[XIUMIN BIRTHDAY PROJECT] LADIES’ MAN – Len K (Part 3/3)

 

Minseok boleh saja seorang casanova, tapi ada sisi yang tidak diketahui oleh kebanyakan orang

LADIES’ MAN

Storyline © Len K. Standard disclaimer applied. No profit taken from this fiction

 

Starring : Kim Minseok – Xiumin EXO, Ren Wu (OC) | Rate : T | Genre : Drama, Slice of Life

 

 

WARNING!!

Non-canon!AU, possibly OOC, typo(s), Part of Problematic Gentlemen Series(AU)

 


 

 

“Sial. Jadwalku padat sekali,” gumam Minseok yang tengah bersantai di sofa ruang tengah.

Penuh keingintahuan seperti biasa, Ren yang sedang membaca buku mencuri pandang ke ponsel pamannya melewati bahu pamannya. Ada banyak agenda dalam kalender di ponsel pamannya. Warna kuning untuk urusan kerja, hijau untuk acara bersama teman, hitam untuk jadwal pribadi, dan merah untuk jadwal kencan. Dan tentu, ada banyak warna merah.

“Aku masih kagum terhadap cara Paman mengatur jadwal Paman yang begitu padat,” celetuk Ren.

“Oh, pujianmu manis sekali.” Minseok melempar senyum terbaiknya pada keponakan tersayangnya.

Ren boleh saja tidak memiliki hubungan darah dengannya, tapi Ren tetap keponakan tersayangnya. Ren tidak pernah menjauhinya seperti yang dilakukan oleh keponakan-keponakannya yang lain berkat orang tua mereka yang mencecoki mereka dengan jauhi Paman Minseok karena ia adalah pengaruh buruk karena dirinya yang adalah seorang Don Juan. Tapi Ren tidak pernah menjauhinya, kecuali saat marah. Yah, karena memang tidak semua yang punya hubungan darah bisa disebut sebagai keluarga dan tidak semua yang tidak berhubungan darah tidak bisa disebut keluarga.

“Yah, menjadi casanova juga berarti kau harus pintar membagi waktu.“

“Tapi tidak pintar membagi perasaan.”

Minseok tertawa. “Ucapanmu itu … kadang penuh sarkas. Rasa-rasanya seperti makan cabai terpedas mentah-mentah. Tapi … ada benarnya juga.”

Ren berpindah posisi duduk ke samping Minseok. Bukunya sudah ia tutup setelah memberi pembatas. “Paman tidak takut ketahuan?”

Minseok menoleh, menatap Ren lembut. “Rasa takut itu selalu ada, Tianxin. Ketika Paman sedang berkencan di tempat publik, Paman takut jika ketahuan. Mungkin Paman terlihat tenang, tapi sebenarnya tidak. Tidak pernah tenang, tidak pernah nyaman, tapi harus terlihat tenang dan nyaman.”

“Wow, Paman bisa menyaingi akting Paman Luhan!”

Lagi, Minseok tertawa. “Ide bagus. Mungkin Paman bisa menantang Paman Luhan kapan-kapan.” Jemari Minseok bermain di mahkota kepala Ren. Mengusapnya lembut, membuatnya teringat saat Ren masih kecil, menyadari betapa waktu cepat berlalu.

“Apa ketakutan Paman yang lain?”

Usapan Minseok berhenti. “Karma,” jawab Minseok. ”Paman takut jika semua ini nanti jadi bumerang bagi Paman.”

“Tapi Paman belum bisa berhenti.”

“Benar.”

“Meski sudah banyak orang yang menasehati Paman.”

Kembali Minseok tersenyum. Ren benar-benar mengerti dirinya. “Benar. Sudah banyak yang bilang agar Paman setia pada satu wanita, serta menjabarkan apa-apa saja yang jadi konsekuensi dari perbuatan Paman. Bukannya Paman tidak melek akan konsekuensinya, Paman tahu betul konsekuensi dari semua perbuatan Paman. Bukannya Paman tidak ingin setia, Paman justru merasa iri pada laki-laki yang bisa setia pada satu orang. Bagaimana ia bisa melakukan itu? Tapi untuk sekarang … Paman rasa Paman belum siap untuk setia.”

“Apa Paman juga merasa bersalah?”

“Tentu saja, Tianxin. Paman telah menyakiti hati banyak wanita, meski begitu Paman tetaplah manusia biasa. Tentu Paman merasa bersalah.” Ada sorot kesedihan dari mata Minseok.

“Kalau begitu aku berharap semoga Paman segera menemukan tempat pelabuhan untuk hati Paman.”

Minseok kembali tersenyum. “Xiexie, Tianxin.”

Ren balas tersenyum. Dari luar mungkin pamannya yang satu ini kelihatan bahagia, tapi Ren tahu bagaimana keadaan dari dalam. Mungkin pamannya sering dicerca, tapi fakta bahwa pamannya juga banyak dicintai tidak bisa ditampik. Citra pamannya boleh saja buruk, tapi Ren tahu ada rasa bersalah yang tidak main-main yang bersemayam di hati pamannya. Paman Minseok tetaplah Paman Minseok yang baik bagi Ren. Dan Ren tentu berharap akan ada wanita yang mampu meluluhkan hati pamannya.

 

 

FIN

Problematic Gentlemen Series :

 

A/N        :

Selamat hari lahir, Paman Minseok! Hahahaha.

Sebenernya,ini fanfiksi nggak nyampe 3k words. Tapi karena kak del bilang satu chap maksimalnya 1k words, ya sudah, ane pecah jadi tiga chapters. Eheh.

Ide yang sudah mengendap lama ini akhirnya bisa dieksekusi juga. Ane merasa bahagia :””””)) Sorry not sorry for sticking to this AU lately. Pas mikir mau bikin fanfiksi apa dan kayak gimana, ane langsung pengen menunjukkan sisi lain dari seorang playboy. Terus tiba-tiba aja Ren nongol dan setelah ditelaah lagi … masuk-masuk aja tuh. Kan nama series-nya Problematic Gentlemen, ya ini dia masalahnya si Minseok.

Adios for the next fanfiction!

Tambahkan Len sebagai teman di LINE   : kartoffellen

Ikuti Len di twitter           : @krshrlen

6 tanggapan untuk “[XIUMIN BIRTHDAY PROJECT] LADIES’ MAN – Len K (Part 3/3)”

  1. umin prnh trauma kah? prnh putus cinta yg sngt membekas smp dy blm bs ksh his true feeling cm utk 1 yeoja ja?

  2. Pas bgt sih emg sama karakter minseok. Playboy yg mellow.
    Cariin cewek yg one of a kind nah Len biar si umin bisa berlabuh ~ ciaaa
    Sweet tapi masih terasa gantung kubutuh sekuel dimana Min-seok ketauan hahaha tapi gini juga gpp ding
    Satu hal yg kusayangkan dari fic ini adalah kurang menonjol nya sisi playboy yg wajar dari Min-seok padahal kurasa take itu bisa cukup mewarnai fic ini.
    Keep writing! 🙂

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s