[EXOFFI FREELANCE] Hidden One Oneshot

The Hidden One

aliensss

Genre : au, drama, sad/hurt

Length : oneshoot

Cast : Park Chanyeol (exo) ǁ Kim Sae Jin (oc) ǁ Kim Jin Hee (oc)

Summary

Aku menyimpanmu jauh didasar hatiku

Menyembunyikanmu disana

Menyembunyikanmu dari dunia

Disclaimer : ide cerita dan alur asli milik saya. Cast milik Tuhan YME dan semua yang berhak atas mereka. Dibuat untuk hiburan semata. Cerita yang masih banyak kekurangan, kesalahan ejaan, dsb, jadi harap maklum. Saran dan kritik anda akan diterima dengan baik. Thank’s and Happy Reading…!!!

♣ ♣

Makan malam dirumah itu berjalan seperti biasa. Sang nyonya rumah bicara dengan cerewet seperti biasa dan sang suami hanya akan menanggapi dengan sesekali tersenyum. Ini kediaman Park Chanyeol. Pria itu tinggal bersama istrinya dan juga adik iparnya. Wanita yang sejak tadi berceloteh di meja makan itu adalah Kim Jin Hee, istrinya.

“adiknya Hye Shin yang seumuran dengan Sae Jin itu sudah menikah dua hari lalu. Sementara Sae Jin, mengenalkan pacarnya saja tidak pernah” kata wanita itu entah sudah untuk yang keberapa kalinya

“Sae Jin, kau memang belum punya kekasih?”

“haruskah aku punya?” tanya Sae Jin tanpa menatap kakaknya. Gadis itu lebih focus mengunyah makanannya

“tentu saja..kau punya? jika belum segeralah cari kekasih”

“oh, baikah…” Sae Jin menjawab dengan senyum tipis. Gadis itu lalu melanjutkan makannya.

“kau sudah selesai?” Jin Hee bertanya pada suaminya yang beranjak dari meja makan dengan wajah kesal

“sepertinya makanan ini ingin membuatku kesal, dan itu berhasil..” jawabnya penuh arti, lalu pergi. Tanpa berpamitan pada istrinya, pria itu berangkat ke kantor.

Tak lama setelah Chanyeol pergi, Sae Jin juga berpamitan untuk pergi ke kampus. Sae Jin berangkat ke kampus dengan diantar seorang supir. Well, karena sang kakak yang menikahi pria super mapan, dirinya pun terkena imbas, dan diperlakukan seperti tuan putri. Setibanya dikampus, gadis itu tak segera ke-kelas. Gadis itu pergi ke sebuah taman tempatnya biasa duduk berjam-jam. Sae Jin terkejut saat tiba disana. Tak lama, sebuah senyum kemenangan tergambar diwajah cantiknya. Pria itu disana. Duduk dengan wajah kesal

“kau bisa terlambat ke kantor” kata Sae Jin sambil duduk disebelah pria itu

“oh, persetan dengan pekerjaan. Seseorang berhasil membuatku marah pagi ini” kata pria itu dengan wajah dingin. Wajah yang tak pernah ia tunjukan pada siapapun.

“kenapa? Siapa yang berani membuatmu marah? Apa dia tak takut padamu?” tanya Sae Jin mengejek

“haruskah dia takut padaku?”pria itu menarik Sae Jin hingga gadis itu berada dalam pelukannya. Untung saja taman kampus ini sepi. Jika tidak mereka pasti akan jadi tontonan mahasiswa disana

“jika kau semenyeramkan ini, harusnya dia takut” Sae Jin mengeratkan pelukanya pada pria itu. Mencoba menyalurkan rasa rindunya. Ia sudah dua hari tak bisa memeluk pria ini, dan itu menyiksa

“tapi anehya aku yang takut sekarang” Sae Jin melepaskan pelukanya pada pria itu dan menatap pria itu penasaran. Pria tadi memainkan jemarinya dengan sedikit menunduk

