[Baekhyun Birthday Project] Flattery by ShanShoo

baekhyun

ShanShoo’s present

Baekhyun with OC

Family, fluff // vignette // pg-15

—oOo—

WordPress : ShanShoo || Wattpad : @Ikhsaniaty

—oOo—

“Selamat ulang tahun, Sayang.”

Satu kalimat bernada manis itu sukses menarik senyuman haru di bibir Baekhyun.

Baekhyun menyahuti ucapan dari kekasihnya tanpa menghapus senyuman, “Terima kasih banyak, Sayang.”

Di seberang sana, Haneul mendesah kecewa. “Oh, aku benar-benar minta maaf karena aku tidak bisa merayakan hari ulang tahunmu. Padahal aku ingin sekali merayakannya bersama Reyna dan…”

“Tidak apa-apa, tidak perlu merasa menyesal seperti itu,” Baekhyun menyela ucapan sang kekasih. “Kita bisa merayakannya nanti ketika kau sudah menyelesaikan proyek kerjamu di Busan.”

Meski Baekhyun tidak melihatnya, tetapi ia yakin, kalau Haneul sedang tersenyum. “Baiklah. Sekali lagi, aku minta maaf karena aku hanya bisa mengucapkannya lewat telepon.”

“Mm,” gumam Baekhyun.

Baekhyun sama sekali tidak menyalahkan Haneul, atau pun kecewa karena Haneul tidak ada di sini dan merayakan hari ulang tahunnya. Karena memang selama beberapa pekan terakhir, keduanya sama-sama sibuk mengurus pekerjaan, hingga terkadang mereka lupa sekadar untuk pergi ke toilet atau memakan jatah makan siang. Mereka juga jarang bertemu dan itu membuat Baekhyun uring-uringan menahan rindu.

Dan mungkin begitu kesibukan mereka berakhir, Baekhyun berniat akan membawa Haneul untuk menginap di rumah sewanya dan menghabiskan waktu selama dua puluh empat jam penuh―semoga saja mereka bisa melakukannya.

“Tidurlah, ini sudah jam dua belas lewat,” pinta Baekhyun, lembut.

Dia bisa mendengar Haneul mengembuskan napas berat sebelum menyahut, “Oke. Selamat malam. Kau juga harus segera pergi tidur atau kau tidak akan memiliki energi secuil pun untuk hari esok.”

Baekhyun tertawa kecil. “Iya, iya, aku tahu. Selamat malam, Sayang. Semoga mimpimu indah.” Pip.

Baekhyun menyimpan ponselnya ke saku jas. Dia keluar dari mobilnya, lantas mengayunkan tungkainya menyusuri jalan setapak kecil yang mengarah menuju ke rumah sewanya. Walau pakaian kerja yang dikenakannya tidak serapi saat pagi tadi, Baekhyun tetap terlihat memesona sekaligus menawan.

Baekhyun melirik jam tangannya yang memang sudah menunjukkan pukul dua belas lewat sepuluh menit. Jam yang cukup larut baginya untuk pergi mandi, meminum secangkir teh hangat dan bergegas ke tempat tidur untuk mengistirahatkan tubuhnya yang lelah―kegiatan yang sering ia lakukan selepas pulang bekerja.

Setelah memutar kunci dan membuka pintu rumahnya, Baekhyun dikejutkan dengan lampu ruangan tengah yang menyala. Padahal Baekhyun tidak menyalakannya sebelum pergi, tetapi keterkejutan itu tergantikan oleh perasaan lega tatkala ia mendengar suara adik perempuannya dari arah kamar tamu.

Reyna keluar dari sana seraya memeluk boneka beruang besar milik Baekhyun―hadiah ulang tahunnya setahun yang lalu dari sang terkasih, Choi Haneul. Reyna memang menyukai boneka beruang itu dan selalu membawanya ke mana pun di sekitar rumah kakaknya. Tubuh mungilnya terbalut piyama berwarna biru tua kebesaran yang diambilnya dari lemari Baekhyun. Sepasang matanya melengkung, selaras dengan bibirnya yang menyuguh senyum lebar.

“Aku menginap di sini, ya!” seru Reyna, ceria. Seolah waktu tengah malam tidak menghalanginya untuk bertingkah demikian.

Ah… Baekhyun nyaris lupa kalau Reyna mempunyai kunci cadangan rumahnya. Mungkin ini efek dari rasa letihnya yang mendera selama seharian penuh bekerja.

Setelah mengunci pintu, Baekhyun menaruh tas kerjanya di atas kursi sofa, lalu menyahut, “Kenapa?”

