[EXOFFI FREELANCE] V (Chapter 2)

20180427_100854_0001

Title : V

Author : Jasmine_xxbbb

Genre : AU, drama, romance, fantasy, action

Rating : PG – 15

Length : Chapter

Cast : Baekhyun ( EXO ), Claire/So Hee ( OC ), Christian ( OC ), Irene ( Red velvet ), Sehun ( EXO ), Chanyeol ( EXO ), Kai ( EXO ), and all member EXO

Summary

“ Sebenarnya kau itu apa? “

“ Aku mencintaimu, sangat, sampai rasanya sakit “

“ Kau adalah mangsaku “

Disclaimer : Ide cerita dan alur cerita asli milik saya. Cast milik tuhan YME. Maaf apabila ada kesalah kata atau kalimat. Saya masih penulis baru, saran & kritik saya akan terima dengan baik. Ini hanya untuk kesenangan semata. Enjoy!!!

Chapter 2

“ Terima kasih kau sudah mengantarku tadi, aku akan ke sana sendiri saja “ Aku bergegas pergi menuju ruangan dosen tadi. Aku merasa bingung dengan kejadian tadi, aku harus waspada dengan dosen itu. Aku mengetuk pintu ruangannya.

“ Masuk “ Aku membuka pintu, dan segera duduk di kursi di depan mejanya.

“ Kau siswa baru disini bukan? “

“ Nde “, ‘ Baguslah, rencanaku akan berjalan dengan baik ‘, Aku mendengar pikirannya, dia ingin memanfaatkanku.

“ Baiklah. Kau boleh keluar “ Aku membungkuk hormat dan keluar dari ruangannya. Ini terasa aneh, dia hanya bertanya tentang itu? Dia pasti merencanakan sesuatu, aku harus memberitahu yang lain soal ini.

Saat aku kembali ke Kafetaria mereka sudah tidak ada disana, aku mencoba mendengar suara mereka. Mereka berada di taman, aku bergegas ke sana, aku melihat sekeliling taman mencari mereka, kenapa disini begitu banyak suara aku agak sulit untuk mendengar suara mereka. Dimana mereka? Kenapa begitu sulit untuk menemukannya. Aku merasakan ada yang mendekatiku dari arah belakang, aku menoleh ke belakang melihat Baekhyun menghampiriku.

“ So Hee! “ Dia terlihat sedang membawa begitu banyak buku di tangannya, dan dia berkeringat sekali, aku harus membantunya. Aku mengambil beberapa buku dari tangannya.

“ Kau tidak perlu membantuku So Hee “

“ Tapi keringatmu tidak mengatakan seperti itu “

“ Mau kau bawa ke mana buku – buku ini? “

“ Perpustakaan “ Aku memperhatikan aktivitas yang dilakukan manusia, ada yang terlihat sedang memainkan bola, berfoto, dan mengobrol. Mereka sangat suka berbicara, bahkan mereka membahas hal yang tidak penting. Aku mencium bau darah, aku mencari berasal dari mana bau darah ini. Oh tidak, ada seorang wanita yang hidungnya mengeluarkan darah, aku harus menahan diri, tahan Claire tahan. Aku rasa jika aku lebih lama berada disini aku akan menghabisi darah wanita itu, aku harus segera pergi.

“ Bisakah kita lebih cepat Baekhyun? “ Dia terlihat bingung.

“ Tentu, ayo “ Aku langsung bergegas menjauhi taman itu. Bagaimana dengan mereka? Apa mereka akan tahan dengan darah itu?. Aku merasa khawatir pada mereka, terlebih dengan Chanyeol dia yang paling lemah dalam menahan nafsu untuk tidak meminum darah manusia.

Kami sudah sampai di dalam perpustakaan sedang meletakkan buku – buku ini sesuai dengan abjad. Pikiran Baekhyun sejak tadi masih tentang soal aku ingin lebih cepat sampai. ‘ apa aku berjalan sangat lambat? Apa dia tidak nyaman denganku? Atau dia ingin segera pergi dariku? Atau dia tidak ingin ke perpustakaan? ‘. Begitu banyak pertanyaan dalam benak Baekhyun yang kudengar

“ Baekhyun “

“ Hm? “

“ Hanya agar kau tahu saja tadi ketika aku meminta kau untuk lebih cepat itu karena aku tidak terlalu suka dengan cuaca yang panas “

“ Benarkah? Kupikir karena aku berjalan sangat lambat tadi “

“ Tentu saja tidak “ Jika dibandingkan dengan kecepatan vampir tentu saja itu sangat lambat.

