[EXOFFI FREELANCE] I Hate (Love) You (Chapter 1)

hate love.jpg

I HATE (LOVE) YOU 1

Author : Haiwind

cast :

  • Suho
  • Yoo Hana
  • And other cast that you can find on story

Duration : chapter

Rating : PG 15+

Genre : Romantic

Disclaimer : ff ini asli buatan aku. Dan baru di publish di salah satu group fanfict di FB.

Summary

Aku sangat membencimu, sangat… tapi kenapa kau membuatku mencintaimu juga?

-Hana-

-*******************-

Mata tajam pria itu menelusuri setiap inchi dari wajah wanita yang berada di hadapannya saat ini. Jantungnya tak berhenti berdetak sejak gadis itu masuk ke ruangan ini.

Dia mengenali wanita itu, tapi wanita itu sepertinya tidak mengenali dirinya.

“Yoo Hanassi…” panggil dokter Kim pada anak didiknya itu

“nee seongsaenim?”

“kemarin kau menangani para korban kecelakaan mobil itu dengan baik, aku menerima laporan dari para suster bahwa kau juga menyelamatkan nyawa seseorang yang hamper kehabisan darah. Kau memang siswa terbaikku” Wanita itu tersenyum puas dengan pujian dari dosennya itu.

Suho masih memperhatikan wajah Hana dengan hati-hati, dia takut kalau gadis itu menyadari keberadaannya.

“saem…aku keluar sebentar…” Pamit Hana

“ah…baiklah silahkan….”

Hana keluar dari ruangan itu dan kini tinggal Suho dan pamannya itu berada di ruangan yang tak terlalu besar itu.

“hufftt…..akhirnya dia pergi….” Gumam Suho lega.

“kenapa? Apa ada yang salah dengannya?” Tanya dokter Kim yang heran akan tingkah keponakannya itu.

“aniyo…tak ada yang salah dengan coast itu, yang salah di sini adalah aku paman” ucap Suho yang membuat pamannya itu tak mengerti.

Suho tak berniat menjelaskan pada pamannya apa maksud dan tujuan dari perkataannya sebelumnya, dia langsung beranjak dari duduknya dan melenggang pergi dari ruangan pamannya itu tanpa permisi.

“dasar anak tak sopan!” rutuk pamannya yang bahkan tak di dengar oleh Suho.

Suho berjalan dengan gagahnya menuju pintu rumah sakit. Jujur saja, dia senang sekali bisa keluar dari rumah sakit ini setelah tiga hari dia berdiam diri di tempat yang paling di bencinya ini.

‘ah…setelah dari sini aku akan langsung ke club, Chanyeol dan yang lainnya pasti sudah menungguku di sana. Ah….dari kemarin mereka bersenang senang tanpa aku. Lihat saja aku pasti akan balas dendam nanti!’ Suho tersenyum puas dengan segala konsep yang ada di pikirannya sekarang. Bahkan dia sudah tak memperhatikan jalannya yang ada di pikirannya saat ini hanyalah bersenang-senang. Baginya hidup ini hanyalah untuk bersenang-senang.

-*************-

“yak!!! Lama tak jumpa denganmu chinguya….”

“aish…kalian tak melihatku hanya selama tiga hari dan kau bilang itu sudah lama eoh?” Suho memukul pelan lengan Chanyeol yang sudah merangkulnya.

“kau mau minum?” tawar Chanyeol sambil menyodorkan segelas wine pada Suho.

“of course!” Suho menerima gelas itu dengan senang hati dan berlanjut ke gelas-gelas berikutnya, ke botol-botol berikutnya dan mereka kini berakhir di lantai dansa bersama para gadis-gadis penghuni club itu.

Suho menikmati saat dirinya di kerumuni para gadis yang sering menemani malam-malamnya. Ya…dia menyukai hal-hal seperti ini.

“oppa~~ apa kau tak lelah?” seorang gadis bersandar di tubuh Suho.

“wae? Apa kau mau menemaniku malam ini sayang?” Suho menyentuh dagu gadis itu dan mendekatkan bibir mereka.

Di lantai dansa itu, kedua manusia itu bercumbu mesra. Mereka tak menghiraukan sekelilingnya dan terus melanjutkan ciuman panas mereka.

“oppa…ah…..” gadis itu mendesah ketika Suho menggigit kecil leher jenjangnya.

“ah….chagiya….aku sudah tak tahan lagi….” Suho menarik tangan gadis itu dengan kasar keluar dari Club menuju mobilnya yang terparkir di halaman club.

Dengan cepat Suho mengemudikan mobilnya menuju salah satu hotel di daerah itu.

Tanpa check in Suho langsung membawa gadis itu menuju kamarnya dan mereka mulai permainan panas mereka malam ini.

-***************-

Kring….kring….kring…..

Dengan nyawa yang belum terkumpul sempurna Hana mencoba meraih ponselnya yang sedari tadi berdering.

