[EXOFFI FREELANCE] I Marry an ELF

marry an elf cover

I marry an ELF

Author : HaiWind

Cast : Kim Jong-In (KAI)

Song Yeo-Ni

Length : oneshot

Rating : PG 15+

Genre : romans

“Cinta akan muncul seiring dengan waktu yang kita lalui bersama.

-KAI-

-**************-

Suara teriakan dan pekikkan memenuhi gedung tempatr berlangsungnya sebuah konser. Di panggung itu tampak seorang pria yang tengah menari dengan hotnya, membuat para penonton yang rata-rata adalah perempuan berteriak histeris.

“Oppa!!!!” ya… seperti itulah kira-kira teriakan mereka.

Konser telah berakhir dan para member EXO berkumpul di backstage. Mereka saling merangkul dan saling memuji akan kinerja setiap member yang bisa di katakan sukses hari ini.

Ekspresi puas bercampur lelah tampak di wajah mereka masing-masing.

“Hyung…aku pulang duluan eoh!” ucap Kai yang sudah menyandang ranselnya.

“Yak! Apa kau akan langsung pulang? Kita belum merayakan kesuksesan kita Jong-Inna….” Baekhyun mencoba menahan Kai.

“Aniyo, aku ada janji dengan orang tuaku.”

“Arasseo pulanglah! Kau harus hati-hati di jalan eoh!” ucap Suho yang di sambut cemberut dari member lainnya.

-**************-

Kai memperbaiki penampilannya di dalam mobil sebelum keluar menuju restoran yang menjadi tempat janjiannya dengan kedua orangtuanya.

Dia memakai topi, kacamata dan juga masker hitamnya lalu keluar dari mobil itu. Kalau dia tak memakai benda itu mungkin restoran itu akan heboh karena kehadirannya.

Pria itu berjalan menyusuri restoran menuju salah satu ruangan.

Srekkk….

Kai membuka pintu ruangan itu dan dia di sambut oleh kedua orangtuanya dan…ada juga sepasang suami istri yang mungkin seumuran dengan orangtuanya duduk di situ.

Kai membuka topi, masker dan kacamatanya lalu membungkuk hormat.

“Anyeonghaseyo…Kim Jong-In imnida, sapanya lalu duduk di samping ibunya.

“Eomma…kenapa kau memanggilku ke sini?” tanyanya pada nyonya Kim tapi bukannya mendapat jawaban dia malah mendapat sebuah cubitan di pahanya.

“Mianhaeyo…putri kami belum tiba, dia pasti sedang di jalan,” Wanita yang ada di hadapan Kai itu mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi seseorang yang mereka maksud tadi.

Dan tak lama…

Srekkk….

Pintu ruangan itu terbuka lagi dan tampaklah seorang gadis dengan penampilan yang acak-acakkan.

Kai memperhatikan gadis itu. Di kepala gadis itu terdapat sebuah bando yang di atasnya ada tulisan “E.L.F”

‘Dia fansnya Super Junior ‘

 

Tanpa basa-basi gadis itu langsung duduk di samping eommanya. Tepatnya di hadapan Kai.

Gadis itu belum menyadari kehadiran Kai, dia masih sibuk memperbaiki penampilannya. Nampak sekali kalau dia baru saja menghadiri sebuah konser.

Orangtuanya saat ini hanya bisa menahan malu dan orangtua Kai hanya tersenyum melihat tingkah gadis itu.

“Jadi…kami mengundang kalian berdua ke sini untuk membicarakan sesuatu,” Tuan Kim membuka suaranya.

Kai memandang ayahnya dengan heran begitu juga dengan gadis yang bernama Song Yeo-Ni itu.

“Kami akan menjodohkan kalian,” Ucap Tuan Kim lagi.

Dan seketika ruangan itu memiliki aura yang aneh. Yeo-Ni melihat pria yang di hadapannya itu dengan pandangan yang sulit di artikan dan begitu juga dengan Kai.

“Pernikahan kalian akan di adakan secepatnya. Kami tak bisa menundanya terlalu lama.”

“Appa! Kalian tak pernah membicarakan hal ini dengan ku!” ucap Yeo-Ni tak terima pada ayahnya.

“Eomma! Aku masih memiliki kontrak dengan SM. Kalau aku menikah sekarang aku melanggar perjanjian dengan SM dan pasti reputasiku akan hancur eomma!” Kai pun turut menyuarakan komentarnya.

“Pokoknya aku menolak pernikahan ini!” sambungnya dengan penuh penekanan.

Kai berdiri dari dudukannya dan keluar dari ruangan itu dengan topi dan masker yang sudah di pakainya kembali. Dia merasa terlalu sesak di ruangan ini. Dia tahu masanya untuk di jodohkan juga pasti akan tiba, tapi tidak secepat ini.

Sementrara itu Yeo-Ni dia juga setuju dengan Kai, dia tak menginginkan pernikahan ini. Ayolah! Dia masih berumur 20 tahun. Dia belum menikmati masa mudanya.

Dia tahu siapa pria itu. Pria itu anggota EXO dan menikah dengan anggota EXO sama saja dengan dia menghianati para ‘ahjussi rasa oppanya’. Dan dia tak punya rencana untuk menikah dengan pria itu. Satu-satunya pria yang akan di nikahinya hanyalah Donghae, biasnya itu.

Yeo-Ni berdiri juga dari duduknya dan keluar dari ruangan itu. Dia tak perduli dengan ayah dan ibunya yang mencoba untuk menahannya. Toh ada atau tidaknya dia, orangtuanya akan memutuskan segalanya sesuai keinginan mereka. Dia sudah melihat nasib saudaranya yang lainnya, semuanya di tentukan orangtua mereka. Jadi tak ada gunanya dia di tempat itu.

Saat Yeo-Ni keluar dari restoran itu dia mendapati Kai yang tengah terduduk di taman restoran. Pria itu tampak membungkuk dengan tangannya yang menutupi wajahnya.

“Yak!!!” Yeo-Ni memanggil Kai dan pria itu langsung menengadah melihat orang yang memanggilnya barusan.

Kai melihat gadis itu dengan malas, saat melihat wajah gadis ini dia pasti akan teringat dengan rencana konyol orangtua mereka.

Yeo-Ni duduk di samping Kai, dia masih memegang bandonya yang di lepasnya di restoran tadi.

“Chogiyo…aku sebenarnya tak terlalu mengenalmu. Aku hanya mengetahui kalau kau itu ada dan hidup hanya saat aku menonton SM Town dan saat scandal mu itu,” Yeo-Ni menghela nafasnya “Tapi karena rencana bodoh ini aku harus mengenalmu lebih lagi. Jujur saja, tak ada gunanya kita membantah mereka. Toh hanya keputusan mereka kan yang harus kita ikuti?”

