[EXOFFI FREELANCE] ANEMONE – POISON

ANEMONE – Poison

Story & Art by DTH9707 (Twitter: @xdth9707 IG: DTH9707)

CAST

You can find at the story

GENRE

Romance, Sad, Hurt

LENGTH

Chapter

Rating

18

This is story pure of my mind. So, please comment for your appreciate. And, typo at everywhere. You can find the same story at my wordpress (Blackangel1004.wordpress.com) and my wattpadd (@DTH9707)

Watch the trailer

https://www.youtube.com/watch?v=9ijbvVdr54g

.

Seorang gadis dengan balutan dress seksi berwarna merah terang dan high heels berwarna hitam turun dari sebuah taxi di depan sebuah gedung tinggi. Gadis itu masuk dengan wajah angkuh masuk ke dalam gedung, kemudian masuk ke dalam lift dan memencet tombol yang ia akan tuju. Sesampainya ia di lantai yang di tuju, gadis itu melangkahkan kakinya menuju ke satu-satunya di lantai tersebut. Seorang sekretaris yang melihat kedatangan gadis itu pun segera berdiri.

“Apa Sehun ada di dalam?” tanya gadis itu kepada sekretaris, tertulis namanya di name tag miliknya. Kim Yoon Jung. “Tuan Oh ada di dalam ruangannya. Ada yang sa-” belum sempat menyelesaikan perkataannya, gadis itu dengan seenaknya membuka pintu ruangan tersebut. Yoon Jung, sekretaris tersebut mendengus sebal dengan tindakan gadis itu. “Cih, tidak ada sopan santunnya!” cibirnya pelan.

Pria tampan yang sejak tadi sibuk dengan berkas-berkas penting perusahaannya, fokusnya teralihkan saat seseorang membuka pintu tanpa mengetuknya terlebih dahulu. Ia tak suka ada orang yang masuk ke ruangannya tanpa mengetuk pintu. Tapi emosinya menghilang saat mengetahui siapa yang melakukan hal tersebut. “Hi, baby. What are you doing here?” ย 

“Tentu aku ingin menemuimu. Kemarin kau tak menemuiku bahkan menghubungku,” ucap gadis itu sambil menyilangkan tangan di depan dadanya. Sehun terkekeh kecil. Ia berjalan ke sofa yang ada di ruang kerjanya tersebut dan meninggalkan kerjaanya. “Apa kau sedang marah padaku, Sua?” tanya Sehun yang sudah duduk di sebelah gadis yang bernama Sua itu.

“Menurutmu?”

Sehun menarik dagu Sua untuk mendekat ke wajahnya. Pria itu mencium bibir gadis itu. “Maafkan aku. Kemarin aku ada urusan.”

“Urusan? Kemarin kan akhir pekan? Apa ada pekerjaan di akhir pekan? Kau kan bos-nya!” gadis itu mendecak kesal. “Bukan begitu, Sua-ku sayang,” rayu Sehun. “Kemarin aku sudah berjanji untuk mengajak Ri Chan jalan-jalan. Jadi, aku harus melakukannya.”

Sua mendengus kesal. “Gadis itu lagi. Jadi, dia yang kau jadikan prioritasmu dibanding aku?”

“Aish, kau ini cemburu sekali!” goda Sehun. “Bagaimana lusa besok kau ikut aku pergi ke Dubai. Aku ada urusan bisnis disana. Sisanya aku masih ada waktu untuk menghabiskan waktu disana. Kau mau?” tawar pria itu. “Ini sebagai permintaan maafku padamu,” tambahnya lagi.

Sua memasang wajah seperti menimbang-nimbang ajakan Sehun. “Benarkah kau akan menghabiskan waktu bersamaku disana?”

“Iya, bae. Aku berjanji!” ucap Sehun. “Oke, kalau begitu. Aku akan memaafkan perbuatanmu yang kemarin.”

Sua yang senang langsung menerjang tubuh Sehun dan mencium bibirnya. Sehun dengan senang hati menerima perlakuan tersebut. Suara-suara aneh terdengar mengisi ruangan tersebut. Sedangkan Sua dan Sehun telah tenggelam dengan kegiatan asik mereka tanpa mempedulikan hal lain.

.

Suara helaan napas kembali di keluarkan Ri Chan. Entah apa yang dirasakan gadis itu, ia merada ada sesuatu benda yang berat sedang ada di hatinya. Sudah beberapa kali ia menghela napasnya untuk mencoba menghilangkan rasa berat yang ada di hatinya. Perasaannya kalut, lelah. Entahlah, pikirannya terus terbayang wajah kekasihnya. Ia merasakam perasaan resah terhadap pria itu. Ditambah lagi, ia kembali mengingat apa yang telah Sehun dan dirinya lakukan kemarin. Perbuatan yang seharusnya tidak dilakukakn. Memang, itu bukanlah yang pertama kali mereka lakukan. Tapi, ia merasakan hal yang berbeda antara dulu dan sekarang.

