[EXOFFI FREELANCE] Universe in His Eyes (Chapter 12)

universe-in-his-eyes-poster1

Title                 : UNIVERSE IN HIS EYES – Chapter 12

Author             : Arifia Pahlawan (Wattpad: @arifiart)

Length             : Chaptered

Genre              : AU, Friendship, Romance, School-life.

Rating              : PG 17

Main cast        :

Oh Serin (OC)

Do Kyungsoo (EXO)

Byun Baekhyun (EXO)

Park Chanyeol (EXO)

Summary         : Serin bertemu dengannya lagi, pemilik mata tajam yang selalu membayangi pikirannya selama bertahun-tahun. Ia selalu ingin menghindar dari ingatan akan lelaki itu, namun semesta justru membuat Serin semakin terjebak dengannya.Disclaimer       : Cerita ini merupakan bentuk dari imajinasi author. Jika terdapat kemiripan pada nama tokoh, tempat ataupun jalan cerita, hal itu merupakan unsur ketidaksengajaan.  Dilarang keras untuk memplagiatkan atau merepost karya ini tanpa seizin author. Please leave comment after reading. Thank you so much and happy reading! <3̶̶̶Hari terakhir di Tokyo, melihat pemandangan indah dari ketinggian, bersama orang terkasih. Sungguh pengalaman manis yang baru pertama kali Serin alami dan ia tak akan pernah melupakan ini seumur hidupnya.̶̶̶CHAPTER 12-Unforgettable Tokyo-___

Tiga bulan kemudian…

Serin melipat semua pakaiannya dan meletakannya di atas kasur. Setelah semua baju terlipat dengan rapih, ia akan memasukkan semuanya ke dalam koper. Tidak terasa sudah tiga bulan berlalu sejak ia pertama kali menginjakkan kaki di Jepang. Musim semi berlalu sangat cepat dan sebentar lagi ia juga akan segera kembali ke Korea.

Serin tak dapat menahan rasa suka citanya saat mengetahui ia akan segera kembali ke Korea besok. Rasanya begitu berdebar dan bersemangat seperti akan pergi karya wisata. Tapi yang ia rasakan saat ini jauh lebih dari itu. Kau tahu bagaimana rasanya akan pulang ke rumah setelah sekian lama tidak bertemu keluarga dan teman-temanmu?

Jendela kamar yang sedikit terbuka membuat Serin dapat mendengar dengan jelas suara keramaian di luar sana. Musim panas telah tiba, orang-orang telah berbondong-bondong keluar rumah saat malam hari dan menikmati musim panas di luar. Sepertinya sudah mulai terasa pengap jika hanya berada di dalam rumah saja, terlebih lagi hari ini sudah memasuki liburan sehingga banyak wisatawan yang datang.

Serin meraih ponselnya dan mengirim sebuah pesan singkat ke grup pesan yang beranggotakan Baekhyun, Chanyeol dan dirinya.

‘Besok aku akan pulang ke Koreaaaaaa! Tak sabar bertemu kalian, aku rindu sekaliiiii!’

Tak lama setelah Serin mengirim pesan tersebut, langsung ada panggilan masuk dari Baekhyun. Sebuah panggilan video untuknya.

“Baekhyun-aaaaaa!”

“Serin-aaaaaaa!!!” suara yang keluar dari ponsel Serin begitu ramai karena yang terdengar bukan hanya suara Baekhyun di sana.

“Oh, Chanyeol-ah? Kalian sedang bersama-sama? Yaaaah, bogoshipooo!”

“Nadoooo!” jawab Baekhyun dan Chanyeol berbarengan tidak kalah semangat. Keduanya saling berebut agar wajahnya yang paling terlihat di layar.

Serin tak berhenti tersenyum melihat kedua sahabatnya saat ini. Baekhyun dan Chanyeol sudah semakin dekat sejak kepergiannya tiga bulan lalu. Bahkan kedua sahabatnya itu kini sering sekali memamerkan kegiatan mereka bersama selama Serin di Jepang. Kadang ia merasa seperti ditinggal oleh keduanya dan berharap ada di sana juga menghabiskan waktu bersama mereka. Ia sungguh merindukan kedua lelaki itu.

“Kalian sedang apa?” tanya Serin yang iri melihat Baekhyun dan Chanyeol selalu bersama-sama sekarang.