Kai kembali mengalihkan perhatiannya pada Yeo-Ni. Dia mendapatkan wajah sedih gadis itu. Dia tahu kalau gadis ini memiliki pendapat yang sama dengan dirinya. Mereka sama-sama tak mau menikah. Baik dirinya dan gadis ini masih memiliki mimpi yang sama-sama belum terwujud. Dan ini bukanlah waktu yang tepat untuk menikah.

“Jadi apa kau setuju dengan pernikahan ini?” Tanya Kai.

“Sejujurnya tidak! Aku tak mau menikah denganmu!” Yeo-Ni memandang Kai dengan sengit “Aku mau menikah dengan Donghae oppa.”

Kai melihat gadis itu dengan tak percaya. Ternyata ini lah yang ada di pikiran setiap fansnya, menikah dengan bias mereka masing-masing.

“Yak! Apa kau gila? Kau mau menikah dengan Donghae hyung? Bermimpilah dan jangan bangun lagi!” ucap Kai dengan ketus. Entah mengapa dia merasa kesal dengan ucapan gadis bodoh di sampingnya ini.

“Jadi apa kita akan menikah?” tanya Kai lagi, dia kembali membawa Yeo-Ni pada pembicaraan mereka sebelumnya.

“Aku hanya mengikuti perintah orangtuaku,” Yeo-Ni menunduk. Dia mencoba menahan air matanya, jangan sampai dia menangis di depan pria ini “Mungkin kita mengikuti perintah mereka sekarang, tapi kita tak tahu apa yang akan terjadi pada hubungan kita selanjutnya.”

“Kita tak mungkin bercerai nantinya. Aku seorang Idol, aku tak mungkin merusak image ku dengan perceraian,” sambung Kai dengan nada keputusasaannya.

“Tapi kita tak saling mencintai.”

“Cinta akan muncul seiring waktu yang kita habiskan bersama,” Ucap Kai dengan penuh penekanan. Dia ingin meyakinkan gadis yang ada di sampingnya ini.

Dirinya juga tak menginginkan pernikahan ini. Tapi benar kata gadis itu, tak ada gunanya menolak. Mereka sama-sama tahu bagaimana sifat orangtua mereka.

-**********-

Yeo-Ni dan Kai telah resmi menikah hari ini. Tepatnya seminggu setelah pertemuan pertama mereka.

Terlalu cepat?

Ya! Memang inilah pernikahan mereka yang di rencanakan itu.

Tidak ada pernikahan yang megah dan meriah. Hanya pernikahan sederhana yang di adakan di gereja dan hanya di saksikan oleh keluarga masing-masing.

Yang mengetahu pernikahan ini hanyalah pihak SM, bahkan member EXO lainnya tak mengetahui pernikahan rahasia ini. Ya…mereka sengaja melakukannya untuk tetap menjaga nama Kai dan menghindarkannya dari scandal dan masalah.

Kini Kai tengah duduk di ranjang king sizenya dengan laptop yang berada di pangkuannya.

Pria itu tengah sibuk mempelajari koreografi baru untuk album mereka yang akan dirilis bulan depan.

Sementara itu Yeo-Ni, dia tengah menyisir rambut lurusnya di meja rias. Sedari tadi dia mencuri pandang pada Kai yang sibuk dengan laptopnya itu.

Jantung Yeo-Ni berdegup dengan kencang, bahkan rasanya akan mencelos keluar karena melihat penampilan pria itu malam ini.

Kai memakai baju tanpa lengan. Menampilkan lengan kekar pria itu dengan otot-otot yang menghiasi lengan gelapnya. Belum lagi rambut basah pria itu yang sama sekali tidak di tatanya dengan rapi.

Kau sendiri bisa membayangkan bagaimana keadaan jantung Yeo-Ni saat ini kan?

Dia teringat dengan perkataan salah satu temannya yang merupakan EXO-L dan fans dari Kai, kalau Kai adalah pria teryadong di EXO.

‘Ya Tuhan…ku rasa aku akan habis malam ini’

Yeo-Ni berdiri dari duduknya dan berjalan menuju ranjang. Dia duduk di pinggir ranjang. Dia begitu takut untuk mendekat pada Kai. Dia takut akan di serang pria yadong itu.

Kai melepas kacamatanya yang sedari tadi bertengger manis di wajahnya  dan menyimpan laptopnya di nakas. Dia melihat Yeo-Ni yang sepertinya ragu untuk naik ke ranjang.

“Yak! Kau kenapa eoh?” Tanyanya memecah lamunan Yeo-Ni.

“Aniya!” jawab gadis itu dengan cepat.

Kai menyipitkan matanya heran dengan sikap gadis bodoh ini yang tumbennya berlagak seperti ini.

Dia tersenyum jahil dan mendekat pada Yeo-Ni.

“Apa kau takut?” bisiknya di telinga Yeo-Ni.

Blusshh….

Wajah Yeo-Ni merona seketika. Dia menoleh pada Kai dan wajah mereka kini sangatlah dekat. Tinggal sedikit lagi Kai memajukan wajahnya dan bibir mereka pasti akan bertemu.

Namun Kai tak berniat melakukan hal itu dan dia memundurkan wajahnya. Kembali ke posisinya sebelumnya.

“Kemarilah dan tidur, aku tak akan melakukan apapun padamu,” Kai menepuk bantal yang ada di sebelahnya “Mungkin aku akan menahannya untuk saat ini.”

“Yakk!!!” pekik Yeo-Ni.

Pria ini begitu menyebalkan. Dia baru saja menenangkan jantung istrinya dengan perkatannya yang seolah-olah dia itu bukan pria yadong tapi dia kembali menggoda Yeo-Ni dengan ucapan vulgarnya.

-**************-

Baik Yeo-Ni ataupun Kai mereka masih belum bisa larut dalam tidurnya malam ini.

“Apa kau pernah memikirkan bagaimana kalau pernikahan kita ini di ketahui media?” tanya Yeo-Ni pada Kai. Dia tahu kalau pria itu belum tidur. Sedari tadi Kai terus mengubah posisi tidurnya.

“Mm…aku pernah berpikir seperti itu.”

“Lalu apa kau pernah memikirkan solusinya nanti?” tanya Yeo-Ni lagi.

“Aniya…aku belum berpikir sampai sejauh itu,” Jawab Kai “ Lalu Apa kau pernah berpikir untuk mengakhiri pernikahan kita ini nantinya dan kembali menikah dengan orang yang kau cintai?”

Yeo-Ni berbalik dan begitu juga dengan Kai, mereka saling memandang.

