[EXOFFI FREELANCE] Run The Plan (Chapter 1)

  • PhotoGrid_1526446988173.jpg
  • Title/ judul fanfic : Run The Plan [chapt – 1]
  • Author: ceyn
  • Length: chaptered
  • Genre: romance, little comedy, school life, hurt
  • Rating: Teenage
  • Main cast: Park Chanyeol | Im dayeon | Nana | Kris Wu
  • Additional cast: Oh Sehun | Kai | Byun Baekhyun | Others

  • Summary: Takdir adalah sesuatu yang tidak ingin ku terima, tapi aku tak bisa mengelaknya. Tuhan juga punya rencana baik untukku    … kan? Aku juga hambanya – Park Chanyeol

  • Disclaimer: Jalan cerita yang ada di ff ini semuanya murni dari pemikiran saya. No plagiarism! Semua tokoh juga murni dari pemikiran saya. Kalau Anda pernah membaca cerita ini sebelumnya, berarti Anda bohong karena ff ini pertama dipost disini ☺☺
  • WARNING!: banyak typo dan penulisan belum sesuai EYD. Harap maklum :*

“Silahkan duduk di bangku yang kosong” perintah Lee Songsaenim setelah seorang murid baru selesai memperkenalkan dirinya di depan kelas. Anak baru itu hanya mengangguk kemudian matanya berkeliling mencari bangku kosong, dan pandangannya berhenti pada satu titik, tempat bangku kosong itu berada.

“tukar tempat duduk” bisik sehun kepada Chanyeol, mengingat anak baru itu duduk bersebelahan dengan Chanyeol. Dia seorang wanita yang cukup unik dan menarik. Buktinya seorang Sehun ingin berada diposisi chanyeol saat ini juga. Wanita itu terlihat tinggi, ramping, dan cantik, tidak lupa dengan sisi menggemaskannya dengan rambut dikepang dan kaca mata bulat bertengger di hidung mancungnya.

Chanyeol melirik sebentar wanita yang kini duduk dibangku sebelah, namun tak ada reaksi apa-apa, tak ada yang membuatnya terkagum.

“Brisik. Nana lebih cantik darinya” batin Chanyeol yang mulai kesal mendengar obrolan-obrolan yang

memuji gadis disampingnya, membuat konsentrasinya terpecah dan mood belajarnya hilang.

**

Siang yang cerah, angin yang sepoi, teman yang baru, dan menu yang enak. Jam makan siang yang sempurna untuk hari pertama masuk sekolah Dayeon.

Nyaris sempurna kalau saja laki laki itu tidak menumpahkan susu coklat di seragam Dayeon yang notabene masih baru,  putih dan bersih. Sial memang, hanya memikirkannya saja sudah membuatnya kesal.

“Namanya Chanyeol”  Yerim seolah bisa membaca pikiran Dayeon. Dayeon hanya mengangguk ringan dan kembali mengantarkan sesuap makanan ke mulutnya.

‘Jadi itu namanya’ batin Dayeon. Mengingat saat di kelas tadi, ia mengajak Chanyeol berkenalan, tapi lelaki itu menjawabnya asal-asalan sambil tertidur. Dayeon terlihat lebih antusias memandang Chanyeol di seberang sana.

“Kenapa? Terlihat tampan?” tanya Yerim yang berhasil membuat Dayeon sedikit tersentak. Ia tak ada niatan untuk membantah Yerim, tapi mulutnya juga tak kunjung mengiyakan. Ia hanya menyunggingkan senyum tipisnya sambil membenarkan letak kaca mata.

“Dia gay” kata Yerim, singkat, padat, dan terlalu jelas. Dayeon melongo tak percaya, ada ekspresi  terkejut dan tak menyangka yang bercampur menjadi satu di wajahnya. Demi tuhan, Dayeon sangat menyayangkan hal itu. Ia pun kembali mengantarkan sesuap makanan ke mulutnya.

**

“Hhh, selalu begini” Rutuk Dayeon yang duduk sendiri di kafe yang cukup ramai malam itu. Ia hanya memutar mutar cangkir coffeenya. “Waktunya pulang” gumamnya setelah melihat arloji yang melingkar di tangan menunjukkan pukul 08.00 malam.

# diwaktu dan tempat yang sama#
“Aku pulang dulu” suara berat itu tiba tiba memecah keramaian. “Wae? Tumben sekali kau pulang cepat?” tanya baekhyun yang hanya dibalas senyum ringan lelaki itu. “Cepat pulanglah, jangan lupa beli beberapa makanan untuk pertemuan pertama dengan housemate mu” timpal Kai. “Diam” balas lelaki itu dengan ekspresi yang menusuk. Beberapa detik kemudian, lelaki itu telah hilang di balik pintu kafe. Menyisakan pertanyaan yang tak terjawab di benak sehun dan baekhyun.