Mungkin Ri Chan baru menyadari bahwa yang gadis lakukan itu salah. Tapi, semua ini sudah terlanjur. Ia tak bisa mengulanginya sehingga bisa memperbaikinya agar ia tak melakukan itu dengan Sehun. Tak ada rasa menggebu, namun perasaan bersalah saat melakukannya dengan kekasihnya. Ia ingin menolak, tapi ia takut jika pria itu marah. Dan, pergi meninggalkannya. Memang bodoh. Ia bodoh dan Ri Chan tahu itu.

Sekarang apa yang harus ia lakukan?

“HEI!” seseorang mengejutkan Ri Chan dari belakang dan membuat gadis itu kaget. “Kau melamun? Apa yang kau pikirkan?”

“Aish, kau ini membuatku kaget Sena!” pekik Ri Chan. Sena hanya mengeluarkan tawanya. “Lagipula, salahnya sendiri. Kenapa kau melamun?” tanyanya. “Lagipula ini masih siang, Ri Chan,” imbuhnya lagi.

“Tidak ada. Hanya saja memikirkan, nanti malam aku makan apa.” Ri Chan berbohong pada sahabatnya itu. Tidak mungkin ia mengatakan hal sebenarnya. Gadis itu menyembunyikan hal itu dari siapapun termaksud Sena.

“Astaga. Aku kira apa,” Sena menggelengkan kepalanya. Mereka berdua pun kembali ke kesibukkan mereka masing. Ri Chan yang sedang membaca novel sembari meminum kopi yang ia beli dari cafe favoritnya. Namun, ia sedikit heran karena rasa kopi kafe yang ia sukai rasanya berbeda untuk hari ini. Tidak seperti biasanya. Sedangkan, Sena tenggelam mendengarkan lagu dengan sepasang earphone di telinganya.

Terlintas sesuatu di pikiran Sena yang membuatnya tersentak saat lagu milik Epik HighSpoiler‘ berganti dengan lagu dari penyanyi barat, Sam Smith. I’m not the only one. Ia sempat tertegun dan sesekali melirik ke arah Ri Chan. Seusai lagu itu, kemudian berganti dengan lagu milik Maroon 5 – She Will Beloved. Gadis itu pun mengernyitkan dahinya. Sena hanya men-next kan saja tombol handphone-nya. Ia mengatur setelan lagu di handphone-nya secara random, sehingga ia tidak tahu lagh apa yang akan ia keluarkan.

John Legend – She Doesn’t to know.

Sena menarik napasnya, gusar. Kenapa dari tadi yang terdengar hanya lagu berbau perselingkuhan? Ia kembali melirik sahabatnya yang masih fokus dengan bacaannya. Ia ingin mengatakan sesuatu tapi ia juga bingung bagaimana harus menyampaikannya.

Apa yang harus aku lakukan, Tuhan? ย Tanya Sena dalam hati.

“Ehm, Ri Chan,” panggilnya pada akhirnya dengan nada ragu. Ri Chan menoleh dan menaikkan kedua alisnya. “Apa?”

Gadis itu meringis dan menggigit bibirnya. “Ada apa sih? Kau sakit perut? Ke toilet sana!” ketus sahabatnya itu.

“Iih, bukan itu!” sergah Sena. Ia memasang wajah sebal. “Lalu, apa?” tanya Ri Chan yang tak kalah sebalnya.

Sena nampaknya sedang berpikir, “Bagaimana hubunganmu dengan Sehun, Ri Chan?” tanya Sena. Ada sedikit nada keraguan di ucapannya. Ri Chan mengerutkan dahinya, heran. Karena ia tahu jika Sena bukanlah Cheon Sa yang kepo dengan hubungan percintaannya. Sena terkesan cuek. Ia hanya tahu jika diberitahu. Sena tak akan pernah repot-repot untuk mencari tahu hubungannya dengan Sehun. “Baik. Memang kenapa?”

“Tumben kau menanyakan hal seperti itu,” tambah Ri Chan lagi. “Tidak. Hanya ingin tahu saja. Karena akhir-akhir ini, kurasa kau tidak lagi menceritakan apapun tentang dirimu dan kekasihmu, bahkan ke Cheon Sa sekalipun.”

Memang benar apa kata Sena. Ri Chan tidak pernah mengatakan apapun lagi pada sahabat mereka satu lagi, yaitu Cheon Sa. “Ngomong-ngomong, dimana Cheon Sa?” tanya Ri Chan mencoba untuk mengalihkan pembicaraan. Untung Sena adalah orang yang mudah teralihkan. “Oh, iya juga. Dimana dia?”

