[KAISOO BIRTHDAY PROJECT] Valentine Day – kutilimut

timeline_20180303_123048

 

[KAISOO BIRTHDAY PROJECT] Valentine Day – kutilimut

Do kyungsoo, Kim sohyun|Romance|PG13

 

Happy Valentine day
14 februari 2018

 

Aku terbiasa merayakan hari valentine bersamanya sehingga saat aku sendiri tanpa merayakannya dan tanpanya saat ini terasa aneh bagiku. Biasanya dipagi hari aku akan disambut dengan bau khas kue buatannya dan dibangunkan dengan sebuah kecupan dipipiku yang akan terasa hangat, namun sekarang aku terbangun dengan rasa dingin membuatku kesal. Kenapa aku ditinggalkan dengan perasaan dingin ini sendiri?

Aku tak mengerti apa yang salah denganku sehingga ia meninggalkanku. Aku uring-uringan ditempat kerjaku membuat bosku melemparkan segala sesuatu kearahku karena aku tak bisa profesional dalam pekerjaanku. Aku terlalu “galau” hingga tak bisa membedakan mana urusan pribadi dan mana urusan pekerjaan. Aku meminta maaf dan keluar ruangan dengan segala sumpah serapah keluar dari mulutku. Bahkan aku yang biasanya sopan dalam bersikap, bisa seperti ini membuat chanyeol bertanya sikap drastisku ini.

“Kyungsoo ada apa denganmu?” Namun aku mengabaikannya seperti aku mengabaikan diriku sendiri.

Aku benar-benar tak bisa bekerja dihari seperti ini. Hari dimana semua orang bermesraan disekitarku dan merayakan hari yang katanya “hari kasih sayang”.

“Bullshit. Ini hari rabu, apanya yang hari kasih sayang” aku memandang mereka yang bergandengan tangan dengan kesal.

Mungkin dulu aku juga percaya akan hari yang dinamakan “hari kasih sayang” tapi aku tak percaya sekarang saat ia meninggalkanku dihari sebelum hari kasih sayang yang lebih tepatnya kemarin ia memutuskanku. Aku berpikir hubungan kita akan baik-baik saja seperti khayalan yang sering kami bicarakan namun itu semua tetaplah khayalan.

Aku berjalan dengan kesal kesebuah kedai untuk mendinginkan pikiranku karena aku merasa panas diluar sini, apalagi melihat pasangan bahagia dengan memegang coklat dan bunga. Payah, batinku.

“Apa anda akan memesan tuan?” Seorang pelayan mendatangiku dengan tersenyum. Aku mengatakan padanya untuk memberiku sesuatu yang dingin dan ia menurutinya dan pergi entah kemana, aku tak peduli.

Ia datang beberapa menit kemudian dengan membawa kopi dingin dan sebatang coklat padaku. Aku melihatnya dengan pandangan aneh.

“Ada apa dengan coklat ini?” Aku bertanya kasar membuat ia terkejut.

“Ah ini gratis tuan, hari ini hari kasih sayang dan kami sedang membagikan coklat untuk semua pelanggan yang datang” ia kembali tersenyum seperti robot yang telah diprogram untuk terus tersenyum. Aku tau itu untuk kesopanan tapi tak lelahkah ia karena aku saja yang melihatnya lelah.

“Maaf nona tapi aku tak merayakan hari sialan ini” aku berkata dengan kesal membuat ia meringis karena mengira aku mungkin marah padanya, yang sebenarnya aku marah pada hari yang benar-benar sialan ini.

“Oh maaf tuan jika anda tak merayakannya tapi ini sudah ketentuan kami untuk memberikan coklat pada pelanggan” ia berkata memelas dan meringis. Lalu aku melihat sekitar dan memang benar, mereka membagikannya pada pelanggan bahkan aku bisa melihat dimeja pasangan mereka memberikannya bersama setangkai bunga. Aku beruntung aku datang sendiri dan tak harus melihat bunga saat ini.

“Baiklah kalau begitu” aku mengambil coklat itu membuat ia tersenyum. Lalu aku menyodorkannya padanya membuat ia bingung.

“Ini untukmu ambilah, kau tau jika aku membawa coklat ini pulang atau membawanya ketempat kerjaku maka coklat ini akan berakhir ditong sampah dan aku tak ingin ini terbuang sia-sia. Kau bisa menganggap ini hadiah dariku” aku melihat pipinya berwarna pink samar-samar dan ia terlihat ragu menerimanya namun tetap mengambilnya.

