[EXOFFI FREELANCE] V (Chapter 3)

20180429_070611_0001

Chapter 3

Saat Irene meletakkan jawabannya di meja ada seseorang yang menyenggolnya hingga lembar jawabannya jatuh ke lantai. Kai mengambil lembar jawaban Irene dan meletakkannya di meja. So Hee yang melihat kejadian itu merasa semakin aneh dengan sikap Kai. Kai bersikap seperti biasanya disaat bersama dengan yang lain, tetapi tidak dengan So Hee.

So Hee POV

“ Sebelum jam saya selesai, saya ingin memberi tugas kelompok kepada kalian untuk membedah buku apa saja yang berkaitan dengan sastra. Kelompok terdiri dari dua anggota saja, dikumpulkan minggu depan. Terima kasih “

“ So Hee, bagaimana jika kita satu kelompok? “ Aku melihat ke arah Kai dan Irene, sepertinya mereka satu kelompok.

“ Baiklah “ Aku mengangguk sambil merapikan bukuku.

“ Bagaimana jika kita lakukan sekarang? Lusa aku akan pergi keluar kota selama tiga hari “

“ Sepertinya aku akan mencari orang lain saja untuk menjadi kelompokku “ Ucapku ketus pada Baekhyun. Yang benar saja dia pikir membedah buku itu hanya memerlukan waktu yang singkat?. Aku bergegas berjalan keluar kelas.

“ Ayolah kumohon, aku benar – benar tidak bisa membatalkan janjiku itu “ Baekhyun berjalan disampingku berusaha menyamai langkahku.

“ Kau pikir dua hari saja cukup? Sabtu dan minggu aku tidak ingin mengerjakan tugas “ Baekhyun berhenti tepat dihadapanku.

“ Maka itu kita lakukan sekarang, bagaimana? Padahal tadi aku ingin mengajakmu mengerjakan tugas di hari sabtu atau minggu. Sekarang kita impas bukan? “ Aku menghela nafas, bisa – bisanya dia mengambil kesempatan.

“ Baiklah “

Tidak banyak pembicaraan antara aku dan Baekhyun di dalam perpustakaan. Aku sibuk dengan mencari buku untuk dibedah, sedangkan Baekhyun sedang melakukan sesuatu dengan laptopnya. Aku merasa tidak mood untuk mengerjakan tugas, aku masih terpikir tentang Kai dan dosen aneh itu. Kenapa Kai seperti itu padaku? dan siapa dosen itu sesungguhnya?, belum lagi dengan misi dan tugas kelompok ini, rasanya kepalaku ingin meledak.

Aku mengambil salah satu buku dengan acak dan meletakkan buku itu di meja.

“ Apa kau yakin dengan buku ini? “ Baekhyun menautkan alisnya. Aku membaca judul buku itu ‘ Buku Resep Memasak ‘, akh tadi aku tidak memerhatikan judul buku itu, bodoh sekali aku.

“ Aku akan mencari yang lain “ Baru saja aku ingin mengambil buku itu kembali, Baekhyun menahan tanganku.

“ Aku saja yang mencari, kau duduk saja disini “ Baekhyun berjalan ke arah rak – rak buku. Kau harus fokus untuk mengerjakan tugas terlebih dahulu Claire, fokus.

“ Ayo kita mulai So Hee “ Baekhyun duduk disampingku dan meletakkan bukunya di atas meja. Aku melihat judul bukunya, ‘ Just Sastra ‘.

“ Kau dari halaman 1 sampai 10, aku 11 sampai 20, bagaimana? “ Aku mengangguk, dan mulai mengerjakan.

“ Aku akan pergi ke Daegu “ Aku menoleh ke Baekhyun. Kenapa dia memberitahuku?.

“ Aku disana untuk urusan keluargaku. Sejujurnya aku tidak terlalu suka disana, aku lebih suka disini. Apa kau tahu? Bagaimana kesanmu untukku saat pertama kali kau datang ke kelas waktu itu? “

“ Aku tidak tahu “ Tentu saja aku tahu, saat itu Baekhyun terus memandangiku dan dalam pikirannya terus mengatakan ‘ Wah ‘.

