[XIUMIN BIRTHDAY PROJECT] LADIES’ MAN – Len K (Part 1/3)

 

Minseok boleh saja seorang casanova, tapi ada sisi yang tidak diketahui oleh kebanyakan orang

LADIES’ MAN

Storyline © Len K. Standard disclaimer applied. No profit taken from this fiction

 

Starring : Kim Minseok – Xiumin EXO, Ren Wu (OC) | Rate : T | Genre : Drama, Slice of Life

 

 

WARNING!!

Non-canon!AU, possibly OOC, typo(s), Part of Problematic Gentlemen Series(AU)

 


 

 

Layaknya beberapa paginya belakangan ini, kali ini pagi Ren juga disambut dengan aroma kopi yang menggelitik hidungnya dan mengundangnya untuk bangun. Setelah hampir satu minggu berada di rumah Minseok, Ren jadi paham mengapa ayahnya tidak pernah melewatkan kopi di pagi hari. Karena demi apapun, secangkir kopi di pagi hari adalah candu yang nyata. Mungkin setelah ini Ren bisa bergabung menikmati kopi di pagi hari bersama ayahnya.

Dengan kesadaran yang belum penuh, Ren berjalan menuju dapur yang sudah ditata dengan model bar yang sederhana tapi tetap memikat. Warna coklat dan putih mendominasi dapur dengan sedikit sentuhan tanaman hijau dalam ruang yang memberi kontras menyejukkan. Ren sedikit tersenyum ketika mendapati kabinet yang sudah terdapat dua cangkir kopi.

“Jika setelah ini aku kecanduan kopi dan ingin jadi barista, aku akan menyalahkanmu, Paman Minseok.” Ren menghirup aroma kopi di salah satu cangkir. Cappuccino latte, favoritnya.

Minseok, orang di belakang semua cangkir kopi tiap pagi di rumah ini tersenyum mendengarnya. “Yah, itu bagus jika dilihat dari sudut pandangku. Jadi kau ingin jadi barista? Seingatku kau ingin jadi dokter hewan.”

Ren menyelesaikan tegukannya dahulu—sekarang kesadarannya sudah penuh—sebelum menjawab, “Yah, aku mempertimbangkannya—menjadi barista. Setelah sering melihat Paman meracik kopi dan berkunjung di kafe milik Paman, aku berpikir kalau barista itu keren.”

Minseok kembali tersenyum. Yah, kebimbangan Ren untuk akan jadi apa di masa depan baginya adalah hal wajar. Ren masih kelas satu SMA. Minseok masih ingat Ren yang ingin jadi atlet basket karena ayahnya adalah mantan atlet basket ternama, Ren yang ingin jadi model karena mendiang ibunya, juga ayahnya adalah model. Ren yang ingin masuk jurusan sastra karena Junmyeon adalah dosen sastra Korea. Ren yang tergoda menjadi desainer karena Tao selalu memuji selera fashion-nya. Ren yang mempertimbangkan masuk jurusan akting karena bujukan dari Luhan. Ren yang juga tertarik menjadi komposer karena Yixing, dan kini Ren yang ingin jadi barista karena dirinya. Terlalu banyak keingintahuan yang dimiliki Ren. Dan Minseok, Kris—ayah Ren, atau yang lainnya tidak pernah memaksa Ren untuk jadi ini atau jadi itu, mereka membiarkan Ren membuat keputusan sendiri.

“Kalau kau serius ingin jadi barista, Paman tidak keberatan mengajarimu dan mungkin, kedepannya Paman akan mempercayakan kafe Paman padamu,” ujar Minseok. Dirinya tidak menaruh harapan tinggi soal perkataannya.

“Soal mengajariku, saat ini aku sudah cukup puas dengan bisa membuat secangkir espresso. Dan bukannya untuk mempercayakan kafe yang Paman cintai sepenuh hati, harusnya Paman berikan kepercayaan itu pada anak Paman nantinya?”

Minseok yang kini menggiling kopi mau tidak mau tertawa.

“Aku bahkan ragu dia akan mempunyai anak di usianya yang keenampuluh nanti.” Luhan, yang sengaja bermalam di rumah Minseok dan baru bergabung, menyahuti. Segera disambarnya kopi yang tersaji di meja.

“Hei, aku tidak membuat kopi itu untukmu.” Teguran Minseok diabaikan Luhan. Jadi barista itu kembali meracik kopi lainnya dengan rasa kesal.

“Ren, terlalu jauh jika kau menyinggung soal anak pada Minseok. Pertama-tama, titel ‘casanova’ yang melekat pada dirinya perlu dihilangkan lebih dulu. Kemudian dia harus menambatkan hatinya pada satu wanita.” kata Luhan setelah menandaskan kopinya.

Ren mau tidak mau tertawa dan kebalikan dari dia, sudut-sudut bibir Minseok tertarik ke bawah. “Oh, kau juga perlu segera menikahi Hyerim sebelum kekasihmu itu melelang dirinya di pasar bebas,” balas Minseok. Kini giliran Luhan yang bermuka masam.