“Kami sedang bermain jenga. Yah, kau tahu tidak, Chanyeol benar-benar buruk dalam permainan ini.” cerita Baekhyun sambil meledek Chanyeol yang kemudian langsung menerima gigitan di bahu dari lelaki bertelinga lebar itu.

Jenga adalah permainan balok-balok kecil yang disusun menjadi sebuah menara, cara memainkannya sangat sederhana, yaitu kau hanya harus mengambil satu dari susunan balok tersebut lalu menaruhnya kembali di susunan paling atas dan tidak boleh menghancurkan menara itu, jika menara itu runtuh maka kau kalah.

“Aku bahkan belum pernah memainkan itu bersama kalian.” ujar Serin iri.

“Tenang saja, setelah kau sampai nanti akan langsung kuculik untuk bermain jenga bersama kami.” kata Baekhyun asal.

Serin tertawa mendengarnya.

“Kau besok pulang ya? Kami akan menjemputmu, oke?” seru Chanyeol bersemangat.

“Tentu saja. Lagipula libur musim panas sudah tiba, nanti ayo kita bersenang-senang!” Serin sungguh ingin memeluk ponselnya saat ini karena sudah terlalu rindu dengan dua sahabat kesayangannya itu.

“Baiklah, sana kau istirahat, aku masih mau bermain dengan Chanyeol.” canda Baekhyun seperti mengusir Serin.

“Wah! Maldo andwae, kalian benar-benar jahat ya!” jawab Serin dengan nada pura-pura marah. Tak ada yang merespon dengan serius, kedua lelaki itu justru malah menertawakannya.

“Baekhyun benar, kau harus istirahat agar tidak ketinggalan penerbangan besok.” ujar Chanyeol menambahkan.

“Baiklah, sampai bertemu besok ya. Aku sudah rindu sekali.”

“Annyeong~ jalja~ (selamat tidur).”

Kemudian panggilan video terputus.

Sebuah panggilan yang sangat singkat, namun hal itu telah membangkitkan suasana hati Serin dengan singkat, terutama saat berurusan dengan Baekhyun dan Chanyeol. Mereka berdua adalah malaikat sekaligus virus kebahagiaan untuknya.

Serin merapihkan isi kopernya sekali lagi. Ia memasukan seluruh bajunya dengan hati-hati dan memastikan tidak ada yang tertinggal. Sudah selesai, kini saatnya bersantai menikmati malam terakhir di Tokyo.

Ia berjalan ke dekat jendela sambil menikmati semilir angin yang masuk ke kamarnya. Ada sedikit perasaan sedih saat harus meninggalkan tempat yang telah ia tinggali selama beberapa waktu. Ada banyak pelajaran yang ia dapat selama jauh dari rumah. Adaptasi dengan lingkungan baru, teman baru, budaya baru, dan hal-hal kecil lainnya. Kenangan yang Serin dapatkan di sini begitu berharga.

Aku tak akan melupakan pelajaran yang kudapat di sini. Terima kasih, Tokyo. Ujar Serin dalam hati, memejamkan matanya sambil tersenyum bangga pada dirinya sendiri.

Dari jendela kamarnya, Serin dapat melihat orang-orang yang berlalu lalang di sekitar bangunan dorm-nya. Sepertinya beberapa siswa asing yang tinggal di sini juga sedang menikmati awal musim panas yang cerah di Tokyo. Orang-orang bisa keluar dengan bebas tanpa khawatir akan cuaca buruk seperti angin kencang atau salju yang menumpuk. Semuanya terasa begitu indah, seperti makan semangka di udara terbuka atau menikmati es krim sambil ditemani cerita-cerita horror khas musim panas.

Tiba-tiba ia teringat dengan Kyungsoo.

Ini merupakan malam terakhirnya di Tokyo dan sepertinya bukan ide yang buruk jika menikmatinya bersama orang tersayang. Eh, apa, tersayang? Hm… jadi sudah sayang-sayangan nih? Tiba-tiba Serin jadi malu sendiri.

