[EXOFFI FREELANCE] My Possessive Husband (Chapter 7)

EXO - MPH

MY POSSESSIVE HUSBAND [Chapter 7]

Author    : IFAngel (Wattpad: ifangel04) || (Instagram: @ifangel_04)

Length : Chapter || Genre : Romance, Family, Drama || Rating : T – Teen

Cast : Oh Sehun, Park Hyunji, Park Hyunhee, Kim Jongin a.ka Kai.

Additional cast : Park Chanyeol as Hyunhee and Hyunji’s old brother || Kim Minseok a.k.a Xiumin as Sehun’s assistant || Kim Junmyeon a.k.a Suho as Kai’s old brother  || Do Kyungsoo a.k.a Dyo as Kai’s assistant || Han Raerim as Chanyeol’s wife || Etc.

Summary: Dengan semua trauma yang dialami olehnya terkait kekasihnya dimasa lalu, membuatnya menjadi pria yang posesif. Namun sekali lagi hal buruk menimpanya dan dia tak dapat menerima hal tersebut. Kira-kira bagaimana dia menjalani hidupnya jika kehilangan kekasihnya lagi?

#1 || #2 || #3 || #4 || #5 || #6

Note: FF ini juga aku post di wattpad –ku. Link, klik disini.

Disclaimer: FF ini merupakan hasil dari pemikiran aku sendiri. Apabila ada kesamaan dalam alur, tokoh maupun latar itu merupakan unsur ketidaksengajaan. Maaf, atas adanya kesalahan maupun kekurangan dalam penulisan.

Don’t be silent readers! Please, leave comment after reading || Don’t copy without permission!  || Don’t plagiarize! || This story is mine and my work.

Setiap kritik & saran yang membangun sangat aku tunggu, butuhkan dan hargai guna membantu perbaikan aku dalam penulisan. Gomawo~

-ooOoo-Happy Reading-ooOoo-

Kini di kamar Hyunhee, hanya tinggal Raerim eonnie yang menunggunya sembari membaca buku di meja belajar. Karena anggota keluarganya yang lain sudah pergi, Ayah dan Chanyeol pergi ke kantor, sedangkan Ibu ke Butiknya. Hyunhee beranjak dari tempat tidur dan berjalan menuju lemari pakaian. Dia mengenakan mantel.

“Kau mau kemana?” tanya Raerim.

“Ke Rumah Sakit, menjenguk seseorang,” jawab Hyunhee.

“Kau yakin baik-baik saja?” tanya Raerim hendak memastikan kondisi adik iparnya.

“Ya … kenapa Eonnie sangat khawatir, aku hanya tercebur di kolam,” jawab Hyunhee santai.

“Dan tenggelam,” koreksi Raerim. “Kalau begitu aku ikut denganmu,” tawar Raerim.

“Baiklah, kalau Eonnie memaksa,” canda Hyunhee. Dia terkekeh.

___ ___ ___

Hyunhee bersama Raerim telah tiba di depan kamar rawat inap Sehun. Saat Hyunhee telah masuk, Raerim masih berdiri di depan pintu. Entah apa yang membuatnya tampak ragu untuk masuk ke ruangan itu, dan Hyunhee menariknya agar masuk. Di dalam ada Nyonya Oh dan menyambut Hyunhee saat datang.

“Dia siapa?” tanya Nyonya Oh saat dia melihat Raerim.

“Dia kakak ipar –ku, istrinya Chanyeol oppa,” jelas Hyunhee.

Raerim membungkuk dan memberi salam.

Hyunhee mengajak Raerim ke ruangan tempat Sehun berada. Saat melihat wajah pria yang tengah terbaring tak sadarkan diri itu, Raerim menatapnya seolah tak percaya dengan apa yang ada di hadapannya. Chanyeol memang sudah cerita padanya, mengenai pria yang menjadi kekasih dari Hyunji. Bahkan Raerim sendiri –pun, sempat terlintas di pikirannya saat Chanyeol menyebut nama pria itu. Tapi Raerim menepisnya, dengan alasan banyak orang dengan nama yang sama. Tapi siapa sangka, jika pria bernama Sehun yang Chanyeol ceritakan, ternyata sama dengan yang ada di pikirannya.

