[EXOFFI FREELANCE] Anemone – That Man (Chapter 4)

anemone-THAT MAN.jpg

ANEMONE – That Man

Story & Art by DTH9707 (Twitter: @xdth9707 IG: DTH9707)

CAST

You can find at the story

GENRE

Romance, Sad, Hurt

LENGTH

Chapter

Rating

18

This is story pure of my mind. So, please comment for your appreciate. And, typo at everywhere. You can find the same story at my wordpress (Blackangel1004.wordpress.com) and my wattpadd (@DTH9707)

Watch the trailer

https://www.youtube.com/watch?v=9ijbvVdr54g

.

Balutan dress mewah keluaran salah satu brand ternama di dunia makin menambah pesona gadis cantik itu malam ini. Ri Chan yakin jika dress yang ia pakai pasti harganya sangat mahal. Sebenarnya, ia sering dibelikan barang-barang mahal oleh kekasihnya tapi tetap saja ia masih merasa tak nyaman untuk memakainya. Sebab, dress yang dibeli untuknya hanya bisa dipakai satu kali saja. Sehun tidak akan mengijinkannya untuk memakainya yang kedua kali karena ia harus menemani kekasihnya ke acara-acara perusahaannya atau menemani acara mewah seperti ini. Dan orang kaya tidak akan memakai baju pesta untuk kedua kalinya di setiap acara

Memang ya, orang kaya itu beda.

Tapi untuk malam ini ia tidak datang bersama Sehun, melainkan Kai. Sebal juga rasanya, Sehun tak bisa ia hubungi tapi pria itu bisa menghubungi sahabatnya -Kai. Sehun mengijinkan Kai untuk membawa Ri Chan menemaninya ke pesta pernikahan salah satu rekan bisnis mereka. Untung saja, Ri Chan mengenal orang yang membuat acara tersebut. Jadi ia sedikit menikmati acara tersebut.

Kini, ia duduk di pinggir ruangan tersebut. Gadis itu tidak tahan untuk terus berdiri apalagi harus menggunakan high heels yang tinggi haknya sekitar 10 cm. Ugh, rasanya Ri Chan ingin memotong kakinya sekarang juga. Dia lebih nyaman untuk memakai sendal jepit ketimbang high heels yang ingin membunuhnya secara perlahan.

‘Memang ya, jiwa Upik Abu tidak bisa berubah menjadi Cinderella,’ batinnya.

Ngomong-ngomong balik lagi ke soal dress yang ia pakai, Ri Chan sedikit tidak percaya bahwa Kai akan membeli dress yang sesuai kepribadian Ri Chan yang tidak terlalu senang membuka aurat. Gadis itu tahu, jika Kai itu pria mesum. Sangat mesum. Ia selalu membawa kekasih-kekasihnya yang seksi itu untuk menemani dirinya ke acara seperti ini. Ri Chan harus sampai mengelus dada setiap melihat busana yang kurang bahan yang dipakai oleh gadis-gadis yang Kai bawa itu.

Dress berwarna putih. Bagian atas berbahan kain brokat dengan hiasan beberapa berlian mengkilat. Berlengan pendek sehingga bisa memperlihat tangan putihnya, serta bagian kerah yang menutupi seperempat lehernya. Rok yang berwarna senada yang panjangnya pas selutut, sehingga bisa memperlihat kaki jenjang gadis cantik itu. Simpel namun manis, itulah pandangan orang-orang yang melihatnya. Sopan dan elegan. Ri Chan senang dengan pilihan Kai. Ini sangat cocok dengannya karena tidak terlalu memperlihatkan lekuk tubuhnya. Serta, bisa menutupi bekas merah yang ditinggalkan oleh Sehun di daerah sekitar pundaknya.

Kai pun muncul di hadapan gadis itu. “Ayo bangun, jangan duduk terus. Ayo, kita temui Donghae hyung!”

