[EXOFFI FREELANCE] My Possessive Husband (Chapter 9)

EXO - MPH

MY POSSESSIVE HUSBAND [Chapter 9]

 

Author : IFAngel (Wattpad: ifangel04) || (Instagram: @ifangel_04)

Length : Chapter || Genre : Romance, Family, Drama || Rating : T – Teen

Cast : Oh Sehun, Park Hyunji, Park Hyunhee, Kim Jongin a.ka Kai.

Additional cast : Park Chanyeol as Hyunhee and Hyunji’s old brother || Kim Minseok a.k.a Xiumin as Sehun’s assistant || Kim Junmyeon a.k.a Suho as Kai’s old brother  || Do Kyungsoo a.k.a Dyo as Kai’s assistant || Etc.

Summary: Dengan semua trauma yang dialami olehnya terkait kekasihnya dimasa lalu, membuatnya menjadi pria yang posesif. Namun sekali lagi hal buruk menimpanya dan dia tak dapat menerima hal tersebut. Kira-kira bagaimana dia menjalani hidupnya jika kehilangan kekasihnya lagi?

#1 || #2 || #3 || #4 || #5 || #6 || #7 || #8

 

Note: FF ini juga aku post di wattpad –ku. Link, klik disini.

Disclaimer: FF ini merupakan hasil dari pemikiran aku sendiri. Apabila ada kesamaan dalam alur, tokoh maupun latar itu merupakan unsur ketidaksengajaan. Maaf, atas adanya kesalahan maupun kekurangan dalam penulisan

Don’t be silent readers! Please, leave comment after reading

Don’t copy without permission! Don’t plagiarize!

This story is mine and my work

Setiap kritik & saran yang membangun sangat aku tunggu, butuhkan dan hargai guna membantu perbaikan aku dalam penulisan. Gomawo~

 

-ooOoo-Happy Reading-ooOoo-

Nyonya Oh baru saja dari luar dan kembali ke kamar rawat inap Sehun. Saat dia masuk, dia menemukan sebuah surat yang tergeletak di lantai, Nyonya Oh lantas membungkuk dan mengambilnya.

Sebuah surat tanpa nama dan alamat pengirim. Rasa penasaran membuatnya terdorong untuk mengetahui isi surat itu, maka Nyonya Oh membuka dan membaca surat tersebut.

Nyonya Oh tampak bingung saat membaca isi surat tersebut. Namun tak lama kemudian, raut wajahnya berubah. Ekspresi terkejut muncul dari wajahnya saat membaca kata terakhir yang terletak pada pojok kanan bawah surat tersebut, sebuah nama. ‘–Hyunji’.

Pada saat itu, seseorang masuk dan Nyonya Oh segera memasukkan surat yang dibacanya tadi kedalam saku bajunya.

°

°

Tidak seperti biasanya, hari masih –lah siang, tapi Chanyeol telah membereskan meja kerjanya dan lantas pergi meninggalkan ruangannya. Menggunakan mobilnya, Chanyeol mengemudi menuju ke suatu tempat. Sesampainya di tujuan, Chanyeol memarkirkan mobilnya. Saat ini dia tengah berdiri di depan sebuah gedung yang bertuliskan ‘Agen Detektif Swasta’ pada papan nama. Chanyeol berjalan masuk ke dalam gedung tersebut.

Sebenarnya polisi masih melakukan pemeriksaan dan pencarian atas kasus kecelakaan dan hilangnya Hyunji. Tapi Chanyeol tampaknya tidak sabar, dia merasa usaha yang di lakukan polisi hanya diam di tempat. Akhirnya dia memutuskan untuk menyewa detektif swasta.

Beberapa puluh menit Chanyeol berada di gedung tersebut, selanjutnya dia telah keluar dan kembali melajukan mobilnya, kali ini Chanyeol pergi ke rumah sakit untuk menjemput Hyunhee.

___ ___ ___

Chanyeol memegang gagang pintu dan hendak masuk, saat dia telah membuka pintu ruangan itu, Nyonya Oh sedang berdiri sembari memegang sebuah kertas.