Bayangan masa lalu mengenai pria itu, tiba-tiba saja kembali muncul dalam pikiran Raerim. Dia mundur perlahan, langkah kakinya tampak goyah hingga membuatnya terjatuh di lantai. Hyunhee terkejut saat melihat kakak iparnya terduduk di lantai, lantas Hyunhee menolongnya berdiri dan di berikan air minum.

Eonnie, gwaenchanayo?” tanya Hyunhee. “Eoh … maafkan aku Eonnie, seharusnya aku tak memintamu ikut. Padahal kau baru pulang kemarin, maafkan aku.”

“Tak apa, aku hanya sedikit pusing,” jawab Raerim.

“Sebaiknya kau pulang, mari aku antar.”

“Tak usah, aku bisa pulang sendiri. Lagi pula, kau kan harus menemani Sehun,” tolak Raerim.

Eonnie ini keras kepala sekali, aku kan bisa kembali lagi setelah mengantarmu,” ucap Hyunhee ngotot. Mereka sama keras kepalanya.

“Kau nanti lelah, kau sendiri juga tadi pagi tenggelam di kolam renang,” ucap Raerim bersi kukuh menolak.

“Yang kelihatan sakit sekarang –kan, Eonnie. Eoh … ayo –lah, aku tak mau kena marah Chanyeol oppa hanya karena membiarkan Eonnie pulang sendiri dalam keadaan sakit seperti ini,” jelas Hyunhee dengan meminta.

“Siapa yang habis tenggelam?” tanya Nyonya Oh yang muncul tiba-tiba karena mendengar perdebatan kakak-adik ipar itu.

Hyunhee membisu. “Hyunhee yang tenggelam, Eomeoni,” ucap Raerim.

“OMO! Kau baik-baik saja, Hyunhee –ya?” Nyonya Oh menunjukkan ekspresi khawatirnya secara berlebihan. “Bagaimana bisa kau tenggelam?”

Hyunhee menyengir. “Ya, aku baik-baik saja Eomeoni. Itu karena aku berjalan di pinggir kolam lalu terpeleset,” jawab Hyunhee.

“Sudah, kalian pulang saja. Sehun biar aku yang menunggunya. Toh aku Ibunya.”

Hyunhee merasa tak enak jika pulang, tapi Nyonya Oh terus menyuruhnya untuk pulang. Akhirnya, bersama sang Kakak ipar dia pulang dengan diantar oleh supir Nyonya Oh.

Hyunhee sedang menonton TV di ruang depan saat Chanyeol dan Ayahnya pulang, lantas dia berlari dengan masih memegang snack untuk menghampiri dua orang pria tersebut dan memeluk Ayahnya.

“Tumben Appa pulang cepat,” ucap Hyunhee mulutnya yang penuh dengan snack.

Appa memang biasa pulang jam segini kok, kau saja yang selalu pulang malam,” jawab Appa. “Sudah makan?” tanya Ayah. Hyunhee mengangguk cepat beberapa kali, sembari menunjukkan snack yang di pegangnya. “Nasi?”

Kali ini Hyunhee menggeleng. “Eomma belum masak,” jawab Hyunhee terdengar seperti sedang mengadu kelaparan.

“Kenapa kau tak masak sendiri?” tanya Chanyeol.

“Masakan Eomma lebih enak,” jawab Hyunhee lalu mengacungkan ibu jarinya.

“Alasan, bilang saja kau malas. Kalau begitu kenapa tak memesan makanan,” ucap Chanyeol lagi.

“Tak punya uang.”

“Memang dasar kau malas!” Chanyeol menarik telinga Hyunhee.

Ayah memisahkan perselisihan dua anaknya itu. “Sudah, kita makan di luar saja. Beri tahu Ibu dan Kakak iparmu,” ucap Ayah.

“Raerim eonnie tampaknya kurang sehat,” ucap Hyunhee. Seketika Chanyeol langsung melesat ke lantai dua menuju kamarnya, dia bahkan menaiki dua hingga tiga anak tangga sekaligus dengan kaki jenjangnya itu.

___ ___ ___

Chanyeol mendorong pintu dengan kencang saat membukanya, membuat seseorang yang berada di dalam kamar terkejut.

