[EXOFFI FREELANCE] New Life (Chapter 1)

PicsArt_05-08-09.03.20.png

New Life

Evina93 ©2018

Chapter /PG 16

Au, drama, friendship, action.

Do Kyungsoo (Exo), Oc.

‘Menjalani sesuatu hal yang baru tanpa bayang-bayang masa lalu memang sulit, namun bagaimana jika masa lalu adalah suatu takdir yang harus dijalanin agar mendapat hal baru yang lebih berharga untuk kau jalani dan miliki’.

Chapter 1

Udara yang semakin terasa pengap pada ruangan 4 x 5 meter ini tak dihiraukan oleh mereka, yang ada di pikiran mereka saat ini hanyalah bagaimana cara membebaskan salah satu teman mereka dari kumpulan para mafia itu.

“Aku akan pegi sendiri” setelah terdiam cukup lama pria dengan mata bulat itu akhirnya membuka suara.

“Jangan gegabah Soo, mereka itu bukan tandingan kita!” Bentak seorang lainnya yang lebih tua diantara mereka.

“Lalu aku harus bagaimana?! Kita harus membebaskan Jongdae! Ini semua salahku!” Sesal pria bermarga Do tersebut.

“Kyungsoo dengar! Ini semua bukan salahmu, jangan menyalahkan dirimu lagi. Jongdae seperti itu karena dia ingin melindungumu. Kau tau bukan sifatnya? Jangan bertindak sendiri. Aku akan ikut denganmu” pria berwajah malaikat itu menepuk bahu Kyungsoo, sedikit menyalurkan energi agar juniornya ini tidak terlalu terpuruk.

“Benar apa yang dikatakannya, aku juga akan ikut denganmu. Begini-begini aku juga bisa berkelahi” pria lain dengan diemple di pipinya memperlihatkan otot tangannya. Dia salah satu yang bisa mencairkan suasana, walau terkadang berakhir dengan membuat kesal temannya.

Plak

Seseorang memukul kepalannya. “Sakit! Kim Minseok kau kejam!” Yixing, pria berdiemple itu memberengut sambil mengusap kepalannya.

“Do Kyungsoo, kami akan ikut tak ada penolakan!” Putus Minseok.

Kyungsoo mengangkat wajahnya menatap mereka. Ia menghela nafas,”Baikalah”.

***

Mereka dibagi menjadi dua kelompok, Yixing dengan Joonmyeon dan Kyungsoo dengan Minseok. Kyungsoo mengendap memasuki salah satu gudang besar di pinggir pelabuhan. Salah satu markas mafia yang menyekap Jongdae.

Minseok mengintip sedikit. Di tengah ruangan sana ia melihat seseorang duduk terikat dengan wajah babak belur. Ia mengepalkan tangannya. “Aku menemukannya” gumam Minseok. Kyungsoo menghampiri Minseok. Tatapan matanya semakin tajam. Ditengah sana Jongdae sudah babak belur. “Hyung, kami menemukannya” Kyungsoo berbicara setelah menekan beda kecil yg menempel di telinganya.

“Hyung, kau siap?” tanyanya pada Minseok.

“Kapanpun” Minseok menyeringai.

“Ayo”.

***

Dengan perlahan mereka menumbangkan satu persatu penjaga. Hingga sampailah posisi mereka dekat Jongdae. Minseok segera melepaskan Jongdae “Jongdae sadarlah! Kau bisa mendengarku?” Minseok masih berusaha membuka ikatan Jongdae. Jongdae membuka matanya yang sudah bengkak “Hyung” gumamnya.

Kyungsoo menghalau siapa saja yang mendekat. Ia layangkan tinjunya, tendangan dan menghalau lagi. Disisi lain Yixing dan juga Joonmyeon sedang berurusan dengan beberapa orang.

Buk

“Hyung!” mata Kyungsoo melebar, ia segera menerjang seseorang yang menendang Minseok hingga terpental beberapa meter.

Bak buk bak buk prang buk buk

“Ugh” rintih Kyungsoo memegang perutnya yang terkena tendangan. Tidak ia hiraukan ujung bibirnya yang sudah mengeluarkan darah.

Minseok kembali bangkit membantu Kyungsoo. Merka kembali beradu 2 lawan 10 memang tidak adil apalagi mereka masih anak sekolah. Namun bukan anak sekolah sembarangan.

Dor

Suara tembakan itu mengalihkan atensi mereka. Sesorang dengan setelan serba hitam berdiri di dekat pintu dengan mengacungkan senjata ke udara.

“Wah wah, tidak aku sangka. Para bocah ini berani sekali. Tangkap mereka!” titahnya.

“Lepas!” Kyungsoo tidak tinggal diam.

“DIAM! ATAU TEMANMU MATI!” pria serba hitam itu mengacungkan pistol ke kepala Jongdae.

Kyungsoo melotot. Ia tidak bisa melawan, Minseok, Joonmyeon serta Yixing pun digeret ke tengah ruangan.

“Kau ingin temanmu bebas huh?” Pria itu mendekati Kyungsoo.

Tak ada jawaban, pria yang berada di dekat Jongdae memukul kepala Jongdae dengan pistol.

“YAK!” teriak mereka.

“Apa maumu?” tantang Kyungsoo.