Sudah tiga bulan juga ia berpacaran dengan Kyungsoo, walaupun sebenarnya tidak pernah ada deklarasi terang-terangan bahwa mereka berpacaran. Serin bahkan masih merahasiakan hubungannya dengan Kyungsoo pada Baekhyun dan Chanyeol. Hubungan mereka mengalir begitu saja sejak Kyungsoo mengatakan bahwa ia akan selalu melindungi Serin. Setelah itu keduanya semakin dekat dan saling mengisi kekosongan satu sama lain.

Terlepas dari fisiknya yang menggemaskan, Kyungsoo aslinya sangat gentleman. Ia benar-benar bersikap seperti pria yang selalu menjaga wanitanya. Ia sangat sopan dan menghargai Serin seperti sedang menjaga harga dirinya sendiri. Siapa sangka Do Kyungsoo yang awalnya Serin kenal sebagai lelaki egois dan begitu arogan ternyata berubah imej menjadi pria manis yang selalu ingin ia temui setiap hari?

Serin mengambil ponselnya yang masih tergeletak di kasur. Ia mengirimkan pesan singkat pada Kyungsoo.

‘Sudah tidur?’

Tak sampai semenit, Kyungsoo sudah membalas pesannya.

‘Belum.’

‘Mau pergi keluar? Mumpung ini malam terakhir di Tokyo.’

‘Oke.’

Satu kekurangan Kyungsoo yang belum dijelaskan. Lelaki itu tidak banyak bicara, benar-benar sangat pendiam sampai membalas pesan pun terkadang sangat singkat sampai Serin tidak tahu ingin membicarakan apa lagi. Kyungsoo begitu pasif soal percakapan, dia sangat introvert dan lebih sering tenggelam dalam pikirannya sendiri. Sebenarnya tidak terlalu mengganggu sih, tapi terkadang Serin juga ingin Kyungsoo seperti Baekhyun dan Chanyeol yang ramai tiap diajak bicara. Namun terlepas dari sifatnya yang pendiam, Kyungsoo selalu berhasil membuat Serin terpesona lagi dan lagi karena ia lebih menunjukkan perasaannya lewat tindakan ketimbang hanya lewat kata-kata.

Serin keluar dari dorm-nya. Beberapa orang terlihat berlalu-lalang di sekitarnya. Mungkin karena libur musim panas baru saja dimulai sehingga orang sedang semangat-semangatnya menikmati kebebasan sepanjang hari. Tak perlu waktu lama bagi Serin untuk menunggu sampai Kyungsoo juga melangkah keluar dari dorm-nya.

Penampilan Kyungsoo terlihat begitu sederhana. Ia hanya memakai celana denim panjang dan sepatu kets dengan berbalut kaos lengan pendek berwarna hitam polos yang melekat pas di badannya. Sangat sederhana tapi mampu membuat Serin merasakan geli di perutnya hanya dengan melihatnya saja. Pacarku ganteng sekali.

“Hehe…”

“Kenapa kau?” tanya Kyungsoo yang heran melihat Serin cengar-cengir sendiri.

Serin langsung mengganti raut mukanya yang barusan berubah sendiri tanpa disadarinya.

“Ayo jalan-jalan denganku, lagipula ini kan malam terakhir kita di Tokyo. Sayang sekali jika dihabiskan hanya dengan tidur-tiduran sambil membaca buku.”

Kyungsoo memutar matanya. Ia paham betul Serin sedang bercanda sambil menyindir dirinya. “Baiklah, mau kemana kita?”

Serin dan Kyungsoo berjalan melewati daerah Shinjuku tempat mereka tinggal. Daerah ini terlalu ramai, bahkan terlalu ramai sampai rasanya agak sulit berjalan tanpa menyenggol tubuh orang lain. Akhirnya mereka berjalan menuju stasiun subway dan pergi menuju Tokyo Skytree.

Tokyo Skytree merupakan bangunan tertinggi di Jepang dan memiliki tinggi lebih dari enam ratus meter. Sejak awal datang kemari, Serin sungguh ingin pergi ke sana karena menara itu mengingatkannya pada Namsan Tower namun dengan kearifan versi Jepang.

“Kau takut dengan ketinggian?” tanya Serin.

“Sepertinya tidak. Aku tidak pernah tahu aku takut dengan sesuatu atau tidak sampai aku mengalaminya sendiri.”

“Kalau begitu pilihan destinasiku kali ini benar. Kudengar pemandangan dari atas sana sangat cantik.” ujar Serin riang karena Kyungsoo kelihatannya tidak masalah dengan itu.