“Kaki ku sakit, Jong In!” Cicitnya. Kai terkekeh melihat Ri Chan yang mengerucutkan bibir serta merajuk padanya.

“Apa perlu aku gendong?” Godanya. Ri Chan bangun dari duduknya dan mendorong bahu pria itu pelan.

“Ayo, kita temui Donghae oppa. Aku ingin mengucapkan selamat atas pernikahannya,” ucap Ri Chan dengan nada kesal.

Kai tersenyum kecil ketika Ri Chan menarik tangannya. Pria itu terus menatap tangannya yang sedang digenggam oleh tangan Ri Chan. Ia tersenyum kecut, jika ia harus menyembunyikan perasaan yang sebenarnya dan juga mengingat bahwa gadis yang sedang menarik tangannya ini adalah kekasih sahabatnya. Miris.

“Selamat atas pernikahanmu, oppa dan unni. Aku turut bahagia!” Ri Chan memeluk pengantin wanita -Hae Su, kemudian disusul dengan Donghae yang sebagai pengantin prianya.

“Terima kasih untuk adik kecilku yang manis,” balas Donghae sambil melepas pelukannya. “Jadi, kapan kau akan menyusul kami?” Goda Donghae.

“Ih, apaan sih? Aku kan masih kecil. Aku masih kuliah. Masih semester 6. Pernikahan masih jauh, oppa!”

Hae Su, Kai dan Donghae pun tertawa mendengar ocehan gadis itu. Bahkan pria asing yang memiliki tubuh tinggi, yang sejak tadi sedang berbincang dengan Donghae juga ikut tertawa. Pria asing? Sepertinya, Ri Chan sedikit familiar dengan wajah itu, tapi dimana ia pernah bertemu pria itu?

“Selamat atas pernikahanmu, hyung. Segera buat keponakan satu untukku ya,” Ucap Kai.

“Terima kasih, Kai. Kau ini, memangnya mudah membuat anak?”

“Ya iya, hyung. Membuat anak itu gampang. Kau tinggal.. ARGGHH!!!” Belum sempat menyelesaikan perkataannya, Ri Chan sudah mencubit pinggang pria itu. “Hentikanlah pikiran mesummu itu, Kim Jong In!” Hardik Ri Chan.

“Iya iya.. sakit. Tolong lepaskan. Maafkan aku,” cicit pria itu. Ri Chan melepaskan cubitannya kemudian mendengus sebal.

“Loh, kalian cuma berdua? Sehun dimana? Dari tadi aku tidak melihatnya.” Raut wajah Ri Chan berubah saat Hae Su menanyakan keberadaan Sehun. Kai yang tahu ekspresi mendadak dari gadis yang ada di sebelahnya. “Sehun sibuk. Tiba-tiba ia harus pergi ke Singapura tadi siang, jadi Ri Chan saja yang mewakilkan Sehun,” tutur Kai.

“Jadi, dia lebih mementingkan bisnisnya dari pada pernikahan hyungnya. Lihat saja, nanti aku akan memberinya pelajaran!”

“Kau yakin hyung? Apa kau berani? Dia kan lebih kaya dari pada kita. Jangan sampai investasi yang Sehun berikan ke perusahaanmu kemudian dia tarik,” canda Kai. Pria itu mencoba menakuti pria yang memiliki umur lebih tua darinya.

Donghae berdecak saat menyadari posisinya yang tidak sebanding dengan pria bernama Sehun. “Kau benar. Bisa bangkrut kalau itu terjadi,” ucap Donghae yang kemudian disambut oleh tawaan orang-orang yang ada disekitarnya.

Kai pun meminta ijin untuk pergi sebentar untuk ke toilet. Donghae baru menyadari jika ia lupa untuk mengenalkan pria jangkung yang sejak tadi ada disampingnya. “Oh iya, aku hampir saja lupa” ucapnya.

“Ri Chan, kenalkan ini Park Chan Yeol. Chan Yeol, kenalkan ini Ri Chan. Ia sudah ku anggap sebagai adikku.”