Annyeonghaseyo Eomeoni,” ucap Chanyeol menyapa wanita paruh baya itu sembari membungkuk.

Nyonya Oh tampak terkejut karena kedatangan Chanyeol yang tiba-tiba, dia segera memasukkan kertas yang tadi tengah di pegangnya ke dalam saku bajunya. “Akh … Chanyeol –ah, kau ingin menjemput Hyunhee?”

“Tidak, Eomeoni,” jawab Chanyeol.

“Eoh … Eomeoni kira kau akan menjemput Hyunhee. Tumben sekali, ini bahkan belum sore.”

“Ya, kebetulan pekerjaan di kantor susah selesai. Jadi aku mampir sekalian menjenguk Sehun dan menjemput Hyunhee nanti, agar tidak bolak-balik,” jelas Chanyeol.

“Ohh … begitu. Hyunhee ada di dalam, bersama Sehun. Masuk saja.”

Chanyeol melangkahkan kakinya memasuki kamar Sehun, perlahan suara dua orang itu mulai terdengar.

Oppa, bagaimana bisa kau mengalami kecelakaan itu?” suara Hyunhee masih terdengar samar di telinga Chanyeol, dia kembali melanjutkan langkah kakinya.

Hening sejenak.

“Entahlah, aku tak terlalu ingat. Mungkin karena aku mengemudi dalam keadaan mabuk,” jawab Sehun.

Chanyeol tak kembali melanjutkan langkah kakinya mendekati kedua orang tersebut, dia memilih bersembunyi di balik tirai sembari mendengarkan percakapan mereka.

“Saat aku tersadar, kau adalah orang pertama yang aku lihat, Hyunji –ya. Kenapa?”

Hyunhee tak tau harus merespon seperti apa, dia bungkam. Dia tahu persis bagaimana Sehun mengalami kecelakaan, bukan karena pria itu mengemudi saat mabuk. Namun yang jadi pertanyaannya adalah, apa yang terjadi setelah kecelakaan itu terjadi. “Cobalah untuk mengingatnya,” desak Hyunhee pelan.

Sehun menerawang. “Argh! Entahlah, aku tak dapat mengingatnya,” erang Sehun frustrasi.

Hyunhee tak kalah frustrasinya dengan Sehun. Bahkan dalam benaknya, sempat terlintas sesuatu. ‘Mungkinkah Sehun mengalami hilang ingatan?’

“Sehun –ssi, kau itu mengalami kecelakaan. Di Jeju, kau ingat?”

Sehun menggelengkan kepalanya cepat, sekeras apapun dia memikirkannya tapi dia sama sekali tak mengingatnya.

“Mobilmu menabrak pembatas jalan dan terjun bebas ke laut,” tutur Hyunhee lagi.

“Sebenarnya apa yang kau coba katakan!” Sehun berteriak.

“Bagaimana bisa kau selamat dari kecelakaan itu?! Sementara tidak dengan ….” Tampaknya Hyunhee sudah kehilangan akal, dia hampir saja kelepasan dan mengatakannya. Sebelum akhirnya Chanyeol mengintrupsinya.

Keumanhae!” teriak Chanyeol sembari menghampiri dua orang itu. “Kau ini kenapa?” tanya Chanyeol pada Hyunhee. “Ikut denganku.” Chanyeol menarik lengan gadis itu dan membawanya keluar ruangan.

Sementara Sehun tampak hanyut dalam pikirannya sendiri karena masih mencerna tentang hal yang baru saja terjadi. Namun di lubuk hatinya, dia merasa tertohok lantaran gadis itu menanyakan perihal selamatnya dari kecelakaan yang di alaminya. Tampaknya Sehun salah paham dengan maksud perkataan Hyunhee, dengan mengira gadis itu tak senang jika dirinya selamat dari maut.

Chanyeol menarik tangan Hyunhee hingga ke pelataran rumah sakit, lalu setelah itu dia menghempaskan begitu saja tangan Hyunhee. “Apa yang kau pikirkan, eoh?! Sampai menanyakan hal itu pada Sehun di saat seperti ini. Aku saja masih menahan diri hingga sekarang.” Chanyeol tampak marah.