**

Jalanan sungguh petang hari ini. Malam yang  begitu dingin. Dan gadis berambut kepang itu berjalan memasuki kawasan perumahan elite dengan tubuh gontai. Hari ini tasnya berat sekali. Ia masih pertama kali menyusuri jalan ini, demi mencari rumah barunya. Bibinya sedang sibuk, karena itulah ia sendirian malam ini.

Samar-samar Dayeon mendengar langkah kaki di belakang sana. Perasaannya mulai tak enak. Apalagi ia masih orang baru yang belum mengenal baik lingkungannya. Pikirannya berkeliaran ke mana-mana, apakah melewati jalan yang salah, ataukah ia melewati jalan terlarang yang rawan penculikan, ataukah memang ada orang jahat yang sedang mengikutinya? Semua itu berputar-putar di kepala Dayeon. Langkah kaki itu kini berada tepat di belakangnya.

“Berhenti mengikutik-!”  “BRUK” Dayeon tiba-tiba berbalik arah dan berhenti begitu saja hingga laki-laki yang berjalan di belakangnya kehilangan rem dan terjadilah tabrakan dahsyat antara kepala dayeon dan dada bidang laki-laki itu.
“..ku” sambung dayeon memerah begitu melihat wajah laki-laki yang membuntutinya, Chanyeol.

“Jangan omong kosong. Rumahku memang disini kenapa harus membuntutimu” Chanyeol kesal menimpali.  Oh God! Dayeon salah sangka yang membuatnya malu kali ini. Dayeon hanya diam sambil sesekali menundukkan kepalanya tanda meminta maaf dalam diamnya.

“Nih lihat! Bajuku jadi kotor gara-gara susu coklat yang kau tabrak. Jadi tumpah kan” Chanyeol membersihkan seragamnya dari susu coklat yang sudah terlanjur bertamasya kemana-mana. Dayeon mengingat kejadian persis tadi siang. Bedanya hanya seragam Dayeonlah yang menjadi korbannya.

“Kau bahkan tidak meminta maaf setelah menumpahkan susu coklat di seragamku tadi siang” kalimat itu keluar begitu saja dari mulut dayeon, membuat Chanyeol tambah kesal.
“Aku tidak menumpahkannya, kau yang membuat susu coklatku jatuh dan mencoba menangkapnya kan?” Chanyeol mengelak. Nampaknya adu mulut ini akan semakin menjadi-jadi.

“Heol. Kalau kau tidak mau minta maaf setidaknya berterima kasihlah”

“aku hanya berterima kasih untuk orang yang membantuku”

hhh dayeon sudah muak dengan semua ini. Ia berpikir bahwa laki2 itu cukup keras kepala. Egois dan pantang untuk mengakui kesalahan.

“Yang salah itu kau. Kenapa juga minum susu coklat terus terusan.” Balas dayeon yang nadanya semakin meninggi membuat chanyeol semakin dan semakin kesal. Moodnya buruk sejak tadi pagi, dan ia tidak tau kalo moodnya masih akan diperburuk sampai selarut ini.

“Dan juga jangan berjalan di belakangku! Huh! Bikin kesal saja” tambah dayeon. Chanyeol sungguh ingin menjambak mulut gadis itu yang terus terusan membuatnya kesal saat berucap. Tapi tidak mungkin. Ia tak mungkin berlaku kasar pada wanita.

“Terserah aku mau jalan di sebelah mana” jawab chanyeol sambil meredam amarahnya
“Omo. Laki laki ini benar-banar–”
“yaa, perempuan macam apa jam segini baru pulang. Ibumu pasti mencari–”
“sayang sekali, aku tinggal bersama bibiku” potong dayeon dengan cepat
“Kita baru bertemu. Tapi aku sudah muak melihatmu, gadis desa”
“Gadis desa?!! YAA! Ngapain juga kau lihat-lihat aku?. Kau saja sana yang pulang!”
“Sirheo. Siapa kau bisa perintah seenaknya”
“YAAA! Pulang sana, bilang pada ibumu kau tidak bisa menghargai wanita”
“sayang sekali-“
“mwo? Mwo?! Apa kau mau bilang kau tinggal bersama bibimu juga? Heol”
“……”

Chanyeol menahan jawabannya. Menghela nafasnya yang tertahan sesaat dan menghasilkan kepulan asap dari mulutnya. Ia menggerakkan tangan kanannya menuju sisi kiri kepala dayeon.
Srrrr
Sebuah sensasi aneh yang menjalar di seluruh tubuh dayeon, ketika tangan lelaki itu menyentuh kepalanya. Timing yang aneh.