“Kalau aku melakukan hal itu, apa kau siap dengan segala konsekuensi besar yang akan lebih banyak menimpamu?” Tanya Yeo-Ni balik sebelum dia menjawab pertanyaan Kai.

Kai terdiam. Dia tak menyangka kalau gadis ini berpikir sampai sejauh itu.

“Kau sendiri yang mengatakan kalau kita tak mungkin bercerai karena itu akan menghancurkan imagemu. Dan kau juga bilang kalau cinta di antara kita akan tumbuh seiring waktu yang kita lalui bersama. Jadi ku rasa, aku mungkin tak akan pernah bercerai denganmu,” ucap Yeo-Ni yang melegakan hati Kai.

Pria itu merasa tenang dengan ucapan istrinya itu. Dia menarik tangan Yeo-Ni dan membawanya ke dalam pelukannya, seketika jantung Yeo-Ni berdegup kencang dia takut kalau Kai akan mendengar detakan jantungnya.

Kai membelai rambut Yeo-Ni dnegan lembut. Dia merasa tenang dengan wanita ini. Rasa sejuk dan nyaman muncul di hatinya.

Mungkin mereka tidak saling mencintai, tapi rasa pengertian di antara mereka bisa saja bertumbuh menjadi rasa cinta.

-*********************-

Yeo-Ni sibuk lari ke sana ke mari mengumpulkan semua barang-barangnya yang akan di bawanya ke kampus hari ini. Dan Kai yang melihat istrinya itu hanya bisa menggeleng heran. Mengapa wanita ini tidak melakukannya semalam.

Yeo-Ni semalam hanya sibuk menonton streeming Super Show 7 in Meksiko sambil ikut bernyanyi membuat keributan di apartment mereka. Untung apartment mereka ini kedap suara sehingga para tetangga tidak terganggu dengan jeritan dan suara Yeo-Ni semalam.

“Yak!!! Kim Jong-In apa kau melihat notebook ku? Aku semalam meletakkannya di dekat TV kenapa sekarang tidak ada eoh?

“Kau sudah memasukkannya ke tasmu Yeo-Niya…”

“Oh iya!” Yeo-Ni tersenyum bodoh saat memeriksa kembali tasnya.

“Yak! Ini sudah jam setengah delapan, apa kau belum terlambat?” Kai mencoba mengingatkan.

Yeo-Ni melihat jam dan dia langsung panik.

Tak tega melihat istrinya itu panik, Kai langsung mengambil kunci mobilnya dan menarik tangan Yeo-Ni keluar dari apartment mereka.

“Aku akan mengantarmu!”

-*************-

Mereka telah tiba di depan gerbang Kyunghee university.

“Gomawo Kim Jong-In!” ucap Yeo-Ni sambil mengedipkan matanya sebelah.

Kai hanya tersenyum menanggapi ucapan istrinya yang tak sopan itu. Jelas dirinya yang lebih tua di bandingkan Yeo-Ni, tapi wanita itu selalu memanggil namanya tanpa di sertai kata ‘oppa’.

Sesaat Kai menatap kampus Yeo-Ni.

‘kyunghee? Bukannya Kyuhyun hyung juga kuliah di sini dulu? Ah…pasti dia ingin sekampus dengan idolanya itu!’

Kai sungguh heran dengan kenekatan dalam diri Yeo-Ni, apa semua EXO-L seperti dirinya? Dia harap tidak. Dia tak akan sanggup menghadapi fans yang terlalu nekat seperti istrinya itu.

Tapi jujur saja, Kai cukup salut dengan istrinya itu. Di zaman sekarang ini banyak fans dari boygroup lama seperti Super Junior dan TVXQ yang sudah pindah fandom atau menjadi multifandom tapi sepertinya Yeo-Ni tidak seperti itu.

‘Pada fandomnya saja dia setia, ku harap dia juga setia padaku nantinya’

Kai tersenyum sendiri dengan pemikirannya.

-***********-

Para member EXO tengah sibuk melatih tarian mereka. Dua hari lagi akan di adakan SM TOWN in SEOUL dan mereka ingin menampilkan yang terbaik untuk para EXO-L.

Bagi mereka para EXO-L adalah penyemangat mereka dalam berkarya. Karena EXO-L juga mereka selalu berusaha menjadi yang terbaik.

“Yak!!!Yak!!! mari lakukan sekali lagi eoh! Jangan sampai mereka kecewa dengan penampilan kita!” Ucap Suho membangkitkan semangat member lainnya yang sudah kelelahan.

Bagaimana tidak? Mereka sudah berlatih selama 5 jam dengan berbagai lagu yang akan mereka tampilkan nantinya di SM Town.

Selesai latihan, Kai duduk di pojok ruangan itu sambil memainkan ponselnya.

“Jong-Inna….” Panggil Kyung-soo.

“Wae?”

“Krystal…dia ingin bertemu denganmu,” ucap Kyung-soo yang di sambut tatapan aneh dari Kai.

Tapi bukannya menolak, dia malahan menjumpai Krystal.

“Wae? Kenapa kau mau bertemu denganku? Apa kau ingin mengatakan sesuatu?” Tanya Kai, dia mencoba untuk bicara dengan gadis yang di hadapannya ini tanpa basa-basi.

“Jong-Inna…kau akhir-akhir ini ku lihat agak aneh, kau seperti menghindariku,” Ucap Krystal yang langsung di sambut Kai dengan Smirknya.

“Sepertinya aku tidak bertingkah aneh, itu hanya perasaanmu. Lagi pula kita tak ada alasan untuk akrabkan?”

Kai hendak pergi namun Krystal menahan tangannya. Masih ada yang mau di tanyakan gadis itu pada mantan kekasihnya ini.

“Apa kau sudah memiliki kekasih baru?” Tanya gadis itu lagi.

Rahang Kai mengeras. Krystal menebak dengan benar. Bukan hanya kekasih, tapi dia sudah memiliki seorang istri.

“Ku rasa aku tak perlu menjawab pertanyaanmu itu.”

“Jadi kau benar-benar memiliki kekasih, segitu cepatnya kah kau menemukan penggantiku?” Krystal melihat Kai dengan tak percaya.

“Ku rasa itu tak menjadi urusanmu dan kita sudah mengakhirinya setahun yang lalu,” Kai melenggang pergi meninggalkan gadis itu yang masih tak menyangka kalau Kai bisa menemukan penggantinya secepat itu.

Jujur dia masih berharap kalau Kai akan memintanya untuk balikan. Tapi nyatanya, Kai sudah menemukan yang lain.

-********-

Kai memasuki apartmentnya dengan lelah. Rasanya dia ingin langsung tidur saja.