Ri Chan menyambut uluran tangan Chan Yeol yang mengajaknya untuk bersalaman. Tak lupa juga ia memberikan senyum kepada pria itu. “Kau harus menyicip kopi buatannya. Dia pintar sekali meracik kopi. Bahkan, dia membuka sebuah kafe,” kata Donghae yang sedang memuji Chan Yeol.

“Oh iya, bukannya kamu itu suka sekali kopi? Kau harus mencoba kopi buatan Chan Yeol. Eonni jamin kau akan menyukainnya,” Imbuh Hae Su.

“Donghae hyung, Hae Su noona, hentikanlah!” Pinta Chan Yeol. Pria itu harus menyembunyikan perasaan malunya.

“Benarkah itu?” Tanya Ri Chan antusias. Hae Su menganggukan kepalanya. “Kalau begitu, kau tinggal datang ke kafenya saja. Kalo tidak salah tidak jauh dari kampusmu. Kau tahu, Le Cafe Coffe?”

Le Cafe Coffee? Itu kafe yang sering aku kunjungi, eonni. Aku suka sekali dengan kopinya!” Balas Ri Chan antusias.

“Jadi kau pemilik kafe itu?” Ri Chan bertanya pada Chan Yeol tidak percaya.

“Ehm, ya. Aku pemilik kafe itu.”

Ri Chan memberikan ekspresi takjubnya. “Wooow.. aku suka sekali pergi ke kafemu!” Kata Ri Chan lagi.

“Bukan cuma pemilik kafe saja, Ri Chan. Chan Yeol ini juga pewaris dari Luxury Group. Saingan perusahaan kekasihmu,” tukas Donghae.

Ri Chan pernah mendengar nama Luxury Group. Berarti sama seperti dengan Sehun, keluarga Chan Yeol memiliki pengaruh dalam pergerakan ekonomi di Korea Selatan. Tentu saja, perusahannya tidak saja meliputi restoran-restoran bintang lima yang sudah menembus beberapa negara di Eropa saja, tetapi ada perhotelan, resort, teknologi dan industri hiburan.

“Tapi sepertinya dia lebih memilih menjalankan kafe kecilnya itu daripada melanjutkan bisnis keluarganya,” ucap Donghae. “Apakah kau tidak dimarahi orangtuamu, huh?” Tanyanya pada pria yang memiliki postur tinggi tersebut.

“Tidak. Orang tuaku kan memberikan kebebasan padaku, hyung. Lagipula, kafe tersebut kugunakan untuk belajar bisnis kecil-kecilan saja,” jawab Chanyeol.

“Namun sekarang aku sudah mulai fokus untuk menjalankan bisnis keluarga karena Ayahku sudah mulai beranjak tua, sehingga beberapa kali aku harus pergi meninggalkan kafe. Aku tidak tahu ke depannya, apakah akan tetap melanjutkan kafe atau menutupnya, mengingat aku yang sedang sibuk mengurus bisnis keluargaku.”

Ri Chan mengerutkan dahinya. “Menutupnya?” Ada nada kecewa saat Ri Chan mengatakan kalimat itu. “Berarti aku tidak bisa minum kopi di kafe mu lagi?” Tanyanya.

“Kau tahu, kopi yang ada di kafemu itu sangat berbeda dari kopi yang ada di tempat lainnya? Kalau itu tutup, hidupku akan merana.”

Hae Su terkekeh kecil sedangkan Donghae memutar bola matanya malas saat sifat hiperbola Ri Chan keluar. “Aish, kau terlalu berlebihan. Hubungi saja dia, pasti Chan Yeol akan langsung membuatmu kopi!” Saran Donghae pun disambut tawa kecil dari Ri Chan. “Mungkin itu ide yang bagus, sayang.” Balas Hae Su pada suaminya.