“Apa yang sedang kau lakukan?” dayeon menatap manik mata itu. Terlambat. Dayeon sudah terlanjur menatapnya, ia pasti akan terjebak di sana.
Chanyeol memperlihatkan sesuatu ditangan kanannya, kelopak bunga sakura. Dayeon mengamati benda itu ditelapak tangan Chanyeol.
“sayang sekali, aku tidak punya ibu” tutup Chanyeol, cukup untuk membuat dayeon bungkam.

Adu mulut mereka selesai begitu saja. Dan Chanyeol segera melangkah pergi pulang ke rumahnya diiringi sepasang mata dayeon yang mengikuti punggungnya jauh di belakang sana.

“de javu?” gumam chanyeol dan dayeon yang secara tak sadar bersamaan tapi dilain tempat.

Rasanya adegan tadi tidak asing untuk mereka.

**

Sementara itu di waktu yang sama dan tempat yang berbeda….

“Kau kenapa Kris?” tanya Lay yang melihat wajah temannya ditekuk. Tak layak manusia. Sudah dari pulang sekolah, hingga jam nongkrongnya hampir habis, Kris begitu khusyuk menekuk wajahnya.

“dayeon tidak sekelompok dengannya, dia malah sekelompok dengan ketua kelas” jawab Tao sambil memainkan piano tiles-nya.

“Ketua kelas? .. … Terus?” Tanya Lay lagi yang belum mengerti kenapa hal itu menjadi masalah bagi Kris.

“Hhh, ya jelas saja itu masalah buat Kris dong. Secara ketua kelasnya satu spesies dengan Kris. Dia terlihat tenang dan menarik” Jawab Tao kepada Lay, Kris mendelik mendengar jawaban Tao tadi, tidak terima kalau ada siswa lain yang dikatakan mirip dirinya.

Sejauh ini para siswi sudah banyak yang bergelimpangan karena ketampanan dan kekayaan hakiki dari seorang laki-laki blasteran Cina-Kanada yang tinggal di Korea, Kris. Kris punya barisan para mantan yang belum bisa move on darinya.

Sedangkan Chanyeol, dia seseorang yang sulit untuk diketahui latar belakangnya. Yang jelas ia adalah ketua kelas yang pintar, dan rajin. Terlihat dari penampilannya yang sangat rapi dan terkadang memakai kaca mata bulat di wajah lucunya. Di kota yang besar ini, ia tinggal sendirian di sebuah rumah milik almarhum ibunya. Banyak siswi yang menyatakan cintanya pada chanyeol, namun berkali-kali Chanyeol menolak mereka. Berbeda dengan Kris yang kadang menerima salah seorang siswi menjadi kekasihnya jika ia sedang bosan dan tak ada kegiatan. Hingga akhirnya ada rumor beredar bahwa Chanyeol adalah seorang gay. Bagaimana tidak, Chanyeol tak pernah sekalipun terlihat mengencani wanita saat di dalam-maupun luar sekolah. Bahkan wanita tercantik disekolah, Seohyun, Joy, Seulgi, mereka semua pernah ditolak oleh Chanyeol. Ia sangat akrab dengan Sehun- Baekhyun, hingga ada rumor bahwa chanyeol pernah mengencani mereka berdua. Chanyeol sendiri tak pernah mengkonfirmasi benar atau tidaknya berita miring itu. Banyak yang kecewa mengetahui bahwa Chanyeol ternyata laki-laki yang kurang normal.

“Sayangnya dia tidak normal” Kris tersenyum dengan fakta yang baru ia ingat, sebuah senjata yang tak akan pernah mengalahkan Kris dari seorang Chanyeol.

“Tapi..  Apa kau tidak pernah merasakan aura dan tatapan dingin ketua kelas?” Tanya Lay kepada Kris dan Tao. Kris hanya mengalihkan pandangannya, sementara Tao mengusap-usap layar HP nya yang  mati dan tidak lama kemudian keluar suara “Entah, aku tidak yakin”

**

“love- me- a- a- a-a –AW!” Teriak dayeon yang sedang menyenandungkan lagu Love Me Right milik boyband Exo. Tidak ada yang akan memarahinya walau dia berteriak sekencang apa pun, karena di rumah besar ini dia sedang sendirian, dan lagi, rumah dengan kedap suara yang sempurna. Dayeon segera berjalan menuju kulkas untuk mengambil air mineral, ia rasa perlu untuk melakukan pengairan di tenggorokannya yang mulai dehidrasi akibat beberapa notasi-notasi tinggi.

“glup”

“glup”

“glup”

“ahhh segaarr”

“glup”

“glup”

“BBUUURRRPP!!!”

Air mineral yang berada di mulut dayeon sontak  tersembur begitu saja saat ia membalikkan tubuhnya dan mendapati seorang laki-laki sedang berdiri dan berada tepat di depannya. Keduanya saling bertatap untuk beberapa detik. Dan akhirnya dayeon sadar bahwa wajah lelaki di depannya telah basah.

