[KAISOO BIRTHDAY PROJECT] UNCONSCIOUSLY – chaa ahh

timeline_20180302_230731.jpg

 

 

[KAISOO BIRTHDAY PROJECT] UNCONSCIOUSLY – chaa ahh

Kim Jongin, Gamelia|Friendship|PG-15

 

 

“Kayla aku dimana?”

“Lah, mana aku tau mel kamu dimana. Hahaha” Tawa temanku Kayla diseberang sana.

“Aku gak tau ini dimana? Tempatnya rame banget.”

“Aku tadi nyuruh kamu nunggu di Bandara. Kenapa kamu malah jalan-jalan mel?”

Aku hanya mendengarkan ocehannya. Memang benar ini semua kesalahanku. Andai saja tingkat ke Kepoan ku tidak terlalu tinggi mungkin aku masih di Bandara sekarang, bukannya di tempat ini.

Jika aku deskripsikan tempat ini kemungkinan berada dipusat kota Seoul aku tidak tahu pasti, ini pertama kalinya aku di Seoul. Disini banyak Tourist berfoto. Sepertinya tempat ini objek wisata di Seoul. Ditengahnya ada sebuah patung besar jika aku tidak salah mendengar dia yang menciptakan huruf Hangeul.

“Mel, kamu masih dengerin aku kan?”

“Ah, iya ya”

“Tunggu aku disana. Jangan kemana-mana mengerti?” Titah Kayla.

Aku mengangguk padahal kami sedang berbicara lewat telepon.

Aku memasukkan Ponselku disaku celana.

Menghampiri Seoul saat musim semi lebih indah dari yang aku harapkan. Disepanjang jalan yang aku tapaki banyak bunga-bunga mulai bermekaran. Tidak lupa aku mengabadikan momen ini.

 

Tapi..

 

Aku merasa ada seseorang yang mengikutiku. Entah ini hanya perasaanku atau memang benar ada yang mengikutiku. Aku berusaha berjalan sesantai mungkin dan berbalik badan dengan cepat dan Kena kau.

“Who are you?” Dia sepertinya kaget. Terlihat dari ekspresi wajahnya.

Dilihat dari fisiknya dia sepertinya orang korea asli. Dia tinggi kulitnya sedikit berwarna coklat.

“Kim Jong In” dia memperkenalkan dirinya.

“Ah ya Gamelia.” Jawabku memperkenalkan diriku juga.

“Game?” Tanyanya.

Aku hanya tertawa cekikikan. Dia bukan orang pertama yang menanyakan ini padaku. Arti dari namaku Gamelia, mamaku namanya Lia dan mamaku suka bermain Game dulu saat mengandungku. Jadi, mama memutuskan memberi namaku Gamelia yg hanya terdiri dari satu kata karena aku anak tunggal haha.

“No, G A M E L I A” ejaku

“Oh, Gamelia.” Aku hanya manggut-manggut.

“Apa kamu orang Indonesia?” Mataku terbelalak kaget saat ia berbicara Bahasa Indonesia.

“Hei, kamu baik-baik saja?” Ia mengibas-ibaskan tangannya didepan wajahku.

Sungguh aku tidak percaya ini. Dia berbicara Bahasa Indonesia dengan logat Koreanya. Apakah aku sedang bermimpi bertemu pria korea bisa berbahasa Indonesia?

“Kamu bisa Bahasa Indonesia?” Tanyaku menyakinkan.

“Iya, sedikit-sedikit. Ibu saya orang Indonesia.” Tuturnya

Yakk pantas saja dia bisa orang ibunya orang Indonesia. Tau gitu dari tadi gak usah sok Bahasa Inggris wkwk.

“Kamu sudah lama tinggal di Korea?” Tanyaku.

“Saya lahir dikorea. Sejak kecil saya tinggal di korea. Hanya beberapa kali saja saya berlibur ke Indonesia.”

Sekarang aku tahu darimana dia punya kulit yang sedikit berwarna coklat wkwk.

“Kamu mau saya ajak jalan-jalan? Keliling kota Seoul?” Tawar Jongin.

Aku berfikir keras.

Daripada menunggu Kayla yang tidak pasti alangkah baiknya menerima tawaran dari cogan seoul haha.

“Okay.” Jawabku dengan gembira.

Sampai Jumpa Kayla haha.

“Tapi, Kim Jongin-ssi kau tidak berniat buruk kepadaku kan?” Tanyaku waspada.

“Ini tanda pengenal saya. Kamu boleh membawanya sampai kita selesai tour,” Katanya seraya menyerahkannya di tanganku.

“Tour???”

“Bukankah kita akan pergi jalan-jalan. Saya yang akan menjadi tourguide kamu.” Jelasnya.