Dia mendapatkan Yeo-Ni yang duduk di karpet di ruang tamu mereka. Yeo-Ni saat ini tengah sibuk dengan kertas-kertas dan bahan-bahan craft lainnya.

Kai bisa melihat tulisan ‘SUPER JUNIOR’ yang tertulis di salah satu kertas besar berwarna putih.

“Untuk apa ini?” tannyanya.

“Aku akan membawa ini saat SM Town nanti,” jawab Yeo-Ni tanpa menoleh.

Kai meraih sebuah paper bag berwarna hitam dan mengeluarkan isinya.

Dia mendapatkan sebuah kotak hitam yang di dalamnya terdapat sebuah jam tangan bermerek Patek Philippe.  Dia tahu kalau jam tangan ini adalah salah satu jam tangan termahal di dunia. Dan Yeo-Ni akan memberinya pada biasnya, bukan pada dirinya yang notabenenya adalah suami sendiri.

“Yak! Kau akan memberi ini pada siapa?”

“Donghae oppa,” Jawab istrinya itu dengan senyum yang mengembang.

 

‘heol…mereka beruntung memiliki fans kaya raya seperti dirimu eoh?’

Kai meletakkan paper bag itu kembali dan berjalan menuju kamar mereka.

Dia sedang tak ingin berdebat dengan istrinya itu. Dia akan membiarkan tingkah istrinya itu hari ini. Rasanya hampir setiap hari mereka berdebat hanya karena Super Junior.

Yeo-Ni selalu mengabaikan Kai demi Super Junior. Dan kali ini dia memilih mengalah.

Dia sudah cukup lelah dengan latihan hari ini. Dan yang di butuhkannya hanyalah tidur dan melupakan segala kejadian hari ini.

-*************-

“Kyaaaa….opppaaaaaa…….”

Kai tersentak dari mimpi-mimpinya saat mendengar teriakan dari ruang tamu. Rasa khawatir akan istrinya itu muncul dan Dengan cepat Kai turun dari ranjang, berjalan cepat menuju ruang tamu.

Dia tercengang begitu mendapatkan istrinya yang dalam keadaan baik-baik saja. Dan dia menyesal telah bangun dari tidurnya yang indah itu.

Yeo-Ni  hanya sedang menonton video konser oppa-oppanya itu dan dia berteriak dengan kencang saat melihat Donghae membuka bajunya.

“Yak!!! Apa kau harus berteriak hanya karena melihat itu?” Tanya Kai dengan kesal dan di sambut tatapan mematikan dari Yeo-Ni “ABS ku juga lebih sexi dari pada punya Donghae hyung!”

“aku tak perduli!” Yeo-Ni mengacuhkan Kai dan kembali pada laptopnya.

Kai yang kesal dengan tindakan istrinya itu yang mengacuhkannya dan membangunkannya berniat untuk mengerjai Yeo-Ni.

Tanpa sepengetahuan Yeo-Ni, Kai membuka kaus putihnya dan dia menyingkirkan laptop Yeo-Ni lalu berdiri tepat di hadapan wanita itu.

Yeo-Ni menatap ABS Kai tanpa berkedip. Dia menelan ludahnya melihat pria itu topless di hadapannya.

Kai meraih tangan Yeo-Ni dan menuntunnya untuk menjamah perut kotak-kotaknya.

“Eottae? Punya suamimu ini lebih sexi kan dari pada punya biasmu itu?” Kai mencoba menggoda Yeo-Ni.

Dengan cepat Yeo-Ni kembali menginjak tanah. Dia tersadar dengan apa yang baru saja di lihatnya itu. Yeo-Ni menarik tangannya dari perut Kai dan memalingkan wajahnya yang sudah semerah tomat itu.

Kai tersenyum jahil dan kembali menarik tangan istrinya itu.

“Yeo-Niya…apa kau tak ingin memegang ABS oppa ini lebih lama lagi eoh?” Kai kembali menggoda istrinya itu.

Yeo-Ni menatap Kai dengan kesal. Dia menendang kaki pria itu dengan kuat hingga pria itu kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke arah Yeo-Ni.

Namun dengan sigap Kai menahan tubuhnya dengan kedua tangannya agar tidak menimpa Yeo-Ni yang saat ini sudah berada di bawahnya.

Manik mata keduanya bertemu, mereka saling memandang dan Kai menyusuri wajah cantik Yeo-Ni dengan matanya.

“Aku baru tahu kalau aku memiliki istri yang cantik,” gumam Kai dengan mata yang masih menikmati pemandangan indah itu.

Yeo-Ni mencoba menghindari tatapan Kai, namun dengan cepat pria itu menahan wajah Yeo-Ni.

“Jo…jong-Inna…neo—“

Ucapan Yeo-Ni tertahan dengan Kai yang sudah membungkam bibirnya dengan ciuman.

Yeo-Ni terkesiap dengan tindakan Kai itu, ini ciuman pertamanya.

Kai mulai menyesap bibir Yeo-Ni dan wanita itu sama sekali tidak membalas ciuman suaminya itu. Kai masih mencoba untuk memancing Yeo-Ni, namun istrinya ini memang tak mengerti bagaimana cara berciuman.

“Akh….” Yeo-Ni meringis kesakitan saat Kai menggigit bibir bawahnya, dan saat mulut Yeo-Ni terbuka Kai langsung menelusupkan lidahnya ke dalam mulut Yeo-Ni, mengajak lidah istrinya itu untuk beradu dan saling bertukar saliva.

Yeo-Ni menyerah dengan kelakuan Kai dan membiarkan suaminya itu mengambil alih bibirnya.

Tangan Kai kini sudah tak berada di samping kepala Yeo-Ni. Tangan kekarnya itu mulai menjelajahi tubuh Yeo-Ni dan saat tangannya itu hendak membuka kancing kemeja Yeo-Ni, wanita itu menahannya yang membuat ciuman keduanya terlepas.

“Not for now Kim Jong-In!” Yeo-Ni menahan tangan suaminya.

Kai bangkit dari posisinya sebelumnya dan membantu istrinya itu juga untuk duduk.

“Yak! Kau sengaja kan?” tanya Yeo-Ni dengan kesal.

“Kalau kau sekali lagi teriak-teriak tak jelas karena pria lain, aku akan menghamilimu saat itu juga,” cupp~ Kai mengecup bibir Yeo-Ni singkat dan langsung berdiri meninggalkan Yeo-Ni. Dia tahu kalau istrinya itu pasti akan marah karena dia mencuri ciuman lagi.

“Yak!!!! Kim Jong-In nappeun namja!!!!!!!!”

Kai tertawa saat mendengar jeritan istrinya itu. Mulai saat ini menjahili Yeo-Ni adalah hobi barunya.