Tubuh Hyunhee merosot begitu saja, di duduk berjongkok dan menelungkupkan kepalanya diantara dua lututnya. Hyunhee mulai menangis. Chanyeol menengadahkan kepala, sembari memijat keningnya. Hingga beberapa saat, Chanyeol membiarkan Hyunhee untuk menangis. Selanjutnya dia ikut berjongkok di sebelah gadis itu.

“Hyunhee –ya, Oppa paham perasaanmu. Aku –pun sama penasarannya, tapi bukankah kau bilang sebelumnya jika kita harus bersabar dan menunggu kondisi Sehun pulih dahulu,” jelas Chanyeol sembari membelai rambut Hyunhee.

Seketika Hyunhee teringat mengenai ucapannya yang sebelumnya pernah dia katakan pada saat Sehun baru siuman, kala itu.

“Apa kau sudah makan?” tanya Chanyeol. Hyunhee menggeleng. “Yasudah, kita makan dulu. Oppa yang traktir. Kau mau makan apa?

“Belikan saja aku es krim,” jawab Hyunhee.

Chanyeol mendesah malas. “Tapi Oppa  juga lapar, Hyunhee –ya,” keluh Chanyeol.

“Kalau begitu sekalian beli Bulgogi, Japchae, Doenjang Jjigae dan Tteokbokki,” ucap Hyunhee.

“Kok jadi ngelunjak?” sahut Chanyeol.

—-ooOoo-IFA-ooOoo—-

Saat ini Tuan dan Nyonya Oh beserta Chanyeol juga Xiumin sedang berada di ruang dokter, mereka tengah menunggu hasil pemeriksaan kondisi Sehun. Dengan seksama mereka mendengarkan setiap penjelasan yang dikatakan oleh sang dokter. Sejauh ini luka fisik yang dialami Sehun berangsur-angsur pulih, bahkan gips yang di pasang di lehernya sudah dapat dibuka. Selanjutnya dia hanya perlu dilakukan latihan fisik untuk otot dan sendinya yang kaku akibat terlalu lama berbaring.

Hingga sejauh ini mereka dapat bernafas lega, dan dokter kembali melanjutkan hasil pemeriksaannya. Kali ini dokter membacakan hasil pemeriksaan MRI terkait kemungkinan kerusakan pada otak akibat cedera yang dialami.

Chanyeol keluar dari ruang dokter setelah mendengar penjelasannya, dia duduk di bangku yang tersedia di sepanjang lorong rumah sakit, dengan wajah tertunduk sembari menyimpulkan ke–dua tangannya. Tak lama, Xiumin ikut keluar dan duduk di sebelahnya.

Xiumin menepuk pundak Chanyeol pelan. “Kita pasti dapat menemukan Hyunji, meski tanpa ingatan dari Sehun,” ucap Xiumin membantu menenangkan suasana hati Chanyeol.

Ya, hasil tes yang di jalani Sehun menunjukkan kalau pria itu mengalami hilang ingatan jenis Retrograde. Terdapat cedera di kepalanya, sehingga Sehun kehilangan sebagian ingatannya dan salah satunya adalah saat kecelakaan itu.

Sementara itu saat Hyunhee dan Sehun kembali keruangan sehabis jalan-jalan diluar, disana sudah ada Chanyeol, Xiumin, Tuan dan Nyonya Oh yang sedang duduk di sofa.

“Kalian habis dari mana?” tanya Nyonya Oh.

“Hanya jalan-jalan keluar sebentar, Eomma. Aku bosan di dalam terus,” jawab Sehun datar.

“Hyunji –ya, terima kasih sudah menjaga Sehun,” ucap Nyonya Oh berbicara pada Hyunhee.

Hyunhee hanya mengangguk pelan. Selanjutnya Hyunhee kembali mendorong kursi roda Sehun menuju kamarnya, membantu pria itu untuk berbaring di ranjang.