“Chip. Kembalikan chip itu maka kalian bebas”. Ujar pria tinggi yang sudah berada di depan Kyungsoo.

“Yixing hyung berikan” titah Kyungsoo.

Yixing mengambil sesuatu di dalam saku celananya dan melemparnya. Seseorang menangkapnnya.

“Anak pintar. Bebaskan meraka” Pria tersebut berbalik dari Kyungsoo.

Pegangan pada Minseok, Yixing, Joonmyeon serta Kyungsoo mengendur. Jongdae dibebaskan dari ikatannya.

Perlahan Jongdae berjalan ke arah teman-temannya. Dengan senyum yang menghiasi bibirnya tanpa perduli wajah yang babak belur, darah serta sudut bibir yang sakit ketika tersenyum.

“Bereskan” Ujar pria tinggi tadi pada anak buahnya dan dijawab oleh anggukan.

Tanpa ke 5 anak itu sadari selongsong senapan sudah mengarah pada Jongdae.

DOR

Headshoot, peluru itu berhasil mengenai kepala Jongdae.

Jongdae terbelalak dan jatuh dihadapan ke empat temannya.

“Jongdae!!!”

“Dasar bajingan!” Kyungsoo sudah diluar kendali. Ia menghajar semua orang yang menghalanginya.

Minseok mendekati Jongdae memastikan keadaannya, “Jongdae bangunlah,Arggggghhhh sial!” Minseok bangkit ikut menghajar semua orang setelah mengetahui keadaan Jongdae. Ia telah meninggalkan mereka.

Dengan berlinang air mata dan keadaan kacau mereka berusaha melawan. Yixing terkena hantaman pada kepalannya membuatnya tak sadarkan diri. Joonmyeon tertusuk pisau. Minseok tertembak kakinya.

“Arghhhhh!” Kyungsoo semakin brutal menghajar semua.

Door

Peluru lainnya berhasil menembus dadanya. Kyungsoo ambruk di dekat Jongdae.

“Kyungsoo!!!!” teriak Minseok. Ia tidak bisa bergerak karena kakinya tertembak.

Kesadarannya perlahan semakin menghilang, dengan sisa terakhir ia melihat wajah Jongdae.

‘Maafkan aku’ dan kesadarannya pun menghilang.

Tidak lama suara sirine polisi berbunyi, sebagian para penjahat itu berhasil kabur dan sebagian tertangkap.

“Bawa tandu kemari”

“Dia butuh pertolongan pertama”

“Nyawanya sudah tidak tertolong”

“Tahan ini, aku akan membawamu”

“Detak jantungnya masih ada, cepat bawa dia”

Semua sibuk, mobil polisi mengepung. Ambulan berjejer.

“Apa ini ulahnya lagi?” tanya seorang komandan polisi.

“Benar pak”.

“Sial dia kabur lagi”.

***

Disalah satu ruang oprasi para dokter bekerja sangat keras.

“Pisau” seorang dokter mulai membedah.

“Pompa keluar darahnya, , pingset” dengan hati-hati dokter tersebut mengeluarkan peluru di dada Kyungsoo. Terlambat sedikit saja dan salah maka akan berakibat fatal pada Kyungsoo.

“Jahit” dengan fokus yang tinggi dokter serta asistennya menjahit dada Kyungsoo.

“gunting” dokter bernafas lega.

“Lakukan transfusi darah, cek terus perkembangannya. Ia kekurangan banyak darah”.

***

Kyungsoo berada di rungan yang semuanya terlihat putih, tak ada siapapun.

“Kyungsoo-ya” ia berbalik karena seseorang memanggilnya.

“Jongdae”.

“Hai Kyung, maafkan aku karena sudah menyusahkanmu”. Ujar Jingdae dengan senyumnya.

“Tidak ini semua salahku, harusnya aku yang meminta maaf, tak seharusnya kau melindungiku” Kyungsoo tak sanggup menahan air matanya.

“Hey, kau sudah seperti adikku. Sudah menjadi kewajiban seorang kakak melindungi adiknya”. Jongdae mengelus surai Kyungsoo.

“Dengar Kyung, jangan pernah merasa berasalah karena aku akan sedih. Ah, sudah waktunya aku pergi”. Jongdae berjalan mundur menjauh dari Kyungsoo.

“Tidak, jangan pergi. Jongdae kumohon tidak” Kyungsoo berlari mengejar Jongdae, namun Jongdae terasa sangat Jauh.

“Kyungsoo-ya belum saatnya kau ikut denganku. Bertemanlah dengan yang lain. Mungkin kau akan mempunyai teman yang lebih baik dariku atau mungkin mendapatkan kekasih. Ah, membayangkannya saja membuatku senang. Ah, dan berbaikanlah dengan orang tuamu. Bye Kyung” Jongdae tersenyum untuk terakhir kalinya. Sebelum cahaya terang menghilangkan Jongdae.

“Tidak!!!”

Kyungsoo membuka kedua matanya. Nafasnya memburu.

“Dokter dia sadar!”.

Tbc

 

One thought on “[EXOFFI FREELANCE] New Life (Chapter 1)”

  1. Action nih..D.O jadi jagoan..tapi tetep muka dinginnya jangan sampai ketinggalan..,kasian jongdae baru chapter 1 masa udah our thor…, lanjut kan thor..

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s