Kyungsoo tersenyum. “Baiklah, kemanapun kau ingin pergi.”

Tak butuh waktu lama bagi mereka untuk sampai di Tokyo Skytree. Melihatnya dari kejauhan saja, menara itu sudah terlihat sangat mengangumkan karena tingginya yang luar biasa. Di sana sangat ramai karena banyak pula turis yang ingin melihat pemandangan kota Tokyo di malam hari. Tanpa ragu Serin langsung menarik Kyungsoo masuk ke sana.

Setelah mengantri beberapa lama akhirnya mereka menaiki elevator langsung menuju puncak menara ditemani petugas elevator yang ramah dan beberapa efek visual yang mengagumkan di dalam elevator.

Sesampainya di puncak, dengan semangat Serin langsung menarik Kyungsoo dan segera melihat pemandangan indah dari ketinggian itu. Kyungsoo bisa merasakan genggaman Serin yang agak kuat karena sepertinya gadis itu sedikit takut dengan ketinggian. Kyungsoo melepas genggaman Serin dan mengganti posisi tangannya agar ia yang memegangi gadis itu.

“Tadi saat di bawah kau bertanya apa aku takut dengan ketinggian, tapi sepertinya kini malah kau yang takut ya.”

Serin menoleh setelah Kyungsoo berkata seperti itu. “Hehe… tidak, hanya saja ini lebih tinggi dari Namsan Tower, aku- jadi sedikit gugup.” kata Serin sambil tersenyum malu. Bagaimana tidak gugup, lantai yang sedang ia pijaki saat ini terbuat dari kaca, dan Serin dapat melihat dengan jelas objek yang ada di balik kaca itu. Seketika ia kembali merinding.

Beberapa pengunjung terlihat agak berkerumun karena berebut ingin mengambil posisi di dekat kaca. Serin dan Kyungsoo mulai merasakan tubuh mereka terdorong menjauh karena ramainya pengunjung yang berebut ingin mengambil foto di sana.

“Oh? Kyungsoo-ya!” Serin berusaha menarik tangan Kyungsoo yang mulai terpisah darinya. Beruntung lelaki itu segera meraih tangannya dan berhasil melewati kerumunan pengunjung.

Keduanya jadi terpaksa menyingkir dari spot favorit pengunjung. Mereka berjalan ke sisi lain menara, pemandangan di sana tidak seindah tempat mereka tadi dan tidak terlalu banyak gemerlap lampu kota Tokyo yang terlihat, namun situasi di sana lebih tenang. Kyungsoo sedikit lega karena sejujurnya ia lebih suka tempat yang tenang dan cenderung mudah merasa lelah saat berada di tempat ramai.

“Di sini tenang sekali.” ujar Kyungsoo pelan sambil menatap pemandangan yang ada di depan matanya. Tidak banyak yang bisa mereka lihat dari sana, hanya ada pemandangan laut yang hitam tenggelam dalam gelapnya malam. Namun ketenangan yang ada membuat mereka nyaman.

Serin menoleh, ia melihat Kyungsoo sedang tersenyum sambil menatap lurus ke depan. Ditatapnya lelaki itu baik-baik, pipi Kyungsoo terlihat sedikit menyembul karena wajahnya yang agak berisi. Serin gemas sekali melihatnya sampai akhirnya ia mencubit pelan pipi itu.

Kyungsoo menoleh balik setelah merasakan ujung jari Serin mendarat di pipinya. Matanya yang bulat menatap gadis itu yang tengah tersenyum padanya. Serin cantik. Ia pun jadi ikut tersenyum bersamanya.

Kyungsoo melepas tangan Serin dari wajahnya, digenggamnya tangan gadis itu dan menyematkan jari-jari tangannya di antara jemari kecil Serin seakan ia tak mau kehilangannya. Ia memutar tubuhnya menghadap Serin. Ditatapnya gadis itu lekat-lekat.

“Aku menyukaimu.”

Jantung Serin berdebar kencang tepat setelah Kyungsoo mengatakan itu. Sebenarnya ia dan Kyungsoo jarang sekali terjebak momen romantis seperti ini. Tapi entah kenapa kali ini timingnya benar-benar pas. Hari terakhir di Tokyo, melihat pemandangan indah dari ketinggian, bersama orang terkasih. Sungguh pengalaman manis yang baru pertama kali Serin alami dan ia tak akan pernah melupakan ini seumur hidupnya.