“Lekas sembuh. Aku pulang,” ucap Hyunhee datar.

Sejak insiden tadi, tercipta atmosfer kelam diantara Hyunhee dan Sehun. Mereka berbicara dengan suara datar dan terkesan dingin. Setidaknya masih lebih baik dari pada mereka bertengkar dengan melibatkan emosi yang meluap, pikir Sehun.

“Eum … kau juga hati-hati di jalan,” jawab Sehun. Hyunhee diam, dia tak menanggapi ucapan Sehun dan pergi begitu saja meninggalkannya.

Hyunhee menghampiri sang Oppa, dan membisik padanya. “Oppa, ayo pulang.” Chanyeol mengangguk.

EomeoniAbeoji – Xiumin hyung, kami pamit pulang,” ucap Chanyeol.

“Ahhh … kenapa cepat sekali?” tanya Nyonya Oh.

Chanyeol tersenyum simpul. “Ya, aku masih ada pekerjaan,” jawab Chanyeol.

“Kalau begitu kau saja yang pulang duluan, biar Hyunji di sini dulu. Nanti kami yang antar,” ucap Nyonya Oh lagi.

Yeobo …,” panggil Tuan Oh pada Istrinya. “Chanyeol –ah, sudah kau pulang saja dengan Hyunji.”

“Ya, terima kasih Abeoji. Kalau begitu kami pamit.”

Hyunhee membuka sabuk pengaman dan hendak keluar dari mobil tepat setelah Chanyeol menghentikan mobilnya di depan rumah mereka. “Oppa, terima kasih sudah mengantar hingga ke rumah,” ucap Hyunhee pada Chanyeol.

Tapi Chanyeol hanya diam, bahkan tak menjawab ucapan Hyunhee yang berterima kasih padanya.

“Kenapa?” desak Hyunhee bertanya pada Oppa –nya, karena Chanyeol terus saja memandanginya. “Ada yang ingin Oppa bicarakan?” tanyanya lagi.

“Tidak, aku tak bisa membiarkanmu sendirian dirumah. Bisa-bisa kau bermain-main di kolam dan tenggelam lagi,” ucap Chanyeol sembari memasangkan kembali sabuk pengaman pada Hyunhee.

“Ck! Yang benar saja. Oppa pikir aku bodoh, eoh?” ledek Hyunhee.

“Ya,” jawab Chanyeol penuh penekanan.

Hyunhee tersenyum kecut. “Jadi, aku akan Oppa bawa kemana?”

“Kantor.”

Shireoyo!” tolak Hyunhee mentah-mentah.

Seakan tuli, Chanyeol tak mendengarkan penolakan Adiknya itu.

___  ___  ___

Hyunhee duduk berselonjor diatas sofa, sementara Chanyeol sedang duduk dibalik meja kerjanya dan berhadapan dengan sejumlah pekerjaan.

“Ya!” panggil Chanyeol pada Hyunhee tanpa menyebut namanya.

Namun biarpun begitu, Hyunhee tau jika dirinya –lah yang dipanggil sang Oppa, karena hanya dia yang dapat diajak bicara oleh Chanyeol diruangan itu. Lantas Hyunhee menoleh. “Kenapa?”

“Kau tak bosan?” tanya Chanyeol.

“Tentu saja aku bosan,” sahut Hyunhee cepat, karena sang Oppa menanyakan pertanyaan yang sudah ada jawabannya.

“Bagus,” jawab Chanyeol.

Hyunhee mendengus. “Apa bagusnya?” cemooh Hyunhee. “Masih mending aku di rumah, bisa nonton,” komentarnya.

“Disini kau juga bisa menonton.”

“Tidak ada TV, bagaimana mau menonton?” tanya Hyunhee.

“Menonton –ku saja, bukannya sudah cukup?” jawab Chanyeol.

Hyunhee menatap malas kearah Oppa –nya.“Aku pulang saja,” putus Hyunhee akhirnya. Dia menyambat tas selempangnya dan beranjak dari sofa.

