[KAISOO BIRTHDAY PROJECT] SOUL- BillieAn

timeline_20180303_100337.jpg

 

[KAISOO BIRTHDAY PROJECT] SOUL- BillieAn

Do Kyungsoo (D.O), Kim Jong Dae, Cho Ha Ryn || AU, Sci-fi, Romance || PG-13

Disclaimers: Keseluruhan cerita merupakan imajinasi dari penulis. Apabila ada kesamaan plot, karakter, dan lkasi adalah sebuah ketidak sengajaan. Semua pemeran adalah milik Tuhan, orang tua, dan agensi mereka.

 

 

°°°

1 Februari 2048
Laboratorium Kim Cooperation

Gadis cantik dengan dandanan yang modis memasukki lobi Laboratorium Kim Cooperation. Dia berdiam diri sambil terus melihat terus melihat arloji dan handphonenya.
“Hem.. kenapa D.O tidak mengankat telponku?”
Ha Ryn menundukkan kepala menatap handphonenya. Tiba-tiba ada sebuah tangan yang menepuk pundaknya. Ha Ryn menoleh.
“Hey, apa kamu orang yang aku tunggu?”
Ha Ryn terkejut dan kedua pasang mata itu saling menatap.
“wah, dia terlihat tampan.” Pikir Ha Ryn yang terdiam dan tidak berkedip.
“Kita hanya memiliki sedikit waktu. Ayo ikuti aku.” Pemuda itu menarik lengan Ha Ryn.
“Apakah aku sedang bermimpi? Waktu seakan berhenti.” Ha Ryn menatap tangan pemuda itu yang sedang mengengam tangannya.
Sesampainya di ruang percobaan. Ha Ryn masih menatap sepasang bola mata yang indah dan bening tanpa berkedip.
“Sekarang kamu masuk ke dalam kapsul ini. Jangan takut aku akan menjagamu.”
Ha Ryn pun menuruti apa yang pemuda itu katakan. Ketika kapsul sudah ditutup, kapsul tersebut mulai mengeluarkan gas pembius. Mata itu seakan menguji pandangannya hingga dia tidak sadar bahwa kesadarannya mulai menupis. Ha Ryn tersadar tidak hanya Ha Ryn dan pemuda ini, tetapi ada banyak pasang mata yang menatap ke arah Ha Ryn.
“ Aku ingin melihat jam, sekarang jam berapa? Kenapa aku merasa mengantuk. Tunggu, diantara mereka aku seperti melihat seseorang yang aku kenal.”
“Dia, apa dia Do Kyung Soo. Aku ingin…” Ha Ryn pun tertidur di dalam kapsul.

 

Di Lobi

“Heh…Heh…Heh…” D.O terlihat kelelahan.
“Sebenarnya Ha Ryn dimana? Kenapa ponsel ku harus lowbat di waktu seperti ini. Apa mungkin dia sudah pulang?”
D.O mmemutar tubuhnya kembali menuju ke lab yang akan dilaksanakan percobaan.
“Aku sudah terlambat mengikuti uji coba kapsul hibernasi. Mungkin aku bisa menemuinya setelah ini.”
Do Kyungsoo berada di depan pintu lab. Dia membuka pintu lab dengan tergesa-gesa. Sehingga semua pasang mata yang di dalam mengalihkan perhatiannya ke D.O. D.O membungkukkan badan meminta maaf kepada ilmuan yang datang. Saat D.O mengalihkan ke arah objek percobaan dia terdiam seakan-akan oksigen yang ada di sekitarnya habis, detak jantungnya berdebar, dan seakan-akan tersihir. Kakinya melangkah menuju objek percobaan, semakin mendekat, ia belari dan melihat lebih jelas siapa wanita dibalik kaca tersebut.
D.O terkejut dengan pemandangan yang ada di hadapannya.
“ Apa ini?! Hentikan semua ini!” mendekati Jong Dae dan meraih kerah jas lab yang dikenakan Jong Dae. Semua yang berada di lab bingung melihat perubahan emosi D.O yang mendadak.
“Hentikan, tolong hentikan. Aku mohon hentikan.” Dengan berurai airmata. Dia berusaha menghentikan uji coba ini walaupun ia sadar semua ini telah terlambat karena dia tahu ini hanya akan berakhir sesuai prosedur yang berlaku dan jika prosedur itu dilanggar maka akan mengakibatkan cidera fatal bagi objek percobaan.
“Apa yang sedang kamu lakukan, tenangkan dirimu. Coba jelaskan apa maksudmumengatakan ini semua?” tanya Jong Dae.
“ Apa kamu tidak tahu kalau dia adalah calon istriku?” tanya D.O.
Jong Dae melihat ke arah seseorang di balik kaca tersebut. Seakan-akan waktu berhenti, Jong Dae terkejut dan dia sadar siapa wanita dibalik kaca tersebut.