Chagi –ya, gwaenchana?” tanya Chanyeol dengan nafas yang tersengal-sengal sembari menaiki ranjang untuk menghampiri Istrinya.

Raerim mengerutkan keningnya, bingung. “Ya,” jawab Raerim. Chanyeol tak percaya begitu saja, dia meletakkan tangannya pada dahi Raerim. Dia mendesah lega, syukurlah jika Istrinya tak sakit. “Oppa ini kenapa?” tanya Raerim masih bingung dengan tingkah suaminya.

“Hyunhee bilang, kau sakit,” jelas Chanyeol.

“Eyyy … anak itu berlebihan,” imbuh Raerim dibarengi kekehannya. “Aku tak apa-apa, sungguh,” ucap Raerim hendak meyakinkan suaminya itu. Chanyeol masih menatap Raerim. “Kau tak percaya padaku?” Raerim mengecup singkat bibir Chanyeol, membuat ekspresi terkejut tampak jelas di wajah Chanyeol.

“Kenapa kau malah menciumku?” tanya Chanyeol setelah dia menetralisir rasa kagetnya.

“Karena kalau aku sakit, aku tak akan mau menciummu,” jawab Raerim.

“Kenapa?” tanya Chanyeol lagi, seakan latah.

“Aku tak mau kau ketularan.” Raerim menjawab pertanyaan suaminya itu dengan sabar.

“Kau manis sekali,” ucap Chanyeol sembari mencubit gemas pipi Raerim.

Tiba-tiba Chanyeol mendorong tubuh Raerim, sampai membuatnya jatuh tertidur di ranjang. Chanyeol meletakkan dua tangannya di samping wajah Raerim, membuat istrinya itu kini berada dalam kung-kungannya.

-oOo- IFA -oOo-

Fajar perlahan mulai naik, beruntung ini bukan hari kerja. Baik Raerim maupun Chanyeol, mereka bangun kesiangan. Setelah membersihkan diri, mereka keluar dari kamar dan menuju dapur.

“Maaf Eomeoni, aku kesiangan,” ucap Raerim saat melihat Ibu mertuanya sendirian membereskan peralatan memasak.

“Bukan cuman kalian, anak itu juga bangun siang hari ini,” ucap Ibu sembari menoleh kearah Hyunhee yang baru datang dari ruang TV. “Kalau kalian wajah kesiangan, namanya juga pasangan suami-istri. Lah ini, anak gadis perawan juga kesiangan.”

“Salah Eomma … saat aku mau masuk kamar dan tidur, malah di suruh menemani Appa nonton bola,” gerutu Hyunhee. “Akh … badanku sakit semua, gara-gara tidur di sofa,” keluhnya kali ini. Hyunhee mengangkat kedua tangannya, hingga memelintirkan badannya ke kanan dan ke kiri untuk meregangkan tubuhnya yang kaku.

“Sama saja, di kamar –pun kau tak akan bisa tidur. Ada kegaduhan di sebelah kamarmu, semalam,” jelas Ibu. Hyunhee menatap Ibunya bingung, sedangkan Raerim hanya dapat tersenyum malu. Rupanya Ibu mertuanya tau, tentang rahasia di balik kamar semalam. “Raerim –ah, Eomeoni tunggu kabar baik dari kalian ya.”

“Y .. ya, ya Eomeoni,” jawab Raerim tergagap.

“Bangunkan suamimu, kita akan sarapan,” ucap Ibu pada Raerim. “Kau, bangunkan Appa,” titah Ibu pada Hyunhee.

Hyunhee berdecak. “Aku sebal dengan Appa, bisa-bisanya Appa pindah ke kamar, sementara aku di tinggalkan sendirian di ruang TV saat tertidur disana,” ucap Hyuhee merajuk.

“Itu karena Appa tak ingin membangunkanmu, kau itu –kan akan susah tidur lagi kalau di bangunkan,” jelas Ibu. Namun sebenarnya, inti masalahnya bukan itu.

“Tetap saja,” jawab Hyunhee lalu pergi.

___ ___ ___

Keluarga Park saat ini tengah sarapan, Hyunhee menyelesaikan sarapannya lebih dulu dan beranjak dari meja makan. Namun dia kembali dan menghampiri Oppa –nya, Chanyeol.