“Kenapa Kau ada disini? Mau maling ya?!” dayeon kaget melihat laki-laki yang kini tengah berdiri di depannya  adalah seorang Chanyeol. Chanyeol tak menjelaskan apa pun, ia hanya mencoba menahan emosinya. “Ini memang rumahku, kenapa jadi kau yang bertanya seperti itu?!” Bentak Chanyeol. Lalu entah bagaimana sekarang mereka berdua bisa duduk bersama di sofa, menonton TV bersama.

“Apa itu benar kau, dayeon?” Chanyeol mengawali percakapan mereka di ruang TV. Dayeon hanya diam tak menjawab pertanyaan Chanyeol, karena ia bingung sebenarnya ke mana arah pembicaraan ini? Sedangkan Chanyeol tak menjelaskan lebih lanjut kepadanya, Chanyeol tak yakin apakah ia harus memberitahu dayeon bahwa mereka dijodohkan? Ataukah dayeon sudah tahu? Tapi kenapa ekspresinya gbl*k begitu? Yang jelas Chanyeol juga tak menyetujui perjodohan ini, namun mau bagaimana lagi kalau perjodohan ini menjadi wasiat terakhir almarhum ibunya sebelum meninggal.

Padahal Chanyeol sendiri sudah memilliki wanita yang begitu ia sayangi selama 3 tahun terakhir, yah walaupun cintanya memang bertepuk sebelah tangan. Namanya Nana, wanita yang selalu ada dipikiran Chanyeol.

“Kita.. dijodohkan bodoh” Chanyeol menatap wanita yang kini terduduk melongo disampingnya.

#Chanyeol POV

Aku menatap wanita berambut kepang yang sedang duduk di sampingku. Entah kenapa hatiku terasa.. entahlah. Camour aduk.  setelah mengatakan bahwa aku dan dia telah dijodohkan. Rasanya sakit, ketika teringat wanita yang aku sukai sejak 3 tahun lalu mulai merespon balik, tapi malah datang jodoh yang tidak aku harapkan ini. Kenapa aku harus terjebak pada situasi ini? Apa tidak bisa aku menentukan sendiri wanita mana yang akan ku nikahi? Lagi pula aku masih 18 tahun. Hidupku masih panjang. Karirku harus dikejar, kan?

Tapi yang lebih menjengkelkan dari pada itu, aku dijodohkan karena alasan penyembuhan mental.   P e n y e m b u h a n M E N T A L. Ya, keluargaku juga percaya dengan rumor sialan itu bahwa aku GAY.  Mereka takut aku tidak akan menghasilkan keturunan, dan lebih memilih hidup bersama l a k i – l a k i yang aku aku cintai_- tidak kusangka, kenapa bisa keluarga ku terperdaya oleh rumor tak jelas itu.

Aku juga belum yakin mana langkah yang akan kuambil. Apakah aku harus memperjuangkan wanita yang kusukai sejak 3 tahun lalu, ataukah aku harus meninggalkannya begitu saja melaksanakan wasiat terakhir ibuku? Jujur saja keluargaku tidak begitu suka dengan Nana, ia memang cantik tapi di usia muda ini Nana sering pergi ke klub malam dan mabuk-mabukan bersama teman-temannya. Usiamya 1 tahun lebih tua dariku.

Dan yang membuatku tetap menyukainya walaupun ia begitu buruk dimata orang lain adalah…. apa ya? Aku juga tidak tahu. Aku hanya ingin terus berada didekatnya dan selalu ada kalau dia membutuhkan.

.

“Aku tahu kalau aku dijodohkan, tapi tidak kusangka kalau kau itu jodohku”  Dayeo menjawab pertanyaanku setelah sekian lama melongo tak jelas. Tidak kupungkiri dia merespon sebodoh itu, aku bisa melihat wajahnya memerah.

Author pov

“Mereka bertiga itu… rasanya tidak mungkin hanya berteman” Dayeon memandangi meja seberang sana yang memang senantiasa menjadi pusat perhatian saat jam makan siang di sekolah. Yerim membenarkan pemikiran dayeon dan menjelaskan bahwa mereka terlibat gosip cinta segitiga. Wow. Menyakitkan bukan? Sehun menyukai Joy, Joy menyukai Chanyeol, dan Chanyeol menyukai Sehun! Em… cinta segitiga yang unik, benar benar segitiga sempurna  :’v

“Hei” sapa suara berat yang memecah keheningan di meja Yoona dan Yerim.  Mereka mendongak cukup tinggi untuk mengetahui siapa pelakunya. Tampan.. berhidung mancung… dan..

To be continued..

Like, share and comment ya yeorobunn

Terimakasih sudah mau membaca ff pertama sayaaa *kisseu

Apresiasi dari kalian sangat berharga untuk sayai☺☺☺

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s