“aku takut dia akan meninggalkanku” kata pria itu lemah. Pria ini hanya menunjukkan wajah dinginnya pada Sae Jin. Tapi pria ini juga hanya menunjukan wajah lemah seperti sekarang pada Sae Jin. Apakah itu cukup untuk membuktikan bahwa Sae Jin punya tempat spesial dihatinya? Belum? Maka kalimat selanjutnya mungkin bisa menjadi bukti

“jangan tinggalkan aku…bisakah aku memohon?” kata pria itu

“..menyebalkan..” Sae Jin berucap setelah cukup lama memandangi wajah pria didepannya. mencari tanda-tanda kebohongan dimata pria itu, tapi tak menemukan apapun. Gadis itu lalu menunjukan senyum kecilnya. Senyuman  yang mampu membuat pria itu merasa ada ratusan kembang api didadanya dan ribuan kupu-kupu di perutnya.

“oh, bisakah kau berhenti tersenyum seperti itu didepanku? Aku tak berjanji akan selalu bisa menahan diriku..” bukannya menghentikan senyumannya, Sae Jin malah mempertahankan senyumannya

“kau mengujiku?” maka sang pria kehilangan pertahanan. Ia mencondongkan dirinya dan memberikan sebuah kiss di pelipis kiri gadis itu

“dan kau berhasil membuatku kalah..” sambungnya sambil menatap tepat ke mata Sae Jin

“yang tadi juga…aku juga hanya mengujimu tadi” aku Sae Jin.

“kau harus dapat hukuman atas itu..” pria itu menarik Sae Jin dan membawa gadis itu pergi dari taman kampus. Menuju mobilnya dan melajukan benda itu dengan cepat. Menuju jalan ke neraka yang dihiasi bunga juga permata

♣ ♣

Jin Hee sedang menyiapkan makan malam untuk Chanyeol, sementara pria itu duduk dimeja makan. Untuk hari ini Chanyeol pulang pukul empat sore

“tadi sekretarismu bertanya kau kemana. Kau tidak ke kantor hari ini? Kau memeriksa proyekmu?” tanya Jin Hee sambil menaruh sepiring makanan di depan Chanyeol

“…aku ada urusan sebentar. Aku datang ke kantor jam satu siang” jawab Chanyeol

“oh..” angguk Jin Hee. Wanita itu kemudian duduk disebelah Chanyeol dan memperhatikan suaminya itu makan dengan senang

“aku harus pergi ke Jepang malam ini. Aku pulang hanya untuk makan dan mengambil beberapa pakaian” jelas Chanyeol kemudian

“pergi lagi? kau baru pulang kemarin malam setelah dua hari di China. Sekarang mau pergi lagi?” Jin Hee berucap sedih. Entah sudah berapa kali ia ditingggal Chanyeol dalam bulan ini.

“ini pekerjaan, kau kira aku senang meninggalkan rumah ini berlama-lama? Gadis yang kucintai ada dirumah ini, bagaimana mungkin aku senang” kata pria itu sambi menatap ke lantai dua

Jin Hee merona. Ucapan suaminya barusan membuatnya terbang kelangit. Wanita itu lalu memeluk Chanyeol. Chanyeol terkejut sebentar, lalu membalas pelukan Jin Hee

“aku pasti akan merindukanmu, Chan…” kata wanita itu

“aku tahu..”

Setelah dibantu Jin Hee berkemas, Chanyeol berpamitan pada istrinya itu. Penerbangannya dijadwalkan tiga jam lagi, tapi karena ada pekerjaan yang harus diselesaikan dikantor, Chanyeol memutuskan pergi sekarang.

Jin Hee menutup pintu saat Sae Jin turun dari lantai dua. Wanita itu mengadu pada adiknya tentang rasa sedihnya ditinggal Chanyeol. dan seperti biasa Sae Jin hanya akan mengatai kakaknya itu terlalu cengeng dan juga manja.