“Ya! Ya! Oppa akan berikan es krim nanti,” tawar Chanyeol.

“Aku masih mampu beli es krim sendiri,” tolak Hyunhee.

Oppa akan memberimu uang jajan setiap hari,” tawar Chanyeol lagi untuk membujuk Hyunhee agar tidak pulang. Sejujurnya dia masih khawatir untuk meninggalkan Adiknya sendirian di rumah.

Hyunhee berhenti senjenak, dia mulai menimbang penawaran sang Oppa. “Baiklah,” ucapnya menyetujui. Selanjutnya dia kembali menuju sofa dan menjatuhkan dirinya disana. Namun belum semenit dia  meletakkan bokongnya di sofa, Hyunhee kembali mengutarakan rasa bosannya. “Oppa kau tak punya buku atau bacaan yang menarik?”

“Ada, kemari,” ucap Chanyeol. Hyunhee mengikuti titah Chanyeol dan berjalan menuju mejanya. Namun yang terjadi malah, Chanyeol memberikan setumpuk dokumen. “Periksa itu.”

Oppa mengerjai –ku!” keluh Hyunhee. Chanyeol menyengir. Tapi biarpun sebelumnya Hyunhee mengeluhkannya, dia tetap melaksanakan titah Chanyeol. *tipe seseorang yang bertentangan antara ucapan dan tindakan 🙂

○•○

○•○

Sementara itu, di kamar rawat Sehun saat ini ada Xiumin yang menemaninya.

Sehun meletakan ponselnya yang sedari tadi dia mainkan karena bosan. “Hyung,” panggilnya pada Xiumin.

Xiumin menoleh. “Kenapa?”

Hyung, menurut –mu kenapa seorang gadis marah saat di cium?” tanya Sehun.

“Mungkin saja karena dia tidak suka. Ya! Kenapa kau tanya begitu? Kau tidak melakukan tindakan asusila, bukan?” jawab Xiumin lalu bertanya pada Sehun.

“Ya~ Hyung, mungkin jika aku melakukannya pada sembarangan gadis, maka aku akan di tampar. Tapi apa salah, jika aku mencium pacarku sendiri?”

“Apa maksudmu?” tanya Xiumin terdengar kaget.

[Flashback]

Hyunhee tengah menemani Sehun berjalan mengelilingi rumah sakit dengan kursi roda. Dengan lambat Hyunhee mendorong kursi roda, hingga memerlukan belasan menit untuk mencapai beberapa meter saja. Sehun lantas memegang ke dua sisi roda, membuatnya berhenti. Hyunhee sempat tersentak karena itu.

“Kenapa?” tanya Hyunhee bingung.

Sehun menoleh dan menggenggam tangan gadis itu untuk di bawa ke hadapannya. “Hyunji –ya,” panggil Sehun. “Berjongkok –lah, sulit untukku melihatmu karena kau berdiri. Leherku sakit jika harus menenggak,” pinta Sehun kali ini.

Hyunhee mengikuti permintaan Sehun.

Sehun menangkupkan ke dua tangannya di wajah Hyunhee. “Kenapa akhir-akhir ini aku tak pernah melihat wajahmu yang tersenyum  padaku?” tanya Sehun sembari memandangi wajah gadis yang ada di hadapannya. Namun Hyunhee malah menurunkan tangan Sehun dari wajahnya, dia merasa tak nyaman. “Kenapa?” tanya Sehun.

Hyunhee berdiri. “Sebaiknya kita kembali ke kamar,” ucap Hyunhee sembari hendak mendorong kursi roda.

Namun Sehun menarik tangan Hyunhee dan itu cukup kuat, hingga membuat Hyunhee jatuh dipangkuannya. Sehun lantas mencium gadis itu, menyalurkan semua emosi yang terpendam selama ini.

Sementara itu, Hyunhee terkejut hingga membuat matanya terbelalak. Dengan kuat Hyunhee mendorong tubuh Sehun, agar dia bisa membebaskan dirinya. “Apa yang kau lakukan, Sehun –ssi?!” bentak Hyunhee.

