[XIUMIN BIRTHDAY PROJECT] DANGDUT SERIES : OLEH-OLEH -by AYUSHAFIRAA

oleholeh-xiuminchoa1ay

‘Tapi yang kuharap engkau pulang, tetap membawa kesetiaan.’

`OLEH-OLEH`

A part of `Dangdut Series` by AYUSHAFIRAA

`Starring EXO’s Xiumin x Choa`

|| Hurt/Comfort, Marriage-life, Romance||

// PG-15 // Ficlet //

Disclaimer

Keseluruhan cerita merupakan hasil murni dari pemikiran dan khayalan saya sendiri. Sifat/sikap/kehidupan karakter di dalam cerita ini diubah untuk kepentingan cerita sehingga mungkin tidak sama dengan sifat/sikap/kehidupan karakter dalam dunia nyata. Inspired by ‘Rita Sugiarto – Oleh-oleh’.


Dangdut Playlist :

[Chen Gotik – Tarik Selimut] [Lay Kirana – Melanggar Hukum]  [Kris Citata – Meriang]  [Chanyeol Vallen – Sayang] ― [D.O DA – Kejora] — [Kai – Bojo Galak] — NOW PLAYING ♫ [Xiumin Sugiarto – Oleh-oleh] — [ Coming Soon ]


© AYUSHAFIRAA, 2018. All Rights Reserved. Unauthorized Duplication & Plagiarism is Prohibited.

 

“Kau mau kubawakan oleh-oleh apa dari Austria, Sayang?”

Bisikan mesra dari sang suami masih terngiang begitu jelas di telinga Choa. Tiga bulan mungkin telah berlalu sejak kepergian Xiumin ―suaminya, ke negeri yang terletak di belahan dunia bagian Eropa Tengah itu sebagai bentuk dari perjalanan bisnis, namun kekhawatiran dalam batin Choa bukannya pergi tapi malah semakin terus membayang-bayangi. Batin Choa terus diliputi rasa takut karena sebelumnya ia tak pernah melepas kepergian suaminya ke luar negeri hingga selama ini.

Choa tahu, ia seharusnya tidak boleh berpikiran negatif. Xiumin hanya pergi untuk bekerja, bukan untuk mencari wanita selain dirinya.

“Aku tidak akan meminta apa-apa. Cukup kau kembali tanpa kekurangan suatu apapun, itu sudah cukup untukku,” jawab Choa saat itu.

Kurang dari sebulan yang lalu, sahabat baik Choa baru saja bercerai dari suaminya karena kehadiran orang ketiga. Orang ketiga dalam kehidupan pernikahan sahabat Choa itu muncul setelah sang sahabat meninggalkan suaminya untuk waktu yang cukup lama. Sungguh, Choa pun terlalu takut hal yang sama akan menimpanya.

“Jangan nakal selama aku pergi, ya?”

“Hmmm…” Choa menggeleng imut. “Justru kau yang tidak boleh nakal-nakal selama di sana. Perempuan Austria ‘kan cantik-cantik.”

Wanita berambut pendek itu mengambil ponselnya yang tergeletak di atas meja makan sedari tadi.

‘Sayang~ kau sedang apa? Aku merindukanmu.’

Karena melamun, Choa baru menyadari bahwasanya Xiumin mengirimkannya sebuah pesan yang begitu manis. Senyuman wanita cantik itu mengembang, ia lantas membalas pesan suaminya dengan mengirimkan sebuah foto yang disertai sedikit catatan yang tak kalah manis.

pt2018_03_25_00_58_18_mh1521914881988

‘Hari ini aku sedang memikirkanmu. Aku merindukanmu seperti orang gila ㅠㅠ’

‘Aku akan segera pulang!~~ Aku jadi tak sabar untuk bertemu kembali dengan istriku yang cantik ini ㅋㅋㅋ~’

♥♥♥

“Sayang! Aku pulang!”

Netra pria itu menatap ke sekeliling ruangan apartemennya. Sejauh matanya memandang, tak diketemukan di mana wanita pujaan hatinya berada.

“Choa? Kau di mana, Sayang?”

Karena tak kunjung mendapat respon seperti yang diharapkan, Xiumin merebahkan tubuhnya di atas sofa dan mengembuskan napas kasar. Sebuah koper yang dibawanya dari Austria dibiarkan tergeletak begitu saja di atas karpet berbulu. Faktor lelah menghabiskan waktu berjam-jam lamanya dalam pesawat dan mata yang seolah terasa begitu berat kemudian memaksa Xiumin untuk terlelap. Saking lelahnya, Xiumin bahkan tak menyadari kehadiran sang istri yang baru saja kembali dari bepergian beberapa menit kemudian.

“Ternyata dia sudah sampai,” gumam Choa pelan, tak mau mengganggu tidur sang suami.

“Ya Tuhan… Aku minta maaf karena terlambat menyambut kedatanganmu,” sambung wanita itu, raut wajahnya jelas menunjukkan rasa penyesalan.