Donghae beserta istrinya pamit untuk mendatangi tamu lainnya. Otomatis meninggalkan Chan Yeol dan Ri Chan sendirian. Mereka terdiam sejenak sambil melihat suasana pesta malam ini. “Jangan-jangan selama ini kau yang meracik kopi yang aku pesan?” Tanya Ri Chan membuka keheningan diantara mereka.

“Iya, aku yang membuatkannya. Aku sering melihatmu datang ke kafeku,” balas pria itu. “Woow.. aku tidak menyangka, akhirnya aku bisa bertemu dengan barista yang membuatkanku kopi. Kopimu sungguh enak.”

“Terimakasih atas pujiannya, Ri Chan-ssi!”

“Sama-sama,” balas gadis itu.

Lampu pesta perlahan meredup menambah efek romantisnya malam itu. Ternyata sudah sampai puncak acaranya. Dansa. Acara dansa baru dimulai saat saat Donghae dan Hae Su mulai berdansa di tengah-tengah ballroom. Semua mata tertuju kepada sepasang pengantin tersebut. Begitu pun juga Ri Chan, gadis itu sedikit membayangkan jika yang berada disana adalah dirinya dan Sehun. Ri Chan memperhatikan sebuah cincin dengan berlian blue sapphire melingkar di jari manisnya. Cincin pemberian dari kekasihnya. Apakah hubungannya akan berlanjut ke jenjang yang lebih serius daripada hubungannya saat ini? Apa Sehun adalah pria yang akan ditakdirkan bersama dirinya?

Setelah kurang lebih tiga menit, beberapa pasangan lainnya dipersilahkan untuk ikut berdansa di ballroom tersebut dan sisanya ikut menonton di pinggiran ballroom saja, termasuk dirinya dan Chan Yeol. Chan Yeol melirik gadis yang ada di sebelahnya sedang asyik menatap ke arah pengantin yang sedang berdansa. Gadis itu menikmati lagu yang mengiringi dansa malam ini.

One look at you,
My whole life falls in line.
i prayed for you
before i called you mine.
Oh i can’t believe it’s true sometimes.
Oh i can’t believe it’s true.

I get to love you.
It’s the best thing that i’ll ever do.
I get to love you.
It’s a promise i’m making to you:
Whatever may come your heart i will choose
Forever i’m yours, forever i do.

I get to love you
I get to love you

Terbesit rasa keinginan untuk mengajak Ri Chan berdansa tapi Chan Yeol tidak berani. Baru saja mereka berkenalan, masa Chan Yeol sudah berani mengajak gadis yang baru dikenalnya berdansa. Bagaimana jika Ri Chan berpikiran buruk tentangnya dan juga menolak ajakannya? Pasti dia akan malu dan di cap brengsek oleh gadis itu.

“Ri Chan-ssi…”

“Chan-ah, kau ada disini ternyata. Ayo, kita berdansa!” Chan Yeol menarik niatannya saat tiba-tiba Kai kembali dan malah mengajak Ri Chan untuk berdansa. Sepertinya ia kalah start dari Kai.

“Kau yakin? Aku bisa menginjak kakimu looh!” Ucap Ri Chan. Gadis itu mengingat kejadian-kejadian dimana Sehun yang sering mengajaknya ke pesta dan jika ada acara dansa seperti ini, Sehun akan berdansa dengan Ri Chan. Dan sudah sering kali Ri Chan menginjak kaki kekasihnya itu.

“Aku ini kan terkenal sebagai raja dansa semenjak di bangku sekolah. Kau meragukan kemampuan dansaku, hm?”

Ri Chan memutarkan bola matanya malas saat mendengar kenarsisan pria itu. “Aku akan membagikan ilmuku padamu. Jadi, kau tidak perlu takut!” Tambah Kai lagi.