Setelah mendapatkan ponselnya, Hana mendapatkan sebuah nama yang tertera di layar ponselnya itu. Nama yang mengganggu pagi nya.

“waeyooo….” Jawab Hana dengan nada kesal.

“yak!!! Neo eodiseo? Aku sudah menghubungimu dari tadi dan kau baru mengangkatnya sekarang? Yak!!! Apa kau lupa tugas kita pagi ini?”

Seketika nyawa Hana terkumpul sempurna begitu mendengar serentetan kalimat dari sunbaenya di sebrang sana.

“ahh….nee…nee….jeongmal mianhaeyo…aku sungguh lupa. Aku akan berada di sana 15 menit lagi sunbaenim”

Dengan cepat Hana turun dari ranjangnya dan bersiap-siap, dia bahkan tak sempat berdandan dia hanya memakai bedak baby di wajahnya itu. Baginya hal-hal seperti itu tak terlalu penting, yang penting sekarang dia harus berada di tempat yang di maksud sunbaenya itu sebelum terlambat. Dia tak ingin mendapat nilai merah dari senior pembimbingnya yang terkenal galak itu.

-**************-

“ah….ah…..sunbaenim…..chaega yeogiseoyo……”

Yesung memandang Hana dengan kesal. Sebenarnya dia tak ingin marah pada Hana, tapi kalau tidak seperti itu Hana akan terus bermain-main dengan tugasnya.

“palli….kita harus mendata makanan di Hotel ini, Kim seongsaenim menginginkan datanya sebelum jam sepuluh nanti!” Yesung berjalan duluan dan Hana mengikuti sunbae nya itu dari belakang.

Hana dan Yesung mencatat dengan lengkap penjelasan dari sang juru masak dan ahli gizi dari bagian dapur hotel yang terkenal ini, bahkan tak ada satupun dari penjelasan keduanya yang tak di catat oleh dua calon dokter itu.

Ya…sebenarnya ini bukanlah tugas pokok seorang dokter tapi karena dokter pembimbing mereka sangat tertarik pada hal-hal yang terkandung dalam makanan jadilah mereka berdua bekerja seperti ini.

“kamsahamnida chef kami dapat melakukan tugas kami hari ini di dapur anda” ucap Yesung.

“nee..kami berharap penjelasan kami tadi dapat membantu kalian menyelesaikan tugas kalian”

Yesung dan Hana keluar dari dapur hotel itu dan mereka memutuskan untuk beristirahat sebentar di lobi hotel itu sambil memeriksa catatan mereka tadi.

“apa kau mencatatnya dengan lengkap?” Tanya Yesung dengan mata yang masih memandang buku catatannya itu.

“nee sunbaenim…aku mencatat setiap detail dari bahan-bahan yang di gunakan untuk membuat setiap menu, aku juga mencatat cara pengolahan dari makanan itu”

“baguslah, kalau kau mencatatnya dengan baik. Nanti kita tinggal ke rumah sakit dan menyerahkan catatan kita pada Kim saem…huft…semoga dia puas!” Yesung menyandarkan punggungnya pada sofa dan menutup matanya, Hana hanya melihat sunbaenya itu dan memakluminya.

Dia tahu beratnya pekerjaan seorang coast dari sunbaenya ini. Senin sampai Sabtu mereka harus stand by di rumah sakit, enam hari itu mereka bahkan tak pulang ke rumah jikalau tugas mereka menumpuk.

Bukan hanya harus stand by di rumah sakit dan merawat para pasien, mereka juga sebagai mahasiswa yang sedang kerja praktek juga harus menulis berbagai laporan bahkan yang bukan urusan mereka pun harus mereka urus. Contohnya seperti hari ini.

Ini hari Minggu dan seharusnya mereka libur dan beristirahat hari ini, tapi dosen pembimbing yang juga seorang dokter tak membiarkan mereka untuk menikmati masa istirahat mereka.

Huffttt……..

Hana menghela nafasnya. Kalau dia memikirkan hal-hal seperti itu dia merasa menyesal karena dulu masuk ke fakultas kesehatan dan memilih dokter seperti saat ini, seandainya dulu dia memilih jurusan bahasa pasti dia tak gila seeperti sekarang.

Dia sungguh ingin buang air kecil tapi karena lelah dia terus menundanya, dia tahu resiko dari menahan air kecil terlalu lama tapi lelahnya mengalahkan ilmu yang dimilikinya itu. Tapi kini dia sudah tak tahan lagi. Terpaksa dia harus mengesampingkan rasa lelahnya dulu dan berjalan ke arah toilet yang berada di sudut lobi hotel ini.

Hana mencuci tangannya di washtafel dan sesaat dia menatap pantulan dirinya di cermin. Matanya sudah menjelma menjadi mata panda dengan kantung mata yang semakin hari semakin hitam di balik kacamata besarnya itu.

