[EXOFFI FREELANCE] No Reason

No Reason..jpeg

No Reason

aliensss

Genre: au, drama, romance, fluffy

Length : ficlet

Cast:

Kim Sae Jin (oc)

Park Chanyeol (exo)

Summary

Alasannya?

Tidak ada

Disclaimer : ide cerita dan alur asli milik saya. Cast milik Tuhan YME dan semua yang berhak atas mereka. Terinspirasi dari berbagai sumber (cerpen, novel, ff, film, dan lagu). Dibuat untuk hiburan semata. Cerita yang masih banyak kekurangan, kesalahan ejaan, alur yang aneh, penokohan yang kurang maksimal dsb, jadi harap maklum.

Happy Reading..!

Note: siapkan tong sampah

♣ ♣

Sejak tadi pria bernama Park Chanyeol itu tidak berhenti memandang kesal ke arah gadis yang duduk disebelahnya. Mereka sedang dalam perjalanan menuju rumah si gadis. Chanyeol kesal karena Sae Jin menolak untuk menemaninya ke sebuah pesta.

“kau benar-benar tidak akan pergi bersamaku ?” Chanyeol bertanya untuk yang kelima kalinya

“maaf, tapi aku tidak mau” gadis bernama Sae Jin itu berucap dengan menyesal. Sunguh, ia tak berniat membuat Chanyeol kecewa. Tapi mau bagaimana lagi?

“hey, aku tidak mengajakmu ketempat yang berbahaya. Hanya menemaniku ke sebuah pesta. Dan kau tidak mau?”

“aku tidak mau, Chan”

“tapi kenapa ?”

“tidak mau saja”

♣ ♣

Sae Jin tersenyum senang saat melihat Chanyeol yang sedang berdiri didepan kelasnya. Jam kuliah Sae Jin baru saja selesai
“aku kira kau masih marah padaku” Sae Jin pikir jadwal marah Chanyeol akan berakhir beberapa hari lagi. Tapi lihat, pria itu sudah disini, menjemputnya.

“ini tidak adil karena aku bahkan tidak bisa marah padamu” kata Chanyeol

“benarkah?” senyuman Sae Jin terlihat makin mengembang

“ayo” Chan menggandeng Sae Jin menuju mobilnya

Di mobil

“Sae Jin, kau suka lagu ini?” tanya Chanyeol soal lagu yang sedang ia putar

“tidak”

“kenapa?”

“tidak suka saja”

“kalau makanan itu? kau suka makanan itu ?” Chanyeol menunjuk sebuah banner iklan makanan di jalan yang mereka lewati

“tidak”

“kenapa?”

“tidak suka saja” mendengar jawaban Sae Jin barusan, Chanyeol lagi-lagi bingung

“Sae Jin, kau tau kan aku suka pantai? Kapan-kapan kita pergi bersama ya?” kembali Chanyeol bertanya

“tidak mau”

“kenapa?”

“tidak mau saja“ lagi-lagi Sae Jin memberikan jawaban yang tidak memuaskan Chanyeol

“yaah, kau ini sebenarnya kenapa?”

“kenapa apanya?”

“bisa kau jawab pertanyaanku dengan alasan?” kesal Chanyeol. Alasan ia bertanya soal hal-hal aneh sedari tadi adalah membuat Sae Jin memberikan alasan soal apa yang gadis sukai dan tidak sukai

“kau sehat?” ejek Sae Jin

“tidak. Jadi jawab dengan benar. Lagu apa yang kau suka?”

“haruskah kujawab pertanyaan anehmu itu?” Sae Jin menatap tak suka pada Chanyeol. Pria ini kurang kerjaan, pikirnya

“jawab, Sae Jin” Chanyeol berucap dengan serius

“0330, April Story”

“kenapa kau suka lagu itu?” tanya Chanyeol lagi. Sae Jin benar, Chanyeol kurang kerjaan

“suka saja”

“aish ! kau bahkan tidak punya alasan untuk menyukai sesuatu?” kesal Chanyeol akhirnya. Sedari tadi ia sudah mencoba bersabar.

