[XIUMIN BIRTHDAY PROJECT] White Flower – Shin Tama production

SHIN TAMA

Production

White Flower

|| Xiumin X Mi Cha (OC) X Rae Mi (OC)||

Ficlet || Romance || PG-15

Falkutas arsitektur. Program studi perencanaan wilayah dan kota. Kursi-kursi di ruang kelas itu hampir penuh. Menyisakan 1 , 2, atau beberapa kursi yang dapat dihitung dengan jari. Mayoritas mahasiswi yang menghadiri mata kuliah struktur kontruksi bangunan gedung. “Aku sengaja memasang alarm pagi-pagi sekali, agar aku tidak terlambat mengikuti mata kuliah ini.” Bisik seorang mahasiswi di barisan kursi paling depan kepada teman sebayanya tepat disamping kursinya. “Dia sangat tampa tapi sayangnya, dia sudah punya tunangan. Ah, aku tidak memiliki kesempatan lagi.” Suara lain muncul dari mulut mahasiswi yang duduk di barisan belakang. Xiumin- dosen mata kuliah struktur kontruksi bangunan gedung dan sekaligus objek pembicaraan para gadis-gadis itu.

***

 

Tinggi badan kisaran 170-an. Kulit tubuhnya putih pucat, namun wajahnya putih merona. Rambut Merah gelapnya terurai sebatas punggung. Semakin sempurna kecantikan gadis itu dengan balutan gaun sebatas lutut yang membentuk tubuhnya. Tampak modis.  “Aku ikut ya.” Rae Mi bersemangat ketika mengetahui kakak laki-lakinya akan pergi makan malam dengan rekan kerjanya, termasuk Xiumin. Awalnya Dae Ho menolak rajukan Rae Mi. Beralasan gadis itu akan bosan. Namun Dae Ho tidak tega melihat wajah adiknya yang memelas.

 

Dae Ho pasrah. Lalu meng-iya kan keinginan gadis itu. Dae Ho  heran, Rae Mi takut sendirian, kenapa juga gadis itu repot-repot datang ke Korea untuk menghabiskan liburan semesternya- memilih tinggal dirumah kakak laki-lakinya yang tinggal sendirian. Berbeda dengan di Roma, disana ada orang tua dan 2 adik perempuan. Bukankah lebih ramai?

***

 

Dae Ho beserta tim nya yang berjumlah 4 orang, plus Rae Mi. Memilih restoran pasta untuk tempat makan malam mereka, sekaligus mendiskusikan proyek pembangunan gedung yang di garap oleh perusahaan Dae Ho. Direktur perusahaan kontruksi itu menggaet Xiumin untuk bekerja sama dalam mendesain bangunan gedung. Menurutnya Xiumin adalah arsitek yang kompeten di bidangnya, selain menjadi seorang dosen.

 

“Rae Mi, aku tidak bisa pulang bersamamu. Ran menghubungiku ingin bertemu. Dia bilang ada sesuatu yang penting untuk dibicarakan.” Ucap Dae Ho ketika semua orang di meja itu bersiap-siap beranjak pergi.

“Xiumin oppa, kau bisa mengantarku pulang kan? Bukankah rumah kita searah?” Rae Mi mengabaikan tawaran Young Gi, lalu menodong Xiumin dengan pertanyaan yang mengandung unsur paksaan. ‘kalaupun rumah kita tidak searah. Aku akan tetap memintamu untuk mengantarku pulang.’ batin Rae Mi. Selain itu, kepergian Dae Ho ke rumah Ran- bukanlah suatu kebetulan. Ada Kongkalikong antara Rae Mi dan Ran- kekasih kakaknya. Rae Mi mengirim pesan singkat kepada Ran untuk membuat kakaknya sibuk malam ini. Ya, tujuannya adalah agar ia dan Xiumin ada waktu berdua seusai makan malam. Dan lihatlah, rencananya berhasil. Dae Ho mempercayakan adik perempuannya di antar pulang oleh Xiumin.

***

 

Xiumin menginjak pedal rem mobilnya di depan gerbang rumah Dae Ho. Laki-laki itu hendak turun dari mobil untuk membuka pintu mobil untuk Rae Mi, namun Rae Mi mencekalnya dengan menarik kerah kemeja Xiumin dengan perlahan. Lalu gadis itu berbisik di telinga Xiumin “Malam ini Dae Ho oppa tidak pulang kerumah. Aku sendirian di rumah. Kau bisa kan menghabiskan malam ini denganku ?” Rae Mi menarik diri, kembali duduk di posisinya semula.