Serin maju selangkah mendekati Kyungsoo. Ditatapnya wajah lelaki yang ia suka itu. Mata bulat Kyungsoo tak lagi menatapnya nanar seperti dulu dan kini ada kelembutan yang memancar keluar dari netranya. Dilihatnya bibir Kyungsoo yang lucu seperti berbentuk hati, seakan sedang menggodanya. Serin tersenyum. Ia mendekatkan wajahnya ke Kyungsoo dan mengecup pelan pipi gemas yang ia cubit tadi. Sebuah kecupan yang singkat mendarat di pipi Kyungsoo.

Kyungsoo tertegun, sedikit terkejut dengan tindakan Serin barusan. Ia menelan salivanya dengan gugup, melihat Serin yang sedang menunduk tak mampu menatapnya karena malu. Sudut bibirnya naik, didekatinya gadis itu dengan hati-hati. Kyungsoo menyentuh wajah Serin dengan lembut, mendekatkan wajahnya pada gadis itu. Matanya terpejam.

Serin berdiri mematung, seluruh inderanya mendadak lumpuh. Satu-satunya hal yang dapat ia rasakan saat ini hanyalah bibir Kyungsoo yang sedang menyatu dengan bibirnya.

Bukankah suasana Tokyo malam ini sangat indah dan tak terlupakan?

***

Seoul, Korea Selatan.

 

Sebuah buket bunga mendarat di genggaman Chanyeol. Seikat besar bunga mawar merah terbungkus rapi bersama kertas krep cantik berwarna merah muda sebagai hiasan pembungkusnya. Chanyeol tersenyum. Semoga saja Serin menyukainya.

Chanyeol keluar dari toko bunga dan menyusul Baekhyun yang sudah menunggu lebih dulu di depan pintu kedatangan. Baekhyun menenteng sekotak donat yang ia beli dari toko roti kesukaan Serin bersama seikat bunga lily yang berukuran sama dengan milik Chanyeol. Melihat Baekhyun yang sudah menunggu di sana sambil membawa karton berukuran besar yang bertuliskan ‘Welcome home Oh Serin’, Chanyeol langsung mendekat menghampirinya.

“Mwoyaaa? (Apa ini?) Kau seperti mau menyatakan cinta saja.” tanya Baekhyun sedikit geli melihat penampilan Chanyeol yang sangat rapih, terutama karena lelaki itu sedang memegang seikat mawar merah di tangannya. Semua orang pasti tahu bahwa bunga mawar memiliki arti cinta dan kasih sayang, terutama dengan warna merah yang dipilih Chanyeol saat ini.

Chanyeol tersenyum penuh percaya diri. “Tentu saja, ini untuk ungkapan rasa sayangku pada Serin.”

Baekhyun memasang wajah pura-pura ingin muntah. Sepertinya otak Chanyeol sudah mulai tertular dengan candaan khas Baekhyun sejak lelaki itu lebih sering bermain bersama dengannya. Diam-diam Chanyeol melirik bunga mawar yang sedang dipegangnya, ia tersenyum tipis, ada sedikit perasaan berdebar di dadanya.

Tidak mungkin. Park Chanyeol, mungkinkah?

Baekhyun tak henti menggoyangkan kakinya yang sudah merasa tidak sabar ingin bertemu Serin. Satu per satu orang mulai keluar dari pintu kedatangan. Ia dan Chanyeol mengamati dengan hati-hati setiap orang yang keluar dari sana, sampai akhirnya ia melihat sepasang remaja laki-laki dan perempuan yang sangat tidak asing sedang berjalan keluar dari pintu kedatangan.

“Oh Serin!!!” panggil Baekhyun keras sambil melambaikan tangannya lebar-lebar.

Suara Baekhyun sangat keras hingga Serin langsung menoleh ke arahnya. Gadis itu pun ikut melompat kegirangan dan langsung berlari ke arahnya.

“Byun Baekhyun!!!” teriak Serin langsung berlari memeluk Baekhyun. Keduanya berpelukan sambil berputar-putar seperti anak kecil yang sedang kegirangan.

“Yah! Yah! Gantian giliranku!” sela Chanyeol langsung memberikan bunga yang ia pegang pada Serin.