“iya, kenapa? begitulah aku” balas Sae Jin santai

“lalu_” Chanyeol menggantung kalimatnya. Ini pertanyaan yang sebenarnya. Pertanyaan tak masuk akal sedari tadi hanyalah pemanasan.
“apa kau menyukaiku?” tanya Chanyeol

“hmm” tanpa jeda, Sae Jin menjawab pertanyaan tadi dengan anggukan pasti

“kenapa?” pertanyaan Chanyeol selanjutnya

“suka saja” sambil tersenyum jahil Sae Jin pun menjawab.

“kenapa? pasti ada alasannya” tuntut Chanyeol

“tidak tahu. Suka saja”

“baiklah, pikirkan alasannya sekarang juga” Chanyeol lalu menepikan mobilnya. Rupanya pria ini serius ingin mendengar alasan kenapa Sae Jin menyukainya. Kenapa Chanyeol sampai sekonyol ini? Sae Jin itu jarang sekali berkata bahwa ia menyukai atau mencintai Chanyeol. Jadi Chanyeol rasa, ia butuh memastikan apakah gadis yang sudah tiga tahun bersamanya itu benar-benar menyukainya atau tidak. Belum lagi semua sikap Sae Jin yang seakan tak peduli padanya.

“kenapa berhenti?” tanya Sae Jin

“karena aku ingin mendengar alasan kenapa kau menyukaiku. Lihat? Semua hal ada alasannya, Sae Jin” Chanyeol berucap dengan kesal

“hey, ini sudah sore, Chan. Aku mau pulang” Sae Jin mencoba bernegosiasi

“aku tidak perduli, cepat jawab aku”

“Chan, kau benar-benar ingin aku menjawab pertanyaan anehmu itu?”

“iya”

“chan..” Sae Jin mengeluarkan jurus andalannya. Gadis itu menurunkan nada bicaranya, seakan memohon pada Chanyeol. Biasanya, ini berhasil

“jangan memanggilku seperti itu ! aku tak akan luluh kali ini”

“Chan..”

“jawab aku Sae Jin” Chanyeol berusaha mempertahankan wajah kesalnya. Setengah mati ia ingin tersenyum sekarang

Sae Jin sama sekali tidak berniat menjawab pertanyaan aneh Chanyeol, karena ia sendiri tak tahu harus menjawab apa. Gadis itu memilih menurunkan kaca mobil Chanyeol dan menatap keluar. Berdiam diri sampai Chanyeol menyerah. Tapi tampaknya Chanyeol tak mau menyerah. Ini bahkan sudah 25 menit dan pria itu masih diam, melipat tangan di depan dada dan menatap Sae Jin penuh tuntutan. Ia butuh jawaban sekarang

“kau benar-benar ingin mendengar jawabanku?” tanya Sae Jin akhirnya

“…” Chanyeol mengangguk

“aku tidak menyukai makanan tadi karena rasanya aneh” Sae Jin mulai dari pertanyaan Chanyeol soal makanan tadi, “aku tidak ingin pergi ke pantai, karena aku tidak suka” Sae Jin berhenti sampai disana dan memandang Chanyeol dengan tatapan memelas. Berharap pria itu puas dengan jawaban barusan

“lalu?” Chanyeol masih menuntut jawaban lain. Tentu saja

“aku menyukai lagu-lagu itu karena, aku tidak tahu bagaimana menjelaskannya. Ada sesuatu yang terjadi saat aku menemukan sesuatu yang kusukai”

“lalu?”