“kau tak akan tahu rasanya, coba saja kau punya seseorang yang kau cintai seperti aku..” kata Jin Hee sambi menyalakan tv. Ia sudah tak berselera tidur dan meminta Sae Jin menemaninya menghabiskan malam

Tak lama ponsel Sae Jin berdering. Sebuah pesan.

“Jin Hee-ya, aku akan keluar dan membeli beberapa makanan untuk kita. Bergadang tanpa makanan tidak seru” kata gadis itu sembari pamit.

Kali ini Sae Jin tak diantar supir, ia mengendarai mobilnya sendiri. Diperjalanan ponsel Sae Jin berdering. Sebuah panggilan

“kau tak sabaran sekali..aku sedang dalam perjalanan” kata Saae Jin pada orang diseberang sana

“oh, aku masih pantas bersabar? Pesawatku berangkat tiga jam lagi nona..” suara pria disebrang sana terdengar frustasi

“baiklah, ku-usahakan secepat mungkin..” jawab Sae Jin

“cepatlah, aku akan mati jika pergi tanpa memelukmu..”

“dasar iblis..”

♣ ♣

Hari ini adalah hari kepulangan Chanyeol dari Jepang. Sebelum naik kepesawat, pria itu menyempatkan diri untuk berbelanja. Pria itu bingung harus membeli apa untuk dijadikan buah tangan.

“anda mencari sepatu seperti apa tuan?” tanya pegawai sepatu yang Chanyeol datangi. Tentu saja dalam bahasa Jepang

“sepatu apapun akan terlihat cantik di kakinya…” kata pria itu dalam bahasa jepang. Tatapanya menerawang dan mengingat gadis yang selalu memenuhi pikiran dan hatinya

“ah, apa untuk kekasih anda?” tebak penjaga toko

“untuk gadis yang sangat aku cintai…” kata pria itu dan tak lama matanya menemukan sebuah sneaker putih disudut ruangan. Dengan cepat ia menentukan sepatu itu sebagai hadiahnya, dan menyuruh penjaga toko membungkusnya. Sembari berjalan menuju kasir Chanyeol mengambil sebuah dress mahal dan juga minta itu dibungkuskan.

Seperti biasa, Jin Hee akan menyambut kepulangan suaminya dengan hangat. Dengan berdandan sangat cantik, menunjukkan senyum sepuluh jarinya dan menyiapkan segala kebutuhan Chanyeol.

“ah, aku membawakan oleh-oleh untukmu” kata Chanyeol pada Jin Hee yang duduk disebelahnya. Mereka berdua dan juga Sae Jin sedang bersantai diruang tamu

“benarkah?” tanya Jin Hee senang

“aku tak tahu apa kau suka, aku tak tahu cara memilih oleh-oleh” kata pria itu

“tak masalah. Kau mengingatku dan membawakan oleh-oleh untuk-ku saja, aku sudah senang dan sangat bahagia” wanita itu memeluk suaminya  dan segera bergegas naik ke kamar mereka. Sangat tak sabar melihat hadiahnya hingga harus berlari.

Suasana sepi segera menghampiri setelah Jin Hee pergi. Hanya ada Chanyeol yang asyik dengan majalahnya dan Sae Jin yang sibuk menonton tv diruangan itu

“sepatu di jepang sangat mahal” gumam Chanyeol tanpa melepas tatapannya dari majalah ditangannya

“itu berhasil membuatku penasaran” balas Sae Jin sambil menukar tontonannya

“biru? Putih?” sambung Sae Jin dengan sebuah senyum tipis

“kau suka putih?” tepat setelah Chanyeol bertanya, Jin Hee datang dengan dress warna coklatnya.