“ Wah. Saat itu kau sungguh luar biasa untukku “ Baekhyun mengatakan itu dengan matanya yang melebar.

“ Tidakkah kau terlalu berlebihan? Mulutmu itu memang manis sekali Baekhyun “ Aku menatapnya dengan kesal.

“ Entahlah, aku hanya mengutarakan yang sejujurnya padamu “ Aku tidak menjawab Baekhyun. Keheningan terjadi seperkian detik, aku melirik ke arahnya, Baekhyun sedang memerhatikanku. Aku mencoba membaca pikirannya, tetapi aku tetap tidak bisa membacanya.

“ So Hee “

“ Hm? “ Aku menoleh ke arahnya.

“ Sepertinya aku suka padamu “ Aish si Baekhyun ini memang benar – benar aneh, kenapa dia bisa mengatakan hal seperti itu padaku dengan mudahnya?. Kurasa semua manusia disini memang sangat aneh.

“ Sudahlah Baekhyun, lebih baik kau lanjutkan pekerjaanmu “

“ Aku tidak berbohong So Hee “ Aku meletakkan pensilku di atas meja dan menghadapnya.

“ Baekhyun, aku tidak suka padamu “ Baekhyun tertawa pelan.

“ Jawabanmu membuatku semakin menyukaimu So Hee “ Aku menghela nafasku.

“ Baekhyun, jangan suka padaku “

“ Kenapa? “

“ Karena aku tidak sebaik yang kau pikirkan “ Aku menaikkan sebelah ujung bibirku. Jika saja Baekhyun tahu aku adalah vampir, tidak mungkin dia menyatakan suka padaku.

Aku melanjutkan pekerjaanku, kurasa Baekhyun sedang memikirkan ucapanku tadi.

“ So Hee “ Aku menghadap lurus ke depan, Irene duduk di seberangku.

“ Ada apa? “

“ Aku hanya ingin bertemu denganmu saja, aku bosan “ Ucap Irene mengeluarkan bukunya dari dalam tas.

“ Kau Baekhyun bukan? “

“ Nde “ Kurasa Irene mendengar ucapan Baekhyun tadi, aku merasa akan terjadi sesuatu yang buruk. ‘ Jangan lakukan itu Irene ‘, ‘ Tapi aku ingin “.

“ Apa kau tahu So Hee dulu mempunyai seorang kekasih? Tapi orang itu meninggalkan So Hee begitu saja. Kurasa So Hee masih memikirkannya sampai saat ini “ Aku menatap tajam mata Irene, kenapa dia melakukan ini padaku?.

“ Irene, kurasa itu bukan urusanmu “

“ Tentu saja itu menjadi urusanku, kau adalah sahabatku “ Aku mencoba menahan amarahku padanya.

“ Baekhyun, kita pindah tempat saja “ Aku merapikan buku – buku dan menaruhnya di dalam tas. Aku melihat Baekhyun belum merapikan buku – bukunya.

“ Ayo, rapikan bukumu “

“ Kenapa kau pindah? Apa kau takut jika Baekhyun tahu? “ Ini sudah diluar batas kesabaranku.

“ Ada masalah apa kau denganku? “ Aku menatap tajam Irene, aku tidak suka dengan sifat sok taunya.

“ Tidak, kenapa kau menjadi marah So Hee? “ Aku mendengar suara langkah Sehun, Kai, dan Chanyeol mendekat.

“ Ada apa ini? Kenapa kalian terlihat tegang sekali? “ Ucap Sehun berpura – pura tidak tahu. Aku mengambil tasku dan berjalan keluar perpustakaan. Mungkin Irene akan menceritakan hal yang tidak – tidak pada Baekhyun, terserah aku tidak peduli.