Reyna mengerucutkan bibirnya. “Tadi sebenarnya Chanyeol akan mengantarku pulang setelah mengajakku berkencan, cuma dia takut terkena omel ayah dan ibu karena mengantarku pulang terlalu larut―tapi tentu saja yang paling banyak mengoceh adalah ayah. Makanya dia membawaku kemari dan untungnya aku selalu membawa kunci cadangannya ke mana-mana. Berjaga-jaga jika aku mengalami situasi seperti sekarang.”

Sungguh tipikal Reyna. Bercerita panjang lebar meski sebenarnya Baekhyun hanya membutuhkan jawaban ringkas.

“Di mana dia sekarang?” Baekhyun celingukan mencari keberadaan Chanyeol.

Reyna menyengir. “Aku menyuruhnya pulang, karena sudah kupastikan kau akan mengomelinya juga.”

Baekhyun memicingkan matanya dan mendesah lelah. “Kau ini…” gerutunya, lantas bertanya, “Apa kau sudah makan?”

Reyna menghempaskan bokongnya ke kursi sofa, di samping tas kerja Baekhyun. “Aku sudah makan saat berkencan tadi, tapi kini aku merasa lapar lagi. Hanya saja aku tidak menemukan satu pun makanan di dapurmu yang bisa…”

“Kau hanya tidak bisa memasak, Reyna, bukan tidak bisa memakan makanannya,” Baekhyun buru-buru mengoreksi pernyataan adiknya. “Oke, tunggu sebentar. Biar kubuatkan makanan untukmu.”

Reyna hanya mengangguk patuh dan memerhatikan sosok kakaknya yang melenggang menuju dapur. Satu tarikan senyum kembali dibuatnya, seiring dengan Baekhyun yang berseru dari arah dapur, “Siapa yang sudah memasak di dapurku?!”

Dan satu kekehan jahil sang adik mulai mengudara.

—oOo—

Baekhyun menatap satu per satu hidangan makanan yang tersaji di atas meja. Di seberangnya, Reyna bertopang dagu dengan kedua tangannya sambil memerhatikan ekspresi tercengang di wajah kakaknya.

“Kenapa, Kak?” tanya Reyna, berusaha menahan tawa.

“Kau…” Baekhyun kini menatap mata adiknya. “Kenapa kau… memasak…?”

“Memangnya tidak boleh?” tanya Reyna lagi. “Masa’ sih, Kakak tidak peka, kenapa aku memasakkan semua ini untukmu?”

“Huh?”

Reyna berdecak sebal, sebelum kemudian dia berseru riang, “Selamat ulang tahun, Kakak!” dengan kedua tangan terangkat tinggi-tinggi, pun mengukir senyuman lebar. “Maaf aku tidak membuatkan kue bolunya juga untukmu, karena aku takut… gagal,” sesalnya.

Ada rasa haru yang menyelubungi relung hatinya, seusai dia mendengar ucapan selamat yang terlontar dari adik berusia dua puluh empat tahunnya itu. Sepasang matanya mulai memanas, jantungnya ikut berdetak cepat. Tidak ada satu pun pemikiran tentang bagaimana hasil akhir dari makanan yang tercipta dari dua tangan Reyna yang terlintas di benaknya.

Reyna menurunkan tangannya ke bawah meja dan kesepuluh jemarinya saling bertautan. Entahlah, rasa takutnya tiba-tiba muncul saat Baekhyun tidak memberikan reaksi apa-apa terhadap usaha yang dilakukannya ini. Dia takut Baekhyun tidak menyukainya.

“Eng… Kakak?” panggil Reyna, hati-hati.

Baekhyun mengarahkan pandangannya pada Reyna. “Semua makanan ini… sungguh kau yang memasaknya?” tanya Baekhyun, meyakinkan.

Reyna mengangguk penuh semangat. “Tentu saja!” Lalu dia menunjuk sup rumput laut yang diletakkan tepat di depan Baekhyun. “Sup rumput lautnya sudah kucicipi dan rasanya super enak!” serunya.

“Tadinya aku ingin memasak semua ini bersama kak Haneul, cuma kan, dia sedang tidak ada di Seoul. Makanya aku berinisiatif untuk melakukannya sendirian. Yah, berharap saja semoga Kakak menyukai masakanku, tidak hanya masakan kak Haneul saja,” jelas Reyna seraya tertunduk, enggan bertatapan dengan Baekhyun.

Baekhyun berdeham. Dia menyeka sedikit air matanya tanpa sepengetahuan Reyna. Kemudian dia meraih sendok di sisi mangkuk sup rumput laut dan mulai mencicipi makanan yang memang disajikan untuk perayaan ulang tahun itu tanpa bicara.

Di hadapannya, Reyna menatapnya harap-harap cemas.

“Rasanya…” Baekhyun melirik adiknya yang menggigiti bibir bawahnya keras-keras. “enak.”

“Yay! Sudah kuduga!” Reyna tertawa senang. Baekhyun menanggapinya dengan seulas senyum gemas.

