[EXOFFI FREELANCE] Forecast the Series (Chapter 2)

Exo ff1 cover

Tittle         : Forecast the Series

Author     : Moully Jung

Length     : Chaptered- Ficlet

Genre         : fantasy, Persahabatan,

Rating         : T

Main Cast     : All Exo member, ot12

Summary     : sebuah ramalan tentang kehancuran bumi membuat Suho harus terlibat dalam sebuah misi besar untuk menyelamatkan bumi atau nyawanya yang akan jadi penggantinya.

Disclaimer     : cerita ini sudah pernah dipublikasikan di

https://www.wattpad.com/user/Moulidia

Forecast the Series

Chapter 2: Pncarian Pertama

Waktu masih menunjukan jam 5 pagi, bahkan matahari masih enggan menampakan dirinya. Tapi dua pemuda di rumah ini sudah disibukan dengan pekerjaanya masing-masing. Di area dapur seorang pemuda berambut hitam terlihat sibuk memotong sayuran yang akan dia buat menjadi sarapan pagi ini, sedangkan di sampingnya piring-piring berterbangan seolah membersihkan diri mereka sediri dengan aliran air yang entah mengapa mengikuti pergerakan piring-piring tersebut. Sedangkan di ruangnan lain seorang pemuda berambut pirang sedang asik membersihkan ruangan.

“Kris, aku sudah selesai membuat sarapan, bisa kau bangunkan xiumin dan sehun untuk sarapan ?” teriak Suho dari dapur yang langsung di tanggapi dengan patuh oleh Kris.

“Baik Hyung” kata Kris sebari berjalan menghampiri pintu kamar xiumin dan sehun yang tidak terlalu jauh dari tempatnya bersih-bersih tadi, tepat di depan pintu, dia mengambil kuda kuda dan menarik napas dalam dalam bersiap untuk berteriak sekencang yang bisa dia lakukan.

“ Yah, kangaji, il-eona ..!!!, mau sarapan tidak, hyung sudah membuat sarapan, atau aku habiskan jatah kalian..!!!”

kemudian berbalik melanjutkan pekerjanya yang tertunda dengan ekpresi datarnya.

Sementara itu didalam kamar dua mahluk setengah serigala terlihat gelisah karena tidurnya yang terganggu. Salah satu dari mereka sudah terduduk, tanganya yang tidak berubah menjadi serigala mengosok gosok matanya, membiasakan diri dengan cahaya di ruangan tersebut, sementara telinga serigalanya masih terlipat ke samping pertanda dia sebenarnya masih ngantuk. Sedangkan yang lainya lebih memilih untuk melajutkan tidurnya dengan membuat kehangatan dari bulu-bulu lebat di ekornya yang dia lingkarkan di samping badannya.

“hyung, il-eona, kris hyung benar-benar akan menghabiskan jatah makanan kita jika kau tidak bangun” kata sehun, manusia serigala yang ternyata adalah pemuda tampan berambut coklat, dengan sepasang telinga serigala di atas kepalanya yang sekarang sudah tidak lagi terlipat ke samping sedangkan ekor belakanya dia gerak gerakan pertanda dia sedang gelisah karena hyungnya yang tidak kunjung membuka mata, tangan putihnya terus menggoyang goyangkan tubuh Xiumin.

Xiumin merenggangkan lilitan ekornya sebagai respon dari prilaku adiknya tersebut. mata bulatnya mengerjap membiasakan dengan cahaya yang masuk, sampai manik abu abunya bertemu dengan manik coklat milik sehun, dan di balas dengan tatapan membunuh oleh sang pemilik.

“baiklah, baiklah aku bangun sekarang” ucap Xiumin sebari bangkit dari tempat tidurnya “dan jangan pernah menatapku dengan tatapan seperti itu lagi oke” lanjutnya sebari mengusap lembut rambut coklat Sehun dan di balas dengan cengiran ala anak umur lima tahun oleh adiknya.

“emm, akan ku coba” jawab Sehun sekenanya yang berakibat mendapat tendangan ringan di pantatnya.

“yah, kalian seriusan tidak ingin sarapan” suara triakan Kris membuat mereka berlari keluar kamar.