Tanpa menunggu jawaban dari Ri Chan, Kai sudah menarik tangan gadis itu. Kai sempat menyapa Chan Yeol sebelum pergi meninggalkan pria itu. Apakah Kai mengenal Chan Yeol? Tentu saja ia kenal. Seperti keluarganya dan keluarga Sehun yang berasal dari keluarga kaya raya, keluarga Chan Yeol pun juga sama kaya dan sama terkenalnua seperti mereka. Jadi, Kai mengenal Chan Yeol yang merupakan salah satu mitra bisnis keluarganya.

Ri Chan pamit kepada Chan Yeol saat Kai mulai menariknya menuju tengah ballroom. “Kau mengenal pria itu?” Tanya Ri Chan. Kini kedua tangannya sedang mengalung di leher pria itu, sedangkan Kai melingkarkan kedua tangannya di pinggang ramping Ri Chan.

“Tentu saja aku mengenalnya,” jawab Kai. Ri Chan hanya membulatkan mulutnya ber-o ria sembari menganggukan kepalanya.

Kai menikmati malam ini. Kapan lagi ia bisa berdansa dengan gadis yang selama ini ia cintai secara diam-diam. Terpaksa harus memendam perasaan selama sepuluh tahun lebih karena tidak ingin merusak hubungan pertemanannya dengan Ri Chan, ditambah lagi tidak inging merusak persahabatannya dengan Sehun. Jika kalian ingin tahu, Kai-lah yang pertama kali bertemu dengan Ri Chan dibandingkan dengan Sehun. Sehun memang sahabatnya sejak masa kanak-kanak, namun Sehun harus mengikuti kedua orang tuanya pindah ke Amerika Serikat demi melebarkan sayap bisnis keluarganya. Kai bertemu dengan Ri Chan saat mereka berada di satu sekolah dasar yang sama. Dirinya yang saat itu duduk di kelas enam dan Ri Chan yang berada di kelas dua, menjadikan Kai sebagai senior Ri Chan. Mulai saat itulah, Ri Chan menjadi cinta pertama Kai hingga saat ini.

Kai bersekolah milik yayasan keluarganya yang meliputi sekolah kanak-kanak hingga universitas, sehingga membuat  ia dan Ri Chan berada di satu lingkungan yang sama walaupun berbeda jenjang pendidikan. Sehun yang memilih kembali dari Amerika dan menetap di Seoul saat Kai duduk di bangku sekolah menengah atas dan satu sekolah dengan pria itu. Saat itulah, Kai mengenalkan Ri Chan pada Sehun. Saat itu Ri Chan masih duduk di bangku sekolah menengah pertama. Mungkin itulah hal yang paling membuat Kai menyesal, jika saja Kai tidak mengenalkan Ri Chan pada Sehun. Pasti kini mereka tidak memiliki status pacaran. Pasti kini Kai-lah yang bersanding dengan Ri Chan. Bukan Sehun.

The way you love,
It changes who i am.
I am undone.
I thank god once again.

“Kenapa kau terus menatapku? Apakah ada yang aneh denganku?” Suara Ri Chan memecahkan lamunan pria itu.

“T-tidak.. aku hanya merasa kau terlihat cantik malam ini, Chan-ah.”

Oh i can’t believe it’s true sometimes.
Oh i can’t believe it’s true.

Ri Chan tidak seperti gadis-gadis yang pernah dikencani Kai. Jika dipuji pasti akan tersipu malu bahkan langsung bergelayut manja di lengan Kai yang terkadang membuatnya risih karena terlalu berlebihan. Ri Chan mendengus sebal saat Kai memujinya.

And they say love is a journey.
I promise that i’ll never leave.
When it’s too heavy to carry
Remember this moment with me.

“Berhentilah melontarkan kata-kata gombal, playboy mesum! Aku tidak seperti gadis-gadismu itu.”

Bukan merasa tersinggung, tapi Kai hanya terkekeh geli.

“Yeah, you’re right.”

I get to love you
I get to love you

‘You’re very special. Fucking special to me.’  ucap Kai dalam hati.

I get to love you

To Be Continued…

 

3 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Anemone – That Man (Chapter 4)”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s