“Mwoyaaa…” ucap Serin setengah geli karena mendapatkan hadiah bunga dari Chanyeol. Lelaki itu hanya tersenyum karena sebenarnya ia merasa senang dengan reaksi Serin.

Chanyeol merentangkan tangannya dan menunggu Serin datang ke pelukannya. Serin tersenyum mengerti dan langsung memeluk Chanyeol erat. Beberapa detik kemudian Serin membelalakkan matanya, ia bisa merasakan dengan jelas degupan di dada lelaki itu. Serin melepaskan pelukannya dan menatap Chanyeol aneh, sesenang itukah Chanyeol bertemu lagi dengannya?

“Hei, aku juga punya sesuatu untukmu.” kata Baekhyun sambil memberikan sekotak donat kesukaan Serin dan bunga lily darinya.

“Yah, apa-apaan sih kalian ini sampai memberi aku bunga segala.” ujar Serin tertawa jijik melihat kedua sahabatnya bertingkah sangat manis di depannya. “Aku tidak percaya kalian sampai menyiapkan semua ini.”

Serin melihat sekotak donat yang diberikan Baekhyun barusan dan langsung tersenyum bahagia. “Baekhyun-aaah, gomawooo~”

Kyungsoo yang melihat pemandangan itu dari jarak satu meter hanya bisa tersenyum ikut bahagia seraya ia melihat senyum Serin yang mengembang sesampainya di Korea.

“Bagaimana kabarmu?” tanya Baekhyun pada Kyungsoo yang menyadari lelaki itu hanya diam di sana sambil memerhatikan mereka sejak tadi.

“Bagus, sangat menyenangkan di sana.” jawab Kyungsoo ramah.

Mata Kyungsoo beralih ke Chanyeol. Ia mendapati lelaki bertubuh tinggi itu sedang memasang wajah kurang suka padanya. Kyungsoo memutus pandangannya dari Chanyeol, entah kenapa ia hanya tidak suka pada lelaki ini. Walaupun ia sahabat Serin, tapi sejak dulu tingkahnya selalu menyebalkan. Byun Baekhyun jauh lebih baik darinya.

Serin menoleh ke arah Kyungsoo. Ia menarik tangan lelaki itu agar berdiri di sampingnya. Baekhyun dan Chanyeol memerhatikan tingkah Serin barusan, curiga seperti ada sesuatu. Serin menatap Baekhyun dan Chanyeol dengan hati-hati, sepertinya ia ingin memberitahu hubungannya dengan Kyungsoo pada kedua sahabatnya.

“Teman-teman…” ujar Serin sedikit ragu. “Ada sesuatu yang ingin kukatakan pada kalian.”

Baekhyun dan Chanyeol diam, menunggu lanjutan kalimat yang akan dikatakan gadis itu. Serin meraih tangan Kyungsoo, ia menggenggam tangan lelaki di sampingnya dengan yakin.

“Aku pacaran dengan Kyungsoo.”

Senyum Chanyeol langsung memudar.

̶̶̶-To be Continued-

7 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Universe in His Eyes (Chapter 12)”

  1. Hancur hatiku..whuaaaaa…chanyeol lucu kali ya..patah hati,trus..guling2 an.., sabar ya abang chanyoel. Kyungsoo itu diam2 menghanyutkan,jodoh dah sama serin yang pecicilan…wkwk..,baekhyun..diriku menunggu loh.. “aku menyukai mu” (abaikan)..lanjut thor..semangat..

    1. Ayo tebak abis ini gimana reaksi Chanyeol?
      Yang pendiam sama yang pecicilan kalau dijadiin satu kan jadi bisa saling melengkapi yes ㅎㅎ😳
      Gara-gara ada yang komenin Baekhyun, aku jadi kepikiran pengen nambahin scene buat dia deh, sian ㅋㅋㅋㅋㅋ

  2. Huahahahahahhahaha
    Sudah rpai rapi bwa bunga trnyata dpt kbar buruk..sian amat yeol…sni n noona yeol….huahahahahhaha

    1. Ahahahah jangan galau dong abang Chanyeol, nggak boleh sirik liat temen udah punya pacar ㅋㅋㅋ
      Terima kasih sudah meninggalkan jejak 언니💕

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s