[KAISOO BITHDAY PROJECT] Candle Light – LILLIeBIE

34

Candle Light – LILLIeBIE

Kai, Taeyeon, Sehun, Krystal|Fantasi,Romance|PG15

Disclaimers: Keseluruhan cerita merupakan imajinasi dari penulis. Apabila ada kesamaan plot, karakter, dan lokasi adalah sebuah ketidak sengajaan. Semua pemeran adalah milik Tuhan, orang tua, dan agensi mereka.

 

~*~

In autor eyes…

“Taeyeon-ah, tunggu sebentar!” Kai berlari mengejar kekasihnya saat ini, Taeyeon.

 

Orang yang dipanggil Taeyeon itu justru terus berlari tanpa memperdulikan teriakan dari orang yang mengejarnya. Taeyeon melambaikan tangannya kepada salah satu taksi yang lewat kala itu.

 

“Taeyeon-ah, kau salah paham.” Tegas Kai saat ia sampai ditempat Taeyeon berdiri, tetapi Taeyeon hanya mengabaikannya dan langsung masuk ke dalam taksi yang telah menghampirinya. Kai terus mengetuk jendela taksi tersebut, tetapi seperti sebelumnya Taeyeon hanya mengaikannya.

 

“Taeyeon, kumohon dengarkan aku dulu.” Pinta Kai parau.

 

“Jalan, Pak.” Ucap Taeyeon kepada supir taksi itu. Kai yang melihat taksi itu pergi tidak tinggal diam, ia terus mengejar taksi itu sambil meneriakkan nama Taeyeon sampai ia kelelahan dan terbaring di tengah jalan.

 

“Mianhae, Taeyeon-ah” Kai memejamkan matanya, menyesal.

 

—–~—–

Taeyeon berjalan menuju apartemen milik Sehun sembari berlinang air mata. Tidak sengaja Sehun melihat Taeyeon yang kala itu sedang berjalan menuju apartemennya. Sehun menghampiri Taeyeon yang terlihat lesu.

 

“Taeyeon-ah, ada apa denganmu, mengapa kau menangis? Apa bajingan itu melakukan hal yang buruk padamu?” Tanya sehun yang tengah membendung amarahnya karena seseorang yang ia sayangi terluka oleh bajingan tengik, Kai.

 

“Aku akan menceritakannya, tapi tidak disini, Sehun-ah.” Ucap Taeyeon masih dengan air mata yang berlinang di pipinya.

 

Mendengar itu, Sehun mulai menuntun Taeyeon menuju ke apartemennya. Sesampainya disana, Sehun mendudukkan Taeyeon di sofa ruang tamu serta membuatkan Taeyeon secangkir teh hangat.

 

“Minumlah dulu, Taeyeon-ah.” Pinta Sehun. Taeyeon berterima kasih dan mulai menyeruput minumannya.

 

“Bisakah kau menceritakan padaku apa yang telah Kai lakukan padamu?”

 

Taeyeon meletakkan cangkirnya dan mulai menceritakan semua yang dilihatnya di apartemen Kai, mulai dari Kai yang memeluk Krystal lalu kemudian menciumnya dan juga apa yang Kai katakan tentang dirinya, bahwa Kai hanya pura-pura mencintai Taeyeon hanya karena permintaan dari Krystal untuk membalas demdam karena Taeyeon telah mempermalukannya di depan umum.

 

“Haruskah aku memberinya pelajaran?” Sehun mengepalkan tangannya kuat-kuat. Melihat itu Taeyeon menggenggam tangan Sehun yang membuat sang empunya menatap Taeyeon.

 

“Tidak, Sehun-ah. Kau tidak perlu bertindak seperti itu.” Taeyeon menghapus air mata dipipinya dan berusaha tersenyum, berpikir itu bisa menenangkan amarah Sehun. Perlahan tangan Sehun yang terkepal mulai rileks kembali.

 

“Aku akan pergi, Sehun-ah.” Ucap Taeyeon yang membuat Sehun tergelak kaget dengan pernyataannya.

 

“Apa? Apa karena dia kau pindah?” Terlihat jelas dari cara Sehun mengatakannya bahwa dia kecewa, sedih dan marah dalam satu waktu.

 

“Tidak, bukan karena itu. Ayahku menyuruhku untuk mengurus cabang perusahaan yang ada di Inggris. Tenang saja, aku pasti akan kembali” Jelas Taeyeon. Sehun hanya mengangguk dan memeluknya.

