin memilikinya

“kau suka boneka seperti ini?” tanya Chanyeol sambil menghadapkan tubuhnya pada Ah Ra. Dengan cepat Ah Ra mengangguk
“apa si menyebalkan itu juga suka boneka seperti ini?” Chanyeol tak bisa menahan diri untuk tak bertanya. Tentu saja ia ingin tahu. Tujuan utama ia kemari adalah memang ingin membelikan sebuah hadiah untuk Sae Jin. Jangan tanya kenapa ia ingin memberikan hadiah untuk gadis itu. Orang yang sedang jatuh cinta memang terkadang melakukan hal aneh

“tidak” Ah Ra menggeleng pasti, “Sae Jin akan menolak jika dibelikan benda-benda lucu seperti ini. Katanya, jika ia melihat sesuatu yang menggemaskan ia tak tahan. Sae Jin akan menghancurkannya atau merusaknya” jelas Ah Ra sembari tertawa. Fakta ini Ah Ra tahu saat ia memberikan sebuah boneka landak pada Sae Jin beberapa bulan lalu. Boneka lucu itu berakhir dengan kehilangan kepala. Sae Jin bilang boneka itu sangat lucu dan menggemaskan, hingga ia tak bisa menahan diri untuk tak merusaknya

“dia sakit jiwa?” tanya Chanyeol tak percaya. Ia lalu menatap boneka ditangannya. Ah, akan sangat bagus jika Sae Jin memiliki boneka ini, pikirnya. Tapi kemudian Chanyeol juga merasa kasihan pada boneka itu. Sae Jin bisa membunuh kelinci ini

“aku setuju” angguk Ah Ra dan tertawa setelahnya

Tak lama, seorang gadis yang seumuran dengan Ah Ra mendatangi tempat itu. Gadis itu lalu menatap penuh minat pada boneka yang Chanyeol pegang

“kau mau membeli boneka itu?” tanya gadis itu pada Chanyeol

“kenapa?” tanya Chanyeol

“aku ingin itu. Tapi boneka seperti itu tinggal satu. Bisa kau berikan padaku saja?” pinta gadis itu

“maaf, tapi aku ingin membelinya” jawab Chanyeol dan gadis tadi langsung memasang wajah cemberut. Gadis itu pun pergi. Mendengar ucapan Chanyeol barusan, Ah Ra juga merasa kecewa. Ia juga menginginkan boneka itu.

“kurasa aku harus mencari boneka lain saja. Aku permisi, Chanyeol oppa” pamit Ah Ra dengan wajah sedihnya

“ini” Chanyeol tiba-tiba saja memberikan boneka tadi pada Ah Ra

“kenapa? bukankah tadi kau bilang kau ingin membelinya?” tanya Ah Ra bingung

“aku membelinya untukmu” ucap Chanyeol sembari menggiring Ah Ra ke kasir. Chanyeol pun membayar boneka tadi dan mereka berdua keluar dari toko.

“kau benar-benar membelikannya untuk-ku?” Ah Ra kembali bertanya sesaat sebelum ia masuk kedalam mobilnya. Chanyeol bahkan mengantarnya hingga depan pintu mobil

“kau tidak suka?”

“bukan begitu. Tadi kau bilang ingin membelinya. Lagipula, kau terlihat sangat menyukai boneka ini” Ah Ra teringat akan senyuman Chanyeol tadi

“kau tidak merasa aneh seorang pria menyukai boneka?” tanya Chanyeol

“tidak”

“kurasa aku akan mencari hadiah lain saja. Anggap saja itu ucapan terima kasihku padamu” jelas Chanyeol

“terima kasih untuk apa?” Ah Ra merasa tak melakukan apa-apa untuk Chanyeol.

“terima kasih saja. Aku duluan” Chanyeol pun berpamintan dan berjalan menuju mobilnya. Ia tak mungkin bilang bahwa ia berterima kasih karena Ah Ra sudah memberikan informasi tentang Sae Jin secara tidak langsung. Ia bisa ketahuan. Belum saatnya.

Tanpa sepengetahuan Chanyeol, Ah Ra terus menatap padanya sembari tersenyum, “manis sekali” kata Ah Ra

To be continued …

 

a/n:

hai…

pertama-tama mau bilang makasih banyak buat yang udah baca, spesial buat yang udah kasih komen di cerita ini. Semoga yang baca bisa terhibur. Maaf kalau ceritanya tidak sesuai dengan ekspektasi kalian. Kayak niat awalnya, aliensss cuma mau sebagian cerita ini bisa dikenang suatu saat nanti. Lalu, maafkan daku yang jarang ngebalas komen, karena sebenarnya aku tak tahu harus bilang apa selain terima kasih yang besar sekali, semua saran dan kritik bakal diterima dengan baik…udah itu aja. Jangan bosan dengan cerita ini,  juga ngasih komen ya…

semoga semua orang tetap sehat dan tersenyum…

juga…selamat puasa..

 

 

 

 

 

 

8 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Our Story (Chapter 6)”

  1. Apa ini yang dinamakan “Pasangan yang Tertukar” 😀
    Btw, suka momen Saejin-Sehun. Tapi juga kepikiran sama si Chanyeol. Eotteokhe?
    Ps: Ku memahamimu yg bingung untuk balas komen readers, karena aku juga suka begitu. Tp aku berharap author -nya dapat membalas komen readers -nya juga, karena terkadang aku suka buka lamannya lagi hanya untuk sekedar membaca balasan authornya. *kok jadi curhat >o<

  2. aarrgghhh,,,,no no no,,,,tak boleh ketuker pasanganyaaaaa..ah ra hrus ttep sama sehun…*maksa* hhahahahahahahah
    oh iya yg chap 4 aku udah dapat pass ny tapi aku ga dapat ceritanyaaaaa,,kenapa yaks??
    fighting!! 🙂

  3. 4 sekawan dengan percintaan yang rumit../hadeuhhh…abaikan bahasa saya thor…wkwk..,sae jin kenapa jadi error tuh..efek virus deket abang chanyeol. Wah ini kayaknya dibuat linglung nih kita pembaca..sehun lebih tau semua tentang saejin, sementara ah ra..ke abang chanyeol..,jangan sampai salah paham dong..thor,aq seneng mereka bersama2 terutama 3 sekawan ahra,saejin dan sehun.

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s