-***************-

Konser SM town kini tengah berlangsung. Dan ini adalah giliran EXO untuk tampil.

Mata Kai menjelajahi para penonton, dia mencari sosok istrinya. Dan tak butuh waktu lama untuk menemukan wanitanya itu, Yeo-Ni berada di barisan paling depan dan paling dekat dengan panggung utama.

Kai tersenyum pada Yeo-Ni, namun wanita itu mengalihkan pandangannya. Dan fans lainnya yang merasa menerima senyuman itu malahan berteriak tak jelas.

Sepanjang performance, Kai tak bisa konsentrasi dan berkali-kali dia melirik ke arah Yeo-Ni bahkan dia sengaja bolak-balik menyapa para EXO-L yang ada di sekitar Yeo-Ni. Dia ingin menarik perhatian wanita itu, tapi usahanya selalu saja sia-sia.

Seluruh artis SM kini berada di satu panggung. Dan mereka semua bernyanyi sambil bermain-main dengan anggota lainnya. Tak terkecuali juga dengan Kai yang saat ini bermain dengan D.O. Keduanya saling menyiram dengan botol berisi air mineral.

Tiba-tiba Krystal berada di samping Kai dan memeluk pinggang pria itu. Para fans yang melihat kemesraan keduanya langsung histeris.

Sebagian mungkin ada yang menyukainya tapi ada juga yang membenci hal itu.

Kai mencoba melepas pelukan Krystal, namun gadis itu masih saja menyandarkan kepalanya pada dada Kai.

“Yak!!! Lepaskan!”

Kai mengalihkan pandangannya mencari Yeo-Ni dan yang benar saja. Dia kini mendapatkan istrinya yang tengah tersenyum pada Donghae yang saat itu berada tepat di depannya. Donghae meraih tangan Yeo-Ni dan mengecup punggung tangan istrinya itu.

‘adegan lucky fans eoh?’

Saat ini di hatinya seperti sedang terbakar. Mungkin ini yang di namakan cemburu?

Dengan kasar, Kai menghempaskan tangan Krystal dan berjalan ke arah Donghae. Jujur saja dia ingin melepaskan tinjunya pada sunbaenya ini.

Tapi dia menahan amarahnya itu mengingat mereka kini ada di panggung.

Kai menghampiri donghae dan memukul lengan pria itu dengan manja. Memasang aegyonya yang tampak sangat aneh itu.

Seorang Kim Jong-In sangat tidak cocok dengan aegyo.

-*****************-

Konser itu belum berakhir, namun Kai kini sudah berada di Backstage bersama Yeo-Ni. Dia menyuruh managernya tadi untuk memanggil Yeo-Ni.

“Wae? Kenapa kau menyuruhku ke sini eoh?” Yeo-Ni melipat kedua tangannya di depan dada dan memasang ekspresi cueknya.

“Yak!!! Kenapa kau tadi memberikan tanganmu pada Donghae hyung?”

Yeo-Ni tak menjawab pertanyaan Kai dan malahan tersenyum meremehkan.

“Dan kau tadi berpelukan dengan mantanmu itu eoh? Kau kira aku tak melihat semua itu? Apa kau ingin memamerkan padaku kalau kau masih mencintainya dan menunjukkan pada media kalau kalian akan balikan? Hah…ku rasa aku sendiri yang terlalu khawatir untuk tidak bercerai denganmu, kau sendiri tak ada niat untuk mempertahankan semua ini,” air mata Yeo-Ni mulai mengalir membasahi pipinya. Jujur, hatinya sangat terluka saat ini.

Mungkin dia tak terlalu menunjukkannya tadi, tapi dia sangat tak suka melihat suaminya ini bermesraan dengan wanita lain.

Cklekk….

Pintu ruangan itu terbuka dan dengan cepat Kai menyembunyikan Yeo-Ni di belakangnya.

Member EXO yang lain memasuki ruangan itu. Mereka tampak sedang bercanda.

“Jong-Inna…kau terlalu cepat turun!” ucap Suho yang hanya di balas senyuman oleh Kai.

“Eoh….itu siapa?” Baekhyun melihat sepasang kaki di belakang Kai dan dia mencoba melihat siapa yang ada di belakang Kai itu.

“Hyung….tak ada siapa-siapa di situ!” Kai mencoba membantah.

“Aniya! Hyunnie…tampaknya benar, kau menyembunyikan seseorang kan?” Chanyeol juga mulai curiga, dan kecurigaan itu menular kepada member lainnya.

“Arasseo…arasseo! hentikan tingkah kalian ini. Kalian hanya membuatnya ketakutan….”

Kai menarik Yeo-Ni dari belakangnya dan menunjukkannya pada para member lainnya.

“Dia Song Yeo-Ni…dia ini istriku”

“MWO???”  mereka semua serentak menyatakan ketidak percayannya.

Seorang Kim Jong-In memiliki istri?

“Jong-Inna…kau tak pernah membicarakan hal ini pada kami,” ucap Suho.

“Mianhae hyung, kami juga baru menikah beberapa bulan yang lalu. Pernikahan kami ini juga di rahasiakan,” jelas Kai.

Yeo-Ni hanya terdiam dan menunduk. Air matanya masih tetap mengalir membasahi pipinya. Sepertinya member lainnya melihatnya.

“Hyung…aku harus pulang duluan, aku akan menjelaskannya lagi pada kalian besok.”

“Arasseo! Pulanglah, kalian hati-hati di jalan eoh!” Suho menepuk pundak Kai, mencoba memberi semangat pada dongasengnya itu.

Dia tahu mereka berdua sedang ada masalah saat ini. Wajah Yeo-Ni yang di basahi air mata itu sudah menjelaskan segalanya.

Kai memakai jaket hitamnya juga topi nya. Dia juga memakaikan sebuah topi pada Yeo-Ni.

Kai menggenggam tangan Yeo-Ni dan menuntunnya untuk keluar dari lokasi konser menuju mobil mereka.

Saat mereka berdua keluar, mereka tak menyadari kalau ada seseorang dengan kamera di tangannya tengah memotret mereka.

“Ini akan jadi berita yang bagus!” gumam pria itu.

-***********************-

Sesampainya di apartment, Yeo-Ni langsung melenggang menuju kamar mereka. Dia tak memperdulikan Kai yang mencoba memanggilnya.

Kai mengikuti istrinya itu dan saat tiba di kamar dia mendapatkan Yeo-Ni yang sudah membaringkan dirinya di ranjang dengan memunggungi Kai.

Kai berjalan mendekati istrinya dan duduk di pinggir ranjang.