“lalu, aku menyukaimu karena_” lagi-lagi Sae Jin menggantung kalimatnya, “Chan, aku benar-benar tak bisa menjawab yang satu itu” Sae Jin berucap dengan frustasi. Ia benar-benar tak bisa mendeskripsikan atau menemukan alasan yang tepat tentang kenapa ia menyukai Chanyeol

“kau bahkan tidak bisa menyebutkan satu alasan saja kenapa kau menyukaiku? Aku ragu kau benar-benar menyukaiku” kata Chanyeol kecewa

“tapi begitulah. Aku tidak tahu kenapa aku menyukaimu” selesai bicara Sae Jin segera menutup wajahnya dengan kedua tangan. Dan berikutnya suara isakan milik gadis itu pun terdengar. Sae Jin menangis

“kau menangis?” tanya Chanyeol terkejut

“tentu saja! siapa yang tidak akan menangis jika kau tanya hal bodoh macam itu?” Sae Jin menatap kesal pada Chanyeol

“astaga ! aku memang menyukai orang abnormal. Kau bisa saja menjawab karena aku tampan, karena aku kaya, atau karena jantungmu berdetak sangat cepat saat melihatku. Kau bahkan tak bisa memikirkan hal semacam itu?” Chanyeol berucap tak kalah kesal. Ia heran kenapa Sae Jin tak bisa memikirkan alasan se-sederhana itu

“dasar bodoh ! jika aku menyukaimu karena kau tampan, berarti aku akan meninggalkanmu saat kau sudah tak tampan. Dan, hey ! apa kau pikir kau orang paling tampan di dunia ini?” Sae Jin mendekat pada kursi kemudi, kemudian menaruh tangannya di atas kepala Chanyeol. Gadis itu menjambak rambut kekasihnya itu. Ulangi, Sae Jin menjambak Chanyeol sekarang

“akh..Ya..ya ! Sae Jin lepaskan rambutku ! kau ingin membuatku botak lagi? ya!” Chanyeol berteriak dan mencoba menjauhkan tangan Sae Jin dari rambutnya

“apa kau bilang? Karena kau kaya? Bodoh ! apa kau cucunya Bill Gates? Aish..” dengan geram Sae Jin terus menjambak rambut Chanyeol

Chanyeol awalnya berteriak kesakitan, tapi setelah mendengar semua ucapan Sae Jin, pria itu tak lagi berteriak atau mencoba menjauhkan tangan Sae Jin dari rambutnya. Ia diam, lalu tersenyum

“kenapa? sakit sekali? Rasakan ! kau pantas mendapatkannya” ucap Sae Jin sambil menjauhkan tanganya dari rambut Chanyeol, lalu menghapus bekas air matanya

“apa ini artinya kau mencintaiku tanpa alasan dan tanpa syarat?” tanya pria itu sambil tersenyum

“diam kau ! antar aku pulang”

“aku mencintaimu Sae Jin”

“diam. Aku membencimu” Sae Jin memilih menatap keluar jendela, sementara Chanyeol terus tersenyum. Ia baru saja mendapatkan pengakuan yang sama sekali tak pernah ia duga. Gadis itu menicntainya tanpa syarat. Oh, apalagi yang lebih membahagiakan daripada ini?

Chanyeol mengantar Sae Jin sampai ke depan pintu rumah gadis itu. Sebelum Sae Jin benar-benar masuk, Chanyeol tanpa izin memeluknya

“lepaskan aku ! kau mau kujambak lagi?” ancam Sae Jin sambil mendorong Chanyeol. Chanyeol pun cepat-cepat menjauhkan dirinya. Bagaimanapun ia masih sayang pada rambutnya. Satu kali dijambak setiap hari, sudah cukup.

“aku pulang” pamit Chanyeol. Tapi setelah berjalan beberapa langkah, Chanyeol kembali berbalik karena Sae Jin memanggilnya

“aku rasa aku sudah menemukan alasannya” kata Sae Jin

“apa?”

“aku menyukaimu karena kau satu-satunya orang bodoh yang rela aku jambak setiap hari. Dasar bodoh !” Sae Jin tersenyum puas dan segera berlari masuk kedalam rumahnya

“apa? Yaak ! akan kujambak kau besok !” teriak Chanyeol

“dasar bodoh !”

“aku mencintaimu”

Fin

note: tong sampahnya berguna kan?

terima kasih sudah membaca..

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s