[EXOFFI FREELANCE] (IM)PERFECT: Fourth Page

(IM)PERFECT

Damchuu Presents

| ( I M ) P E R F E C T |

| Oh Sehun x Park Hyojin |

| School-life, Fluff, Hurt  |

| Series / PG-15 |

| DISCLAIMER: This story and characters are fictitious. Certain long-standing institutions, agencies, and public offices are mentioned, but the characters involved are wholly imaginary. |

Previous: [First Page] [Second Page] [Third Page]

Look from every side she is perfect. Perfect daughter for her parents, perfect student for her teacher. Also. Perfect demon for her nightmare.

oOo

Bolehkah Hyojin protes pada Dewi Fortuna kenapa ia suka sekali mempermainkannya? Terkadang ia sangat baik sampai-sampai membuat Hyojin ingin memeluknya, tapi terkadang ia juga sangat menyebalkan sampai-sampai rasanya mengumpatinya dengan semua kata-kata kotor saja tidak cukup.

Kau tahu apa? Ulangan fisika yang super menyebalkan itu dibatalkan! Tidak, bukan hanya itu saja, semua pelajaran hari ini ditiadakan karena pihak komite mengadakan rapat mendadak. Apa lagi yang lebih menyenangkan dari ini?

Biasanya, Hyojin akan menghabiskan seharian ini berpacaran dengan setumpuk buku di perpustakaan. Tapi yang dilakukannya hanyalah tidur di mejanya tanpa beranjak sedikitpun sejak pagi tadi—ia harus mengganti waktu tidurnya yang terpangkas akibat menangis semalaman. Tapi anehnya hampir seluruh temannya terus bertanya apakah ia sedang kerasukan hari ini, padahal tidak sedikit anak yang melakukan hal yang sama dengannya.

“Badanmu panas, Hyo. Pantas saja kelakuanmu aneh seharian ini.” Na Ra menyentuh kening Hyojin sambil membandingkan dengan suhu tubuhnya sendiri.

“Kau orang ke 27 yang mengatakan seperti itu,” jawab Hyojin acuh dengan kepala yang masih bertumpu pada meja. Lihat, bahkan untuk sekedar mengangkat kepalanya saja rasanya malas sekali.

“Tidak heran. Kau tahu headline kelas kita hari ini, si-rangking-satu-yang-tertidur-di-kelas.”

Berlebihan sekali. Memangnya dirinya artis menjadi headline segala, “Apa salahnya? Tidak hanya hanya aku yang tidur tadi.”

“Itu aneh kalau kau yang melakukannya, bodoh!” Na Ra berdecak, sahabatnya ini benar-benar tidak peka, “Ngomong-ngomong badanmu benar-benar panas, mau kuantar ke klinik sekolah?”

Hyojin menyentuh keningnya sendiri, “Benarkah? Tanganmu saja yang dingin. Sudah, aku mau tidur lagi.”

Na Ra lantas berdecih, “Kau tidak pulang?”

“Memangnya sudah bel?” ucapnya sambil melirik ke sekelilingnya yang mulai sepi. Nara lantas menggeleng. Teman sekelasnya memang suka sekali membolos kalau tidak ada guru. “Kalau begitu kau saja yang pulang. Aku masih ingin melanjutkan tidurku.” Hyojin kembali meposisikan dirinya untuk tidur, yang dibalas Na Ra dengan sebuah jitakan sebelum akhirnya berjalan keluar kelas.

Yeah, seperti ini lebih baik.

Sunyi

Sepi

Dan, sendiri.

Keadaan ini bagaikan surga dunia untuknya. Percayalah, kebanyakan orang introvert sepertinya lebih menyukai keadaan seperti ini daripada menghabiskan waktu berpesta dengan banyak orang.

“Hai Swiper.”

Hyojin baru saja akan menyentuh alam mimpinya lagi, jika saja suara bass menyebalkan itu tidak mengusik ketenangannya. Hyojin menengadahkan kepalanya, dan tebak apa? Pandangannya bersibobrok dengan pemuda yang seenaknya duduk di bangku depannya. Jarak mereka terlampau dekat, sampai-sampai membuat Hyojin hampir terpana jika tidak segera mengalihkan pandangannya terlebih dulu.

“Sedang apa disini? Kau tidak pulang?” Sehun menampilkan senyum bodohnya.

“Tidur dan Malas,” jawab Hyojin acuh.

“Ini sudah jam pulang, ngomong-ngomong. Bukankah lebih nyaman tidur di rumah?”

Hyojin memutar matanya tanda tak setuju. Rumah? Atau neraka lebih tepatnya?

“Kau berisik. Pulang sana, aku mau tidur.”

Sehun menggeleng tidak setuju, “Kuantar kau pulang.”

Heol, sebegitu sukanya kah kau padaku?”

Lagi-lagi Sehun mengangguk, “Kupertaruhkan harga diriku pada taruhan itu, jadi mau bagaimana lagi?”

