[SEHUN BIRTHDAY PROJECT]-Love from the Sky-SHIN TAMA production

love-from-the-sky

SHIN TAMA

production

Love from the Sky

Oh Sehun X Han Saei (OC)

Ficlet/ Romance, Fantasi / Teen

Ada dunia diantara dua langit. Beralaskan langit dan beratapkan langit. Tempat abadi dengan kehidupan abadi. Keajaiban, kekuatan dan kekuasaan berkumpul. Api, air, tanah, cahaya, angin, waktu, petir, dan es dapat dikendalikan disini- dunia yang tercipta di lapisan langit ke 6.

 

Semua Dewa dan Dewi berkumpul di balai sidang. Dewa angin dengan nama Oh Sehun berdiri di tengah lapang awan Cumulus, dikelilingi para dewa dan dewi lainnya yang yang menghuni langit ke 6 itu. Sehun menunduk, tidak sanggup menatap sang hakim. Sehun diadili perihal pelanggaran yang telah ia lakukan. Ia melewati portal langit ke 7 tanpa izin. Dan mengacaukan ritual reinkarnasi yang tengah digelar ditempat itu.

“Oh Sehun, penjabat Dewa Angin. Kau dihukum diturunkan ke dunia manusia selama 2 tahun.” Keputusan sang hakim menggaung di pendengaran Sehun.

 

***

 

Chen mengirim petir kecil di atas kepala Sehun, sontak Sehun terperanjat. “Apa yang sedang kau renungkan?” Chen menghampiri Sehun yang berdiri layaknya patung sambil memandang Padang kristal.

 

“Dunia manusia itu seperti apa?” Tanya Sehun masih dengan pandangan yang menerawang.

“Kenapa pula kau melewati portal itu?” Chen menyayangkan kejadian yang dialami Sehun.

“Aku bosan disini. Lalu aku memutuskan pergi ke sana untuk sekedar melihat-lihat.”

“Kau menggagalkan jiwa turun ke bumi, kau masih bilang hanya melihat-lihat?” Sangkal Chen.

“Hei, itu diluar dugaan. Aku sungguh tidak sengaja.”

“Ku ingatkan kau sekali lagi, lapisan langit ke 6 dan lapisan langit ke 7 itu berbeda. Tempatmu dilangit ke 6. Jika kau pergi ke langit ke 7, maka kekuatan mu tidak akan bisa dikendalikan. Hebat sekali kau, memporak-porandakan tempat ritual itu dengan kekuatan yang kau miliki.”

Sehun memilih diam, daripada menimpali Dewa petir yang sedang mengomelinya. Pikirannya terlalu sibuk membayangkan seperti apa dunia manusia. Sekeras apapun ia memikirkannya, ia tidak mendapat secuil pun bayangan tentang dunia itu. Ia hanya bisa menunggu jawabannya. Dan besok adalah waktunya.

 

***

 

Han Saei, seorang perempuan usia 20-an. Pemilik hati yang sensitif. Selalu tulus membalas kebaikan orang lain. Namun na’asnya, rasa setia hatinya terhadap laki-laki menjadi senjata yang sangat menyakiti hatinya. Menunggu dan ikhlas ketika menjalani hubungan dengan laki-laki. Tapi, laki-laki itu melakukan kebalikannya kepada Saei. Penghianatan, kekecewaan, dan keraguan yang Saei terima. Bukan sekali atau dua kali. Mungkin lebih dari tiga kali.

 

“Akhw” Saei memekik ketika ada sesuatu menghantam kepala belakangnya. Teksturnya keras seperti batu. Ia menengok ke belakang, dan menemukan seekor kura-kura seukuran telapak tangan orang dewasa. Posisi kura-kura itu terjungkal, dengan tempurung dibawah. Hewan reptil itu tampak kesusahan dengan posisi seperti itu. Tidak dapat merayap. Kepala dan kakinya hanya bisa bergerak-gerak memukul udara.

 

“Pasti kau yang menghantam kepalaku eoh? Siapa yang melemparmu?” Saei berbicara dengan si kura-kura yang tengah tidak berdaya itu. Pandangan Saei menyisir sekitar dermaga. Sepi. Tidak ada satu orangpun melintas di sana. Lalu dari mana datangnya kura-kura itu? Jatuh dari langit? Tidak mungkin. Pikir Saei.

