[KAISOO BIRTHDAY PROJECT] DabongArt – Eternal Love

36

Eternal Love – DabongArt

D.O, Park Nara (OC)||AU, Romance, Fantasi||PG-13

Disclaimers: Seluruh cerita adalah murni imajinasi dari penulis. Apabila ada kesamaan plot, itu adalah ketidak sengajaan. Semua pemeran (kecuali OC) adalah milik Agensi dan Orang Tua mereka.

 

 

D.O POV

 

Semilir angin meniup ujung suraiku, memberantakkannya. Aku selalu disini, sendiri, berbaring ditengah hamparan padang rumput hijau yang sangat indah. Perlu kalian ketahui, aku berbeda, bahkan sangat berbeda dari mereka semua. Aku memiliki rahasia yang kusimpan sendiri, aku tidak ingin mereka mengetahui lebih tentang diriku. Karena itu, aku tidak mempunyai teman satupun di tempat ini.

 

Aku sangat menyukai udara sejuk disini, nyanyian para burung, gesekkan rantin-ranting pohon bahkan rumput yang bergoyang tertiup angin. Bagiku, mereka semua, alam ini, adalah temanku. Teman yang selalu menemani ditengah kesepian yang menghantuiku.

 

~

Aku berjalan ditengah keheningan malam yang entah mengapa terasa sangat mencekam. Aku terus berjalan tanpa memperdulikan kesekelilingku sampai aku mendengar teriakkan seorang wanita dari bawah jembatan.

 

Aku berusaha untuk tak memperdulikannya dan terus berjalan menjauhi jembatan itu. Tetapi, entah mengapa tubuh dan hatiku tidak sejalan. Aku berjalan mendekati Lorong jembatan itu. Betapa terkejutnya aku saat melihat seorang wanita tengah duduk dengan tubuh yang penuh dengan luka.

 

Dia menatapku dan mengucapkan kata tolong dalam diam. Entah mengapa hatiku terasa sangat sakit saat melihat wanita itu menatapku dengan perasaan terluka. Tanpa berpikir lagi, aku menuju wanita itu dan hendak menolongnya, tetapi tiba-tiba ada yang menyerangku dari belakang yang menyebabkan aku terjerembab ke tanah.

 

Aku hanya meringis saat darah segar keluar dari mulutku. Aku menyekanya dan berdiri, didepanku tampak sesesok makhluk yang mengerikan yang entah sejak kapan berdiri disana, didepanku. Makhluk itu terlihat seperti ular, memiliki kepala kuda, bertelinga gajah dan bertanduk, benar-benar perpaduan yang sangat absurd.

 

Tanpa berkata apa-apa, aku langsung menyerang makhluk itu, memukulnya secara bertubi-tubi dan menghempaskannya ketanah yang menyebabkan tanah itu seketika retak. Perlahan, makhluk itu berubah menjadi debu dan lenyap ditiup sang angin.

 

Aku berjalan menuju wanita yang bersimpuh darah itu dan membopongnya didepan dadaku.

 

“T-terima kasih.” Dia berkata dengan kesulitan. Aku hanya tersenyum dan terus berjalan menuju rumah sakit terdekat.

 

“J-jangan bawa aku ke rumah sakit. Jebal.” Aku menatapnya heran.

 

“Kau terluka sangat parah, jika aku tidak membawamu ke rumah sakit, bisa-bisa kau mati.” Tolakku. Bagaimana jika dia mati? Aku benar-benar tidak bisa membayangkannya.

 

“C-cukup beri aku setetes darahmu. Itu sudah cukup untuk menutup seluruh lukaku.” Ia berucap lagi. Aku hanya menggeleng-gelengkan kepalaku tidak habis pikir. Apa dia orang yang lebih aneh dariku? Bagaimana bisa setetes darahku bisa menyembuhkan luka yang amat parah ini.

 

“J-jebal. Berikan aku setetes darahmu.” Dia memohon lagi. Dari suaranya kurasa lukanya semakin parah. Akhirnya aku menyerah dan menurunkannya di tepi jalan dan menggores tanganku. Darah segar mengalir melalui tanganku, aku mengarahkan tanganku ke mulutnya. Ia meminum darahku yang mengalir, dan saat itu pula kulihat matanya berkilat merah.

 

“Apa kau sudah merasa baikan?” Tanyaku yang hanya dibalas senyuman olehnya. Entah mengapa, ada rasa rindu saat melihatnya tersenyum seperti ini. Aku benar-benar merasa telah mengenal senyum ini untuk waktu yang lama, tetapi kapan dan dimana aku melihatnya, aku benar-benar tidak mengingatnya.

 

~

Setelah hari itu, aku menjadi lebih dekat dengannya. Dia benar-benar telah banyak merubahku. Sekarang aku merasa hidup ini lebih berwarna dari pada sebelum kedatangannya. Sekarang aku juga tahu, bahwa aku dan dia sama, kami memiliki keistimewaan dari pada manusia lain. Dia banyak bercerita tentang kehidupannya di tempat lain di dunia ini yang berarti dunia itu juga tempat dimana aku berasal. Sebenarnya kemampuan yang dimiliki Nara itu sangat mengesalkan, saat berada didekatnya aku tidak leluasa berpikir karena dia bisa dengan mudah mengetahui apa yang aku pikirkan, dia juga bisa melihat masa lalu seseorang hanya dengan kontak fisik.

 

Saat ini aku tengah duduk di tepi pantai bersamanya, Park Nara, gadis yang entah mengapa selalu membuatku berdebar saat dekat dengannya dan membuatku sesak saat jauh darinya.

 

“Nara-ya, apa kau akan tetap bersama denganku?” Aku berkata sembari memainkan jari Nara yang berada dalam genggamanku.

 

Nara menoleh kearahku dan tersenyum, “Apa kau tahu, Kyungsoo. Walaupun kita telah hilang dari dunia ini, takdir kita tidak akan pernah berubah. Kau akan menjadi dirimu dimasa mendatang, begitu pula aku. Kita akan terus dipertemukan walaupun kita terlahir dibelahan dunia yang berbeda. Karena, pada dasarnya kita adalah satu, kau adalah aku, dan aku adalah dirimu.”

 

Aku tersenyum senang mendengar jawaban yang Nara katakan.

 

“Tetapi, apakah kau akan mengingatku dikehidupanmu berikutnya?” Aku bertanya lagi sembari memandang deburan ombak yang menabrak batu karang.

 

“Menurutmu? Apa kau akan mengingatku, Kyungsoo?” Nara balik bertanya.

 

“Aku tidak yakin. Tetapi aku percaya, walaupun pikiranku tidak mengingatmu, tetapi hatiku pasti akan mengingatmu, seperti saat ini.” Jawabku yakin.

 

“Kalau begitu aku juga sama, bukankah kita satu?” Nara berucap tanpa menghilangkan senyum yang ada diwajahnya. Aku balik tersenyum hangat kepadanya.

 

Sore itu aku dan Nara, ah tidak, maksudku kami memandang senja bersama dengan tanganku yang melingkar diperutnya dan dia yang bersandar dibahuku.

 

Selesai

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s