[KAISOO BIRTHDAY PROJECT] UNCALLED – chaa ahh

timeline_20180302_230809

 

[KAISOO BIRTHDAY PROJECT] UNCALLED – chaa ahh

Doh Kyungsoo , Lee Hyerin|Romance|PG-15

 

 

Aneh, mungkin itu yang akan kalian pikirkan saat melihat seseorang duduk di tengah taman saat salju sedang turun.

Tapi, percayalah kepadaku pemandangan salju malam ini sungguh indah.

Angin Seoul menambah kesan romantis malam ini.

Aku memejamkan mataku menikmati hembusan angin yang beriringan dengan turunnya salju.

“Apa kau ingin mati disini?”

“Mwo!” aku melihat kesamping kiriku. Sejak kapan ada seseorang disini, Apa aku yang terlalu sibuk memperhatikan salju turun. Tapi siapa dia yang berani mengatakan itu kepadaku. Sangat tidak sopan.

“Siapa kau?”tanyaku. Dia menatapku sebentar lalu menatap kedepan lagi.

“Tidakkah disini terlalu dingin, ikut aku.” Dia berdiri lalu menarik tanganku pelan.

Siapa dia? Aku bahkan tidak mengenalnya kenapa aku berdiri dan mengikutinya.

Kami berhenti dipenyebrangan jalan menunggu lampu merah untuk kami berjalan.

Aku melihat wajahnya tidak menunjukkan wajah psychopath. Tapi bagaimana jika dia menggunakan wajahnya untuk mengelabui mangsanya?

Pikiran-pikiran tak masuk akal terus menghantui otakku. Aku mengusap wajahku kasar.

Dia melepaskan tanganku dan masuk kedalam sebuah cafe. Tidak, dia berhenti dan berbalik.

“Apa kau akan tetap disitu, Masuklah.”Ajaknya. Bodoh! Tidakkah dia tahu aku bahkan belum mengenalnya bagaimana aku bisa mengikutinya.

“Aigo, kau ini siapa membawaku kesini dan sekarang mengajakku masuk untuk minum bersama.”Cercaku.

“Siapa yang mengajakmu minum bersama? Aku hanya menyuruhmu masuk. Diluar sangat dingin,” Dia menunjukkan wajah tak berdosanya. Orang-orang menatap kami bahkan ada yang mentertawakanku.

Dengan langkah gontai aku memasuki cafe itu dan memesan secangkir Hot chocolate.

Aku memilih duduk dipojok dengan pemandangan salju turun. Rasanya nyaman melihat butiran-butiran salju turun. Tidak lama setelah itu ada seseorang yang menggeser kursi disebelahku.

Yak, dia lagi apa maunya.

“Mianhae,”dia memulai percakapan kami dengan permintaan maaf.

“Apa maksudmu?”

“Maaf, aku tadi tiba-tiba membawamu kesini.” Dia meminta maaf tapi pandangannya lurus kedepan.

“Ne,”jawabku singkat.

“Apa yang kau lakukan disana?”Dia menanyaiku.

“Apa yang kau lakukan disana?” Bukannya menjawab. Aku malah menanyakan hal yang sama.

Dia menatapku heran saat aku mengajukan pertanyaan yang sama.

“Apa kau sudah gila? Hah!” lanjutku.

“Apa maksudmu aku gila?” tanyanya.

“Apakah sopan mengatakan kepada orang yang tidak dikenal? Contohnya Apa kau ingin mati?” kataku meniru apa yang dia ucapkan padaku tadi.

“Apa kau tahu penyakit hipotermia?”tanyanya serius.

“Penyakit akibat kedinginan.”

“Lalu sekarang siapa yang gila. Kau sudah tahu hipotermia penyakit akibat kedinginan tapi kau malah santai duduk saat salju sedang turun.” Dia tertawa lepas setelah itu.

Aku yang duduk disebelahnya hanya diam merasa malu, kenapa aku bisa termakan ucapanku sendiri? Bodoh!

“Siapa namamu?” tanyaku nyaris berbisik.

“Aku?” dia balik bertanya sambil menunjuk dirinya sendiri. Aku mengangguk pelan.

“ Ah, ya Kyungsoo. Kau?”

“Hyerin-eyo .” dia hanya mengangguk-angguk

Aku menatap jam tanganku dengan gelisah. Sekarang pukul 8 malam, harusnya aku sudah sampai dirumah tetapi karena lelaki ini aku disini.

“Ah, sudah malam aku harus pulang.”

“Ah, Apa perlu aku antar?” Tawar Kyungsoo

“Aniyo, gwaenchanh-a.” Jawabku bergegas pergi meninggalkannya.

Aku berharap ini pertemuan terakhirku dengan dia.

***

Aku berjalan menyusuri jalanan kota Seoul dimalam bersalju ini.