***

    Sekarang di sinilah mereka, di sebuah ruang makan yang terlihat minimalis dengan meja makan panjang berwarna putih susu dan 12 kursi kayu coklat mengelilinginya. Hanya Suho yang tau kenapa ada 12 kursi yang tersedia di meja makan mereka, padahal hanya mereka ber 4 penghuni rumah tersebut, tapi Setiap Xiumin, Sehun ataupun Kris bertanya padanya jawaban suho tetap sama

“akan aku ceritakan jika sudah waktunya”

Kata-kata itu membuat mereka semakin penasaran, rahasia apa yang sebenarnya di sembunyikan hyungnya tersebut, hingga harus menunggu waktu yang tepat hanya untuk bercerita pada mereka. Dan akhirnya waktu itu pun datang juga hari ini.

Setelah mereka menyelesaikan sarapan mereka, Suho dengan pengendalian airnya menarik piring-piring kotor tersebut ke dapur dan membersihkanya, tampa beranjak sedikitpun dari meja makan. Dia membuka sebuah gulungan kertas di atas meja yang entah sejak kapan ada di tanganya. Gulungan kertas itu tampak tua, terlihat dari warna kertasnya yang sudah menguning dan dipotong tidak rata di pingir-pinggirnya, terdapat noda hitam bekas terbakar di beberapa ujung kertas tersebut, sepertinya gulungan kertas itu pernah hamper terbakar entah karena sebab apa, tapi berhasil diselamatkan.

Xiumin, Sehun dan Kris memperhatikan dengan serius gulungan kertas yang di rentangkan di hadapan mereka. 12 simbol tersebar dalam kertas tersebut, berawal dari lambang yang mirip dengan yang Suho miliki sebagai tanda pengendali air. Di depan lambang tersebut sebuah garis meliuk sampai di depan gambar tiga lambang yang berjajar, mirip dengan yang Xiumin, Sehun dan Kris miliki dan berhenti di situ sedangkan 8 lambang lainya hanya tersebar begitu saja tampa ada garis yang melewati mereka.

“Apa ini hyung ?” tanya Kris penasaran

“ kenapa lambang-lambang ini mirip dengan apa yang kita miliki, apa ini menceritakan tentang kita hyung ?” tanya sehun sebari menunjuk-nujuk lambang tersebut.

Sedangkan Xiumin hanya memberi tatapan tidak mengerti pada hyungnya tersebut.

“Kalian selalu bertanya kenapa ada 12 kursi di ruangan ini bukan, nah ini lah jawabanya, semua ini berawal dari pembicaraan ayahku saat di Olympus ….”

***

Flash back on

Biasanya Olympus adalah tempat yang tenang, penuh dengan keindahan dan keramah tamahan penduduknya. Apalagi untuk ku sebagai anak dari salah satu dari tiga dewa tertinggi, Poseidon, dewa penguasa lautan, membuatku selalu di hormati dan di sayangi di sini. Tapi ada yang berbeda akhir-akhir ini, aku merasa para dewa memandangku dengan tatapan sedih, terebih lagi Zeus kaka ayah ku yang akhir-akhir ini selalu mengalihkan pandangannya jika tampa sengaja bertemu dengan pandangan ku.

Aku pernah bertanya pada salah satu dari mereka tapi mereka malah menyuruhku untuk bertanya pada ayahku, maka di sinilah aku sekarang, di depan ruangan ayahku dengan tujuan ingin bertanya, sebelum pembicaraan ayahku dengan kakanya, zeus menyulut kemarahanku, tidak akan terdengar apapun dari balik pintu jika itu adalah dewa lainya, tapi aku, aku terlahir dengan kepekaan super di indra pendengaran dan penglihatanku. Bahkan untuk ruangan sekebal ruang ayahku.

“Poseidon, kau harus mengatakanya pada anakmu, ini perintah”

“Aku tau, mudah saja mengutus Suho untuk turun ke bumi dan memusnahkan 11 kekuatan tersebut tapi bagaimana caranya membuat suho membunuh dirinya sendiri”

“Kau tidak boleh lupa, walau dia setengah manusia, Suho terlahir sebagai dewa dia memiliki kewajiban untuk menyelamatkan umat manusia”

“Tapi dia anak ku”

“ Anak mu adalah salah satu dari 12 mahluk yang akan menghancurkan peradaban di bumi, itu yang tertulis dalam ramalan, atau kau meragukan ramalan para dewa, lalu apa yang akan kau percayai”

Cukup !!!… Percakapan ayah dan zeus sudah cukup membuat aku mengerti bahwa aku akan di bunuh setelah memusnahkan 11 mahluk lainya. Apa kata mereka ? Ramalan ? Persetan dengan itu, aku mungkin terlahir sebagai dewa tapi aku masih punya sisi manusia yang selalu mempertahankan hidupnya. Jadi ku buka dengan kasar pintu ruangan ayahku membuat dua dewa di dalamnya menatap jengah ke arahku.