“ Aku sudah se.. “

‘ Akkhhh!!!! ‘ Itu suara Chanyeol, kurasa Chanyeol mencium bau darah tadi, ini gawat aku harus segera menemuinya.

“ Suara apa itu? “

“ Aku tidak tahu, Baekhyun aku harus segera pergi, lima menit lagi aku ada jam “

“ Ah, baiklah “ Aku segera pergi meninggalkan Baekhyun disana. Fokus Claire fokus kau harus menemukan asal suara Chanyeol fokus..fokus. Aku tahu dia sedang ada di belakang gedung ini.

Aku berlari dengan cepat hingga aku menemukan mereka sedang menolong Chanyeol. Chanyeol terlihat sedang menahan hasratnya untuk menghabisi wanita tadi. Untuk vampir memang sangan sulit untuk menahan hasrat meminum darah manusia terlebih jika sudah mencium bau darah manusia.

“ Aku tidak bisa menahan lebih lama lagi “ucap Chanyeol dengan suaranya yang berat. Aku menghampiri Chanyeol dan menyentuh bahunya mencoba menenangkannya. Chanyeol menatap mataku, tangannya menyentuh tanganku yang memegang bahunya.

“ Claire aku tidak bisa “

“ Kau pasti bisa, aku yakin “ Aku mengusap bahunya mencoba memberikan ketenangan padanya. Disaat seperti ini Chanyeol selalu membutuhkanku, dia bilang karena aku bisa menghantarkan ketenangan untuknya. Nafasnya mulai beraturan kembali, baguslah Chanyeol sudah mulai lebih tenang sekarang. Kai mencoba membopong Chanyeol.

“ Apa yang kalian lakukan? “ Aku menoleh ke arah suara tersebut, oh tidak apa yang harus kami lakukan? Baekhyun melihat semuanya tadi. Kurasa aku terlalu fokus dengan Chanyeol hingga aku tidak mendengar suara langkahnya. ‘ Claire, urus dia ‘ aku mendengar suara pikiran Kai. Aku segera menghampiri Baekhyun dan menarik tangannya menjauh dari tempat tadi. Bagaimana ini? Aku tidak ahli dalam hal berbohong dan mengarang cerita. Baekhyun melepaskan genggaman tanganku dengannya.

“ Baekhyun aku sangat lapar, bisakah kau antarkan aku ke Kafetaria? “

“ Jangan mencoba mengalihkan pembicaraan So Hee “ Aku mencoba membaca pikirannya, tapi nihil aku tidak menemukan apa pun, aku mencoba membaca pikirannya kembali, tapi aku tidak menemukannya juga. Kenapa aku tidak bisa membaca pikirannya?, ini aneh.

“ Memangnya kita sedang membicarakan apa? “

“ Kau tentu tahu So Hee “

“ Hmm tadi perutnya sakit sekali jadi aku mencoba membantunya “ Aku mencoba memasang wajah meyakinkan padanya.

“ Jika hanya sakit perut kenapa kau harus berbohong padaku? “ Baekhyun menautkan alisnya terlihat bingung.

“ Siapa yang berbohong? Aku sungguh lapar saat ini “ Baekhyun terlihat sedang mencari kebohongan pada wajahku.

“ Baiklah, aku akan mengantarmu, ayo “ Baekhyun menarik tanganku, untunglah dia percaya padaku.

“ Kenapa kau hanya memesan salad disaat kau sedang lapar? “

“ Aku sedang diet “

“ Tapi kau terlihat tidak suka salad itu “ Aku menatapnya, kenapa dia bisa tahu? Padahal aku sudah terlatih untuk terlihat menikmati makanan manusia.

“ Kau tahu diet itu sangat tidak menyenangkan bukan? “ Baekhyun melipat kedua tangannya dan meletakkan tangannya di atas meja condong padaku.

“ Kau tidak perlu diet jika kau tidak suka “

“ Tapi itu bukan urusanmu “ Aku melanjutkan makanku, Baekhyun terlihat terkejut dengan perkataanku. Sejak tadi aku sedang mencoba membaca pikirannya tapi tetap nihil aku tidak menemukan apa pun.

“ Kau terlihat frustrasi “ Lagi – lagi aku merasa heran dengannya, sudah jelas dia seorang manusia kenapa dia bisa tahu apa yang sedang kurasakan?.

“ Kai benar, aku frustrasi karena dirimu “

“ Memangnya aku kenapa? “ Aku melihat Kai berdiri di pintu Kafetaria sedang memerhatikanku. Ada apa lagi ini?. Aku bergegas berdiri dan mengambil tasku.

“ Terima kasih atas makanannya Baekhyun “ Aku langsung berjalan keluar Kafetaria menyusul Kai. Kai sedang marah padaku, aku bisa merasakannya, tapi kenapa?.