“Tak ada bunga yang melengkapinya” aku kembali berbicara dengan datar dan membuat ia tersentak.

“Oh tak apa, terimakasih sebelumnya tuan. Ini coklat pertamaku dihari kasih sayang” ia tersenyum dan kali ini senyumannya tulus. Aku bisa melihat ketulusannya dan matanya melengkung indah. Coklatnya ia dekap didadanya seakan hal itu sangat berharga dan ia harus menjaganya.

“Kalau begitu saya permisi tuan” dia membungkuk dan pergi ke tempatnya didekat kasir. Aku masih bisa melihatnya tersenyum dan temannya yang menyenggol tangannya. Ia melihat padaku dan kembali melihat temannya dan menggeleng lucu seperti gadis-gadis remaja yang baru saja menemukan cinta pertamanya.

Aku tanpa sadar terkekeh dengan kelakuannya. Aku meminum kopi dingin ini dan segera menyesal karena telah memesannya. “Kenapa aku memesan kopi dingin?”, batinku bertanya.

“Ah ya, aku memesannya karena aku ingin mendinginkan pikiranku tapi sekarang hatiku hangat dan seharusnya aku meminum sesuatu yang hangat” batinku menjawab.

Aku seperti orang bodoh, batinku menilai. Namun aku tak peduli dan tetap meminumnya dengan melihat keluar jendela. Jika tadi mungkin aku akan merasa kesal melihat pasangan bahagia diluar sana namun sekarang aku biasa saja melihatnya. Efek apa ini?

Apakah kopi ini? Ataukah karena gadis pelayan tadi? Pikiran itu membuatku kembali melihat padanya yang kembali sibuk dengan pelanggan lainnya.

Aku tak pernah tau ada kedai dengan pelayanan seperti ini karena biasanya dulu aku akan merayakannya bersama “kekasihku” dirumah dan berjalan-jalan pada sore harinya.

Handphoneku berdering membuatku tersadar dari lamunan tentang “menghabiskan hari valentine bersama kekasihku” dulu. Aku mengangkatnya dan terdengar teriakan chanyeol dari sebrang sana.

“YAK KYUNGSOO KEMANA SAJA KAU!! CEPAT KEMBALI SEBELUM AKU MEMBOTAKI KEPALAMU!!” botaki saja aku, batinku.

“Ya ya aku akan kembali sekarang, apa salahnya dengan aku keluar sebentar untuk menenangkan pikiranku hah?” Tanyaku sambil mematikan telfonku. Biarkan saja ia yang akan berteriak-teriak disebrang sana dan mungkin saat aku kembali ia akan marah-marah seperti perempuan pms.

Aku berjalan kemeja kasir dan melihatnya disana juga. Ia tersenyum padaku dan aku membalasnya tersenyum juga.

“Ada yang anda perlukan tuan?” Ia bertanya dan suaranya terdengar lebih lembut dari yang tadi ku dengar.

“Aku ingin membayar yang tadi dan aku rasa aku ingin pesan dua kopi hangat. Suasana hatiku berubah jadi hangat kau tau” aku akan memberikan satu cup untuk chanyeol dan satu untukku. Aku mengulurkan kartuku dan ia mengambilnya sambil terkekeh. Ia terlihat berbicara pada seseorang dan kembali dengan dua cup minuman hangat yang bahkan asapnya mengepul dari sela-sela tutupnya.

Aku menoleh kesamping meja dan melihat disana terpajang banyak bunga. Aku melihatnya tertarik.

“Bunga itu juga gratis tuan” ia tersenyum dan menyerahkan kopi dan kartuku. Aku tersadar dan mengambilnya sebelum ia mengeluh pegal.

Lalu aku mengambil setangkai bunga dan memberikannya padanya dan ia kembali terkejut. Aku melihat nametagnya dan baru kusadari aku tertarik padanya.

“Aku berubah pikiran, aku akan merayakan hari ini. Selamat hari kasih sayang kim sohyun-sii” ucapku sembari tersenyum dan berlalu dari hadapannya.

Yah dihari aku patah hati aku menemukan penggantinya. Inilah yang disebut hari kasih sayang.

End

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s