Aku bertanya kepadanya, “Kim Jongin-ssi , Apa kamu tidak mempunyai pekerjaan lain?”

“Ah, ini adalah pekerjaan saya. Menjadi tourguide” katanya

“Apa aku mengganggu pekerjaanmu? Kamu bisa kembali bekerja. Aku akan menunggu temanku disini.”

“Tidak, pekerjaan saya sekarang menjadi tourguide kamu.”

Aku diam bingung harus ku jawab apa. Karena aku juga menginginkan tour ini.

“Gamelia, Apa kau tahu patung itu?” tunjuknya ke Patung besar yang sedang duduk yang aku bicarakan tadi.

“Dia pencipta huruf hangeul kan,” kataku menatap matanya lekat. Dia cukup tampan.

“Ya kau benar. Beliau adalah Raja Sejong Raja ke-empat di Dinasti Joseon. Patung itu dibangun untuk menghormati atas penemuannya.”

“Beliau cukup pintar ya?”

Jongin mengangguk setuju.

“Apakah kau tahu kau berada dimana?”

Aku menghela nafasku, “aku tadi kemari mengikuti orang. Jadi, aku tidak tahu.”

Ia menggeleng-gelengkan kepalanya.

“Bagaimana bisa kau mengikuti orang yang tidak dikenal, Gamelia?”

“Kau juga tidak aku kenal. Tapi aku mengikutimu.” Bantahku

“Kita sudah kenal Gamelia, bukankah kita sudah berkenalan,” aku melihatnya tersenyum saat mengatakan hal itu. Dia memalingkan wajahnya saat aku melihatnya. Sepertinya dia malu.

Suasananya semakin membuatku canggung, “eungg.. Jongin lalu sekarang kita ada dimana?”

“Kita sekarang berada di Gwanghamun Square. Apa kau tahu patung siapa yang berada di paling depan?”

Aku menggeleng pasrah.

“Beliau adalah Laksamana Yi Sun Shin. Asal kau tahu beliau sangat cerdik dalam strategi perang kala itu. Strategi perang yang mustahil dilakukan tapi dengan taktiknya Korea memenangkan peperangan.” Jelas Jongin.

“Apa kau sangat menyukai sosoknya, Kim Jongin?”

Dia mengangguk, “Laksamana Shin adalah penyemangatku untuk terus hidup.”

“Lalu Jongin,” mataku memandang lurus ke depan Gerbang besar itu.

“Itu adalah Pintu utama menuju Istana Gyeongbok. Gyeongbok adalah istana utama yang paling luas. Apa kau ingin masuk kesana?”

Aku mengangguk-anggukan kepalaku tanda setuju.

Kami berjalan berdampingan sambil sesekali mengobrol. Rupanya dia sama sepertiku yang menyukai sejarah.

Aku terus mendengarkannya menceritakan tentang Istana ini.

“Game…Liaaaaaaa”

Sepertinya aku mengenali suara ini. Aku berbalik dan

“Kayla” orang yang aku sebut namanha ini langsung menghambur ke pelukanku.

Aku merindukannya. Sudah lama sejak kami bertemu.

Ku lihat Jongin hanya menatap kami dengan tersenyum.

Kayla menyikut lengan kiriku, “Dia Kim Jongin, teman yang menemaniku saat kau tidak ada.”

Jongin langsung sedikit membungkukkan badannya dibalas juga oleh Kayla.

“Baiklah, ayo kita pulang.” Ajak Kayla

Mataku membulat sempurna tour ku belum selesai bagaimana bisa aku meninggalkan Jongin.

Kayla menatapku curiga.

“Eungg. Baiklah ayo kita makan dulu,” matanya masih menatapku dengan tatapan ‘Dia beneran temenmu?’ “ah ya ajak Jongin juga.” Setelah itu dia pergi meninggalkan kami.

 

Sekarang kami duduk di sebuah Restaurant. Kata Kayla makanan disini cocok untuk lidah orang Indonesia. Dan saat diperjalanan tadi aku sudah mengatakan semuanya kepada Kayla tentang Jongin.

Jongin saat ini berada di hadapan mejaku. Dia sedang asik menyantap makanannya itu.

Setelah acara makan selesai Kayla langsung membawaku pergi.

“Bentar Kay,”

Aku menatap Jongin, “Terima Kasih untuk tour hari ini. Aku sangat menyukainya”

“Kamu masih punya hutang dengan saya?”

“Hutang? Memangnya aku hutang apa sama kamu?” Tanyaku penasaran

“Tour kamu masih punya satu tour Istana Gyeongbok dengan saya.”

Aku tertawa mendengarnya.

“Saya akan tagih hutangmu saat bertemu nanti.” Katanya

Aku melambaikan tangan.

“Aku tunggu Kim Jongin-ssi”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s