Terkadang aku merasa tidak nyaman dengan Irene, sifatnya yang seperti itu sering membuatku kesal dengannya. Saat aku diberitahu akan satu kelompok dengannya, aku merasa misi yang akan aku jalani akan terasa lebih berat. Saat di akademi aku selalu dibanding – bandingkan dengan Irene, bahkan sampai ada yang membentuk pendukung Irene dan pendukung So Hee. Aku tidak suka itu, selalu dibanding – bandingkan dengan Irene, aku hanya ingin menjadi diriku sendiri. Tapi Irene menganggap itu sebagai kompetisi untuknya. Aku bahkan tidak peduli apa yang dilakukan olehnya.

Ketika aku sedang latihan Irene menantangku untuk melawannya di aula akademi, saat itu aku menyadari Irene menganggap itu sebagai kompetisi untuknya. Aku sempat menolak tawarannya, tapi Irene mengancam akan melakukan sesuatu pada Christian, vampir yang kucintai saat itu. Aku buat perjanjian dengannya jika aku menang Irene tidak akan mengganggu Christian lagi, dan jika aku kalah aku akan menjadi budaknya, aku menyetujui itu.

Pada hasil pertandingan itu aku memenangkannya. Irene merasa tidak terima dengan hasil pertandingan itu dan dia segera pergi dari aula. Setelah satu minggu Christian mengakhiri hubunganku dengannya, dia berkata ‘ Aku harus segera pergi dari sini ‘ sebelum dia menjawab pertanyaanku ke mana dia akan pergi, Christian langsung menghilang begitu saja tanpa penjelasan. Semenjak itu Irene selalu merasa di atas ku sampai saat ini.

“ So Hee! “ Aku menoleh ke belakang melihat Baekhyun berlari menghampiriku.

“ Apa? “ Aku menjawab dengan rasa kesal.

“ Maafkan aku tadi “ Baekhyun menjawab dengan wajahnya yang terlihat khawatir.

“ Hm. Kita lanjutkan saja yang tadi “

“ Baiklah. Ayo “ Baekhyun menarik tanganku.

“ Kita kerjakan di cafe saja “

Aku masuk ke dalam mobil Baekhyun, diluar awannya terlihat gelap, tanda akan hujan.

“ Kita akan ke cafe mana? “ Aku menatap Baekhyun yang sedang mengendarai mobilnya.

“ Kau akan tahu nanti “ Baekhyun menoleh sebentar ke arah ku.

Hujan mulai turun, di saat suasana seperti ini biasanya aku akan pergi ke hutan untuk menghilangkan stresku. Ketika hujan turun aku akan merasa lebih tenang. Karena vampir memiliki pendengaran yang sangat tajam terkadang aku merasa stres mendengar begitu banyak suara yang tertangkap oleh indra pendengaranku. Tetapi ketika hujan turun suara yang lebih mendominasi adalah suara hujan, aku menjadi lebih tenang. Apa kalian pernah membayangkan bagaimana begitu banyak suara yang terdengar disaat yang bersamaan?.

Mobil Baekhyun berhenti di depan sebuah Cafe, aku rasa aku pernah datang kesini. Aku sedikit berlari untuk masuk ke dalam Cafe. Kami memilih duduk dekat jendela Cafe.

“ Kau ingin pesan apa? “ Aku melihat daftar menu, aku memilih americano, minuman yang sering dipesan oleh manusia. Aku mengambil buku dari dalam tas ku.

“ So Hee “

“ Hm? “

“ Soal tadi aku tidak terlalu memikirkannya “ Aku menatap Baekhyun.

“ Terima kasih “ Aku tersenyum padanya.

“ Kenapa kau berterima kasih? “ Baekhyun menautkan alisnya.

“ Aku hanya ingin berterima kasih saja padamu “ Baekhyun mencondongkan tubuhnya mendekat padaku.

“ Kau itu memang menarik So Hee “

“ Aku tahu “ Baekhyun tertawa pelan.