Melihat Xiumin yang tertidur di sofa tanpa sempat melepas sepatu dan koper yang belum dibereskan, Choa pun tanpa ragu membereskan semuanya hingga rapi. Tak lupa, setelah melepas sepatu suaminya, ia pun menyelimuti tubuh sang suami agar bisa tertidur dengan nyaman di malam bulan desember yang dingin itu.

“Ah, hangatnya…” igau Xiumin pelan. Mendengar itu, Choa pun tersenyum dan mengecup kening pria yang telah meminangnya hampir setahun lalu.

“Terima kasih, Ann.”

Igauan Xiumin selanjutnya seketika saja berhasil meluluh-lantakkan dinding kepercayaan diri Choa. Pikiran alam bawah sadar pria itu yang entah sedang di mana dan bersama siapa telah membuatnya menyebut nama orang lain yang bahkan tak pernah Choa sadari eksistensinya.

♥♥♥

Malam ini Xiumin mengajak Choa untuk makan malam romantis di sebuah restoran ternama yang telah berhasil mempertemukan mereka; dua orang asing yang sebelumnya tak saling mengenal hingga bertemu kembali di altar pernikahan. Kini, setahun sudah dua insan itu saling berikrar untuk tetap saling mencintai sampai maut memisahkan. Peringatan satu tahun usia pernikahan yang seharusnya mereka lewati dengan suka cita penuh cinta kini malah terasa sangat sia-sia dengan membisunya Choa di depan Xiumin.

“Sayang? Apa aku melakukan kesalahan?” tanya Xiumin. “Kenapa sejak aku kembali dari Austria, kau seperti enggan berbicara sepatah katapun padaku?”

Ekspresi Choa tak berubah. Wanita itu hanya melanjutkan makan malamnya tanpa menjawab ataupun menatap ke arah Xiumin yang mengajaknya bicara.

Demi mengubah suasana menjadi lebih cair, akhirnya pria itu memutuskan untuk mengalihkan topik pembicaraan. Ia lalu berdiri untuk menghampiri sang istri yang masih setia dalam mode bungkam.

“Ini oleh-oleh yang kubeli di salah satu toko perhiasan terkenal di Austria,” ucap Xiumin saat memperlihatkan sebuah kalung swarovski yang memang sengaja ia beli untuk istrinya.

swarovski-duo-rose-gold-with-green-clear-crystal-clover-pendant-5139471-p1414-4666_image

Netra Choa spontan membesar. Genangan di matanya seolah tak sanggup untuk ditahan lebih lama. kristal bening itu menetes begitu saja dari pelupuk matanya sesaat setelah Xiumin memakaikan kalung nan indah tersebut ke lehernya.

“Kenapa kau menangis? Apa kau tak suka dengan oleh-oleh yang kuberikan?”

Choa tersenyum getir sembari menggeleng. Kalung tersebut terlalu indah untuk tak disukai olehnya.

“Bukankah sudah kukatakan bahwa aku tak meminta oleh-oleh apapun darimu?” kini, Choa mampu bersuara. Dengan segenap hati yang telah Xiumin patahkan, dengan segenap kepercayaan diri yang telah Xiumin hancurkan berkeping-keping… Choa tak bisa mengharapkan apapun lagi selain kejujuran pria itu.

“Ann itu siapa?”

Mendengar pertanyaan terakhir Choa, ekspresi Xiumin berubah total. Beberapa detik berlalu dalam hening sebelum akhirnya pria itu memaksakan sebuah senyuman di wajahnya.

“Dia kekasihku, yang juga telah menikah dengan pria lain.”

“Bagaimana bisa… kau memperlakukanku seperti ini?” tanya Choa tak percaya, airmatanya terus berlinang seiring hatinya yang kian remuk-redam.

“Apa yang harus kulakukan? Cintaku padanya tak pernah hilang, Choa. Kehadiranmu bahkan tak pernah mampu mengusiknya yang telah menetap begitu lama dalam relungku,” lanjut Xiumin terus terang.

“Dia menikah di hari kita bertemu. Dia bisa mencintai lelaki lain saat dia juga mencintaiku. Tapi aku?”

“Jujur saja… aku tak mampu.”

Fin.

 

wp-1497754680295.png

4 tanggapan untuk “[XIUMIN BIRTHDAY PROJECT] DANGDUT SERIES : OLEH-OLEH -by AYUSHAFIRAA”

  1. Aduh knp aku ngakak baca xiumin sugiarto 🤣 Knp gk xiumin sukesih atau xiumin daratista?

    Weleh si umin emang dangdut pisan teh. Aku ngakak so hard baca endingnya masa wkwkwk tpi aku menikmati bgt alurnya. Tulisanmu juga rapih bgt kak. Aku gk nemu typo sama sekali. Good job. Ini juga kali pertama aku baca fic minseok-choa.

    Heh mas umin, cinta itu lbih baik tersirat. Dasar kau! Pembohong! Beraninya berpaling pada Ann – jeritan hati choa.

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s