 

 

 

1 Juli 2048
Laboratorium Kim Cooperation

6 Bulan kemudian…
Dengan semangat dan kerja kerasnya D.O berhasil menemukan penawar agar Ha Ryn dapat segera tersadar dari percobaan tersebut. Dia merasa lega sekaligus merasa bersalah karena orang yang dia sayangi haru menjadi bahan percobaan.
“Ha Ryn-ah, maafkan aku karena aku datang terlambat dulu. Seandainya dulu aku datang lebih cepat. Ha Ryn-ah apa kamu mendengarku? Aku… sudah menemukan penawarnya, tunggulah sebentar. Dan setelah kau sadar, kita akan menjalani hari-hari kita dengan penuh senyum, tawa, dan canda. Ha Ryn maafkan aku, aku harus pergi untuk rapat. Nanti aku akan menemuimu lagi. I Love You.” D.O meninggalkan ruang laboratorium.
Beberapa saat kemudian Jong Dae masuk untuk meneliti percobaan tersebut agar tidak terjadi kesalahan. Saat Jong Dae sedang meneliti alat-alat, Ha Ryn mulai membuka matanya pelan-pelan. Dan melihat sekeliling, dia terkejut melihat pemuda tampan yang ada di sebelahnya. Tetapi tubuhnya masih sangat lemas untuk berbicara.
“Oh, kau sudah tersadar? Syukurlah, aku sangat lega dan bahagia sekarang.” Kata Jong Dae.
“Waah… apakah aku berada di surga. Diakan pemuda yang aku temui di lobi. Dia bahkan lebih tampan saat tertawa.” Pikir Ha Ryn.
“Tunggu sebentar, aku akan melepaskan alat-alat ini dan setelah itu aku akan memindahkanmu ke kamar.”
Sesampainya di laboratorium D.O terkejut melihat kapsul yang sudah kosong. Tiba-tiba Jong Dae datang dengan penuh kegembiraan.
“Dimana Ha Ryn? Apa yang telah kau lakukan pada Ha Ryn? Mengapa kau tertawa, aku sedang tidak bercanda!” Kata D.O penuh emosi.
“D.O, apakah kau masih marah denganku? Tenanglah, Ha Ryn sudah tersadar dan sekarang dia berada di kamar laboratorium yang sudah aku siapkan.” Kata Jong Dae.
D.O berlari menuju kamar laboratorium dan membuka pintu dengan tergesa-gesa. Ha Ryn tersenyum ke arahnya. Dia pun berlari dan memeluk Ha Ryn.
“Maafkan aku Ha Ryn-ah, itu semua salahku karena aku datang terlambat. Maafkan aku, aku mohon maafkan aku.”
“Tidak, kamu tidak salah kok. Seharusnya aku yang minta maaf, karena kebiasaanku bila melihat orang tampan aku tidak bisa berfikir jernih.” Jawab Ha Ryn.
“Hahaha… setelah kita menikah kamu harus menghilangkan kebiasaan itu.” Kata D.O. dengan tegas.
“Baiklah.” Jawab Ha Ryn.
1 minggu kemudian Ha Ryn sudah boleh pulang dari Laboratorium Kim Cooperation. D.O mengajak Ha Ryn menuju kesebuah restauran. sesampainya di restauran.
“Kamu ingat tempat ini?” tanya D.O
“Ini tempat pertunangan kita kan? Bagaimana bisa aku melupakannya. Ini juga tempat kita pertama bartemu.” Jawab Ha Ryn. D.O hanya tersenyum melihat tingkah kekasihnya itu.
“Bagaimana dengan acara pernikahan kita?” tanya Ha Ryn.
D.O mengeluarkan sebuah undangan pernikahan dan memberikannya kepada Ha Ryn.
“Aku sudah mempersiapkan semuanya untukmu. Dan besok adalah hari pernikahan kita. Ha Ryn-ah apakah kamu mau menikah dengan ku.” Tanya D.O.
“Emm… aku… mau menikah denganmu.” Jawab Ha Ryn dengan malu-malu, dan D.O langsung memeluk Ha Ryn dengan perasaan bahagia.
Akhirnya mereka menikah dan hidup dengan penuh kebahagiaan.

Fin

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s