“Sebaiknya cari target lain jika kau ingin memenangkan taruhanmu itu, karena aku tidak akan termakan semua gombalanmu itu.” Hyojin berucap sinis yang langsung dipotong oleh Sehun.

“—kutunggu sampai kau pulang.”

Hyojin mengendikkan bahunya seolah mengatakan ‘terserah’. Baru saja ia akan bersiap untuk tidur lagi, jika saja manik matanya tidak menangkap gerakan dua orang pria berjas hitam dari jendela kelasnya. Jantungnya berpacu. Tidak perlu bertanya siapa orang itu, sudah jelas jika mereka adalah orang suruhan ayahnya. Hyojin lekas menarik tangan Sehun untuk bersembunyi di bawah meja.

“Ada apa?” tanya Sehun setengah berbisik yang hanya dibalas oleh Hyojin dengan gerakan yang seolah menyuruhnya untuk diam. Manik matanya masih mengawasi dua pengawal itu kalau-kalau mereka menyadari keberadaannya.

Sehun yang tidak mendapat jawaban kemudian memutuskan untuk mengikuti arah pandangan Hyojin, “Kau kenal mereka?”

“Yah, kurang lebih.”

Sehun yang tidak punya ide dengan apa yang tengah dihadapinya berusaha menyesuaikan diri dengan mencoba memahami situasi. Diam-diam ia juga ikut mengawasi dua pengawal itu. Ketika dirasa keduanya sudah berjalan cukup jauh, buru-buru ia menarik tangan Hyojin untuk berlari menjauh dari sana. Perlakuannya yang tiba-tiba itu hanya mendapat pandangan tidak mengerti dari sang gadis.

Sehun membawa Hyojin ke belakang sekolah. Mereka sampai dengan terengah-engah. Bagaimana tidak, Sehun berlari seperti orang kesetanan sampai-sampai membuat Hyojin hampir terjungkal di tengah jalan.

“Mereka sudah pergi kan?” ucap Sehun dengan nafas yang masih tidak teratur. Hyojin yang mendengar hal itu hanya mendelik kemudian memukuli punggung Sehun dengan cukup keras.

“Sakit! Hei, hentikan!” Sehun berusaha menghindari pukulan Hyojin yang semakin brutal.

“Siapa yang mengizinkanmu menarik tangan orang seenaknya saja? Memangnya kau tahu siapa mereka? Bagaimana kalau kita tadi ketahuan?” Hyojin menghentikan pukulannya karena tangannya ditahan oleh Sehun.

“Tapi tidak kan?” Sehun menunjukkan seringainya yang bagi Hyojin terlihat sangat menjijikkan.

Hyojin mencebik seraya menepis tangan Sehun dengan kasar.

“Menyerah sajalah, kau memang ditakdirkan untuk pulang denganku.”

Dan menerima eksekusi lagi oleh ayahnya? Tidak terima kasih, ia lebih senang pulang dengan jalan kaki.

“Aku pulang sendiri.” Hyojin mencoba menepis tangan Sehun yang kembali mencengkramnya. Namun nihil, tenaganya sudah terkuras habis akibat berlari tadi.

“Badanmu panas.” Sehun menyentuh kening Hyojin, “Aku tidak bohong. Badanmu benar-benar panas! Astaga, kita harus ke rumah sakit sekarang.”

“Jangan berlebihan, aku tidak apa-apa.” Yah, itu bohong. Ia jauh dari kata baik-baik saja. Ia tidak bodoh untuk menyadari jika dirinya terserang demam. Bahkan pandangannya mulai menggelap sekarang.

“Berhenti bersikap bodoh, kau harus ke rumah sakit sekarang.”

“Kubilang aku tidak ap—”

Belum selesai Hyojin mengucapkan kalimatnya, ia merasa tubuhnya seolah tidak bertenaga. Secara tidak langsung ia mulai merasakan tubuhnya yang akan ambruk ke tanah.

Dan semuanya menggelap.

oOo

Hyojin mengerjab pelan ketika ribuan cahaya nenyelinap masuk ke celah matanya. Perlahan ia mengumpulkan kesadarannya yang berceceran entah sudah berapa lama. Nyerian menyerang kepalanya, membuat tangannya reflek meremas rambutnya sendiri.

Tunggu!

Ini bukan kamarnya!

Hyojin buru-buru mendudukkan dirinya ranjang, menyibakkan selimut yang menutupi dirinya hingga sebatas dada itu hingga menampakkan tubuhnya yang kini terbalut sweater putih kebesaran.

Ugh, Hyojin bahkan tidak peduli jika sekarang ia berada di Antartika sekalipun. The most important right now, she’s still virgin, right?

Otaknya bahkan tidak bisa diajak berkompromi sekarang. Yang ada di benaknya hanyalah pikiran negatif tentang kemungkinan apa saja yang terjadi padanya selama ia pingsan tadi. Di saat Hyojin tengah bergelut dengan pikirannya, suara derit pintu yang dibuka membuyarkan lamunannya

“Sudah baikan?”