 

“Taeyeon-ah, sebelum kau pergi, dengarkan penjelasan si Tengik itu. Aku hanya tidak ingin kau menyesal” Pinta Sehun sebelum Taeyeon meninggalkan apartemennya.

—-~—

Kai mengendarai mobil dengan kecepatan penuh menuju apartemen Taeyeon. Sesampainya disana, ia tidak menemukan orang yang telah membuatnya cemas dan perasaan yang campur aduk saat ini.

Kai menunggu didepan pintu apartemen Taeyeon, berharap bahwa gadis itu akan menampakkan dirinya. Dan seperti sebuah keajaiban, dia, Taeyeonnya muncul dari dalam lift. Melihat hal itu, Kai langsung menghampiri Taeyeon dan memanggil namanya.

 

“Taeyeon-ah!” Teriak Kai nyaring. Taeyeon yang merasa namanya dipanggil menoleh dan menatap tepat di manik mata Kai. Saat itu juga, air matanya kembali mengalir dan lidahnya menjadi kelu. Saat itu juga, Kai menyadari bahwa ia telah melukai gadisnya itu dengan sangat dalam. Tatapan gadisnya menyiratkan luka dan penghianatan. Sungguh, fakta itu membuat dada Kai terasa sesak.

 

“Taeyeon-ah, mianhae. Aku akan menjelaskan semuanya, jebal Taeyeon-ah, beri aku kesempatan.” Kai menghampiri Taeyeon dan berlutuh di hadapannya.

 

“Baiklah, aku akan mendengarkannya, karena aku tidak ingin menyesal.” Ucap Taeyeon.

 

Kai berdiri dan mulai menjelaskan semuanya. Tentang ia yang telah putus dengan Krystal, dan Krystal yang tidak terima sehingga ia mendatangi apartemen Kai, juga tentang Krystal yang menciumnya tanpa izin, dan tentang balas dendam yang melibatkannya. Kai mengakui awalnya ia mendekati Taeyeon hanya karena ingin membalaskan dendam yang Krystal pendam, tetapi lambat laun, Kai malah jatuh cinta sungguhan pada Taeyeon.

 

“Sudah selesai? Baiklah, aku memaafkanmu.” Taeyeon berkata, dan sebelum Kai membalas kata-katanya, Taeyeon meninggalkan Kai menuju apartemennya.

 

“Taeyeon-ah, apakah kita masih sepasang kekasih?” Tanya Kai. Taeyeon tediam untuk beberapa saat sebelum kemudian berbalik dan berjalan mendekati Kai. Taeyeon berhenti didepan laki-laki itu dan sedikit berjinjit untuk mencium pipinya. Kai terdiam membeku dan menatap lurus Taeyeon.

 

“Kai-ah, aku akan pergi untuk beberapa waktu. Jika kau ingin kita melanjutkan hubungan ini, datanglah ke Bandara sebelum pukul 9 pagi. Jika kau tidak datang, aku akan menganggap bahwa kita telah mengakhiri hubungan ini.” Taeyeon berbalik dan mulai meninggalkan Kai yang masih terdiam.

 

—-~—-

Taeyeon menarik koper berwarna merah memasuki Bandara. Ia berhenti di ruang tunggu dan mendudukkan diri disana. Jam telah menunjukkan pukul 8.45, tetapi orang yang ditunggunya belum juga muncul.

 

“Apa yang kau harapkan Taeyeon, dia tidak akan datang.” Pikirnya.

 

Dengan berat hati, Taeyeon berdiri dan mulai berjalan menuju apron.

 

“Tayeon-ah.” Teriak seseorang yang sangat Taeyeon kenal. Taeyeon membalikkan badannya dan tersenyum bahagia melihat orang yang telat dinantinya akhirnya datang. Kai berlari menuju Taeyeon dan langsung memeluknya.

 

“Kupikir kau tidak akan datang, Kai-ah.” Taeyeon menitikkan air mata bahagianya.

 

“Pabo, aku sangat mencintaimu, Taeyeon-ah. Bagaimana mungkin aku memutuskan hubungan kita.” Tegas Kai tanpa melepaskan pelukannya.

“Kai-ah, aku harus pergi sekarang.” Taeyeon melepaskan pelukan Kai. Kai tersenyum walaupun tersirat kesedihan didalamnya.

“Aku akan menunggumu kembali, Tayeon-ah. Bahkan jika itu selamanya.” Kai mencium Taeyeon seakan ini adalah ciuman terakhir mereka. Kai melepaskan ciumannya, dan memandang wajah Taeyeon sambil tersenyum.

 

-Fin-

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s