Oppa, apa semalam kau bertengkar dengan Raerim eonnie?” tanya Hyunhee. “Baik-baiklah kau pada Eonnie, dia –kan jarang-jarang pulang.” Hyunhee menghembuskan nafasnya. “Gara-gara kalian bertengkar, aku tak bisa tidur di kamar. Kata Eomma, kalian membuat kegaduhan,” jelas Hyunhee. “Aku mau melanjutkan tidur, jangan ganggu aku,” ucap Hyunhee terdengar seperti sebuah peringatan, setelah itu dia meninggalkan meja makan dan naik menuju kamarnya.

“Anak itu benar-benar tidak tau, atau apa?” tanya Chanyeol heran setelah mendengar serentetan kalimat yang di ucapkan Hyunhee.

“Jelas dia tak tahu, dia masih polos,” jawab Ayah.

“Kalau begitu, harus ada yang memberi tahunya. Bisa-bisa dia kaget saat menikah nanti,” ucap Chanyeol lagi.

“Jangan coba-coba mengotori pikiran putriku, yang masih bersih itu,” ucap Ayah memperingati putra sulungnya itu.

Tapi Chenyeol malas terkekeh mendengar ucapan Ayahnya barusan.

Benar saja, seperti ucapannya saat sarapan, Hyunhee tidur hingga fajar terbenam. Chanyeol menghampiri kamar Adik perempuannya itu, untuk membangunkannya.

Chanyeol mengguncang-guncangkan tubuh Hyunhee dan sesekali menepuk pipinya, itu cara membangunkan seseorang yang jauh dari kata lembut. “Ya! Ireona palli!” teriak Chanyeol tepat di telinga Hyunhee.

Plak!

Hyunhee berbalik dan tanpa sengaja mendaratkan tamparan di pipi Chanyeol. Hyunhee berlonjak kaget saat tangannya menyentuh sesuatu dengan keras dan dia –pun merasa kesakitan. Saat dia bangun, di lihatnya sang Oppa sedang memegangi sebelah pipinya. Kini Hyunhee mengetahui apa yang baru saja dibuatnya adalah suatu kesalahan fatal.

Hyunhee berguling ke sisi ranjang yang kosong, hendak meloloskan diri dari amukkan sang Oppa. Namun malang, bahkan sebelum dirinya jatuh –pun, dia sudah tertahan. Chanyeol menarik selimut yang melilit tubuh Hyunhee.

“Kau pikir bisa lolos, setelah menamparku,” ucap Chanyeol terdengar menakutkan bagi Hyunhee.

Tak!

Sebuah jentikkan keras diberikan Chanyeol untuk Hyunhee, di dahinya. Gadis itu menggosok-gosokkan dahinya dengan tempo cepat. “Rasakan!” ucap Chanyeol puas lalu meniup jari telunjuknya.

Oppa kejam sekali,” oceh Hyunhee.

“Mau lagi, eoh?” tanya Chanyeol bersiap-siap dengan meletakkan jentikkan jarinya di depan dahi Hyunhee. “Katakan. Sebelum aku menyentilmu, lagi,” ucap Chanyeol seakan memperingatkan. “Apa yang kau bisikkan padaku pada malam itu?”

“Apa?” Hyunhee bertanya balik. “Ohhh~ Itu!” Hyunhee mendekatkan mulutnya pada telinga Chanyeol dan mulai membisikkan sesuatu.

“Ya ~ Ish! Kau meledekku, eoh?” Chanyeol kembali menyentil dahi Hyunhee. “Masih tak mau bicara?” Chanyeol memberikan Hyunhee kesempatan.

“Baiklah .. Baiklah .. aku bilang; Oppa –ku yang tampan, maafkan aku mengganggu malammu bersama Raerim eonnie,” ucap Hyunhee pelan.

“Apa? Apa? Kau bilang apa tadi?” tanya Chanyeol seakan dia tuli, sehingga membuat Hyunhee mengulangi perkataannya barusan.

“ … maafkan aku mengganggu malammu bersama Raerim eonnie,” ucap Hyunhee mengulangi kata-katanya.

“Bukan, bukan yang itu. Yang kau bilang, aku ini … apa tadi.”