Laki-laki itu menyantap sup rumput laut beserta nasinya dengan lahap, kebetulan malam ini dia juga belum menyentuh jatah makan malamnya di tempat bekerja. Reyna yang melihat hal itu terus saja mengukir senyuman senang, sebelum ia ikut memakan makanan bagiannya.

Setelah makanan utama dan makanan lainnya tandas, Baekhyun memulai pembicaraan, “Bagaimana bisa kau membuat makanan seenak ini?” sambil menepuk-nepuk perutnya yang kekenyangan.

Reyna berdeham singkat. “Aku akan mengatakannya agar Kakak merasa terkesan,” katanya. “Beberapa hari sebelum hari ulang tahunmu, aku belajar memasak dengan ibu dan juga Chanyeol. Selain alasan karena aku ingin membuat makanan yang enak untukmu, aku juga ingin bisa memasakkan sesuatu untuk Chanyeol. Hanya itu.”

Alasan itu memang berhasil memberikan kesan yang baik bagi Baekhyun, meski laki-laki itu sempat tertawa singkat saat mendengarnya.

“Oh, kau memang adikku yang baik,” puji Baekhyun, tulus.

“Mana kata cantiknya?”

“Oke… dan cantik.”

“Nah, begitu seharusnya.” Reyna mengangguk puas, kemudian dia bertanya, “Jadi, Kakak menyukai masakanku atau tidak?”

“Maunya seperti apa?”

“Kak Baekhyun!”

“Iya, iya. Aku menyukainya. Kau senang?”

Reyna tidak henti-hentinya merasa puas karena pujian Baekhyun. “Kalau begitu, kapan-kapan aku akan memasak lagi untuk Kakak,” ujarnya, senang.

“Baiklah. Terima kasih, tapi kau mengatakan hal itu bukan karena adanya permintaan terselubung, kan?” terka Baekhyun, penasaran.

“Tentu saja ada!” sahut Reyna langsung. “Besok, aku dan Chanyeol ingin pergi berlibur ke Jepang selama tiga hari. Dan aku meminta bantuanmu untuk membujuk ayah dan ibu agar mengizinkanku pergi. Bagaimana? Mudah, kan?”

“Apa?” Baekhyun kontan terkesiap.

“Kakak pasti bisa melakukannya! Ya, ya, ya?”

YA! AKU JUGA TIDAK―”

“Selamat malam, Kak! Aku pergi ke kamar dulu!” Reyna dengan cepat meninggalkan ruang makan menuju kamar tamu yang ditempatinya, lalu menguncinya agar Baekhyun tidak bisa memasukinya dan mengomelinya habis-habisan.

Sementara itu, masih di kursi makannya, Baekhyun mengembuskan napas panjang seraya menopang kepalanya dengan kedua tangan. Kalau dipikir-pikir lagi, adiknya memang tidak mungkin melakukan hal-hal manis seperti ini jika tidak memiliki tujuan yang selalu saja berhasil membuatnya jantungan.

Pokoknya, Baekhyun harus mendatangi Chanyeol terlebih dahulu sebelum ia pergi bekerja esok hari.

Atau sebelum dia pergi mengunjungi kedua orang tuanya.

-fin.

YAAAAAAAAY!!!!! AKHIRNYA YAA AKU KEMBALI MEMBAWA FF DENGAN DURASI SEPANJANG INI HUHUHU IM CRY BABE!!!!

Selamat ulang tahun untuk kesayanganku Baekhyuuuun~~~

Semoga panjang umur dan sehat selalu♥

Terima kasih buat kalian yang sudah menyempatkan waktunya untuk membawa ff ini ^^

Ingin baca ff tentang Byun siblings ini? Silakan kunjungi link (klik) di sini x) semoga kalian suka ;)))

 

Salam sayang,

ShanShoo ♥

5 tanggapan untuk “[Baekhyun Birthday Project] Flattery by ShanShoo”

  1. Reyna bisa aja dah, sekali nya masak yang enak2,ternyata ada udang di balik bakwan..ada maunya..haha..,ada juga si abang baehyun yang ulang tahun minta macam2.udah pacar LDR, sabar..ya..baekhyun,nih ucapan dari aq happy brithday baekhyun..muah..muah..(lari ah..tar digetok author)..

  2. Eaaak dasar reyna 😆😆 duh, untung baekhyun baik. Kirain yang ada di apartemen baekhyun itu haneul, ternyata reyna. Ehehehhee HAPPY B-DAY BANG BAEKHYUN, WYATB 😘😘😘😘😘

    1. hahaha iya untung abang baekhyun itu baik yaa. tinggal chanyeol nya aja yang kudu bener ke reyna xD
      terima kasih sayangkuuuh sudah berkomentar ❤

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s