Sehun menatap penuh tanya pada gadis itu. “Kenapa kau marah sekali? Apa aku salah jika mencium kekasihku?”

Hyunhee membisu dan selajutnya dia memilih kembali mendorong kursi roda Sehun. Sejujurnya, perasaan gadis itu sedang berkecambuk saat ini. Bisa saja tadi dia memilih untuk lari dan meninggalkan Sehun, tapi rasa iba –nya pada Sehun membuatnya bertahan. Hyunhee hanya berpikir jika Sehun saat ini sedang sakit dan dia tak mengetahui kebenaran tentang dirinya. Ya, hanya itu alasannya.

Lain cerita jika Sehun tau dirinya bukanlah Hyunji yang menjadi kekasihnya, mungkin bukan sebuah ciuman yang akan dia terima, tapi sebuah tamparan dan cacian.

“Katakan sejujurnya. Kau masih marah padaku, bukan?” tanya Sehun terdengar seperti menghakimi.

“Tidak,” jawab Hyunhee singkat dan syarat akan nada dingin. Dia masih kesal.

Sehun diam, dia tak mempertanyakannya lagi.

[Flashback END]

 

Xiumin menghela nafasnya. Dalam benaknya, dia berucap jika wajar saja gadis itu marah pada Sehun, Hyunhee memang bukan pacarnya. Lalu dia kembali berpikir, beruntung Sehun tidak ditampar oleh gadis itu, seperti yang dia ucapkan sebelumnya.

Hyung! Kenapa malah diam?” sentak Sehun dan membuyarkan lamunan Xiumin.

“Kau tanyalah sendiri padanya,” jawab Xiumin sekenanya dan meninggalkan Sehun. “Ck! Masih untung kau tak ditamparnya,” cicit Xiumin pelan.

“Memang aku salah apa, Hyung?” tanya Sehun yang ternyata mendengar ucapan Xiumin barusan.

[TBC]

 

Sebenarnya apa isi surat yang ditemukan Nyonya Oh? Apakah surat itu,benar dari Hyunji?

 

○○○○○○○○○

 

Pojok Istilah>>

Magnetic resonance imaging (MRI) atau pencitraan resonansi magnetik adalah pemeriksaan yang memanfaatkan medan magnet dan energi gelombang radio untuk menampilkan gambar struktur dan organ dalam tubuh. MRI dapat memberikan gambaran struktur tubuh yang tidak bisa didapatkan pada tes lain, seperti Rontgen,USG, atau CT scan. Diagnosis dengan MRI pada bagian otak dan tulang belakang berfungsi untuk mengetahui apakah adanya stroke, tumor, aneurismamultiple sclerosis, cedera otak akibat kecelakaan, peradangan pada saraf tulang belakang, serta gangguan mata dan telinga bagian dalam. –Google.

Amnesia retrograde, yaitu jenis amnesia yang menyebabkan penderitanya tidak bisa mengingat informasi atau kejadian yang lalu. amnesia retrograge bisa saja karena mereka pernah mengalami cedera pada otaknya  dan kehilangan sebagian memori ingatan. Contohnya seperti pada pengendara yang tidak mengingat akan pergi kemana dia sebelum terjadi kecelakaan. –Google.

 

[Preview Chapter 10] –Not Available.

Kenapa? Soalnya aku belum buat Chapter 10 –nya. Adanya Preview Chapter itu, karena aku sudah menyelesaikan Chapter tersebut atau dengan kata lain aku punya Chapter cadangan. Tapi kali ini Chapter cadanganku sudah habis 😥

Aku bersyukur, setidaknya bisa menyelesaikan Chapter 9 ini (dalam semalam) disela-sela mengerjakan tugas akhirku yang menumpuk karena banyaknya revisi. *kok jadi curhat 😀 #maaf

°°°

Ohya, di chapter 8 ada yang jawab betul ya, klo Sehun amnesia. Nuguseyo? >o< *drum backsound*

Dear almeera, boleh intro sedikit. Kenalin nama korea dan bias kamu di EXO pada kolom komentar. Kamsahamnida~

