[EXOFFI FREELANCE] 8 cm – Ficlet

 

8 cm

©2018, Noctur.Na

Ficlet | Romance, fluff. | T | EXO’s Park Chanyeol | Red Velvet’s Wendy

Disclaimer :

It’s completely my  imagination. I don’t own anyone in this story, except for Park Chanyeol, He’s mine/slap.

———————————————————–

 

Summary :

Wendy sudah dua puluh tahun mengenal Chanyeol, dan sampai detik ini pun ia masih tidak mengerti alasannya.

 

———————————————————–

Ini bukan soal Irene yang meminta Wendy untuk jadi bridesmaid-nya, Wendy benar-benar dengan tulus menyanggupi permintaan terakhir Irene di penghujung masa lajangnya itu. Buktinya, Wendy-si spesies anti renda-renda ini-sampai rela pakai gaun putih anggun supaya kompak dengan bridesmaid lain.

Wendy bersumpah, ini soal keputusannya tadi pagi untuk pakai sepatu high heels 8 senti ke resepsi pernikahan Irene. Dan poin dalam daftar ‘keputusan yang Wendy sesali seumur hidup’ bertambah satu hari ini.

Terima kasih juga untuk Joy-yang juga harus jadi bridesmaid hari ini-dan hasutan sesatnya semalam. Wendy percaya saja saat Joy bilang, “Percayalah, sepatu yang cantik akan membawamu ke tempat yang cantik, Wen!”

Persetan soal tempat cantik. Berkat Joy, selama tigapuluh menit terakhir, Wendy dibuat menderita lahir batin. Acaranya saja belum dimulai, tapi Wendy sudah sibuk cari blind spot untuk pijat-pijat kakinya. Gaun putihnya cukup membuatnya mencolok di tengah dekorasi pesta yang dominan warna biru langit. Tambah, rumput yang masih basah karena embun memaksanya untuk mengangkat gaunnya setinggi mata kaki. Merepotkan.

Dan kesialan Wendy semakin sempurna sekarang.

Padahal Wendy sudah cari blind spot yang menurutnya paling sempurna-bangku di sudut taman, dan Wendy bersyukur soal pohon rindang di belakangnya– supaya bisa puas memijat kakinya. Plus tidak tertangkap mata Chanyeol yang mirip elang. Niatnya.

Tapi tetap saja. Laki-laki jangkung itu kini malah mengunci tatapannya dan berjalan ke arah Wendy sambil senyam-senyum. Dan Wendy yakin, isi kepala Chanyeol sedang sibuk menyusun kalimat panjang untuk menyerangnya.

 

“High heels? Really? Bukan sneakers?”

“Kau demam? Kepalamu terbentur?”

“Kerasukan setan apa?”

 

Wendy bisa tebak apa yang bakal keluar dari mulut ember Chanyeol empat detik dari sekarang. Wendy sudah khatam soal Chanyeol. Wendy pikir begitu.

 

“Payah.”

Meleset sedikit. Percayalah, Chanyeol tetap saja Chanyeol.

“Mau kubawakan sendal? Kalau tidak salah ada satu di mobil. Sendal hotel.”

 

Untungnya Wendy masih sadar posisi. Ujung heels-nya sudah siap mendarat di puncak kepala Chanyeol-berhubung si target malah duduk di samping Wendy dan ini memudahkan akses Wendy untuk melempar kepalanya dengan heels.

 

“Oh, Park Chanyeol. Terima kasih, loh. Biar kuperjelas saja sekalian. A Bridesmaid. Unmarried. Even can’t walk in heels for thirty minutes. Kurang payah apa lagi?”

 

Demi apapun, Chanyeol awalnya tidak sadar soal poin itu. Poin tentang Wendy yang jadi satu-satunya ‘unmarried bridesmaid’ dari keempat bridesmaid hari ini-oh, bahkan ia sudah didahului Yeri yang 5 tahun lebih muda dari Wendy- sama sekali tidak terlintas di kepalanya. Dan Wendy sadar, ia baru saja menggali kuburannya sendiri. Ia sudah sangat siap untuk dicaci dan dihina-hina Chanyeol sekarang.

Oh, hei. Apa semua wanita di awal 30 sesensitif ini kalau soal pernikahan?

Chanyeol malah menyandarkan tubuhnya ke bangku sambil melipat kedua tangannya, “Tenang saja, Wen. Nanti aku yang akan tangkap buket bunganya. Kakimu pendek.”