“Yeo-Niya….” panggil Kai “Mianhae…aku yang salah, aku yang tak bisa menahan diriku dan cemburu buta.”

Yeo-Ni masih tak menanggapi ucapan suaminya itu. Dia masih memilih untuk diam.

“Mianhae…kejadiannya bukan seperti yang kau pikirkan. Aku tak ada niat untuk melakukan itu dengan Krystal,” Kai mencoba untuk menjelaskan, dia tak mau kalau istrinya ini salah paham akan kejadian tadi.

Memang benarkan semua itu tak di rencanakannya?

“Yeo-Niya….” Kai menyingkirkan selimut yang menutupi wajah Yeo-ni dan mendapatkan istrinya itu yang masih saja menangis.

Kai mendekatkan wajahnya dan menangkup wajah Yeo-Ni dengan kedua tangannya. Dia mengusap air mata istrinya itu dan mengecup kelopak matanya.

“Uljima…aku tak akan mengulanginya lagi eoh!” bujuk Kai.

Yeo-Ni memanyunkan bibirnya dengan mata sembabnya yang masih menatap Kai.

“Kau jahat! Hiks…hiks…bagaimana bisa…kau…kau melakukan itu padaku eoh?”

Kai menarik istrinya itu ke dalam pelukannya. Dia ingin menenangkan gadis manjanya ini yang masih saja menangis.

“Yak! Keumanhae…uljima jebal…aku janji tak akan lagi membentakmu seperti tadi. Aku juga tak akan mendekati wanita itu lagi. Kau tak perlu curiga padaku, karena bagiku sekarang hanya ada satu wanita. Hanya kau…hanya kau yang menjadi penghuni hatiku Song Yeo-Ni. Aku kini hanya berusaha memenuhi hatiku dengan dirimu, jadi kau juga harus mengisi hatimu dengan diriku eoh?”

Yeo-Ni menengadahkan kepalanya dan melihat Kai yang juga tengah menatap matanya intens.

Entah setan dari mana yang menghasut Yeo-Ni hingga kini dengan beraninya dia mendekatkan wajahnya pada suaminya itu menyatukan bibir keduanya.

Kai heran dengan tingkah istrinya ini, tapi dia juga mengikuti permainan yang sudah di mulai oleh Yeo-Ni.

Perlahan, Kai membaringkan Yeo-Ni di ranjang dengan dirinya yang sudah berada di atas Yeo-Ni. Tak ada perlawanan dari istrinya itu, Yeo-Ni membiarkan Kai melakukan apapun yang dia ingini malam ini.

Kai memiliki Yeo-Ni seutuhnya malam ini.

Keduanya membuktikan kalau mereka memang serius untuk saling berusaha menumbuhkan cinta dalam hati masing-masing.

Kecemburuan yang ada hari ini bukannya itu sudah bisa menjadi bukti kalau bibit cinta itu memang sudah ada? Mereka hanya perlu menyiraminya agar cinta itu tumbuh subur dan akhirnya berbuah.

-*********************-

Cahaya matahari yang mulai mengintip dari tirai kamar itu berusaha membangunkan dua insan yang masih asyik di peraduan mereka.

Keduanya dengan tubuh polosnya yang hanya di tutupi oleh selimut masih berpelukan dengan mata yang terpejam.

Perlahan Yeo-Ni membuka matanya, menyesuaikan dengan cahaya matahari yang menerangi kamar mereka itu.

Saat matanya sudah terbuka sempurna, dia mendapatkan wajah damai Kai yang masih larut dalam mimpinya.

Yeo-Ni menyentuh wajah suaminya itu. Menelusuri lekuk wajah tampan di hadapannya ini dengan jari telunjuknya dan berhenti di bibir Kai.

Yeo-Ni memainkan bibir Kai dengan jarinya. Dia tersenyum sendiri mengingat bagaimana ahlinya bibir seksi pria ini bermain semalam.

Ah…mengingat hal itu aja sudah membuat pipi Yeo-Ni bersemu merah dan di perutnya terasa seperti ada ribuan kupu-kupu yang berterbangan.

Tap!

Tiba-tiba Kai menangkap tangannya dan mata Kai terbuka, melihat Yeo-Ni dengan lembut.

“Chagiya…aku tahu kok kalau aku ini tampan,” ucap pria itu percaya diri.

“Tuan Kim, sepertinya kau terlalu percaya diri eoh! Donghae—“

Cup~

Belum sempat Yeo-Ni menyelesaikan kalimatnya, bibirnya sudah di tahan oleh bibir Kai. Biarlah bibir menahan bibir. Mungkin itu motto hidup Kai.

Kai tidak langsung melepas bibir istrinya itu, dia malahan menyesap dan melumat bibir Yeo-Ni. Mungkin dia ingin permainan tambahan pagi ini.

Ding…dong….

Suara bel apartment mereka menghentikan tindakan Kai.

Dengan cepat Yeo-Ni bangkit dari ranjang dan memakai pakaiannya. Menghindari Kai yang liar itu memang harus begini. Untunglah bel itu menyelamatkannya pagi ini.

“Yak! Siapa yang bertamu pagi ini eoh? Dia hanya menganggu saja!” Kai menggerutu dan Yeo-Ni melihatnya sambil tersenyum.

Yeo-Ni berjalan menuju intercom, dan dia begitu terkejut saat mendapatkan banyak wartawan di depan aprtement mereka.

“Jong-Inna!!!”

Kai berjalan santai menuju Yeo-Ni dia bahkan tidak memakai bajunya. Hanya boxer hitam yang menutupi tubuh bagian bawahnya.

“Wae?”

“Yak! Coba kau lihat,” Yeo-Ni menunjuk ke layar intercom “Di luar ada banyak wartawan!”

Kai melihat ke layar intercom dan dia begitu terkejut.

Dengan cepat dia menghidupkan Televisi. Yang benar saja! Berita utama hari ini adalah dirinya.

Di televisi begitu jelas di tampilkan sebuah foto dan video saat dirinya dan Yeo-Ni semalam keluar dari tempat konser dan berjalan sambil bergandengan tangan menuju mobil.

Yeo-Ni menggigiti kukunya. Dia takut dan juga gugup. Bagaimana bisa pernikahan mereka ini tercium oleh media? Padahal mereka sangat berhati-hati dalam segala hal agar mereka tidak ketahuan sebelum waktunya.

“Jong-Inna…apa yang harus kita lakukan?”

“Tenanglah! Aku akan mengurus semuanya!” ucap Kai meyakinkan Yeo-Ni. Dia memeluk istrinya mencoba untuk menenangkan wanitanya itu.

-**************-

Sementara itu di gedung SM.