“Akh … sudah! Aku malas mengatakannya lagi. Oppa cuman mau dengar pujiannya saja –kan?”

“Baiklah. Aku serius, kau jawab pertanyaanku yang satu ini dengan jujur, maka kau boleh pergi,” ucap Chanyeol kali ini benar-benar serius. “Katakan. Kau benar-benar tenggelam atau sengaja tenggelam?” tanya Chanyeol kembali membahas kejadian kemarin pagi.

[Flashback]

Di saat orang-orang di rumahnya masih terlelap dalam mimpinya, Hyunhee bangun dan beranjak dari tempat tidur. Dia menuruni tangga dan pergi menuju dapur, dia haus. Sembari membawa gelas, dia hendak kembali ke kamar. Namun Hyunhee menghentikan langkahnya, saat melihat halaman belakang dari balik jendela. Dia melangkahkan kakinya keluar, berjalan menuju ayunan dan duduk disana. Hyunhee menyentuh tempat kosong di sebelahnya, biasanya dia menaiki ayunan bersama Hyunji dan Chanyeol oppa yang mendorongnya. Seperti beberapa saat lalu, sebelum keberangkatannya ke London.

Tapi itu, hanya tinggal memori. Butuh waktu untuknya agar dapat menaiki ayunan itu kembali bersama Hyunji, dan itu entah kapan. Hyunhee beranjak dari ayunan, langkah kakinya berjalan menghampiri kolam renang. Dia duduk berjongkok di tepi kolam renang, dapat dia lihat pantulan dirinya di air.

“Hyunji –ya … apa kau berada di dalam sana?” titik air mata jatuh ke dalam kolam. “Tidakkah kau merasa dingin?” air mata itu semakin deras mengalir keluar dari pelupuk mata Hyunhee. “Cepatlah kembali,” ucap Hyunhee dan mengakhiri rintihan air matanya. Hyunhee beranjak bangun, namun sepertinya kakinya masih lemas. Dia jatuh dan tercebur ke dalam kolam.

Dingin,’ gumam Hyunhee. Dia melihat ke arah samping, seperti fatamorgana … ada Hyunji di sebelahnya. Perlahan dia mulai mendekati dasar kolam dan hilang kesadaran.

[Flashback End]

Chanyeol merengkuh Hyunhee dalam dekapannya, dia ikut menitikkan air mata. “Hyunhee –ya, Oppa mianhaemianhae …,” ulang Chanyeol beberapa kali. “Aku tak tau kau begitu kesepian dan menderita.”

Pemandangan haru terjadi beberapa saat, sebelum akhirnya Ibu datang.

“Kalian sedang apa?” tanya Ibu yang menyaksikan Kakak-Adik itu saling berpelukkan di atas ranjang. “Kau dirusuh panggil adikmu, tapi malah tak turun-turun,” ucap Ibu pada Chanyeol.

___ ___ ___

Keluarga Park tengah makan malam bersama saat ini, di sela-sela keheningan, Chanyeol mulai angkat bicara.

“Hyunhee menangis tadi,” ucap Chanyeol dan mendapat tatapan dari Hyunhee, Oppa –nya itu benar-benar tak bisa jaga mulutnya. “Dia bilang, dia kesepian.”

“Aku tak bilang begitu, Oppa sendiri yang menyimpulkannya,” protes Hyunhee.

“Apapun itu, kau tetap sedang kesepian saat ini. Cha ~ katakan. Saat ini kau sedang ingin apa atau melakukan sesuatu? Apapun akan aku penuhi, untuk membuatmu senang,” tawar Chanyeol pada Hyunhee. Gadis itu masih tampak berpikir, membuat Chanyeol tak sabar. “Bagaimana kalau ke Taman Hiburan?” tawar Chanyeol.

Hyunhee kembali berpikir. “Tampaknya akan menyenangkan, tapi terasa tak adil bagi Hyunji. Aku bersenang-senang, sedangkan dia entah bagaimana keadaannya. Lagi pula, lusa Raerim eonnie akan kembali bekerja. Eonnie harus istirahat.”

“Terus apa?” desak Chanyeol.