 

Terima kasih aku ucapkan sekali lagi pada para pembaca, atas apresiasi kalian. Saranghaeyo~ ❤ dan tetap menantikan setiap kesan/pesan pengalaman kalian setelah membaca FF aku ini. Sedikit-banyaknya semangat dari kalian, sangat membantuku dalam melanjutkan FF, terutama mengatasi mood yang tak menentu disaat seperti ini. ^^

 

See you next chapter

#XOXO

 

33 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] My Possessive Husband (Chapter 9)”

    1. Ahh ya, memang ada beberapa chapter yg tidak masuk komentarmu, chingu -ya.
      *aku dah baca & balas loh 😀
      Terima kasih sudah membaca & berkomentar di chapter sebelumnya ❤

    1. Gak sinkron kan ye, antara ucapan sama tindakan. Kadang juga, antara pemikiran sama ucapan yg gak sinkron. Wajar kok, namanya juga manusia, tempatnya salah dan khilaf. 😉
      Mungkin karena efek kelamaan ditinggal CY, jadi gak curhat ke dia, curhatnya ke kalian. #Lah #prett 😛
      terima kasih atas support -nya, ‘Chagi -ya’. Kkkkk~ 😀

  1. Penasaran isi suratnya apa Yaaah..
    Hyunji lama bnget baliknya, si abang sehun malah udah nyium si hyunhee.
    D tunggu chap slnjutnyaa thor
    Fighting..

    1. Bukan cuman kamu yg penasaran sama isi suratnya. Heheh..
      Tapi menurut kamu, itu surat kira-kira berita baik atau buruk sampe di umpetin gitu? Nah, coba ambil kesimpulannya.
      Hyunji -ya! Cepet balik, fans -mu banyak yg nyariin.. Babang Sehun juga makin agresif dia sama Hyunhee..
      Ne, tunggu aku ya 😀 Kamsahamnida..

  2. Kan kan…kamjong plang cepetan deh…sicadel udah berani cium cium..ckckckckckckck
    Dripada km cium pcar kamjong sni cium noona aja..ikhlas kok dunia akhirat huahahahahahahaahha
    Hyunji ya..ga kesel liat yayangmu nyium sistamu??cadel lho it..maknae international..bnyak yg pgn dcium cadel huahahahahha
    Akyu ngomong apa ciii huahahahah
    Nahhh cemini jaaa ga ush pake preview biar menebak nebak sndri trus ntr jd surprise dehh hhahahhahaha
    Fighting!!!!😚😚

    1. Tau tuh.. Kai betah benget di London.. Dan Sehun main nyosor aja .. ampun dah >_<
      Ahhh … jadi mending gak pake preview ya 😀
      Oke, mari tunggu saja Chapter selanjutnya..
      Kkkk~

    1. terima kasih sudah membaca dan menyukai FF nya …
      Hayoo~ kenapa di umpetin sama Nyonya Oh. Yg pasti ada sesuatu, dan sepertinya itu karena Nyonya Oh gak pengen ada yg tau ttg isi surat itu.

  3. Prok..prok..ahayyy…aq bener..dapat apa thor..(dapet kiss dari sehuN tapi lewat sengatan tawon..wkwk..),kenalin nama byun shanie(bukan byun telan..hehe)bias: my husband byun baekhyun.makanya getol banget ya jodohin hyunji ama si baeky.thor..chapter selanjutnya di umpetin YA…biar aq g tebak2 kan..lanjut deh..penasaran ama si mami oh nemu surat apa tuch..

    1. Dapet apa ya? hahah.. Rahasia >0<
      Salam kenal ya, Shanie a.k.a Baekhyun's wife 😉
      Bukan sengaja ku umpetin ya chapter selanjutnya itu 😛 malah aku seneng klo ada yg menebak-nebak untuk chapter selanjutnya..
      Mami Oh? kkkk~ kok ketawa ya aku :'D
      Suratnya tertulis nama Hyunji sih, tp masih tunggu chap selanjutnya..

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s