“ Kai! “  Kai tetap berjalan menghiraukanku, aku berjalan lebih cepat berhenti di hadapan Kai. Aku menatap matanya, dia sungguh marah padaku.

“ Kenapa kau marah padaku? “ Kai menoleh ke arah lain.

“ Minggirlah “

“ Aku tidak mau “ Kai mendorongku ke samping kiri, dia berjalan menjauhiku. Aku tidak menyangka Kai memperlakukanku seperti itu. Tidak biasanya dia seperti itu padaku, apa yang terjadi padanya?. Baru hari pertama saja sudah banyak hal yang aneh menimpaku, kuharap ini tidak akan berlangsung lama.

“ So Hee! “ Aku menoleh ke belakang melihat Sehun menghampiriku, dia sedang bersama seorang wanita. ‘ Siapa dia? ‘ Aku bertanya pada Sehun dalam pikiranku.

“ Annyeonghaseyo “ Wanita itu merasa sedikit terintimidasi padaku, mungkin karena aku menatapnya dengan tajam. Aku mencoba tersenyum ramah dengannya.

“ Ada apa? “

“ Pukul 8 malam di tempat biasa “

“ Baiklah “

“ Ayo “ Sehun membawa wanita itu pergi, yang dimaksud Sehun dengan tempat biasa adalah rumah sementara untuk kami tinggali selama disini. Orang lain tidak boleh tahu tempat tinggal kami karena akan berbahaya bagi kami jika manusia tahu keberadaan kami.

Author’s POV

Tepat pukul 8 malam mereka berkumpul di ruang tengah, tetapi pembicaraan belum kunjung dimulai, mereka menunggu Kai yang hingga sekarang belum datang. So Hee merasa khawatir dengan Kai, tidak biasanya dia terlambat ketika sedang ada rapat serius seperti ini.

“ Kita mulai saja tanpa dia “ Ucap Irene yang merasa kesal karena Kai tidak kunjung pulang.

“ Aku dapat informasi jika bangsa Vittoria akan datang kemari “ Bangsa Vittoria adalah salah satu bangsa vampir yang sejak dulu ingin memusnahkan bangsa So Hee, Irene, Sehun, Kai, dan Chanyeol yaitu bangsa Roza

“ Untuk apa mereka kemari? “ tanya Chanyeol yang merasa kesal mendengar nama Vittoria, karena orang yang dicintainya tewas dibunuh oleh bangsa Vittoria satu tahun yang lalu.

“ Soal itu aku tidak tahu. Aku dapat informasi ini dari Max yang saat itu dia sedang menjalankan misinya, dia tidak sengaja mendengar pembicaraan salah satu vampir bangsa Vittoria dengan rekannya “ Keheningan terjadi tidak ada satu pun yang berbicara, mereka tenggelam dalam pikirannya masing – masing.

Hingga pintu terbuka memperlihatkan Kai dengan sekujur tubuhnya yang terlihat kotor dan bercak darah.

“ Ke mana saja kau? Kami sudah menunggu lama “ Ucap Sehun sambil menghampiri Kai. Sehun berdiri tepat di hadapan Kai dan satu tangannya menyentuh pundak Kai.

“ Minggirlah, aku ingin beristirahat “ Kai menyingkirkan tangan Sehun dari pundaknya dan berjalan ke kamarnya.

“ Ada apa dengannya? “ Ucap Chanyeol merasa aneh dengan sikap Kai. So Hee memperhatikan pintu yang baru saja ditutup oleh Kai, So Hee merasa dirinya harus berbicara dengan Kai.

Hingga ketika yang lainnya sudah masuk ke dalam kamar masing – masing, So Hee memutuskan untuk langsung masuk ke dalam kamar Kai. Gelap, satu kata yang menggambarkan keadaan kamar Kai saat ini. So Hee berusaha mencari stopkontak untuk menyalakan lampu di dalam kamar Kai.

“ Kai? “ So Hee menghampiri Kai yang sedang berbaring di ranjangnya. Kai terlihat sangat kelelahan, So Hee duduk di sisi ranjang memerhatikan Kai.

“ Aku tahu kau belum tidur Kai “ Kai membuka matanya menatap tajam So Hee.

“ Kau kenapa? “ So Hee menatap dalam mata Kai, berusaha membaca pikirannya.

“ Kau tidak akan bisa membaca pikiranku “ So Hee menautkan alisnya, lagi – lagi hal aneh terjadi. So Hee selalu bisa membaca pikiran vampir lain termasuk Kai, So Hee merasa ada sesuatu yang terjadi pada Kai yang ia tidak tahu.