°

°

Dan disinilah mereka semua berakhir, di ruang depan untuk menonton TV. Itu adalah permintaan Hyunhee yang dia ajukkan pada saat sebelumnya. Chanyeol menatap malas ke arah layar kaca, begitu juga dengan anggota keluarga lainnya. Hanya Hyunhee yang tampak bersemangat menontonnya, sebuah film kartun lama.

“Ya Tuhan … ku pikir saat kau bilang ingin menonton, maka kita akan menonton film baru di bioskop. Tapi yang terjadi, kenapa malah seperti ini?” keluh Chanyeol.

“Nanti saja kita jalan-jalannya, saat Hyunji sudah kembali,” ucap Hyunhee tanpa mengalihkan pandangannya dari layar TV.

….-ooOoo-IFA-ooOoo-….

Bertempat di roof top dari sebuah perusahaan, tampak seorang pria dan wanita tengah berbicara. Hingga tiba-tiba pintu akses masuk ke roof top tersebut terbuka. Melihat seseorang datang, lantas pria itu langsung mencium wanita yang jadi lawan bicaranya tadi.

Menyaksikan dua orang yang tengah berciuman itu, membuat matanya memanas dan lidahnya terasa kelu. “Se … Sehun –ah,” ucapnya terbata. “Bagaimana bisa kau lakukan ini padaku?”

Karena mendengar sebuah suara, maka wanita tersebut langsung melepaskan tautan bibirnya dari pria yang di panggil dengan nama Sehun.

Seakan tertancap dua bilah pisau di jantungnya, orang tersebut tak kalah terkejut saat melihat wajah wanita yang barusan di cium oleh Sehun. “Ka … kau?” ucapnya kembali terbata-bata. Tanpa banyak bicara dia segera pergi meninggalkan roof top.

“Raerim eonnie,” ucap Hyunhee sembari mengguncangkan tubuh Raerim. “Kita sudah sampai bandara, bangun,” lanjutnya.

Raerim menerjapkan matanya. “Akh … maaf,” ucapnya seraya mengangkat kepalanya dari bahu Hyunhee. “Kenapa kau tidak bangunkan Eonnie? Bahumu pasti pegal karena terus ku –sandari.”

“Tak apa Eonnie, aku memang sengaja tak membangunkanmu,” ucap Hyunhee lembut.

Gomawo,” ucap Raerim.

___ ___ ___

Chanyeol memeluk lama sang Istri, seakan tak pernah mau lepas darinya. Hingga membuat Hyunhee menarik-narik bajunya. “Oppa, gantian. Sekarang giliranku yang memeluk Raerim eonnie,” ucap Hyunhee. Tapi Chanyeol tak kunjung melepaskan pelukkannya pada sang Istri, membuat Raerim terpaksa mendorong Chanyeol.

Eonnie, sehat-sehat ya. Dan cepat kembali,” ucap Hyunhee dalam pelukkan Raerim.

“Kau juga. Dan jangan sedih lagi, Hyunji pasti akan segera di temukan,” balas Raerim dan melepaskan pelukkannya.

Chanyeol kembali menghampiri Raerim dan memeluknya kembali, Raerim membiarkannya untuk sementara waktu. “Oppa, jadwalku sebentar lagi tiba,” ucap Raerim. Seakan tuli, Chanyeol tak menggubris ucapan Raerim dan terus memeluknya, bahkan semakin erat.

[TBC]

Raerim memimpikan Sehun. Sebenarnya apa hubungan Raerim dengan Sehun di masa lalu?

○○○○○○○○○

[Preview Chapter 8]

Seorang gadis melangkah mendekati ranjang seorang pria yang sedang berbaring disana. Langkahnya begitu lambat dan ragu.

“Hyunji –ya,” panggil pria yang berbaring di ranjang itu sembari menggenggam tangan sang gadis.

“Ya,” ucapnya pelan, hampir tak terdengar.

“Hyunji –ya,” panggil Sehun lagi. “Kenapa kau terus menunduk? Kau enggan melihatku? Masih marah padaku?” tanya Sehun.

“Tidak,” jawabnya singkat dan tampak masih enggan mengangkat kepalanya atau –pun menatap Sehun. “Mianhae.” Titik air mata jatuh dari pelupuk matanya.