Suara pekikan para gadis di kampus terdengar di telinga kedua gadis itu, sehingga mereka memandang ke arah sumber suara itu. Ri Chan menyipitkan matanya ke penyebab gadis-gadis yang sedang berteriak tersebut. Ia kaget saat melihat sosok yang ia kenal sedang keluar dari Lamborghini merah.

“Jong In!” teriak Ri Chan memanggil seorang pria berkulit tan yang langsung menoleh ke arah sumber yang memanggilnya itu.

Pria bernama Jong In itu melambaikan tangan ke arah Ri Chan dan melangkahkan kaki ke arahnya. Para gadis yang melihat pria itu langsung saja terpesona akan wajah eksotis miliknya. “Kenapa Kai bisa ada disini?” bisik Sena pada sahabatnya itu. Ri Chan menggelengkan kepalanya tidak tahu.

“Kenapa kau ada disini?” tanya Ri Chan. “Tentu saja ingin menjemputmu. Aku sudah lama tidak bertemu denganmu.” jawab pria itu.

“Itu karena kau terlalu sok sibuk,” balas gadis itu. Sena yang diam karena gugup atas kedatangan pria itu hanya bisa terdiam.

“Hai, Sena. Lama tidak jumpa. Bagaimana kabarmu?” sapa pria itu. “Baik.”

Ri Chan mencoba untuk menahan tawanya saat melihat tingkah malu-malu sahabatnya itu di depan orang yang Sena sukai. “Sepertinya aku harus pergi,” ucap Sena untuk menghilangkan kegugupannya.

“Kenapa pergi? Kau tidak mau bergabung dengan kami untuk makan siang?” tawar Jong In. “Tidak, Kai. Aku lupa, kalau misalkan aku ada janji dengan Kris.” Sena mencoba menolak secara halus tawaran Kai. Sebenarnya, ia belum bisa mengontrol degupan jantungnya saat berada di samping pria itu.

“Kris? Kakak sepupumu itu? Oh, kalau begitu titipkan salamku padanya.” ucap Jong In. Pria itu memang mengenal kakak sepupu Sena yang bernama Kris. Kris merupakan teman hangout nya dan mereka akan menghabiskan waktu untuk berolahraga ataupun bersenang-senang di klub.

Sena pun berpamitan pada kedua orang tersebut, kemudian meninggalkan mereka berdua.

“Ayo, kita pergi!”

.

Sebuah ruangan yang didominasi warna hitam yang makin menampilkan sisi maskulin dari sang pemilik. Jarum jam yang menunjukkan tengah malam sepertinya tidak dihiraukan oleh sang pemilik kamar yang belum terlelap. Pria yang sedang menyenderkan tubuhnya ke kepala ranjang miliknya. Ia tidak mengenakan apapun, hanya sebuah selimut yang menutupi bagian bawah tubuhnya.

Saat itu juga seorang wanita berjalan mendekati ranjang miliknya. Tubuhnya hanya memakai celana dalam dan kemeja putih kebesaran milik pria itu. Gadis itu merangkak ke arah pria itu dan kemudian menyenderkan kepalanya ke dada bidang milik pria tersebut.

“Kapan kau memutuskan kekasihmu itu, Sehun?”

Sehun menaikkan salah satu alisnya ketika gadis itu melontarkan pertanyaan itu.

“Kapan kau akan menjadikanku kekasihmu?” Kini Sua menatap Sehun. Gadis itu menuntut agar Sehun memperjelas status hubungan mereka.

“Sebegitu pentingnyakah status untukmu, sayang?”

“Tentu saja itu penting! Biar semua orang tahu, jika Oh Sehun hanya milik Ahn Sua.”

Sehun tersenyun miring saat mendengarkan perkataan gadis yang berada di atasnya itu. Pria tampan itu tak membalas ucapan gadis itu. Ia lebih memilih untuk menarik dagunya dan melumat bibir gadis itu. Sua pun tak kalah saat membalas ciuman dari Sehun. Kini, kedua orang itu terlibat adegan panas yang sejenak terhenti.

To be continued

Gimana-gimana makin keselkan?

Iya, sama. Author juga kesel

Sori ya kalo misalkan updatenya lama. Author lagi sibuk urusan kuliah.. bikin cerita ini juga kalo ada waktu luang aja itupun belom ngerjain poster dkknya juga

Jadi mohon sabar yaaa

Tolong supportnya juga biar aku tambah semangat buat lanjutin ceritanya

Dan jangan lupa baca-baca karyaku yang lainnya.

Please leave your comment and like. Thank you!

6 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] ANEMONE – POISON”

  1. Sqlam kenal aku pendatang baru ๐Ÿ˜€ aku suka ceritanya, dan aku akan ngikutin kelnjutan ceritanya karena penasaran sama perselingkuhan Sehun ๐Ÿ˜€

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s