Sehun masuk dengan sebuah baskom berisi air panas. Tanpa ragu ia mendudukkan dirinya di tepi ranjang tempat Hyojin berbaring. Ditempelkan salah satu tangannya di kening Hyojin sedangkan tangan yang lain membandingkan dengan suhu tubuhnya sendiri, “Badanmu masih panas,” ucap Sehun setengah bergumam.

“Dimana ini?” tanya Hyojin masih dengan raut kebingungannya, “kenapa aku ada disini?”

Namun bukannya langsung mendapat jawaban atas pertanyaannya, sebuah jitakan mendarat terlebih dulu di kening Hyojin dan membuatnya mengaduh.

“Dasar bodoh! Kalau sakit itu bilang, kenapa suka sekali menyusahkan orang lain?” Sehun mengambil handuk yang ia gunakan untuk mengkompres Hyojin, “kau di rumahku ngomong-ngomong.”

Hyojin memutar bola matanya malas. Oke, dia baru ingat tentang insiden kejar-kejarannya tadi siang. Jadi setelah itu ia pingsan? Hyojin baru saja akan berterima kasih kalau saja ia tidak segera ingat tentang baju seragamnya yang sudah menghilang entah kemana, “Byuntae! Seenaknya saja membawa anak gadis ke rumah orang. Kau apakan saja aku selama aku pingsan tadi?” Hyojin memukuli Sehun dengan bantal yang ada di dekatnya.

“Yang byuntae itu kau! Aku dari tadi mengkompresmu!”

“Lalu kau pikir baju bisa berganti sendiri, begitu?”

Sehun yang mendengar perkataan Hyojin hanya menampakkan cengirannya. Sedangkan Hyojin buru-buru menggulung dirinya dengan selimut.

“Jangan berlebihan, toh aku sudah melihat semuanya.”

“Oh Sehun!”

“Apa? Kau terlihat sangat kepanasan, jadi ya kuganti bajumu dengan sweater-ku itu.”

“Jadi, kau benar-benar melihat semuanya?”

“Secara tidak langsung sih iya.”

BYUNTAE!” Hyojin terus membobardir Sehun dengan pukulannya, hingga membuat laki-laki itu kewalahan menghadapinya.

Oke-oke, aku kalah. Bukan aku yang mengganti bajumu, aku hanya melihatnya sedikit.” Sehun menghentikan pukulan Hyojin sembari membuat tanda peace dengan jarinya,

“Itu sama saja bodoh!”

-oooOooo-

First, I wanna say sorry ‘cause the plot was too fast and boring. Everytime I make a story, I always have problem with the plot. I’ve made a revision, I just hope it won’t useless :v

Also, you can call me Kei beside Thor (not my real name, but I like it). It’s not like I hate that, I just not the part of avengers This story also published on:

https://justdamchuu.wordpress.com/ (Personal blog) and https://www.wattpad.com/story/116878757-im-perfect-osh (Wattpad)

Regards,
Damchuu

 

23 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] (IM)PERFECT: Fourth Page”

  1. Hyojin setengah mati gitu ngeliat pengawal ayahnya,sangking takutnya ya sama ayahnya.ckck..ayah tak berperikemanusiaan.., sehun jujur banget sih kalo emang.taruhan..udah kepalang malu ya..hun.

  2. Kak Kei~ mengingatkanku pada seseorang *abaikan:D
    Enggak, ini gk terlalu cepet kok, aku malah nikmatin disetiap adegannya, mereka lucu… wkwk. Semangat!!

    1. Aku ngingetin sama siapa?? Kei Lovelyz?? Emang kembaranku dia *oke abaikan 😂
      Haha, masa sih kaya gitu lucu?? Padahal setiap buat aku selalu ngerasa nggak bisa dapet feel-nya sama sekali XD
      Anyway, thank you 😘😘

  3. Can I call you, chingu? heheh … *just kidding 😀
    Aku gak merasa kalau alurnya terlalu cepat *mungkin itu hanya perasaanku seorang >o< Tapi menurutku, alurnya masuk kok .. karena Sehun memang berniat untuk mengakhiri taruhannya.
    Tapi kenapa Sehun masih milih Hyojin, kan udah di tolak. Apa Sehun punya maksud lain? Seperti balas dendam ke CY yg udah buat gosip ttg dia.
    Keep writing and fighting!! ^^

    1. Well, you can call me whatever you want. Tbh, chingu sound cute 😂
      Syukur deh kalo nggak kecepetan. Ada yg bilang kalo alurnya ambigu dan aku agak parno gara-gara itu :v *kenapa malah curhat 🤣

  4. Heywooo kei 😚😚
    Boring sig gaa cuman kurang panjangg..belum puas liat interaksinya..trus chanchan jg blm muncul hahahahahaha
    Maafkan reader yg bnyak mauny ini yaj hahahahhaha
    Fighting kei😊😊

    1. Aku tak bisa tulis panjang-panjanggg 😂 btw, kenapa semuanya pada nyari Chanyeol di sini? Tenang aja, ada waktunya dia nanti banyak muncul :v

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s