“Apa maksud perkataan ayah tadi, apa ayah akan benar benar membunuhku ?” aku biasanya tak pernah membantah pada ayah ku tapi kali ini aku tidak bisa tinggal diam

“Anggaplah ini sebagai tanggung jawabmu sebagai dewa, suho” ucap zeus tegas dengan nada memerintahnya.

“Tapi kenapa, tidakah itu terdengar tidak adil untuk ku, bahkan untuk ke 11 mahluk itu”

“Itu sudah tertuliskan dalam ramalan para dewa, anggaplah ini sebagai takdir kalian, kau pun tau, tidak ada yang pernah berhasil merubah apa yang sudah tertulis dalam ramalan tersebut” kata Poseidon, tanganya terulur mencoba menenagkanku

“Bagaimana jika aku dapat merubahnya ?”

tantang ku pada mereka, Poseidon hampir membuka mulutnya berkomentar sebelum Zeus membuatnya bungkam dengan keputusanya.

“Apa kau yakin dengan itu, kalau begitu pergilah, cegah kehancuran di bumi, buktikan kau bisa merubah isi ramalan tersebut” kata zeus masih dengan nada memerintahnya. “tapi jika kau tidak berhasil, maka aku yang akan memusnahkan kalian semua”

Poseidon hanya bisa menatap sedih pada nasip anaknya, jika Zeus sudah memutuskan, maka tidak ada yang bisa dia lakukan. Mungkin dia hanya bisa memberkati anaknya untuk selalu baik-baik saja.

“baik, akan membuktukanya pada paman”

Dan setelah itu Zeus meninggalkan ruangan, dengan emosi yang tak terbaca di wajahnya.

“Ayah, bagaimana aku bisa menenmukan mereka” tanyaku pada ayahku yang masih senantiasa memandang sedih ke arah ku. “siapa dan seperti apa mereka”.

Ayahku menyerahkan gulungan kertas dengan lebar sekitar 30cm ke arahku dan meraih pundaku dengan tangan satunya.

“hanya ini yang bisa ayah berikan, ini adalah peta dari 12 pemilik kekuatan, peta ini akan menunjukan di mana kamu bisa bertemu mereka dan ingat ini, 12 kekuatan tersebut memiliki ikatan yang sangat kuat dan jika kalian berdekatan kalian akan saling merasakan kehadiran satu sama lain dan melihat gambaran dari pemilik kekuatan di sekitar kalian”

“ini cukup untuk ku ayah, trimakasih” kata ku dan berbalik meninggalkan ayahku

“Suho”

Aku menghentikan langkahku dan berbalik menghadap ayahku

“Berjanjilah untuk baik-baik saja”

“Pasti ayah, aku tau kau memberkatiku, sampai bertemu lagi”

Aku belum memikirkan strategi apa pun untuk mengubah ramalan tersebut, tapi aku akan mencobanya, aku akan menyelamatkan ke 12 pemilik kekuatan dan bumi dari kehancuran masal ataupun dari amukan zeus. Jadi tujuanku sekarang adalah bumi.

Flash back off

“Jadi begitulah ceritanya” kata suho sebari menatap lekat pada ketiga adiknya.

“Jadi  kita sekarang harus menemukan mereka hyung, bagimana caranya” tanya sehun dengan ekpresi bingung di wajahnya.

Suho menyentuh gulungan kertas yang terbuka di depanya, dan tiba-tiba saja garis yang berada di depan lambang Xiumin, Sehun dan Kris memanjang dan berhenti di depan sebuah lambang yang berbentuk seperti lingkaran yang sedang bersinar serta titik-titik di sekelilingnya, kemudian sekelebet bayangan tentang seorang pemuda berambut merah dengan lambang seperti yang ada di gulungan kertas di tengku belakanya, memandang ke arah matahari terbenam di depan sebuah kafe kopi, sepertinya tempat ini tidak asing bagi mereka, tempat itu tidak jauh dari tempat tinggal mereka, tapi siapa orang itu, mungkinkah pemilik kekuatan yang mereka cari.