“Setidaknya aku sudah menambatkan hatiku pada satu wanita,” Luhan menggerutu pelan.

Minseok mengibaskan tangannya di depan Luhan. Menyadari bahwa dia tidak akan memenangkan perdebatan klasik ini seperti yang selama ini terjadi. Barista itu kembali sibuk dengan racikan kopinya, Luhan dengan ponselnya—dengan Hyerim untuk lebih spesifik, dan Ren juga dengan ponselnya—menghubungi ayahnya yang ada di Amerika dan Moon Bin, kekasihnya.

“Ren, coba ini.” Secangkir kopi tersaji di depan Ren.

Untuk sesaat, Ren hanya bisa menatap secangkir kopi di hadapannya. Warnanya putih. Tapi Ren yakin betul itu kopi. Krimer? Tapi saat Ren mendekatkan hidungnya untuk menghirup aromanya, yang tercium adalah bau gurih yang tajamnya bukan main. Hampir tidak tercium bau kopi.

Dahi Ren mengernyit. “Apa ini? Kopi?”

Minseok mengangguk. “Aduk dan coba saja.” Sebuah sendok tersodor dan Ren menerimanya.

Perlahan-lahan, warna putih yang bercampur dengan warna hitam pekat kopi berubah menjadi coklat muda. Sesaat Ren ragu. Tapi saat ia melempar pandangan ke arah Minseok yang dibalas dengan anggukan dan tatapan penuh antusias, Ren membawa cangkir itu mendekat ke bibirnya. Gurih. Itu rasa yang menggigit lidah Ren di tegukan pertama. Dan di tegukan kedua, Ren bergidik saking nikmatnya. Di tegukan ketiga, Ren jatuh cinta pada kopi entah-apa-namanya itu.

“Ini enak sekali! Apa ini, Paman?” Ren masih mengagumi kopi di hadapannya. “Robusta? Arabica? Lalu apa yang kau masukkan? Susu? Ah, bukan. Gurih susu tidak seperti ini.”

Minseok tersenyum puas. “Kopi santan, robusta.”

“Apa? Santan?” Ren membelalak tak percaya dan kembali memandangi cangkir di hadapannya sebelum kembali menyesap isinya. “Ini … sungguh enak!”

Sebelum diberi ijin, Luhan juga sudah mencuri dua teguk. “Luar biasa! Menu baru untuk kafemu?” Ren mengambil cangkir dari tangan Luhan dan mengamankannya karena Minseok tadi yang memberikan kopi itu untuknya. Dia tidak bisa membiarkan Luhan menghabiskan kopi lezat nan gurih itu!

“Karena reaksi kalian bagus, akan benar-benar kupertimbangkan untuk masuk dalam daftar menu,” jawab Minseok.

“Apanya yang harus dipertimbangkan?” sahut Ren. “Ini harus masuk daftar menu!” lanjut Ren sebelum menandaskan kopinya disusul desah kecewa dari Luhan.

“Serius, Ren, kau harus jadi penerusku. You have a good taste.”

Ren tertawa sambil mengangkat bahu. “Entah ya, Paman. Mungkin iya, mungkin tidak.”

Minseok tertawa. “Ah, jam berapa sekarang?”

“Tujuh lewat sepuluh menit,” jawab Luhan.

“Aku harus bersiap-siap.” Minseok mulai membersihkan kabinet dapurnya dan membereskan peralatan pembuat kopi miliknya. “Kalau kalian lapar, masih ada sayuran segar dan bahan-bahan lain di lemari pendingin.”

“Paman ada janji?”

“Banyak.” Jawab Minseok singkat sebelum meluncur ke kamarnya.

Luhan memutar kedua bola matanya. “Pasti ia akan menemui kekasih-kekasihnya.”

 

go to part 2

7 tanggapan untuk “[XIUMIN BIRTHDAY PROJECT] LADIES’ MAN – Len K (Part 1/3)”

  1. Len bnrn dah prnh minum coconut milk coffee?? Jd kpengen.. interaksi umin & lu minum coffee jd keinget sm scene mrk di slh 1 eps exo’s showtime dulu wkt lg cari kado bwt ultah yeol. Sapa ja tuh para kekasih’ny umin? jimin aoa, kim yoo jeong, reen d.o?

  2. Interaksi antara ren dan minseok,benar2 om dan keponakan yg goals banget.aku suka.ngomong soal cassanova,minseok udh cocok deh ,jadi cassanova yang paling keren.pokoknya bagus deh ff ny.
    Keep Writing ka! 🙂

  3. Anjir kekasih2
    Btw ada moonbin ehe2
    Ini part 2 nya sdh up? Kalo udah aku cus nih. Meskipun di sini blm keluar sisi casanovanya umin tapi dgn kamu yg membuat dia jadi Casanova aja udh lumayan banget! Sasuga len.
    Aku jg suka interaksinya lumin di sini, haish jadi kangen kan .-.
    Keep writing Len!

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s