Tiba – tiba aku merasakan ada vampir di sekitar sini, aku melihat sekeliling, tetapi tidak ada vampir. Perasaanku mulai tidak enak, kurasa akan ada hal buruk terjadi.

‘ Aakkhhh!!! ‘ Orang – orang berlarian keluar cafe, kurasa dugaanku benar.

“ So Hee ayo kita pergi! “ Baekhyun menarik tanganku, aku menahannya.

“ Kau pergi sejauh mungkin dari sini Baekhyun “

“ Memangnya kau pikir kau ingin ke mana?! “ Baekhyun terlihat sangat panik saat ini.

“ Percayalah padaku “

“ Tapi “ Aku menggenggam kedua tangannya mencoba memberikan ketenangan kepadanya, aku menatap dalam matanya untuk meyakinkannya.

“ Baiklah “ Baekhyun bergegas pergi ke dalam mobilnya dan pergi.

Aku berlari ke arah dapur Cafe ini. Aku melihat darah ada di semua sudut dapur ini. Aku yakin ini perbuatan vampir.

“ Sudah lama tidak bertemu Claire “ Aku menoleh ke belakang.

“ Christian?! “ Dia terlihat sangat berbeda sekali. Apa yang dia lakukan disini?. Tetapi, Irene berkata bangsa Vittoria yang akan datang kemari. Tunggu, apa Christian menjadi bagian dari bangsa Vittoria?.

“ Kau terlihat tetap cantik Claire, oh maaf maksudku So Hee? “ Max benar, bangsa Vittoria sudah datang. Aku tidak menyangka Christian menjadi bagian bangsa Vittoria.

“ Untuk apa kau kemari? “

“ Untuk bertemu denganmu “ Christian berjalan mendekatiku.

“ Pergilah kau dari sini “

“ Aku baru saja bertemu denganmu, dan kau mengusirku? Tuan rumah macam apa kau? Bukankah seharusnya kau menyambutku dan menyiapkan beberapa camilan untukku?. Ah! Tidak perlu repot- repot menyiapkan camilan untukku, baru saja aku memakan camilan darimu “ Christian berjalan mengelilingiku.

“ Lebih baik kau segera pergi Christian “ Jawabku dengan ketus.

Tiba – tiba Christian mendorongku hingga dinding itu retak. Aku memegang kedua lengannya dan melemparnya hingga dia terjatuh di bawah meja. Aku berjalan menghampirinya mencoba menendang wajahnya, namun Christian memegang  pergelangan kakiku dan membantingku ke lantai. Aku segera berdiri dan menendang bagian perutnya.

“ Kau sudah banyak perkembangan Claire, aku terkesan. Tetapi sekarang aku harus pergi. Senang bertemu denganmu Claire “ Christian langsung pergi entah ke mana. Aku harus memberitahu yang lain soal ini.

Aku terkejut ketika aku membuka pintu Baekhyun baru saja datang.

“ Apa yang kau lakukan disini? “

“ Aku khawatir padamu. Apa kau baik – baik saja? “ Baekhyun memeriksa keadaanku.

“ Disini berbahaya, lebih baik kau pergi “

“ Lalu apa bagimu ini tidak berbahaya untukmu?! Memangnya kau apa hingga sangat berani di keadaan sangat berbahaya seperti ini?!. Apa kau tidak tahu seberapa khawatir aku padamu?! “ Ucap Baekhyun dengan wajah yang terlihat sangat marah.

“ Kau tidak tahu saja saat ini kau pun dalam bahaya Baekhyun “

“ Karena apa? “

“ Aku “

To be continue…

3 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] V (Chapter 3)”

  1. Mbak soo her,jangan marah2 mulu ama bang baekhyun..kasihan kan,tar taringnya tumpul loh..hehe, aq penasaran ama si baekhyun..kok serba tau ya..,cristian itu si.mantan soo hee ya, dia jadi lawan group soo hee sekarang. Lanjut thor..

Tinggalkan Balasan ke yenir219 Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s