 

Lembayung memantulkan cahayanya ke permukaan air laut. Tanpa sadar, hampir seharian Saei melamun di dermaga. Hati Saei yang sedang kacau telah melarutkannya dalam suasana sunyi dan hampa di tempat itu. Saei bersiap mengayuh sepeda fixie-nya sebelum langit berubah gelap. Si kura-kura? Merasa tidak tega meninggalkan hewan itu, Saei membawanya dalam tas punggung rajut miliknya.

 

***

 

Ketika melewati portal langit ke 7, Sehun tidak merasa bersalah. Ketika Sehun sedang diadili, ia tidak merasa menyesal. Dan ketika Sehun diturunkan ke bumi, saat itu lah Sehun sangat menyesal akan perbuatannya. Harusnya ia berlutut meminta pengampunan kepada sang hakim. Namun kini sudah terlambat. Ia telah diturunkan ke bumi dengan wujud kura-kura, bukannya manusia.

Sehun meratapi keadaannya saat ini. Ia hanyalah hewan reptil yang tidak berdaya. Cara berjalan yang sangat lamban, padahal di dunianya dulu, ia bisa lebih cepat dari pada kilat. Kekuatannya pun menghilang. Sekarang Sehun adalah makhluk bumi biasa tanpa kelebihan apapun.

 

“Makanlah ini.” Saei menyodorkan sepiring kol yang sudah disiangi kepada Sehun-Dewa Angin yang dihukum menjadi seekor kura-kura.

 

‘yang benar saja? Kol adalah makanan unicorn peliharaan ku di langit.’ Batin Sehun menatap jijik sepiring kol itu. Sedetik kemudian ia tersadar bahwa sekarang ia juga adalah hewan peliharaan. Sehun meringis.

 

Sudah lewat 10 menit, Saei tidak menyendok makanan ke mulutnya. Ia hanya mengacak-acak nasi dan lauk dipiringnya dengan sumpit. Tidak nafsu makan. Lalu ia melirik Sehun. Kura-kura itu juga tidak menyentuh makanannya. Apakah hewan itu tidak suka kol? Pikir Saei. Saei mengganti piring berisi kol dengan piring miliknya. Dan…kura-kura itu memakannya. Benar saja. Sehun tidak suka kol.

 

“Aku iri kepadamu…” Kata Saei seraya mengelus-elus tempurung Sehun. “Kau tidak perlu merasakan sakit hati yang sangat menyiksa ini.” Lanjutnya.

‘Apa itu sakit hati? Terserahlah. Pokoknya aku tidak ingin dalam wujud kura-kura ini. Aku ingin jadi manusia saja.’ teriak Sehun, dan pasti Saei tidak dapat mendengarnya.

“Ada pria mapan mencampakkan ku. Ada pria pintar mencampakkan ku. Ada pria tampan mencampakkan ku. Ibu bilang ‘Relakan dan sabar, akan ada pria yang lebih tampan, pintar dan mapan yang mencintaimu dengan tulus.’ Aku ragu, apakah aku layak bagi pria itu. Bukankah dia terlalu sempurna?” Saei terus berbicara sampai Sehun menghabiskan makanannya. Saei tersenyum tipis melihat si kura-kura makan dengan lahap.

 

Sehun tertegun melihat senyum itu. Ia butuh Dewa waktu untuk menghentikan waktu agar ia bisa lebih lama melihat senyum itu. Dibanding dengan Dewi cahaya, Saei tampak lebih bersinar dimatanya.

 

***

 

2 tahun kemudian

“Karena kau telah menjalankan hukumanmu dengan patuh. Aku akan memberimu hadiah. Katakan saja apa yang kau inginkan.” Ucap sang pemilik tahta tertinggi di lapisan langit ke 6. Sehun mengangkat kepalanya, menatap sang Dewa semesta dengan penuh hormat.

“Aku ingin bereinkarnasi menjadi manusia.” Kata Sehun dengan penuh keyakinan.

“Derajat manusia berada jauh dibawah derajat Dewa. Kau yakin dengan keputusanmu?”

“Ada seseorang di bumi yang ingin aku lindungi dan ingin ku buat bahagia. Karena itu aku sangat yakin.”

“Kau ingin menjadi manusia yang seperti apa?”

“Manusia yang tampan, mapan dan pintar.”

“Baiklah.” Izin sang Dewa semesta.

‘Han Saei, aku akan kembali padamu sebagai seseorang yang dapat kau andalkan.’ ikrar Sehun dalam hatinya.

 

-FiN-

2 tanggapan untuk “[SEHUN BIRTHDAY PROJECT]-Love from the Sky-SHIN TAMA production”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s