Aku berjalan dengan menatap sepatuku. Sudah berapa lama sejak terakhir kali aku mencuci sepatu ini haha mengingatnya saja membuatku tertawa.

Tunggu, aku melihat sebuah bayangan Bayangan ini bukan milikku.

“Ya Tuhan, usirlah roh-roh jahat yang ingin menggangguku. Bukankah aku selalu taat beribadah. Tolong lindungi aku saat ini.”

“Bagaimana jika dia bukan roh melainkan orang jahat yang ingin menggangguku lagi.”

Konflik batin menyelimuti diriku. Aku mendengar derap langkah sepatu mengikutiku. Aku terus berjalan dan berusaha santai. Aku membuka tasku mencari barang yang bisa aku gunakan untuk melindungi diriku.

Akhirnya aku menemukanmu, apa yang harus aku lakukan setelah ini.

1

2

3

Kyaaaaaa…

Aku menyemprotkan parfumku pada seseorang yang mengikutiku ini. Haha rasakan berani-beraninya kau bermain-main denganku.

“Hye..rin-ssi .Hyerin-ssi.”

Aku menghentikan aktivitasku setelah orang ini memanggil namaku. Siapa dia? Bagaimana dia bisa tahu namaku? Ah, ya ini modus penculikan saat ini dengan mengelabuiku. Rupanya orang ini pintar mencari tau diriku, benar-benar sudah direncanakan.

Aku melanjutkan aktivitas menyemprotkan parfum pada orang yang kuyakini lelaki ini.

“Hyerin-ssi…Hyeriiin-ssi” kali ini dia memanggilku dengan suara yang lebih matang.

Aku penasaran siapa dia. Aku membuka perlahan topi yang digunakannya.

“Ya Tuhan” aku menggigit bibir bawahku.

Aku melakukan kesalahan.

Aku menatap tak percaya.

“Apa kau tak ingin membantuku. Mataku sangat perih, awhh” ucapannya menyadarkan lamunanku.

“Ah Ne.” aku segera membawanya ke tempat yang lebih terang. Kali ini aku yang menarik tangannya. Orang yang sama yang aku temui 1 jam yang lalu, Kyungsoo-ssi.

Aku memberinya tissue. Kali ini aku melihat dia menyunggingkan senyuman, aku tidak tahu kenapa dia melakukan itu. Bukankah sekarang dia kesakitan tapi kenapa dia tersenyum, Sungguh aneh.

“eungg,,gwaenchanha-yo?” tanyaku. Dia hanya mengangguk tanpa melepas senyuman mematikan itu.

Aishh bagaimana aku bisa terpesona dengan senyuman itu.

“Apa aku boleh tertawa?” Tanya Kyungsoo.

“Mwo?” Mataku membulat mendengar apa yang ia lontarkan barusan.

Tak lama setelah itu dia tertawa.

“Kenapa kau tertawa? Apa ada yang lucu?”
Dia berdiri memegang kepalaku.

“Aku ingin tau apa yang ada di kepalamu ini haha” aku menjauh darinya.

“Wae?” lanjutnya.

“Kenapa kau mengikutiku? Apa kau akan menculikku lalu memutilasiku?” kataku.

Dia kembali tertawa.

“Kau lucu sekali. Bagaimana aku bisa memutilasi yeoja cantik sepertimu.”

Mataku berbinar mendengarnya memujiku. Hei! kalian juga pasti akan senang dipuji oleh seorang namja.

“Ah, pipimu memerah. Apa kau baik-baik saja?”

“Kenapa kau terus mengikutiku Kyungsoo -ssi?”Tanyaku berusaha mengalihkan perhatiannya.

“Aku tidak bisa membiarkan seorang wanita pulang sendiri dimalam hari.” ucap Kyungsoo menatap lekat mataku, “dimana rumahmu? Aku akan mengantarkanmu sampai depan rumahmu.” lanjutnya.

Bingo, lagi-lagi dia membuat hatiku panas.

Aku hanya menunjukkan jalan pulang dengan jari telunjukku.

Kami berjalan bersama dengan diam
Hingga sampai didepan rumahku.

“Baiklah, aku sudah sampai. Gomawo Kyungsoo-ssi” aku melambaikan tanganku padanya.

“Hyerin-ssi..”panggilnya.

Aku berbalik menghadap kearahnya.

“Bolehkah aku mengajakmu berkencan besok?”

Jantungku shock mendengarnya mengatakan hal itu.

Tapi setelah itu.

Aku mengangguk kearahnya dan tanpa menunggunya menjawab aku memasuki pintu rumahku.

“Orang tidak memperhatikan apakah itu musim dingin atau musim panas ketika mereka sedang berbahagia.” – Anton Chekhov

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s