“ Maafkan aku Kai “ So Hee merasa sangat sedih dengan sikap Kai pada dirinya. Kai sudah menjadi bagian terpenting dalam hidup So Hee selama ini.

“ Aku tidak tahu apa yang terjadi padamu, kau tahu bukan kau sangat penting untukku. Aku akan membuatmu seperti dulu, akan aku pastikan itu “ So Hee pergi keluar kamar Kai dengan mata yang penuh dengan air mata.

So Hee keluar dari mobil hitamnya bersama Sehun dan Irene menunggu Chanyeol dan Kai datang.

“ Apa kau yakin dengan dosen itu? “ Di dalam perjalanan menuju kampus tadi So Hee menceritakan semua keanehan tentang dosen Min Seok.

“ Aku sangat yakin, kurasa dia juga bisa membaca pikiran kita Irene “

‘ Aakkhhh!!! ‘ Suara jeritan terdengar dari arah pintu masuk parkiran. Orang – orang mulai mengerumuni tempat itu. So Hee, Irene, dan Sehun mencium aroma darah yang sangat kuat dari arah sana.

“ Pergilah kalian dari sini, aku akan mencari Kai dan Chanyeol “ Sehun dan Irene mengangguk setuju dan segera pergi dari tempat itu. So Hee mendekati asal bau darah itu, sekujur kaki wanita itu dipenuhi dengan darah.

So Hee melihat mobil Chanyeol dan Kai baru saja datang, So Hee bergegas menghampiri Kai dan Chanyeol.

“ Ayo kita pergi “ So Hee menarik tangan Kai dan Chanyeol ke dalam kampus. Di dalam kampus terlihat sepi.

“ Kau tidak perlu sampai sebegitu khawatir pada kami So Hee “ Ucap Chanyeol melepaskan pegangan tangan So Hee.

“ Baiklah baiklah, aku tidak akan mengkhawatirkan kalian lagi “ So Hee segera pergi menuju kelasnya.

So Hee memilih duduk di bagian paling belakang baris kedua dari sebelah kanan. So Hee melihat Baekhyun masuk ke dalam kelas, Baekhyun duduk tepat di samping So Hee. So Hee melihat lurus ke depan memikirkan bagaimana cara mengembalikan Kai seperti dulu lagi.

“ Sedang memikirkan sesuatu? “ Ucap Baekhyun yang sedang memerhatikan So Hee. So Hee menoleh ke arah Baekhyun dan memerhatikan dari ujung kaki sampai wajah Baekhyun, hari ini Baekhyun terlihat tampan.

So Hee mengangguk membenarkan pertanyaan Baekhyun. So Hee merasa heran dengan Baekhyun, kenapa dia selalu tahu apa yang sedang dirasakan So Hee.

“ Kau bisa cerita padaku “

“ Tidak, terima kasih “ So Hee melihat Kai dan Irene masuk ke dalam kelas, mereka duduk di barisan paling kiri, cukup jauh dari So Hee.

“ Selamat pagi “ Kali ini bukan dosen Min Seok yang datang, melainkan dosen Park.

“ Kau terlihat cantik hari ini So Hee “ Baekhyun mengambil kertas yang diberikan dan memberi ke belakang sisa soal tes hari ini.

“ Rasanya aku ingin menyumpal mulutmu itu dengan sepatuku Baekhyun “ Baekhyun tertawa pelan.

“ Aku mengatakan yang sejujurnya So Hee “

“ Terserah kau saja “ So Hee mulai mengisi soal yang diberikan dengan santai. Bagi So Hee ini sangat mudah, karena sering sekali dia menerima pertanyaan yang sama sebelumnya.

‘ So Hee apa jawaban nomor lima? ‘ Suara pikiran Irene terdengar oleh So Hee, ‘ Tanya Kai saja ‘.

“ Sepuluh menit lagi “ Dosen Park berjalan mengelilingi kelas memantau apa ada yang menyontek.

“ Baiklah, waktunya sudah habis kumpulkan sekarang “ Mereka semua mengumpulkan jawaban masing – masing. Saat Irene meletakkan jawabannya di meja ada seseorang yang menyenggolnya hingga lembar jawabannya jatuh ke lantai. Kai mengambil lembar jawaban Irene dan meletakkannya di meja. So Hee yang melihat kejadian itu merasa semakin aneh dengan sikap Kai. Kai bersikap seperti biasanya disaat bersama dengan yang lain, tetapi tidak dengan So Hee.

 

To be continue…

 

 

 

 

 

One thought on “[EXOFFI FREELANCE] V (Chapter 2)”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s