°°°

Duh … banyak yang mau aku omongin di sini. Pertama, aku mau kasih tau kalau FF My Possessive Husband juga aku post di wattpad –ku. Itu emang niatku udah lama, setelah chapter 5 di post di EXOFFI, maka akan aku post di juga di Wattpad. Tapi baru kesampaian bilangnya di kesempatan ini. Oh ya, aku juga buka akun instagram untuk info update FF, atau kalian yang mau curhat dll juga bisa. DM aja.  *modus promot*

Selanjutnya, aku baca komentar kalian. Disana banyak yang tebak-tebak buah manggis ya >O< Menyenangkan sekali aku bacanya, menunjukkan sisi antusias kalian untuk kelanjutan FF ini. Terima kasih :’-) Sayangnya, sejauh ini belum ada yang benar tebakkannya. Tapi jangan patah semangat, karena aku menghargai setiap komentar kalian.

See you next chapter

#XOXO

Let’s see my other fanfiction on wattpad. –My Weird Married

– Dia hanya ingin bebas dari aturan orang tuanya, namun yang terjadi malah dia mengalami hubungan pernikahan yang aneh, bersama orang yang aneh pula. –

Length    : Chapter || Genre: Romance, School Life, Family and Friendship. || Rating: T – Teen

Main Cast : Oh Sehun, Lee Hyunhee, Jung Jiyeon & Park Chanyeol.

Additional Cast : Oh Sekyung, Lee Yura, Kim Jongin and etc.

31 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] My Possessive Husband (Chapter 7)”

  1. Hai..hai..thor..cepat juga nih part 7 nya..girang habis nih..hehe, ada yang mencurigakan dari sehun ketika dia berselingkuh dari raerim..,trus hyunji kemana sih thor..jangan lama ilangnya,tar nongol kalo bisa jadian ama baehyun.(.pletak,emang yang nulis siapa tong..di jitak author)..semangat thor..semangat nulis..semangat promo ya..wkwk..

    1. Sebenarnya sama saja update chapter baru itu, karena untuk author freelance cmn bisa mengirimkan cerita di hari sabtu/minggu. Jadi aku sudah mengirimkan FF pada saat hari itu. Cepat/tidaknya FF di post di blog ini tergantung Admin EXOFFI. Seperti itu chingu -ya 😀
      Sehun berselingkuh dari Raerim? O.o Uoh, itu pasti karena mimpi Raerim yg itu ya, makanya kamu ngira begitu.
      Maafkan aku, aku belum bisa memberi kabar ttg Hyunji. Itu rahasia xD Hehe..
      Hmmm~ Hyunji pas nongol tau-taunya sama Baekhyun. Boleh juga tuh. Tapi Sehun sama siapa nanti? Bisa patah hati dia U_U
      Hahah.. Terima kasih~
      Follow ya, Watpadd sama IG -ku 🙂

    1. Hmmm~ masa lalu Raerim-Sehun. *mikir* Yg pasti mereka punya hal belum terselesaikan di masa lalu. #inispoiler #spoilergakmutu

      Kai aman aja kok di London, masih ada D.O yg jagain dia. Btw, dia masih sering ngerengek di telp sama Suho. Minta di pulangin ke Korea. Kkkk~ 😀

  2. betenya dikasih preview malah bikin tmbah penasaran..mnding ga ad preview biar ga nugguin tiap hari udah apdet apa blom 😦
    maki ruweh aja critanya ini,,ujung2nya ntr hyunji nya ga jadi sama sehun lagi ne :/

    1. Kan emang itu tujuannya di kasih preview, Chingu -ya. Biar penasaran xD
      Aku gak tau harus bilang apa, tapi terimakasih sudah menunggu FF picisan nan absurd ini :’) #terharu
      Maaf keun daku mengenai ceritanya yg makin mengejelimet, semoga kalian gak bingung dgn alur ceritanya. *karena hidup sendiri selalu penuh teka-teki
      Jadi kamu tim Hunji & mau mereka bersama? >o<

    1. Tentunya tetap berusaha mencari Hyunji. Bagaimanapun Tuan Park tetap sosok ayah yg kehilangan putri yg disayanginya, begitu juga dgn anggota keluarga yg lain. O:)

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s