[Tao Birthday Project] Abandoned by ShanShoo

tao

ShanShoo’s present

Tao

Horror // ficlet

pg-15

nonbaku

—oOo—

WordPress : ShanShoo || Wattpad : @Ikhsaniaty

—oOo—

“Akhirnya, sampai juga!” seru Luhan, sambil melompat keluar dari mobil milik Kris dan langsung menyengir lebar, begitu dia memerhatikan kondisi bangunan tua yang sudah lama terbengkalai di depannya.

Kris ikut menyusul keluar, berdiri di samping Luhan, sang karib, sementara satu orang lagi masih berada di dalam mobil. Tak ingin beranjak sedikit pun dari sana.

Dia Zitao, sering dipanggil Tao, tetapi lebih sering dipanggil Panda oleh kedua karibnya itu.

“Woy, Tao! Keluar ngapa?” titah Luhan. Kris hanya diam. Memerhatikan bangunan tua yang merupakan bekas sekolah SMP yang tak lagi dipakai karena menurut cerita yang beredar, hampir semua siswanya sering kesurupan, ditambah adanya pohon beringin yang ditanam sejak ratusan tahun lalu membuat suasana gedung ini memang terasa menyeramkan. Apalagi ketika kondisinya sudah seperti ini.

Jika orang-orang tidak ingin mendekat sesenti pun ke bangunan ini, Luhan sama Kris malah bertekad mendatanginya dan menelusuri ke setiap koridor-koridor ruangan. Lebih tepatnya, Luhan yang paling antusias. Dia suka kegiatan-kegiatan mistis di sekitarnya. Kris cuma mengikuti, meski dalam hati dia tidak percaya sama hal-hal mistis. Ditambah, Luhan merupakan teman satu kost-annya dan juga Tao.

Beda lagi ceritanya dengan Tao yang sudah mutlak takut dengan hal bernama hantu. Alasan dia ikut kemari karena dia tidak mau ditinggal sendirian di kost-an. Tadinya dia sudah akan pergi tidur saat waktu sudah menunjuk pukul sembilan malam, tetapi karena Luhan menakut-nakutinya dengan berkata; “Gua sama Kris mau ke gedung tua bekas sekolah di jalan x, jam dua belas nanti. Gak mau ikut ya, gapapa. Cuma hati-hati aja ya, takut ada yang nowel. Hiiiii….”, membuat Tao sukses mendaratkan satu pukulan keras di kepala Luhan yang bukannya mengaduh kesakitan, malah membuat Luhan tertawa-tawa puas. Kris yang melihat hal itu menanggapinya dengan gelengan kepala.

Yah, meskipun ikut, Tao tetap tidak mau ikut keluar dari mobil dan menelusuri bangunan menyeramkan di depannya itu bersama dua karibnya.

“Buruan!” Luhan membuka pintu penumpang belakang, di mana Tao duduk meringkuk memeluk kedua lututnya. Matanya sayu, hampir menangis. Ekspresinya sungguh minta dikasihani.

“Sialan lu, Han! Gua kan, udah bilang, jangan main uji nyali-uji nyalian kayak begini!” sungut Tao, kesal. Namun, suaranya yang bergetar karena ketakutan sama sekali tidak membuat Luhan merasa bersalah.

“Lu ngumpet aja dah, di keteknya Kris. Biar aman,” saran Luhan di sela tawa meledeknya. “Buruan! Biar kita cepet pulang juga.”

Tao mengusap air matanya yang meluncur bebas di pipinya. Matanya menilik ke bangunan di belakang tubuh Luhan dan Kris yang menatapnya, menanti. Dan pada akhirnya, Tao keluar dari mobil meski ogah-ogahan.

“Kalau malam ini gua kenapa-napa atau mokat, gua bakalan ngehantuin kalian berdua seumur hidup kalian! Inget itu baik-baik!” ancam Tao, tidak main-main. Kris mendecih, Luhan menahan tawa. Mereka berdua benar-benar minta digampar!

Tao lantas mengambil tiga senter untuk mereka bertiga. Luhan dan Kris langsung menyalakannya, disusul Tao dengan tangan yang bergetar-getar karena ketakutan.

Luhan menyenter deretan jendela kelas di lantai dua yang gelap karena tak ada penerangan sama sekali. “Hmm… menarik,” gumamnya, terkesan.

“Menarik apanya, hah???” sungut Tao lagi. “Serem yang ada, Setan!”

“Setannya di dalem,” sahut Luhan, santai.

“Mau lihat?” tanya Kris yang akhirnya ikut menggoda Tao.

“bEDEBAH!!!” pekik Tao, semakin ketakutan.

“Ayo dah, masuk!” ajak Luhan, bersemangat, seraya mulai mengaktifkan camcorder yang dibawanya.

Tao yang masih berdiri di dekat mobil, tanpa sadar ikut menyorotkan senter yang sudah ia nyalakan ke bangunan itu. Dan tanpa diduga sedikit pun, cahaya senter miliknya menyorot ke sosok aneh yang berdiri di salah satu deretan jendela lantai bawah. Tao ingin teriak, sayang suaranya tidak keluar. Di sisi lain, Luhan dan Kris sudah beranjak memasuki gerbang tua sekolah terbengkalai itu sambil asyik menyorot ke sana kemari.

“Gua gak lihat apa-apa,” celetuk Kris tiba-tiba, suaranya datar.

“Bentar lagi lo ketemu, tahu rasa!” sahut Luhan, puas.

Tao bisa mendengar sayup-sayup perbincangan kedua karibnya dari tempatnya berdiri. Kakinya benar-benar lemas, rasa-rasanya Tao juga ingin buang air kecil. Tidak kuat berlama-lama di sini.

Sampai kemudian, Tao ngerasain ada yang menepuk pundak kirinya.

MATI GUAAAA!!!!

“S-s-saya gak ganggu…” rengek Tao, super ketakutan, sambil berusaha menoleh ke kiri karena walaupun takut, Tao tetap penasaran dengan siapa yang menepuk pundaknya.

Kosong. Tidak ada siapa-siapa di sana.

Dan ketika Tao menolehkan kepalanya ke kanan, barulah dia menemukan sosok wanita menyeramkan dan berambut panjang yang menyeringai hingga ujung-ujung bibirnya menyentuh sepasang telinga robeknya.

“AAAAAAAAAAAAAAAARGH!!!!!!!” Tao tidak sadarkan diri seketika, sedangkan kedua teman-temannya sama sekali tidak mendengar teriakan itu dan terus berjalan hingga mereka memasuki pintu utama sekolah.

Tanpa tahu, kalau pintu itu kini tertutup dan terkunci rapat dengan sendirinya.

-fin

Alhamdulillah… akhirnya aku bisa membuat cerita yang lebih panjang dibandingkan biasanya /cry/

Makasih buat kalian yang sudah menyempatkan waktunya buat baca cerita ini ^^

Aku tunggu komentar dari kalian x))

Salam sayang,

ShanShoo ♥

3 tanggapan untuk “[Tao Birthday Project] Abandoned by ShanShoo”

  1. Hahaha…udah gitu aja ya..si tao pingsan..wkwk..yang jadi setan,niatnya pingin cium tao,tapi si tao keburu “modar”.trus temen temennya di apain tuh ama si demit..,gw mo dah jadi si demit,kan di datangi cowok2 ganteng..

    1. nasib tao jangan dipertanyakan lagi yaa wkwkwkwkw
      wahaha iya ya, enak kan tuh tinggal kunciin aja mereka berdua, jangan biarkan mereka lepas xD
      makasih sudah mampir dan berkomentar ^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s