Seluruh staff tengah sibuk menjawab telepon dari berbagai pihak yang penasaran dengan masalah Kai. Direktur SM ent juga sangat di pusingkan akan masalah ini. Dia sudah mengingatkan pada Kai dan keluarganya agar berhati-hati. Jangan sampai pernikahannya tercium oleh media.

Entah bagaimana cara paparazzi itu mengetahui ini semua!

Tapi untungnya media belum mengetahui kalau Kai sudah menikah. Mereka hanya mendapatkan foto Kai bersama seorang wanita.

“Suhoya…kau harus menemui Kai hari ini! Ajak manager kalian juga. Usahakan agar jangan sampai para wartawan itu menangkap Kai. Jangan biarkan mereka di wawancarai! Kalian berdua harus melindungi Kai! Arasseo!” ucap pria itu dengan penuh penekanan.

-***************-

Ding…dong…

Bell apartment itu berbunyi lagi untuk kesekian kalinya.

Mungkin ini sudah kali ke seribunya bell itu berbunyi dalam kurun waktu 8 jam.

-From : Suho Hyung

          Jong-Inna…aku di depan pintu apartment mu. Buka pintunya! Aku bersama manager hyung! Tenanglah kami sudah menyingkirkan semua paparazzi gila ini dari depan apartment mu.

Kai membuka pintu apartmentnya dan dengan cepat SUho dan manager mereka memasuki apartment Kai.

“Hyung….” Kai menatap Suho dengan gusar.

“Tenanglah! Di mana istrimu?” tanya Suho.

“Dia sedang tidur. Dia ketakutan dan terus menangis. Jadi aku menyuruhnya untuk istirahat saja.” Kai mengusap wajahnya kasar. Dia sungguh frustasi dengan scandal yang mneimpanya kali ini.

Dulu waktu scandalnya dengan Krystal dia tak setakut ini. Dia tak terlalu khawatir dengan apa yang akan terjadi.

Kini, dia bukannya takut akan reputasinya atau karirnya. Bukan itu yang dia takutkan lagi.

Dia takut akan masalah yang mungkin menimpa istrinya itu. Dia tak perduli kalau dirinya di caci maki para fans. Dia takut kalau istrinya akan tertekan karena scandal ini.

“Jong-Inna….” Suho memanggil Kai, menarik Kai dari khayalan ketakutannya “Kau tak bisa terus-menerus bersembunyi seperti ini. Kau harus menghadapinya”

“Aku takut hyung….” jawabnya dengan frustasi.

Suho tahu kalau Kai kini tengah ketakutan. Jujur saja, Kai masih terlalu muda untuk menghadapi masalah ini. Mungkin bukan amsalah yang besar kalau hanya sebatas Scandal berpacaran dengan idol lain. Tapi ini masalahnya Kai telah menikah. Pria ini menikah tanpa sepengetahuan publik. Pria ini membohongi publik.

“Kau harus menjelaskannya! Kita harus mengadakan konfrensi pers. Jujur saja, ini memang kesalahanmu karena menyembunyikan segalanya dari publik. Kau menikah tanpa di ketahui siapapun. Kau bertingkah seolah-olah kau ini idol yang masih free dan membiarkan para fans tetap mencintaimu tanpa mengetahui kebenarannya,” SUho menghela nafasnya berat “Kau harus berani menghadapi kekecewaan EXO-L padamu. Kau membohongi mereka Kai, tapi ku rasa dengan kejujuranmu nanti mereka mungkin mampu memahami dan memaafkan mu.”

“Hyung…aku tak takut dengan kebencian mereka padaku. Aku takut kalau istriku akan tertekan dengan semua ini. Dia masih terlalu muda hyung…dia juga bukan artis yang memiliki ribuan fans untuk membelanya. Aku takut tak bisa melindunginya,” Kai menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Mencoba untuk menahan tangisnya.

“Tapi dia memilikimu Jong-Inna… aku yakin dengan adanya dirimu di sampingnya dia pasti kuat menghadapi segala sesuatu,” Suho menepuk pundak Kai. Dia memberi kekuatan dan semangat pada pria yang sudha di anggapnya sebagai dongsaengnya ini.

-**********************-

Dengan mesra Kai memeluk istrinya dari belakang. Wanita itu masih saja terdiam. Dia masih takut.

“Chagiya…apa kau takut?” tanya Kai.

“Mmm…aku sangat takut. Aku rasa aku tak akan sanggup menghadapi dunia ini lagi. Bahkan untuk keluar dari tempat ini saja aku tak berani, aku tak sanggup menghadapi kritikan, tatapan dan omongan dari orang lain lagi.”

Kai mempererat pelukannya pada Yeo-Ni, dia mengerti perasaan istrinya ini. Yeo-Ni bukanlah seorang artis yang biasa menghadapi ribuan kritikan, tatapan dan omongan yang menyakitkan.

“Aku ada untuk melindungimu dari itu semua. Sejak kita menikah, bukannya kita sudah mempersiapkan diri untuk hari ini? Memang ini semua terlalu cepat, aku saja sempat tak sanggup untuk mengahdapi semua ini. Aku juga takut, aku takut kalau kau akan merasa tertekan.”

“Aku lebih mengkhawatirkan dirimu Jong-Inna…karirmu yang selama ini mati-matian kau bangun akan hancur karena pernikahan konyol kita ini.”

“Sst…jangan katakan pernikahan kita ini konyol,” Kai menarik tubuh Yeo-Ni sehingga kini mereka sudah saling berhadapan. Kai menatap istrinya dengan lembut dan menyisipkan rambut Yeo-Ni ke belakang telinganya “Awalnya, ini memang hanyalah pernikahan konyol yang tak seharusnya terjadi. Tapi semakin lama waktu yang ku lalui bersamamu, semakin aku yakin kalau pernikahan ini memang harus terjadi dan tak ada yang salah dengan pernikahan kita ini.”

Kai mengecup puncak kepala Yeo-Ni menyalurkan ketenangan pada istrinya itu.

“Besok, kita akan mengakhiri rahasia ini. Kita akan menyatakan pada dunia kalau kita ini telah menikah. Aku akan berteriak sekencang-kencangnya pada dunia kalau aku, Kim Jong-In telah menikahi seorang ELF cantik,” Lagi Kai mencium kening Yeo-Ni dan memeluk istrinya itu.

“Kalau kau mengumumkannya besok, berarti aku tak bisa lagi bebas berteriak di konser Super Junior. Semua mata akan menandai ku sebagai istrimu dan Donghae oppa tak akan mencium tanganku lagi,” Yeo-Ni memanyunkan bibirnya. Dia agak keberatan dengan ide Kai ini.