 

Telapak tangan kanan Xiumin menangkup pipi gadis itu. Kemudian tangan itu turun sampai di tengku dan memberi gaya tarik hingga jarak antara wajah mereka tersisa 2 senti. “Aku sudah punya tunangan dan wanitaku itu tidak pantas untuk dihianati, karena dia terlalu baik.”

***

 

Sabtu pagi, toko bunga milik Mi Cha kedatangan beberapa murid dari berbagai kalangan- tua, muda, pria dan wanita. Mereka begitu bersemangat untuk mengikuti kelas merangkai bunga yang telah di adakan sejak tahun lalu.

Nuna, ku rasa anda tidak perlu takut tersesat.” Salah satu murid laki-laki yang masih remaja-bersuara.

Wae?”

“Karena nuna adalah bunga paling cantik di antara semua bunga di toko ini. Pasti akan mudah menemukanmu. Hehe…” jawab Woonan.

“Huuuuuuuu…” pernyataan Woonan sontak mendapat sorakan dari murid lain.

 

Mi Cha tertawa geli melihat tingkah murid-muridnya. Penuh dengan canda. Suasana yang sangat hangat. Tingkah Woonan dan suasana hangat ini, mengingatkan Mi Cha dengan kenangan 3 tahun lalu. Tiga tahun lalu ketika ia dan Xiumin pertama kali bertemu di toko ini.

 

Matanya tak bisa menahan diri untuk melihat ke arah Mi Cha yang ada di meja kasir. Sesekali Xiumin mencuri pandang. Sampai Mi Cha menghampiri pria itu untuk bertanya “Apakah anda sudah menemukan bunga yang anda suka? Aku bisa membantumu.”

“Ya, Aku sudah menemukannya.” Kalimat itu yang keluar dari mulutnya, padahal sedari tadi ia tidak benar-benar mencari. Ia sibuk mencuri-curi waktu untuk melihat gadis itu.

“Bunga yang mana ya? Aku akan merangkainya untuk anda.”

“Em, yang- yang itu.” Xiumin menunjuk ke sembarang arah.

Mi Cha mengikuti arah yang ditunjuk Xiumin. Pria itu memilih bunga tulip kuning. Pilihan yang bagus. Bunga itu memang banyak peminatnya.

 

“Kurasa ibu akan sangat menyukaimu .” Xiumin berkata sambil mengamati wajah Mi Cha yang sedang merangkai bunga.

“Maaf, apa yang anda katakan tadi?” Mi Cha bertanya seusai mendengar gumaman pria itu yang terdengar samar-samar.

“Maksudku bunganya, iya bunganya. Ibuku pasti sangat menyukai bunga  yang sangat cantik ini.” Respon Xiumin sambil menunjuk sebuket bunga tulip kuning yang baru selesai dirangkai. Xiumin meruntuki dirinya dalam hati. Kenapa juga ia tidak dapat mengontrol kata-katanya ketika melihat gadis itu. Seperti tadi, tanpa sadar ia menyuarakan kalimat yang ada dalam hatinya yang tengah mekar hal nya bunga di toko ini.

***

 

“Aku sengaja jauh-jauh ke sini untuk memberimu restu. Aku setuju jika kau bersama Xiumin. Dia pria yang setia dan tampan.” Ungkap Rae Mi. 2 sahabat itu duduk santai sambil minum teh, ditemani sepiring cookies.

“Kau ini bicara apa? Kenapa kau menilai tunanganku begitu saja? Kau bahkan belum bertemu dengannya.”

“Aku sudah bertemu dengannya.”

“Kapan?”

“Kan aku sudah pernah bilang, jika aku akan menguji calon suamimu, siapapun itu.”

“Lalu?” Mi Cha semakin penasaran.

“Xiumin lolos dengan nilai 100 berbobot kesetiaan.”

“Bagaimana kau mengujinya? Apa kau menyuruhnya mengerjakan soal-soal semua mata pelajaran di segala bidang?”

“Hei, Apa aku tampak sepintar dirimu untuk memberikan ujian tulis kepadanya?”

-FiN-

7 tanggapan untuk “[XIUMIN BIRTHDAY PROJECT] White Flower – Shin Tama production”

  1. Wuah mantap! Ternyata rae mi cuman menguji kesetiaan minseok wkwk untunglah minseok kuat iman. Hamdalah aku suka ff ini. Bisa dibilang plot twist gk sih? Soalnya aku agak kaget pas rae mi bilang kalo dia menguji minseok, di lain sisi mi cha juga gk tau kalo pacarnya lagi dites hahaha intinya aku suka fic ini meskipun tadi nemu beberapa typo dan kesalahan penulisan.

    Keep writting ya kak 🙂

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s