“Hanaya….kenapa kau semakin hari semakin jelek eoh???” gumamnya pada dirinya sendiri.

Saat Hana sibuk memperhatikan dirinya yang tidak lagi seperti perempuan itu, seorang wanita dengan pakaian mininya masuk ke toilet dan berdiri di samping Hana.

Wanita itu mengeluarkan bedak dan lipstiknya dari clutch merah kecil. Hana memperhatikan wanita itu.

‘sudah berapa lama ya aku tak memakai yang seperti itu?’ Hana membatin.

Wanita itu memoles wajah cantinya dengan bedak dan lipstick itu, wanita itu tampak cantik dan kalau di bandingkan dengan Hana yang berada di sampingnya…. Ck….tak perlu lah di bandingkan. Sudah jelas keduanya seperti langit dan bumi.

Hana masih memperhatikan wanita itu dan dia melihat sebuah tanda kemerahan di tengkuk wanita itu.

Dia sepertinya sudah bias menangkap apa yang terjadi pada wanita itu semalam. Ya…wajar wanita secantik dia melakukan itu dan tak susah bagi wanita seprtinya untuk mendapatkan teman one night stand. Tak seperti dirinya, bahkan dia tak punya cerita bersama seorang pria seumur hidupnya. Pria terdekat baginya hanyalah ayah dan oppanya.

Hana berjalan keluar dari toilet dengan kepala yang tertunduk. Entah kenapa dia merasa down setelah melihat wanita cantik di toilet tadi, dia juga ingin cantik seperti itu. Dia juga ingin menikmati masa mudanya bukannya menghabiskan masa gemilangnya dengan berkeliaran di rumah sakit dengan segala macam obat yang setiap hari mewarnai hidupnya.

Akh…….

Hana meringis kesakitan saat tanpa sengaja kepalanya terbentur pada sesuatu. Dengan perlahan Hana melihat siapa dan apa yang telah mengenainya kepalanya.

Ternyata itu bukan suatu benda, tapi seseorang.

‘aigoo eotokhae?’ rutuknya

“yak!!!” pria yang ditabraknya itu membentak Hana. Tapi Hana pura pura tak mendengar bahkan dia berniat melewati pria itu seolah-olah tak terjadi apa namun pria itu tak ingin membiarkan Hana dan menahan tangan gadis itu ketika dia ingin pergi.

“yak!!! Kau sudah menabrakku dank au tak mau minta maaf eoh?” lagi-lagi pria itu membentak Hana.

Entah kenapa Hana tak berniat untuk memandang wajah pria yang tengah mencengkram pergelangan tangannya saat ini dan dia masih memilih diam.

“yak!!!” pria itu masih tetap mencengkram erat tangan Hana.

“lihat aku! Jangan Cuma diam, jangan jadi pengecut! Kalau kau salah akui kesalahanmu dan minta maaf”

“nee…..mianhaeyo….” ucap Hana singkat dan mencoba melepaskan tangannya dari genggaman pria itu.

“lihat aku dan minta maaf!” pria itu memaksa. Hana sepertinya mulai jenuh dengan pria di hadapannya sekarang dan akhirnya memilih untuk melihat wajah pria yang sedang berada di hadapannya saat ini.

Seketika suasana emnjadi hening saat keduanya saling memandang.

Baik Hana dan pria itu sama-sama tak mengatakan sepatah kata.

“Ki….kim Joon….myeon….” lirih Hana pelan menyebutkan nama pria di hadapannya itu.

Suho alias Kim Joon-Myeon terdiam. Dia tak menyangka bertemu lagi dengan Hana setelah kemarin dia melihat gadis ini lagi.

Seketika pandangan Suho mulai kabur. Dia melihat wajah Hana yang perlahan mengabur.

Brukk…..

Suho terjatuh ke lantai.

“yak!!! Yak!!! Suho ya…. Ireona….” Hana menggoncang-goncang tubuh Suho “cheogiyeo…..tolong aku….ada seseorang yang pingsan” seru Hana meminta tolong dan beberapa pegawai hotel mulai berdatangan menolong Suho.

Anyeonghaseyo…ini sebenarnya ffku yang menggunakan member EXO sebagai pemeran utamanya. Selama ini aku selalu menggunakan Kyuhyun. Jadi mohon di maklumi apabila ada kesalahan saat aku menggambarkan Suho itu seperti apa.

Tolong beri kritik dan saran yang membangun ya….

One thought on “[EXOFFI FREELANCE] I Hate (Love) You (Chapter 1)”

  1. Halooo..thor..,aq sejauh ini suka baca ff ini,ringan,tapi agak kependekan. Suho disini agak nakal ya..hehe..,trus kenapa tuh pingsan..kebanyakan minum2 ya.., ditunggu part selanjutnya..semangat ya thor..

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s