“Jadi kau tak suka?” Kai melepas pelukannya dan menatap istrinya itu kesal “Yak! Ciumanku lebih indah dari pada ciuman Donghae hyung, sepertinya yang ada pada diriku lebih baik dari pada Donghae Hyung. Aku lebih tampan, aku lebih hot, aku lebih—“

Cup~~

Yeo-Ni menutup mulut Kai dengan kecupan singkatnya. Membuat mata pria itu terbelalak dengan perlakukan Yeo-Ni.

Yeo-Ni tersenyum penuh kemenangan. Dia senang karena membuat suaminya itu cemburu. Suaminya ini sangat lucu. Bagaimana bisa dia cemburu pada bias istrinya itu.

“Oho! Nyonya Kim sepertinya kau mengerjaiku eoh?” tanya Kai dengan nada kesal yang di buat-buat.

Dengan gerakan cepat, Kai mengubah posisi mereka. Kini dia berada di atas Yeo-Ni.

“Kau harus di hukum nyonya Kim!”

Kai mendaratkan bibirnya di bibir mungil Yeo-Ni, menyesap bibir itu dalam. Membiarkan Yeo-Ni menikmati betapa bagusnya permainan bibir Kai yang sudah kesekian kalinya di rasakannya.

Kai melepas pautan bibir mereka. Keduanya terengah mencoba meraup udara sebanyak-banyaknya.

“Kim Yeo-Ni…kau itu milikku, kau itu istriku jadi jangan pernah bahas pria lain di hadapanku. Aku tak suka kalau kau lebih menyukai pria lain. Bahkan jika itu biasmu, aku membencinya!” ucap Kai dengan mata yang menatap Yeo-ni dengan intens.

Belum lagi wanita itu sempat membalas ucapannya dengan segera Kai kembali menutup mulut wanita itu dengan ciumannya. Melumat bibir itu lagi dan lagi. Tak ada rasa bosan bagi Kai untuk menyesap dan merasakan bibir istrinya itu.

Tangannya pun sudah bergerrilnya di seluruh tubuh Yeo-Ni. Sejak kemarin mereka melakukannya untuk pertama kali, Kai sudah merasa mabuk dengan tubuh istrinya ini. Tak ada alasannya untuk bosa dengan apa yang di miliki istrinya ini.

-***************************-

Selama konfrensi pers berlangsung, Kai tak pernah melepas tangan istrinya itu. Dengan setia dia terus mengenggam tangan Yeo-Ni. Dia juga ingin merasakan ketakutan Yeo-Ni dan memberikan kekuatan bagi istrinya.

“Kami berdua, ingin mengkonfirmasi hubungan kami hari ini. Kami sengaja mengatakannya secara langsung, tidak melalui agensi. Hubungan kami bukan hanya sebatas yang di beritakan. Kami…Kami berdua telah menikah…..”

Sesaat ruangan itu hening dengan pernyataan Kai.

“Mengapa anda memutuskan untuk mengungkapkan ini semua?” tanya seorang wartawan pria.

“Saya merasa tak ada lagi alasan kami untuk menyembunyikan fakta kalau kami memang telah menikah. Saya juga tak ingin adanya salah paham dan muncul berita-berita yang tak benar.” Jawab Kai dengan mantap.

“Mengapa anda menikah terlalu dini? Padahal saat ini adalah masa gemilang anda di bidang ini, atau ada alasan khusus sehingga anda memutuskan untuk menikah dini?” tanya wartawan lainnya.

“Tak ada alasan khusus seperti yang anda semua pikirkan. Saya menikah dengannya….” Kai menatap Yeo-Ni yang juga tengah menatapnya “Saya menikahinya karena saya takut kehilangan wanita seperti dirinya. Saya tak bisa hidup tanpa dirinya. saya sangat mencintainya bahkan rasanya seperti sleuruh oksigen yang saya hirup di penuhi oleh dirinya.”

Kai tersenyum pada Yeo-Ni yang masih mematung mendengar pengakuan Kai barusan. Keduanya asyik saling menatap mereka tak perduli dengan berbagai pertanyaan yang masih saja bermunculan dari para wartawan.

Kai menarik pinggang Yeo-Ni hingga kini tak ada jarak di antara keduanya. Kai mendekatkan wajahnya pada Yeo-Ni dan keduanya berciumana di hadapan para wartawan yang kini bukan lagi bertanya tapi sudah sibuk mengambil gambar dari kemesraan kedua manusia itu.

“Saranghae…” Bisik Kai.

“Na do…saranghae….”

-**************FIN**************-

‘Cause every time we touch, I feel the static.
And every time we kiss, I reach for the sky.
Can’t you hear my heart beat so…
I can’t let you go.
Want you in my life

Anyeonghaseyo….

Gimana?

Kepanjangan ya?

Gajeya?

Mian…kalau misalnya kepanjangan dan gaje. Dan juga mungkin sebagian tak suka dengan ceritanya.

Bye….

See you on next story…………..

 

6 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] I Marry an ELF”

  1. Pertama kali liat judulnya, aku tertarik untuk baca. Seorang member EXO, nikah sama ELF … Ini macam, gak dpt abangnya (SUJU), adeknya (EXO) -pun gak masalah. Beruntung bgt Yeoni.
    Dan seperti yg Kai bilang, untuk setia dgn satu fandom di saat ini susah … Karena banyak boyband baru yg bermunculan … Apalah daya hatiku yg lemah ini melihat ketamvanan haqiqi para oppa dan brondong … 😀
    Ohy, mau kasih saran untuk penulisan, terutama pada penggunaan tanda baca.
    Fighting! Keep writing Author -nim …

    1. Nee kamsahamnida.
      Wkwkwk… Betul banget tuh gak dapet yang di suju, EXO pun jadilah.
      Iya aku memang sengaja buat Kau bilang begitu. Karena zaman sekarang banyak kpopers yang mudah banget pindah fandom.
      Sekali lagi makasih ya karena mau membaca ff saya ini dan juga untuk sarannya. 😊

  2. “Ajussi rasa oppanya” wkwkwk…setua itukah superjunior…, Kai jangan ber aegyo dong..g suka,sukanya ngeliat kai dance.aq suka ceritanya ringan,humor dan sedikit filosofi bahwa seorang idol adalah manusia,yang pingin menikah juga,jadi kita sebagai fans harus bahagia jika idol kita bahagia..setuju..???..hehe..

    1. kamsahamnida…nee…Suju kan emang dah tua tapi wajahnya kan masih seperti remaja. amsih cocoklah di panggil oppa.
      aku kira gak bakal suka sama ceritanya. sebenarnya ff ini aku remake dari ff suju yang pernah aku buat dulu.
      sekali lagi terimakasih sudah mau membaca dan memberi respon untuk ff ini.

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s