“astaga ! ini bagus sekali, Chan ! aku sangat, sangat menyukainya..” kata Jin Hee sambil memamerkan gaun coklat mewah yang saat ini sudah melekat ditubuhnya. Jin Hee tak bohong, dress itu terlihat sangat indah

“terima kasih..aku mencintaimu..” kata Jin Hee sambil menghambur kepelukan Chanyeol

“aku tahu..” balas Chanyeol

“Sae Jin, gaun ini cantik sekali ‘kan?” Jin Hee kembali berdiri dan memamerkan gaunnya. Sae Jin mengangguk dan tak lama beranjak dari duduknya

“kau mau kemana?” tanya Jin Hee

“tidur, kurasa kakiku ingin membuatku kesal..” balas Sae Jin sambil melangkah pergi

Itu tengah malam, saat Sae Jin merasa seseorang naik ke atas ranjangnya dan berbaring disebelahnya. Gadis itu merasa ditarik dan tak lama tubuhnya dipeluk seseorang. Sae Jin tidak sedang bermimpi. Ini nyata. Ia juga tak perlu membuka mata dan  melihat siapa orang yang saat ini memeluknya. Ia tahu itu siapa.

“aku merindukanmu…sangat..” kata pria itu

“aku tahu..” balas Sae Jin sambil tersenyum

“ini balas dendam? Aku tak suka kau menjawab begitu” pria itu mengeratkan pelukanya

“aku merindukanmu, Sae Jin”

“aku juga merindukanmu..” balas Sae Jin menyerah. Ia tahu pria itu ingin mendengarnya berkata demikian

“aku mencintaimu..Sae Jin…sangat..” sambung pria itu

“aku juga mencintaimu…”

♣ ♣

Keesokan paginya, Sae Jin tersenyum sangat lebar dengan sebuah kotak persegi panjang ditanganya. Baru saja ia menerima paket.

“siapa yang datang pagi-pagi begini?” tanya Jin Hee yang sedang mengaduk kopi Chanyeol

“kurir” jawab Sae Jin sambil duduk di salah satu kursi. Gadis itu membuka paketnya dan tersenyum bahagia. Sepasang sepatu berwarna putih.

“kau beli sepatu lagi?” tanya Jin Hee

“ini bagus sekali..” Sae Jin meletakkannya dilantai dan mencobanya. Gadis itu tak berhenti tersenyum saat melihat sepatu itu sudah terpasang di kakinya. Sae Jin sangat menyukainya

“sudah-sudah..sarapan dulu” kata Jin Hee sambil ikut tersenyum

“aku mencintai orang yang memberikan sepatu ini…” kata Sae Jin sambil mulai mengunyah makanannya.

Jin Hee menggeleng dan tersenyum mendengar ucapan Sae Jin barusan. Ia kira Sae Jin hanya terlalu senang karena sepatu barunya. Sementara dikursi itu, dibalik koran yang ia baca, pria itu tersenyum sangat lebar karena ucapan Sae Jin barusan. Tersenyum dan merasa tak bisa menahan diri karena pernyataan Sae Jin tadi. Gadis itu mencintai siapa dia bilang?

Tak lama, Chanyeol berdiri dari kursinya. Membuang koran yang sedari tadi ia baca begitu saja, hingga membuat Jin Hee kebingungan

“kau mau kemana?” tanya sang istri pada suaminya

“aku harus memakan seseorang sekarang juga…” kata pria itu sembari melangkah menjauh dari meja makan, menaiki tangga dan menghilang disana

“dia ‘kan harusnya makan disini” kata Jin Hee bingung

Setelah itu ponsel Sae Jin berbunyi. Sebuah pesan datang dan membuat Sae Jin tersenyum puas setelah membacanya.

“aku harus menyimpan sepatu baruku ini dulu” kata gadis itu pada kakaknya dan segera pergi dari ruang makan.

From : mydevil

Sudah kubilang jangan mengujiku…

Naik sekarang, atau aku yang turun dan melakukannya  didepan kakakmu !!

Fin

aliensss’s note :

wuaaaaah….aku berani sekali !!!

gomapta… !!

4 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] Hidden One Oneshot”

  1. ANJIRAN, BERANI SEKALI SI CHANYEOL MAIN” DI BELAKANG.. GAK BAIK ITU GAK BAIK, MASA KAKAK ADIK DI EMBAT JUGA.. :-/

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s