Detik itu juga jari-jari Wendy berhenti memijat kakinya. Kepalanya butuh waktu lebih buat balas kalimat Chanyeol.

Kau ini bodoh atau apa- Sebenarnya Kau atau Aku yang mau bunganya? Jangan bilang Kau bahkan tidak mengerti maksud bunga dilempar itu apa.”

Dan Chanyeol cuma butuh dua detik buat jawab pertanyaan Wendy.

 

 

“Terserah. Yang penting, antara Kau dan Aku. Toh, siapapun yang dapat bunganya di antara kita, akhir ceritanya tetap sama.”

 

 

Untuk yang ini, Wendy langsung paham.

Buktinya, telinga Wendy memerah sampai pipi detik itu juga-harusnya Chanyeol bisa jelas lihat pipi Wendy yang memerah karena kulitnya yang putih dan make up-nya yang tidak terlalu tebal. Untungnya Chanyeol mana sempat-mana berani tepatnya- untuk melihat wajah Wendy dan memastikan apa Wendy sama gugupnya. Ia malah sibuk mengumpat dirinya sendiri yang malah membuat atmosfernya segila ini.

Empat detik hening, Wendy cuma memasang kembali heelsnya, Chanyeol cuma mengeratkan dasinya. Dua-duanya bingung harus mendaratkan tatapan ke mana.

“Kenapa kita selalu terjebak di situasi begini, sih?-Oh, Aku pergi dulu.”

Bukannya tanggung jawab, Chanyeol pilih berdiri dan buru-buru enyah dari sana. Acaranya hendak dimulai. Chanyeol mungkin sedang cari spot bagus buat menangkap buket bunganya. Yang sebenarnya, dengan tinggi badannya itu, ia tidak perlu repot-repot menyiku wanita-wanita lajang yang juga mendambakan pernikahan.

“Kenapa, ya? Sudah dua puluh tahun aku mengenalmu dan sampai detik ini aku masih tidak tahu alasannya. Aneh.”

Satu kali lagi Wendy menatap kakinya yang kini sudah sempurna dengan heelsnya. Bukan soal tempat yang cantik sebenarnya. Kalau boleh jujur, Wendy hanya ingin terlihat cantik.

Dan bodohnya Wendy. Ia masih bingung kenapa.

 

 

Fin.

 

 

18 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] 8 cm – Ficlet”

  1. Gregett oyyy gregeetttt aaahhh makin parah deh galau gw…. Di lanjutin dong ini ff ficlet nyaaa dibuat seriess yg dari awallll aaaaa aku suka alur ceritanyaaaaaa juga hubungan diantara wendy chanyeolll aaaaaaaaaaaaaa

    1. Jangan galau atuh :’)
      Tadinya ada niat mau lanjutinn, tapi malah bingung mau mulai dari mana heuu T.T

      Aku juga suka Wendy-Chanyeol 😆 mereka terlihat menggemashkann wkwk

      Makasii yaaa udah bacaaa 😆

  2. Aduh ini ko jalan cerita nya ko bikin aku gemash yah?? 😊😊.
    Kebayang bgt gimana emosi nya wendy tiap2 ngeladenin chanyeol yg klw nyelak udh berasa hidup paling bener 😂😂.
    Penasaran sama kelanjutan nya, lanjut boleh yahhhh 😁😁??

    1. Dat ‘berasa hidup paling bener’, so truuu😂

      Sebenernya engga ada rencana lanjut, semoga aja tau-tau dapet ide yaaa 😂

  3. Sebenarnya saling suka..cuma dari awal udah perang kata2 mulu, ditambah abang ku ini g langsung mau ungkap perasaanya..macam mana jadinya si wendy..g ngerti sinyal2 dari abang yoely…hehe..bagus thor..

    1. Pengen ikut liat jugaaa

      Tapi nanti takutnya bukannya dikasih ke Wendy, malah aku rebut duluan, terus aku karungin bawa pulang yang nangkepnya 😂

  4. Lucuuuuu (>.<) Mbak Wen kurang peka atau gimana? Aku greget sendiri bacanya 🤣

    Oh iya, sekedar ngasih tahu, kata 'sendal' itu bakunya pake 'sandal'

    Overall keren kak 😃

    1. Mungkin Mbak Wen hanya malu mengakui wkwk 😂

      Btw, Waah Makasih banget koreksinyaa, aku teh suka main comot kata engga cross check ke kkbi 😂

      Makasi juga udah baca + ninggalin komen 😊

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s