“Apa kalian melihat itu ?” tanya suho dengan wajah serusnya “orang itu adalah yang kita cari, tugas kalian adalah temukan dia di waktu dan tempat yang ada dalam benak kalian, dan cari tau siapa dia, setelah itu buat dia tinggal bersama kita bagimanapun caranya, apa kalian mau melakukanya ?” kata suho dengan senyum manis merekah di bibirnya dan di balas dengan anggukan dari ketiga adiknya.

“ Aku tau tempat itu, Hyung, itu tempat yang selalu kita lewati untuk berjalan pulang, dan dari waktunya sepertinya itu menunjukan sore hari, sepertinya ini tidak akan sulit” kata Kris menjelaskan

“ jadi kita akan mencari orang itu sore ini, Hyung, hoho ini akan menarik” sehun meresa tidak sabar dengan kegiatan pencarianya

“tapi ingat untuk selalu berhati hati, kita tidak tau siapa orang ini sebenarnya bisa saja dia mahluk yang lebih berbahaya, dan Xiumin selalu jaga adik-adik mu”

“itu sudah tugas ku Hyung” jawab xiumin dengan senyum sejuta volt di wajahnya, kedua tanganya direnggangkan memeluk kedua adik tersayangnya.

“dan satu lagi, Xiumin, Sehun hilangkan dulu telinga dan ekor serigalamu itu jika kalian ingin keluar rumah” kata Suho dengan tatapan tajam pada kedua mahluk yang di panggilnya. Sementara Xiumin dan Sehun hanya bisa mebalasnya dengan cengiran tampa dosa.

***

Matahari sudah mulai condong ke barat dan mereka sudah ada di tempat yang tadi pagi tergambarkan dalam benak mereka  sebagai tempat bertemunya mereka dengan salah satu pengendali kekuatan yang mereka cari. Sehun kini duduk di depan kafe dan Kris di sebuah kursi taman tepat di depan kafe tersebut sementara Xiumin mengawasi mereka berdua dari depan gedung kantor tidak jauh dari tempat tersebut.

Waktu yang di nantikanpun tiba, sesuai gambaran dalam benak mereka seorang pria berambut merah berjalan dari arah selatan, mengenakan kemeja putih dengan dua kancing atas terbuka dan clana jins biru, mata sipitnya menatap hikmat ke arah matahari terbenam seolah memberi ucapkan selamat tinggal pada hari yang baru saja berlalu. Sudut-sudut bibirnya di tarik ke belakang, membentuk senyuman pada bibir tipisnya. Sinarmatahari terakhir menyinari wajahnya dari depan, membuatnya terlihat seolah seorang actor di sebuah drama teater, kris yang melihatnya seakan terpanah’cantik’ satu kata yang terlintas di pikiran kris saat melihat apa yang ada di hadapanya, sampai manik birunya bertemu dengan manik hitam mengkilap milik mahluk di hadapanya. Tiba tiba pandanganya menjadi kabur oleh cahaya putih sampai sebuah tangan menariknya bersama dengan hembusan angin kencang di sekitarnya, saat ini Kris sudah pasrah kemana tangan itu akan membawanya.

#Berlanjut di Chapter Selanjutnya

=========================================================

Hey hey. Forecast the series chapter 2 udah Selesai. Makasih atas dukunganya, tampa kalian aku ga akan semangat ngelanjutin cerita ini. Semoga cerita ini bisa menghibur kalian.

Aku masih amatir nulis cerita seperti ini, mohom maaf untuk kegajean ceritanya atau EYD yang tidak pada semestinya. Aku akan sangat berterimakasih kalo kalian mau komen tentang cerita ini, atau mungkin memberi saran tentang cerita ini. Karena aku udah ga sabar buat bisa kenalan sama kalian.

Terimakasih semua 🙂 :-*

Salam Hormat (Moully Jung)

5 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Forecast the Series (Chapter 2)”

  1. Udah dapat bocoran di chap 3, tapi belum baca chap 3nya:). Jadi misinya Suho itu ngumpulin 12 penguasa kekuatan buat disatuin, trus buat mereka jadi baik agar gak ngerusak bumi? Maaf kalo salah atau gimana, soalnya aku bingung mau komen apa, hehe. Semangat kak!

  2. 12 kursi,berarti ada 12 tempat tidur ya thor..abaikan..wkwk..,siapa tuh yang rambutnya merah?????,penasaran apakah semuanya setengah serigala atau ada wujud lain. Berarti suho aja ya yang setengah dewa setengah manusia….,trus baekhyun jadi apa dong…jadi vampir ya thor..lanjut thor..penasaran nih.

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s